Pert 6 Bep Dan Eoq

  • Published on
    27-Oct-2015

  • View
    77

  • Download
    0

DESCRIPTION

hahaha

Transcript

  • Penentuan Luas ProduksiBy Muhammad Madyan

  • DefinisiLuas produksi diartikan sebagai jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.`Besar kecilnaya luas produksi dapat menentulkan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan produksi yang tepat

  • Dampak Dari Luas Produksi Yang Terlalu BesarPemborosan dalam penrongkosan dan investasi aktiva tetap dan bahan baku.Menagakibatkan kerusakan barang jadi, karena terlalu lama disimpan sehingga akan memperbesar biaya-biaya pemeliharaan dan biaya penyimpanan di gudang.

  • Dampak Dari Luas Produksi yang Terlalu KecilHarga pokok produk terlalu tinggi karena biaya tetap yang dipikul oleh volume produksi yang kecil, sehingga ongkos persatuan menjadi tinggiPermintaan konsumen tidak terpenuhi.

  • Faktor-faktor yang mkempengaruhi luas produksiTersedianya bahan bakuTersedianya kapasitas mesinTersedianya tenaga kerjaBatasan permintaanTersedianya faktor produksi lainnya

  • Q1Q2Q3C2C3C1Luas Produksi Maksimal ACAC MinimumQCost

  • Penentuan Luas ProduksiPendekatan Konsep Marginal Cost (MC) dan Marginal Revenue (MR)Pendekatan konsep Cost Profit Volume Relationship (CPV ratio), atau konsep hubungan ongkos, laba dan volume penjualan

  • Luas Produksi Maksimal Q1C2C1ACQR, CMCMC=AR=PTKACARO

  • Ketentuan Pada pasar persaingan sempurna, kurva MR adalah sama dengan PLuas produksi sebesar OQ1 akan menghasilkan laba maksimum (pada saat MC=MR) Profit = TR-TCTR = AR( atau P) X Q OQ1TC1TC = AC X QOQ1KC2Total ProfitC2KTC1_

  • TCTCMNOQ1Q2Q3ProfitLaba Maximum

  • Pengendalian Persediaan Bahan BakuPersediaan merupakan aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam satu periode usaha, atau persediaan barang yang masih dalam proses produksi atau bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi

  • Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan jumlah persediaanBesarnya persediaan minimalJumlah produksi yang akan dibual atau dijual oleh perusahaan.Adanya resiko kerusakan barang digudangPerkiraan tentang harga bahan dari waktu ke waktuEfisiensi dari fasilitas transforEfesiensi dan teknik penanganan persediaan.

  • Jumlah pembelian yang paling ekonomis (EOQ)Adalah jumlah setiap kali pembelian bahan yang disertai dengan biaya minimal atau dengan kata lain EOQ merupakan jumlah setiap pembelian bahan yang ekonomis.Dua kelompok biaya yang dipertimbangkan dalam EOQ:- Biaya pemesanan (Ordering Cost atau Set up Cost)- Biaya penyimpanan di gudang (Inventory Carrying Cost)

  • Biaya pemesanan (Ordering Cost atau Set up CostBiaya untuk mempersiapkam pemesananBiaya mengirim atau menugaskan karyawan untuk melakukan pemesananBiaya yang terjadi pada saat penerimaan bahan yang dipesanBiaya penyelesaian pembayaran pemesananDan sebagainya.

  • Biaya penyimpanan di gudang (Inventory Carrying Cost) Biaya sewa gudangBiaya pemeliharaan bahanBiaya asuransi bahanBiaya tenaga kerja penjaga gudangBiaya kerusakan bahan baku dalam penyimpanan dan lain-lain

  • RUMUSDimana:R: Kebutuhan barang dalam satu periode.S: biaya pemesanan setiap kali pesanP: hsrgs brli tisp unit bsrsngI: biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam persentase dari harga per unit barang.C: Biaya penyimpanan tiap unit barang yang disimpan

  • Asumsi Penggunaan Rumus EOQHarga barang tiap unit adalah tetap setiap periodeBarang tersebut tersedia pada setiap saat dan hudang untuk penyimpanan barang cukup tersedia untuk menampung barang yang dibeli.Barang yang dibeli adalah barang yang cukupo tahan lama

  • Istilah lainnya dalam EOQSafety stock adalah persediaan pengamanRe order Point (ROP) adalah titik dimana harus dilakukan pemesanan kembali.Lead time adalah waktu menunggu dari saat persediaan dipesan sampai persediaan diterima perusahaan.

  • ContohPerusahaan LumpuR selama satu tahun (320 hari kerja efektif), menggunakan bahan mentah sebanyak 6.400 unit dengan harga Rp. 50,- tiap unit. Dalam rangka pembelian tersebut, dibutuhkan biaya-biaya:Biaya pengiriman pesanan Rp. 10, tiap pemesananBiaya administrasi Rp 20,- tiap pemesananBiaya untuk menyelesaikan pesanan Rp 20,- tiap unitBiaya penyimpanan di gudang Rp 1 ,- tiap unit pertahun.Diminta:Menentukan besarnya EOQMenentukan besarnya ROP jika lead time nya 6 hariGambarkan grafik EOQ, ROP, dan sefety Stock (Safety Stockny = 500 unit)

  • SolusiR: 6.400 unitS: Rp 10 + Rp 20 + Rp 20 = Rp 50C: Rp 1 ,-

  • Penggunaan selama 1 tahun= 6.400 unitPenggunaan 1 hari= 6.400/320= 20 unitPenggunaan selama lead time = 6 x 20 unit= 120 unitSafety stock= 500jadi ROP = 120 + 500 = 620 unitFrekuensi pembelian selama 1 tahun = 6.400/800 = 8 kaliAtau (320/8) x 1 = 40 hari sekali

  • waktu6 hari40 hariEOQ= 800Safety Stockl500Unit

  • Pengendalian Biaya produksi dengan analis pulang pokokAnalis pulang pokok (Break even Point) merupakan analisis untuk mengetahui apakah luas produksi yang diabuat perusahaan sudah mendatangkan keuntungan atau justru merugikan.Keadaan pulang pokok yaitu keaadaan produksi atau penjualan perusahaan di mana jumlah pendapatan (penerimaan penjualan) sama besarnya dengan jumlah pengeluaran (biaya)

  • Informasi lain yang dapat diberikan oleh analisis BEPJumlah penjualan minimum yang harus dipertahankanJumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba tertentuSeberapa jauh berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak rugiDapat mengetahui bagaimana efek perubahan mharga jual, biaya dan volume penjualan terhadap laba yang akan diperoleh

  • Asumsi-Asumsi yang digunakan dalam BEPBiaya di dalam perusahaan dapat dibagi dalam golongan biaya tetap dan biaya variabelBesarnya biaya variabel secara total akan berubah-ubah secara proporsional dengan volume penjualan/produksi. AVC tetapBesarnya biaya tetap secara total akan tetap meskipun terdapat perubahan volume penjualan/produksi. AFC berubahHarga jual per unit selama periode yang dianalisisPerusahaan hanya membuat satu macam produk

  • RUMUS BEP

  • ContohPerusahaan XYZ pada tahun 1988 memjpunyai data sebagai berikut:penjualan 100.000 unit @ Rp 10,- = Rp. 1000.000,-Biaya Tetap (TFC) = Rp 360.000,-Biaya Variabel (TVC)= Rp 400.000,- -= Rp 760.000,- Keuntungan= Rp. 240.000Soal:- Hitunglah BEP dalam unit maupun Rupiah- Menggambar grafiknya- Menentukan penjualan minimal bila pada tahun 1989 diinginkan keuntungan sebesar Rp. 300.000

  • Solusi

  • Penjualan (ribuan unit)60600TR/TC(dalam ribuan Rp)360TFCTRTC