PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

  • View
    25

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SMP

Text of PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

3.1. PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

3.1. PERUBAHAN SOSIAL BUDAYAPengertian Perubahan SosialSamuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjukpada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupanmanusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern.

Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalahsegala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasukdi dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompokkelompok dalam masyarakat.Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwaperubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosialdan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu kekeadaan yang lain.Pengertian Perubahan BudayaMax Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahansituasi dalam masyarakats sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur(dalam buku Sociological Writings).

W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahansuatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalambuku Sociology in Changing World).Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial,

sedangkan perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat.

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYAPerubahan Lambat dan Perubahan CepatPerubahan Kecil dan Perubahan BesarPerubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang TidakDikehendaki atau Tidak Direncanakan

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada truktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan.2.Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi padaunsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruhlangsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambutatau perubahan mode pakaian.

Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yangterjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawapengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat.Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan pendudukdan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi.

Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.

Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Extern)

Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)

Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar

Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)

Adanya pengaruh bencana alamAdanya peperanganAdanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya1. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.

Lanjutan2. Sistem Pendidikan Formal yang Maju

Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.Lanjutan3. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.Lanjutan4. Toleransi terhadap Perbuatan yang menyimpang Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.Lanjutn5. Sistem Terbuka Masyarakat (Open Stratification) Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.Lanjutan6. Heterogenitas Penduduk Di dalam masyar akat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahanperubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.Lanjutan7. Orientasi ke Masa Depan

Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Lanjutan8. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-bidang Tertentu Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial BudayaKurangnya Hubungan dengan Masyarakat LainTerlambatnya Perkembangan Ilmu PengetahuanSikap Masyarakat yang Masih Sangat TradisionalRasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas KebudayaanAdanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat (Vested Interest) Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)Hambatan-Hambatan yang Bersifat IdeologisAdat atau Kebiasaan yang Telah MengakarNilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin DiperbaikiPerilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial BudayaPengaruh PositifMemunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.

24 Pengaruh NegatifTergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota tidak ber.jalan