Kontrasepsi Mantap

  • View
    119

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

obgyn

Text of Kontrasepsi Mantap

  • 5/27/2018 Kontrasepsi Mantap

    1/25

    1

    KONTRASEPSI MANTAP

    I. PENDAHULUANPenggunaan kontrasepsi di Indonesia setiap tahunnya mengalami

    peningkatan. Hal ini terlihat dari data BKKBN Agustus 2012 mencatat setidaknya

    tercatat ada 6.152.231 peserta baru di seluruh Indonesia dari tahun sebelumnya.

    Penggunaan kontrasepsi yang terbanyak mayoritas jangka pendek dengan total

    82,26% sedangkan jangka panjang hanya 17,74%. Metode jangka panjang berupa

    IUD (Intrautrine Device), MOW (Metode Operasi Wanita) atau tubektomi,MOP(Metode Operasi Pria) atau vasektomi dan Implan.1

    Meskipun prevalensi penggunaan kontrasepsi sudah tinggi, kehamilan yang

    tidak diinginkan masih sering terjadi. Di Inggris, angka kejadian aborsi pada tahun

    2003 adalah 17,5 per 1000 wanita usia subur. Namun, tidak semua kehamilan

    yang tidak diinginkan berakhir pada aborsi. Sekitar 30% kelahiran bayi berasal

    dari kehamilan yang tidak direncanakan.2

    Keefektifan suatu alat atau metode kontrasepsi tergantung dari bagaimana

    cara kerjanya dan seberapa mudah medote kontrasepsi tersebut digunakan serta

    tingkat kegagalan dari alat kontrasepsi tersebut ketika digunakan. 2

    Ada beberapa metode dalam kontrasepsi, yaitu kontrasepsi sederhana,

    kontrasepsi efektif, dan kontrasepsi mantap. Kontrasepsi sederhana, terdiri dari

    kontrasepsi tanpa alat (metode amenorea laktasi, senggama terputus (koitus

    interuptus), pantang berkala, metode suhu badan basal, dan lendir serviks) dan

    kontrasepsi dengan menggunakan alat (kondom). Kontrasepsi efektif, terdiri dari:

    kontrasepsi hormonal (pil, injeksi, implan) dan alat kontrasepsi dalam rahim atau

    AKDR. Kontrasepsi mantap, terdiri dari tubektomi dan vasektomi.3

    Kontrasepsi mantap atau sterilisasi, yang disebut juga kontrasepsi operatif,

    telah menjadi jenis kontrasepsi yang paling populer, dan merupakan suatu metode

    kontrasepsi yang bersifat permanen. Jumlah pasien yang menjalani prosedur

    sterilisasi di Amerika Serikat, baik itu tubektomi maupun vasektomi, tidak dapat

    dihitung secara akurat karena sebagian besar dilakukan pada pusat rawat jalan.

    Namun, Westhoff dan Davis (2000) mengakses data dari National Survey of

  • 5/27/2018 Kontrasepsi Mantap

    2/25

    2

    Family of Family Growth, dan mengestimasi bahwa terdapat sekitar 700.000

    orang yang menjalani prosedur tubektomi per tahun. Sayangnya, terdapat sangat

    banyak aturan federal yang mengurungkan niat para wanita untuk melakukan

    tindakan sterilisasi secara sukarela. Dari 700.000 wanita di Amerika Serikat yang

    menjalani prosedur tubektomi, sebagian dari mereka dilakukan pasca persalinan

    dan sebagian lagi melalui rawat jalan. Sebelas juta wanita di Amerika Serikat

    yang berusia 15-44 tahun mempercayakan tubektomi bilateral sebagai metode

    kontrasepsi, dan lebih dari 190 juta pasangan di dunia menggunakan sterilisasi

    sebagai kontrasepsi permanen yang aman dan terpercaya. Sedangkan, vasektomi

    merupakan kontrasepsi permanen bagi pria. Pada tahun 2002, sekitar 526.501

    prosedur vasektomi dilakukan di Amerika Serikat.4,5,6,7

    Pada tahun-tahun terakhir ini vasektomi untuk tujuan sterilisasi makin

    banyak dilakukan di beberapa negara seperti India, Pakistan, Amerika Serikat, dan

    Korea untuk menekan laju pertambahan penduduk. Di Indonesia, vasektomi tidak

    termasuk dalam program keluarga berencana nasional.3

    Vasektomi merupakan suatu operasi kecil dan dapat dilakukan oleh

    seseorang yang telah mendapat latihan khusus untuk itu. Selain itu, vasektomi

    tidak memerlukan alat-alat yang banyak, dapat dilakukan secara poliklinis, dan

    pada umumnya dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal.3

    II. ANATOMI ORGAN GENITALIA WANITA1.Uterus

    Pada orang dewasa berbentuk seperti buah avokad atau buah peer yang

    sedikit gepeng. Ukuran panjang uterus sekitar 7 7,5 cm, lebar ditempat yangpaling lebar 5,25 cm dan tebal 2,5 cm terdiri dari korpus uteri (2/3 bagian atas)

    dan serviks uteri (1/3 bagian bawah). Di dalam korpus uteri terdapat rongga

    (kavum uteri) yang membuka keluar melalui kanalis servikalis yang terletak di

    serviks. Bagian bawah serviks yang terletak di vagina dinamakan portio uteri

    (pars vaginalis servisis uteri), sedangkan yang di atas vagina disebut pars

    supravaginalis servisis uteri. Antara korpus dan serviks ada bagian yang disebut

    isthmus uteri.3

  • 5/27/2018 Kontrasepsi Mantap

    3/25

    3

    Bagian atas uterus disebut fundus uteri, dimana tuba Fallopii kanan dan

    kiri masuk ke uterus. Dinding uterus terutama terdiri dari miometrium yang

    mempunyai tiga lapisan otot polos (sehingga memungkinkan berkontraksi dan

    relaksasi). Kavum uteri dilapisi oleh endometrium yang terdiri atas sel-sel epitel

    kubik, kelenjar-kelenjar, dan stroma dengan banyak pembuluh darah.

    Pertumbuhan dan fungsi endometrium dipengaruhi oleh faktor-faktor steroid

    ovarium.3

    Gambar 1. Gambar penampang anatomi uterus dan tuba (diku tip dari kepustakaan 4)

    Uterus pada wanita dewasa umumnya terletak pada posisi

    anteversiofleksio (serviks ke depan atas) dan membentuk sudut dengan vagina,

    sedang korpus uteri berarah ke depan dan membentuk sudut 120 130 dengan

    serviks uteri. Kadang-kadang dijumpai uterus pada posisi retrofleksi (korpus

    uteri mengarah ke belakang) yang pada umumnya tidak memerlukan

    pengobatan. Di bagian luar uterus dilapisi oleh serosa (peritoneum viserale).Uterus mendapat aliran darah dari arteria uterine cabang dari arteria iliaka

    interna, dan dari arteri ovarika.3

    2. Tuba FallopiiMerupakan saluran telur yang secara embriologis berasal dari duktus

    Mulleri. Panjang rata-rata tuba fallopii yaitu 11-14 cm. bagian yang ada di

    dinding uterus disebut pars interstisialis, sebelah lateralnya (36 cm) terdapat

    pars isthmika yang masih sempit (diameter 2-3mm), disebelah lateralnya

  • 5/27/2018 Kontrasepsi Mantap

    4/25

    4

    terdapat pars ampularis yang lebih lebar (diameter 4-10mm) dan mempunyai

    ujung terbuka disebut infundibulum. Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum

    viseralis yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot di dinding tuba

    terdiri dari lapisan longitudinal dan otot sirkuler. Bagian dalam dilapisi oleh

    mukosa yang terdiri atas epitel kubik sampai silindrik yang mempunyai bagian-

    bagian dengan serabut-serabut (silia) dimana gerakannya menimbulkan aliran ke

    kavum uteri.3

    3. OvariumTerdapat sepasang di sebelah kiri dan kanan dekat pada dinding pelvis di

    fossa ovarika. Ovarium berhubungan dengan uterus dengan ligamentum ovarii

    propium. Pembuluh darah ke ovarium melalui ligamentum suspensorium ovarii

    (ligamentum infundibulopelvikum). Ovarium terletak pada lapisan belakang

    ligamentum latum. Sebagian besar ovarium berada intra peritoneal dan tidak

    dilapisi peritoneum. Bagian ovarium kecil berada di ligamentum latum (hilus

    ovarii) dimana pembuluh darah dan saraf ovarium masuk. Lipatan yang

    menghubungkan lapisan belakang ligamentum latum dengan ovarium disebut

    mesovarium.3

    Ovarium berfugsi menghasilkan ovum yang dihasilkan dari folikel de

    Graff atas pengaruh hormone hipofise. Selain itu ovarium juga berfungsi untuk

    menghasilkan hormone estrogen dan progesteron.3

    III. KONTRASEPSI MANTAP PADA WANITAA.Epidemiologi

    Persentase wanita yang menggunakan sterilisasi sebagai metode

    kontrasepsi meningkat sekitar 5% (rentang usia 20-24 tahun) sampai sekitar

    50% pada wanita usia 40-44 tahun. Metode kontrasepsi ini aman (pada jangka

    waktu yang panjang), memiliki efisasi yang tinggi, dan harga murah.8

    Angka akseptor Kontap itu sendiri pada wanita atau MOW hanya 3,75%

    dari total penggunaan KB seluruh Indonesia. Meskipun jumlahnya sangat

    sedikit tetapi angka kegagalan yaitu sekitar 0-0,4% untuk teknik Poomeroy,

  • 5/27/2018 Kontrasepsi Mantap

    5/25

    5

    Madlener 1,2% dan teknik lain seperti Uchida, Kroener, Alridge tingkat

    kegagalannya sangat kecil.8

    Kemampuan sterilisasi yang unik sebagai metode kontrasepsi jangka

    panjang adalah alasan yang penting mengapa metode kontrasepsi ini menjadi

    populer. Hal ini membuat sterilisasi menjadi metode yang ideal untuk

    kontrasepsi permanen di negara-negara berkembang di mana akses ke sarana

    pelayanan kesehatan terbatas.8

    B.KeuntunganMetode sterilisasi pada wanita tidak menggunakan hormon. Metode ini

    merupakan metode kontrasepsi yang permanen. Tidak ada data yang

    melaporkan bahwa wanita yang telah menjalani sterilisasi mengalami

    perubahan libido, siklus menstruasi, atau gangguan laktasi. Motivasi juga

    hanya dilakukan sekali saja, sehingga tidak diperlukan motivasi yang berulang-

    ulang. Selalin itu, sterilisasi juga memiliki efektivitas hampir 100%. Sterilisasi

    pada wanita biasanya dilakukan dalam sehari (one day care).3,5

    Wanita yang memilih metode kontrasepsi sterilisasi tidak perlu lagi

    khawatir tentang kehamilan atau efek samping dari metode kontrasepsi yang

    telah dijalani. Sterilisasi tidak mengganggu hasrat seksual, dan banyak orang

    yang mengatakan bahwa sterilisasi dapat meningkatkan hasrat seksual karena

    dapat menghilangkan ketakutan akan kehamilan yang tidak diinginkan.9

    Keuntungan sterilisasi pada wanita yang paling populer adalah mampu

    mengurangi risiko dari kanker ovarium. Suatu penelitian prospektif yang

    diikuti oleh 396.000 wanita dalam 9 tahun menunjukkan bahwa risiko kanker

    ovarium menurun sekitar 30% pada kelompok yang menjalani ligasi tuba.

    Meskipun me

Search related