PEDOMAN TEKNIS PROYEK PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ... Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

Embed Size (px)

Text of PEDOMAN TEKNIS PROYEK PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ... Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

  • PEDOMAN TEKNIS

    PROYEK PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PERKOTAAN

    (P2KP)

  • 1Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

    1.1 Latar Belakang Buku Pedoman Teknis P2KP pada dasarnya

    merupakan penjabaran dari Buku Pedoman Umum P2KP, khususnya dalam hal menguraikan bagaimana langkah demi langkah kegiatan P2KP dilaksanakan serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung kelancaran kegiatan P2KP di lapangan.

    Dalam Buku Pedoman Teknis P2KP diuraikan secara lebih detail peran-peran stakeholders P2KP, yakni pemerintah, konsultan dan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Sebagai tambahan, dalam buku pedoman teknis P2KP, peranan sosialisasi juga diperluas dan diperkuat mencakup secara luas kegiatan bidang periklanan dan kehumasan di berbagai media sosialisasi. Lebih lanjut, kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas juga diberi porsi yang besar dalam P2KP.

    Penyempurnaan Buku Pedoman Teknis P2KP tersebut juga mencakup substansi dan format-format isian yang lebih menitikberatkan pada aspek "dinamika proses dalam rangka menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat" dari setiap langkah kegiatan. Hal ini dimaksudkan agar semua stakehold- ers P2KP dapat memahami substansi proses pemberdayaan dan penyadaran masyarakat dalam melaksanakan suatu langkah kegiatan di P2KP, dan tidak terjebak pada tindakan yang semata-mata berorientasi pada prosedur formal atau yang penting kegiatan terlaksana.

    Melalui berbagai penyempurnaan dalam Buku Pedoman Teknis P2KP tersebut diharapkan agar semua stakeholders P2KP memiliki komitmen, landasan berpikir, bertindak serta orientasi pelaksanaan operasional yang sama.

    Bab 1. Pendahuluan

    1.2 Tujuan Buku Pedoman Teknis P2KP ditulis dengan tujuan

    sebagai berikut : • Agar tujuan akhir proyek P2KP tercapai dengan

    tepat dan benar dalam kerangka waktu yang telah ditetapkan

    • Agar menjadi pedoman/acuan/rujukan bagi semua pihak yang bergiat dalam melaksanakan maupun memonitoring P2KP secara langsung.

    • Agar semua pelaku dan stakeholders P2KP berorientasi pada dinamika proses dan kesadaran kritis masyarakat dalam menjalankan langkah demi langkah P2KP.

    1.3 Sistematika Buku Pedoman Teknis P2KP

    Buku Pedoman Teknis P2KP ini terdiri dari 6 bab, sebagai berikut: Bab I: Pendahuluan; berisi uraian singkat

    mengenai latar belakang, tujuan dan sistematika dari Buku Pedoman Teknis ini.

    Bab II: Persiapan Proyek P2KP; berisi uraian penyiapan pengorganisasian pelaksanaan P2KP, sosialisasi, pelatihan, dan hubungan antara daur/siklus proyek P2KP dengan kegiatan pengembangan kapasitas pelaku P2KP. Pada uraian pengorganisasian pelaksanaan P2KP dijelaskan tata peran antar pelaku P2KP, sehingga diharapkan dapat memperjelas peran serta hubungan kerja dari setiap pelaku P2KP dalam kaitannya dengan siklus proyek atau rangkaian kegiatan P2KP secara

  • 2 Pedoman Teknis

    menyeluruh. Selain itu, juga digambarkan tentang strategi penanganan sosialisasi dan pelatihan dalam pelaksanaan P2KP, terutama kontribusi kedua strategi dimaksud pada siklus proyek P2KP. Melalui gambaran dari aspek-aspek yang diperlukan guna menunjang siklus proyek P2KP diharapkan akan dapat mendorong kejelasan arah dan optimalisasi proses maupun hasil yang dicapai pada setiap tahapan kegiatan P2KP.

    Bab III: Pelaksanaan P2KP; berisi gambaran umum penanganan P2KP, termasuk dia- gram alir penanganan P2KP, dan pelaksanaan rincian tahapan demi tahapan kegiatan dari masing-masing komponen proyek P2KP. Bab ini secara detail menjabarkan langkah pelaksanaan P2KP sebagaimana secara umum telah dijelaskan pada Bab IV Buku Pedoman Umum P2KP. Meskipun demikian, tidak semua tahapan kegiatan akan diuraikan dengan detail pada buku pedoman teknis ini. Hanya tahapan kegiatan-kegiatan utama komponen proyek pemberdayaan masyarakat dan kapasitas pemerintah daerah serta bantuan langsung masyarakat (BLM) yang akan diuraikan secara detail. Kegiatan dimaksud adalah kegiatan yang secara substansi akan berpengaruh pada kualitas proses dan hasil yang dicapai serta berpengaruh pada tumbuh tidaknya kesadaran kritis serta keberdayaan masyarakat. Sedangkan kegiatan-kegiatan lainnya merupakan kegiatan penunjang dari kegiatan-kegiatan utama kedua komponen tersebut. Pada uraian dari setiap tahapan kegiatan kedua komponen dimaksud akan dijelaskan pengertian, ketentuan dasar, tujuan, penanggungjawab, waktu pelaksanaan, keluaran, indikator kinerja, serta langkah- langkah dari kegiatan tersebut. Termasuk format-format yang perlu diisi untuk hasil tiap tahapan kegiatan.

    Bab IV: Pengelolaan pinjaman bergulir oleh UPK-BKM; berisi gambaran umum mengenai bagaimana prinsip standar

    pengelolaan pinjaman bergulir oleh UPK- BKM. Kegiatan pinjaman bergulir itu sendiri hanya merupakan salah satu pilihan dari keputusan masyarakat melalui PJM dan rencana tahunan Pronangkis. Oleh karena itu, uraian mengenai pengelolaan pinjaman bergulir hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelurahan yang telah memutuskan sebagian dana BLM dimanfaatkan sebagai pinjaman bergulir. Substansi uraian pinjaman bergulir dalam Bab ini adalah dalam konteks proses pembelajaran masyarakat agar mampu secara optimal mengelola kegiatan pinjaman bergulirnya sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat miskin serta berkelanjutan.

    Bab V: Sistem Informasi Manajemen P2KP berbasis website; berisi penjelasan singkat tentang membangun sistem monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan P2KP melalui sistem informasi manajemen P2KP berbasis website.

    Pada bab ini diuraikan latar belakang, tujuan, sasaran, strategi pengembangan SIM dan prinsip pengelolaan dana serta pengelolaan informasi dalam P2KP.

    Bab VI: Strategi Terminasi Proyek (exit strategy); berisi penjelasan umum tentang proses penanganan proyek P2KP menje-lang dan setelah berakhirnya masa proyek.

    Exit strategy pada dasarnya merupakan proses yang melekat dalam siklus proyek secara keseluruhan, sehingga perlu diper- hatikan sejak tahap awal pelaksanaan P2KP. Pada kurun waktu tertentu menjelang berakhirnya proyek perlu disusun strategi khusus untuk mengevaluasi dan memba- ngun kesiapan pasca proyek dengan memperhatikan indikator-indikator keber- lanjutan P2KP.

    Uraian mengenai exit strategy antara lain menjelaskan tentang dasar pemikiran, pengertian, tujuan, persoalan-persoalan penting, indikator keberlanjutan P2KP, dan fase penyiapan terminasi.

  • 3Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

    Bab 2. Persiapan Proyek P2KP

    2.1 Pengorganisasian Pelaksanaan P2KP P2KP merupakan proyek pemerintah yang ber-

    upaya memberdayakan masyarakat dan pelaku pembangunan lokal lainnya, termasuk pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat, untuk mem- bangun "gerakan kemitraan" dalam menanggulangi kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dituntut adanya pembagian peran yang jelas antar pelaku P2KP, baik yang langsung tergabung dalam organisasi proyek maupun pihak-pihak yang terlibat.

    Kejelasan tata peran dari pelaku-pelaku P2KP tersebut sangat penting dalam upaya membangun hubungan kerja yang integral dan komplementer agar tercapai misi utama P2KP, yakni memberdayakan masyarakat dalam menanggulangi masalah kemiskinan, yang didukung oleh pemerintah daerah serta kelompok peduli setempat.

    Gambaran umum mengenai peran dan hubungan kerja antar pelaku-pelaku P2KP dapat dilihat pada Tabel 2.1 Matriks Tata Peran Antar Pelaku P2KP.

  • 4 Pedoman Teknis

    D ep

    ki m

    pr as

    w il

    Ko ns

    ul ta

    n Ev

    al ua

    si

    Ti m

    In te

    r D ep

    ar te

    m en

    PM U

    /P ro

    ye k

    Ti m

    P er

    si ap

    an P

    2K P

    KM P

    Ti m

    P el

    at ih

    P 2K

    P

    KM W

    Ba pp

    ed a

    Pr op

    in si

    D in

    as /In

    st .

    Pr op

    in si

    Ba pp

    ed a

    Ko ta

    PJ O

    K PA

    KE T

    Ko m

    ite P

    AK ET

    Fo ru

    m B

    KM

    D in

    as K

    ot a/

    Ka b.

    KP KN

    C am

    at /P

    JO K

    Ti m

    F as

    ilit at

    or

    Lu ra

    h/ Ka

    de s

    Ka de

    r M as

    ya ra

    ka t

    BK M

    U PK

    KS M

    M as

    ya ra

    ka t

    KEGIATAN

    Tabel 2.1 Matriks Tata Peran Antar Pelaku P2KP

    TAHAP PERSIAPAN

    Lokakarya P2KP bagi Intern Ditjen Perkim Dept.Kimpraswil

    Lokakarya orientasi P2KP Tingkat pusat.

    Pencanangan pelaksanaan P2KP

    Training P2KP bagi KMP dan Training bagi tim pelatih KMP

    Training P2KP bagi seluruh KMW

    Lokakarya orientasi P2KP Tingkat nasional

    Lokakarya orientasi P2KP Tingkat Propinsi

    Lokakarya orientasi P2KP di tiap kab/kota

    Lokakarya orientasi P2KP Tingkat Kecamatan

    TAHAP PELAKSANAAN

    Pengembangan Masyarakat dan Kapasitas Pem. Daerah

    Rembug warga kelurahan untuk Kesiapan Melaksanakan P2KP

    Pelatihan Kader Masyarakat

    FGD Refleksi Kemiskinan

    Pemasyarakatan awal P2KP dan hasil refleksi kemiskinan ke seluruh lapisan masyarakat

    Pemilihan utusan warga sbg calon peserta pelatihan pemetaan swadaya

    Pelatihan dasar pemetaan swadaya dan perencanaan Partisipatif

    Pemetaan Swadaya

    Serangkaian FGD merumuskan kebutuhan Organisasi masyarakat warga sebagai pengendali pelaksanaan P2KP di kelurahannya

    NO

    A

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9