Teknik Menulis Karya Ilmiah

  • View
    54

  • Download
    12

Embed Size (px)

Transcript

TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH

14

TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH :

BEBERAPA POKOK PIKIRAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Siti Isnaniah,S.Pd

Oleh:

Andri Widyatama J 110070008

Fransiskus S JayantoJ 110070022

Ratna MartasariJ 110070034

Nurwahida PuspitasariJ 110070038

Dicky Adi NugrohoJ 110070044

Indah Dwi AstutiJ 110070045

Aji Candra WinataJ 110070048

Bemmy CandraJ 110070049

Rendy Nursholeh Tajudin J 110070051

FISIOTERAPI (D4)

FAKULTAS ILMU KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2007

TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH:

BEBERAPA POKOK PIKIRAN

Pendahuluan

Menulis karya ilmiah merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki serta menjadi tuntutan bagi orang-orang yang bergelut dalam dunia akademis, seperti dosen, peneliti, mahasiswa, guru.

Suka atau tidak, setiap mahasiswa sebagai salah satu anggota masyarakat akademis harus menjadi penulis yang baik. Ini disebabkan, menulis merupakan hal pokok yang digunakan oleh dosen dalam mengukur kemampuan akademis mahasiswanya. Sebelum mahasiswa dinyatakan lulus, umumnya mahasiswa harus menulis karya ilmiah atau laporan penelitian yang mengacu pada standar penulisan ilmiah yang telah ditetapkan oleh lembaga. Dengan demikian, selain harus menjadi penulis, mahasiswa juga harus mengetahui tata cara menulis ilmiah secara standar.

Dalam tahap sederhana, tulisan ilmiah dimulai dengan penguasaan menulis paragraf dan penguasaan menulis esai. Penguasaan secara teknis dan teoritis mengenai penulisan paragraf akan membantu penulis menguasai tulisan yang lebih luas dan lebih mendalam dalam bentuk makalah dan artikel untuk jurnal. Karena itu, penulis tidak saja harus menguasi kaidah penulisan ilmiah, penulisaan gaya penulisan, tetapi juga praktik dan penguasaan gramatika,

Bertolak pada kondisi yang telah diuraikan di atas, penulis memandang perlu untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa perihal pokok-pokok pikiran yang terkait dengan keterampilan menulis karya ilmiah sehingga pada gilirannya mahasiswa diharapkan mampu menulis karya ilmiah yang baik dan benar.

Hakikat Menulis

Writing is of strategic importance to the outcome of these ideological struggles, as we discuss in relation to two significant sites: the press and schooling.

Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik itu. Menulis merupakam suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa (Lado dalam Tarigan, 1986: 21).

Sementara itu, menurut Morsey dalam Tarigan (1986: 20) menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis maka sang penulis haruslah trampil memanfaatkan grafonologi, struktur bahasa dan kosa kata.

Melihat definisi-definisi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwasannya menulis merupakan suatu kegiatan pengungkapan ide, gagasan, perasaan atau emosi yang dapat dinyatakan dalam bentuk lambing-lambang, grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang dan menulis merupakan alat berkomunikasi secara tidak langsung karena diperlukan suatu perantara antar orang lain untuk berkomunikasi. Perantara itu merupakan tulisan yang dapat berbentuk lambang-lambang yang biasanya dibakukan dalam sebuah buku.

Setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan; tetapi karena tujuan itu sangat beraneka ragam, maka bagi penulis yang belum berpengalaman ada baiknya memperhatikan kategori di bawah ini:

Memberitahukan atau mengajarMenyakinkan atau mendesakMenghibur atau menyenangkanMengutarakan atau mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi-api (D Angelo dalam Tarigan, 1986: 22)

Hakikat Tulisan Karya Ilmiah

Sebuah tulisan dikembangkan dengan mengacu pada tiga hal : tujuan, audiens, dan tone. Tujuan tulisan mengacu pada untuk apa tulisan disajikan. Dalam konteks ini penulis bisa memilih mode atau retorika yang sesuai misalnya narasi, deskripsi, eksposisi, atau argumentasi. Dari segi audiens penulis bisa mengatur bobot dan gaya penulisan menjadi formal, informal, atau populer. Tujuan dan audiens, menentukan bagaimana gaya bahasa dan sikap (tone) dari penulis.

Kemasan tulisan dengan mengacu pada tujuan, audiens, dan tone tersebut akan menentukan tulisan ilmiah populer atau akademik. Tulisan ilmiah populer, ditujukan untuk pembahasan ringkas, audiensnya umum, dan bahasanya sedikit gaul. Tulisan ilmiah akademis ditujukan untuk academic exercises yang menekankan pada keterampilan menulis sumber-sumber untuk dirujuk, dianalisis, dan disintesis.

Karya ilmiah merupakan tulisan yang memiliki bobot akademis tertentu ditinjau dari aspek organisasi tulisan, substansi masalah, akurasi data, dan penyajian. Karya ilmiah dievaluasi secara ketat dari berbagai aspek sebagai kriteria sehingga karya ilmiah yang berbobot harus ditulis dengan cermat. Secara umum karya ilmiah disajikan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penulisan dengan kisaran jumlah kata antara 150 kata, 300 kata, 1.500 kata, 10.000 kata, 30.000 kata, 40.000 kata, dan 75.000 kata (Budiharso, 2005).

Sejalan dengan pendapat di atas, menurut Sudjiman dan Sugono (1991 : 1-3) karya ilmiah adalah sastra karya tulis yang penyusunannya didasarkan pada kajian ilmiah. Penyusunan karya ilmiah didahului oleh penelitian pustaka dan penelitian lapangan.

Bentuk Tulisan Karya Ilmiah

Menurut Bratowijoyo (1985:8-9) karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang mengaji fakta yang ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam hal ciri khusus karangan ilmiah,dikatakannya pula bahwa karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibat.

Menurut bentuk dan jumlah kata yang disusun, tulisan ilmiah bisa berupa : (1) buku, (2) modul, (3) diktat, (4) paper, (5) makalah, (6) skripsi, (7) tesis, (8) disertasi, (9) komposisi, (10) esai, (11) artikel jurnal ilmiah, (12) laporan penelitian, (13) pidato resmi, (14) resensi buku. Berikut ini secara singkat diterangkan pengertian masing-masing bentuk tulisan itu.

Buku ialah tulisan ilmiah yang berhasil diterbitkan dalam jumlah yang relatif banyak dan biasanya diperjualbelikan, sedangkan modul ialah uraian mata kuliah tertentu yang didasarkan pada keperluan pertemuan dalam perkuliahan. Sementara itu, diktat ialah tulisan ilmiah yang lebih panjang dari modul yang disusun untuk digunakan dalam perkuliahan.

Paper adalah tulisan ilmiah yang panjang isinya kurang lebih lima halaman biasanya disusun untuk memenuhi permintaan dosen pengajar mata kuliah tertentu. Sedangkan makalah ialah tulisan ilmiah yang disusun untuk dibahas pada pertemuan ilmiah berupa seminar atau simposium. Makalah biasanya berisi hasil penelitian atau kajian ilmu tertentu atau berupa penemuan baru sebagai tanda bahwa disiplin ilmu yang bersangkutan berkembang.

Skripsi ialah tulisan ilmiah yang disusun untuk memenuhi persyaratan mengakhiri studi bagi program S1 guna mencapai gelar Sarjana. Sedangkan tesis ialah tulisan yang disusun untuk memenuhi persyaratan menempuh ujiian S2 atau magister. Sementara itu, disertasi ialah tulisan ilmiah yang disusun untuk mencapai derajat akademis doktor (S3).

Komposisi merupakan tulisan ilmiah populer yang digunakan di Amerika Serikat sebagai alat uji mahasiswa. Dalam praktik sehari-hari, komposisi digunakan antara lain untuuk: (1) Ujian menulis, (2) Test TOEFL, (3) Teks pidato resmi, (4) Artikel opini untuk koran, (5) Kolom dalam majalah, dan (6) Replik dan duplik di pengadilan.

Tulisan ilmiah yang lebih luas lagi seringdisebut esai; yang disajikan seperti misalnya dalam bentuk artikel untuk jurnal ilmiah, paper tugas mata kuliah, proposal penelitian, atau proposal proyeksi jumlah kata yang diperlukan untuk menyusun suatu esai yang standar antara 25.000 sampai 30.000 kata.

Esai yang lebih luas cakupannya bisa dalam bentuk laporan penelitian, skripsi, tesis magisteer, atau disertasi doktor. Tulisan jenis ini memerlukan jumlah halaman antara 40 tidak termasuk lampiran. Skripsi atau tesis magister menurut standar di beberapa perguruan tinggi di Inggris dan Amerika ditulis dalam jumlah kata antara 40.000 70.000. Sedangkan disertasi ditulis dalam jumlah kata 70.000 100.000.

Syarat Tulisan Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemiliran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

Berdasarkan hasil penelitianPembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannyaBaik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentuBahasanya lengkap, terperinci, teratur dan cermatBahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir

Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam bidang :

Masalah yang ditelitiMetode penelitianTeknik menulis karangan ilmiahPenguasaan bahasa yang baik

Sedangkan menurut Langan dalam Mansoer Pateda dan Yennie P. Pulubuhu (1993: 5) ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu tulisan disebut ilmiah. Syarat itu, ialah : (a) komunikatif, (b) bernalar, (c) logis, (d) ekonomis, (e) berdasarkan landasan teori yang kuat, (f) rel