Click here to load reader

Kurikulum Dan Pembelajaran Yudha

  • View
    2.345

  • Download
    15

Embed Size (px)

Text of Kurikulum Dan Pembelajaran Yudha

BAB I Pengertian, Dimensi, Fungsi, dan Peranan Kurikulum 1.1. Pengertian Dan Dimensi Kurikulum Kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu currir (pelari) dan curere (tempat berpacu. Jadi arti kata curriculum adalah jarak yang harus ditempuh palari mulai start sampai finish untuk memperoleh penghargaan. Dalam arti pendidikan kurikulum menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus di tempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir untuk memperoleh suatu penghargaan berupa ijazah. Dari hal diatas berrti terkandung dua makna dalam kurikulum yaitu 1)adanya mata peljaran yang harus ditempuh oleh siswa 2) dan bertujuan memperoleh ijazah. Namun Pengertian diatas terbilang sempit, dibandingkan dengan pngertian kurikulum di Negara maju, maka akan ditemukan arti kurikulum yang lebih luas. Kurikulum itu tidak melulu terpaku pada mata pelajaran tapi mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) yang dialami siswa dan mepengaruhi perkembangan pribadinya. Berikut adalah Pengertian Kurikulum menurut beberapa ahli : Nama Ahli John Dewey Tahun 1916 Pengertian Kurikulum education consist

primarily in transmission through communication, .As societies become more complex in

structure and resources, the need for formal or intentional teaching and learning increases Harry S. Broudy , B. 1963 modes of teaching or

1

Othanel Smith, and Joe R. Burnet

not, strictly speaking, a part of curriculum

[which] consist primarily of certain kinds of

content organized into categories of instructions. Peter F. Oliva 1982 Curriculum [is] the plan of program for all the

experience

which

learner encounters under the direction of the

school Nana Syaodih S 2005 Melihat dari tiga dimensi yaitu : sebagai system, sebagai rencana ilmu, sebagai

1.1.1. Pengertian kurikulum dihubungkan dengan dimensi ide Bahwa kurikulum adlah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya dan beberapa pendapat oleh para ahli diantaraanya Henry C Marrison, 1940, Donald E.Orlosky dll. 1.1.2. Pengertian kurikulum dihubungkan dengan dimensi rencana Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan cara mengadministrasikan tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu dan beberapa pendapat oleh para ahli diantaraanya Hilda Taba, 1962, Daniel Tanner dan Laurer Tanner. 1.1.3. Pengertian kurikulum dihubungkan dengan dimensi aktifitas

2

Kurikulum dipandang sebagai aktifitas dari guru dan siswa dalam proses pembelajaran disekolah dan beberapa pendapat oleh para ahli diantarannya L. Thomas Hopkins, 1941, Harold Alberty, 1953 1.1.4. Pengertian kurikulum dihubungkan dengan dimensi hasil Memandang kuriklum sangat memeperhatikan hasil yang akan dicapai oleh siswa agar sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjadi tujuan dari kurikulum tersebut dan berikut pendapat dari beberapa ahli Unruh dan Unruh, 1984 dan Hilda Taba dll. 1.2. Fungsi Kurikulum

Funsi kurikulum bagi guru adalah pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran, bagi kepala sekolah sebagai pedoman melaksanakan supervesi, bagi orang tua sebagai pedoman utuk membimbing anaknya belajar di rumah, bagi masyarakat adlah sebagai pemberi bantuan proses pembelajaran di sekolah, bagi siswa sebagai pedoman belajar. Selain itu ada juga enam fungsi kurikulum. yaitu : 1.2.1. Fungsi Penyesuaian ( the adjustive or adaptive function ) Kurikulum harus mampu mengerahkan siswa agar memiliki sifat well adjustive yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik atau lingkungan social. 1.2.2. Funngsi Integrasi ( the integrating function Kurikulum harus mampu menghasilkan pribadi pribadi yang utuh. 1.2.3. Fungsi Diferensiasi ( the differentiating function ) Kurikulum harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa. 1.2.4. Fungsi Persiapan ( the propaeduetic function )

3

Kurikulum harus mampu mempersiapkan siswa untuk menerusskan ke jenjang pendidkan berikutnya. 1.2.5. Fungsi Pemilihan ( the selection function ) Kurikulum harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mememilih program belajar yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. 1.2.6. Fungsi Diagnostik ( the diagnostic fungtion ) Kurikulum mampu memebantu siswa mengarahkan dan memahami kekuatan ( potensi ) dan kelemahan yang dimiikinya.

1.3.

Peranan Kurikulum

1.3.1. Peranan Konservatif Kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilainilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada gnerasi muda, dalam hai ini siswa. 1.3.2. Peranan Kreatif Kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan pekembangan yang terjadi dan kebutuhan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan mendatang.

1.3.3. Peranan Kritis dan Evaluatif Kurikulum digunakan untuk mewarisi nilai dan budaya yang ada di masyarakat dan harus sesuai dengan kondisi yang terjadi di masa sekarang.

4

BAB II Landasan Pengembangan Kurikulum

2.1.

Landasan Filosofis dalam Pengembangan Kurikulum Landasan Filosofis dalam Pengembangan Kurikelum ialah pentingnya

rumusan yang didapatkan dari hasil berfikir secara mendalam, analisis, logis, dan sistematis ( filosofis ) dalam merencanakan, melaksanakan, membina dan mengembangkan kurilikulum baik dalam bentuk kurikulum sebagai rencana (tertulis) terlebih kurikulum dalam bentuk pelaksanaan di sekolah. 2.1.1. Filsafat Pendidikan Filsafat pendidikan adalah penerapan dan pemikiran filosof untuk memecahkan masalah masalah pendidikan. 2.1.2. Filsafat dan Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional di Indonesia tentu saja bersumber pada pandangan dan cara hidup manusia Indonesia, yakni pancasila, Berari yujuan pendidikan Indinesia adalah membawa peserta didik agar menjadi manusia yang berpancasila. Dari penjelasan diatas berarti tujuan pendidikan nasional adalah mencetak manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu, dan beramal dalm kondisi yang serasi, selaras dan seimbang. Disininal pentingnya filsafat sebagai pandangan hidup manusia dalam hubungan dengan pendidikan dan pembelajaran. 2.1.3. Manfaat Filsafat Pendidikan Menentukan arah anak anak melalui pendidikan sekolah Mendapat gambaran yang jelas akan hasil yang akan dicapai Memeberi kesatuan yang bulat kepada segala usaha pendidikan.5

-

Dapat menjadikan pendidik dapat menilai sampai mana usahanya Memberikan motivasi / dorongan bagi kegiatan kegiatan pendidkan

2.1.4. Kurikulum Dan Filsafat Pendidikan Pengembangan kurikulum walaupun pada tahap awal sangat diwarnai oleh filsafat dan ideology Negara, namun tidak berarti bahwa kurikulum bersifat statis, melainkan senantiasa memerlukan pengembangan, pembaharuan, dan

penyempurnaan disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan dan perkembangan zaman yang senantiasa cepat berubah. 2.2. Landasan Psikologi dalam Perkembngan Kurikulum

Ada dua cabang psikologi, yaitu psikologi belajar yang memberikan sumbangan terhadap perkembangan kurikulum terutama berkenanaan dengan bagaimana kurikulum itu diberikan kepada siswa dan bagaimana siswa harus

mempelajarinya, berarti berkenanaan dengan strategi pelaksanaan kurikulum. Psikologi perkembangan diperlukan untuk menentukan kurikulum yang diberikan kepada siswa baik tingkat kedalaman dan perluasan materi. 2.2.1. Perkembangan Peserta Didik dan Kurikulum Implikasi terhadap pengembangan kurikulum yaitu : Setiap anak diberi kesempatan untuk untuk berkembang sesuai bakat, minat, dan kebutuhannya Disamping disediakan pelajaran umum, juga disediakan pelajaran yang sesuai dengan minat Menyediakan kurikulum bersifat kejuruan juga bahan ajar yang bersifat akademik Kurikulum memuat tujuan tujuan yang mengandung pengetahuan, nili/sikap, dan keterampilan yang menggambarkan keseluruhan pribadi yang utuh lahir dan batinImplikasi lain dari pengetahuan tentang anak6

terhadap proses pembelajaran ( actual curriculum ) dapat diuraikan sebagai berikut : a. Tujuan Pembelajaran yang dirumuskan secara operasional slalu berpusat kepada perubahan tingkah laku peserta didik. b. Bahan/materi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan minat dan perhatian anak bahan tersebut mudah diterima oleh anak. c. Strategi belajar mengajar yang digunakan harus sesuai dengan taraf perkembngan anak d. Media yang dipakai senantiasa menarik perhatian dan minat anak. e. System evaluasi berpadu dalam suatu kesatuan yang menyeluruh dan berkeinambungan dari suatu tahp ke tahap yang lainya dan dijalankan secara terus menerus. 2.3. Landasan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum

Pendidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insan menuju manusia yang berbudaya. 2.3.1. Kebudayaan dan Kurikulum Individu lahir tidak berbudaya, baik dalam hal kebiasaan, cita cita, sikap,

pengetahuan, keterampilan, dan lain sebagainya. Kurikulum dalam setiap masyarakat pada dasarnya merupakan refleksi

dari cara berfikir, berasa, bercita-cita atau kebiasaan-kebiasaan. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia

2.3.2. Masyarakat dan Kurikulum Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang diorganisasikan mereka sendiri kedalam kelompok-kelompak berbeda. Pendidikan harus mengantisipasi

7

tuntutan hidup ini sehingga dapat mempersiapkan anak didik untuk hidup wajar sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat. 2.4. Kurikulum dan Pengembangan IPTEK Teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu-ilmu lainnya untuk bisa memecahkan masalah-masalah praktis. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti: TV, Radio, Video,Komputer, dan peralatan lainnya. Perkembangan IPTEK, secara langsung akan menjadi isi pendidikan. Sedangkan secara tidak lan

Search related