REVITALISASI KAWASAN KAMPUNG PENELEH

  • Published on
    10-Dec-2016

  • View
    219

  • Download
    5

Transcript

<ul><li><p>RevitalisasiKawasanKampungPenelehSebagai Tujuan Wisata HeritageSebagaiTujuanWisataHeritage</p><p>RismaAndarini</p><p>3210203005</p><p>PROGRAMMAGISTERPROGRAMMAGISTERBIDANGKEAHLIANPERANCANGANKOTA</p><p>JURUSANARSITEKTURFAKULTASTEKNIKSIPILDANPERENCANAANINSTITUTTEKNOLOGISEPULUHNOPEMBER</p><p>SURABAYA2013</p></li><li><p>Latar Belakang Rumusan MasalahLatarBelakang KawasanKampungPenelehmemilikibeberapa</p><p>obyekpeninggalanbersejarah. kawasanKampungPenelehmengalami</p><p>k li li k</p><p>RumusanMasalahBagaimanaupayaupayayangharusdilakukandalammeningkatkanvitalitaskawasanKampungPenelehsebagaitujuanwisataHeritage?</p><p>penurunankualitaslingkungan. Kawasankunomerupakansalahsatubagian</p><p>pentingbagipertumbuhansuatukotayangmempunyainilaisejarahdanekonomiyangdapat disebut pula dengan the golden area</p><p>TujuanMerevitalisasikawasanKampungPenelehsebagaitujuanwisataheritageberdasarkanseberapajauhpenyalahgunaanyangterjadidarikondisieksisting.dapatdisebutpuladenganthegoldenarea</p><p>ataukawasantambangemas.Danuntukmempertahankannilaiemasnya,makaperludilakukankonservasidanrevitalisasi(Budihardjo,1997).</p><p>p y g y g j g</p><p>Sasaran Mengidentifikasiobyekobyekpeninggalanyangmasihada.( j , )</p><p> Revitalisasidilakukandenganmemasukkanfungsifungsibaruyangmenguntungkan,salahsatunyadarisegiekonomi.Karenasaratdengannilaisejarah,potensiekonomitersebut</p><p> Mengidentifikasiindikatorindikatoryangmengalamipenurunanvitalitas kawasan.</p><p> Menentukankriteriapenangananterhadapindikator yangmengalamipenurunanvitalitaskawasan.</p><p>dapatdiarahkankewisataheritage(Budihardjo,1997).</p><p> MengembangkansuatubentukrancangankotadalamwujudrevitalisasikawasankampungPenelehuntuktujuanwisataheritage.</p></li><li><p>WilayahStudi</p><p>BatasUtara:Jl.MakamPenelehBatasSelatan:Jl.AchmadJaizPAKAL KREMBANGAN BULAK</p><p>KENJERAN</p><p>SEMAMPIR</p><p>PABEANCANTIKAN</p><p>SELAT MADURA</p><p>PELABUHAN TANJUNGPERAK</p><p>Keterangan :</p><p>PETA</p><p>XXXXXXXXXXX</p><p>Gambar 1.1</p><p>KOTA SURABAYA</p><p>XXXXXXXXXXXXXXXXX</p><p>XXXX</p><p>BatasTimur:Jl.RMH.SoedjonoBatasBarat:Jl.Peneleh</p><p>BENOWO</p><p>TANDES</p><p>ASEMROWO</p><p>SUKOMANUNGGAL</p><p>BUBUTAN</p><p>SIMOKERTO</p><p>MULYOREJO</p><p>GENTENGTAMBAKSARI</p><p>GUBENG</p><p>SAWAHANTEGALSARI</p><p>WONOKROMO</p><p>SUKOLILO</p><p>WONOCOLO</p><p>RUNGKUT</p><p>TENGGILIS MEJOYO</p><p>GUNUNGANYAR</p><p>GAYUNGAN</p><p>JAMBANGAN</p><p>KARANGPILANGWIYUNG</p><p>LAKARSANTRI</p><p>KABUPATEN GRESIK</p><p>Batas Pantai</p><p>Kecamatan</p><p>Jalan Kereta Api</p><p>Batas Kabupaten/Kota</p><p>KABUPATEN SIDOARJOPETA JAWA TIMUR:Sumber</p><p>X - </p></li><li><p>KajianPustakaPemahamanKonservasiKawasanI Ch f h C i f C l l</p><p>RevitalisasiSidh t (1989) b h it li i d l h IcomosCharterfortheConcervationofCultural</p><p>Significance (PiagamBurra,1981):konservasi,preservasi,restorasi,rehabilitasi,renovasi,rekonstruksi,revitalisasiaddisi,gentrifikasi demosili</p><p> Sidharta(1989),bahwarevitalisasiadalahmerubahsuatutempatagardapatdigunakanuntukfungsiyanglebihsesuai.Yangdimaksuddenganfungsiyanglebihsesuaiadalahkegunaanyangtidakmenuntutperubahandrastis,atau</p><p>gentrifikasi,demosili SasaranKonservasi MotivasiKonservasi KriteriaPemilihanObyekYangDilestarikan:</p><p>yanghanyamemerlukansedikitdampakminimal. Danisworo(2002),revitalisasiadalahupayauntukmemvitalkankembalisuatukawasanataubagiankotayangdulunyapernahvitalatauhidup,akantetapi kemudian mengalami kemunduran Skala</p><p>estetika,kejamakan,kelangkaan,keistimewaan,peranansejarah,memperkuatkawasan</p><p> UUNo.5Tahun1992:nilaisejarah,nilaiarsitektur,nilaiilmu</p><p>tetapikemudianmengalamikemunduran.Skalarevitalisasiadatingkatanmakrodanmikro.Prosesrevitalisasisebuahkawasanmencakupperbaikanaspekfisik,aspekekonomidanaspeksosial.Pendekatanrevitalisasiharusmampu</p><p>li d f tk t ipengetahuan,nilaisosialbudaya,umurkawasan.Revitalisasi Endif(2008),kawasanyangperludirevitalisasi:matinyaaktivitasekonomi,menurunnyakualitas</p><p>mengenalidanmemanfaatkanpotensilingkungan(sejarah,makna,keunikanlokasidancitratempat).</p><p> UUNo.5Tahun1992ttgCagarBudaya:kawasan mati kawasan hidup tetapi kacauy , y</p><p>fisikkawasan,buruknyacitrakawasan,tidakmemadaiinfrastrukturkawasan,</p><p>kawasanmati,kawasanhiduptetapikacau,kawasanhiduptetapikurangterkendali.</p></li><li><p>PerancanganKota Indikatoruntukmengidentifikasikeberadaanbangunantua/b k b k i l j h d i i RogerTrancik(1986)</p><p>linkagevisual,linkagestruktural,linkagekolektif Shirvani(1985),elemenurbandesign:penggunaanlahan,bentukdanmassabangunan,sirkulasi dan parkir ruang terbuka pedestrian ways</p><p>obyekobyekpeninggalansejarah,darisegi:</p><p>a. Estetika</p><p>b.Sejarah</p><p>c. Arsitektur</p><p>d. IlmuPengetahuansirkulasidanparkir,ruangterbuka,pedestrianways,pendukungkegiatan,penandaan,preservasi.</p><p> Shirvani(1985),kriteriaperancangankota:kriteriaterukurdantakterukur</p><p>g</p><p>e. SosialBudaya</p><p>f. Ekonomi</p><p>Indikatoruntukmengidentifikasikondisikawasan yangmengalami penurunan vitalitas kawasan Kampung Peneleh</p><p>ArsitekturKolonial Handinoto(1996)</p><p>Arsitektur Jawa</p><p>mengalamipenurunanvitalitaskawasanKampungPeneleh.</p><p> Berdasarkankondisifisik kawasan:Penggunaanlahan(landuse)</p><p>Bentukdanmassabangunan</p><p>SirkulasidanparkirArsitekturJawa Dakung(1982),Ismunandar(1986),bentukrumahJawa:panggangpe,kampung,limasan,joglo,tajug.</p><p>KonservasiTamanBersejarah</p><p>Ruangterbukakawasan</p><p>Jalurpedestrian</p><p>Pendukungkegiatan(activitysupport)</p><p>Penandaan(signage)</p><p>B d k k di i fi ik li tij</p><p> SifatAlamiTaman Pengelolaan RencanaKonservasi</p><p> Berdasarkankondisinonfisik,yangmeliputi:a.KondisiSosialBudaya</p><p>b.KondisiEkonomi</p></li><li><p>Metode PenelitianPermasalahan Penelitian</p><p>Terjadinya penurunan vitalitas kawasan Kampung Peneleh</p><p>MetodePenelitian</p><p>PendekatanpenelitianTi l i hi t i d t fi</p><p>Tujuan Penelitian Merevitalisasi kawasan kampung Peneleh sebagai tujuan wisata heritage berdasarkan seberapa jauh penyalahgunaan yang terjadi dari kondisi eksisting.</p><p>Tipologi,historis,dantopografi</p><p>JenisPenelitianPenelitiankualitatifdenganmetode</p><p>Pengumpulan DataData PrimerData Sekunder</p><p>deskriptif</p><p>TahapanPenelitiana.Pengumpulandata</p><p>Penyajian Data</p><p>Analisa Data</p><p>g pb.Penetapanobyekdannilaibangunanc.Penentuanrespondend.Penyajiandatae Tahap analisa data</p><p>Analisa keberadaan bangunan-bangunan tua, obyek-obyek peninggalan sejarah/ potensi yang ada dan yang masih bisa berfungsi sebagaimana awalnya.Analisa identifikasi komponen yang mengalami penurunan vitalitas pada kawasan Kampung Peneleh</p><p>e.TahapanalisadataKriteria Desain </p><p>Revitalisasi Kawasan Kampung Peneleh</p><p>Desain Revitalisasi Kawasan Kampung </p><p>Peneleh</p></li><li><p>AnalisaIdentifikasiObyekPeninggalan</p><p>1866 1905 2012</p><p>KampungPenelehHunianBekasRTHOSTjokroaminoto Jl.AchmadJaiz</p><p>S i K lij</p><p>TokombukukunoPenbelehMasjidJamiPeneleh</p><p>KampungPlampitanHunian</p><p>SungaiKalimas</p><p>Jl.UndaanKulonGed.KursusBahasaTionghoaPantiWerdhaUsiaHunian</p><p>RumahmasakecilRoeslanAbdulgani</p><p>Jl.MakamPenelehMakamkunoBelanda</p><p>PantiAsuhanUndaanRS.MataUndaan</p></li><li><p>AnalisaIdentifikasiKomponenYgMengalamiP Vit litPenurunanVitalitas</p><p>No Indikator (kondisi fisik) PenangananNo. Indikator(kondisifisik) Penanganan</p><p>1. PenggunaanLahan TingkatTinggi No. Indikator(kondisinonfisik)</p><p>Penanganan</p><p>1. Kondisi Ekonomi Tingkat Tinggi2. BentukdanMassa</p><p>BangunanTingkatTinggi</p><p>3. Sirkulasidanparkir TingkatTinggi</p><p>1. KondisiEkonomi TingkatTinggi</p><p>2. KondisiSosialBudaya TingkatSedang</p><p>4. RuangTerbukakawasan TingkatTinggi</p><p>5. JalurPedestrian TingkatTinggi</p><p>6. PendukungKegiatan TingkatTinggi</p><p>7 Penandaan Tingkat Tinggi7. Penandaan TingkatTinggi</p></li><li><p>PerancanganKawasan</p><p>1.Areakawasan kampung Peneleh</p><p>Diperlukan elemenelemen linkage(penghubung)dari satu kawasansatu ke kawasan lainyangmembantu orang untuk mengerti fragmenfragmen kota sebagai bagian dari suatu keseluruhan yang lebih besar.fragmen kota sebagai bagian dari suatu keseluruhan yanglebih besar.(Zahnd,1999)Kriteria:Keterhubunganantaraobyekwisataharusjelasdanmengarahkesemuapotensiyangada.Konsep:Menggunakanelemenfisiksepertijalur pedestriandanpohonsebagaisaranapenghubungantarobyek.Membuatjalurbarusebagaipenghubung antar obyek wisata,dengansyarattidakmenggangguobyekpeninggalanyangdilestarikan.</p></li><li><p>SirkulasikendaraandanpejalankakipadakawasanwisataKampungPeneleh</p><p>Gerbang Keluar/ Masuk </p><p>Penggunaan elemen pohon dan pedestrian ways sebagai sarana penghubung di dalam kawasan.</p><p>Keterangan :</p><p>Obyek Peninggalan Utama</p><p>Obyek Peninggalan Penunjang</p><p>Gerbang Masuk </p><p>e u ja g</p><p>Untuk kendaraan :Gerbang masuk untuk kendaraan direncanakan pada Jl. RMHSoejono arah dari Jl. Undaan Kulon karena menyesuaikan</p><p>U t k j l k ki</p><p>Gerbang Keluar</p><p>jalur lalu lintas yang sudah ada sebelumnya. Sedangkangerbang keluar untuk kendaraan direncanakan pada JembatanPeneleh yang menuju ke arah Jl. Gemblongan/ Jl. AchmadJaiz ke arah Jl. Undaan Kulon (khusus bus wisata/ kendaraanberukuran besar harus memutar kembali melewati Jl. AchmadJaiz). Masing-masing sirkulasi jalan menggunakan satu jalursaja untuk mengurangi masalah sirkulasi yang terjadi</p><p>Model 1:1-2-3-4-5-6-7-8-9-10</p><p>Model 2 :6-7-8-9-10-1-2-3-4-5</p><p>Untuk pejalan kaki :Sirkulasi pejalan kaki berupa pedestrianways di sepanjang sirkulasi kendaraandimana bisa juga masuk ke area dalamkampung (ditunjukkan pada garis merahukuran lebih kecil).</p><p>saja untuk mengurangi masalah sirkulasi yang terjadi(ditunjukkan pada garis merah tebal putus-putus).</p></li><li><p>JalurPedestrian</p><p>Teori/Kebijakanterkait:PedomanPerencanaanJalurPejalanKakiPadaJalanUmumNo.032/T/BM/1999LampiranNo.10KeputusanDirekturJenderalBinaMargaNo.76/KPTS/Db/1999p p g / / /Tanggal20Desember1999.</p><p>Kriteria:Jalurpedestrianharusmengutamakankenyamanan,keamanan,dankeselamatantermasukuntukparapenyandangcacat.</p><p>KKonsep: Jalurp[edestriandirancangdengandenganlebarmin1.8magarpenyandangcacat/penggunakursirodadapatbergerakdengannyaman. Penggunaanelemenperabotjalan(vegetasi,tempatsampah,lampujalandll)untukkenyamananparapenggunajalan.</p><p>Area bangunan Sirkulasi </p><p>Pejalan kaki(min 1.8 m) </p><p>Sirkulasi kendaraan </p><p>Perabot jalan/ taman </p><p>Area depan bangunan </p><p>Dimensi kebutuhan ruang untuk penyandang cacat</p><p>Pemanfaatan bagian atas saluran drainase untuk jalur pedestrian.</p><p>Ubin pemandu untuk penyandang tuna netra dan contoh aplikasinya.Tekstur garis untuk pengarah, tekstur bulat (dot) sebagai peringatan.</p></li><li><p>2. AreaPermukimanKampungPeneleh</p><p>Teoriterkait: Sasarankonservasi(Budihardjo,1989) ElemenelemenUrbanDesign(Shirvani1985)</p><p>Kriteria:Untukobyekpeninggalan:menampilkanwajahdariobyekpeninggalanUntukbangunanbaru:Pembangunanbangunanbaruharusselarasbentukdan</p><p>tampilannya dengan obyek peninggalan yang dilestarikantampilannyadenganobyekpeninggalanyangdilestarikan.</p><p>Konsep: Mengeksposetampakbangunanpeninggalandenganmenghilangkanelemen</p><p>elemenyangmenutupifaade(seperti:pepohonan,papanreklamedll). Padabangunanbaru,penggunaanbentukatapsesuaitipologiyangada(atap</p><p>l / i i) b k d i d j d l d d d i /pelana/atapperisai),bukaandaunpintudanjendeladenganduadaunpintu/jendelajdanjenisrangkap</p><p>Penggunaandaunjendeladanpintuutamajenisrangkap.Daunpintu/jendelapadalapisluarmenggunakanbahanpanilkayumasif.Sedangkandaunpintu/jendelalapisdalamdapatmenggunakanbahankayumasifyangdipadukandenganbahankacatransparan.Untukmenambahestetikabisay y g p g pdigunakandaunpintu/jendelaberkisi/krepyak.Untukkesanpraktis,dapatdigunakandaunpintu/jendelatanparangkapasalkanmasihterdiridariduadaundisetiapbukaannya,karenainimasihmengadopsitipologidaribentukpintu/jendelapadaarsitekturJawa.</p></li><li><p>Pemakaian bahan atap (dari seng) yang tidak </p><p>l d li kPemakaian bentuk atap rumah </p><p>id k l d</p><p>Pemakaian elemen bukaan modern yang kurang memperhatikan tipologi bukaan </p><p>Pemakaian bentuk atap rumah (atap datar) yang tidak</p><p>selaras dengan lingkungan sekitar.</p><p>yang tidak selaras dengan lingkungan.</p><p>p glingkungan sekitar.</p><p>rumah (atap datar) yang tidak selaras dengan lingkungan sekitar.</p><p>Pemakaian elemen dekoratif pagar yang kurang memperhatikan keselarasanmemperhatikan keselarasan sekitar.</p><p>Eksisting Permukiman Kampung Peneleh</p><p>Bentuk atap diganti dengan bentuk atap kampung agar </p><p>Pemakaian bahan atap dari seng diganti dengan bahan genteng agar mencerminkan kelokalan dan keselarasan dengan lingkungan.</p><p>Bentuk atap diganti dengan bentuk atap limasan agar selaras dengan lingkungan.</p><p>p p g gselaras dengan lingkungan.</p><p>Pemakaian elemen dekoratif pagar diganti dengan unsurpagar diganti dengan unsur vertikal agar selaras dengan lingkungan sekitar.</p><p>Arahan Street Picture Permukiman Kampung Peneleh</p></li><li><p>RuangTerbukaKawasandanSirkulasiPadaPermukimanKampungPeneleh</p><p>Teori/kebijakanterkait:PeraturanDaerahKotaSurabayaNomor7Tahun2002tentangPengelolaanRuangTerbuka HijauTerbukaHijau.</p><p>Kriteria:RuangterbukakawasankampungPenelehyaitukoridorgangyangberfungsisebagairuangterbukahijaudanruangterbukapublikharusdapatdimanfaatkansemaksimaldansenyamanmungkin.</p><p>Konsep1:Menempatkanelemenruangterbukasepertivegetasiyangberfungsisebagai:peneduh (kiarapayung),penyerappolusiudara(snakeplant,palemkuning,srirejeki),penambahnilaiestetika(puring,mawar,kembangsepatu,bougenville). Karenaterbatasnyalahan,tanamanditempatkandidalampotsebagaimediatumbuhnyadenganpeletakkanpotdiatastanahataupotgantungdipermukaandindingyangkosong. Khususuntukvegetasipeneduhdipilihbentuktanamanyangrampingdantidakterlalurimbundenganpeletakandibatasdindingantarbangunanagartidakmenutupitampakbangunan. Lokasi Koridor Gang</p><p>Bangunan Rumah Koridor Gang</p><p>Tanaman Pot Lampu Jalan</p><p>Konsep Koridor Gang Kampung PenelehVisualisasi Koridor Gang Kampung Peneleh</p></li><li><p>Konsep2:</p><p>Menggunakanpenutuptanah(hardscape)daribahanyangramahlingkungan yangdapatmenyerapairhujandantidakmemantulkanpanas,misal:pavingstone,grassblock.</p><p>Keterangan :</p><p>Sk tik A h Si M t h i</p><p>PavingStone</p><p>Skematik Arah Sinar Matahari</p><p>Skematik Air Hujan</p><p>Konsep Perkerasan dan ContohH d P d P t T hKoridor gang Hardscape Pada Penutup TanahArea Bangunan Area Bangunan</p><p>Koridor gang sekaligus sbg ruang terbuka pada kampung</p></li><li><p>PenandaanPadaKawasanPermukimanKampungPeneleh</p><p>Teoriterkait:</p><p>Penandaandenganberbagaibentuknyaperludiaturdanditataagarterjalinkecocokanlingkungan,pengurangandampakvisualnegatif,mengurangikompetisiantarreklame,danjugamencegahpolusitampilanvisualkota(Shirvani,1985)</p><p>Kriteria:</p><p>Penandaanyangadaharus jelas,informatifdanestetisdengandesainyangsesuaiagardapatmeningkatkankarakterkawasan.</p><p>Konsep:</p><p>BentukgapurakampungmenggunakangayaarsitekturJawa,bentukatapkampungdenganmaterialkayu.</p><p>Kondisi Eksisting Penandaan Pada Kampung Peneleh</p><p>Konsep Bentuk dan Visualisasi Gapura Gang Kampung Peneleh</p></li><li><p>3. AreaMakamKunoBelanda</p><p>Bentukdan MassaBangunan/ObyekPeninggalan</p><p>Hasilanalisa:Tabel5.6HasilEvaluasiKondisiFisikObyekPeninggalan(obyekmakamkunoBelanda).</p><p>Kriteria:l b k l d k h l b h kTampilanobyekpeninggalanpadamakamharuslebihtereskpose</p><p>didalamkawasan.</p><p>Konsep:Mengembalikantampilanobyekmakamsesuai/mendekatiwujudaslinya seperti :aslinya,seperti: Penutupanpadamakammakamyangberlubang. Penggantian/pembuatankembalibagianobyekmakam(patungpatungatauelemenlainnya)yangtelahhilangsesuaibentukdantampilanaslinya(palingtidakmendekatikondisiaslinya).Memperbaiki obyek makam yang telah rusak.</p><p>Kondisi Eksisting Obyek Makam Kuno BelandaMemperbaikiobyekmakamyangtelahrusak.</p><p> Penggantianpagarsekelilingmakamyangsekarangdengandesainpagaryangmenyerupaiaslinya. Pengecatankembaliseluruhobyekmakamdenganwarnadantampilansesuaiaslinya.</p><p>Contoh Bentuk Obyek Makam</p></li><li><p>RuangTerbukakawasan</p><p>Teori/kebijakanterkait:Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka HijauPeraturanDaerahKotaSurabayaNomor7Tahun2002tentangPengelolaanRuangTerbukaHijau.</p><p>Kriteria:RuangTerbukaKawasanharusberdasarpadaPeraturanDaerahKotaSurabayaNomor7Tahun2002tentangPengelolaanRuangTerbukaHijau.</p><p>Konsep1:Sebagairuangterbukahijaumaupunkawasanpublik,makavegetasiyangdigunakanpadaareamakamadalahvegetasiyangberfungsisebagai:peneduh (pohonFlamboyan,bintaro),peny...</p></li></ul>

Recommended

View more >