of 16 /16
INTERPRETASI SEISMIK REFRAKSI KELOMPOK 5 KBK GEOFISIKA JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN

SEISMIK REFRAKSI

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: SEISMIK REFRAKSI

INTERPRETASI SEISMIK

REFRAKSIKELOMPOK 5

KBK GEOFISIKA JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

Page 2: SEISMIK REFRAKSI

PENGERTIAN SEISMIK Gelombang seismik adalah gelombang mekanis

yang muncul akibat gempabumi. Gangguan mula-mula terjadi di sekitar sumber gempa, kemudian merambat ke seluruh lapisan bumi.

Gelombang seismik refraksi bekerja berdasarkan gelombang seismik yang direfraksikan mengikuti lapisan – lapisan bumi di bawah permukaan.

Page 3: SEISMIK REFRAKSI

SEISMIK REFRAKSI Gelombang membias karena adanya perbedaan

dalam kecepatan gelombang.

Mengukur pembiasan gelombang

memberikan informasi ciri daerah yg dilalui gelombang seismik

Page 4: SEISMIK REFRAKSI

SEISMIK REFRAKSI Metode seimik refraksi sangat berguna untuk

berbagai hal

Adanya perubahan yang tajam kecepatan

Kegunaan metode refraksi :

a. Mengukur Ketebalan Kerak

b. Mengukur Kedalaman Lapisan Batuan

pembiasan kritis

gelombang P datang sebelum gelombang lain

Page 5: SEISMIK REFRAKSI

KETEBALAN KERAK

Pembiasan kritis dari atas mantel memfasilitasi pemetaaan ketebalan kerak.

Page 6: SEISMIK REFRAKSI

KEDALAMAN BEDROCK

perbedaan yang tajam dalam kecepatan antara soft material dengan bedrock

Page 7: SEISMIK REFRAKSI

METODE INTERPRETASITerdapat beberapa metode interpretasi yang digunakan dalam seismik refraksi :

Single Horizontal Interface

Several Horizontal Interface

Single Dipping Interface

Page 8: SEISMIK REFRAKSI

INTERFACE HORIZONTAL TUNGGAL

Metode interface horizontal tunggal dapat menggunakan dua persamaan yaitu:

a. Forward Modelling

dimana:

Page 9: SEISMIK REFRAKSI

INTERFACE HORIZONTAL TUNGGAL

b. Inversi

Inversi dapat digunakan untuk menafsirkan kecepatan sebaran batuan dari profil bias

Page 10: SEISMIK REFRAKSI

SINGLE HORIZONTAL INTERFACE

a. Ketebalan Kerak

Page 11: SEISMIK REFRAKSI

KEDALAMAN KERAK

Kasus single layer menggambarkan kegunaan metode refraksi seismic terhadap peta perubahan ketebalan kerak

Ketebalan kerak benua mempengatuhi nilai t1 dan jarak crossover (Xcr).

Apabila kerak benua tebal maka nilai t1 dan Xcr menjadi besar, sedangkan bila kerak benua tipis maka nilai t1 dan Xcr menjadi kecil.

Grafik travel time ditentukan dengan menggunakan persamaan forward modeling yang diberikan

Persamaan inverse digunakan untuk memotong ketebalan kerak jika T-axis memotong (t1) dan kecepatan dapat terbaca jelas pada pengamatan profil pembiasan.

Page 12: SEISMIK REFRAKSI
Page 13: SEISMIK REFRAKSI

SEVERAL HORIZONTAL INTERFACE

Page 14: SEISMIK REFRAKSI

SEVERAL HORIZONTAL INTERFACE Vap2, Vap3, dan Vap4 adalah kecepatan refraksi semu

berturut – turut lapisan kedua, ketiga dan keempat.

Lapisan yang semakin dalam memiliki kecepatan yang lebih besar dari lapisan di atasnya (V4 > V3 > V2 > V1)

Setiap sinar dibiaskan membelok kritis melalui interface berturut – turut, menurut hukum Snell

Pembiasan kritis pertama dirumuskan sebagai :

sinƟ1,2 = V1/V2

Demikian pula seterusnya.

Page 15: SEISMIK REFRAKSI

INTERPRETASI TEKTONIK DARI SEISMIK REFRAKSI

Seismik refraksi digunakan untuk mengetahui kecepatan kasar lapisan.

Pada beberapa daerah dapat untuk menetukan keadaan thermal

Batas kedalaman mantel ke kerak dapat menentukan sejarah tektonik.

Kecepatan mantel bagian bawah menunjukkan zona asthenosphere dgn suhu tinggi di bagian pertengahan punggung samudera dan palung tenaga.

Page 16: SEISMIK REFRAKSI

INTERPRETASI TEKTONIK DARI SEISMIK REFRAKSI

Kecepatan mantel bagian atas, Amerika Utara menentukan perubahan kecepatan lapisan atas dari mantel berdasarkan pembiasan kritis.

Kecepatan gelombang kompresi dipengaruhi oleh perubahan rigiditas yang menetukan suhu.