Click here to load reader

makalah pkn kelompok 1

  • View
    1.130

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

filsafat

Text of makalah pkn kelompok 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANGSeperti yang kita rasa dan kita ketahui bahwa dunia yang semakin mengglobal secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. Ancaman globalisasi yang tak henti yang dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai- nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya pembenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia yang semakin kompleks manakala ancaman yang terjadi di satu sisi misalnya terorisme, pergeseran nilai budaya, dan moral yang hamper menutupi nilai budaya ketimuran kita, dan masih banyak lagi. Pada sisi lain muncul masalah internal, yaitu tuntutan rakyat yang mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social, seperti harga BBM yang semakin naik, lumpur lapindo, perang saudara dan masih banyak lagi. Yang pada akhirnya mengancam prinsip- prinsip hidup kebangsaan kita. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat yang berbangsa, mamiliki suatu pandangan hidup atau filsafat hidup masing- masing yang berbeda dengan bangsa di dunia. Inilah yang disebut localgerius sekaligus sebagai localwisdom bangsa. Dengan demikian, bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. Dan Pancasilalah yang menjadi dasar Negara kita yang merupakan tolak ukur kebangsaan dalam mengatasi tantangan global dunia.

1.2. RUANG LINGKUPDalam makalah ini akan dibahas tentang seperti apa hierarki/jenjang pengetahuan, perbandingan filsafat dan ilmu pengetahuan, ilmu filsafat dan cabang-cabangnya, sejarah perkembangan dan aliran utama filsafat, pokok-pokok sila pancasila, fungsi dan tujuan filsafat pancasila, dan filsafat dalam konteks kewarganegaraan.

1

1.3.TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui dan memahami permasalahaan yang diangkat dalam ruang lingkup yaitu : y y y y y y y y Pengertian hierarki/jenjang pengetahuan Perbandingan filsafat dan ilmu pegetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Sejarah perkembangan dan aliran utama filsafat Pancasila sebagai sisitem filsafat Pokok-pokok sila pancasila Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat dalam konteks kewarganegaraan

1.4 MANFAAT PENULISAN Bermanfaat untuk menambah referensi mengenai mata kuliah kewarganegaraan terkhusus bagi bidang pancasila sebagai sistem filsafat dan bidang lain yang ingin mengaitnya dengan topik yang diangkat dalam makalah ini.

2

BAB I FILSAFAT PANCASILA

A. CARA BERPIKIR FILSAFAT 1. Pengertian Filsafat Dalam wacana ilmu pengetahuan sebenarnya pengertian filsafat adalah sangat sederhana dan mudah dipahami. Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia :

philo/philos/philein artinya cinta / pecinta / mencintai dan sophia, berarti kebijakan /wisdom/kearifan/hikmah/hakikat kebenaran. Jadi, filsafat artinya cinta akan kebijakan atau hakikat kebenaran. Hal ini nampaknya sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebelumnya di bawah naungan filsafat. Berfilasafat, berarti berpikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap sesuatu secara metodik, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk mencari hakikat sesuatu. Menurut D. Runes, filsafat adalah ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijakan dan cinta akan kebijakan. (BP-7, 1993 : 8). Pada umumnya, terdapat dua pengertian filsafat, yaitu: filsafat dalam arti produk mencakup pengertian a. Pengertian filsafat yang mencakup arti-arti filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep dari para filsuf pada zaman dahuluatau pendangan tertentu, yang merupakan hasil dan proses berfilsafat dan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. filsafat dalam arti produk, filsafat sebagai pandangan hidup, dan filsafat dalam arti praktis. Hal ini berarti Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia dimana pun mereka berada. b. Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Filsafat dalam pengertian jenis ini mempunyai ciri-ciri khas tertentu sebagai suatu hasil kegiatan berfilsafat dan pada umumnya proses pemecahan persoalan filsafat ini diselesaikan dengan kegiatan berfilsafat (dalam pengertian filsafat yang dinamis). 3

filsafat dalam arti proses mencakup pengertian Filsafat yang diartikan sebagai bentuk suatu aktivitas berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahannya. Dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang bersifat dinamis. Filsafat dalam pengertian ini tidak lagi hanya merupakan sekumpulan dogma yang hanya diyakini ditekuni dipahami sebagai suatu sistem nilai tertentu, tetapi lebih merupakan suatu aktivitas berfilsafat, suatu proses yang dinamis dengan menggunakan suatu cara dan metode tersendiri. Selain itu, ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai ilmu dan filsafat sebagai pandangan hidup. Demikian pula, dikenal ada filsafat dalam arti teoretis dan filsafat dalam arti praktis.. Nilai adalah sifat, keadaan, atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik lahir maupun batin. Setiap orang di dalam kehidupannya, sadar atau tidak sadar, tentu memiliki filsafat hidup atau pandangan hidup. Pandangan hidup atau filsafat hidup seseorang adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya, ketepatan, dan manfaatnya. Nilai-nilai sebagai hasil pemikiran yang sedalam-dalamnya tentang kehidupan yang dianggap paling baik bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila, baik sebagai filsafat dalam arti produk maupun sebagai pandangan hidup. Filsafat merupakan kegiatan pemikiran yang tinggi dan murni (tidak terikat langsung dengan suatu obyek), yang mendalam, dan daya pikir subyek manusia dalam memahami segala sesuatu untuk mencari kebenaran. Berpikir aktif dalam mencari kebenaran adalah potensi dan fungsi kepribadian manusia. Ajaran filsafat merupakan hasil pemikiran yang sedalam-dalamnya tentang kesemestaan, secara mendasar (fundamental dan hakiki). Filsafat sebagai hasil pemikiran pemikir (filosof), merupakan suatu ajaran atau sisem nilai, baik berwujud pandangan hidup (filsafat hidup) maupun sebagai ideologi yang dianut suatu mesyarakat atau bangsa dan negara. Filsafat demikian telah berkembang dan terbentuk sebagai suatu nilai yang melembaga (dengan negara) sebagai suatu paham (isme), seperti kapitalisme , komunisme, sosialisme, dan sebagainya yang cukup mempengaruhi kehidupan bangsa dan negara modern.

4

2. Sistem Filsafat Pemikiran filsafat berasal dari berbagai tokoh yang menjadikan manusia sebagai subyek. Suatu ajaran filsafat yang bulat mengajarkan tentang berbagai segi kehidupan yang mendasar. Suatu sistem filsafat sediktnya mengajarkan tentang sumber dan hakikat, filsafat hidup, dan tata nilai (etika), termasuk teori terjadinya pengetahuan manusia dan logika. Sebaliknya, filsafat yang mengajarkan hanya sebagian kehidupan (sektoral,fragmentaris) tak dapat disebut sebagai sistem filsafat, melainkan hanya ajaran filosofis seorang ahli filsafat.

3. Aliran-aliran Filsafat a. Aliran Materialisme Aliran materialisme mengajarkan bahwa hakikat realitas kesemestaan, termasuk makhluk hidup dan manusia, ialah materi. Semua realitas itu ditentukan o leh materi (misalnya benda,makanan) dan terikat pada hukum alam, yaitu hukum sebab-akibat (hukum kausalit as) yang bersifat obyekt if. b. Aliran Idealisme/Spiritualisme Aliran idealisme atau spiritualisme mengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia. Subyek manusia sadar atas realitas dirinya dan kesemestaan, karena ada akal budi dan kesadaran rohani. Manusia yang tak sadar atau mat i sama sekali tidak menyadari dirinya apalagi realit as kesemestaan. Jadi, hakikat diri dan kenyataan kesemestaan ialah akal budi (ide dan spirit). c. Aliran Realisme Aliran realisme menggambarkan bahwa kedua aliran di atas, materials dan idealisme yang bertentangan itu, tidak sesuai dengan kenyataan (tidak realistis). Sesungguhnya, realitas kesemestaan, terutama kehidupan bukanlah benda (materi) semata-mata. Karenanya, realitas adalah paduan benda (materi dan jasmaniah) dengan yang nonmateri (spiritual, jiwa, dan rohaniah). Jadi, menurut aliran realisme, realitas merupakan sintesis antara jasmaniah-rohaniah, materi dan nonmateri.

5

4. Pengertaian Pancasila sebagai Suatu Sistem Pancasila yang terdiri dari lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling bergabungan, saling bekerja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) Suatu kesatuan bagian-bagian Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri Saling berhubungan, saling ketergantungan Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem) Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore and Voich, 1974:22)

Dasar filsafat negara Indonesia terdiri atas lima sila yang masing-masing merupaka n suatu asas peradaban. Namun demikian, sila-sila pancasila itu bersama-sama merupakan suatu kesatuan dan keutuhan, setiap sila merupakan suatu unsur (bagian yang mutlak) dari kesatuan Pancasila. Maka dasar filsafat negar pancasila merupakan suatu kesatuan yang bersifat majemuk tunggal. Setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terpisah dari sila yang lain. Pancasila sebaga i suatu sistem juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam pancasila, yait u emikiran tentang manusia dalmam hubungannya dengan Tuhan Yang