Timah Alluvial

  • View
    238

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Timah Alluvial

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    1/14

    1

    TIMAH ALLUVIAL

    Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Eksplorasi

    Daftar Kelompok

    Aditya Mahendra 12106013

    Andy Yahya Al Hakim 12106023

    PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

    FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN

    INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

    2008

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    2/14

    2

    TIMAH ALLUVIAL

    Genesa pembentukan endapan timah

    Secara umum endapan timah berdasarkan genesanya terdiri dari endapan

    timah primer dan endapan timah sekunder. Timah alluvial merupakan endapan

    sedimenter yang artinya endapan yang terbentuk akibat pengkonsentrasian mineral

    berharga yang telah tertransportasi dari perombakan batuan asalnya. Karakteristik

    utama dari endapan sedimenter alluvial yaitu terjadi akibat pelapukan mekanis dan

    harus memiliki perbedaan berat jenis yang besar antara mineral bijih dengan

    pengotornya, setelah mineral tersebut terlapukkan maka akan tertransportasi ke

    tempat lain menggunakan media fluida, kemudian mineral berharga (bijih) akan

    terkonsentrasi atau mengalami pengkayaan.

    Endapan timah primer terbentuk dari proses hidrothermal dan berhubungan

    erat dengan adanya intrusi granite biotite yaitu terbentuk dari magma cair yang

    disebut juga tin bearing granite .Proses inidiperkirakan terjadi pada masa Triassic

    Atas. Granit cair yang mengandung gas gas, uap air dan unsur -unsur logam

    diantaranya adalah timah (cassiterite). Gas- gas, uap air dan unsur logam tersebut

    selanjutnya melepaskan diri dari granit cair dan masuk ke dalam celah celah pada

    batuan di atasnya. Sebagai host-rock adalah batuan dynamo metamorphic yang

    berumur Permokarbon dan yang berumur Trias Bawah, yang mempunyai komposisi

    batu pasir, kwartsit, shales, fossiliferous limestone, chert, konglomerat, dan diabas.

    Proses mineralisasi yang terjadi pada dasarnya yaitu magma yang bersifat

    asam mengandung gas SnF4, yang melewati proses pneumatolitik hidrotermalmenerobos dan mengisi celah retakan, dimana terbentuk reaksi dasar :

    SnO2, yang dikenal dengan kassiterit adalah senyawa Sn yang utama, dan

    merupakan mineral timah ekonomis. Daerah penyebaran timah primer ada 3 variasi:

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    3/14

    3

    Pada bagian teratas/terluar dari sisi batuan granit, daerah kontak dimana

    akumulasi fluida terjadi. Disini timah ditemukan tersebar dan tersegresi dalam

    batuan yang granitik, metasedimen sampai greisen.

    Pada batuan greisen, timah terdapat dalam kristal kassiterit dari bentuk halus

    hingga kasar

    Pada vein maupun pada bedding plane yang berlangsung proses

    pyrometasomatik. Tipe deposit ini umumnya berada jauh dari sumber

    granitnya dan berproses dalam temperatur rendah.

    Ciri yang mencolok yaitu kehadiran yang dominan dari mineral

    magnetik, dan hadirnya mineral calc silica Proses selanjutnya, di alam yang tropis

    dan lembab, endapan timah primer tersebut selanjutnya mengalami proses

    pelapukan, yang kemudian berlanjut dengan proses erosi, elutriasi dan dilanjutkan

    oleh transportasi lewat sungai-sungai dimana terendapkan kassiterit sebagai mineral

    berat (BD=7), bersama produk rombakan lain yang lebih ringan. Lapisan pasir

    bertimah yang berada di atas bedrock, setempat dikenal dengan nama

    kaksa.

    Jenis endapan sekunder sangat bervarisai, yang dapat dilihat pada

    tabel :

    Sumber timah Indonesia merupakan bagian jalur timah Asia Tenggara, jalur

    timah terkaya di dunia yang membentang dari selatan Cina Thailand Birma

    Malaysia hingga Indonesia. Di Indonesia, jalur timah ini 2/3 bagian tertutup oleh laut,

    sedangkan daratan berupa deretan pulau-pulau yang bertebaran sejak dari arah

    barat laut, Pulau Karimun Kundur, Bangka, hingga Belitung dan jejak granit bertimah

    terakhir terdapat di Pulau Karimata. Pulau-pulau tersebut diperkirakan terbentuk

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    4/14

    4

    dalam proses erosi residual dan merupakan sisa bagian yang resisten dari mountain

    ranges yang berlangsung pada masa-masa terbentuknya Sunda Shelf. Di Bangka,

    Singkep, dan Pulau Karimun Kundur , mineralisasi berlangsung di badan granit,

    dengan demikian deposit ditemukan didaerah kontak. Sedangkan di Belitung,

    mineralisasi terjadi jauh dari badan granite, dimana fluida berada dalam temperatur

    rendah dan mampu mengisi dari celah-celah dari hostrock termasuk bedding plane.

    Tingkat erosi terhadap deposit primer berlangsung dengan tingkat intensitas

    yang berbeda antara satu pulau timah dengan pulau timah lainnya. Pulau Bangka

    dalam massa tersier dan periode kwarter, berada dalam altitute yang tinggi, oleh

    karena itu erosi nampaknya berjalan sangat intensif, sehingga terbentuk cebakan

    timah sekunder di sungai sungai purba, selain kaya, tetapi juga dalam jumlah besar

    dan dapat ditemukan di banyak tempat, baik daratan maupun lautan. Sedangkan

    deposit timah primer sedikit saja tersisa. Lain halnya dengan belitung, dimana pada

    massa itu kedudukan pulau itu pada latitute yang rendah, yang menyebabkan

    proses pembentukan endapan sekunder tidak seintensif di Bangka, sedangkan

    endapan primer dapat diketemukan indikasinya di banyak tempat.

    Penyebaran konsentrasi lapisan pasir bertimah baik vertikal maupun lateral

    sangat dipengaruhi oleh gejala naik turunnya permukaan laut.

    Gambar 1. Lokasi pulaupulau timah Indonesia

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    5/14

    5

    Kegiatan Eksplorasi

    Karakteristik genesa dari timah alluvial dapat dijadikan sebagai acuan untuk

    metoda kegiatan eksplorasi yang dilakukan. Genesa endapan timah berupa mendala

    metalogenik yang membentang dari selatan Cina Thailand Birma Malaysia

    hingga Indonesia, kontrol pembentukan bijih sehingga terjadi endapan sedimenter

    (placer), dan komposisi mineral, serta gejala geologi yang dapat berupa tatanan

    tektonik regional atau lokal, struktur geologi, susunan stratigrafi, dan jenis batuan.

    Dari peristiwa tersebut akan diketahui tipe dan karakteristik endapan yang berupa

    keadaan umum bentuk, ukuran, dan pola sebaran bijih, proses dan zona

    pengkayaan, sifat fisik dan kimia endapan, karakteristik mineralogi, karakteristik

    batuan induk/samping. Kegiatan eksplorasi akan dibagi kedalam beberapa tahapan :

    pertama akan dilakukan peninjauan lapangan berupa survey geologi dan

    pengambila sampling secara acak, dari langkah ini kita akan mendapat keadaan

    model regional endapan.

    Langkah kedua, dilakukan kegiatan eksplorasi pendahuluan, yaitu survey

    geokimia dan geofisika, dan pemetaan, baik peta topografi maupun peta geologi.

    Survey geofisika, diantaranya dilakukan kegiatan kegiatan sebagai berikut :

    Seismik

    Metoda Geofisika yang cocok dilakukan untuk endapan timah alluvial dalam (50 m

    hingga diatas 100 m) adalah metoda geofisika aktif yaitu seismik. Hal ini dilakukan

    untuk mendeliniasi batas-batas lembah. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Tambang

    Timah untuk pengembangan cadangan alluvial darat.

    Survey Mineral Berat

    Menurut Sanny et al. (1997), survei gaya berat digunakan untuk menggambarkan

    bentuk (struktur) geologi bawah permukaan berdasarkan variasi medan gravitasi

    bumi yang ditimbulkan oleh perbedaan densitas (rapat massa) antar batuan.

    Geolistrik

    Survei geolistrik menggunakan konduktivitas mineral dan batuan atau kebalikannya

    (tahanan jenis), untuk memperkuat informasi geologi dekat permukaan. Metode

    tersebut digunakan untuk menyelidiki kondisi bawah permukaan dengan

    mempelajari sifat aliran listrik pada batuan di bawah permukaan bumi. Penyelidikan

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    6/14

    6

    tersebut meliputi pendeteksian besarnya medan listrik yang mengalir di dalam bumi

    baik secara alamiah (metode pasif) maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi

    (metode aktif) dari permukaan.

    Dari langkah langkah ini akan didapat sifat fisik dan sifat kimia dari endapan,

    tatanantektonik, model genetic dan sebagainya. Langkah ketiga yang dilakukan

    adalah Eksplorasi lanjut sampai Eksplorasi detail. Kegiatan yang dilakukan yaitu

    pemboran, sampai pemboran detail.

    Pemboran memberikan penentuan akhir, dan sebagai pelengkap data

    geologi. Pemboran yang dilakukan di Pertambangan Timah Bangka dilakukan

    menggunakan Bor Bangka. Ditemukan dan dibuat oleh seorang Insinyur Belanda

    yang bekerja di Pertambangan TImah Bangka pada tahun 1859. Bor Bangka terdiri

    dari pipa, dan didalamnya ada pompa, untuk mengambil contoh dan dioperasikan

    secara manual. Pemboran dilakukan dalam pola melintang pada poros lembah (20

    meter satu sama lain) dan dalam jarak antara 20-40 m antara satu lintang dengan

    lintang lainnya. Data yang didapat dari pemboran adalah kadar, batas cebakan,

    geometri endapan, sebaran kadar. Dari data-data tersebut dapat dilakukan

    pemodelan endapan. Dengan berdasar kepada keadaan ekonomi dan keadaan

    teknologi pada saat ini serta perkiraan biaya produksi, dapat ditentukan cut of

    grade, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah perhitungan cadangan.

    Kemudian akan dilakukan studi kelayakan apakah tambang ini bernilai ekonomis

    atau tidak, jika dilakukan penambangan.

  • 7/23/2019 Timah Alluvial

    7/14

    7

    Penambangan Timah di Indonesia

    Pertambangan timah di Indonesia yang dilakukan oleh PT Tambang Timah,

    pada pulau-pulau yang kaya akan endapan timah, pada umumnya adalah berupa

    endapan alluvial, hamper sama dengan penambangan