of 18 /18
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Sumatera Barat Ulfi Maryati, SE. M.Ak. Ak Endrawati, SE •. M.Kom. Ak Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Padang Abstract Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana AIokasi Khusus (OAK) merupakan bag ian dari sumber keuangan pemerintah daerah. pertumbuhan ekonomi pemerintah daerah kabupaten dan kota masih kecil, akibatnya penerimaan PAD-nya pun kecil, sedangkan belanja pembangunan memberikan dampak yang positif terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi. Jika peningkatan PAD akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maka terdapat kemungkinan DAU dan OAK juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, karena nllai DAU dan OAK pada umumnya Jebih besar dibandingkan kontribusi PAD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara empiris mengenai pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana A10kasi Umum (DAU) dan Dana AIokasi Khusus (OAK) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupatenlkota di Sumatera Barat. Data yang digunakan adalah data PDRB atas harga konstan, realisasi PAD, DAU dan OAK kabupatenlkota di Sumatera Barat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006, yang terdili dali 12 kabupaten dan 7 kota. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Barat dalam Sumatera Barat dalam Angka Tahun 2004, 2005 dan 2006. Analisis data dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil analisis membuktikan bahwa PAD berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, DAU berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan OAK tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Keywords; Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, pertumbuhan ekonomi. 1. Pendahuluan Salah satu asas pembangunan daerah adalah desentralisasi, menurut ketentuan umum UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Oaerah, desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perwujudan dari asas desentralisasi· adalah berlakunya otonomi daerah. Prinsip otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-Iuasnya dalam arti daerah diberi kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan diluar yang menjadi urusan pemerintah pusat. Oaerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah untuk memberi pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Sejalan dengan prinslp seluas-Iuasnya, dilaksanakan pula prinslp otonomi yang nyata dan bertanggung jawab. Prinsip otonom/ nyata adalah suatu prins/p bahwa untuk menanganl urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban yang senyatanya telah ada dan berpotensi untuk tumbuh, hidup dan berkembang sesuai dengan potensi dan kekhasan daerah. Adapun yang dimaksud dengan otonomi yang bertanggung jawab adalah otonomi yang dalam penyelenggaraannya harus benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi, yang pada dasamya untuk memberdayakan daerah

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum

Embed Size (px)

Text of Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap

    Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Sumatera Barat

    Ulfi Maryati, SE. M.Ak. Ak Endrawati, SE . M.Kom. Ak

    Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Padang

    Abstract

    Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana AIokasi Khusus (OAK) merupakan bag ian dari sumber keuangan pemerintah daerah. pertumbuhan ekonomi pemerintah daerah kabupaten dan kota masih kecil, akibatnya penerimaan PAD-nya pun kecil, sedangkan belanja pembangunan memberikan dampak yang positif terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi. Jika peningkatan PAD akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maka terdapat kemungkinan DAU dan OAK juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, karena nllai DAU dan OAK pada umumnya Jebih besar dibandingkan kontribusi PAD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara empiris mengenai pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana A10kasi Umum (DAU) dan Dana AIokasi Khusus (OAK) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupatenlkota di Sumatera Barat. Data yang digunakan adalah data PDRB atas harga konstan, realisasi PAD, DAU dan OAK kabupatenlkota di Sumatera Barat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006, yang terdili dali 12 kabupaten dan 7 kota. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Barat dalam Sumatera Barat dalam Angka Tahun 2004, 2005 dan 2006. Analisis data dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil analisis membuktikan bahwa PAD berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, DAU berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan OAK tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Keywords; Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, pertumbuhan ekonomi.

    1. Pendahuluan

    Salah satu asas pembangunan daerah adalah desentralisasi, menurut ketentuan umum UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Oaerah, desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perwujudan dari asas desentralisasi adalah berlakunya otonomi daerah. Prinsip otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-Iuasnya dalam arti daerah diberi kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan diluar yang menjadi urusan pemerintah pusat. Oaerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah untuk memberi

    pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

    Sejalan dengan prinslp seluas-Iuasnya, dilaksanakan pula prinslp otonomi yang nyata dan bertanggung jawab. Prinsip otonom/ nyata adalah suatu prins/p bahwa untuk menanganl urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban yang senyatanya telah ada dan berpotensi untuk tumbuh, hidup dan berkembang sesuai dengan potensi dan kekhasan daerah. Adapun yang dimaksud dengan otonomi yang bertanggung jawab adalah otonomi yang dalam penyelenggaraannya harus benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi, yang pada dasamya untuk memberdayakan daerah

  • Pengaruh Pendapatan Asli Oaerah (PAD), Dana AJokasi Umum (OAU) dan Dana AJokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan bagian utama dari tujuan nasional ( UU No. 32 Th. 2004 Tentang Pemerintahan Daerah).

    Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab, diperlukan kewenangan dan kemampuan menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, serta antara propinsi dan kabupaten/kota (Bratakusumah dan Solihin, 2001: 169). Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) merupakan bag ian dari sumber keuangan pemerintah daerah. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan otonomi, peningkatan PAD selalu diupayakan karena merupakan penerimaan dari usaha untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah. Peningkatan PAD harus berdampak pada perekonomian daerah (Saragih, 2003).

    Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivltas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencerminkan jumlah nilai tambah yang yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas produksi di dalam perekonomian (Susanti dkk, 2000: 23). Meningkatnya produksi barang dan jasa dari suatu daerah, secara makro dapat dilihat dari peningkatan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setiap tahunnya dan seesra mikro dRihat dari produk domestik regional bruto per kapitanya (Djoyohadikusumo, 1994:1). PDRB dalam statistik disajikan dalam dua penilaian, yaitu atas harga berlaku (at cUl1'8nt marl

  • 't 'f

    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana AJokasi Umum (DAU) dan Dana AJokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    se Jawa Bali, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mempunyai dampak yang signifikan terhadap peningkatan PAD. Namun sayangnya pertumbuhan ekonomi pemda kabupaten dan kota masih keeil, akibatnya penerimaan PAD-nya pun keeil, sedangkan belanja pembangunan memberikan dampak yang positif terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian yang be~udul: PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (OAK) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (PDRB)". Letak perbedaan penelitian 1m dengan penelitian sebelumnya adalah pads variabel judul yang diteliti yaitu menggunakan varia bel PAD, DAU dan OAK terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain varia be" sam pel penelitian yaitu KabupatenlKota di Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota.

    Untuk mempertegas ruang lingkup dari penelitian ini dan berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

    a) Bagaimana pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) temadap pertumbuhan ekonoml (PDRB) di Sumatera Barat?

    b) Baglmana pengaruh Dana A10kasl Umum (DAU) terhadap pertumbuhan ekonomi (PORB) di Sumatera Barat?

    e) Bagaimana pengaruh Dana Alokasl Khusus (OAK) terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) di Sumatera Barat?

    Tujuan penelitian Ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara emp/ris mengenai:

    a) Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) di 12 Kabupaten dan 7 Kota di Provinsi Sumatera

    Barat selama tahun 2004-2006.

    b) Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) di 12 Kabupaten dan 7 Kota di Provinsi Sumatera Barat selama tahun 2004-2006.

    e) Pengaruh Dana Alokasi Khusus (OAK) terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) di 12 Kabupaten dan 7 Kota di Provinsi Sumatera Barat selama tahun 2004-2006.

    2. Telaah studi terdahulu

    Penelitian sebelumnya mengenai PAD dan PDRB. Penelitian Chang & Ho dalam Abdu Rahman (2002) menyatakan bahwa PAD mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan melihat hasil analisls elastisitas PAD terhadap PDRB. Lin dan Liu dalam Priyo (2006) menyatakan bahwa belanja pembangunan merupakan upaya Iogis yang dllakukan pemerintah daerah dalam menlngkatkan kepercayaan publik dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan yang kuat antara belanja pefnbangunan dengan tingkat desentralisasi yang mana akan mendorong dan memperoepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

    Penelitian Adi (2006) mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi daerah, belanja pembangunan dan PAD se Jawa Bali. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mempunyai dampak yang signlfikan terhadap penlngkatan PAD, tetapi sayangnya pertumbuhan ekonomi pemda kabupaten dan kota masih keeil, aklbatnya penerimaan PAD-nya pun keeil, sedangkan belanja pembangunan member/kan dampak yang positit terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi.

    70 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desernber 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana A10kasi Umum (DAU) dan Dana A10kasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    Pada penelitian Anis Setiyawati (2007) di Provinsi Jawa Timur, dengan sam pel 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota mUlai tahun 2001 sampai 2005. Dengan hasil pengujian secara langsung dengan regresl berganda menunjukkan PAD berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan DAU berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi OAK tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Untuk pengujian secara langsung untuk pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan dan pengangguran menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, tetapi pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap kemiskinan dan berpengaruh positif terhadap pengangguran. Hasll pengujian secara tidak langsung PAD terhadap kern/skinan adalah sebesar 9,66% dan pengangguran sebesar 16,95% sedangkan DAU terhadap kernlsklnan adalah sebesar 4,9% dan terhadap pengangguran sebesar 8,6%.

    3. Metodologl Penelltlan

    3.1. Pengemban(lan Hipotesls

    3.1.1. PengaNh Pendapatan Asil Daerah (PAD) terhadap Pertumbuhan Ekonoml

    Penlngkatan Pendapatan Alii Daerah (PAD) akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Adanya kenalkan PAD akan memicu dan mernacu pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih baik dar! pada pertumbuhan ekonomi daerah sebelumnya. Pada KabupatenIKota di Provinsi Sumatera Barat indikator -yang dlgunakan- untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hal Inl sejalan dengan Bapenas (2003) yang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi diukur dari PDRB. Angka PDRB atas dasar harga konstan yaitu PDRB yang sudah mengeliminasi faktor inflasi. 8erarti

    untuk meUhat kenaikan pendapatan yang riil adalah PDRB atas harga konstan.

    8erdasarkan penelitian Anls Setlyawati (2007) memperoleh pengujian secara langsung bahwa PAD menunjukkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan landasan teori dan temuan penelitian tersebut, maka hipotesis altematif untuk melihat pengaruh PAD terhadap pertumbuhan ekonomi untuk pemerintah daerah KabupatenlKota di Sumatera Barat adalah sebagai berikut:

    : PAD berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB)

    3.1.2. Pengaruh Dana Alokasl Umum (OAU) terhadap Pertumbuhan Ekonomi

    Jika temyata PAD berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, maka terdapat kemungklnan kuat bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena nilai DAU pada umumnya Ieblh besar dibandingkan kontribusi PAD. 8erdasarkan penelitian Anis Setiyawatl (2007) memperoleh pengujian secara langsung bahwa DAU menunjukkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. 8erdasarkan temuan penelitlan tersebut, penelitllngln menelitl secara leblh lanjut tentang pengaruh DAU terhadap pertumbuhan ekonomi, maka hipotesis alternatif untuk mellhat pengaruh DAU terhadap pertumbuhan ekonomi untuk pemerintah daerah KabupatenIKota di Sumatera Barst adalah sebagai berikut:

    HA2 : DAU berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB)

    Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 71

  • 't,

    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana AJokasi Umum (OAU) dan Dana AJokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    3.1.3. Pengaruh Dana Alokasi Khusus (OAK) terhadap Pertumbuhan Ekonomi

    Jika ternyata PAD berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, maka terdapat kemungkinan kuat bahwa Dana Alokasi Khusus (OAK) juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena nilai OAK pada umumnya lebih besar dibandingkan kontribusi PAD. Berdasarkan penelitian Anis Setiyawati (2007) memperoleh pengujian secsra langsung bahwa OAK menunjukkan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, peneliti ingin meneliti secara lebih lanjut tentang pengaruh OAK terhadap. pertumbuhan ekonomi, maka hipotesis aHematif untuk melihat pengaruh OAK terhadap pertumbuhan ekonomi untuk pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat adalah sebagai berikut:

    HA3 : OAK berpengaruh signifikan positif terhadap pertl,lmbuhan ekonoml (PORB)

    3.2. ldentlflkasl Variabel

    Variabel yang digunakati dalam penelitian Ini mefiputi variabel independen dan dependen. PAD, DAU dan OAK merupakan variabel independen, dan pertumbuhan ekonomi merupakan variabel dependen.

    a) Pendapatan Asli Daerah adalah penerlmaan yang diperoleh daerah dar! sumber-sumber dalam wilayah sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah. PAD diukur dari total penerimaan pajak daerah. retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.

    b) Dana Alokasi Umum adalah dana yang bersumber dari pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja

    Negara (APBN) yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. OAU diukur dari jumlah penerimaan transfer yang diberikan oleh pemerintah pusat.

    c) Dana Alokasi Khusus adalah dana yang bersumber dari pendapatan pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas nasional. OAK diukur dari jumlah penerimaan OAK yang diberikan oleh pemerintah pusat.

    d) Pertumbuhan ekonomi ada/ah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksl dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat menlngkat. Meningkatnya produksi barang dan jasa dari suatu daerah, secara makro dapat dilihat dari penlngkatan nilai Produk Oomestik Regional Bruto (PORB) setiap tahunnya. PORB diukur atas dasar harga konstan di suatu daerah.

    3.3. Populasl dan Sampel

    Populasi dalam penelitian ini adalah laporan Anggaran Pendapatan BelanJa Oaerah (APBO) KabupatenIKota se Sumatera Barat dan realisasinya tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 setelah adanya Implementasi Undang-undang otonomi Oaerah. Tahun yang sama juga beriaku bagi tingkat pertumbuhari ekonoml (PORB). Pemllihan rentang tahun pengambllan data hanya tahun 2004 sampai tahun 2006 dan tidak mengambil tahun terbaru disebabkan karena keterbatasan informasi yang diperoleh. Sam pel dalam penelitian Ini adalah 19 KabupatenIKota

    72 Jumal Akuniansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (OAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi; Studi Kasus Sumatera Barat

    se Sumatera Barat yang terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 seperti terlihat pada tabel 2.

    Tabel2. Sampel Penelitian

    No KabuD8tenlKotalTahun 2004 I 2005 I 2006

    KabuNten 1. Peslslr Pesisir Selatan Pesisir Selatan

    Selatan 2. SoIok SoIok SoIok 3. SawahiuntolS SawahluntolSij SawahluntolSiju

    ijunjung unjung njung 4. Tanah Datar Tanah Datar Tanah Datar 5. Padang Padang Padang

    Pariaman Pariaman Pariaman 6. :Agam IAQam 'AQam 7. Uma Puluh UmaPuluh Lima Puluh Kota

    Kota Kota 8. Pasaman Pasaman Pasaman 9. Kep. Mentawai Kep. Mentawai 10. SoIok Selatan SoIok Selatan 11. Dhannasraya Dharmasraya 12. Pasaman Pesaman Barat

    Barat Kota

    13. Padana IPadana Padana 14. Solok SoIok So\ok 15. Sawahlunto Sawahlunto 8awahIunto 16. Padang = Padang Panjang Panjang 17. Bukitlinggl Bukitlinggi Bukitlinggi 18. Payakumbuh P8Y8kumbuh buh 19. Pariaman Pariaman Pariaman

    Sumber: Badan PUsat Statistik Propinsi Sumatera Barat

    Pada tahun 2004 hanya terdiri dari 15 kabupatenlkota, hal ini disebabkan karena Kab. Kep. Mentawai, Kab. Solok Selatan dan Kab. Dharmasraya termasuk daerah baru, jadi datanya belum ada. Sedangkan Kab. Pasaman Barat tidak ada menerima DAU dan OAK.

    3.4. Jenls dan Sumber data

    Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data kuantitatif yang meliputi data keuangan realisasl Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

    yakni data Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) , Dana Alokasi Khusus (OAK) dan Pertumbuhan Ekonomi (PDRB atas dasar harga konstan). Data diperoleh melalui Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat dalam Sumatera Barat dalam Angka Tahun 2004, 2005 dan 2006.

    3.5. Anallsis Data

    Teknik ana lisa data dalam penelitian dibagi menjadi dua, yaitu teknik analisa deskriptif dan teknik ana lisa data Inferensial.

    a) Analisa deskriptif terhadap masing-masing Kabupaten/Kota

    Analisis inl menggunakan alat-alat seperti rata-rata, nilai maksimum, minimum dan standar deviasi. Analisis ini ditujukan untuk memberikan gambaran tentang PAD, DAU, OAK dan PDRB pada 12 Kabupaten dan 7 Kota di Sumatera Barat.

    b) Analisa regresi

    Penelitian yang dllakukan mengambarkan hubungan dlmana satu atau lebih varia bel (variabel independen) mempengaruhl variabel lainnya (variabel dependen), yang persamaan regresi linear berganda sebagaiberlkut:

    Y = 8 + B1PAD + B2DAU + B3DAK + e dimana:

    y = Pertumbuhan (PDRB)

    A = Konstanta

    Ekonomi

    B = Slope atau koefisien regresi

    PAD =Pendapatan Asli Daerah (PAD)

    Jumal Akuntansl & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 73

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana A10kasi Umum (DAU) dan Dana A10kasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi; Studi Kasus Sumatera Barat

    DAU = Dana Alokasi Umum (DAU)

    OAK = Dana Alokasi Khusus (OAK)

    e = error Seeara skematis kedudukan variabel dalam penelitin ini dapat di/ihat pada gambar2.

    Pendapata n Asli

    Daerah

    Dana Alokasi Umum

    Dana Alokas. Khusus

    Pertumbuhan Ekonomi (PDRB)

    Gambar2 Model Penelitian

    4. Analis's Data dan Pembahasan

    4.1. Analisls Data

    Pada bab inj akan dibahas tentang has" analisis yang diperoleh seeara finei disertai dengan langkah-Iangkah analisis data yang dilakukan. Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data dari keuangan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Analisis data pada panelitian ini menggunakan analisis deskriptlf dan analisis regresi berganda.

    4.1.1. Analis's Deskriptif

    Analisis deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data. Dari data yang diperoleh sebanyak 53 sampel, diperoleh statistic deskriptif yang meneakup n (banyaknya data yang diperoleh), nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata (mean), dan

    deviasi stan dar (standard deviation) atas variabel-variabel penelitian. Varia bel-variabel tersebut meliputi PAD, DAU, OAK dan PDRB. Untuk hasil analisis deskriptif dapat dilihat pada tabel 3.

    Tabel3. Hasit Analisis Deskriptif Data

    Varia N Min Maks Rata-rata Standar bel Deviesi

    PAD 53 3.23 98.55 16.5826 18.14845

    OAU 53 .10 503.91 1.8182E2 89.97360

    OAK 53 .00 40.73 15.9810 9.41692

    PORB 53 294.29 95n.50 1.7346E3 2101.30195

    Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai PAD yang diterima oleh suatu daerah yang paling keell Adalah sebesar 3.23, sedangkan yang paling besar adalah sebesar 98.55, dengan rata-rata daerah menerima sebesar 16.5826. Terdapat kesenjangan yang cukup besar antara daerah yang menerima PAD yang lebih besar dengan daerah yang menerima PAD yang lebih keell, hal ini dapat dilihat dengan nilai standar deviasinya yaitu sebesar 18.14845.

    Nilai DAU yang diterima oleh suatu daerah yang paling keell adalah sebesar 0.10, sedangkan yang paling besar adalah sebesar 503.91, dengan rata-rata daerah menerima sebesar 181.8200. Terdapat kesenjangan yang cukup besar antara daerah yang menerima DAU yang lebih besar dengan daerah yang menerima DAU yang /eblh keell, hal Ini dapat dilihat dengan nilai standar deviasinya yaltu sebesar 89.97360.

    Nilai OAK yang diterima oleh suatu daerah yang paling keell adalah sebesar 0.00, sedangkan yang paling besar adalah sebesar 40.73, dengan rata-rata daerah menerima sebesar 15.9810. Terdapat kesenjangan yang cukup besar antara daerah yang menerima OAK yang lebih besar dengan daerah yang menerima OAK yang lebih keell,

    74 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    hal ini dapat diJihat dengan nilal standar deviasinya yaitu sebesar 9.41692.

    Tabel4 Oaerah yang memllikl PAD. OAU. OAK

    dan PORB yang paling besar

    Daerah PAD DAU OAK PORB

    KotaPadang 98.55 503.91 9577.50

    Kab Tanah Datar 40.73

    Nilai PORB yang diterima oleh suatu daerah yang paling keeil adalah sebesar 294.29. sedangkan yang paling besar adalah sebesar 9577.50. dengan rata-rata daerah menerima sebesar 1.7346000. Terdapat kesenjangan yang cukup besar antara daerah yang menerima PORB yang lebih besar dengan daerah yang menerima PORB yang lebih keeil. hal ini dapat dilihat dengan nilal standar deviaslnya yaitu sebesar 2101.30195. Oaerah yang memDiki PAD, OAU, OAK dan PORB yang paling besar dapat dilihat pada tabel4.

    Tabel5 Oaerah yang memlliki PAD, OAU, OAK

    da POR n B vana calina keell Daerah PAD DAU OAK PDRB

    Kota Pariaman 3.23 0.10

    Kab 0.00 Dharmaaraya

    Kota PacIang 294.29 Panjang

    Oaerah yang memiliki PAD. OAU. OAK dan PORB yang paling keciJ dapat dikelompokkan pada tabel 5.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadinya kesenjangan nitai maksimum dengan nilai minimum yang dlterima antar KabupatenlKota yang cukup besar. Kota Padang merupakan daerah yang memperoleh PAD. OAU dan PORB yang paling besar. Perolehan PAD terbesar

    disebabkan Kota Padang memiliki potensi sumber daya yang lebih luas daripada daerah-daerah lain. misalnya pada sektor pariwisata karena merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Penerimaan OAU terbesar disebabkan Kota Padang memiliki kebutuhan pendanaan yang besar untuk melaksanakan fungsi layanan dasar umum. sedangkan layanan dasar umum diukur berdasarkan jumlah penduduk. Karena jumlah penduduk yang besar tersebutlah makanya Kota Padang menerima OAU yang besar juga. Menghasilkan PORB yang besar disebabkan oleh banyaknya sektor-sektor produktif pada daerah Kota Padang. Banyaknya sektor-sektor produktif ini disebabkan juga karena Kota Padang merupakan Ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya dilkutl oleh Kabupaten Tanah Oatar yang memperoleh OAK yang paling besar. Hal ini disebabkan karena karakteristlk daerah Kabupaten Tanah Oatar yang termasuk daerah yang rawan Iongsor. Karena pembagian OAK berdasarkan karakteristik daerah.

    Kola Pariaman merupakan daerah yang memperoleh PAD dan OAU yang paling rendah karena kurangnya potensi sumber daya yang dimiliki dan kurangnya pemerintah daerah dalam menggali potensl-potensi yang dimilki oIeh daerah tersebut. Selanjutnya diikutl oIeh Kabupeten Dharmasraya yang memperoleh DAK paling rendah. Kabupaten Ohasmasraya merupakan salah satu daerah yang baru sehingga kemampuan keuangan daerah yang cukup memadai. Penduduk di Kabupaten Ohamasraya tidak padat dengan PNS. sehingga belanja PNS daerah Kabupaten Ohasmasraya tidak besar. Kemudian Kota Padang Panjang yang memperoleh PORB yang paling rendah karena Kota Padang Panjang merupakan daerah yang keeil. sehingga sektor-sektor produktif yang dimiliki juga sediklt.

    Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 75

  • Pengan.II Pendapatan AsIi Daerah (PAD). Dana AIokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pem.mbuhan EJconomi ; Studi Kasus SlI1l8tera Barat

    .... :1..2. Uji Asumsi Klasik

    Uj asumsi klasik yang digunakan adalah lj nonnaIitas (data harus berdistribusi nonnaI), uji muJtik:oJinearitas (tidak ada koreIasi anfar variabeI bebas), uj; auIokoIelasi (tidak ada korelas; serial daIarn variabel) dan uji heterosk~ (varian enor harus kOllstan).

    a) Uji Normafitas

    l8i normalitas bertujuan untuk menguji apaIc;ab data yang dil!ii teldistnbusi secaa normal atau tidak. Normal fidaImya data dapat dideteksi dengan menggunekan histogram dan Probability Plot grafik.Asumsi ini menyatakan bahwa distribusi data harus berdistribusi normal dengan raIa-Iafa 0 daI slaldar deviasi 1 dapat diIihat ..... menggunakan histogram dan akan membenluk suatu garis lurus diagonal dapat dilihat dengan menggunakan Probability Plot grafik.

    j .. I

    0bHrv4td cu......., Gambar3

    HasiI Uji Nonnalitas (Histogram)

    Berdasarkan ganbar 3 dengan tampiIan histogram tedibat bahwa mIa-IaIa sebesar 0 dan staidai deviasi sebesaI

    0.971 yang mendekati 1. Berdasarkan hasif tersebut dapat dismpulkan bahwa data terdistribusi secara normal.

    Sedangkan hasjJ uji normafitas dengan menggunakan P-PIot grafik dapat difihat pada gambar 4. Dengan melihat gambar 4.2 grafik normal plot ter/ihat titik-titik mengIruti garis diagonal Berdasarkan hasI tersebut dapat disinpubn bahwa data terdistribusi normal.

    ....... -Dependent Vllfeble: PDRB

    Gambar3 HasI-. NormaIIas (p-PIat Gna) b) Uji MuIHkolinieritas

    Uji multikoUnearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi dIemukan adatya korelasi antar variabeI independen. Model regresi yang bail< seharusnya tidak teljadi korelasi diantara variabeJ independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya mufti(oIinieritas di daIam model regresi .dellg8Il membandingkan niai koel'esien detenninasi individual (~) dengan nilai detenninasi secara serentak (R2) dan melihat nilai nilai Tolerance (TOl) dan Variance Inflation Factor (VIF).

    Pertama. dengan membandingkan niIai koefesien determinasi individual (rZ) dengan niIai determinasi secara serenak (W). Jika ~ Iebib besar daR Ww maka IeIjadi nnMdilleailas dan jib ;a

    16 JumaI AkIftansi & Manajemen Val 5 No.2 Oesember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan AsJi Daerah (PAD), Dana A10kasi Umum (DAU) dan Dana A10kasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    lebih kecil dan R2, maka tidak terjadi multikolinearitas. Tabel 6 menunjukkan hasil uji multikolonieritas.

    Tabel6 Hasil Uji Multikolinieritas ( nilai r2 dengan nilai R2)

    Variabel Variabel Nilair dependen independen square (r2)

    PAD DAU 0.350 PAD OAK 0.013 DAU OAK 0.479

    NilaiR2 0.793

    Dari tabel 6 terlihat bahwa nilai koefesien r2 yang diperoleh seluruhnya bemilai \ebih keen daripada nilai koefesien determinasi (R2). Dengan demiklan, dapst disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen.

    Kedua, dengan mellhat nilal nilai Tolerance (TOl) dan Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai Tolerance (TOl) kurang dari 0.10 dan nilai Variance Inflation Factor(VlF} lebih dari 10, hal inl menunjukkan adanya multikolinleritas. Tabel 7 menunJukkan hasll uji multikolonieritas.

    TabeJ7 Hasil Ujl Multikollnieritas

    (nllal Tolerance (TOl) dan Variance Inflation Factor (VIF)

    Model CoIlinearity Statistics

    Tolerance VIF

    PAD 0.482 2.075

    DAU 0.254 3.930

    OAK 0.386 2.589

    Dart tabel 7 terflhat bahwa nilal TOl ketiga variabel leblh dari 0.10 dan V1F

    kurang dan 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen.

    e) Uji Autokorelasi

    Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresl yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi di dalam model regresi adalah dengan menggunakan uji Durbin Watson. Tabel 8 menunjukkan hasil uji autokorelasi.

    Model

    1

    Tabel8 Hasil Uji Autokof9laSi (nilai Durbin Watson)

    Variabel Varlabel Dependen Independen

    PDRB PAD, DAU dan OAK

    Durbin-Watson

    2.083

    Dari tabel 8, terfihat nllai Durbin Watson sebesar 2.083, nilai Durbin Watson Ini kemudian dibandingkan dengan tabel Durbin Watson, dengan variabel bebas (k) sebesar 3 dan jumlah sam pel (n) sebesar 53. Darl tabel tersebut dldapatkan dl = 1.45 dan dU = 1.68. Untuk membandlngkan nllai Durbin Watson (2.083) dengan tabel Durbin Watson dilakukan dengan meletakkan nilai Durbin Watson dalam grafik berlkut

    ~ posltif 1.45 2.32 KoreIasi

    r' I I ~:'I I 2~ I Gambar4

    Grafik Durbin Watson

    Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 n

  • Pengaruh Pendapatan AsH Oaerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi; Studi Kasus Sumatera Barat

    Berdasarkan gambar 4. nilai Durbin Watson (2.083) terletak antara dU dan 4-dU atau terletak antara 1.68 dan 2.32. Sesuai aturan yang telah dibuat Durbin Watson, apabila nilai durbin terletak antar dU dan 4-dU, maka berarti tidak ada autokorelasi.

    d) Uji Heteroskedastisitas

    Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedatisitas. Model regresi yang balk adalah yang homoskesdastisitas atau tidak te~adi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan grafik Plot dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara sumbu Y dan sumbu X. jika pola tertentu sepertl tltik-tltlk yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka

    GambarS. Hasil Uji Heteroskedastisitas (grafik

    regresi)

    Darl gambar S, terlihat bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas. Sebagaimana terlihat titik-tltik itu menyebar diatas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak te~adi heteroskedastisitas dalam model regresi.

    4.1.3. PenguJian Hipotesis

    '. mengindikasikan telah te~adi heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas. serta titik-titik menyebar di atas dan dl bawah angka 0 pada

    Hasil model analisis data ini telah lolos melewati uji asumsi klasik standar yang sudah umum dilakukan dalam pemodelan ekonomi. Uji asumsi klaslk yang telah dilakukan adalah ujl normalitas data, uji multikolinearitas. uji autokorelasi dan uji heteroskedastlsitas. Pengujian hlpotesis menggunakan data panel bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta kemampuan model dalam menjelaskan nllal PDRB. Oleh karena itu pengujian dikeJompokkan menjadi pengujian secara parsial dan simultan.

    sumbu Y. maka tidak teljadi heteroskedastisitas. Gambar S menunjukkan hasil uji heteroskedastisitas.

    ScIIIIoIpIat

    1Itpen_ YIIIIIIIr. PORI

    .. 0

    J 4 . ~ .. 'II

    i 2 a .. 0 00 i ' ,(160 0 c j .. a/bOO

    Of. 00 r 1/)0 0 4

    .. ., Regrouion StIndInIIud PndioIId Value

    a) Pengujian secara Simultan (Uji F)

    Pengujian Inl bertujuan untuk mengetahul apakah variabeJ-variabeJ independen secara bersama-sama mempengaruhi variabeJ dependen secara signiflkan. Hubungan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dapat dilihat dari nilai F hitung dan signiflkansinya. Pengujian menggunakan tingkat slgniflkansl O.OS. Hasil perhitungan statlstik pada pengujian simultan dltunjukkan pada tabel9.

    78 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana AJokasi Umum (DAU) dan Dana AJokaSi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Stucli Kasus Sumatera Barat

    Tabel9 Hasil Pengujian Hipotesis secara

    Simultan

    Sum of Mean Model Square elf Squar F Sig. e

    1 Regress/ 1.821E8 36.069E 62.551 0.000 on 4. 754E7 49 7 Residual 2.296E8 52 Total 97021

    3.546

    Kesim pulan

    Signlfi kan

    oari hasil pengolahan data yang terti hat pada table 9 diperoleh nilai F hHung sebesar 62.551, untuk mengetahui apakah uji F ini signifikan, maka nilai F

    b) Pengujian Parsial (Uji t)

    Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Untuk pengujian secara parsial ini digunakan uji t. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0.05 dan 2 sisi. Yaitu dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel, jika -t tabel :S t hitung :S t tabel. maka HA ditolak dan jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel. maka HA tidak ditolak. Berdasarkan signifikansi. jika signifikansi > 0.05 maka HA ditolak dan jika signifikasi < 0.05

    Tabel10 Hasil Pengujian Hipotesis Parsial

    Model Koefisien Std. Error

    1 (Constant) -387.321 313.334 PAD 79.780 10.842 DAU 8.083 3.010 OAK -41.722 23.339

    hitung Ini dibandingkan dengan F tabel, dengan derajat bebas 3 dan 49 pada tlngkat keyakinan 95% atau pada tingkat kesalahan 5%. oari tabel F didapatkan nilai F (3.49)5% = 2.84. Karena nllai F hitung lebih besar dari F tabel maka dapat disimpulkan bahwa regresi tersebut adaJah signifikan. Kondisi in; juga dapat dilihat dan nilai signifikan sebesar 0.000 di bawah 0.05 yang berarti secara simultan seluruh variabel independen (PAD, oAU dan OAK) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel PoRB. oengan demikian model yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk menjelaskan PoRB.

    Beta t hitung Sig. Kesimpulan Analisis

    -1.236 0.222

    0.689 7.358 0.000 Tldak meno/ak HA1

    0.346 2.686 0.010 Tidak menolak HA2

    -0.187 -1.788 0.080 MenolakHA3

    maka HA tidak ditolak.

    Pada penelitian 101 uji t digunakan untuk menguji Hipotesis Altematif Pertama (HA1). Hipotesis Altematif Kedua (HA2) dan Hipotesis Altematif Ketiga (HA3). Hasil perhitungan statistik pada pengujian parsial ditunjukkan pada tabel10.

    Pengujian HA 1 yaitu PAD berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi (PoRB). oari tabeI4.7. terlihat t hitung sebesar 7.358 dan signifikansi 0.000. sedangkan t tabel pada signifikansi 0.0512 = 0.025 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 53-3-1 = 49. Hasil yang diperoleh untuk t

    Jurnal Akuntansi & Manajemen Va 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 79

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    tabel adalah 2.010. Nilai t hitung > t tabel (7.358 > 2.010) dan signiflkansi 0.00012 < 0.05 (0.000 < 0.05) berarti berpengaruh signifikan, dengan koefesien regresinya 79.780 (positit), maka HA 1 tidak ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa PAD berpengaruh signifikan positif terhadap PORB.

    Pengujian HA2 yaitu OAU berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi (PORB). Dari tabe147, terJihat t hitung sebesar 2.686 dan signifikansi 0.10. sedangkan t tabel pada signifikansi 0.0512 = 0.025 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 53-3-1 = 49. Hasil yang diperoleh untuk t tabel adalah 2.010. Nilai t hitung > t tabel (2.686 > 2.010) dan signifikansi 0.01012 < 0.05 (0.005 < 0.05) berarti berpengaruh signifikan, dengan koefesien regresinya 8.083 (posltit), maka HA2 tidak ditolak. Jadi, dapat dislmpulkan bahwa OAU berpengaruh signifikan positif terhadap PORB.

    Pengujian HA3 yaitu OAK berpengaruh posltif signlflkan terhadap pertumbuhan ekonomi (PORB). Oari tabel47, terJihat t hitung sebesar -1.788 dan signifikansi 0.080, sedangkan t tabel pada signifikansi 0.0512 = 0.025 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 53-3-1 = 49. Hasll yang dlperoleh untuk t tabel adalah 2.010. Nilai t hitung < t tabel (-1.788 < 2.010) dan signifikansi 0.08012 ,< 0.05 (0.04 < 0.05) berarti berpengaruh signifikan, tetapl dengan koefesien regresinya -41.722 (negatlt), maka HA1 ditolak. Jadl, dapat disimpulkan bahwa OAK tidak berpengaruh signifikan positif terhadap PORB.

    Hasil perhitungan statistik tersebut menunjukkan bahwa dari ketiga variabel yang dimasukkan dalam model hanya

    -dua varia bel yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi (PORB) . Variabel tersebut adalah Pendapatan Asli Oaerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (OAU). Kedua variabel tersebut menunjukkan tingkat signifikansi yang lebih keeil dari tingkat signifikansi 5 persen sedangkan tingkat

    signifikansi Dana Alokasi Khusus (OAK) mempunyai tingkat singnifikansi yang lebih besar dari tingkat signifikansi 5 persen. Oleh karena itu Dana Alokasi Khusus tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi (PORB).

    Hasil estimasi model dapat ditulis dalam persamaan di bawah ini:

    PORB = -387.321 + 79.780 PAD + 8.0830AU

    Persamaan tersebut dapat diartikan:

    1) Jika nilai variabel PAD meningkat sebesar satu milyar sedangkan nilai variabel lain tetap (ceteris paribus), maka akan mengakibatkan naiknya nilai variabel PORB sebesar 79.780 mUyar.

    2) Jika nilai variabel OAU meningkat sebesar satu milyar sedangkan nilai variabel lain tetap (ceteris paribus), maka akan mengakibatkan naiknya nilai variabel PORB sebesar 8.083 milyar.

    c) Pengujlan Ketepatan Perkiraan Model (Goodness of Fit Test)

    Tujuan pengujian Ini adalah untuk menguji tingkat keeratan atau keterikatan antar variabel dependen dan variabel independen yang bisa dillhat dari besamya nilal koefisien determlnasl (adjusted R-square). Hasil perhltungan statistlk koefisien determinas! ditunjukkan pada tabel 11.

    Tabel11 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi

    R Adjustet Model R Square R Square

    80 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Oaerah (PAD), Dana A10kasi Umum (OAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    Berdasarkan tabel 4.9 didapatkan nilai koefisien determinasi (adjusted R-square) sebesar 0.780 yang berarti nilai PDRB dapat dijelaskan olehmodel (dengan variabel bebas PAD, DAU dan OAK) sebesar 78%, sedangkan sisanya sebesar 22% dijelaskan oleh faldor-faldor lain. Hal ini menunjukkan sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap varlabeldependensangatkuat.

    4.2. Pembahasan

    4.2.1. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pertumbuhan Ekonoml (PDRB)

    Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pengaruh slgnifikan positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) yang dihasilkan oleh pemerintah daerah KabupatenIKota di Provlnsi Sumatera Barat. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi PAD yang dihasllkan oleh pemerlntah daerah maka sernakin meningkat nilai PDRB pemerintah daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena tingkat PAD yang tinggi maka pemerintah daerah lebih bisa untuk mengoptimalkan potensl PAD tersebut. Karena PAD merupakan salah satu sumber pembelanJaan daerah, Jlka PAD meningkat maka dana yang dimUiki daerah akan meningkat pula, sehingga pemerintah daerah akan berinisiatif untuk lebih menggali potensi-potensi daerah daerah yang dimiliki. Salah satunya dengan cara memberikan proporsi belanja modal yang lebih besar untuk pembangunan. Dengan pembagunan infrastruldur dan sarana prasarana oleh pemerintah daerah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan PAD harus

    berdampak pada perekonomian daerah (Saragih,2003).

    Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Chang & Ho dalam Abdu rahman (2000), dan penelitian Anis setiyawati (2007) yang menemukan bahwa PAD berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    4.2.2. Pengaruh Dana Alokasl Umum (OAU) terhadap Pertumbuhan Ekonoml (PORB)

    Dana Alokasi Umum (DAU) menunjukkan pengaruh signifikan positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) yang dihasilkan oleh pemerintah daerah KabupatenlKota di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini berarti bahwa semakin tingg; DAU yang diterima oleh pemerintah daerah maka semakin meningkat nllai PDRB pemerintah daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena peran DAU sangat signifikan, karena belanja daerah lebih di dominasi dari jumlah DAU. Setiap DAU yang diterima pemerintah daerah akan ditunjukkan untuk belanja pemerintah daerah, salah satunya adalah untuk belanja modal. Hal ini tidak jauh beda dari peran PAD yaitu dengan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana oleh pemerintah daerah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

    Apabila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anis Setiyawati (2007) yang menernukan bahwa DAU berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, maka penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya. Karena hasH penelitian ini menunjukkan bahwa DAU berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 81

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    4.2.3. Pengaruh Dana Alokasi Khusus (OAK) terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PORB)

    Dana Alokasi Khusus (OAK) menunjukkan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) yang dihasilkan oleh pemerintah daerah KabupatenlKota di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini disebabkan karena nilai OAK yang diterima pemerintah daerah digunakan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah. Kegiatan khusus yang dimaksud adalah sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan oleh APBN misalnya untuk layanan umum, pendidikan dan lain-lain. Yang berarti tidak boleh disalahagunakanldigunakan untuk kegiatan diluar ketentuan.

    Apabi/a dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anls Setiyawati (2007) yang menemukan bahwa OAK tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, maka penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya. Karena hasil penelitian ini menunjukkan bahwa OAK tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

    5. Penutup

    5.1. Kesimpulan

    Dan hasi/ pengujian terhadap hipotesis-hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa:

    a) Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    b) Dana Atokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

    c) Dana Alokasi Khusus (OAK) tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    5.2. Keterbatasan Penelitian

    Penelitian Ini meml/iki keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan da/am penelitian-penelitian berikutnya, adapun keterbatasan dalam penelitian ini ada/ah sebagaibenkut:

    a) Pemilihan rentang tahun pengambllan data hanya tahun 2004 sampai tahun 2006 dan tidak mengambil tahun terbaru disebabkan karena keterbatasan informasi yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat.

    b) Variabel yang diteliti hanya menggunakan tiga variabel yang mempengaruhl pertumbuhan ekonomi yaitu Pendapatan As/I Daerah (PAD) dan Dana Atokasi Umum (DAU) dan Dana Atokasi Khusus (OAK).

    c) Sampel pada tahun 2004 hanya terdiri dari 15 kabupatenlkota, karena ada 4 kabupaten yang tldak memiliki datanya, sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 terdlri dari 19 kabupatenlkota.

    5.3. Saran

    Berdasarkan keterbatasan dalam penelitian ini, maka disarankan bagl peneliti selanjutnya agar:

    a) Da/am pemilihan data menggunakan rentang periode yang Jebih panjang dan data yang terbaru.

    b) Memasukkan varia bel-varia bel lainnya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi misalnya (belanja modal dan lainnya ).

    c) Memilih tahun yang sampelnya memiliki data yang lengkap atau menghilangkan 4 sampel pada tahun

    82 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    2005 dan 2006 agar data semua sam pel sarna.

    Daftar Reterensl

    Gujarati. Damodar. (1997). Ekonometrika Dasar. (terjemahan oleh Drs. Ak. Sumamo Zaino MBA). Jakarta: Erlangga

    Adi. Priyo Hari dan Harianto. David. -Hubungan Antara Dana Alokasi Umum. Belanja Modal. Pendapatan Asli Daerah Dan Pendapatan Per KapitaD Dalam Simposium Nasional Akuntansi X Makasar. 2007.

    Ahman. Eeng. (2001). Ekonomi. Bandung: Grafindo Media Pratama.

    Bastian. Indra. (2006). Sistem Akuntansl Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

    Ghozali. Imam. (2001). Aplikasl Analisls multivariate dengan Program SPSS. Edisl I. Semarang: Universitas Diponegoro.

    ______ -. (2002). Aplikasi Anallsls multivariate dengan Program SPSS. Edisi II. Semarang: Universitas Diponegoro.

    Halim. Abdul. (2004). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

    (2007). Akuntansi Keuangan Oaerah. Jakarta: Salemba Empat.

    KabupatenIKota Dalam 2005-2007. KabupateniKota Barat

    Angka Tahun BPS

    se Sumatera

    Mardialis. (2008). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

    Maulida. Novi Pratiwi. (2007). Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Prediksi Belanja Daerah (Studi Kasus Pada Kabupaten/Kota di Indonesia). Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta

    Muhidin. Ali dan Abdurrahman. Maman. Analisa Korelasi, Regresi. dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia Bandung

    Mukhlis. (2003). Pengaruh Pertumbuhan Belanja Pembangunan Dan Pertumbuhan Tingkat Pengerjaan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten SumbawaD Universitas Gajah Mada.

    Nachrowi. Nachrowi 0 dan Usman. Hardius. Pendekatan Populer dan Praktls Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi dan KeuanganD Lembaga Penerbit FEUI. 2006.

    Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah.

    Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Restribusi Daerah.

    Priyatno. Duwi. (2008). Mandiri Belajar SPSS. yogyakarta: Media Kom.

    _____ , Produk Domestik Regional Bruto, Badan Pusat Statistik Provinsi Sumbar. 2007

    Purwanto. Suharyadi. (2004). Statistika Untuk Ekonomi Dan Keuangan

    Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desernber 2010 ISSN 1858-3687 hal 68-84 83

  • Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana A10kasl Umum (DAU) dan Dana A10kasi Khusus (OAK) Tehadap Pertumbuhan Ekonomi ; Studi Kasus Sumatera Barat

    Modern. Jakarta: Salemba Empat.

    Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

    Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

    Samuels.on dan Nordhaus. (2004). IImu Makroekonomi, Edisi 17. Jakarta: PT. Media Global Edukasi.

    Setiyawati, Anis dan Hamzah, Ardi, "Analisis Pengaruh PAD, DAU, DAK dan Belanja Pembangunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan

    Pengangguran : Pendekatan Analisis Jalur, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol 4 Nomor 2, Desember 2007.

    Sukirno, Sadono. (2004). Makroekonomi Teori Pengantar, Edisi III. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

    Sumatera Barat Dalam Angka Tahun 2005-2007, BPS Propinsi Sumatera Barat.

    Yustikasari, Yulia dan Darmanto. "Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal-. Dalam simposium Nasional Akuntansi X Makasar. 2007.

    84 Jumal Akuntansi & Manajemen Vol 5 No.2 Desember 2010 ISSN 18583687 hal 68-84