lampungpost edisi, 18 juli 2012

  • View
    443

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lampungpost edisi, 18 juli 2012

Text of lampungpost edisi, 18 juli 2012

  • CMYK

    CMYK

    KASUS BUOL

    Ayin Siap Diperiksa KPK

    BA N DA R L A MPU NG (La mpost): Peng usaha Lampung, Artalyta Suryani alias Ayin, siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan hak guna usaha (HGU) PT Hardaya Inti Plantations (HIP) milik Siti Hartati Murdaya di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

    Kasus ini menyeret Bupati Buol Amran Batalipu sebagai tersangka. KPK memanggil Ayin, Senin (167), tetapi dia tidak hadir dengan alasan berobat ke Singapura.

    Kuasa hukum Ayin, Tengku Nasrullah, mengatakan Ayin tetap ber keingin an segera memenuhi panggilan KPK pada kesempatan pertama, jika sehat dan diizinkan melakukan penerbangan oleh dokter yang merawatnya. Ibu Ayin meminta dilakukan penjadwalan ulang pemeriksaan agar semua menjadi clear and clean, kata Nasrullah kepada Lampung Post via telepon, Selasa (177).

    Menurut Nasrullah, Ayin berobat dan rawat jalan di RS Mount Elizabeth Medical Center, Singapura, sejak 22 Juni 2012. Beliau dirawat jauh sebelum kasus Buol mencuat karena ada saraf di leher yang terjepit. Kalau tidak segera diobati, bisa stroke, kata dia.

    Dia menepis dugaan perkebunan Ayin terkait dengan perkebunan kelapa sawit PT HIP. Yang benar, putra Ayin, Rommy, punya perusahaan perkebunan, yakni PT Sonokeling Buana di Buol, bersebelahan dan di samping perusahaan Hartati Murdaya. Ay in t idak punya selembar saham pun di PT tersebut dan tidak duduk sebagai pengurus, baik direksi maupun komisaris, ujar dia.

    Ayin juga tidak ikut campur dalam bentuk apa pun, baik kebijakan maupun operasional. Pemanggilan tersebut seharusnya ditujukan kepada pe ngurus PT HIP, bukan kepada Ibu (Ayin, red), kata Nasrullah. (MIN/U-2)

    Facebook Bantu LansiaPENELITIAN Shelia Cotton, sosiolog asal University of Ala

    bama, mengungkapkan internet dan penggunaan jejaring sosial da pat mengurangi risiko terserang dep resi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Cotton menganalisis da ta dari 8.000 pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun.

    Penelitian menggunakan survei untuk membedakan pengguna in

    ternet. Kemudian mengevaluasi kesehatan mental peserta. Temuannya menunjukkan lansia yang sering mengakses internet dan situs jejaring sosial lebih rendah terserang depresi 30% dibandingkan teman sebaya yang tidak berpartisipasi dalam situs jejaring sosial.

    Internet membantu lansia agar terhindar dari isolasi sosial dan kesepian. Pengguna yang memiliki gangguan mobi litas masih dapat tetap berhubungan dengan teman dan ke luarganya lewat internet dan memperluas lingkaran pergaul an, kata Cotton seperti dilansir Medical Daily, Selasa (177). (U-1)

    KURS

    selasa, 17 juli 2012SUMBER BI

    1 US$Rp9.478

    Add on: facebook.com/buraslampost

    Follow on: @buraslampost

    Terbit Sejak 1974Sirkulasi: (0721) 788999Layanan Umum: (0721) 783693Iklan: (0721) 774111SMS: 0815 4098 5000Redaksi (0721) 773888SMS: 0812 7200 999www.lampungpostncom

    THR harus dibayarkan paling lambat H10... HLM. 3

    TeRbiT 24 Halaman i HaRGa eCeRan : Rp3.000RabU, 18 jUli 2012 l no. 12499 l TaHUn XXXVii DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

    Marinir latihan tempur bersama tentara Thailand... HLM.2

    n HENDRIVAN GumAyArtalyta Suryani

    Amanda Gonzales tampil cantik dengan rutin berwudu... HLM. 16

    MessiCR7terdepannominasiterbaik... HLM. 17

    OASiS

    n LAmPuNG POST/AGuS HERmANTO n REuTERSn KAPAN LAGI

    JSS, Kembali keJalan yang Benar!

    USAHA Menteri Keuangan Agus Martowardojo merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86/2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda/Jembatan Selat Sunda (KSISS/JSS) dikandaskan Menko Perekonomian Hatta Rajasa! ujar Umar.

    Maksud Agus, untuk mempercepat studi kelayakan megaproyek itu pelaksanaannya dialihkan ke Menteri Pekerjaan Umum dengan biaya dari APBN! Hatta tidak setuju penggunaan APBN untuk itu, selain prosesnya di DPR bisa membuat pelaksanaan proyek tertunda lebih lama! Hatta keukeuh pengerjaan konstruksi harus dimulai 2014, hingga studi kelayakan tetap dikerjakan konsorsium yang ditetapkan Perpres dengan dana swasta!

    Dengan ketegasan Hatta Rajasa itu JSS pun kembali ke jalan yang benar, setidaknya benar menurut Perpres! timpal Amir. Namun biasanya di jalan yang benar itu banyak tantangan! Bahkan tantangan berat, dalam hal ini digali dari sumber mana dana konsorsium yang terdiri dari BUMD Pemprov Lampung, BUMD Pemprov Banten, dan unit usaha Artha Graha untuk membiayai studi kelayakan yang besarnya bisa lebih Rp4 triliun! Itu dihitung 2% dari anggaran proyek sekitar Rp200 triliun!

    Anggaran proyek itu membengkak karena Perpres menetapkan bukan cuma jembatan yang dibangun, melainkan sekalian kawasan strategisnya! tegas Umar. Justru dari kawasan strategis itu diharapkan pengembalian investasinya bisa lebih cepat! Namun, konsekuensinya harus dipikul konsorsium, biaya studi kelayakannya ikut membengkak! Lebih lagi seperti terkesan dari pernyataan Hatta Rajasa, 2014 harus mengerjakan konstruksi! Berarti studi kelayakan menangani dari survei awal sampai penyelesaian blue print!

    Agus Martowardojo yang melihat pemenuhan kebutuhan biaya untuk studi kelayakan itu dari kapasitas BUMD Lampung dan Banten mungkin merasa kasihan hingga cari jalan keluar lewat APBN! tukas Amir.

    Apalagi kalau ditelisik dari perkembangan studi kelayakan yang sejak keluarnya Perpres tahun lalu, sampai lewat semester pertama tahun ini, belum terlihat sejauh mana pekerjaan itu dilaksanakan? Jadi, di balik langkahnya yang tergesa itu sebenarnya ada niat baik sang menteri untuk mengatasi invisible problem yang kayaknya dihadapi konsorsium!

    Jangan dilihat dari kapasitas kedua BUMD yang memang baru dibentuk untuk partisipasi Pemprov dalam pembangunan JSS, tetapi lihatlah mitra strategisnya, grup Artha Graha! tegas Umar. Grup itu layak dipercaya mampu mengupayakan dana studi kelayakan KSISS/JSS! Masalahnya jus tru pada labilitas birokrasi, begitu mudah mau mengubah Perpres yang menjadi dasar hukum investasi tidak kecil di KSISS/JSS! Sekarang ada Hatta Rajasa, tetapi lain kali? ***

    BURASH. bambanG eKa WijaYa

    MENGGALA (Lampost): Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala, Tulangbawang, kembali menahan mantan pejabat Kabupaten Mesuji. Kemarin, Kejari menahan mantan Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Mesuji Afrizal Aris dalam kasus dugaan pemotongan dana kegiatan APBD 2011.

    Pekan lalu, Kejari menahan mantan Kadis Perhubungan Mesuji Syarkoti dalam kasus dugaan peny impangan anggaran pengadaan barang dan jasa di Dinas Perhubungan Mesuji tahun 2010. Kasus ini diduga merugikan keuangan negara Rp300 juta.

    Sebelu m d ita ha n, A f r i za l mendatangi Kejari pukul 13.30. Setelah menjalani pemeriksaan di ruang Kasintel selama tiga setengah jam, Afrizal ditahan dan dibawa ke Rutan Menggala menggunakan mobil tahanan Kejari BE2102TZ.

    Penahanan Afrizal, menurut Kasi Pidsus Kejari Menggala Andre W., memenuhi dua alat

    bukti sehingga pihaknya mengeluarkan surat penahanan No. 02N.8.15/FD.1/07/2012. Menurut Andre, tersangka diperiksa sejak April 2012 berdasarkan keterangan saksi dan dokumen.

    Pada 2011, Diskoperindag Mesuji mendapatkan kucuran dana APBD Rp5 miliar. Tetapi, saat Afrizal menjabat hanya menggunakan dana Rp1,2 miliar untuk empat kegiatan.

    Ternyata dari empat kegiatan tersebut semuanya dikelola

    Afrizal dan berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) ada uang negara yang digunakan secara pribadi senilai Rp600 juta. Tetapi setelah diperiksa, tersangka hanya mengakui dan menggunakannnya Rp104 juta, kata Andre. (ATA/U-1)

    Kuasa hukum Afrizal, Mupiaan Indra Jaya, mengaku kecewa dengan penahanan itu. Pihaknya keberatan dan kecewa karena tanpa koordinasi dan langsung menahan kliennya. (ATA/U-1)

    DUGAAN KORUPSi

    mantan Kadiskoperindag mesuji Ditahan

    n PORTALENTRI.bLOGSPOT.cOm

    KALIANDA (Lampost): PN Kalianda memvonis mati warga negara Malaysia, Leong Kim Ping alias Away (39), anggota jaringan internasional pemasok 45 kg sabu-sabu dan 1.700 butir pil ekstasi, Selasa (17-7).

    Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Lampung Selatan, yakni Lendriaty Janis, Afit Rufiadi, dan A.A. Oka Paramabudita Gocara, tanpa perbedaan pendapat sepakat menjatuhkan hukuman mati. Putusan tersebut sesuai tuntutan Jaksa Sunarto.

    Pada persidangan, Lendriaty Janis menyatakan dakwaan terhadap Leong Kim Ping adalah tindak pidana narkotika yang mendapat perhatian serius pengadilan. Tindak pidana tersebut tergolong kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sehingga pengamanannya pun harus luar biasa, termasuk penjatuhan pidana.

    Majelis yakin Away merupakan bagian dari jaringan internasional bersama Ah Kok, Ah Chai, Kou Lou, dan Ah Kun. Semuanya WN Malaysia yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun, Hengky, warga Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru, Riau, pemilik barang 45 kg sabusabu belum tertangkap.

    Hal memberatkan terdakwa, yakni dapat mengganggu stabilitas pertahanan dan keamanan negara. Selain itu, Away sempat berusaha melarikan diri sehingga mengganggu persidangan. Tidak hanya itu, Away juga tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan tidak ada.

    Sebelumnya, saat dibawa ke PN Kalianda, 3 Juli 2012, Away sempat kabur usai turun dari mobil tahanan. Away lari dan menumpang sepeda motor RX King yang menunggunya di depan kantor PN. Setelah terjadi aksi kejarkejaran selama 30 menit, Away tertangkap. Namun, pengendara RX King hingga kini belum tertangkap.

    Usai mendengarkan vonis, terda k wa mela lu i penasihat hukumnya, Jenggis Khan Haikal, menyatakan banding. Leong Kim Ping dihadirkan di persidangan karena polisi menangkap terdakwa Andy Yams di Seaport Interdiction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

    Saat itu bus SAN BM7086LU yang diperiksa anggota Satnarkoba menemukan kardus berisi paket sabusabu seberat 45 kg. Dal