KRITIK SOSIAL DALAM LAGU MERAH DAN KUNING ... kritik adalah untuk mengetahui kelebihan

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KRITIK SOSIAL DALAM LAGU MERAH DAN KUNING ... kritik adalah untuk mengetahui kelebihan

  • KRITIK SOSIAL DALAM LAGU MERAH DAN KUNING KARYA EFEK

    RUMAH KACA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN

    RELEVANSINYA DENGAN BAHAN AJAR SASTRA DI SMA

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan

    Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Oleh:

    ILHAM AKBAR MAULANA

    A310140037

    PROGAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2018

  • 1

    KRITIK SOSIAL DALAM LAGU MERAH DAN KUNING KARYA EFEK RUMAH

    KACA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN RELEVANSINYA DENGAN BAHAN

    AJAR SASTRA DI SMA

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)latar sosio-historis pengarang; (2)struktur

    dalam lagu “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca; (3)kritik sosial dalam lagu

    “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca; (4)relevansi kritik sosial dalam lagu

    “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca pada pembelajaran sastra di SMA.

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini

    meliputi kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat serta wacana yang mengandung kritik sosial

    pada lagu “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca. Sumber data dalam penelitian ini

    adalah lagu “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca, artikel, jurnal. Teknik

    pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik validasi

    data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data dalam

    penelitian ini menggunakan metode dialektik. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini

    adalah (1)Efek Rumah Kaca merupakan grup musik asal Jakarta yang mengangkat

    permasalahan sosial dan politik yang ada di Indonesia; (2)struktur puisi pada lagu “Merah”

    dan “Kuning” meliputi tema yang keseluruhan mengangkat permasalahan sosial-politik di

    masyarakat. Pengimajian yang digunakan yaitu, penglihatan, pendengaran, gerak, dan

    intelektual. Majas yang digunakan yaitu, personifikasi, hiperbola, ironi, metafora, tautologi,

    retorik dan ironi. Amanat yang ingin disampaikan berisi tentang perilaku manusia dalam hal

    kepemimpinan dan menerima perbedaan. Nada dan suasana yang timbul berupa suasana

    sendu dan keresahan.; (3)kritik sosial dalam lagu “Merah” dan “Kuning” berupa masalah

    kemanusiaan, keagamaan, dan masalah sosial-politik; (4)hasil penelitian ini layak digunakan

    sebagai bahan ajar sastra di SMA pada Kompetensi Dasar 3.17 dan Kompetensi Dasar 3.8

    untuk kelas peminatan dan sesuai dengan kriteria bahan ajar yaitu bahasa, psikologi, dan latar

    budaya.

    Kata kunci: sosiologi sastra, kritik sosial, bahan ajar sastra.

    Abstract

    This study aims to describe (1) the socio-historical setting of the author; (2) structures in the

    song "Merah" and "Kuning" by the Greenhouse Effect; (3) social criticism in the song

    "Merah" and "Kuning" by the Greenhouse Effect; (4) the relevance of social criticism in the

    song "Merah" and "Kuning" by the Greenhouse Effect on literary learning in high school.

    This study uses descriptive qualitative research methods. The data in this study include

    words, phrases, clauses, and sentences and discourses that contain social criticism on the

    song "Merah" and "Kuning" by the Greenhouse Effect. The sources of data in this study were

    the songs "Merah" and "Kuning" by the Greenhouse Effect, articles, journals. Data

    collection techniques used in this study are library techniques. Data validation techniques in

    this study use data triangulation techniques. Data analysis techniques in this study use

    dialectical methods. The results and discussion of this study are (1) the Greenhouse Effect is

    a music group from Jakarta that raises social and political problems in Indonesia; (2) the

    structure of poetry on the songs "Merah" and "Kuning" includes themes that all raise socio-

    political problems in the community. The assessment used is vision, hearing, motion and

    intellectual. Majas used are, personification, hyperbole, irony, metaphor, tautology, rhetoric

    and irony. The mandate to be conveyed contains about human behavior in terms of

    leadership and accepting differences. The tone and atmosphere that arises in the form of sad

    and restless atmosphere; (3) social criticism in the song "Merah" and "Kuning" in the form

  • 2

    of humanitarian, religious and socio-political issues; (4) the results of this study are suitable

    to be used as literary teaching materials in high schools on Basic Competencies 3.17 and

    Basic Competencies 3.8 for specialization classes and in accordance with the criteria of

    teaching materials namely language, psychology, and cultural setting.

    Keywords: literary sociology,social criticism,literary teaching materials.

    1. PENDAHULUAN

    Lagu saat ini menjadi salah satu media sastra yang banyak digemari orang. Dengan

    menciptakan sebuah lagu, seseorang bisa mengekspresikan dirinya dan menggambarkan

    keadaan yang ada disekitarnya. Sekarang ini, banyak pula grup-grup musik yang gemar

    menciptakan sebuah lagu yang berdasar pada keadaan disekitarnya, hingga sebuah kritik dari

    keadaan tersebut.

    Salah satu grup musik yang menciptakan lagu-lagu tentang keadaan disekitar

    pengarang adalah grup musik bernama Efek Rumah Kaca. Lagu digunakan sebagai media

    sastra dalam mengungkapkan apa yang terjadi di kehidupan pengarang serta mengimplisitkan

    makna seperti puisi. Banyak lagu-lagu dari grup musik ini yang menggambarkan tentang

    keadaan di sekitarnya. Lagu berjudul merah dan kuning adalah lagu yang diciptakan oleh

    Efek Rumah Kaca yang dimana isinya menguak tentang keadaan yang terjadi di Indonesia.

    Kedua lagu tersebut berisi tentang kehidupan politik di Indonesia hingga masalah

    keberagaman.

    Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman yang luas

    dibandingkan negara-negara lainnya. Berbagai macam suku, ras, agama, kebudayaan, bahasa

    menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompleks akan keberagaman. Namun,

    keberagaman yang ada di Indonesia sudah mulai memudar karena terkontaminasi oleh

    budaya asing di era milenial sekarang ini. Permasalahan ini menjadi kompleks ketika

    berbagai paham yang berbeda saling berseteru dan tak mengindahkan adanya cerminan

    negara yang mengedepankan sikap toleransi dari keberagaman.

    Permasalahan tersebut tertuang pula dalam lagu berjudul “Merah” dan “Kuning”.

    Permasalahan politik yang terjadi sekarang ini hingga permasalahan keberagaman yang

    semakin memudar. Permasalahan keberagaman yang ini memicu adanya kemuduran dalam

    perkembangan bahasa, sastra dan budaya.

    Karya sastra adalah suatu hasil karya seni baik lisan maupun tertulis yang –lazimya-

    menggunakan bahasa sebagai mediumnya dan memberikan gambaran tentang kehidupan

    dengan segala kompleksitas, problema, dan keunikannya baik tentang cita-cita, keinginan dan

    harapan, kekuasaan, pengabdian, makna dan tujuan hidup, perjuangan, eksistensi dan ambisi

  • 3

    manusia, juga cinta, benci dan iri hati, tragedi dan kematian, serta hal-hal yang bersifat

    transedental dalam kehidupan manusia, (Al-Ma’ruf 2017:3). Karya sastra memiliki beberapa

    jenis, yakni puisi, prosa, dan drama. Salah satu karya sastra yang dipilih dalam penelitian ini

    adalah puisi yang berupa lirik lagu. Puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan

    perasaan, yang merangsang imajinasi pancaindera dalam susunan yang berirama (Pradopo,

    2014: 7). .

    Tujuan dari penelitian ini yakni (1) mendeskripsikan latar sosio-historis dari grup

    musik Efek Rumah Kaca, (2) menjabarkan struktur lagu “Merah” dan “Kuning” karya Efek

    Rumah Kaca, (3) mendeskripsikan kritik sosial dalam lirik lagu “Merah” dan “Kuning” karya

    Efek Rumah Kaca dengan kajian sosiologi sastra, (4) mendeskripsikan relevansi lirik lagu

    “Merah” dan “Kuning” karya Efek Rumah Kaca dalam pembelajaran sastra di SMA.

    Puisi memiliki unsur-unsur yang membangun di dalamnya, menurut Richards (dalam

    Al-Ma’ruf, 2017:38) bahwa unsur-unsur yang membangun sebuah puisi terdiri atas metode

    dan hakikat, untuk menggantikan istilah bentuk dan isi puisi, atau struktur fisik dan struktur

    batin puisi. Metode atau struktur fisik puisi terdiri atas bahasa figuratif (figurative language)

    dan bunyi yang menghasilkan rima dan ritma(rhyme and rhytme). Adapun hakikat puisi atau

    struktur batin yang terdiri atas tema (sense), amanat (intention), perasaan (feeling), nada

    (tone).

    Pada analisis struktural, unsur pembangun dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik

    dan unsur ekstrinsik. Sedangkan dalam struktur intrinsik, dibagi menjadi tiga, yaitu tema,

    fakta cerita atau struktur faktual, dan sarana cerita.

    Pendekatan sosiologis menganggap karya sastra sebagai milik masyarakat. Dasar

    filosofis pendekatan sosiologis adalah adanya hubungan hakiki antara karya sastra dengan

    masyarakat. Hubungan-hubungan yang dimaksudkan disebabkan oleh: