of 443 /443
PROSPEKTUS PT Mandiri Tunas Finance Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No. 61 Jakarta 10310 Tel : (+62 21) 230 5608 Fax : (+62 21) 230 5618 www.mtf.co.id Tanggal Efektif 27 Desember 2018 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan 8 Januari 2019 Masa Penawaran Umum 28 & 31 Desember 2018, 2 & 3 Januari 2019 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik 8 Januari 2019 Tanggal Penjatahan 4 Januari 2019 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 9 Januari 2019 OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN. PT MANDIRI TUNAS FINANCE (”PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATAATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT MANDIRI TUNAS FINANCE Kegiatan Usaha Utama : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja,dan Pembiayaan Multiguna Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat : Graha Mandiri Lt. 3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta 10310 Tel. (021) 230 5608; Fax. (021) 230 5618 Website : www.mtf.co.id E-mail : [email protected] Kantor Cabang : 102 (seratus dua) kantor cabang yang terletak di Agam, Banda Aceh, Batam, Bengkalis, Jambi, Medan (2 cabang), Muara Bungo, Padang, Pekanbaru (2 Cabang), Rantau Prapat, Rokan Hulu, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Bengkulu, Lampung Tengah, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu, Palembang (2 cabang), Pangkal Pinang, Tanggamus, Tulang Bawang, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Cibinong, Depok, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Fatmawati, Matraman, Kelapa Gading, Kemayoran, Tangerang, Tangerang Selatan, Cilegon, Pecenongan, Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Lebak, Pondok Gede, Serang, Cimone, Bandung (3 cabang), Bogor, Cirebon, Garut, Karawang, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kudus, Magelang, Pekalongan, Purwokerto, Semarang (2 cabang), Solo, Tegal, Yogyakarta, Denpasar, Banyuwangi, Gianyar, Gresik, Jember,Kediri, Kupang, Madiun, Malang, Mataram, Mojokerto, Surabaya (2 cabang), Tuban, Balikpapan, Banjar Baru, Banjarmasin, Bontang, Ketapang, Kotawaringin Timur, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Sintang, Tarakan, Ambon, Banggai, Gorontalo, Jayapura, Kendari, Kotamobagu, Makassar (2 Cabang), Mamuju, Manado, Palu, Pare-Pare, Sorong dan 20 (dua puluh) kantor satelit yang terletak di Pasuruan, Pohuwato, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ilir, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Lampung Selatan, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN TARGET DANAYANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp3.000.000.000.000 (TIGA TRILIUN RUPIAH) DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN: OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2019 (”OBLIGASI”) DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR RP1.000.000.000.000 (SATU TRILIUN RUPIAH) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) Seri. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,40% (sembilan koma empat nol persen) per tahun berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp800.000.000.000,- (delapan ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A yaitu pada tanggal 8 Januari 2022. Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% (sembilan koma tujuh lima persen) per tahun berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B yaitu pada tanggal 8 Januari 2024. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 April 2019 sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus pada saat jatuh tempo masing-masing seri Obligasi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian. PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OBLIGASI INI AKAN DIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA BERUPA PIUTANG PERFORMING SEKURANG-KURANGNYA SEBESAR 60% (ENAM PULUH PERSEN) DARI NILAI POKOK OBLIGASI YANG PENGIKATANNYA DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA PADA TANGGAL EMISI. APABILA JUMLAH PIUTANG PERFORMING KURANG DARI YANG DIPERSYARATKAN MAKA WAJIB DIPENUHI DENGAN UANG TUNAI SEJUMLAH KEKURANGAN NILAI JAMINAN TERSEBUT YANG DITEMPATKAN PADA REKENING ATAS NAMA PERSEROAN PADA BANK YANG DITENTUKAN OLEH WALI AMANAT DAN PERSEROAN. KETERANGAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB I TENTANG PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN. PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI DAPAT DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUANKETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPO. RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI WAJIB DILAPORKAN KEPADA OJK OLEH PERSEROAN PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TERSEBUT DI SURAT KABAR. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI, BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI. RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KREDIT/PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN. RISIKO-RISIKO USAHA PERSEROAN LAINNYA DAPAT DILIHAT DALAM BAB VI TENTANG FAKTOR RISIKO. RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI. DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA PANJANG (OBLIGASI) DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO): idAA+ (Double A plus) KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROPEKTUS INI. Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI PENAWARAN OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT) WALI AMANAT PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2018 JADWAL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2018 PT MANDIRI SEKURITAS WHUDÀOLDVL PT CGS-CIMB SEKURITAS INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN ... · otoritas jasa keuangan (“ojk”) tidak memberikan pernyataan menyetujui atau tidak menyetujui efek ini, tidak

  • Author
    vukhanh

  • View
    251

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN ... · otoritas jasa keuangan...

  • PR

    OS

    PE

    KT

    US

    PT Mandiri Tunas Finance

    Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No. 61 Jakarta 10310Tel : (+62 21) 230 5608Fax : (+62 21) 230 5618www.mtf.co.id

    Tanggal Efektif 27 Desember 2018 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan 8 Januari 2019Masa Penawaran Umum 28 & 31 Desember 2018, 2 & 3 Januari 2019 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik 8 Januari 2019Tanggal Penjatahan 4 Januari 2019 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 9 Januari 2019

    OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

    PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.

    PT MANDIRI TUNAS FINANCE (PERSEROAN) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

    PT MANDIRI TUNAS FINANCE

    Kegiatan Usaha Utama : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja,dan Pembiayaan Multiguna

    Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

    Kantor Pusat :Graha Mandiri Lt. 3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta 10310

    Tel. (021) 230 5608; Fax. (021) 230 5618Website : www.mtf.co.id

    E-mail : [email protected]

    Kantor Cabang :102 (seratus dua) kantor cabang yang terletak di Agam, Banda Aceh, Batam, Bengkalis, Jambi, Medan (2 cabang), Muara Bungo, Padang, Pekanbaru (2 Cabang), Rantau Prapat, Rokan Hulu, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Bengkulu, Lampung Tengah, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu, Palembang (2 cabang), Pangkal Pinang, Tanggamus, Tulang Bawang, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Cibinong, Depok, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Fatmawati, Matraman, Kelapa Gading, Kemayoran, Tangerang, Tangerang Selatan, Cilegon, Pecenongan, Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Lebak, Pondok Gede, Serang, Cimone, Bandung (3 cabang), Bogor, Cirebon, Garut, Karawang, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kudus, Magelang, Pekalongan, Purwokerto, Semarang (2 cabang), Solo, Tegal, Yogyakarta, Denpasar, Banyuwangi, Gianyar, Gresik, Jember, Kediri, Kupang, Madiun, Malang, Mataram, Mojokerto, Surabaya (2 cabang), Tuban, Balikpapan, Banjar Baru, Banjarmasin, Bontang, Ketapang, Kotawaringin Timur, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Sintang, Tarakan, Ambon, Banggai, Gorontalo, Jayapura, Kendari, Kotamobagu, Makassar (2 Cabang), Mamuju, Manado, Palu, Pare-Pare, Sorong dan 20 (dua puluh) kantor satelit yang terletak di Pasuruan, Pohuwato, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ilir, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Lampung Selatan, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja.

    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP

    DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp3.000.000.000.000 (TIGA TRILIUN RUPIAH)

    DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN:OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2019 (OBLIGASI)

    DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR RP1.000.000.000.000 (SATU TRILIUN RUPIAH)

    Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) Seri. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut:Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,40% (sembilan koma empat nol persen) per tahun berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok

    Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp800.000.000.000,- (delapan ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A yaitu pada tanggal 8 Januari 2022.

    Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% (sembilan koma tujuh lima persen) per tahun berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B yaitu pada tanggal 8 Januari 2024.

    Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 April 2019 sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus pada saat jatuh tempo masing-masing seri Obligasi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

    Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.

    PENTING UNTUK DIPERHATIKAN

    OBLIGASI INI AKAN DIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA BERUPA PIUTANG PERFORMING SEKURANG-KURANGNYA SEBESAR 60% (ENAM PULUH PERSEN) DARI NILAI POKOK OBLIGASI YANG PENGIKATANNYA DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA PADA TANGGAL EMISI. APABILA JUMLAH PIUTANG PERFORMING KURANG DARI YANG DIPERSYARATKAN MAKA WAJIB DIPENUHI DENGAN UANG TUNAI SEJUMLAH KEKURANGAN NILAI JAMINAN TERSEBUT YANG DITEMPATKAN PADA REKENING ATAS NAMA PERSEROAN PADA BANK YANG DITENTUKAN OLEH WALI AMANAT DAN PERSEROAN. KETERANGAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB I TENTANG PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.

    PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI DAPAT DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUANKETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPO. RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI WAJIB DILAPORKAN KEPADA OJK OLEH PERSEROAN PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TERSEBUT DI SURAT KABAR. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI, BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI.

    RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KREDIT/PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN. RISIKO-RISIKO USAHA PERSEROAN LAINNYA DAPAT DILIHAT DALAM BAB VI TENTANG FAKTOR RISIKO.

    RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.

    PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (KSEI) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.

    DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA PANJANG (OBLIGASI) DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO):

    idAA+(Double A plus)

    KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROPEKTUS INI.

    Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia

    PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI

    PENAWARAN OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)

    WALI AMANAT

    PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk

    Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2018

    JADWAL

    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2018

    PT MANDIRI SEKURITASPT CGS-CIMB SEKURITAS INDONESIA

  • PT Mandiri Tunas Finance (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut Perseroan) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance seluruhnya sebesar Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun Rupiah) kepada Otoritas Jasa keuangan (OJK) di Jakarta dengan surat No. 247/MTF-CLC.CCS/X/2018 tanggal 10 Oktober2018.

    Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek No. SP-00016/BEI.PP1/10-2018 tanggal 26 Oktober 2018 yang dibuat antara Perseroan dengan BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum batal demi hukum dan uang pemesanan pembelian Obligasi yang telah diterima akan dikembalikan kepada para pemesan Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.

    Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia, serta kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing.

    keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi.

    pada Bab X tentang Penjaminan Emisi Obligasi.

    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2019 INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR WILAYAH INDONESIA TERSEBUT.

    SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK, TELAH DIUNGKAPKAN OLEH PERSEROAN DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.

  • i

    DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN ................................................................................................................ iiiRINGKASAN ......................................................................................................................................... xiiiI. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN ................................................................................ 1II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI ................................................................................................................................ 19III. PERNYATAAN UTANG ............................................................................................................... 21IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING .................................................................................. 29V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ............................................................. 33VI. FAKTOR RISIKO ........................................................................................................................ 57VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR ......................................... 59VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA ........................................................................................................... 61 A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN ......................................................................... 61 1. Riwayat Singkat ....................................................................................................... 61 2. Kegiatan Usaha ....................................................................................................... 62 3. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan ..................................................... 64 4. Pengurusan Dan Pengawasan ................................................................................ 64 5. Sumber Daya Manusia ............................................................................................ 71 6. Struktur Organisasi Perseroan ................................................................................ 75 7. Struktur Hubungan Kepemilikan, Pengawasan Dan Pengurusan ........................... 76 8. Aset Tetap................................................................................................................ 76 9. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham ................................................. 77

    .............................................................................. 83 11. Perjanjian-Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga ............................................... 85 12. Perlindungan Asuransi Atas Harta Kekayaan .......................................................... 224 13. Perkara Pengadilan & Somasi Yang Sedang Dihadapi Perseroan ......................... 233 14. Lisensi, Franchise, Konsesi Utama Dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKi) .... 236 15. Jaringan Kantor ....................................................................................................... 237 B. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN ......................................................... 238 1. Umum ...................................................................................................................... 238 2. Keunggulan Kompetitif ............................................................................................ 238 3. Kegiatan Usaha ....................................................................................................... 239 4. Pembiayaan Konsumen .......................................................................................... 239 5. Prospek Usaha ........................................................................................................ 242 6. Persaingan Usaha ................................................................................................... 242

  • ii

    7. Proses Pembiayaan Konsumen .............................................................................. 244 8. Pemasaran .............................................................................................................. 245 9. Teknologi Dan Informasi .......................................................................................... 246 10. Strategi Usaha ......................................................................................................... 248 11. Tingkat Kesehatan Perseroan ................................................................................. 249 12. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) ..... 249 13. Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perseroan ................................................... 253 14. Penghargaan ........................................................................................................... 256IX. PERPAJAKAN ............................................................................................................................. 259X. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI ................................................................................................ 261XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ....................................................... 263XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT................................................................................ 265XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI ....................................................................................... 271XIV. AGEN PEMBAYARAN ................................................................................................................. 277XV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI ................................................................................................................................ 279XVI. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ................................................................................................ 281XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN ................. 297

  • iii

    DEFINISI & SINGKATAN

    Afiliasi

    : Berarti pihak sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 1 UUPM, yaitu: Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai

    derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal; Hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris

    dari pihak tersebut; Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau

    lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang sama; Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung

    maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

    Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau

    Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. Agen Pembayaran : Berarti KSEI, yang membuat Perjanjian Agen Pembayaran dengan

    Perseroan, yang berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi termasuk Denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk dan atas nama Perseroan sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Agen Pembayaran.

    ATPM : Berarti Agen Tunggal Pemegang Merk Kendaraan Bermotor. Bank Kustodian : Berarti berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan OJK

    untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

    Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam

    pasal 3 ayat 1 UUPM atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

    Bapepam dan LK : Berarti Bapepam dan Lembaga Keuangan yang merupakan

    penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK), sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

    BEI : Berarti PT Bursa Efek Indonesia. Bunga Obligasi : Berarti bunga Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi yang harus

    dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Bursa Efek :

    Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, yang dalam hal ini adalah perseroan terbatas PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

  • iv

    Consumer Financing Receivable

    : Berarti piutang pembiayaan yang diberikan Perseroan kepada konsumennya.

    Daftar Pemegang Rekening : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan

    tentang kepemilikan Obligasi oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dan/atau Pemegang Obligasi di KSEI yang memuat keterangan, antara lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Obligasi berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.

    Dealer/ Showroom : Berarti perusahaan yang melakukan penjualan kendaraan bermotor. Denda : Berarti sejumlah dana yang wajib dibayar akibat adanya

    keterlambatan kewajiban pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Pokok Obligasi, yaitu sebesar 1% (satu perseratus) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari.

    Dokumen Emisi : Berarti :

    Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan; Pengakuan Hutang; Prospektus; Perjanjian Perwaliamanatan; Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi; Perjanjian Agen Pembayaran; Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI; Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek; Prospektus; Dokumen Jaminan; Dokumen lainnya yang dibuat dalam rangka Penawaran Umum

    Obligasi; Dokumen Jaminan : Berarti dokumen yang dibuat oleh Perseroan dan Wali Amanat

    sehubungan dengan Jaminan. EBITDA : Berarti laba usaha sebelum pajak, bunga, amortisasi dan depresiasi. Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga

    komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek dan setiap derivatif Efek.

    Emisi : Berarti Penawaran Umum Obligasi oleh Perseroan untuk ditawarkan

    dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum. Emiten dan/atau Perseroan : Berarti pihak yang melakukan Emisi, dalam hal ini adalah PT Mandiri

    Tunas Finance, berkedudukan di Jakarta Pusat, atau pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

    Force Majeure : Berarti kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keadaan di luar

    kemampuan dan kekuasaan para pihak seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran, perang atau huru hara di Indonesia, yang mempunyai akibat negatif terhadap kemampuan masing-masing pihak untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian

  • v

    Perwaliamanatan. Hari Bank

    :

    Berarti hari pada setiap saat Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.

    Hari Bursa : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi

    perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan di Negara Republik Indonesia yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.

    Hari Kalender : Berarti berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan

    Gregorius Calendar tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

    Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional

    yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa.

    Jaminan : Berarti jaminan yang diberikan oleh Perseroan kepada Pemegang

    Obligasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Joint Financing : Berarti kerjasama antara perbankan dengan Perseroan dalam hal

    penerusan pinjaman untuk pembiayaan. Jumlah Terhutang : Berarti jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada

    Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta perjanjian-perjanjian lainnya yang berhubungan dengan Emisi ini termasuk tetapi tidak terbatas pada Pokok Obligasi, Bunga Obligasi serta Denda (jika ada) yang terhutang dari waktu ke waktu.

    Kantor Cabang : Berarti kantor penjualan Perseroan di lokasi-lokasi tertentu yang telah

    mendapat ijin sebagai Kantor Cabang dari OJK. Konfirmasi Tertulis : Berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam

    Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi untuk pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi.

    Konfirmasi Tertulis Untuk RUPO (KTUR)

    : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk keperluan menghadiri RUPO atau mengajukan permintaan diselenggarakannya RUPO.

    KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta

    Selatan, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal yang dalam Emisi bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI.

    Konfirmasi Tertulis : Berarti konfirmasi tertulis atas kepemilikan Obligasi dan/atau laporan

  • vi

    saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi untuk mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi.

    Konfirmasi Tertulis Untuk RUPO atau KTUR

    : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk menghadiri RUPO atau meminta diselenggarakannya RUPO, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan KSEI.

    Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan Obligasi dan harta lain

    yang berkaitan dengan Obligasi serta jasa lainnya termasuk menerima pembayaran bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan UUPM, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.

    Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan, baik Warga Negara

    Indonesia/Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing baik yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun yang bertempat tinggal/berkedudukan di luar wilayah Indonesia.

    Merek Dagang : Berarti perusahaan yang ditunjuk untuk memasarkan suatu produk

    atau merk tertentu di Indonesia oleh produsen (principle) yang umumnya berada di luar negeri.

    Obligasi : Berarti surat berharga bersifat hutang, sesuai dengan Seri Obligasi,

    dengan nama Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan, yang merupakan penerbitan obligasi tahap I dari rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan, dengan jangka waktu terlama 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, dalam jumlah pokok sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) dan akan dicatatkan di Bursa Efek serta didaftarkan di KSEI. Kepastian jumlah Pokok Obligasi dan jumlah pokok masing-masing Seri Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan. Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK

    : Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang peraturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU Nomor: 21 Tahun 2011). Sejak tanggal 31-12-2012 (tiga puluh satu Desember dua ribu dua belas), fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Bapepam dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UU Nomor: 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

    Pemegang Obligasi : Berarti pemegang Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance

  • vii

    Tahap I Tahun 2019 yaitu Masyarakat yang memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi yang disimpan dan diadministrasikan dalam: Rekening Efek pada KSEI; atau Rekening Efek pada KSEI melalui Pemegang Rekening

    Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di

    KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

    Pemeringkat : Berarti PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya atau perusahaan pemeringkat lain yang terdaftar di OJK dan disetujui sebagai penggantinya oleh Wali Amanat.

    Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.

    Penawaran Umum :

    Berarti kegiatan penawaran Obligasi, yang merupakan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I, yang dilakukan oleh Perseroan melalui Penjamin Emisi Efek untuk menjual Obligasi kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal.

    Penawaran Umum Berkelanjutan

    : Berarti kegiatan penawaran umum atas obligasi yang dilakukan secara bertahap oleh Perseroan.

    Pengakuan Utang : Berarti pengakuan hutang Perseroan sehubungan dengan Obligasi,

    sebagaimana tercantum dalam akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 19 Tanggal 9 Oktober 2018 dan perubahan dan pengakuan kembali akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 19 Tanggal 19 November 2018 serta perubahan I akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 No. 18 Tanggal 14 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

    Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan kolektif atas efek yang dimiliki bersama oleh

    lebih dari 1 (satu) pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

    Penjamin Emisi Obligasi : Berarti pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk

    melakukan Penawaran Umum ini atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran kepada Perseroan, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang dalam hal ini adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

    Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi

    : Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

    Peraturan Nomor IX.A.2 : Berarti Peraturan Nomor: IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam

    dan LK Nomor: Kep-122/BL/2009 tanggal 29-05-2009 (dua puluh sembilan Mei dua ribu sembilan) tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.

  • viii

    Peraturan Nomor VI.C.3 : Berarti Peraturan Nomor: VI.C.3, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam

    dan LK Nomor: Kep-309/BL/2008 tanggal 01-08-2008 (satu Agustus dua ribu delapan) tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan antara Wali Amanat dengan Perseroan.

    Peraturan Nomor VI.C.4 : Berarti Peraturan Nomor: VI.C.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam

    dan LK Nomor: Kep-412/BL/2010 tanggal 06-09-2010 (enam September dua ribu sepuluh) tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang.

    Peraturan Nomor IX.C.11 : Berarti Peraturan Nomor: IX.C.11, Lampiran Keputusan Ketua

    Bapepam dan LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal 26-12-2012 (dua puluh enam Desember dua ribu dua belas) tentang pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang.

    Peraturan OJK Nomor 7/POJK.04/2017

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, Dan/Atau Sukuk.

    Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2017

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 9/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Utang.

    Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 30/POJK.04/2015 tanggal 16-12-2015 (enam belas Desember dua ribu lima belas) tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

    Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 34/POJK.04/2014 tanggal 08-12-2014 (delapan Desember dua ribu empat belas) tanggal tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.

    Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 35/POJK.04/2014 tanggal 08-12-2014 (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

    Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014

    : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 36/POJK.04/2014 tanggal 08-12-2014 (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

    Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015

    : Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 29-12-2015 (dua puluh sembilan Desember dua ribu lima belas) tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

    Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015

    : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 29-12-2015 (dua puluh sembilan Desember dua ribu lima belas) tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

    Perjanjian Agen Pembayaran

    : Berarti Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 21 tanggal 9 Oktober 2018 dan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 21 tanggal 19 November 2018 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

  • ix

    Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI

    : Berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI, perihal pendaftaran Obligasi di KSEI No. SP-089/OBL/KSEI/0918 tanggal 9 Oktober 2018 yang dibuat di bawah tangan dan bermeterai cukup.

    Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek

    : Berarti perjanjian yang akan dibuat antara Perseroan dengan PT Bursa Efek Indonesia perihal pencatatan efek No. SP-00016/BEI.PP1/10-2018 tanggal 26 Oktober 2018 yang dibuat di bawah tangan dan bermeterai cukup.

    Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

    : Berarti Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 20 tanggal 9 Oktober 2018 dan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 20 tanggal 19 November 2018 serta perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 No. 19 tanggal 14 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

    Perjanjian Perwaliamanatan

    : Berarti Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 18 tanggal 9 Oktober 2018 dan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2018 No. 18 tanggal 19 November 2018 serta perubahan I Perjanjian Penjaminan Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 No. 17 tanggal 14 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

    Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi

    : Berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance No. 17 tanggal 9 Oktober 2018 dan perubahan dan pernyataan kembali Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance No. 17 tanggal 19 November 2018, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

    Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019.

    Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif

    : Berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai dengan ketentuan angka 4 Peraturan Nomor: IX.A.2 yaitu: Pernyataan Pendaftaran dapat menjadi efektif dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. atas dasar lewatnya waktu, yakni:

    a. 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau

    b. 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir yang disampaikan Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau

    2. atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.

    Perseroan : Berarti PT Mandiri Tunas Finance, berkedudukan di Jakarta Pusat.

  • x

    Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi

    Obligasi, Perantara Pedagang Efek dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

    Piutang : Berarti piutang Perseroan berupa pembiayaan konsumen dan/atau

    anjak piutang dan/atau sewa operasi dan/atau piutang lainnya sesuai dengan kegiatan usaha Perseroan.

    Piutang Performing : Berarti Piutang selain Piutang Non Performing. Piutang Non Performing : Berarti Piutang yang telah jatuh tempo dan belum dibayar setelah

    melewati 90 (sembilan puluh) Hari Kalender dari tanggal jatuh tempo angsuran masing-masing piutang tersebut.

    Pokok Obligasi : Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi,

    yang ditawarkan dan diterbitkan Perseroan melalui Penawaran Umum yang merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan IV Tahap I, berdasarkan Obligasi yang terhutang dari waktu ke waktu bernilai nominal sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah). Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Program Referral : Berarti program kerja sama antara Perseroan dan PT Bank Mandiri

    (Persero) Tbk (Bank Mandiri) untuk meningkatkan pembiayaan konsumen dengan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan Bank Mandiri untuk mereferensikan nasabah-nasabah Bank Mandiri kepada Perseroan.

    Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi yang disusun oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dengan tujuan agar masyarakat membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam UUPM juncto Peraturan OJK Nomor 7/POJK.04/2017 dan dengan memperhatikan Peraturan Bapepam Nomor: IX.A.2 serta Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014.

    Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam

    Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai jumlah penjaminan emisi Obligasi, tingkat suku Bunga Obligasi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan.

    Prospektus Ringkas : Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal mengenai fakta-fakta dan

    pertimbangan-pertimbangan yang paling penting yang disusun dan diterbitkan oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2017.

    Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana

    milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek yang ditandatangani oleh Pemegang Obligasi.

    RUPO : Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam

  • xi

    Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan. Satuan Pemindahbukuan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu

    Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 5.2.2 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Satuan Perdagangan : Berarti Satuan Perdagangan Obligasi yang diperdagangkan adalah

    senilai Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya atau sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek.

    Seri Obligasi : Berarti 2 (dua) Seri Obligasi, yaitu:

    Obligasi Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp800.000.000.000,- (delapan ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A.

    Obligasi Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B.

    Sertifikat Jumbo Obligasi : Berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan dalam penitipan

    kolektif di KSEI yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama atau tercatat atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, yang terdiri dari Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B.

    SO : Berarti Sales Officer, adalah karyawan Perseroan yang bertugas untuk

    mencari calon pelanggan potensial, melakukan survey dan analisa serta mengajukan usulan kredit.

    Tanggal Distribusi : Berarti tanggal penyerahan Sertipikat Jumbo Obligasi hasil Penawaran

    Umum beserta bukti kepemilikan Obligasi yang wajib dilakukan kepada pembeli Obligasi dalam Penawaran Umum, yang akan didistribusikan secara elektronik paling lambat 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah Tanggal Penjatahan.

    Tanggal Emisi : Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin

    Pelaksana Emisi Efek berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterima oleh KSEI dari Perseroan, yang juga merupakan tanggal pembayaran hasil Emisi Obligasi dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan.

    Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran seluruh nilai Pokok Obligasi kepada

    Perseroan yang telah disetor oleh Penjamin Emisi Efek melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang juga merupakan Tanggal Emisi.

    Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi

    : Berarti tanggal-tanggal saat mana Bunga Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Rekening melalui Agen Pembayaran dan dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5

  • xii

    Perjanjian Perwaliamanatan.

    Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi

    : Berarti tanggal dimana jumlah Pokok Obligasi masing-masing Seri Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam Daftar Pemegang Rekening, melalui Agen Pembayaran, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.

    Tanggal Penjatahan : Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi. TURI : Berarti PT Tunas Ridean Tbk. Undang-Undang Pasar Modal/UUPM

    : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 8 Tahun 1995 tanggal 10-11-1995 (sepuluh November seribu sembilan ratus sembilan puluh lima) tentang Pasar Modal dan peraturan-peraturan pelaksanaannya.

    Wali Amanat : Berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi

    sebagaimana dimaksud dalam UUPM yang dalam hal ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, suatu perseroan terbatas terbuka, berkedudukan di Jakarta Pusat, para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan.

  • xiii

    RINGKASAN Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

    Perseroan berkedudukan di Jakarta Pusat dan didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation sebagaimana termaktub dalam akta Perseroan Terbatas PT Tunas Financindo Corporation No. 262 tanggal 17 Mei 1989 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman Republik Indonesia) sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-4868.HT.01.01.TH'89 tanggal 01 Juni 1989 serta telah didaftarkan di dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 1206/1989 tanggal 21 Juni 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.57, tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No.1369. Nama Perseroan mengalami perubahan menjadi PT Mandiri Tunas Finance pada tahun 2009 melalui akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Tunas Financindo Sarana No. 181 tanggal 26 Juni 2009, dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-40506.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 serta telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0053918.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009. Akta mana memuat pula anggaran dasar Perseroan yang telah disesuaikan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Anggaran dasar Perseroan kemudian mengalami beberapa kali perubahan sebagaimana dimuat dalam akta-akta, sebagai berikut: Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No. 31 tanggal

    13 April 2015 yang dibuat di hadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-0933690.AH.01.02.TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-3494516.AH.01.11.TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015;

    Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No. 23 tanggal 24 Februari 2016 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan bukti Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Angggaran Dasar PT Mandiri Tunas Finance No. AHU-AH.01.03-0032175 tanggal 17 Maret 2016 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0034268.AH.01.11.TAHUN 2016 tanggal 17 Maret 2016; dan

    Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No. 53 tanggal 29 Maret 2018 yang dibuat di hadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan bukti Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Anggaran Dasar PT Mandiri Tunas Finance No. AHU-AH.01.03-0137486 tanggal 06 April 2018 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0048600.AH.01.11.TAHUN 2018 tanggal 06 April 2018.

    Untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan telah memperoleh izin usaha sebagai lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1021/KMK.013/1989 Tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Tunas Financindo Corporation Sebagaimana Telah Diubah Terakhir Dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 19/KMK.017/2001, yang menyatakan pengesahan perubahan nama menjadi PT Mandiri Tunas Finance.

  • xiv

    KEGIATAN USAHA PERSEROAN Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No. 31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0933690.AH.01.02.TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-3494516.AH.01.11.TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, sebagai berikut: 1. Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan. 2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha,

    sebagai berikut: a. Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang

    diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun;

    b. Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun;

    c. Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan;

    d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan dari OJK. 3. Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada angka 2 tersebut di atas, Perseroan dapat melakukan

    sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

    Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.1021/KMK.013/1989 tanggal 07 September 1989 yang kemudian diperbaharui oleh Surat Keputusan No. 54/KMK.013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001 dan terakhir diubah dengan No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009. STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN Sesuai dengan akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Tunas Financindo Sarana No. 08 tanggal 06 Februari 2009, dibuat oleh Dr. A. Partomuan Pohan, S.H, LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan bukti Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan PT Tunas Financindo Sarana No. AHU-AH.01.10-01575 tanggal 11 Maret 2009 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0008560.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 11 Maret 2009, komposisi struktur permodalan pada saat Prospektus ini diterbitkan, sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp100,- per saham Persentase

    (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp)

    Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 Pemegang Saham: 1. Bank Mandiri 1.275.000.000 127.500.000.000 51,00 2. TURI 1.225.000.000 122.500.000.000 49,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.500.000.000 250.000.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 7.500.000.000 750.000.000.000

  • xv

    IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel-tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting dari Perseroan berdasarkan laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2018, 31 Desember 2017 dan 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016. Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2018, 31 Desember 2017 dan 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (KAP PSS), firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 9 November 2018 dengan opini audit tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 tidak diaudit dan tidak direviu, dan oleh karena itu, KAP PSS tidak menyatakan suatu opini audit maupun bentuk keyakinan lainnya atas laporan keuangan tersebut dan laporan diterbitkan sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 di Indonesia, dan Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan.

    (dalam jutaan Rupiah)

    Uraian

    30 Juni 2018

    Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

    2017 2016 Jumlah Aset 16.171.580 14.739.458 11.404.062 Jumlah Liabilitas 14.222.534 12.971.116 9.929.933 Jumlah Ekuitas 1.949.046 1.768.342 1.474.129 Pendapatan 1.529.206 2.738.364 2.449.269 Laba sebelum beban pajak 268.685 468.378 448.885 Laba Penghasilan Komprehensif

    Periode/Tahun Berjalan 215.728 327.750 332.171 Rasio

    Deskripsi 30 Juni 2018 31 Desember 2017 2016

    Rasio Pertumbuhan Total pendapatan 21,23% 11,80% 23,23% Laba tahun berjalan 72,11% 4,43% 9,26% Total asset 9,72% 29,25% 23,92% Total liabilitas 9,65% 30,63% 23,65% Total ekuitas 10,22% 19,96% 25,71% Rasio Usaha Laba sebelum beban pajak / pendapatan 17,57% 17,10% 18,33% Pendapatan / total aset 9,46% 18,58% 21,48% Laba tahun berjalan / pendapatan 13,11% 12,79% 13,69% Laba sebelum beban pajak/rata-rata aset 1,74% 3,58% 4,36% Laba tahun berjalan / rata-rata ekuitas 10,79% 21,60% 25,34% Laba tahun berjalan / rata-rata aset 1,30% 2,68% 3,25% Total liabilitas / total ekuitas (x) 7,29x 7,34x 6,74x Total liabilitas / total aset (x) 0,88x 0,88x 0,87x Piutang non performing* 0,90% 0,80% 1.49% Gearing ratio (x) 6,65x 6,72x 6,05x Rasio lancar (current ratio) 0,88x 1,02x 0,89x *) Tunggakan lebih dari 90 hari

  • xvi

    FAKTOR RISIKO A. Risiko Yang Berkaitan Dengan Usaha Perseroan

    Risiko utama Perseroan adalah risiko pembiayaan dimana konsumen tidak mampu untuk membayar kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan. Hal ini menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen, yang berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan. Sedangkan urutan risiko yang dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut : 1. Risiko pembiayaan 2. Risiko likuiditas 3. Risiko pasar 4. Risiko operasional 5. Risiko hukum 6. Risiko kepatuhan 7. Risiko reputasi 8. Risiko strategik B. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah: 1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan

    karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang. 2. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang

    pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.

    Penjelasan mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat dalam Bab VI Prospektus tentang Faktor Risiko. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan, sebagai berikut: 1. 50% untuk pelunasan seluruhnya (refinancing) pokok Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap

    I Tahun 2015 Seri A dimana refinancing tersebut tidak termasuk bunga; dan 2. 50% sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI Nama Obligasi : Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019

    Jumlah Pokok Obligasi : Sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah), yang terdiri dari: Obligasi Seri A : dengan jumlah pokok sebesar Rp800.000.000.000,-

    (delapan ratus miliar Rupiah). Obligasi Seri B : dengan jumlah pokok sebesar Rp200.000.000.000,-

    (dua ratus miliar Rupiah).

    Jangka Waktu : Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.

    Harga Penawaran : 100% dari nilai Pokok Obligasi.

    Tingkat Bunga Obligasi : Obligasi Seri A dengan tingkat bunga tetap 9,40% (sembilan koma empat

    nol persen) per tahun. Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap 9,75% (sembilan koma tujuh lima persen) per tahun.

  • xvii

    Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Bunga Obligasi dibayarkan setiap Triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 14 Maret 2019, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir akan dilakukan bersamaan dengan Pelunasan Pokok masing-masing seri Obligasi.

    Harga Penawaran : 100% dari nilai Pokok Obligasi.

    Satuan Pemesanan : Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.

    Satuan Pemindahbukuan : Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.

    Pembayaran Kupon Bunga : Triwulanan.

    Jaminan : Obligasi ini akan dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi yang pengikatannya dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal emisi. Apabila jumlah piutang performing kurang dari yang dipersyaratkan maka wajib dipenuhi dengan uang tunai sejumlah kekurangan nilai Jaminan tersebut yang ditempatkan pada rekening atas nama Perseroan pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perseroan.

    Penyisihan Dana : Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi.

    Pembelian Kembali : Pembelian kembali Obligasi dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari Pihak yang tidak terafiliasi. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai. Keterangan lebih lanjut mengenai Pembelian Kembali diuraikan dalam Bab I Prospektus perihal Keterangan Mengenai Obligasi.

    Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

  • xviii

    OBLIGASI YANG BELUM DILUNASI PERSEROAN

    No. Nama Obligasi Seri Jumlah

    Nominal Tingkat Bunga

    Jangka Waktu Peringkat

    Tanggal Efektif

    OJK

    Jatuh Tempo

    Jumlah Terhutang

    (Rp juta) (Rp juta)

    1

    PUB II Obligasi Mandiri Tunas

    Finance Tahap I Tahun 2015

    Dengan Tingkat Bunga Tetap

    A 500.000 10,20%

    36 (tiga puluh enam) bulan idAA

    11 Desember

    2015

    18 Desember

    2018 500.000

    B 100.000 10,80% 60 (enam

    puluh) bulan

    18 Desember

    2020 100.000

    2

    PUB II Obligasi Mandiri Tunas

    Finance Tahap II Tahun 2016

    Dengan Tingkat Bunga Tetap

    A 720.000 8,95%

    36 (tiga puluh enam) bulan

    idAA 11

    Desember 2015

    1 Juni 2019 720.000

    B 680.000 9,25% 60 (enam

    puluh) bulan

    1 Juni 2021 680.000

    3

    PUB III Obligasi Mandiri Tunas

    Finance Tahap I Tahun 2016

    Dengan Tingkat Bunga Tetap

    A 400.000 8,20%

    36 (tiga puluh enam) bulan

    idAA+

    29 September

    2016

    7 Oktober 2019 400.000

    B 100.000 8,55% 60 (enam

    puluh) bulan

    idAA+ 7 Oktober 2021 100.000

    4

    PUB III Obligasi Mandiri Tunas

    Finance Tahap II Tahun

    2017Dengan Tingkat Bunga

    Tetap

    A 610.000 8,50%

    36 (tiga puluh enam) bulan

    idAA+

    29 September

    2016

    6 Juni 2020 610.000

    B 240.000 8,85% 60 (enam

    puluh) bulan

    idAA+ 6 Juni 2022 240.000

    Total Obligasi Yang Masih Terhutang 3.350.000

  • 1

    I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP

    DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp3.000.000.000.000,- (TIGA TRILIUN RUPIAH)

    DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN:

    OBLIGASI BERKELANJUTAN IV MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2019 (OBLIGASI) DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR RP1.000.000.000.000,- (SATU TRILIUN RUPIAH)

    Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) Seri. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,40% (sembilan koma empat nol persen) per tahun

    berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp800.000.000.000,- (delapan ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A yaitu pada tanggal 8 Januari 2022.

    Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% (sembilan koma tujuh lima persen) per tahun berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah). Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B yaitu pada tanggal 8 Januari 2024.

    Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 April 2019 sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus pada saat jatuh tempo masing-masing seri Obligasi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

    Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.

    OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA Dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas

    surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo): idAA+

    (Double A plus) Hasil pemeringkatan di atas berlaku untuk periode 4 Oktober 2018 sampai dengan 1 Oktober 2019

    PT MANDIRI TUNAS FINANCE

    Kegiatan Usaha Utama : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, dan Pembiayaan Multiguna

    Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

    Kantor Pusat: Graha Mandiri Lt.3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta 10310

    Tel. (021) 230 5608; Fax. (021) 230 5618 Website : www.mtf.co.id

    E-mail : [email protected]

    Kantor Cabang: 102 (seratus dua) kantor cabang yang terletak di Agam, Banda Aceh, Batam, Bengkalis, Jambi, Medan (2 cabang), Muara Bungo, Padang, Pekanbaru (2 Cabang), Rantau Prapat, Rokan Hulu, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Bengkulu, Lampung Tengah, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu, Palembang (2 cabang), Pangkal Pinang, Tanggamus, Tulang Bawang, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Cibinong, Depok, Kebon Jeruk, Tanjung Duren,

  • 2

    Fatmawati, Matraman, Kelapa Gading, Kemayoran, Tangerang, Tangerang Sekatan, Cikegon, Pecenongan, Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Lebak, Pondok Gede, Serang, Cimone, Bandung (3 cabang), boor, Cirebon, Garut, Karawang, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kudus, Magelang, Pekalongan, Purwokerto, Semarang (2 cabang), Solo, Tegal, Yogyakarta, Denpasar, Banyuwangi, Gianyar, Gresik, Jember, Kediri, Kupang, Madiun, Malang, Mataram, Mojokerto, Surabaya (2 cabang), Tuban, Balikpapan, Banjar Baru, Banjarmasin, Bontang, Ketapang, Kotawaringin Timur, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Sintang, Tarakan, Ambon, Banggai, Gorontalo, jayapura, Kendari, Kotamobagu, Makassar (2 Cabang), Mamuju, Manado, Palu, Pare-Pare, Sorong dan 20 (dua puluh) kantor satelit yang terletak di Pasuruan, Pohuwato, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ilir, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Lampung Selatan, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja.

    RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KREDIT/PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN.

    NAMA OBLIGASI

    Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019

    JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO Perseroan menawarkan Obligasi dalam 2 (dua) Seri yaitu, Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.

    JENIS OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. JUMLAH POKOK OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) yang terdiri dari 2 (dua) Seri yaitu: Obligasi Seri A : Jumlah pokok sebesar Rp800.000.000.000,- (delapan ratus miliar Rupiah) Obligasi Seri B : Jumlah pokok sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi. HARGA PENAWARAN 100,00% (seratus persen) dari Jumlah Nominal Obligasi.

  • 3

    BUNGA OBLIGASI Tanggal-tanggal Pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:

    Bunga Ke Tanggal Pembayaran Bunga Seri A Seri B 1 a) 8 April 2019 b) 8 April 2019 2 c) 8 Juli 2019 d) 8 Juli 2019 3 e) 8 Oktober 2019 f) 8 Oktober 2019 4 g) 8 Januari 2020 h) 8 Januari 2020 5 i) 8 April 2020 j) 8 April 2020 6 k) 8 Juli 2020 l) 8 Juli 2020 7 m) 8 Oktober 2020 n) 8 Oktober 2020 8 o) 8 Januari 2021 p) 8 Januari 2021 9 q) 8 April 2021 r) 8 April 2021

    10 s) 8 Juli 2021 t) 8 Juli 2021 11 u) 8 Oktober 2021 v) 8 Oktober 2021 12 w) 8 Januari 2022 x) 8 Januari 2022 13 y) - z) 8 April 2022 14 ) - ) 8 Juli 2022 15 ) - aa) 8 Oktober 2022 16 bb) - cc) 8 Januari 2023 17 gg) - hh) 8 April 2023 18 ii) - jj) 8 Juli 2023 19 kk) - ll) 8 Oktober 2023 20 mm) - nn) 8 Januari 2024

    Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan akan dibayarkan setiap triwulanan (3 bulan). Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening KSEI pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya. SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta Rupiah) dan kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau Perjanjian yang ditandatangani oleh Perseroan dan Bursa Efek. JUMLAH MINIMUM PEMESANAN Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu satuan perdagangan sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. JATUH TEMPO OBLIGASI a. Jadwal Pelunasan Pokok Obligasi:

    Tanggal jatuh tempo Obligasi berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi masing-masing Seri Obligasi, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan, hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Perjanjian Perwaliamanatan, khususnya ketentuan Pasal 15.12. dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

    b. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal pembayaran pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.

  • 4

    c. Tata cara pembayaran Pokok Obligasi: 1) Obligasi harus dilunasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. 2) Pembayaran Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan oleh

    Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. 3) Pembayaran Pokok Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi

    melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Pokok Obligasi yang bersangkutan.

    Obligasi terdiri dari beberapa seri yang jatuh temponya berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Untuk Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan jatuh tempo pada

    tanggal 8 Januari 2022; b. Untuk Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi dan jatuh tempo pada

    tanggal 8 Januari 2024; Hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

    BUNGA OBLIGASI a. Sifat dan besarnya tingkat bunga:

    Tingkat Bunga Obligasi adalah tingkat bunga tetap, yang besarnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan.

    b. Jadwal dan periode pembayaran:

    Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Jadwal Pembayaran Bunga Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal 15.12. Perjanjian Perwaliamanatan.

    c. Penghitungan bunga:

    Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender.

    d. Tata cara pembayaran bunga: 1) Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya

    tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.

    2) Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening.

    3) Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran.

    4) Pembayaran Bunga Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.

  • 5

    HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI 1. HASIL PEMERINGKATAN Untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 7/POJK.04/2017 dan Peraturan Nomor IX.C.11, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo). Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No.RC-1011 /PEF-Dir/RC/X/2018 tanggal 5 Oktober 2018 Obligasi ini telah memperoleh peringkat:

    idAA+ (Double A Plus)

    Hasil Pemeringkatan ini berlaku untuk periode 4 Oktober 2018 sampai dengan 1 Oktober 2019. Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Pefindo, baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUPM. Sesuai dengan Peraturan No. IX.C.11, Perseroan wajib menyampaikan Peringkat Tahunan atas Obligasi kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi yang diterbitkan. 2. SKALA PEMERINGKATAN EFEK HUTANG JANGKA PANJANG Tabel di bawah ini menunjukkan urutan peringkat yang berlaku sampai dengan yang tertinggi, untuk memberikan gambaran tentang posisi peringkat Perseroan.

    Id AAA Efek hutang dengan peringkat id AAA merupakan efek hutang dengan peringkat tertinggi di Pefindo yang didukung oleh kemampuan Obligor yang superior relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan.

    Id AA Efek hutang dengan peringkat id AA memiliki kualitas kredit sedikit di bawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan Obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif dibanding entitas Indonesia lainnya.

    Id A Efek hutang dengan peringkat id A memiliki dukungan kemampuan Obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.

    Id BBB Efek hutang dengan peringkat id BBB didukung oleh kemampuan Obligor yang memadai relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun kemampuan tersebut dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan.

    Id BB Efek hutang dengan peringkat id BB menunjukkan dukungan kemampuan Obligor yang agak lemah relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, serta peka terhadap keadaan bisnis dan perekonomian yang tidak menentu dan merugikan.

    Id B Efek hutang dengan peringkat id B menunjukkan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun Obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya, namun adanya perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban finansialnya.

    Id CCC Efek hutang dengan peringkat id CCC menunjukkan efek hutang yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya, serta hanya bergantung pada perbaikan keadaan eksternal.

    Id D Efek hutang dengan peringkat id D menandakan efek hutang yang macet atau perseroannya sudah berhenti berusaha.

  • 6

    Sebagai tambahan, tanda tambah (+) atau kurang (-) dapat dicantumkan dengan peringkat mulai dari id AA hingga id CCC. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa suatu kategori peringkat lebih mendekati kategori peringkat diatasnya. Tanda kurang (-) menunjukkan suatu kategori peringkat lebih baik dari kategori peringkat di bawahnya, walaupun semakin mendekati. 3. PERTIMBANGAN (RATIONALE) DARI PEFINDO Faktor-faktor pendukung peringkat tersebut adalah: Anak perusahaan inti dari Bank Mandiri. PEFINDO memandang Perseroan sebagai anak perusahaan inti

    dari Bank Mandiri dan menjalankan peran penting sebagai unit pembiayaan konsumen yang membantu Bank Mandiri menyediakan layanan keuangan yang lengkap. Aset kelolaan bersih (net service assets/NSA) Perseroan terhadap total kredit Bank MandiriI berkontribusi sebesar 5,4% pada semester pertama tahun 2018, naik dari 5,2% pada tahun 2017, dan 4,8% pada tahun 2016. PEFINDO berpendapat jika terjadi kesulitan keuangan, Bank Mandiri memiliki kepentingan yang kuat untuk menjaga kesehatan keuangan Perseroan. Dukungan yang kuat tercermin dari keterkaitan reputasi yang dekat dengan penggunaan nama yang sama, penyediaan sumber pendanaan, dan kebijakan dividen yang moderat. Selain itu, Perseroan mengikuti kebijakan manajemen risiko yang sama dengan Bank Mandiri, yang meliputi standar underwriting, pemantauan kualitas aset dan kebijakan pencadangan. Sebagai bank komersial terbesar di Indonesia, dengan profil bisnis dan kinerja keuangan yang sangat kuat, PEFINDO memandang Bank Mandiri memiliki kemampuan dan komitmen yang kuat untuk memberikan dukungan kepada Perseroan. Pada semester pertama tahun 2018, total aset dan laba bersih Bank Mandiri masing-masing adalah Rp1.155,5 triliun dan Rp12,6 triliun.

    Posisi bisnis yang kuat. PEFINDO memproyeksikan posisi bisnis Perseroan tetap kuat dalam jangka pendek hingga menengah, didukung oleh jaringan yang luas dan sinergi yang kuat dengan Bank Mandiri melalui fasilitas pendanaan dan rujukan bisnis. PEFINDO memandang Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang stabil sebesar 8%-10% dalam jangka menengah. Pembiayaan baru Perseroan tercatat sebesar Rp22,2 triliun pada tahun 2017, naik 19,2% dari Rp18,6 triliun pada tahun 2016. Hingga akhir Juni 2018, total pembiayaan baru mencapai Rp13,4 triliun, atau sekitar 53% dari target 2018. Perseroan dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan mobil terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar sebesar 10,2% dari total penjualan mobil baru per semester pertama tahun 2018. PEFINDO juga memproyeksikan Perseroan dapat mempertahankan pangsa pasarnya dalam hal aset kelolaan bersih/NSA sebesar 6,5%-7,0% dari total industri pembiayaan. Pada semester pertama tahun 2018, NSA tercatat sebesar Rp40,4 triliun, setara dengan 6,8% pangsa pasar dalam industri pembiayaan.

    Fleksibilitas keuangan yang kuat. PEFINDO memproyeksikan likuiditas Perusahaan akan tetap kuat dalam jangka menengah, dengan mempertimbangkan fleksibilitas keuangan Perseroan yang kuat. Secara keseluruhan Perseroan dapat menyeimbangkan jatuh tempo aset dan kewajibannya serta efektif dalam mengelola kesenjangan likuiditas. Risiko likuiditas Perseroan dimitigasi oleh fleksibilitas keuangan yang kuat sebagai anak perusahaan Bank Mandiri untuk mengakses sumber pendanaan. Perseroan memiliki fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) dengan Bank Mandiri, yang menyumbang sekitar 65% dari total pendanaan. Sekitar 20% dari pendanaan berasal dari bank lain dan sisanya dari penerbitan obligasi dan ekuitas. Perseroan juga memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi off-shore sebagai sumber pendanaan tambahan.

    Profil kualitas aset yang baik. PEFINDO memandang bahwa Perseroan memiliki kinerja kualitas aset yang

    baik didukung oleh kebijakan kredit yang hati-hati, pemantauan kredit yang kuat, dan fokus pada debitur berisiko rendah. Rasio piutang bermasalah terhadap NSA (non performing receivables/NPR, tunggakan >30 hari) diperkirakan akan tetap di bawah 2,8% dalam waktu dekat hingga menengah. Rasio NPR Perseroan tercatat sebesar 2,6% pada semester pertama tahun 2018 dan 2,3% pada tahun 2017, lebih baik jika dibandingkan dengan perusahaan pembiayaan lain dalam database PEFINDO, dengan rata-rata rasio NPR di atas 3,0%. Rasio NPR di atas 90 hari Perseroan juga dikelola dengan baik di level 0,7% pada semester pertama tahun 2018 dan tahun 2017, lebih baik dari rata-rata industri sebesar 3,2% per semester pertama tahun 2018.

  • 7

    Faktor-faktor membatasi peringkat tersebut adalah:

    Tingkat profitabilitas yang moderat. Profil profitabilitas Perseroan diekspektasikan akan tetap moderat dalam jangka menengah, dengan rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income/CIR) di kisaran 45%-50% dan rasio return on average assets (ROAA, termasuk JF) sebesar 1,0% -1,3%. Profil profitabilitas yang moderat ini terutama disebabkan oleh fokus bisnis Perseroan pada debitur dengan risiko kredit rendah, dengan tingkat suku bunga pinjaman yang rendah. Akibatnya, Perseroan menghasilkan margin bunga bersih (net interest margin, pendapatan bunga bersih/rata-rata NSA) yang tipis di kisaran 2,9% -3,3% selama periode pemantauan, dan PEFINDO memproyeksikan ini akan berlanjut dalam waktu dekat. Rasio CIR tercatat sebesar 49,7% pada semester pertama tahun 2018 dan 46,5% pada tahun 2017, lebih tinggi dari rata-rata peers PEFINDO dengan rasio CIR di bawah 45%. Struktur biaya operasional Perseroan yang moderat mencerminkan ekspansi bisnis yang dilakukan saat ini, di mana Perseroan harus mempertahankan jaringan dan sumber daya manusia yang signifikan.

    Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Nomor: IX.C.11. JAMINAN Guna menjamin pembayaran dari seluruh jumlah uang yang oleh sebab apapun juga terhutang dan wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan akan memberikan Jaminan kepada Pemegang Obligasi. Jenis benda jaminan adalah jaminan fidusia berupa piutang performing untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, yang dibebankan dengan fidusia.

    Nilai benda Jaminan: a. Nilai Jaminan selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi, sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh

    persen) dari nilai Pokok Obligasi; b. Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan mempertahankan pada setiap saat nilai jaminan

    sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perseroan berkewajiban untuk menambah uang tunai sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, jika nilai jaminan fidusia berupa piutang performing kurang dari nilai sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

    c. Perseroan wajib melakukan penyetoran uang tunai sejumlah kekurangan nilai Jaminan tersebut selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kerja sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan dari Wali Amanat mengenai adanya kewajiban penyetoran uang tunai tersebut. Uang tunai tersebut ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perseroan. Uang tunai dalam rekening penampungan tersebut dapat ditempatkan dalam bentuk deposito atau instrumen bank lainnya yang disetujui oleh Wali Amanat. Pendapatan atas penempatan uang tunai tersebut menjadi milik Perseroan. Dalam hal nilai Jaminan tersebut telah kembali memenuhi 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka uang tunai yang ada dalam rekening penampungan tersebut menjadi hak Perseroan sepenuhnya.

    Status Kepemilikan : Piutang performing yang dijaminkan adalah piutang milik Perseroan. Pembebanan Jaminan Fidusia : Pembebanan Jaminan wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya UU Jaminan Fidusia. Pembebanan tersebut akan dilakukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, dan Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan menandatangani akta jaminan fidusia dalam waktu selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi. Wali Amanat dengan bantuan dari notaris berkewajiban mendaftarkan akta jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan fidusia tersebut dan Wali Amanat akan menyerahkan fotokopi bukti pendaftaran fidusia atas Jaminan tersebut dari notaris. Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh Wali Amanat setelah Perseroan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan guna dapat dilakukannya permohonan pendaftaran fidusia

  • 8

    tersebut dan terpenuhinya semua persyaratan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun Wali Amanat tidak bertanggung jawab apabila tidak diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi atas piutang performing yang dijaminkan adalah dengan preferen terhadap hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut : a. Pembatasan keuangan dan pembatasan-pembatasan lain terhadap Perseroan (debt covenants) sebagai

    berikut: 1)