Click here to load reader

makalah kontrasepsi

  • View
    337

  • Download
    32

Embed Size (px)

Text of makalah kontrasepsi

MAKALAH PELAYANAN KONTRASEPSI DARURAT

Dosen pembingbing :Risqi utami S.ST.M.Biomed

Di Susun Oleh Kel. 6 :Rutmaita PanggabeanNurhayati ritongahSuryanaSandra NataliaTitik yuliatiMelisanurhijrah

PROGRAM STUDI D3 KEBIDANANFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS BATAM TAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Ilahi Robbi karena atas Qodrat dan IrodatNya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas pelayanan KB, walaupun masih banyak ketidak sempurnaan.Makalah ini disusun dengan konsep yang menarik dan dibuat berdasarkan sumber dan fakta yang bisa dipercaya, sehingga makalah bisa kita pergunakan sebagai buku tambahan, wawasan kita, disusun secara ringkas, praktis dan menarik agar pembaca tidak jenuh dan lebih mudah menyerap pengetahuan yang dimaksud, terkait tujuannya sebagai penunjang materi.Akhirnya atas segala bantuan, bimbingan, pengarahan dan doa yang telah di berikan, penulis hanya dapat berdoa kepada Allah, semoga hal itu semua menjadi amal shaleh yang diterima Allah dengan mendapat balasan yang berlipat ganda. Amin.Selanjutnya penulis berharap semoga laporan yang sederhana ini dapat memenuhi syarat sebagaimana yang diharapkan.

Batam, Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar.......................................................................................................................iDaftar isi................................................................................................................................ ii

Bab I PENDAHULUAN1.1 Latar belakang...................................................................................................................... 11.2 rumusan masalah ................................................................................................................. 11.3 tujuan masalah .................................................................................................................... 2

Bab II PEMBAHASAN2.1 Pengertian Kontrasepsi..........32.2 memilih metode kontrasepsi......32.3 Macam-macam metode kontrasepsi..........32.4 Metode KB Sederhana Tanpa Alat.....42.5 Macam-macam Metode Sederhana Tanpa Alat ....5

Bab III PENUTUPA. Kesimpulan ........................................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangBerbicara tentang kesehatan reproduksi banyak sekali yang harus dikaji, tidak hanya tentang organ reproduksi saja ada beberapa aspek , salah satunya adalah kontrasepsi. Kontrasepsi berasal dari dua kata kontra dan sepsi. Kontra berarti menolak, konsepsi berarti pertemuan antara sel telaur wanita (ovum) yang sudah matang dengan sel mani pria (sperma) sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Dengan demikian kontrasepsi adalah mencegah bertemunya sel telur yang matang dengan sel sperma pada waktu bersenggama, sehingga tidak akan terjadi pembuahan dan kehamilan.Dari 61,4 persen pengguna metode kontrasepsi di Indonesia, sebanyak 31,6 persen menggunakan suntik. Sedangkan yang memakai pil hanya 13,2 persen, memakai IUD (intra uterun device) atau spiral 4,8 persen, implant 2,8 persen, dan kondom 1,3 persen, sisanya vasektomi dan tubektomi. Demikian disampaikan kepala badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN), salah satu kontrasepsi yang popular di Indonesia adalah kontrasepsi suntik.Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah Noretisteron Enantat (NETEN), depo medrokasi progesteron acetat (DMPA) dan cyclofem. Kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan, kelemahan dari kontrasepsi suntik adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah anemorboe, menoragia, dan muncul bercak (spotting). Terlambatnya kembal kesuburan setelah penghentian pemakaian, pertambahan berat badan 2kg dri berat badan pada kunjungan pertama.Terdapat hubungan yang sangat erat antara KB dan Kesehatan, khususnya antara tingkat fertilitas ibu pada masa subur dengan morbiditas dan mortalitas anak. Penurunan tingkat fertilitas ibu akan tercapai bila mereka diberi jaminan bahwa anak balitanya dapat hidup terus. Fertilitas yang tidak terkendali merupakan masalah kesehatan yang sangat mendesak bagi ibu maupun anak. Sering mengalami kehamilan dan singkatnya masa laktasi yang dialami ibu .dalam masa reproduksi akan menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Jarak antara persalinan yang terlalu dekat, jumlah anak lebih dari 3 orang, umur ibu waktu melahirkan 30-35 tahun, telah terbukti merupakan penyebab tingginya mortalitas maupun morbiditas ibu dan anak.

1.2 Rumusan Masalah1. Apa pengertian dari kontrasepsi?2. Bagaimankah cara memilih metode kontrasepsi?3. Apa sajakah macam-macam dari kontrasepsi?

1.3 Tujuan1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang definisi kontrasepsi.2. Mahasiswa mampu menjelaskan cara metode kontrasepsi.3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang macam-macam dari metode kontrasepsi.

.BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian KontrasepsiKontrasepsi berasal dari kata kontra yang bermaksud mencegah atau melawan dan konsepsi yang bermaksud pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan ( Depkes RI, 1998) Konsepsi juga bermaksud pembuahan dan fertilisasi adalah terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) istri dengan sel mani (spermatozoa) suami pada saluran telur (Mochtar, 1998). Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut (Depkes RI, 1998). Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi alat atau obat-obatan (Mochtar, 1998)

2.2 Memilih Metode Kontrasepsi1. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yaitua. Aman tidak berbahayab. Dapat diandalkanc. Sederhana, sedapat-daatnya tidak usah dikerjakan oleh seorang dokterd. Murahe. Dapat diterima oleh orang banyakf. Pemakaian jangka lama (continuation rate tinggi)

2. Faktor-faktor dalam memilih metode kontrasepsi a. Factor pasangan motivasi dan rehabilitasi1) Umur2) Gaya hidup3) Frekuensi senggama4) Jumlah keluarga yang diinginkan5) Pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu6) sikap kewanitaan7) sikap kepriaan b. Factor kesehatan kontraindikasi absolute atau relative1) Status kesehatan2) Riwayat haid3) Pemeriksaan fisik4) Pemeriksaan panggulc. Factor metode kontra penerimaan dan pemakaian berkesinambungan1) Efektivitas2) Efek samping minor3) Kerugian4) Komplikasi-kompliaksi yang potensial5) Biaya3. Pandangan KontrasepsiDalam hal memilih metode kontrasepsi, kita harus dapat memandangnya dari dua sudut, yaitu pihak calon akseptor dan pihak medis atau petugas KB1) Pihak Calon AseptorDengan belum tersedianya metode kontrasepsi yang benar-benar 100% sempurna, maka ada dua hal yang sangat penting yang ingin diketahui oleh pasangan calon akseptor, yaitu: efektivitas dan keamanana) EfektivitasPetugas KB sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :- Apakah metode ini benar-benar amapuh- Metode apa yang paling efektif- Metode apa yang paling efektif untuk saya dllKarena pernyataan-pernyataan tersebut tidak dapat dijawab secara pasti untuk setiap idividu wanita, dianggap paling baik untuk menjawabnya dengan dua cara :1. Angka kegagalan bagi pasangan suami-istri yang memakai metode kontrasepsi secara konsisten dan benar, kegagalan cara (kegagalan metode)2. Angka kegagalan bagi pasangan suami-istri dalam kondisi kehidupan sehari-hari/sebenarnya (use efectifveness), kegagalan pemakai (user failure).Angka kegagalan kontrasepsi dalam tahun pertamaMetode kontrasepsiKegagalan per100 wanita

TEORITIS (%)PRAKTEK (%)

Kontap-Wanita/M O WKontap-pria/ O P/vasektomiSuntikanPil oral kombinasi (POK)Mini pilI U DKondomDiafragma (dengan spermisid)Spons (sponge) (dengan supermisid)Kap serviksFoam, creams, jelliesVaginal suppositoriesCoitus interruptusKB alamiah(fertility awarenesss methods)(natural family planning)Vaginal douchingLaktasiTanpa kontrasepsi0,040,150,250,511-322-*2

3-516

2-2015900,1 0,50,2 0,63 54 105 125 610 201910 2013

1820 40

20 404040 5090

NB : belum ada data yang adekuatb) KeamananSeperti halnya bahwa semua kontrasepsi mempunyai kegagalan maka semua kontrasepsi juga menimbulkan resiko tertentu pada pemakaiannya, yaitu diantaranya :- Resiko yang berhubungan dengn metode itu sendiri, misalnya kematian, hospitalisasi, histerektomi, infeksi dan lain-lain- Adanya resiko potensial dalam bentuk ketiknymanan (inconvenience), misalnya sanggama menjadi kurang / tidak menyenangkan, biaya yang tinggi dan lain-lain.2) Pihak Medis atau Petugas KBDisamping kedua hal tersebut diatas, untuk pihak medis/ petugas KB masih ada hal-hal lain yang penting dan perlu dipertimbangkan yaitu :a) Dalam upaya melindungi kesuburan / fertilitas dari akseptor, harus diingat bahwa:1. Pil-oral yang mempunyai efek protektif terhadap pelvic inflammatory disease, sehingga mungkin merupakan kontrasepsi yang ideal untuk wanita yang beberapa tahun ingin aktif seksual sebelum mengandung / hamil2. IUD yang menyebabkan resiko pelvic inflammatory disease lebih tinggi (1.5 5 X), merupakan pilihan yang paling tidak menarik untuk seorang wanita yang masih ingin menginginkan anak dikemudian hari3. Meskipun sekarang dengan metode bedah mikro, kontap pada pria maupun wanita dapat dipulihkan kembali haruslah ditekankan bahwa metode kontap ini dianggap sebagai metode yang permanenb) Keuntungan non kontraseptifPerlu disadari pula oleh petugas KB dan akseptor akan keuntungan keuntungan non kontraseptif dari metode kontrasepsi tertentu, seperti:1. Efek terapeutik dari pil-oral untuk wanita dengan kista ovarium (polikistik, fungsional) atau penyakit