Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

  • View
    234

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    1/23

    taniorganik.com http://www.taniorganik.com/kutu-kebulkutu-putih-bemisia-tabac

    Kutu Kebul/Kutu Putih (Bemisia tabaci)

    Kutu Kebul/Kutu Putih (Bemisia tabaci)

    Kutu kebul (bemisia tabaci ) atau dipanggil juga kutu putih, secara internasional dikenal dengan silverleaf whitefly,

    merupakan salah satu dari lalat putih yang saat ini termasuk hama penting pertanian budidaya. Kutu kebul diklasifikasikan ke dalam keluarga Aleyrodidae, sub-urutan besar serangga, Homoptera.

    Morfologi & Siklus Hidup

    Kutu kebul dewasa memiliki panjang tubuh sampai 0 .8mm dan berwarna putih salju, yang disebabkan oleh sekresi

    lilin di sayap dan tubuhnya. Selama makan atau beristirahat kutu kebul dewasa menutupi tubuhnya dengan sayap.

    Ketika menyimpan telur, betina akan meletakkan telur 50 hingga 400 butir dengan ukuran mulai dari 0.10mm

    sampai 0.25mm di bagian bawah daun.

    Uniknya, kutu kebul betina adalah diploid  dan muncul dari telur yang dibuahi sedangkan lalat putih jantan adalah

    haploid  dan muncul dari telur yang tidak dibuahi. Telur diletakkan berkelompok. Telur awalnya berwarna keputihan

    dan berubah menjadi coklat sampai menetas dalam waktu 5 sampai 7 hari. Setelah tahap telur, tukik berkembang

    melalui empat tahap instar . Kutu kebul dewasa ukurannya sekitar empat kali ukuran telurnya dengan tubuh

    berwarna kuning terang dan sayap putih.

    1/2

    http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://www.taniorganik.com/kutu-kebulkutu-putih-bemisia-tabaci/ http://www.taniorganik.com/

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    2/23

    Gambar 1. Kutu kebul (Bemisia tabaci)

    2/2

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    3/23

    Gambar 2. Telur kutu kebul pada daun inang 

    Gambar 3. Pupa yang ditinggalkan kutu kebul dewasa

    3/2

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    4/23

    Gambar 5. Bemisia tabaci – nimfa instar pada daun

    Gambar 4. Penampakan pupa yang diperbesar (tahap keempat larva)

    Habitat

    Kutu kebul tumbuh subur di seluruh dunia terutama di

    kawasan iklim subtropis dan tropis, seperti Indonesia.

    Sedangkan populasi di kawasan iklim sedang tidak

    terlalu besar. Lingkungan dengan suhu dingin bahkansering menyebabkan kematian larva dan lalat dewasa.

    Penelitian menunjukkan bahwa kutu kebul mungkin

    berasal dari India.

    Tanaman Inang

    Tanaman yang dipengaruhi oleh kutu kebul sangat

    beragam, mencakup tanaman sayuran seperti: tomat,

    labu, mentimun, terong, okra, buncis dan kacang-

    kacangan, brokoli, kembang kol, kubis, melon, kapas, wortel, ubi jalar, dan sayuran lainnya. Tanaman hias pun tak

    luput dari serangan, seperti mawar, poinsettia, krep murad, lantana, lili, dll. Bahkan banyak dari jenis tanaman buahseperti mangga, rambutan, anggur, dll., tak luput dari serangannya.

    Dampak Ekologis

    Kutu kebul merupakan hama yang sangat merugikan dan umum di dunia pertanian. Ia bisa menghancurkan

    tanaman dan menyebabkan transfer berbagai virus penyakit yang mempengaruhi produktivitas tanaman dengan

    cara yang berbahaya.

    Kerusakan umum pada tanaman meliputi: terserapnya nutrisi tanaman, rusaknya daun, gugurnya daun. Beberapa

    kerusakan spesifik bisa terjadi pada tanaman inang tertentu, seperti daun perak pada labu, kematangan tidak

    teratur pada tomat, daun tomat keriting karena virus kuning vektor, batang putih pada brokoli dan kembang kol,

    4/2

    http://taniorganik.com/

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    5/23

    Gambar 6. Hama kutu kebul biasa bersarang di balik daun bawah

    dari tanaman inang 

    batang putih pada poinsettia, dan akar putih pada wortel.

    Serangga kecil ini membuat kekacauan dalam dua cara sederhana:

    Pertama, sebagai parasit yang ‘mencuri’ makanan dari tanaman inangnya, dengan cara menusuk floem atau

    permukaan daun bawah dengan mulut dan menghisap nutrisi di dalamnya. Daerah yang terkena dapat

    memunculkan klorosis setempat. Lalat putih juga menghasilkan sekresi/zat lengket yang disebut embun

     jelaga (honeydew) atau embun madu yang tertinggal pada inang, biasanya menutupi permukaan daun

    bagian bawah. Embun ini dapat menyebabkan pertumbuhan jamur jelaga, yang akhirnya akan mengurangi

    kemampuan tanaman untuk menyerap cahaya. Alhasil

    pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, hasil panen

    rendah dan kualitas buruk. Hal ini juga mensyaratkan

    bahwa tanaman dan hasil panen perlu dicuci untuk

    melenyapkan embun sehingga menambah beban/biaya

    produksi bagi petani.

    Masalah kedua adalah status terkenal sebagai vektor 

    untuk penyakit tanaman. Kutu kebul seringkali dituduh

    sebagai pengantar virus pembawa penyakit, seperti virus

    mosaic kuning (yellow masaic virus) atau virus gemini yang menular dan merusak tanaman terutama daun.

    Virus vektor ini sering sekali menyerang tanaman

    budidaya penting seperti tomat, selada, singkong, dll.

    Gambar 7. Virus kuning (CYSDV) dari kutu kebul menghancurkan tanaman mentimun

    5/2

    http://taniorganik.com/

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    6/23

    Gambar 8. Virus kuning (CYSDV) menyebabkan mosaik dan corak kuning pada daun

    mentimun

    Gambar 9. Tanaman mentimun yang sehat tanpa serangan kutu kebul. Tanaman ini milik pa Jajang di Leuwisari,

    Tasikmalaya. Beliau menggunakan insektisida organik ANTILAT dari Bumi Makmur Walatra (BMW) untuk 

    mengantisipasi serangan kutu kebul dan embun bulu.

    Pengendalian

    Karena kutu kebul sangat merusak, para ilmuwan berusaha mencari berbagai cara untuk memerangi hama ini.

    Sebagian besar alat kontrol yang telah dibuat mempengaruhi tanaman dan sifat-sifat tanah pada tingkat minimal.

    6/2

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    7/23

    Para ilmuwan saat ini berfokus pada penargetan kutu kebul melalui mekanisme yang aman yang tidak menimbulka

    polusi atau kontaminasi (seperti insektisida kimia). Hal ini penting untuk dapat mengurangi jumlah B. tabaci individu

    yang hinggap pada tanaman untuk mengurangi kerusakan tanaman seperti yang disebabkan oleh transmisi virus.

    Hama ini dapat terhalang dengan mengurangi pengendapan, penurunan oviposisi, dan mereda pengembangan

    populasinya.

    Beberapa kontrol utama yang bisa membantu antara lain:

    Penggunaan musuh alami seperti empat spesies Eretmocerus (Eretmocerus sp, Eretmocerus Mundus,

    Eretmocerus hayati, dan Eretmocerus emiratus)

    Pemanfaatan tanaman perangkap

    Pelepasan pengatur pertumbuhan serangga

    Pelaksanaan Light-Emitting Diode Dilengkapi CC perangkap (LED-CC).

    Penerapan insektisida organik

    Musuh alami

    Musuh alami sangat efektif sebagai kontrol biologis. Spesies parasitoid (parasit), predator (pemangsa), dan patogedari kutu kebul dapat menjaga populasi hama ini di bawah ambang batas.

    Keempat spesies dari Eretmocerus yang dikembangkan di Amerika: Eretmocerus mundus, Eretmocerus hayati dan

    Eretmocerus emiratus merupakan sekelompok individu genetik yang bersifat parasit bagi B. tabaci (kutu kebul) dan

    berfungsi sebagai agen pengendali biologis. Para ilmuwan sedang mempertimbangkan ide untuk melepaskan

    parasit ini agar mampu mengendalikan pertumbuhan populasi penghancur tanaman penting ini. Sayangnya, tidak

    semua Eretmocerus dapat berhasil ditransplantasikan ke daerah di mana kutu kebul hadir karena perbedaan dalam

    preferensi iklim.

     Ada delapan golongan arthropoda berbeda yang menyerang B. tabaci Ini termasuk keluarga Phytoseiidae,

    Coccinellidae, Syrphidae, Anthocoridae, Nabidae, dan Miridae, Chrysopidae dan Coniopterygidae. Saat ini adaempat jenis yang tersedia secara komersial, mereka termasuk Delphastus pusillus, Macrolophus caliginosus, C.

    carnea, dan Chrysoperla rufilabris. D. pusillus adalah spesies kumbang kecil yang mengkilap hitam. Kumbang ini

    bisa menyedot habis isi kutu kebul dengan cara menusuk. Larva dan kumbang dewasa menyantap semua tahap

    kehidupan kutu kebul. Sedangkan C. rufilabris hanya memakan tahap larva atau tahap belum dewasa dari kutu

    kebul.

    Pengatur Pertumbuhan Serangga

    Insektisida diketahui sangat mahal. Ditambah lagi, ‘perlawanan’ atau resistansi hama terhadap insektisida semakin

    hari semakin meningkat. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli terus mengembangkan berbagai teknologi. Salah

    7/2

    http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/ http://taniorganik.com/

  • 8/17/2019 Kutu Kebul Kutu Putih Bemisia Tabaci

    8/23

    Gambar 10. Kutu pemangsa (Orius sp.) yang sedang 

    memangsa pupa kutu putih

    Gambar 11. Bemisia tabaci berganti kulit di daun. Kulit merupakan

    struktur kosong yang berwarna perak transparan

    satunya yang kini banyak diaplikasikan di negara-negara maju adalah pyriproxyfen, yakni hormon pengatur 

    pertumbuhan serangga atau insect growth regulator (IGR). Pyriproxyfen merupakan hormon yang bisa

    mempengaruhi keseimbangan hormonal dan kitin pada serangga muda, yang akan menyebabkan deformasi dan

    kematian selama fase berganti kulit dan pupa. Oleh karena itu pyriproxyfen dipand