9
Stensilan Tjap Tjoean 2000 TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 1 KUNJUNGAN MAMA KU “Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang” ? tanyaku sengit ketika Mama ku datang mengunjungiku di Bandung. “Mama sudah dapat pacar baru ya ? sampe enggak sempet datang ? Pokoknya aku enggak mau kalo Mama dapat Papa baru”. Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakarta hari Jum’at sore itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elus nya dan mama mengatakan minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakan kalau mama tetap sayang dengan ku, perasaan marahku pun jadi luluh. “Masak sih Mas (padahal namaku sebenarnya sih Pur…. Tapi mama selalu memangggilku Mas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama” ? “Mama terlalu sayang padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi”, katanya ter isak sambil menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan. Oh iya, sebelum aku melanjutkan ceritaku ini, ingin sebaiknya kuceritakan sedikit background keluargaku. Aku sekarang ini sedang kuliah di salah satu universitas di Bandung dan sudah semester 6, sedangkan Mama ku masih kerja di salah satu departemen di Jakarta dan usianya sekitar 40 tahunan. Sebetulnya, mamaku ini bukanlah ibu kandungku, tetapi dia adalah adik dari Ibuku. Hal inipun baru aku ketahui sejak aku mulai duduk di bangku SLTA. Cerita yang kutahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi. Waktu itu, katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikah selama 5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibuku dan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa. Jadi sekarang ini, aku sepertinya lebih sayang dengan mama ku di banding dengan Ibu kandungku sendiri. Maklum saja karena dari bayi aku sudah di asuhnya. Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV. “Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini mama cabutin”, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama. Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku, soalnya bisa sampai ngantuk. “Banyak betul sih Mas ubanmu ini ?” komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku. “Habis sih…..mama sudah lama enggak kesini…cumin ngurusin kerjaan melulu. ” “Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis ” Kami lalu diam tanpa berkata kata. “Mas……ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum ? ” tanya mama tiba2, sambil masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang. “Belum kok Ma…..masih dalam penjajakan”, sahutku. “Tuh…..kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau pacaran ” sahut mama dengan nada agak kesal. “Pokoknya, mama enggak mau lho kalau kamu mulai pacaran, apalagi masih sekolah bisa2 pelajaranmu jadi ketinggalan dan berarti kamu juga sudah enggak sayang lagu sama mama ”, tambahnya “Enggak kok Ma….aku masih sayang kok sama mama ” “Sudah selesai mas yang belakang, sekarang yang bagian depan” perintahnya. Lalu ku putar duduk ku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara kedua paha

Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 1

KUNJUNGAN MAMA KU

“Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang” ? tanyaku sengit ketika Mama

ku datang mengunjungiku di Bandung.

“Mama sudah dapat pacar baru ya ? sampe enggak sempet datang ? Pokoknya aku

enggak mau kalo Mama dapat Papa baru”.

Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakarta

hari Jum’at sore itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elus nya dan mama mengatakan

minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakan

kalau mama tetap sayang dengan ku, perasaan marahku pun jadi luluh.

“Masak sih Mas (padahal namaku sebenarnya sih Pur…. Tapi mama selalu memangggilku

Mas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama” ? “Mama terlalu sayang

padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi”, katanya ter isak sambil

menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan.

Oh iya, sebelum aku melanjutkan ceritaku ini, ingin sebaiknya kuceritakan sedikit

background keluargaku.

Aku sekarang ini sedang kuliah di salah satu universitas di Bandung dan sudah semester

6, sedangkan Mama ku masih kerja di salah satu departemen di Jakarta dan usianya

sekitar 40 tahunan. Sebetulnya, mamaku ini bukanlah ibu kandungku, tetapi dia adalah

adik dari Ibuku. Hal inipun baru aku ketahui sejak aku mulai duduk di bangku SLTA.

Cerita yang kutahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi.

Waktu itu, katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikah

selama 5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibuku

dan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa.

Jadi sekarang ini, aku sepertinya lebih sayang dengan mama ku di banding dengan Ibu

kandungku sendiri. Maklum saja karena dari bayi aku sudah di asuhnya.

Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV.

“Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini mama cabutin”, kata

mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja aku

bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TV

di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.

Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku, soalnya

bisa sampai ngantuk.

“Banyak betul sih Mas ubanmu ini ?” komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku.

“Habis sih…..mama sudah lama enggak kesini…cumin ngurusin kerjaan melulu. ”

“Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis ” Kami lalu diam tanpa

berkata kata.

“Mas……ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum ? ” tanya mama tiba2, sambil

masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang.

“Belum kok Ma…..masih dalam penjajakan”, sahutku.

“Tuh…..kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau pacaran ”

sahut mama dengan nada agak kesal.

“Pokoknya, mama enggak mau lho kalau kamu mulai pacaran, apalagi masih sekolah

bisa2 pelajaranmu jadi ketinggalan dan berarti kamu juga sudah enggak sayang lagu

sama mama ”, tambahnya

“Enggak kok Ma….aku masih sayang kok sama mama ”

“Sudah selesai mas yang belakang, sekarang yang bagian depan” perintahnya. Lalu ku

putar duduk ku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara kedua paha

Page 2: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 2

mamaku serta Mamapun langsung saja meneruskan mencabuti uban2 ku.

“Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar

atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama tiba2. “Atau kamu

sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama.

“Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih “? sambil kucubit paha mama yang

mulus dan putih bersih.

“Habis nya selama ini kan kamu enggak pernah cerita soal temen wanita kamu, Mas,

sahut mama.

“Aku ini masih laki2 tulen Mah…. Kalau mama enggak percaya, boleh deh dibuktiin atau

di test ke dokter“ tambahku sambil kuelus elus paha mama. Kata Mama, aku enggak

boleh acaran dulu, tambahku.

“Naaah….gitu dong mas……pacarannya nanti nanti saja deh Mas, kalau kamu sudah

lulus“.

“Tapi, kamu kan sudah dewasa, apa enggak kepingin meluk dan mencium lawan jenis

kamu “, tanyanya lagi.

“Kadang2 sih kepingin juga sih Ma, apalagi banyak teman2 ku yang sudah punya

pasangan masing2….tapi….ngapain sih Ma, kok nanya2 gituan ? “

“Ya….enggak apa apa sih, mama cuman pingin tahu saja “ sahut mama sambil tetap

mencari ubanku.

Karena aku duduk menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa kusadari mata

ku tertuju kebagian dada mama dan karena Mama ku hanya memakai baju tidur putih

yang tipis sekali, maka tetek dan puting susu nya secara transparan terlihat dengan

jelas.

“Mah…….. ngapain sih Mama pake baju tidur ini “?

“Lho….. memangnya kenapa mas dengan baju tidur mama ini ? emangnya kamu enggak

suka ya Mas ?” tanya mamaku, tanpa menghentikan kerjanya mencabuti ubanku.

“Emangnya Mama enggak malu ? …….. tuh kelihatan ? ” sambil kututul puting tetek

mama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju tidurnya dengan ujung jariku.

“Huuuusss”, teriak mama kaget. “Mama kirain kenapa ? wong enggak ada orang lain

saja kecuali kamu dan bibi dirumah ini. Lagipula mama kan enggak keluar rumah.

Memangnya kamu enggak suka ya Mas ? ” sahut mama menghentikan kerjanya dan

memandang mataku.

“Wah…..ya suka bangeet dong Mah…. Apalagi kalau boleh megang ? ” senyumku.

“Huussss….. ” sambil menjundul dahi ku. “wong kamu ini masih kecil saja ” tambahnya.

“Mah…. Aku ini sudah mahasiswa lho….. bukan anak TK lagi, masak sih aku masih kecil ?

kalo ngeliat sedikitkan enggak apa apa kan mah ?….. boleh kan Mah ? ” rengekku.

Mama tidak segera menjawab dan tetap saja meneruskan mencabuti ubanku seolah olah

enggak ada apa-apa.

Setelah kutunggu sebentar dan mama tidak menjawab atau melarangku, akhirnya

kuberanikan untuk menjulurkan tanganku kearah kancing baju tidurnya didekat

dadanya.

“Sebentar aja lho Mas ngelihatnya ” ujarnya tanpa menghalangi tanganku yang sudah

melepas 3 buah kancing bajunya.

“Aduh Mah…..putih betul sih tetek mama” komentarku sambil membuka baju tidurnya

sehingga tetek mamaku tersembul keluar. Aku enggak tahu ukurannya, tetapi yang pasti

tidak terlalu besar sehingga kelihatan tegang menantang serta berwarna merah gelap di

sekitar puting nya.

“Sudah ah Mas, tutup lagi sekarang ” katanya sambil tetap mencabuti ubanku.

“Lho…. Kok malah bengong, tutup dong Mas ? ” katanya lagi ketika kata kata mama

enggak aku ikutin dan tetap memandang kedua tetek mama yang kupandang begitu

indah.

“Bentar dong Mah….. aku belum puas nih Mah, melihat tetek mama yang begitu indah

ini. Boleh ya Mah pegang dikit ?”

“Tuh kan….. Mas ini sudah ngelunjak. Katanya tadi cuman mau ngelihat sebentar, eeeh

sekarang pingin pegang. ” sahut Mama sambil tetap melanjutkan mencabut ubanku.

Page 3: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 3

“Sebentar aja lho ” sahutnya tiba2 ketika melihatku hanya bengong aja mengagumi

tetek mama.

Setelah Mama mengizinkan dan dengan penuh keraguan serta tanpa berani melihat

wajah Mama, segera saja kuremas pelan kedua tetek mama dengan kedua telapak

tanganku.

Aahh….sungguh terasa halus dan kenyal tetek mama, gumanku dalam hati. Lalu kedua

tetek mama ku elus2 dan ku remas2 dengan kedua tanganku.

Karena asyiknya meremasi tetek mama, baru aku sadar kalau tangan mama sudah tidak

lagi mencabuti ubanku lagi di kepalaku dan setelah kulirik, ternyata mama telah

bersandar di sofa dengan mata tertutup rapat, mungkin sedang menikmati nikmatnya

remasan tangan ku di tetek nya.

Melihat mamaku hanya diam saja dan memejamkan matanya, lalu timbul keberanianku

dan segera saja kumajukan wajahku mendekati tetek kirinya dan mulai kujilat puting

teteknya dengan ujung lidahku.

Setelah beberapa kali teteknya kuremas dan tetek satunya kujilati, kudengar desahan

mama sangat pelan ssshhh….ssssshhhh….aaaahh…..maaaass….suuuu…daaaahh .

Desahan ini walaupun hampir tidak terdengar membuat ku semakin berani dan jilatan di

puting teteknya dan kuselingi dengan hisapan halus serta remasan di tetek mama

sebelah kanan pun kuselingi dengan elusan elusan lembut.

Tiba2 saja terdengar bunyi “kling” di lantai dan itu mungkin cabutan ubanku yang sudah

terlepas dari tangan mama, karena bersamaan dengan itu, terasa kedua tangan mama

sudah meremas remas rambutku dan kepalaku di tekannya kearah badannya sehingga

kepalaku sudah menempel rapat di tetek mama dan nafasku pun sedikit tersengal.

Desahan dari mulut mamaku pun semakin keras ssssshhh….. ooooohh… aaaaahhh ……..

maaaaaassss….

Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan

kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan tangan

kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan mama

terdengar semakin kuat dengan nafas cepat.

Maaasss…..aaaaahhh….maaaaass……sssshh…..…aaaaahhh…. ooooohh… Maaaaaas….,

desah mama dengan keras dan tubuhnya meliuk liuk, seraya mendekap kepalaku sangat

kuat sehingga wajahku tenggelam kedalam teteknya.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh……teriaknya dan diakhiri dengan nafasnya yang cepat dan ter

sengal sengal.

“Maaas, mama lemes sekali ”, kata mama dengan suara yang hampir tidak terdengar

dengan nafasnya yang masih tersengal sengal. “Maass… tooloong bawa mama ke

kamar”, tambahnya dengan nafasnya yang masih cepat.

“Ayoooo Maas….cepat bawa mama ke kamar ” katanya lagi dan tanpa berfikir panjang

akhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya dan dengan hati2 ku

tidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata mama masih tetap merem tapi

nafasnya yang cepat sudah sedikit mereda.

Aku enggak tahu harus berbuat apa, jadi aku hanya tiduran saja disamping mama

sambil ku elus elus dahi yang berkeringat dan rambutnya serta pandanganku tidak

pernah lepas dari wajah mama karena takut terjadi apa2, tapi sering juga mataku

tertuju ke tetek mama yang menyembul keluar dari baju tidurnya yang terbuka. Nafas

mama makin lama semakin teratur.

Tak lama kemudian mata mama mulai terbuka pelan2 dan ketika melihatku ada

disampingnya, mama tersenyum manis sambil tangannya dieluskan ke wajahku.

“Kenapa Mah……. Aku sampai takut ” kataku sambil kuciumi tangan yang sedang

memegang wajahku.

“Mama lemes sekali sayang….. kaki mama gemetaran, tolong kamu pijitin mama ”

perintahnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Tanpa membantah, segera saja aku berpindah ke dekat kaki mama dan ketika kedua

Page 4: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 4

kakinya di geser kearah berlawanan, lalu kutempatkan dudukku diantara kedua paha

mama yang sudah terbuka lebar. Kulihat mama sudah menutup matanya kembali.

Penisku yang tadi sudah tidur karena rasa takut, kembali mulai bangun ketika baju tidur

mama yang tersingkap dan cd nya terlihat jelas. Benar-benar merupakan pemandangan

yang sangat indah, pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu membuat jantungku

serasa mau copot.

Karena enggak pernah tahu bagaimana caranya memijat, akhirnya kedua tanganku

kuletakkan di kedua paha mama dan ku pijit2 dari bawah ke atas. Aku enggak tahu,

apakah pijitanku itu enak apa tidak, tetapi kelihatannya mama tetap memejamkan

matanya tanpa ada protes. Demikian juga ketika kedua tanganku kosodokan di cd nya

beberapa kali, mama pun tetap diam saja.

Memang godaan syahwat bisa mengalahkan segalanya. Penisku pun sudah begitu

tegang sehingga kugunakan salah satu tanganku untuk membetulkan arahnya keatas

agar tidak terasa sakit.

“Mah…..celana mama mengganggu nih…. aku buka saja ya mah ? ” tanyaku minta izin

sambil memandang ke arah nya.

Mama enggak segera menjawab, tapi kuperhatikan mama mengangguk sedikit.

Tanpa berlama lama walaupun aku masih ragu, segera kutarik turun cd nya dan ketika

bagian bawah pantat mama sulit kutarik, mama malah membantunya dengan

mengangkat badannya sedikit sehingga cd nya dengan mudah kupelas dari kedua

kakinya. Lalu sekalian saja kulepas beberapa kancing baju tidur nya yang tersisa dengan

salah satu tanganku dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang melekat di

tubuhku.

Sambil kembali kupijati paha mama, mataku enggak lepas memandang memek mama

yang baru pertama kali ini kulihat. Bulu jembutnya terlihat hanya beberapa lembar

sehingga bentuk memeknya terlihat dengan jelas dan dari celah bibirnya kulihat sudah

ber air. Detak jantungku menjadi kian kencang terpacu melihat bagian-bagian indah

milik mamaku.

Karena enggak tahan cuma memelototi lubang kenikmatan mama, lalu ku selonjorkan

badanku kebelakang sehingga wajahku pun sudah berada tepat diatas memek mama

tapi tanganku pun masih memijati pahanya walaupun itu hanya berupa elusan elusan

barangkali.

Awalnya sih aku hanya mencoba membaui memek mama dengan hidungku. Ah, ada bau

yang meruap asing di hidungku, segar dan membuatku tambah terangsang. Eeeh….

Kuperhatikan mama tetap tenang saja, walaupun nafas nya sudah lebih cepat dari

biasanya.

Ketika lidahku mulai kumainkan dengan menjilat di seputar belahan bibir memek nya

yang sudah terlihat basah dari tadi dan terasa asin tapi enak, pinggul mama tergelinjang

keras sehingga hidungku basah terkena cairan mama.

“Aduuuuh…Mas…” teriak mama tiba2 dengan suara serak dan tersendat sendat diantara

nafasnya yang sudah memburu. Mama kembali diam dan aku artikan mama setuju saja

dengan apa yang aku lakukan dan walaupun kedua tangannya memegangi kepalaku.

Tanpa minta izin, segera saja jari-jariku kugunakan untuk membuka bibir vagina dan

memainkan bibir vagina serta daging kecil yang sudah menyembul dari sela-sela bibir

vaginanya. “Aduuuuuh…….aaaaaah…..aaahhh ..maaaaas…”, kudengar desahan mama

agak keras.

Dapat kurasakan cairan lendirnya yang sudah semakin membasahi vagina mama yang

indah itu. Betapa nikmat rasanya, apalagi dengan desahan mama yang semakin lama

semakin keras, membuatku semakin bersemangat dan mulai kujilati, kuendus dan

kumasukkan hidungku kedalam vaginanya serta kumainkan lidahku di lobang memek

mama.

Mungkin karena keenakan, desahan mama sudah menjadi erangan yang keras dan

Page 5: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 5

rambut kepalaku pun sudah diremas remas mama seraya di tekan tekannya kepalaku

dan pantatnya pun digoyangnya naik turun sehingga seluruh wajahku terasa basah

semua terkena cairan yang keluar dari memek mama. Aku terus saja memainkan

lidahku tetapi tidak berapa lama kemudian bisa kurasakan goyangan tubuh mama

semakin cepat dan nafasnya pun sudah terdengar cepat dan keras sekali. Tubuh mama

mengejang dan akhirnya dia mendesah keras

maaaas…..addduuuuh….aaaaaah…..maaas…sssssssh…. teee..ruuuuusss..maaas, sambil

kepalaku ditekannya dalam dalam kearah memeknya. Lalu mama terkapar melepas

tangan nya dari kepalaku dengan nafas ngos2an yang cepat dan aku yakin sekali kalau

mama sudah mencapai orgasmenya lagi.

Tanpa disuruh aku segera naik dan tiduran miring menghadapnya disamping mama yang

terlentang dengan nafasnya yang masih cepat.

“Aduuuh…maaas, kamu nakal sekali ya ? kamu bikin mama jadi keenakan sampe lemes

sekali ” katanya setelah nafasnya agak normal sambil memencet hidungku.

“Mah….. booo leeeh enggak aaaa kuuuu ? ” tanyaku tapi enggak berani meneruskan

kalimatnya, sambil ku usap2 dahi mama yang masih berkerigat. Mudah2an saja mama

mengerti maksudku itu, soalnya penisku sudah tegang sekali.

“jangan ya sayang…..” jawab mama seraya mengecup pipiku dan jawaban itu tentu saja

membuatku menjadi sedikit kecewa.

Mungkin mama melihat perubahan wajahku dan karena merasa kasihan, lalu katanya…..

“Mas, boleh deh….tapi hanya digesek gesekin saja ya di luar ?”. Mendengar jawaban itu,

membuat hatiku agak lega, yah….dari pada enggak boleh sama sekali, padahal rasa

kepinginku sudah sampe diujung.

“Sini sayang……naiklah”, lanjut nya sambil meraih tubuhku untuk naik di atas tubuh

mama dan dari rasa sentuhan dikakiku, terasa mama juga sudah membuka ke dua

pahanya, tapi tidak terlalu lebar.

Tanpa berkata kata, lalu kunaiki tubuh mama dengan penisku yang sudah siap tempur

dengan kepalanya yang mengkilap tegang. Tangan mama sudah memegangi penisku

dan mengarahkan batang kemaluanku ke memeknya. Lalu, penisku yang sedang

dipegangnya di gesek2an keatas dan kebawah secara perlahan lahan di memeknya yang

memang sudah licin dan kupergunakan kesempatan ini untuk menjilati leher mama.

Aku pun harus bersabar sedikit dan menunggu agar nafsu mama naik kembali karena

sentuhan penisku dimemeknya dan jilatan2 ku di lehernya. Sesekali kuperhatikan wajah

mama dan kulihat mama sedang memejamkan kedua matanya yang mungkin sedang

menikmati gesekan2 penisku di memeknya.

Suatu ketika, mama menghentikan gerakan tangannya dan melepaskan pegangan

tangannya di penisku.

Kedua tangan mama lalu memegangi kepalaku dan melepaskanku dari dadanya yang

sedang kujilati serta memandangku dengan mata sayu.

“Gimana….. sayang….? Enak enggak ?” tanyanya.

“Ya enak dong maaaah……tapiiiiiiii…..” jawabku di telinganya tanpa berani meneruskan.

“Tapi…..kenapa Maaas ?’ Tanya mama pura2 enggak mengerti kata2ku tadi.

“Boo….. leh ya maaaah dimasukin ”? jawabku agak gugup didekat telinganya lagi.

Belum sampai kata2 yang aku ucapkan itu selesai, terasa ibu telah berusaha

merenggangkan ke dua kakinya pelan2 lebih lebar lagi dan kulihat ibu tidak berusaha

menjawab, tapi malah terus menutup matanya.

Dengan tanpa melihat, karena aku sibuk menjilati telinga dan leher mama dan kedua

tangan mama hanya dipelukannya di punggungku, kutekan pantatku sedikit dan mama

lalu menggeser pantatnya sedikit saat penisku sudah menempel di memeknya,

sepertinya mama yang memang sudah lebih berpengalaman, sedang berusaha

menempatkan lobang memeknya agar penisku mudah memasukinya.

Ketika mama sudah tidak menggerakkan tubuhnya lagi, pelan2 kutekan penisku ke

memek mama, tetapi sepertinya kepala penisku terganjal dan tidak mudah masuk atau

mungkin salah tempat, walau aku tahu memek ibu sudah basah sekali dari tadi.

Tetapi ketika kuperhatikan wajah mama yang lagi merem itu, sepertinya mama agak

menyeringai, mungkin sedang menahan rasa sakit sewaktu penislku kutekan ke

Page 6: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 6

memeknya.. “peel.. laaan.. pelaaan…sayyyy….aaang, saaa...kiiitt, mama sudah lama

enggak pernah lagi”, kudengar bisik mama didekat telingaku. Karena kasihan

mendengar suara mama yang kesakitan, segera saja kuangkat pelan2 penisku tetapi

tangan mama yang dari tadi ada di punggungku sepertinya berusaha menahannya.

“Nggggak…aaapp….paa aapa….Maaas” terdengar bisik mama lagi. Aku nggak menjawab

apa2, tetapi kemudian terasa tangan mama sepertinya menekan pantatku, mungkin

menyuruhku untuk mencoba memasukan penisku, lalu kutusukkan lagi saja penisku

pelan2 ke memek mama dan …..ssssrreeeeeeeet….,., terasa kepala penisku seperti

menguak sesuatu yang tadinya tertutup rapat dan langsung saja kuhentikan tusukan

penisku ke memek mama, karena terlihat mama menyeringai menahan sakit dan

terdengar lagi mama merintih “….Aduuuuhh…….maaaaas…..” sambil kedua tangannya

menahan punggungku sedikit dan kembali tekanan pantatku kebawah segera

kuhentikan. Aku jadi kasihan melihat wajah mama selalu menyeringai seperti kesakitan.

Tetapi beberapa saat kemudian, “teken lagi maas….tapi pelan pelan ya… “ sambil kedua

tangan mama menekan pantatku pelan2, langsung saja aku mengikuti tekanan tangan

dipantatku menekan pelan2 dan tiba2 ….. sssrrrrreeett….bleesss….., terasa kepala

penisku masuk ke memek mama. “...Maaaaasss....” teriak mama pelan bersamaan

dengan masuknya kepala penisku.

“Sudah… maaass…..suuuuukk….saaa…. yaang...”, lanjutnya sambil melepas nafas

panjang tapi tangan mama malah menahan tekanan pantatku.

Aku diamkan sebentar pergerakan penisku sambil menunggu reaksi mama, tetapi dalam

keadaan diam seperti ini, aku merasa penisku sedang terhisap kuat di dalam memek

mama dan tanpa kusadari terucap dari

mulutku…..”Maaah…...maaah…...terr….uuusss….Maaah…e naaaaak.

Saking enaknya, aku sudah nggak memperhatikan tangan atau wajah mama lagi, lalu

kegerakkan pantatku naik turun pelan2 dan mamapun mengimbanginya dengan

mengerakkan pantatnya seperti berputar-putar. Maaasss..teer…...ruuus.

maaas..enaaakk..aduuuhhh...enakkk..maaaas.., kudengar kata2 mama terbata-bata dan

kubungkam bibir mama dengan mulutku sambil lidahku kuputar didalam mulutnya, serta

kedua tanganku kucengkeram kuat diwajah mama..

Sedang kan kedua tangan mama masih tetap di posisi pantatku dan menekan pantatku

apabila pantatku lagi naik. Goyangan dan gerakan aku dan mama semakin cepat dan

kudengar bunyi.crreeettt...creeettt..creeetttt.secara teratur sesuai dengan gerakan naik-

turunnya pantatku serta bunyi suara mama ....hhmmm...aaaahhhh.. aaahhh....yang

nggak keluar karena bibirnya tertutup bibirku.

Tiba2 saja mama menghentikan gerakan tubuhnya dan mengatakan “berhenti sebenar

sayaaaang ”.

“Kenapa Ma ? ”

“Maasss…toloong cabut punyamu. duluuu, mama mau mengelap punya mama supaya

agak kering sedikit, biar kita sama sama enak nantinya”, katanya.

Bener juga kata Mama, kataku dalam hati, tadi memek Mama terasa sangat basah

sekali. Lalu pelan2 kontolku kucabut keluar dari Memek Mama dan kuambil handuk kecil

yang ada di tempat tidur sambil kukatakan “Maaam, biar aku saja deh yang

ngelap..boleeehkan … Maaam ” ? “Terserah ….kamuuu…..deh…maasss”, jawab Mama

pendek sambil membuka kedua kakinya lebar2 dan aku merangkak mendekati memek

Mama dan setelah dekat dengan memek Mama, lalu kukatakan... “aku. bersihkan.

sekarang.yaaaa..maaaaa” ? dan kedengar Mama hanya menjawab pendek ….

“boleeeh.sayaaaang ”. Lalu kupegang dan kubuka bibir memek Mama dan..kutundukkan

kepalaku ke memeknya lalu ku jilat jilat itil dan belahan memek mama dan pantat Mama

tergelinjang keras mungkin karena kaget sambil berseru.. “Maaas ….. kamuuu..

nakaaaal . ...yaaaaa”. Tanpa menjawab, aku teruskan isapan dan jilatan di semua

bagian memek Mama dan membuat Mama menggerak gerakkan terus pantatnya dan

kedua tangannya kembali menekan kepalaku. Beberapa saat kemudian, terasa kepalaku

seperti ditarik Mama sambil berkata, “Maas...sudaaaah..sayaaaaang...mama nggak

tahaaaaaan…. Kalau kamu gituin terus…..sini..yaaaang”. Lalu kuikuti tarikan tangan

Page 7: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 7

Mama dan aku langsung naik diatas badan Mama dan setelah itu kudengar mama seperti

berbisik di telngaku…. “mas,...masukiiiin..lagi..

punyamu..sayaaang…mama.sudah.nggaaak.tahaaaaan..ya aang” dan tanpa membuang-

buang waktu, kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh diatas pundakku sambil ingin

mempraktekkan seperti apa yang kulihat di blue film yang sering kulihat dan sambil

kupegang batang kontolku, kuarahkan ke memek Mama yang bibirnya terbuka lebar lalu

kutusukkan pelan2, sedangkan mama dengan menutup matanya seperti pasrah saja

dengan apa yang kuperbuat. Karena memek Mama masih tetap basah dan apalagi baru

ku jilat dan kuisap-isap, membuat memek mama semakin basah sehingga sodokan

kontolku dapat dengan mudah memasuki lobang memek Mama.

Mama mulai meggerakkan pantatnya naik turun mengikuti gerakan kontolku yang keluar

masuk memeknya.

“Mas….terus teken yang kuat ” desah mama dan tanpa perintah kedua kalinya, akupun

menggenjot memeknya lebih kuat sehingga terdengar

bunyi…crroooooot…..crroooottt…croooott, mungkin akibat memek mamaku yang sudah

basah sekali. “Ayyooo….maaasss ” serunya lagi dengan nafasnya yang sudah tersengal

sengal.

“Maas…turunkan kaki mama ” mintanya dan sambil kontolku masih kusodok sodokkan

kedalam memek mama, satu persatu kakinya ku turunkan dari bahuku dan akupun

sudah menempel tubuh mama serta mama mulai menciumi seluruh wajahku sampai

basah semua..

Nggak lama kemudian gerakan pantat mama yang berputar itu semakin cepat dan

kedua tangannya mencengkeram kuat2 di pantatku dan...tiba2 mama melepas

ciumanku serta berkata tersendat sendat agak keras….. Maaaaassss….. mama….. haam..

piirr…..maaaas... aa... yyoooo ..maass….cepppaaaat.., moment ini nggak kusia siakan,

karena aku sudah nggak kuat menahan desakan pejuku yang akan keluar….

Ayyooo…maaaah……aduuuh..maaah..., sambil kutekan kontolku kuat2 kedalam memek

mama dan kurasakan cengkeraman kuat kedua tangan mama di pantatku makin keras

dan agak sakit seakan ada kukunya yang menusuk pantatku.

Kuperhatikan mama dengan nafas yang masih ter engah2 terdiam lemas seperti tanpa

tenaga dan kedua tangannya walau terkulai tapi masih dalam posisi memelukku,

sedangkan posisiku yang masih diatas tubuh mama dengan kontolku masih menancap

semuanya didalam memeknya.

Karena mama hanya diam saja tapi nafasnya mulai agar teratur, aku berpikir mama

mau istirahat atau langsung tidur, lalu kuangkat pantatku pelan2 untuk mencabut

kontolku yang masih ada di dalam memek mama, eeehh...nggak tahunya mama dengan

kedua tangannya yang mash tetap di punggungku dan memiringkan badannya sehingga

aku tergeletak disampingnya lalu dengan matanya masih terpejam dia berguman

pelan...Maaas...bii.aarkan..mas….biarkan punyamu itu dida..laaamm...sebentar.

rasanya..enak.ada yang mengganjel didalam...sambil mencium bibirku mesra sekali

dan...kami terus ketiduran sambil berpelukan.

Entah berapa lama aku sudah tertidur dan akhirnya aku terbangun karena aku

merasakan ada sesuatu yang menghisap hisap kontolku. Ketika kulihat jam diding,

kulihat sudah jam 5 pagi dan kulihat pula mamaku sudah berada di bagian bawah lagi

asyik mengulum dan mengocok ngocok kontolku. Aku pura2 masih tidur sambil

menikmati kuluman mulut mama di kontolku. Mama mengulum kontolku dan

memainkan dengan lidahnya, aku terasa geli.

Sambil mengulum, terasa kelembutan jari jemari mama mengusap dan membelai

batang kontolku. Diusap dan diurutnya keatas dan kebawah. Terasa mau tercabut

batang kontolku diperlakukan seperti itu. Aku hanya mendesis geli sambil

mendongakkan kepala menahan nikmat yang luar biasa.

Setelah itu, giliran pangkal paha kananku diselusurinya. Lidah mama mengusap-usap

pangkal pahaku, terus menyusur ke paha dan terus naik lagi ke buah zakar, ke batang

Page 8: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 8

kontolku, ke kepala kontolku, enuaaaknyaa.

Tetapi lama lama tidak tahan juga sehingga mau tak mau pantanku pun mulai

kugerakkan naik turun dan yang membuat mama nengok kearahku dan melepas

kuluman di kontolku tapi tetap masih memeganginya.

“Sudah bangun saayaaang. ” katanya dengan suara lembut.

“Teruuus…maaah…enaaaaakk… ”, kataku dan kembali mamaku mengulum kontolku

sehingga terlihat kontolku keluar masuk mulut mama. Setelah beberapa lama kontolku

dikulumn dan mengurut batang kontolku, tiba tiba saja mama lalu melepas kontolku.

Kini, lidah mama sudah naik menyusuri perutku, menjilat-jilat pusarku, terus naik lagi ke

dada kanan, melumuri puting susu kananku dengan air liur yang hangat, lalu ke leher,

dan akhirnya ke mulutku.

Lidah mama ketika memasuki mulutku, kugigit sedikit dengan gemasssss... Tiba-tiba,

aduuhhhh...aku merasa batang kemaluanku memasuki jepitan daging hangat, kenyal

dan berlendir....memek mama. Rupanya saat mulutku asyik menikmati lidahnya, mama

menyodokkan vaginanya ke kontolku yang memang sudah tegang sekali. Tanpa

mengeluarkan lidahnya dari mulutku, mama mulai menekan pantatnya ke bawah.

Blesssss.... kontolku menerobos masuk kedalam memek mama. Hangat rasanya.

Mama terus melakukan gerakan memompa …. aduhhhhh batang kontolku merasakan

elusan dan remasan dinding memek mama.. Akupun menggelepar sehingga lidah mama

keluar dari mulutku. Tapi lidah mama terus mengejar mulutku, sehingga bisa kembali

masuk ke dalam mulutku. Sementara pantatnya tetap memompa dan tedengar bunyia

….crooot..croott….croott. “Aduhhhh …….enaaaknya ” Seruku tanpa sadar.

“Enaaak….sayaaaaang ”, Tanya mama.

“Teee…rruuuuss…maaaaah …… enaak sekali”

Tiba-tiba saja mama melepaskan mulutnya dari mulutku. Lalu tangan mama diletakkan

dan bertumpu di dadaku, serta mulai naik turun memmompa dan memutar-mutar

pantatnya. Serrrr…..serrr….seeeeerr…. batang kontolkupun serasa ikut terputar seirama

dengan putaran pantat mama. “Addduuuuuuhhhh…. maaaaah, aku nggak tahaannn

nih.... ” desisku.

Mama kelihatannya tidak ambil pusing dengan rintihanku, dia tetap memutar,

memompa, memutar, memompa pantatnya, tapi nafasnya pun sudah begitu cepat.

Tetek mama yang ada dihadapanku pun juga ikut tergoyang-goyang seirama dengan

gerakkan tubuhnya dan kuremas remas keduanya dengan tanganku.

Sekitar beberapa menit aku terombang-ambing dalam kenikmatan yang luar biasa,

sampai akhirnya ketika ibu mulai mengubah posisi dengan membalik tubuhku sehingga

aku sekarang sudah berada diatas tubuh mama dan nafas mama kuperhatikan sudah

begitu cepat.

“Maaaas….ceeepaaaat….teken yang ku…aaaaat maaass…”, perintahnya sambil memeluk

punggungku erat erat serta menggerakkan pinggulnya naik turun dengan cepat sehingga

membuat kontolku terasa sedikit ngilu.

“Ceee….paaaat….maaaas ” serunya lagi dengan nada suara yang cukup keras seraya

tangannya mendekap punggungku kuat2. Mingkin mama sudah mendekati orgasme nya

barangkali, padahal akupun sudah hampir tidak kuat menahan air maniku agar tidak

keluar.

“Ini…maaaah….ini…tahan yaaa maaah ”sahutku seraya kugenjot memek mama kuat2

beberapa kali.

“Ter..rrruss..saaa…yang…terruuuus. ”katanya lagi dengan gerakan pinggulnya semakin

liar saja.

“Maaah…maaaaaaah….aku gaaaaak…tahaaaaan lagiiiiiii…. ”teriakku kuat2 dan kutekan

kontolku lebih kuat lagi kedalam memek mama dan crreeet……creeet….creeet…….air

maniku akhirnya jebol dan menyemprot kuat kedalam memek mama dan mungkin

setelah menerima semprotan air maniku akhir nya mama pun berteriak

“Maaaaassss………mama……juuuu…gaaaaaaaa”, teriaknya sambil merangkulkan kedua

kakinya kuat2 dipunggungku dan cengkeraman tangannya pun membuat punggungku

terasa sakit.

Akupun akhirnya menjatuhkan tubuh ku disamping mama dan sama2 terengah engah

Page 9: Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Stensilan Tjap Tjoean 2000

TJAP-TJOEAN : [email protected] Page 9

kecapaian.

Setelah nafas kami mulai teratur, sambil memelukku mama berkata serasa berbisik

dekat telingaku.

“Enaaak..maaaaaasss ?”

“Enaaak sekali maaaah… ”.

“Maasss….jangan sampai ada yang tahu soal ini yaaaa ? Kamu kan bisa jaga rahasia kita

ya ”kata mama.

“Iya maaah…. ”

“Dan satu lagi….. ”, kata mama sambil memandangku tajam.

“Apa itu Maaah…. ”

“Yang ini punya mama……jangan kamu kasihkan orang lain ya ? ”katanya seraya

mencengkeram kontolku yang lagi tidur kecapean dan mengelus elusnya.

“Janji ya.. saaaa…yang…. ”Tambahnya lagi.

“Asal ini semua juga buat saya ya Maaah. ”sahutku sambil kuremas memek mama dan

kueluskan jariku dibelahan memek mama yang masih terasa basah oleh air maniku.

Akhir nya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar

“Buuuu……sudah siang… ”. Rupanya ketukan dari pembantu karena saat itu sudah jam

9.00 pagi.

Setelah itu, mama selalu tidak pernah absen mengunjungiku di Bandung atau kalau

mama berhalangan, maka akulah yang datang ke Jakarta.

TAMAT