PEMBUKTIAN PIDANA KORUPSI DAN SANKSINYA - I, V, DAFTAR  · TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PERSPEKTIF

Embed Size (px)

Text of PEMBUKTIAN PIDANA KORUPSI DAN SANKSINYA - I, V, DAFTAR  · TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PERSPEKTIF

TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PERSPEKTIF FIQH JINAYAH

DAN HUKUM POSITIF THAILAND

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS SYARI'AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN DARI SYARAT-SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA STRATA SATU

DALAM ILMU HUKUM ISLAM

OLEH:

UMR. NARONG MAT-ADAM NIM: 04360021

PEMBIMBING:

1. DRS. H. A. MALIK MADANY, M.A. 2. AHMAD BAHIEJ, S.H., M.HUM.

JURUSAN PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2008

ii

ABSTRAK Permasalahan korupsi dialami dalam jangka waktu panjang di berbagai

negara, baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk juga Indonesia dan Thailand. Perilaku korupsi telah menjadi kebudayaan yang mengakar dan menyebar luas ke seluruh lapisan masyarakat. Masalahan korupsi ini telah memberikan efek yang berkarat pada pertumbuhan ekonomi, sementara sejumlah harta yang sangat besar akan menjadi hilang sepanjang proyek implementasi korupsi masih ada. Terlebih lagi akan jadi hilang selagi usaha untuk berjuang melawan dan memberhentikan korupsi yang merupakan suatu keperluan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Rumusan pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perumusan hukum tindak pidana korupsi jika ditinjau dari perspektif fiqh jinayah dan hukum positif Thailand, serta perbedaan dan persamaan antara kedua perspektif ini sendiri. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan normatif dan bertujuan untuk merumuskan sebuah teori komparatif tentang tindak pidana korupsi dalam perspektif fiqh jinayah dan hukum positif Thailand.

Syariah bertujuan mewujudkan kemaslahatan bagi umat manusia sebagai yang disebut dengan maqa>s}id asy-syari>ah. Di antara kemaslahatan yang hendak dituju tersebut adalah terpeliharanya harta benda (h}ifz} al-ml). Jika dilihat dari berbagai bentuk pelanggaran dan penyelewengan hukum dalam perbuatan korupsi, menurut pendapat ulama fiqh secara aklamasi dan consensus (ijm) adalah haram karena bertentangan dengan prinsip maqa>s}id asy-syari>ah. Fiqh jinayah mengkategorikan tindak pidana korupsi sebagai jari>mah tazi>r (least serious), di mana macam perbuatan dan batasan hukumannya diserahkan kepada penguasa (hakim) selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dan dapat mewujudkan al-mas}lah}ah al-a>mmah. Hukuman bagi pelaku tindak pidana korupsi dalam perspektif fiqh jinayah, menurut jumhur, dihukum dengan hukuman tazi>r misalnya, hukuman mati, jilid, kawalan (penjara atau kurungan), salib, ancaman, teguran (tahbih) dan peringatan, pengucilan (al-hajru), denda (tahdid) dan sebagainya.

Adapun korupsi menurut hukum positif Thailand, dalam The Thai Penal Code (KUHP Thailand), tindak pidana korupsi diartikan sebagai kan-thujarit dan prapreud misyob. Perkataan kan-thujarit dapat diartikan sebagai doy-thujarit (secara curang, tidak jujur) berdasarkan The Thai Penal Code, section 1(1). Definisi dari kata doy-thujarit adalah upaya untuk meraih atau memperoleh keuntungan yang tidak patut mendapatkannya secara melawan hukum untuk dirinya sendiri atau orang lain. Sementara kata prapreud misyob adalah perbuatan seseorang untuk memperoleh harta atau keuntungan lain yang dihasilkan karena menjalankan atau tidak menjalankan pelaksanaan dalam tugas atau jabatannya dengan cara yang tidak wajar namun bukan kan-thujarit. Hal ini termasuk juga orang yang memiliki kekayaan luar biasa dan tidak sesuai dengan hukum. Hukuman bagi koruptor di Thailand yang paling ringan adalah denda 1,000 Baht, sedangkan hukuman yang paling berat adalah pidana mati.

vi

MOTTO

.

Tuntutlah Ilmu Walaupun

Sampai ke Negeri China

vii

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada:

Almamaterku yang Sangat Kubanggakan,

Ayahanda Ammat dan Ibunda Sholihah yang Sangat

Kucintai,

Kakak-kakak dan Adik-adik serta Nenek yang Sangat

Kusayangi,

Yati Rosmiati, Wanita yang Selalu Membuat

Hidupku Lebih Berarti...

viii

KATA PENGANTAR

:

Syukur Alh}amdulilla>h penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas

segala limpahan berkah inayah, nikmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun

mendapatkan kesempatan dan kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Shalawat

dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar

Muhammad Saw yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam

yang terang berderang dan dipenuhi ilmu pengetahuan.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa tersusunnya skripsi ini tidak lepas

dari uluran tangan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penyusun

ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah selaku Rektor Universitas Islam Negeri

(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Bapak Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas

Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

3. Bapak Agus Moh. Najib S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Jurusan Perbandingan

Mazhab dan Hukum Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

4. Bapak Drs. H. Fuad Zein, M.A. selaku pembimbing akademik penyusun

selama studi di Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

ix

5. Bapak Drs. H. A. Malik Madany, M.A. dan Bapak Ahmad Bahiej, S.H.,

M.Hum. selaku pembimbing I dan II yang dengan segala kesabaran dan

kebesaran jiwa telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan

dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini dengan penuh keikhlasan.

6. Ayahanda Ammat dan Ibunda Sholihah yang selalu penyusun rindukan jejak

tulus dan cita-cita mereka. Merekalah yang selalu dan siap untuk menberikan

motivasi, semangat dan doa kepada penyusun.

7. Kakak-kakak dan Adik-adik penyusun, terima kasih atas segala bantuan,

motivasi dan doa yang diberikan kepada penyusun.

8. Wanita yang bernama Yati Rosmiati, terima kasih atas supportnya dan rasa

kasih sayang yang selalu melimpahkan untuk penyusun.

9. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta dan teman-teman serta semua pihak yang tidak bisa penyusun

sebutkan satu persatu, terima kasih atas segalanya.

Semoga apa yang mereka berikan dan telah membantu penyusun dalam

menyelesaikan skripsi ini akan mendapat balasan yang setimpal bahkan lebih

timpal dari Allah SWT. Akhirnya, mudah-mudahan karya ini dapat bermanfaat

bagi penyusun sendiri dan semua pihak. Amin.

Yogyakarta, 26 Desember 2008 M

Penyusun,

UMr. Narong Mat-Adam NIM: 04 36 0021

x

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Transliterasi kata-kata Arab yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini

berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri

Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tertanggal 10 September 1987

Nomor 158/1987 dan 0543b/U/1987.

1. Konsonan Tunggal

Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab

dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan

dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lain lagi

dilambangkan dengan huruf dan tanda sekaligus.

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

alif b t s\ ji>m h} kh dl l r zai si>n syi >n s}d d}d t} z} ai>n gai>n

tidak dilambangkan b t s\ j h} kh d r z s sy s} d} t} z} g

tidak dilambangkan be te

es (dengan titik di atas) je

ha (dengan titik di bawah) kadan ha

de zet (dengan titik di atas)

er zet es

es dan ye es (dengan titik di bawah) de (dengan titik di bawah) te (dengan titik di bawah) zet (dengan titik di bawah)

koma terbalik di atas ge

xi

f qf kf lm mi>m nn ww h

hamzah y

f q k l m n w h y

ef qi ka el em en w ha

aposrof ye

2. Konsonan Rangkap Karena Syaddah (Tasydi>d)

Syaddah atau tasydi>d yang dalam system tulisan Arab dilambangkan

dengan sebuah tanda syaddah, dalam transliterasi ini tanda syaddah tersebut

dilambangkan dengan huruf yang sama dengan huruf yang diberi tanda

syaddah itu, misalnya:

ditulis ditulis

mutaaddidah iddah

3. Ta> marbutah di akhir kata

Transliterasi untuk ta> marbutah ada dua:

a. Ta> marbutah mati, yaitu bila dimatikan atau mendapat harakat sukun,

transliterasinya adalah h, contohnya:

ditulis ditulis

h}ikmah jizyah

b. Ta> marbutah hidup

1) apabila ta> marbutah diikuti dengan kata sandang al serta bacaan

kedua kata itu terpisah, maka ditransliterasikan dengan h.

xii

mah al-auliya

2) apabila ta> marbutah mendapat harakat, fath}ah, kasrah dan d}ammah,

transliterasinya adalah t.

ditulis zaka>tul fitri

4. Vokal

Vokal bahasa Arab seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal

tunggal (pendek) atau monftong, vokal panjang dan vokal rangkap atau

diftong.

a. Vokal Tunggal (Pendek)

Vokal tunggal bahasa Arab lambangnya berupa tanda atau harakat,

translitrasinya sebagai berikut:

fath}ah

kasrah

d}ammah

ditulis

ditulis

ditulis

a

i

u

b. Vokal Panjang (Maddah)

V