makalah filsafat metafisika

  • View
    986

  • Download
    42

Embed Size (px)

Text of makalah filsafat metafisika

  • iTugas akhir

    Mata kuliah : Filsafat & Logika

    Dosen : Zulfikar, S. Psi

    FILSAFAT METAFISIKA

    NAMA : JEWELRY IRTON MADIKA

    STAMBUK : 11.101.012

    KELAS : A.1

    FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

    UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR

    MAKASSAR

    2012

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmatnya sehingga

    penulis dapat merampungkan makalah ini dengan judul:

    FILSAFAT METAFISIKA

    Penyusunan makalah ini dimaksud untuk membrikan pemahaman kepada

    kita semua untuk lebih mengetahui tentang manfaat metafisika dalam keilmuan.

    Penulis menyadari sepenuhnya makalah ini masih jauh sempurna. Oleh

    karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, khususnya

    dari dosen pengajar demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

    Makassar, 18 Januari 2012

    PENULIS

  • iii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

    KATA PENGANTAR.................................................................................... ii

    DAFTAR ISI ................................................................................................. iii

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1

    A. Latar Belakang ........................................................................... 1

    B. Tujuan ......................................................................................... 3

    BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 4

    A. Pengertian metafisika.................................................................. 4

    B. Sejarah metafisika ...................................................................... 5

    C. Manfaat filsafat metafisika bagi pengembangan ilmu .................. 6

    D. Klasifikasi metafisika ................................................................... 8

    E. Beberapa tafsiran metafisika ....................................................... 9

    F. Dalil pembuktian Tuhan............................................................... 12

    G. Menurut kosmologis Aristoteles................................................... 13

    H. Dalil teleologis ............................................................................. 13

    I. Dalil Etis menurut I. Kant ............................................................. 13

    J. Filosof yang menentang metafisika ............................................. 13

    K. Filsuf pembela metafisika............................................................ 14

    L. Objek metafisika.......................................................................... 15

    M. Metafisika dan ilmu pengetahuan ................................................ 19

  • iv

    N. Hubungan metafisika,Epistomologi,Aksiologi dan Logika ............ 22

    BAB III PENUTUP........................................................................................ 23

    A. Kesimpulan ................................................................................. 23

    B. Saran .......................................................................................... 24

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 25

  • 1BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat

    objek (fisik) di dunia adalah Metafisika. Dimana di dalamnya menjelaskan

    studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab

    pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas?

    Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?

    Penggunaan istilah metafisika telah berkembang untuk merujuk

    pada hal-hal yang diluar dunia fisik. Beberapa tafsiran metafisika,

    diantaranya menurut M.J. Langeveld (tt; 132) dengan mengutip dari apa

    yang dikatakan oleh Nicolai Hartman mengartikan bahwa metafisika

    adalah tempat khusus yang diperuntukan bagi objek-objek transenden,

    daerah spekulatif bagi tanggapan-tanggapan tentang Tuhan, kebebasan

    dan jiwa, juga sebagai pangkalan bagi system-sistem spekulatif, teori-

    teori dan tanggapan dunia terhadap sesuatu yang eksistensinya di luar

    dimensi yang fisik-empirik.

    Manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran

    metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia

    terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supranatural) dan

    hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan

    dengan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut pemikiran

  • 2supernaturalisme. Dari sini lahir tafsiran-tafsiran cabang misalnya

    animisme. Selain faham diatas, ada juga paham yang disebut paham

    naturalisme. Paham ini amat bertentangan dengan paham

    supernaturalisme.paham naturalisme menganggap bahwa gejala-gejala

    alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena

    kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan

    diketahui. Orang orang yang menganut paham naturalisme ini

    beranggapan seperti itu karena standar kebenaran yang mereka gunakan

    hanyalah logika akal semata, sehingga mereka menolak keberadaan hal-

    hal yang bersifat gaib itu. Dari paham naturalism ini juga muncul paham

    materialisme yang menganggap bahwa alam semesta dan manusia

    berasal dari materi. Salah satu yang menggap bahwa alam semesta dan

    manusia berasal dari materi. Salah satu pencetusnya ialah Democritus

    (460 370 SM). Adapun bagi mereka yang mencoba mempelajari

    mengenai makhluk hidup. Timbul dua tafsiran yang masih saling

    bertentangan yakni paham mekanistik dan paham vitalistik. Kaum

    mekanistik melihat gejala alam (termasuk makhluk hidup) hanya

    merupakan gejala kimia-fisika semata. Sedangkan bagi kaum vitalistik

    hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara substansif dengan

    hanya sekedar gejala kimia-fisika semata berbeda halnya dengan telah

    mengenai akal dan pikiran, dalam hal ini ada dua tafsiran tang juga saling

    berbeda satu sama lain. Yakni faham monoistik dan dualistic. Sudah

    merupakan aksioma bahwa proses berfikir manusia menghasilkan

    pengetahuan tentang zat (objek) yang ditelaahnya. Dari sini aliran

    monoistik mempunyai pendapat yang tidak membedakan antara pikiran

  • 3dan zat. Keduanya (pikiran dan zat) hanya berbeda dalam gejala

    disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai substansi yang

    sama. Perndapat ini ditolak oleh kaum yang menganut paham dualistic.

    Dalam metafisika, penafsiran dualistic membedakan antara zat dan

    kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda secara subtsansif. Aliran

    ini berpendapat bahwa yang ditangkap oleh fikiran adalah bersifat mental.

    Maka yang bersifat nyata adalah fikiran, sebab dengan berfikirlah maka

    sesuatu itu lantas ada.

    B. Tujuan

    Adapun tujuan dari makalah ini adalah:

    1. Untuk mengetahui pengertian metafisika

    2. Untuk mengetahui manfaat metafisika bagi pembangunan ilmu

  • 4BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Pengertian Metafisika

    Metafisika berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri atas dua kata

    yaitu meta dan pysika. Meta artinya sesudah atau dibalik sesuatu dan

    pyisika artinya nyata, kongkrit yang dapat diukur oleh jangkauan panca

    indera. Eksistentsinya dibalik sesudah fisik perlu dikaji. Istilah metafisika

    diketemukan Andronicus pada tahun 70 SM ketika menghimpun karya-

    karya Aristoteles, dan menemukan suatu bidang diluar bidang fisika atau

    disiplin ilmu lain. Ilmu untuk mengkaji tentang sesuatu dibalik yang fisik

    atau sesuatu sesudah yang fisik disebut ontology.

    Metafisika adalah suatu kajian tentang haakikat keberadaan zat,

    hakikat pikiran dan hakikat zat dengan pemikiran. Ahli metafisika juga

    berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia,

    terasuk keberadaan, kebendaan,sifat, ruang, waktu, hubungan sebab

    akibat, dan kemungkinan.

    Metafisika oleh Aristoteles disebut sebagai filsafat pertama atau

    thelogia, dalam pandangan Aristoteles, metafisika belum begitu jelas

    dibedakan dengan fisika. Secara etimologis metafisika berasal dari

    bahasa yunani, meta ta fisika yang menurut Lois O. Katsiff adalah hal-hal

    yang terdapat sesudah fisika, Aristoteles mendefinisikannya sebagai ilmu

    pengetahuan mengenai yang ada sebagai yang ada, yang dilawankan

    misalnya dengan yang ada sebagai yang digerakan atau yang ada

    sebagai yang jumlahkan. Pada masa sekarang, metafisika dipahami

  • 5sebagai bagian dari filsafat yang mempelajrari dan berusaha menjawab

    pertanyaan-pertanyaan terdalam tentang hakikat segala sesuatu.

    Pertanyaan-pertanyaan filosofis tersebut membahas dan tertuju pada

    beberapa konsep metafisik, dengan kata lain yang lebih tepat agaknya

    adalah-konsep di luar hal-hal yang bersifat fisik. Jadi dapat disimpulkan

    bahwa metafisika adalah suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang

    realita.

    B. Sejarah metafisika

    Sejarah metafisika yang resmi dan sistematis bermula dari sejarah

    penamaan pengetahuan ini dengan metafisika yang dilakukan oleh para

    peneliti karya-karya Aristoteles. Pengertian metafisika secara bahasa,