KUALITAS HASIL PENERJEMAHAN INDIVIDU DAN · PDF fileseperti proses pencarian padanan yang sesuai dan tepat, ... kebahasaan (linguistik) yang meliputi semantik, pragmatik, ... kompetensi

  • View
    225

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of KUALITAS HASIL PENERJEMAHAN INDIVIDU DAN · PDF fileseperti proses pencarian padanan yang...

  • KUALITAS HASIL PENERJEMAHAN INDIVIDUDAN PENERJEMAHAN KELOMPOK

    (Studi Kasus Proses dan Hasil Penerjemahan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Linguistik

    Minat Utama PenerjemahanUniversitas Sebelas Maret Surakarta)

    TESIS

    Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Mencapai DerajatMagister Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan

    Oleh:

    WINANTU KURNIANINGTYAS S. AS130906008

    PROGRAM STUDI LINGUISTIKMINAT UTAMA LINGUISTIK PENERJEMAHAN

    PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA2008

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Dewasa ini, menerjemahkan bukanlah aktivitas baru lagi khususnya bagi

    mereka yang berkecimpung di bidang akademis karena sebagian besar referensi

    yang digunakan sebagai buku penunjang menggunakan bahasa asing (baca =

    Inggris). Disadari atau tanpa disadari pada saat membaca referensi-referensi

    tersebut sebenarnya mereka telah melakukan aktivitas menerjemahkan karena

    mereka mencoba untuk mentransfer makna yang ada dalam teks sumber ke bahasa

    sasaran (Indonesia) untuk bisa memahami makna yang terkandung dalam buku-

    buku referensi tersebut.

    Lebih lanjut, pada saat aktivitas menerjemahkan tersebut berlangsung,

    mereka tidak peduli apa saja yang telah terjadi pada saat menerjemahkan

    referensi-refensi yang mereka baca karena dalam benak mereka hanya terfokus

    pada menerjemahkan teks referensi-referensi untuk memahami dan mengetahui

    maksud dari teks referensi-referensi yang dibaca dalam bahasa mereka.

    Padahal banyak hal yang sebenarnya terjadi pada saat menerjemahkan

    seperti proses pencarian padanan yang sesuai dan tepat, proses pengambilan

    keputusan, proses penyusunan kembali kalimat terjemahan mereka, dsb; sehingga

    mereka bisa mencapai harapan untuk memahami dan mengetahui maksud dari

    teks referensi tersebut.

  • 2

    Sebagai contoh kasus diambil dari salah satu program studi yang

    terdapat pada program Pascasarjana UNS yang referensinya menggunakan bahasa

    Inggris seperti program studi Linguistik minat utama Penerjemahan. Mereka, para

    civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan hampir

    setiap harinya harus berhadapan dengan referensi-referensi berbahasa Inggris. Di

    sini, mereka mentransfer makna yang terkandung dalam buku referensi tersebut ke

    dalam bahasa sasaran dan tanpa disadari mereka telah melakukan aktivitas

    menerjemahkan yang disertai oleh proses penerjemahan yang berlangsung di

    dalam otak.

    Contoh kasus di atas diadopsi karena penelitian ini difokuskan pada

    civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan

    Pascasarjana UNS dengan beberapa pertimbangan diantaranya yaitu kemampuan

    penguasaan dan pemahaman kebahasaan yang mereka miliki seperti pengetahuan

    kebahasaan (linguistik) yang meliputi semantik, pragmatik, sosiolinguistik,

    analisa wacana dan analisa perbandingan (contrastive analysis). Selain itu, para

    penerjemah juga memiliki pengetahuan tentang penerjemahan. Dengan

    kompetensi lebih yang dimiliki civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat

    Utama Penerjemahan tersebut, peneliti mencoba untuk menggali lebih dalam

    proses penerjemahan yang berlangsung selama penugasan dan kualitas terjemahan

    yang mereka hasilkan.

    Dalam penelitian ini, peneliti tidak hanya melihat proses dan produk dari

    penerjemahan individu akan tetapi mencoba untuk membandingkan bentuk

    penerjemahan tersebut dengan penerjemahan kelompok baik dari segi proses

  • 3

    maupun produknya. Pertimbangan untuk membandingkan kedua bentuk

    penerjemahan tersebut karena pada umumnya penerjemahan dilakukan secara

    individu dan jarang sekali penerjemahan dilakukan secara berkelompok. Di

    samping itu, sejauh ini penelitian-penelitian yang sering dilakukan terfokus pada

    penerjemahan yang dilakukan oleh orang per orang (individu) daripada

    penerjemahan yang dilakukan secara kelompok. Pada penerjemahan individu,

    proses yang berlangsung benar-benar secara monolog mulai dari pengambilan

    keputusan untuk menentukan strategi dan teknik penerjemahan, kemudian

    penentuan makna yang sesuai, selanjutnya merangkai dan menyusun kembali

    kalimat terjemahannya. Semuanya murni bergantung pada penerjemah itu sendiri

    tanpa ada pertimbangan ataupun masukan dari pihak lain.

    Bagaimana dengan penerjemahan kelompok? Apakah proses

    penerjemahan yang berlangsung pada penerjemahan kelompok sama dengan

    proses penerjemahan yang dilakukan secara individu atau perorangan? Tentunya

    proses yang terjadi bisa jadi berbeda dengan penerjemahan individu karena pada

    saat menerjemahkan, mereka menemukan istilah-istilah yang mungkin tidak

    diketahui maknanya atau mungkin dimengerti maknanya tetapi sulit untuk

    diungkapkan dalam bahasa sumbernya, mereka tidak hanya dapat menemukan

    maknanya dalam kamus serta memikirkan sendiri makna yang tepat dan sesuai

    seperti yang dialami oleh penerjemah individu, melainkan mereka bisa bertukar

    pikiran dan pendapat untuk memecahkan permasalahan sehingga mampu

    memperoleh solusi yang tepat. Dengan kata lain, proses penerjemahan yang

    berlangsung dalam penerjemahan kelompok terjadi secara dialog.

  • 4

    Kemudian, setelah proses penerjemahan dengan penentuan strategi

    penerjemahan yang tepat pastinya berpengaruh pada teknik penerjemahan seperti

    contoh berikut ini

    Data 004 TETS

    Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa KelompokAt last all his money

    was gone and the

    shoemaker had only

    enough leather left to

    make one pair of shoes.

    Semua uangnya sudah

    habis. Dia hanya

    memiliki selembar kulit

    yang cukup untuk

    membuat sepasang

    sepatu.

    Suatu hari, semua

    uangnya habis dan

    tukang sepatu itu hanya

    memiliki bahan kulit

    yang cukup untuk

    membuat sepasang

    sepatu.

    Kedua teks terjemahan di atas yaitu terjemahan individu dan kelompok memiliki

    teknik penerjemahan yang berbeda. Teks terjemahan individu menggunakan dua

    teknik terjemahan yaitu teknik penerjemahan literal dan teknik transposisi. Teknik

    transposisi bisa diidentifikasi dari perubahan bentuk kalimat yaitu pada teks BSu

    merupakan kalimat kompleks berubah menjadi dua kalimat simpleks pada teks

    BSa. Teknik penerjemahan literal bisa dilihat dari struktur teks terjemahan

    individu yang memiliki kesamaan dengan struktur yang terdapat pada teks Bsu,

    sedangkan teknik penerjemahan yang terdapat pada teks BSa kelompok

    merupakan teknik amplifikasi. Teknik ini tampak dari adanya informasi tambahan

    pada teks BSa yang tidak terdapat pada teks BSu. Penambahan informasi tersebut

    dapat diidentifikasi dari penambahan keterangan waktu suatu hari.

    Meskipun jenis penerjemahnya berbeda yaitu penerjemah individu dan

    penerjemah kelompok dan dengan penerapan strategi yang berbeda pula, tidak

  • 5

    semua teknik penerjemahan yang dihasilkan juga berbeda semua. Ada beberapa

    kalimat pada teks BSa pada terjemahan individu yang memiliki jenis teknik

    penerjemahan yang sama dengan terjemahan kelompok. Di samping itu, ada pula

    teks BSa pada terjemahan kelompok yang memiliki teknik penerjemahan sejenis,

    seperti contoh kasus berikut ini

    Data 01 TCLA

    Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa KelompokTranslation

    Competence and

    Language Awareness

    Kompetensi

    Penerjemahan dan

    Kesadaran Bahasa.

    Kompetensi

    Penerjemahan dan

    Pengetahuan Bahasa.

    Kedua teks terjemahan di atas yaitu teks BSa Individu dan teks BSa Kelompok

    menggunakan teknik penerjemahan yang sama yakni teknik penerjemahan literal.

    Teknik penerjemahan literal tersebut bisa dilihat dari struktur kedua terjemahan

    yang dihasilkan oleh masing-masing penerjemah. Terjemahan tersebut memiliki

    struktur yang sama dengan struktur yang terdapat pada teks BSu. Meskipun

    memiliki teknik penerjemahan yang sama, namun kedua terjemahan tersebut juga

    memiliki tingkat kesepadanan yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan

    pada pemilihan istilah. Awareness oleh penerjemah individu diterjemahkan

    sebagai kesadaran namun oleh penerjemah kelompok istilah tersebut

    diterjemahkan menjadi pengetahuan. Istilah yang tepat untuk menggantikan

    istilah awareness adalah pengetahuan karena dalam kamus Oxford awareness

    berarti having knowledge of somebody or something; interested in and knowing

    about something.

  • 6

    Penelitian berikutnya adalah untuk melihat kualitas terjemahan dari

    kedua bentuk penerjemahan tersebut. Bagaimana kualitas terjemahan yang

    dihasilkan oleh kedua penerjemah dengan pertimbangan penerapan strategi

    penerjemahan yang berbeda dan teknik penerjemahan yang ada? Kedua bentuk

    penerjemahan, penerjemahan kelompok dan penerjemahan individu, mungkin

    akan menghasilkan terjemahan yang berbeda termasuk dari segi kualitas

    terjemahannya apabila dilihat dari segi kesepadanan, keberterimaan, dan

    keterbacaan, meskipun para penerjemah memiliki kompetensi atau keahlian yang

    sama atau hampir sama. Belum tentu terjemahan yang dikerjakan secara

    kelompok memiliki kualitas yang baik dibanding dengan penerjemahan yang

    dilakukan secara individu. Begitu juga sebaliknya, bisa jadi teks terjemahan dari

    penerjemah individu memiliki kualitas yang lebih baik dari teks terjemahan

    kelompok.

    Penelitia