PENGEMBANGAN WATERFRONT CITY DI KAWASAN PUBLIKASI revisi.pdfآ  Waterfront City Di kawasan Jembatan Siak

Embed Size (px)

Text of PENGEMBANGAN WATERFRONT CITY DI KAWASAN PUBLIKASI revisi.pdfآ  Waterfront City Di kawasan Jembatan...

  • PENGEMBANGAN WATERFRONT CITY DI KAWASAN JEMBATAN

    SIAK IV PEKANBARU

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I

    pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

    Disusun Oleh

    ARFI ANDRIYAN

    D300130054

    PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR

    FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2018

  • i

  • ii

  • iii

  • 1

    PENGEMBANGAN WATERFRONT CITY DI KAWASAN JEMBATAN

    SIAK IV PEKANBARU

    Abstrak

    waterfront city merupakan pola pengembangan kawasan tepian air diantaranya pesisir pantai, tepian sungai dan kawasan yang berada di perbatasan antara daratan dan lautan. waterfront city mulai dikembangkan menjadi pola penataan kota yang memiliki banyak area perbatasan perairan dan daratan untuk mengembangkan potensi wilayah pinggiran san menghilangkan kesan kumuh di daerah pinggiran atau pesisir perairan. kawasan waterfront bisa menjadi bagian dari kota yang sangat berpotensi untuk menjadi area ditinggali dan tempat pertemuan bagi warga negaranya. Perancangan waterfront city yang dimanfaatkan sebagai ruang publik dapat meningkatkan potensi wisata di kawasan tersebut. Pekanbaru dengan wilayahnya yang dilewati aliran sungai Siak berpotensi tinggi dalam perancangan waterfront city yang berpadu dengan public space ini juga bertujuan untuk 1) meningkatkan potensi wisata disepanjang sungai Siak Pekanbaru; 2) menata kawasan tepian sungai agar tidak menjadi kawasan kumuh yang padat penduduk; 3) meningkatkan area ruang terbuka hijau di Kota Pekanbaru. Metode pembahasan yang digunakan adalah deskriptif, studi litelatur, studi lapangan dan perbandingan data.

    Kata kunci : Pengembangan, Tepian Air, Ruang Publik, Ruang Terbuka Hijau

    Abstract

    Waterfront city is the pattern of development of area around the water including the coast, the river, and the area is on the border between land and sea. Waterfront city began to be developed into a pattern of arrangement of a city that has a lot of land and waters boundary area to develop the potential of the region’s suburban saneliminates the impression of a poor suburban areas or coastal waters. The area of the waterfront could become part of the city the potential to be a livable area and meeting place for its citizens. The design od city waterfront that is used as a public space can enhance torism potential in the area. Pekanbaru with the flow of the river impassable territory Siak potentially high in the designof waterfront city that blends with the public space also aims to 1) increase the tourism potential in the Siak soweto; 2) sets the region of the river so as not to be a densely populated slum inhabitans; 3) increases the area of open green space in the city of Pekanbaru. Discussion of the method used is descriptive, literary studies, field studies and comparative data.

    Keywords: Development, Waterfront city, Public Space, Landscape

  • 2

    1. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Masalah

    Sungai Siak yang membelah kota Pekanbaru dari barat ke timur ini membelah

    kota Pekanbaru menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan selatan, dan untuk

    menghubungkan wilayah tersebut dibangunlah beberapa jembatan besar yaitu

    jembatan Siak I (Leighton 1) yang menghubungkan kecamatan Senapelan dan

    kecamatan Rumbai Pesisir, jembatan Siak II yang menghubungkan kecamatan

    Tampan dan Palas Rumbai dan merupakan jalur lintas timur sumatera. Sedangkan

    untuk jembatan Siak III juga menghubungkan wilayah Rumbai Pesisir dan

    Kecamatan Senapelan. Pada kawasan jembatan Siak III terdapat area publik yang

    dijadikan kawasan wisata tepian air dan merupakan salah satu bukti nyata dari

    pemerintah kota Pekanbaru dalam mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota

    wisata tepian air (waterfront city).

    Upaya pengembangan kawasan waterfront city juga telah dicanangkan

    Pemkot Pekanbaru di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

    (RPJMD) Bappeda Kota Pekanbaru, sehingga pengembangan kawasan waterfront

    city ini dapat mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kawasan wisata tepian air.

    Kawasan Perencanaan Waterfront City yang merupakan salah satu kawasan

    jantung Kota Pekanbaru di sekitar Jembatan Siak I sampai rencana Jembatan Siak

    IV, yaitu pada sumbu/axis jl. Jendral Sudirman – Sungai Siak/Rencana Jembatan

    Siak IV – Meranti Pandak – Jl. Sekolah menjadi pengembangan kawasan yang

    menjadi target utama Pemkot Pekanbaru dan Bappeda Kota Pekanbaru untuk

    mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kawasan wisata tepian air (waterfront city).

    1.2. Rumusan Masalah

    Permasalahan yang akan diambil adalah merancang Pengembangan Kawasan

    Waterfront City Di kawasan Jembatan Siak IV Pekanbaru menjadi kawasan

    waterfront city yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, serta sesuai

    dengan standar pengembangan kawasan tepian sungai berdasarkan Peraturan

    PERMENPU tentang kawasan tepian sungai.

  • 3

    1.2.1. Persoalan

    1) Apa saja wadah-wadah yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan

    fasilitas di kawasan waterfront city jembatan Siak IV Pekanbaru?

    2) Kebutuhan ruang apa saja yang diperlukan di kawasan waterfront city

    jembatan Siak IV Pekanbaru?

    3) Bagaimana teknik yang digunakan untuk mewujudkan ruang-ruang yang

    dibutuhkan?

    4) Bagaimana penggunaan estetika yang akan dirancang pada kawasan

    waterfront city jembatan Siak IV Pekanbaru?

    1.3. Tujuan

    Dari perencanaan yang dilakukan diharapkan mencapai tujuan diantaranya

    sebagai berikut:

    1) Mewadahi dan mendorong penyediaan public space dan ruang terbuka hijau

    di kawasan tepian sungai sehingga berpotensi mengembangkan penataan

    kawasan tepian sungai menjadi kawasan yang bernilai daya tarik wisata, dan

    mampu meningkatkan potensi ekonomi, dan sosial budaya.

    2) Meningkatkan pengembangan Tata Kota Pekanbaru sebagai kawasan wisata

    tepian air .

    3) Memfasilitasi masyarakat Kota Pekanbaru dalam bersosialisasi di ruang

    publik.

    1.4. Sasaran

    Dari perencanaan yang dilakukan diharapkan mencapai sasaran diantaranya

    sebagai berikut:

    1) Mewadahi aktivitas masyarakat dalam berbagai kegiatan yang mencakup

    rekreasi dan pengembangan budaya dalam suatu tempat yang luas dengan

    area yang memang diperuntukan kepada publik.

    2) Mendukung program Pemerintah Kota Pekanbaru dalam upaya menjadikan

    Kota Pekanbaru sebagai kawasan wisata tepian air.

  • 4

    2. METODE

    2.1. Jenis Data :

    1) Data Primer

    Data yang diperoleh dengan mengunjungi langsung lokasi, mengamati dan

    mengidentifikasi keegiatan yang terjadi.

    2) Data Sekunder

    Data yang diperoleh melalui sumber-sumber yang tidak secara langsung

    berupa dokumen-dokumen data dan referensi yang relevan dan dapat

    dipertanggungjawabkan sesuia dengan disiplin ilmu yang diperlukan untuk

    menunjang data analisa.

    2.2. Teknik Pengumpulan Data

    1) Observasu dan fotografi

    Mengadakan pengamatan langsung ke lapangan untuk mendapatkan data

    lokasi.

    2) Studi literatur

    Mengetahui standar-standar dan persyaratan dasar tentang Perancangan

    Kawasan Waterfront City yang di dapat dari buku maupun website yang

    dapat dipertanggungjawabkan.

    3. HASIL DAN PEMBAHASAN

    3.1. Gagasan Perancangan

    Pengembangan Kawasan waterfront city di Kawasan Jembatan Siak IV

    Pekanbaru merupakan pengembangan kawasan wisata rekreasi tepian sungai dan

    juga berfungsi sebagai ruang terbuka publik, taman, serta area pengembangan

    kesenian dan budaya Melayu Riau. Kegiatan utama yang dilakukan adalah

    interaksi sosial, bersantai, berwisata dan rekreasi, pelestarian budaya seperti;

    sarana pelatihan teater; sanggar tari; permainan tradisional; museum budaya;

    pelatihan seni musik, upacara kebudayaan, dan festival tahunan seperti; MTQ,

    Festival Sungai Siak, Festival Pacu Jalur, dan lain-lain. Dengan pengembangan

    kawasan waterfront city ini seluruh kegiatan yang ada dapat terfasilitasi dan juga

    berpotensi untuk menarik minat masyarakat sekitar dan wisatawan untuk dapat

  • 5

    meramaikan kawasan waterfront city ini sehingga menjadi ruang publik yang

    ramai dan mampu mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota wisata tepian air

    dengan tetap mengedepankan unsur budaya Melayu sebagai branding dari Kota

    Pekanbaru. Untuk konsep perancangan kawasan waterfront city ini menggunakan

    pendekatan arsitektur Melayu untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya

    Melayu Riau di Bumi Lancang Kuning (Pekanbaru).

    3.2. Lokasi

    Lokasi site berada di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai

    Pesisir, Kota Pekanbaru yang merupakan kawasan yang berada dibawah jembatan

    Siak IV yang menghubungkan jalan protokol Kota Pekanbaru Jl. Jendral

    Sudirman dengan wilayah Kota Pekanbaru bagian utara yaitu Kecamatan Rumbai

    Pesisir, dengan batasan sebagai berikut :

    1) Sebelah Utara : Lahan Kosong, Jembatan

    2) Sebelah Selatan : Sungai Siak

    3) Sebelah Barat : Pemukiman penduduk

    4) Sebelah Timur : Lahan Kosong

    Untuk mendukung perencanan dan perancang