METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

  • Published on
    23-Feb-2016

  • View
    84

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. Tsabit Azinar Ahmad, M.Pd . Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Penelitian dalam Arti Luas. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIFTsabit Azinar Ahmad, M.Pd.Program Studi Pendidikan SejarahFakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri Semarang1Penelitian dalam Arti LuasSegala proses manusia dalam mencari kebenaran melalui langkah-langkah tertentu dapat dipahami sebagai penelitian dalam pengertian yang lebih luas. Penelitian digunakan untuk mendapatkan pengetahuan Pada tahap ini, penelitian belum dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah, karena lebih banyak mengandalkan pada common sense dan cenderung kebetulan, trial and error, dan mengandalkan intuisi semata.2Penelitian dalam Arti KhususPenelitian sebagai upaya sistematis untuk mencari kebenaran ilmiah. Pengertian penelitian tidak lepas munculnya ilmu yang memiliki beberapa kriteria, seperti empiris, objektif, sistematis, bermetode, dan dapat dibuktikan kebenaranya. Penelitian secara khusus diartikan sebagai upaya pencarian kebenaran dengan menggunakan metode ilmiah yang mengandalkan rasionalitas dan data empiris yang didukung dengan teori dan fakta.3Pengertian-Pengertian PenelitianThe Advanced Learners Dictionary of Current English menyebutkan bahwa penelitian/research a careful investigation or inquiry specially through search for new facts in any branch of knowledge. Redman dan Mory (dalam Kothari, 2004) menjelaskan bahwa penelitian adalah systematized effort to gain new knowledge.

4Pengertian-Pengertian PenelitianClifford Woody dalam The Encyclopaedia of Social Sciences menyatakan bahwa research comprises defining and redefining problems, formulating hypothesis or suggested solutions; collecting, organising and evaluating data; making deductions and reaching conclusions; and at last carefully testing the conclusions to determine whether they fit the formulating hypothesis.

5Pengertian-Pengertian PenelitianD. Slesinger dan M. Stephenson dalam Encyclopaedia of Social Sciences juga mendefinisikan penelitian sebagai the manipulation of things, concepts or symbols for the purpose of generalising to extend, correct or verify knowledge, whether that knowledge aids in construction of theory or in the practice of an art. Kerlinger (dalam Dewanto, 2005) secara lebih terperinci menjelaskan bahwa penelitian is systematic, controlled, empirical, and critical investigation of hypothetical proportions about the presumed among nature phenomena.

6Pengertian-Pengertian PenelitianDari berbagai definisi yang telah diungkapkan, penelitian ilmiah pada dasarnya merupakan serangkaian cara ilmiah untuk memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah Katakteristik yang terdapat dalam penelitian ilmiah, yakni proses penelitian harus mendasarkan diri pada prinsip-prinsip dasar cara berpikir ilmiah, yakni rasional, empiris, dan sistematis.

7Karakteristik Proses PenelitianMenurut Tuckman dalam Idrus (2009) karakteristik proses penelitian adalah (1) sistematis, (2) logis, (3) empiris rasional, (4) bersifat reduktif, (5) bersifat replicable, (6) bersifat transmittable, (7) berencana dan sesuai konsep ilmiah.8Karakteristik Proses PenelitianSistematis. Penelitian merupakan proses ilmiah yang terstruktur, sehingga diperlukan aturan dan langkah tertentu untuk melaksanakannya. Logis. Penelitian harus bersifa logis pada setiap tahapan atau langkah-langkahnya, sehingga validitas penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Empiris rasional. Penelitian harus berkenaan dengan realita/dunia nyata yang dapat diterima oleh panca indera manusia. 9Karakteristik Proses PenelitianBersifat reduktif. Artinya dalam penelitian tedapat proses penyeleksian data yang akan digunakan sebagai pijakan dalam penyusunan deskripsi penelitian dan penarikan simpulan. Bersifat replicable. Penelitian ilmiah harus dapat diulangi oleh orang lain atau peneliti lain sebagai upaya untuk mengecek kebenarannya.

10Karakteristik Proses PenelitianBersifat transmittable. Artinya, penelitian harus mampu memecahkan masalah-masalah sehingga berguna bagi berbagai pihak yang memerlukan. Berencana dan sesuai konsep ilmiah. Berencana dimaknai sebagai proses yang telah dipikirkan terkait dengan langkah-langkah pelaksanaannya.

11Tujuan PenelitianMengembangkan pengetahuan terhadap sebuah fenomena atau untuk mendapatkan wawasan terhadap pengetahuan fenomena tesebut. Penelitian ini biasanya termasuk dalam exploratory atau formulative research.Untuk menjelaskan karakteristik dari individu tertentu, situasi, atau kelompok. Penelitian ini biasanya termasuk dalam penelitian deskriptif. Menemukan frekuensi atau keterkaitan satu hal dengan hal lain. Biasanya termasuk dalam penelitian diagnostik. Untuk mengetes hipotesis tentang hubungan sebab akibat antarvariabel. Biasanya termasuk dalam hypothesis-testing research.

12Jenis-Jenis PenelitianPenelitian menurut bidang keilmuannyanya, yakni: administrasi, sejarah, ekonomi teknologi, pendidikan, psikologi, dan sebagainya; Penelitian menurut tempatnya: laboratorium, lapangan; Penelitian menurut tujuan umumnya: eksploratif, pengembangan, dan verifikatif; 13Jenis-Jenis PenelitianPenelitian menurut pemakainya: penelitian murni dan penelitian terapan; Penelitian menurut tarafnya: penelitian deskriptif, penelitian inferensial; Penelitian menurut pendekatannya: penelitian cross sectional, longitudinal, dan eksperimen.

14Kualitatif VS KuantitatifSelain jenis penelitian di atas, ada pula penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Munculnya perbedaan antara keduanya dilatarbelakangi oleh paradigma dalam penelitian tersebut. Penelitian kuantitatif mengacu pada logika positivistik, dan cenderung untuk menguji generalisasi hipotesis-deduktif. Sementara, penelitian kualitatif meletakkan landasannya pada fenomenologi dan bersifat naturalistic yag secara induktif dan holistik dalam memahami pengalaman manusia pada konteks yang khusus.

15Perbedaan lima aksioma penelitian berdasarkan paradigm positivisme dan pascapositivismeAksiomaParadigma PositivismePascapositivismeJenis realitas (ontology)Hanya ada satu realitas yang ditangkap oleh indera, yang dipecah menjadi variabel-variabel. Penelitian dapat memusatkan pada realitas tersebut, sampai akhirnya dapat diprediksi dan dikendalikan.Ada banyak realitas yang terbentuk, yang hanya dapat dipelajari secara holistik. Hubungan antara peneliti dan yang ditelitiPeneliti dan subjek penelitiannya merupakan dualisme yang terpisah bebas. Selalu diusahakan agar tidak saling mempengaruhi untuk menjaga objektivitas hasil penelitian. Peneliti dan sasaran peneliti saling berinteraksi, dan keduanya tidak dapat dipisahkan. Hasil penelitian diwarnai pula oleh bentuk interaksi tersebut.16Perbedaan lima aksioma penelitian berdasarkan paradigm positivisme dan pascapositivismeAksiomaParadigma PositivismePascapositivismeKemungkinan generalisasiTujuan penelitian adalah untuk mengembangkan tubuh pengetahuan yang berlaku umum (nomothetic) dalam bentuk generalisasi, yaitu berupa pernyataan yang benar, dan bebas dari konteks dan waktu, tetap berlaku kapan saja, dimana saja.Tujuan penelitian adalah untuk mengembagnakan tubuh pengetahuan yang terikat pada kontks dan waktu (idiographic) dalam bentuk hipotesa kerja yang menyatakan kasus individualKemungkinan hubungan kausalSetiap aksi dapat dijelaskan sebagai seuatu hasil (dampak/pengaruh) dari suatu sebab yang nyata yang mendahului dampaknya, atau paling tidak secara bersamaan.Semua wujud adalah dalam keadaan saling membentuk secara stimultan, sehingga tidak mungkin memisahkan sebab dari akibat. Antara sebab dan akibat selalu berada dalam situasi interaktif, bahkan dalam hubungan linear. Keduanya saling berpengaruh dalam suatu konteks. 17Perbedaan lima aksioma penelitian berdasarkan paradigm positivisme dan pascapositivismeAksiomaParadigma PositivismePascapositivismePeran nilai dalam penelitian (aksiologi) Penilaian adalah bebas nilai dan dapat dijamin sedemikian rupa dengan hasilnya yang objektif, karena kekuatan dari metodologi objektif yang digunakannya.Penelitian adalah terikat nilai, paling tidak dalam lima cara:Penelitian dipengaruhi oleh nilai penelitinya seperti dalam pemilihan masalah dsb.Penelitihan dipengaruhi oleh pilihan paradigm yang embimbing pencarian fokus dan masalah Dipengaruhi oleh pilihan teori substantif yang digunakanDipengaruhi oleh nilai yang menyatu dalam konteksnyaPenelitian bisa sejalan atau konflik dengan nilai.18Perbedaan Paradigma Kualitatif dan KuantitatifParadigma KualitatifPadarigma KuantitatifMenganjurkan pemakaian metode kualitatifBersandar pada fenomenologis dan sebagaimana adanyaPerhatian tertuju pada pemahaman tingkah laku manuia dari sudut perilakuPengamatan bersifat alamiah dan tidak dikendalikanBersifat subjektifBertolak dari perspektif dalam individu atau subjek yang ditelitiPenelitian bersifat mendasar (grounded)

Menganjurkan pemakaian metode kuantitatifBersandar pada logika positivismeMencari fakta-fakta dan sebab-sebab gejala sosial dengan mengesampingkan keadaan individu-individuPengamatan ditandai dengan pengukuran yang dikendalikanBersifat objektifBertolBersifat tidak mendasarbertolak dari sudut pandangan dari luar19Perbedaan Paradigma Kualitatif dan KuantitatifParadigma KualitatifPadarigma KuantitatifDitujukan pada penemuan Menekankan pada perluasanBersifat deskriptif dan induktifBerorientasi pada prosesData bersifat mendala, kaya, dan nyataTidak dapat digeneralisasiStudi terhadap kasus tunggalRealitas yang bersifat dinamikBersifat holistic

Ditujukan pada pengujianMenekankan pada penegasanInferensial, deduktif-hipotesisBerorientasi pada hasilData dapat diulangDapat digeneralisasikanStudi atas banyak kasusRealitas yang bersifat stabilBersifat partikularistik20Perbedaan Penelitian Kualitaif dan KuantitatifAspekPenelitianKuantitatifKualitatifMasalah yang ditelitiMenekankan pada beberapa variabelMenekankan pada banyak aspek dari satu variable, jika mungkin dijadikan permasalahan yang diteliti lebih mendalamTujuanMenguji teori dan menegakkan fakta-faktaMengembangkan kepe

Recommended

View more >