Perubahan Budaya Akibat Budaya Lain

  • Published on
    01-Jan-2016

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • PERUBAHAN BUDAYA AKIBAT BUDAYA LAIN

    Pendahuluan

    Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam

    masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Kalian

    akan dapat melihat perubahan itu setelah membandingkan keadaan pada beberapa waktu lalu

    dengan keadaan sekarang. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti

    peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian,

    sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.

    Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan

    mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan

    lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya.

    Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun

    demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit

    untuk dipisahkan (Soekanto, 1990).

    Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut

    dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah sistem hubungan

    dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar sel. Kebudayaan mencakup

    segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena interaksi yang bersifat

    komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik dan bukan warisan karena

    keturunan (Davis, 1960). Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto

    (1990), kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,

    moral, hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga

    masyarakat, maka perubahan kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur

    tersebut. Soemardjan (1982), mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan

    kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara

    penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi

    kebutuhannya.

    Latar belakang

  • Pertama-tama perlu saya kemukakan bahwa masih banyak di antara masyarakat awam kita yang

    mengartikan kebudayaan sebagai kesenian, meskipun sebenarnya kita semua memahami

    bahwa kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki

    bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan

    menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.

    Dan di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara cara tertentu

    membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif nya sendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama

    dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai nilai Budaya kita oleh pengaruh

    budaya Asing yang masuk ke Negara kita.

    Oleh karena itu, untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional

    perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya pengembangan kesenian yang mampu melahirkan nilai-

    tambah kultural. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap dilanggengkan, karena

    berakar dalam budaya masyarakat. Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi,

    renovasi, revitalisasi, refungsionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan, sentuhan-

    sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan menumbuhkan sikap posesif

    terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya seni. Di sinilah awal dari kesenian menjadi

    kekayaan budaya dan modal sosial-kultural masyarakat.

    Pembahasan masalah

    Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus

    tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal

    Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta

    memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola

    hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang

    mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.

    Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya

    masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal

    yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada

    kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.

  • Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya

    peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya

    lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara

    lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai

    dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain

    yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.

    Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi

    sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya

    kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah

    mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya

    budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat

    serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai

    contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya

    luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti

    KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut

    higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi

    menu keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis

    makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita

    kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.

    Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga,

    serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa

    yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim

    oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.

    1. Kekuatan

    Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia

    Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang

    tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia

    berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat,

  • pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan

    kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

    Kekhasan budaya Indonesia

    Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri.

    Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut.

    Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis

    asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau

    mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya

    bangsa Indonesia memiliki cirri khas yang unik.

    Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa

    Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili

    identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik

    agar budaya bangsa tetap kokoh.

    2. Kelemahan

    Kurangnya kesadaran masyarakat

    Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim.

    Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan

    zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi

    banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di

    sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya

    tersebut.

    Minimnya komunikasi budaya

    Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang

    budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan

    antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.

    Kurangnya pembelajaran budaya

    Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang

    sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran

    budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta

    bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.

  • 3. Peluang

    Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya

    Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang

    dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.

    Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan

    Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya

    bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya

    lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.

    Kemajuan pariwisata

    Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan

    objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus

    diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi.

    Multikuturalisme

    Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi

    SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan

    kudaya lokal Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya

    dan komunikasi antar budaya.

    4. Tantangan

    Perubahan lingkungan alam dan fisik

    Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk

    mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola

    piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah

    Kemajuan Teknologi

    Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi

    salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem

    asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian

    Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun

    hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya.

    Masuknya Budaya Asing

  • Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal

    ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.

    Perubahan budaya dan arus globalisasi mengakibatkan beberapa budaya tersingkirkan

    Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari

    masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat

    homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya

    globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi

    dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.

    Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia

    sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan

    massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang

    ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju

    seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran

    tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki

    masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset,

    vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah

    kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi

    mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke

    tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan

    kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan

    nasional yang perlu dijaga kelestariannya.

    Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi

    oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih

    menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa

    menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai

    belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian

    tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam

    masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang

    rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan

  • datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi

    pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang

    berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan

    fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja.

    Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus

    berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau

    teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif

    pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik

    lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan

    mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung

    Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini

    sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional

    Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen

    penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk

    yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami

    mati suri. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian

    tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian

    Jawa tradisional, melainkan j...