Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    1/28

    TUGAS DEMAM TIFOID DAN PERFORASI TIFOID

    A. DEFINISI

    Typus abdominalis atau typhoid fever . Demam tifoid adalah suatu penyakit

    infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus) dengan

    gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan

    dengan atau tanpa gangguan kesadaran. (Putra A., 202).

    B. EPIDEMIOLOGI

    Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang dijumpai seluruh dunia, secara

    luas di daerah tropis dan subtropis terutama di daerah dengan kualitas sumber air yang

    tidak memadai dengan standar higienis dan sanitasi yang rendah yang mana di

    !ndonesia dijumpai dalam keadaan endemis (Putra A., 202).Dari laporan "orld #ealth $rgani%ation ("#$) pada tahun 200& terdapat '

     juta kasus demam tifoid per tahun di dunia dengan jumlah kematian mencapai

    00.000 kematian dengan ase *atality +ate (*+  &,-). !nsidens rate penyakit

    demam tifoid di daerah endemis berkisar antara /- per 00.000 penduduk per tahun

    sampai .000 per 00.000 penduduk per tahun. ahun 200& insidens rate demam

    tifoid di 1angladesh 2.000 per 00.000 penduduk per tahun. !nsidens rate demam

    tifoid di negara ropa & per 00.000 penduduk, di Afrika yaitu -0 per 00.000

     penduduk, dan di Asia 2'/ per 00.000 penduduk (rump, 200/).

    !ndisens rate di !ndonesia masih tinggi yaitu &-3 per 00.000 penduduk 

     pedesaan dan 30 per 00.000 penduduk perkotaan per tahun dengan rata 4 rata kasus

     per tahun 00.000 4 .-00.000 penderita. Angka kematian demam tifoid di !ndonesia

    masih tinggi dengan *+ sebesar 0. ingginya insidens rate penyakit demam

    tifoid di negara berkembang sangat erat kaitannya dengan status ekonomi serta

    keadaan sanitasi lingkungan di negara yang bersangkutan (5ainggolan +., 2006).

    C. ETIOLOGI

    Demam ifoid adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella

    typhi. tiologi demam tifoid dan demam paratifoid adalah 7. typhi, 7. paratyphi A, 7.

     paratyphi 1 (S. Schotmuelleri) dan 7. paratyphi  (S. Hirschfeldii).

    7almonella typhi sama dengan 7almonella yang lain adalah bakteri 8ram9negatif,

    mempunyai flagela, tidak berkapsul, tidak membentuk spora fakultatif anaerob.

    :empunyai antigen somatik ($) yang terdiri dari oligosakarida, flagelar antigen (#)

    yang terdiri dari protein dan en;elope antigen (

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    2/28

    :empunyai makromolekular lipopolisakarida kompleks yang membentuk lapis luar 

    dari dinding sel da dinamakan endotoksin. 7almonella typhi juga dapat memperoleh

     plasmid faktor9+ yang berkaitan dengan resistensi terhadap multipel antibiotik.

    8ambar. :ikroskopik 7almonella yphi

    D. PATOGENESIS

    Patogenesis demam tifoid melibatkan / proses kompleks yang mengikuti ingesti

    organism, yaitu= ) penempelan dan in;asi sel9 sel pada Peyer Patch, 2) bakteri bertahan

    hidup dan bermultiplikasi dalam makrofag Peyer Patch, nodus limfatikus mesenterica,

    dan organ9 organ e>tra intestinal sistem retikuloendotelial &) bakteri bertahan hidup di

    dalam aliran darah, /) produksi enterotoksin yang meningkatkan kadar cA:P di dalam

    kripta usus dan meningkatkan permeabilitas membrane usus sehingga menyebabkan

    keluarnya elektrolit dan air ke dalam lumen intestinal.

    :asuknya kuman 7almonella typhi dan 7almonella paratyphi ke dalam tubuh

    manusia terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. 7ebagian kuman

    dimusnahkan dalam lambung karena suasana asam di lambung (p# ? 2) banyak yang

    mati namun sebagian lolos masuk ke dalam usus dan berkembang biak dalam peyer 

     patch dalam usus. @ntuk diketahui, jumlah kuman yang masuk dan dapat menyebabkan

    infeksi minimal berjumlah 0- dan jumlah bisa saja meningkat bila keadaan lokal pada

    lambung yang menurun seperti aklorhidria, post gastrektomi, penggunaan obat9 obatan

    seperti antasida, #29bloker, dan Proton Pump !nhibitor.

    1akteri yang masih hidup akan mencapai usus halus tepatnya di jejnum dan

    ileum. 1ila respon imunitas humoral mukosa usus (!gA) kurang baik maka kuman akan

    menembus sel9 sel epitel (sel9: merupakan selnepitel khusus yang yang melapisi Peyer 

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    3/28

    Patch, merupakan port de entry dari kuman ini) dan selanjutnya ke lamina propria. Di

    lamina propria kuman berkembang biak dan difagosit oleh sel9 sel fagosit terutama

    makrofag. in dapat menempel di reseptor 

    sel endotel kapiler dengan akibat timbulnya komplikasi seperti gangguan

    neuropsikiatrik, kardio;askuler, respirasi, dan gangguan organ lainnya.

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    4/28

    Peran endotoksin dalam pathogenesis demam tifoid tidak jelas, hal tersebut

    terbukti dengan tidak terdeteksinya endotoksin dalam sirkulasi penderita melalui

     pemeriksaan limulus. Diduga endotoksin dari salmonella typhi ini menstimulasi

    makrofag di dalam hepar, lien, folikel usus halus dan kelenjar limfe mesenterika untuk 

    memproduksi sitokin dan %at9 %at lain. Produk dari makrofag inilah yang dapat

    menimbulkan kelainan anatomis seperti nekrosis sel, sistem ;askuler, yang tidak stabil,

    demam, depresi sumsum tulang, kelainan pada darah dan juga menstimulasi sistem

    imunologis.

    E. PATOFISIOLOGI

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    5/28

    1agan . Patofisiologi Demam ifoid

    F. MANIFESTASI KLINIS

    8ejala klinis demam tifoid seringkali tidak khas dan sangat ber;ariasi yang

    sesuai dengan patogenesis demam tifoid. 7pektrum klinis demam tifoid tidak khas dan

    sangat lebar, dari asimtomatik atau yang ringan berupa panas disertai diare yang

    mudah disembuhkan sampai dengan bentuk klinis yang berat baik berupa gejala

    sistemik panas tinggi, gejala septik yang lain, ensefalopati atau timbul komplikasi

    gastrointestinal berupa perforasi usus atau perdarahan. #al ini mempersulit penegakan

    diagnosis berdasarkan gambaran klinisnya saja (#offman, 2002).

    8ejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibanding

    dengan penderita deasa. :asa inkubasi rata 4 rata 0 4 20 hari. 7etelah masa

    inkubasi maka ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. 8ejala 9 gejala klinis yang timbul sangat

     ber;ariasi dari ringan sampai dengan berat, dari asimptomatik hingga gambaran

     penyakit yang khas disertai komplikasi hingga kematian (7udoyo A."., 200).

    Demam merupakan keluhan dan gejala klinis terpenting yang timbul pada

    semua penderita demam tifoid. Demam dapat muncul secara tiba 9 tiba, dalam  92

    hari menjadi parah dengan gejala yang menyerupai septikemia oleh karena

    7treptococcus atau Pneumococcus daripada 7.typhi. 8ejala menggigil tidak biasa

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    6/28

    didapatkan pada demam tifoid tetapi pada penderita yang hidup di daerah endemis

    malaria, menggigil lebih mungkin disebabkan oleh malaria (7udoyo A."., 200).

    Demam tifoid dan malaria dapat timbul secara bersamaan pada satu penderita.

    7akit kepala hebat yang menyertai demam tinggi dapat menyerupai gejala meningitis,

    di sisi lain 7.typhi juga dapat menembus saar darah otak dan menyebabkan

    meningitis. :anifestasi gejala mental kadang mendominasi gambaran klinis, yaitu

    konfusi, stupor, psikotik atau koma. 5yeri perut kadang tak dapat dibedakan dengan

    apendisitis. Penderita pada tahap lanjut dapat muncul gambaran peritonitis akibat

     perforasi usus (7udoyo A."., 200).

    8ejala klinis yang biasa ditemukan, yaitu =

    . Demam

    Pada kasus 9 kasus yang khas, demam berlangsung & minggu. 1ersifat

    febris remiten dan suhu tidak berapa tinggi. 7elama minggu pertama, suhu

    tubuh berangsur 9 angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada

     pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Dalam minggu

    kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu

    ketiga suhu tubuh berangsur 9 angsur turun dan normal kembali pada akhir 

    minggu ketiga.

    2. 8angguan pada saluran pencernaan

    Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap. 1ibir kering dan pecah

    9pecah (ragaden). Bidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), ujung

    dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen mungkin

    ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). #ati dan limpa

    membesar disertai nyeri pada perabaan. 1iasanya didapatkan konstipasi,

    akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.

    &. 8angguan kesadaran

    @mumnya kesadaran penderita menurun alaupun tidak berapa dalam,

    yaitu apatis sampai somnolen. Earang terjadi sopor, koma atau gelisah

    (7udoyo, A. "., 200).

    G. KOMPLIKASI

    :enurut 7udoyo (200), komplikasi demam tifoid dapat dibagi atas dua

     bagian, yaitu =

    .

  • 8/17/2019 Tugas Demam Tifoid Dan Perforasi Tifoid

    7/28

     b. Perforasi @sus

    erjadi pada sekitar & dari penderita yang diraat. 1iasanya