LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR ... - ti.· LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR ... - ti.· LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR PROGRAM STUDI TEKNIK...

MODUL PRAKTIKUM SISTEM MANUFAKTUR

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR

SEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDIN

GRESIK

2017/2018

NAMA :

NIM :

DOSEN PEMBIMBING

SOFIYANURRIYANTI., ST.,M.T

Kelompok :

1. NAMA (NIM)2. NAMA (NIM)3. NAMA (NIM)

MODUL PRAKTIKUMSISTEM MANUFAKTUR

4. NAMA (NIM)5. NAMA (NIM)6. NAMA (NIM)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRILABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR

SEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDINTAHUN PELAJARAN 2017 2018

LAPORAN PRAKTIKUMSISTEM MANUFAKTUR

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR

SEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDIN

TAHUN PELAJARAN 2017 2018

MODUL 1

PERENCANAAN PRODUKSI

Dosen Pembimbing

SOFIYANURRIYANTI, ST., MT

Kelompok :

1. Nama (NIM)2. Nama (NIM)3. Nama (NIM)4. Nama (NIM)5. Nama (NIM)

LAPORAN PRAKTIKUMSISTEM MANUFAKTUR

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR

SEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDIN

TAHUN PELAJARAN 2017 2018

MODUL 2

PERAMALAN DAN MPS, MRP

Dosen Pembimbing :

SOFIYANURRIYANTI, ST., MTKelompok :

1. Nama (NIM)2. Nama (NIM)3. Nama (NIM)4. Nama (NIM)5. Nama (NIM)

LAPORAN PRAKTIKUMSISTEM MANUFAKTUR

MODUL 3

PERANCANGAN FASILITAS

Dosen Pembimbing :

SOFIYANURRIYANTI, ST., MT

Kelompok :

1. Nama (NIM)2. Nama (NIM)3. Nama (NIM)4. Nama (NIM)5. Nama (NIM)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTUR

SEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDIN

TAHUN PELAJARAN 2016 2017

LEMBAR ASISTENSI PRAKTIKUM

SISTEM MANUFAKTUR

Kelompok :Nama Kelompok :

1. Nama (NIM)2. Nama (NIM)3. Nama (NIM)4. Nama (NIM)5. Nama (NIM)

Dosen Pembimbing : Sofiyanurriyanti, S.T., M.TNo Hari/ Tanggal Catatan Tanda Tangan

AsistenPraktikum

Tanda TanganDosen

Pembimbing

ID CARD PRAKTIKUM SISTEM MANUFAKTUR

PRAKTIKUM

SISTEM MANUFAKTUR 2017

NAMA :

NIM :

KELOMPOK :

PRAKTIKAN

FOTO

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTURPROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRISEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDINTAHUN AJARAN 2017-2018

1

MODUL 1PERENCANAAN PRODUKSI

I. LATAR BELAKANG

Pada saat ini perkembangan teknologi produksi meningkat cepat, akan tetapi elemen

manusia masih saja merupakan komponen kerja yang signifikan dalam sistem produksi. Pada

mulanya dalam proses produksi barang dan jasa, manusia belum memikirkan cara-cara yang

efisien dalam pembuatannya, karena barang dan jasa tersebut hanya mampu untuk mencukupi

kebutuhannya sendiri. Dengan mempelajari sistem ekonomi maka perlu memikirkan bagaimana

cara mengelola faktor-faktor yang terbatas sehingga para konsumen dapat puas menerima produk

yang dibuat. Dengan demikian prinsip-prinsip ekonomi dapat berperan, dengan menggunakan

biaya produksi yang terbatas untuk mencapai hasil yang maksimum, atau dengan kata lain

dengan biaya yang seminim mungkin kita dapat menghasilkan produk semaksimal mungkin,

itulah prinsip ekonomi yang kita harus terapkan.

Dalam langkah perancangan suatu sistem produksi, maka salah satu tugas pokok yang

harus dilaksanakan adalah menetapkan secara rinci dan spesifik langkah-langkah operasional

dalam proses transformasi input menjadi finished goods output yang dikehendaki. Sasaran pokok

dari efektifitas adalah mencari, mengembangkan dan menerapkan metode kerja yang lebih

efektif dan efisien dengan tujuan akhir adalah waktu penyelesaian pekerjaan lebih singkat dan

hasil produk yang cukup baik.

1.1 TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan praktikum sistem manufaktur, antara lain:

1. Menganalisa metode kerja dengan menggunakan alat berupa peta-peta kerja dan seven

tool untuk mengindentifikasi elemen-elemen kerja yang tidak produktif.

2. Mampu menghitung waktu standart dari suatu system kerja dengan menggunakan metode

pengukuran langsung.

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTURPROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRISEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDINTAHUN AJARAN 2017-2018

2

3. Mengetahuai Dimensi Produk serta mengetahui urutan perakitan komponen komponen

yang membentuk produk

4. Mengetahuai kebutuhan mesin dan penggaraannya serta memperkirakan kebutuhan bahan

baku (dengan mempertimbangkan efisiensi di tiap operasi/pemeriksaan)

5. Mengetahui keterkaitan antara komponen dengan rakitan bagian dari keseluruhan proses

rakitan

6. Mengetahui urutan waktu komponen bergabing bersama dan Melakukan perbaikan cara

kerja

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI SISTEM MANUFAKTUR

Sistem Manufaktur merupakan suatu integrasi dari keseluruhan kegiatan dan proses

dalam dunia industri, mulai dari perancangan sistem produksi, perancangan fasilitas produksi

(line balancing), sampai dengan proses pengendalian produksi dan pengelolaan persediaan

(Production Planning & Inventory Control).

2.2 PERANCANGAN SISTEM KERJA (WORK DESIGN)

Perancangan kerja (work design) bertujuan untuk menentukan metode terbaik dalam

melaksanakan operasi-operasi kerja yang diperlukan dalam proses produksi. Langkah

perancangan kerja pada hakikatnya merupakan tahapan paling kritis pada saat perancangan

sistem produksi yang baru. Lebih lanjut, pengembangan teknologi baik yang perangkat keras

maupun lunak yang dapat mengurangi biaya produksi, introduksi produk-produk baru dan

kebutuhan untuk bisa mengantisipasi lingkungan industri yang dinamis serta suasana kompetisi

yang semakin ketat, membuat perancangan kembali tata cara dan prosedur kerja menjadi suatu

upaya yang vital, penting dan bernilai strategis dalam meraih performance sistem produksi yang

lebih baik lagi.

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTURPROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRISEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDINTAHUN AJARAN 2017-2018

3

Secara garis besar, maksud dan tujuan melakukan perancangan kerja (work design atupun

redesign) adalah untuk meningkatkan produktivitas performan kerja dari seluruh sistem produksi

yang dicapai melalui :

1. Pengembangan tata cara kerja (work methods) lebih efektif dan efisien terutama ditujukan

untuk aktivitas operasional yang diperlukan dalam proses produksi. Disisi lain tentu saja

harus dihindari aktivitas operasional yang tidak bermanfaat, non produktif ataupun tidak

berkaitan langsung dengan proses pemberian nilai tambah.

2. Pengaturan kondisi lingkungan kerja yang lebih ergonomis sehingga mampu memberikan

kenyamanan dalam arti fisik maupun sosial psikologis.

3. Pemanfaatan dan pendayagunaan secara maksimal semua potensi sumber daya manusia

secara terorganisasi malalui analisis jabatan secara tepat. Disini harus ada kesesuaian antara

kemampuan dan pengalaman seseorang dengan spesifikasi dan persyaratan jabatan yang

menjadi landasan keberhasilan pelaksanaan aktivitas- aktivitas operasional nantinya.

Langkah perancangan kerja biasanya dilaksanakan melalui dua tahap yaitu :

1. Langkah studi dan analisa tata cara kerja (methods study atau job design)

2. Langkah pengukuran kerja (work measurement atau time study).

Dalam studi mengenai tata cara kerja, disini aktivitas- aktivitas operasional yang

diperlukan akan dianalisa secara seksama untuk menentukan secara lebih detail lagi komponen

tugas-tugasnya. Proses analisa tugas-tugas ini akan melihat bagaimana pola hubungan kerja

antara manusia-mesin, lingkungan fisik kerja dalam sebuah stasiun kerja yang ada sehingga akan

diperoleh kondisi kerja yang maju serta mampu meningkatkan efektifitas maupun efisiensi kerja.

Seberapa jauh tata cara kerja yang sudah dirancang baik dan seberapa banyak upaya perbaikan

sudah dicapai.

LABORATORIUM SISTEM MANUFAKTURPROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRISEKOLAH TINGGI TEKNIK QOMARUDDINTAHUN AJARAN 2017-2018

4

2.3 ANALISA KERJA DAN PRINSIP PRINSIP EKONOMI GERAKAN

Pengertian dari analisa operasi kerja adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk

menganalisa suatu operasi kerja baik yang menyangkut suatu elemen-elemen kerja yang bersifat

produktif atau tidak dengan tujuan untuk menperbaiki metode kerja yang selama ini telah

diaplikasikan. Kegiatan ini merupakan suatu aktivitas dari analisa/telaah metode didalam usaha

menaikkan jumlah produk persatuan waktu dan tentu saja mengurangi unit cost. Langkah awal

yang harus diambil dalam analisa operasi kerja ini adalah dengan mendapatkan seluruh data yang

berhubungan dengan seluruh kegiatan operasi, fasilitas yang dipergunakan untuk pelaksanaan

kerja, waktu penyelesaian untuk masing-masing elemen kerja, gerakan perpindahan atau

transportasi, aktivitas inspeksi, dan lain sebagainya yang keseluruhannya terdapat dalam aliran

proses. Untuk pelaksanaan aktivitas analisa operasi kerja tersebut maka perlu adanya pendekatan

sebagai berikut :

2.4 GERAKAN GERAKAN KERJA MANUAL (THERBLINGS)Bila kita mengamati suatu pekerjaan yang berlangsung hal yang sudah pasti terlihat

adalah gerakan-gerakan yang membentuk kerja tersebut. Untuk mempermudah menganalisa

terhadap gerakan-gerakan yang akan dipelajari diperlukan untuk mengenal terlebih dahulu

gerakan-gerakan kerja yang membentuk kerja tersebut. Gerakan dasar kerja therblighs ini

menguraikan gerakan kerja dalam 17 gerakan dasar. Gerakan ini mempermudah penganalisaan

terhadap gera