of 23 /23
PEMANFAATAN SARI BUAH MENGKUDU SEBAGAI BAHAN PENGENTAL LATEKS PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PEMANFAATAN SARI BUAH MENGKUDU SEBAGAI BAHAN PENGENTAL LATEKS PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS JAMBI2014 DAFTAR ISIHalamanDAFTAR ISI iiRINGKASAN iiiBAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Permasalahan 2 1.3 Rumusan Masalah 2 1.4 Tujuan Penelitian 2 1.5 Manfaat Penelitian 3 1.6 Kerangka Berpikir 3BAB II LANDASAN TEORI 4 2.1 Penelitian Yang Relevan 4 2.2 Kajian Pustaka 4 2.2.1 Pengertian buah mengkudu 4 2.2.2 Manfaat Buah Mengkudu 5 2.2.3 Kandungan Buah Mengkudu 5 2.2.4 Pengertian Lateks 6BAB III METODE PENELITIAN 11 3.1 Desain Penelitian 11 3.2 Populasi Dan Sampel 11 3.3 Teknik Pengumpulan Data 11 3.3.1. Sumber Data primer 11 3.3.2. Sumber Data Sekunder 12 3.4 Teknik Analisis Data 12DAFTAR PUSTAKA 13RINGKASAN Proposal skripsi ini dilatar belakangi oleh banyaknya manfaat dan khasiat dari buah mengkudu. Selain dalam bidang kesehatan, dalam bidang pertanian pun banyak manfaatnya. Melalui penelitian ini, diharapkan peneliti dapat membuat sesuatu yang lebih berguna dari buah mengkudu yaitu sebagai bahan campuran pengental lateks (getah karet) dengan proses pembekuan dengan mudah, cepat dan tidak mahal serta sumber daya alam yang kita miliki tidak siasia. Penulis menggunakan penelitian deskriptif/kualitatif yang bersifat sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari pengamatan langsung (observasi) dan secara tidak langsung (buku, internet) dengan cara mempelajari artikeldan teori serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. BAB IPENDAHULUAN1.1 LatarBelakangKehidupan masyarakat sudah semakin berkembang, banyak teknologi baru yang diciptakan para ahli untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan.Dalam masa moderen ini, masyarakat disibukkan dengan adanya perkembangan global yang sangat pesat. Tidak ada banyak waktu yang mereka miliki sehingga mereka menyukai hal yang bersifat instant dan cepat.Dengan adanya perkembangan yang pesat mengakibatkan permintaan konsumen semakin meningkat terhadap barang-barang ekonomi, termasuk karet.Untuk mengatasi hal tersebut banyak produser menggunakan cuka sebagai alat untuk pembekuan getah karet.Namun untuk mendapatkan cuka, produsen harus mengeluarkan biaya untuk pembeliannya. Selain itu, produsen juga dipermasalahkan keterlambatan kedatangan cuka akibat adanya kondisi alam yang tidak bersahabat.Lateks merupakan getah kental tumbuhan yang dihasilkan oleh banyak tanaman.Dalam industri pertanian, tanaman yang banyak diambil getah lateksnya adalah tanaman karet atau para (Havea brasiliensis). Proses pengolahan karet dimulai dari penyadapan getah lateks dengan cara melukai batang pohon karet. Lateks karet yang keluar dari pohonnya tersebut kemudian ditampung dengan mangkuk kecil dan kemudian dikumpulkan dalam jumlah yang lebih besar di penampungan. Getah dalam wujud lateks dapat langsung dijadikan sebagai bahan baku industri seperti balon, kondom, karet gelang, sabutret, serta produk lainnya.Penambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan agar tercampur ke dalam lateks secara merata serta membantu mempercepat proses pembekuan. Kecepatan penggumpalan dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks, air dan asam sehingga diperoleh hasil bekuan yang bersih dan kuat. Dari sinilah sebagian petani karet memanipulasi pembekuan lateks, maksud dari manipulasi ini yaitu mempertahankan air yang terkandung dalam lateks beku agar saat lateks beku dijual masih berbobot.Melihat sesungguhnya pada kegiatan pekerjaan petani karet, Contohnya saat pencampuran lateks dengan zat asam petani karet ini biasanya mencampur bahan-bahan lain. Penambahan bahan tersebut tentu tidak secara langsung mencampur lateks dengan bahan yang berbobot (batu, sampah, tatal dan la

Citation preview

Page 1: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

PEMANFAATAN SARI BUAH MENGKUDU SEBAGAI BAHAN PENGENTAL LATEKS

PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS JAMBI2014

Page 2: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI.........................................................................................................ii

RINGKASAN........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1

1.1 Latar Belakang.........................................................................................1

1.2 Permasalahan............................................................................................2

1.3 Rumusan Masalah....................................................................................2

1.4 Tujuan Penelitian......................................................................................2

1.5 Manfaat Penelitian....................................................................................3

1.6 Kerangka Berpikir....................................................................................3

BAB II LANDASAN TEORI...............................................................................4

2.1 Penelitian Yang Relevan..........................................................................4

2.2 Kajian Pustaka..........................................................................................4

2.2.1 Pengertian buah mengkudu...............................................................4

2.2.2 Manfaat Buah Mengkudu.................................................................5

2.2.3 Kandungan Buah Mengkudu............................................................5

2.2.4 Pengertian Lateks.............................................................................6

BAB III METODE PENELITIAN........................................................................11

3.1 Desain Penelitian......................................................................................11

3.2 Populasi Dan Sampel................................................................................11

3.3 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................11

3.3.1. Sumber Data primer.......................................................................11

3.3.2. Sumber Data Sekunder..................................................................12

3.4 Teknik Analisis Data................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

ii

Page 3: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

RINGKASAN

Proposal skripsi ini dilatar belakangi oleh banyaknya manfaat dan khasiat

dari buah mengkudu. Selain dalam bidang kesehatan, dalam bidang pertanian pun

banyak manfaatnya. Melalui penelitian ini, diharapkan peneliti dapat membuat

sesuatu yang lebih berguna dari buah mengkudu yaitu sebagai bahan campuran

pengental lateks (getah karet) dengan proses pembekuan dengan mudah, cepat dan

tidak mahal serta sumber daya alam yang kita miliki tidak siasia. Penulis

menggunakan penelitian deskriptif/kualitatif yang bersifat sistematis, faktual dan

akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian.Penelitian

ini menggunakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari pengamatan

langsung (observasi) dan secara tidak langsung (buku, internet) dengan cara

mempelajari artikeldan teori serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan

masalah yang diteliti.

iii

Page 4: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Kehidupan masyarakat sudah semakin berkembang, banyak teknologi baru

yang diciptakan para ahli untuk mempermudah dan mempercepat

pekerjaan.Dalam masa moderen ini, masyarakat disibukkan dengan adanya

perkembangan global yang sangat pesat. Tidak ada banyak waktu yang mereka

miliki sehingga mereka menyukai hal yang bersifat instant dan cepat.

Dengan adanya perkembangan yang pesat mengakibatkan permintaan

konsumen semakin meningkat terhadap barang-barang ekonomi, termasuk

karet.Untuk mengatasi hal tersebut banyak produser menggunakan cuka sebagai

alat untuk pembekuan getah karet.Namun untuk mendapatkan cuka, produsen

harus mengeluarkan biaya untuk pembeliannya. Selain itu, produsen juga

dipermasalahkan keterlambatan kedatangan cuka akibat adanya kondisi alam

yang tidak bersahabat.

Lateks merupakan getah kental tumbuhan yang dihasilkan oleh banyak

tanaman.Dalam industri pertanian, tanaman yang banyak diambil getah lateksnya

adalah tanaman karet atau para (Havea brasiliensis). Proses pengolahan karet

dimulai dari penyadapan getah lateks dengan cara melukai batang pohon karet.

Lateks karet yang keluar dari pohonnya tersebut kemudian ditampung dengan

mangkuk kecil dan kemudian dikumpulkan dalam jumlah yang lebih besar di

penampungan. Getah dalam wujud lateks dapat langsung dijadikan sebagai bahan

baku industri seperti balon, kondom, karet gelang, sabutret, serta produk lainnya.

Penambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan agar tercampur ke

dalam lateks secara merata serta membantu mempercepat proses pembekuan.

Kecepatan penggumpalan dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks, air

dan asam sehingga diperoleh hasil bekuan yang bersih dan kuat. Dari sinilah

sebagian petani karet memanipulasi pembekuan lateks, maksud dari manipulasi

1

Page 5: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

2

ini yaitu mempertahankan air yang terkandung dalam lateks beku agar saat lateks

beku dijual masih berbobot.

Melihat sesungguhnya pada kegiatan pekerjaan petani karet, Contohnya

saat pencampuran lateks dengan zat asam petani karet ini biasanya mencampur

bahan-bahan lain. Penambahan bahan tersebut tentu tidak secara langsung

mencampur lateks dengan bahan yang berbobot (batu, sampah, tatal dan lain-lain)

saat pengolahan.Namun ada beberapa bahan organik selain zat koagulan yang

ditambahkan karena menguntungkan dan manjadi akal-akalan petani

karet.Melihat sedikit dari pekerjaan petani karet maka solusinya adalah dengan

buah mengkudu. Daripada itu, kami membuat karya ilmiah ini untuk membantu

masyarakat(produsen) mengatasi permasalahan diatas yaitu dengan “

Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu Sebagai Bahan Pengental Lateks”.

1.2 Permasalahan

Keterbatasan biaya masyarakat (produsen) untuk membeli larutan asam

sebagai bahan pengental lateks.

1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah cara agar melakukan proses pembekuan dengan mudah dan

tidak mahal?

2. Bagaimanakah cara agar sumber daya alam yang kita miliki tidak siasia?

3. Apakah buah mengkudu bisa dijadikan pengganti larutan asam saat

pengendapan lateks ?

1.4 Tujuan Penelitian

1. Mengurangi biaya produksi pembekuan getah karet.

Page 6: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

3

2. Memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar kita.

3. Memanfaatkan buah mengkudu untuk pengganti larutan asam pada saat

pengendapan lateks.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Memanfaatkan buah mengkudu untuk pengendapan lateks pengganti

larutan asam.

2. Bagi petani karet, peneliian ini dapat digunakan sebagai bahan alternative

untuk meringankan beban pembelian bahan pembeku karet.

1.6 Kerangka Berpikir

Buah MengkuduManfaat

Limbah

Kesehatan

Pertanian Pengental Lateks

Page 7: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Penelitian Yang Relevan

Penelitian ini pernah dilakukan, namun menggunakan bahan yang berbeda

yakni menggunakan umbi gadung. Cara penggunaannya umbi Gadung dihaluskan

kemudian diperas dan disaring (diambil sarinya) serta dicampur dengan larutan

asam semut dan air. Petani karet mencampurkan bahan ini merasakan bahwa hasil

bekuan lateks lebih keras dibandingkan dengan hasil bekuan lateks hanya dengan

larutan asam semut. Menurut petani karet ini pembekuan lateks mencampurkan

bahan ini sangat singkat kurang lebih 30 detik lateks menjadi beku.

2.2 Kajian Pustaka

2.2.1 Pengertian Buah Mengkudu

Mengkudu atau keumeudee (Bahasa Aceh)  adalahpace, kemudu, kudu

(Bahasa Jawa); cangkudu (Bahasa Sunda); kodhuk (BahasaMadura); tibah (Bali)

berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain

untuk tanaman ini adalah noni (BahasaHawaii), nono (Bahasa Tahiti), nonu

(BahasaTonga), ungcoikan (BahasaMyanmar) dan ach (BahasaHindi). Tanaman

ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon

mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya

merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan

memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik

hitam.

Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu

sebagai sayur dan rujak.Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah

peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa.Karena itu,

mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh.Selain itu

mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.Morinda Citrifolia

atau yang biasa kita kenal dengan buah mengkudu atau pace memang telah sejak

4

Page 8: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

5

dahulu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.Bahkan buah

ini disebut-sebut sebagai “Hawai Magic Plant” tumbuhan ajaib dari hawai.

2.2.2 Manfaat Buah Mengkudu

Berdasarkan penelitian dari kandungan didalam buah mengkudu, Buah

yang satu ini sangat kaya akan manfaat. Berikut beberapa manfaat yang

terkandung dalam buah mengkudu dalam kesehatan yaitu:

Memperlancar peredaran darah serta memperlebar saluran pembuluh darah

yang mengalami penyempitan dengan zat scopoletin yang terkandung

didalam buah mengkudu. Zat ini juga dapat membunuh beberapa varian

bakteri , serta bersifat sebagai anti alergi.

Mematikan bakteri penyebab infeksi dan juga sebagai pengotrol bakteri

pathogen melalui zat anti bakteri yang terkandung didalamnya.

Buah mengukudu juga terbukti dapat melawan penyakit kanker atau sel-

sel abnormal melalui zat anti kanker yang terkandung didalam buah

tersebut.

Dapat Menjadi Zat Pencegah Kanker dan Tumor.

Dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.

Mengkudu bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Mengatasi Peradangan dan Alergi

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selain itu buah mengkudu juga mempunyai manfaat bagi para petani yaitu

sebagai penggumpal atau pengental lateks.

2.2.3 Kandungan Buah Mengkudu

a. Senyawa-senyawa terpenoid

Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga

terdapat pada lemak/minyak esensial (essential oils), yaitu sejenis lemak yang

sangat penting bagi tubuh. Zat-zat terpen membantu tubuh dalam proses sintesa

organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

Page 9: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

6

b. Asam

Asam askorbat yang ada di dalam buah mengkudu adalah sumber vitamin

C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat.

Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel

berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang dapat

merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan tubuh). Asam kaproat,

asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan

asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah

mengkudu.

2.2.4 Pengertian lateks

Lateks adalah getah kental, seringkali mirip susu, yang dihasilkanbanyak

tumbuhan dan membeku ketika terkena udara bebas. Selain tumbuhan, beberapa

hifa jamur juga diketahui menghasilkan cairan kental mirip lateks.Pada tumbuhan,

lateks diproduksi oleh sel-sel yang membentuk suatu pembuluh tersendiri, disebut

pembuluh lateks.Sel-sel ini berada di sekitar pembuluh tapis (floem) dan memiliki

inti banyak dan memproduksi butiran-butiran kecil lateks di bagian sitosolnya.

Apabila jaringan pembuluh sel ini terbuka, misalnya karena keratan, akan terjadi

proses pelepasan butiran-butiran ini ke pembuluh dan keluar sebagai getah kental.

Lateks terdiri atas partikel karet dan bahan bukan karet (non-rubber) yang

terdispersi di dalam air . Lateks juga merupakan suatu larutan koloid dengan

partikel karet dan bukan karet yang tersuspensi di dalam suatu media yang

mengandung berbagai macam zat .Di dalam lateks mengandung 25-40% bahan

karet mentah (crude rubber) dan 60-75% serum yang terdiri dari air dan zat yang

terlarut. Bahan karet mentah mengandung 90-95% karet murni, 2-3% protein, 1-

2% asam lemak, 0.2% gula, 0.5% jenis garam dari Na, K, Mg, Cn, Cu,Mn dan Fe.

Partikel karet tersuspensi atau tersebar secara merata dalam serum lateks dengan

ukuran 0.04-3.00 mikron dengan bentuk partikel bulat sampai lonjong.

Lateks merupakan emulsi kompleks yang mengandung protein, alkaloid,

pati, gula, (poli)terpena, minyak, tanin, resin, dan gom. Pada banyak

Page 10: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

7

tumbuhanlateks biasanya berwarna putih, namun ada juga yang berwarna kuning,

jingga, atau merah.Susunan bahan lateks dapat dibagi menjadi dua

komponen.Komponen pertama adalah bagian yang mendispersikan atau

memancarkan bahan-bahan yang terkandung secara merata yang disebut

serum.Bahan-bahan bukan karet yang terlarut dalam air, seperti protein, garam-

garam mineral, enzim dan lainnya termasuk ke dalam serum.Komponen kedua

adalah bagian yang didispersikan, terdiri dari butir-butir karet yang dikelilingi

lapisan tipis protein.Bahan bukan karet yang jumlahnya relatif kecil ternyata

mempunyai peran penting dalam mengendalikan kestabilan sifat lateks dan

karetnya.

Lateks merupakan suspensi koloidal dari air dan bahan-bahan kimia yang

terkandung di dalamnya. Bagian-bagian yang terkandung tersebut tidak larut

sempurna, melainkan terpencar secara homogen atau merata di dalam air..

Page 11: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif atau

kualitatif dimana metode deskriptif yaitu suatu metode dengan tujuan untuk

membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan

sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu. Tahap pertama, penulis melakukan

pengumpulan data dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu, selanjutnya penulis

mengolah data dan bahan tersebut serta membahas sampai pada suatu kesimpulan

yang pada akhirnya dapat dibuat suatu laporan untuk melampirkan semua

kegiatan yang dikerjakan selama dilakukannya penelitian di Desa Wonorejo,

Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Palembang ini.

3.2 Populasi Dan Sampel

Populasi merupakan keseluruhan subjek yang akan di teliti. Adapun

populasi yang ada dalam penelitian ini yakni berkaitan dengan buah-buahan yang

banyak mengandung asam, seperti asam askorbat sebagai sumber vitamin C

contohnya buah jeruk, belimbing, mengkudu dan masih banyak lainnya. Namun

sampel yang akan diteliti hanya buah mengkudu, Karena peneliti tidak mungkin

mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut karena keterbatasan waktu.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh

keterangan serta menganalisis data sehingga data tersebut dapat memberikan

gambaran mengenai objek yang sedang diteliti.Ada dua jenis data yang digunakan

dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder.

3.3.1. Sumber Data primer

Sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek

penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.Teknik pengumpulan

data ini diperoleh dari observasi.

8

Page 12: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

9

3.3.2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak

langsung dari buku maupun internet dengan cara mempelajari artikel, dan teori

serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3.4 Teknik Analisis Data

Tehnik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisa

Deskriptif Kualitatif, yaitu mula-mula dilakukan penyusunan kategori-kategori

yang sesuai dengan kualifikasi yang ada. Setelah kategori tersusun kemudian

dihubungkan dengan satu yang lain sehingga membentuk tipologi yang

berhubungan dengan pemikiran yang teliti. Dalam penerapannya, tehnik ini

digunakan untuk menganalisa pengaruh buah mengkudu dalam penggumpalan

lateks.

Page 13: Pemanfaatan Sari Buah Mengkudu sebagai pengental lateks

DAFTAR PUSTAKA

Zalfa,Kamaruddin Abu.2013.”Manfaat Dan Khasiat Dari Buah Mengkudu”. From

:http://www.indonews.co.id/mengenal-1000-manfaat-dan-khasiat-dari-

buah-mengkudu/. Diunduh pada 8 januari 2015.

Yulianto, Ginanjar.2011.”Akal-akalan Petani Karet Saat Mengolah

Lateks”.From

:http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/05/24/akal-akalan-

petani-karet-saat-mengolah-lateks-364816.html.Diunduh pada 6 Januari

2015.

2014.”Lateks”.From :http://id.wikipedia.org/wiki/Lateks. Diunduh pada 7

Januari 2015.

Agrina.2012.“Memilih Penggumpal Lateks”. From:http://www.agrina-online.com/redesign2.php?rid=7&aid=4027. Diunduh pada 10 Januari 2015.

Pahwawan.2010.”Memanfaatkan akar nanas untuk mempercepat proses

pembekuan pada getah karet”. From :

https://pahwawan45.wordpress.com/2010/07/27/memanfaatkan-akar-

nanas-untuk-mempercepat-proses-pembekuan-pada-getah-

karet/.Diunduh pada 10 januari 2015.

10