keunggulan bersaing

  • View
    63

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of keunggulan bersaing

  • ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN INOVASI PRODUK

    TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN

    (Studi pada Industri Batik di Kota dan Kabupaten Pekalongan)

    TESIS

    Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat guna

    memperoleh derajat sarjana S-2 Magister Manajemen Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro

    Oleh :

    SENSI TRIBUANA DEWI NIM. C4A004187

    PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO

    SEMARANG 2006

  • ABSTRACT

    This research analyze influence market orientation and product innovation to competitive advantage to increase marketing performance. The research problem are how to create competitive advantage to increase marketing performance.

    This research uses data of 120 collected questionnaires from batik industries in Pekalongan as a research sample. Data analysis tools used in this research is Structural Equation Modeling (SEM) under AMOS 5.0.

    Data analysis result shows that research model has good fit and all the hypotheses can be proved. The conclusions are: market orientation and product innovation influence positively and significantly to competitive advantage, thus competitive advantage has positive and significant influence to marketing performance.

    Based on the results of the research can be concluded that the most dominant in the influences to competitive advantage among the two factors (market orientation and product innovation) is market orientation. The recommendation of managerial implication suggested by this research is the action, which stressed to the application of market orientation in firms. This research gives several limitations and agenda for future research.

  • ABSTRAKSI

    Penelitian ini menganalisis pengaruh orientasi pasar dan inovasi produk terhadap keunggulan bersaing untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Rumusan masalah adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing untuk meningkatkan kinerja pemasaran.

    Penelitian ini menggunakan data 120 kuesioner yang dikumpulkan dari industri batik di Pekalongan sebagai sampelnya. Alat analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) pada program AMOS 5.0.

    Hasil analisis data menunjukkan bahwa model penelitian mempunyai kesesuaian/fit yang baik dan semua hipotesis penelitian dapat dibuktikan. Kesimpulan yang diambil adalah orientasi pasar dan inovasi produk berpengaruh positip dan signifikan terhadap keunggulan bersaing dan selanjutnya keunggulan bersaing berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja pemasaran.

    Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa diantara kedua faktor yang mempengaruhi keunggulan bersaing (orientasi pasar dan inovasi produk) didapatkan kesimpulan bahwa orientasi pasar merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap keunggulan bersaing. Implikasi manajerial yang dapat disarankan oleh penelitian ini adalah kebijakan yang menitikberatkan pada penerapan orientasi pasar pada perusahaan. Penelitian ini memberikan beberapa keterbatasan penelitian serta agenda penelitian mendatang yang bisa dilakukan pada penelitian lanjutan.

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Penelitian

    Munculnya persaingan dalam dunia bisnis merupakan hal yang tidak dapat

    dihindari. Dengan adanya persaingan, maka perusahaan perusahaan dihadapkan

    pada berbagai peluang dan ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari

    dalam negeri. Untuk itu setiap perusahaan dituntut untuk selalu mengerti dan

    memahami apa yang terjadi di pasar dan apa yang menjadi keinginan konsumen,

    serta berbagai perubahan yang ada di lingkungan bisnisnya sehingga mampu

    bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Sudah seharusnya perusahaan

    berupaya untuk meminimalisasi kelemahan-kelemahannya dan memaksimalkan

    kekuatan yang dimilikinya. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk mampu

    memilih dan menetapkan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi

    persaingan.

    Dengan semakin ketatnya persaingan tersebut maka perusahaan harus

    memahami apa dan bagaimana cara untuk mengelola berbagai sumber daya yang

    dimilikinya. Kunci penting untuk memenangkan persaingan terletak pada

    kemampuan perusahaan untuk menciptakan keunggulan bersaing. Narver dan

    Slater (1990, p.21) menyatakan bahwa keunggulan bersaing dapat dicapai apabila

    perusahaan mampu memberikan nilai yang lebih kepada pelanggan dari apa yang

    diberikan oleh pesaingnya. Keunggulan bersaing dapat berasal dari berbagai

    aktivitas perusahaan seperti dalam mendesain, memproduksi, memasarkan,

  • menyerahkan, dan mendukung produknya. Masing-masing aktivitas ini harus

    diarahkan untuk mendukung posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan

    dasar untuk menciptakan diferensiasi.

    Dalam tingkat pesaingan yang semakin ketat dan kemajuan teknologi yang

    tidak dapat dibendung maka suatu produk perusahaan akan tumbuh berkembang

    sampai pada suatu titik, dimana produk tersebut nantinya akan sulit dibedakan

    antara satu dengan yang lain. Agar menang dalam suatu persaingan maka dalam

    memasarkan produk saat ini produsen tidak hanya berdasarkan pada kualitas

    produk saja, tetapi juga tergantung dari strategi yang diterapkan oleh perusahaan.

    Terkait dengan itu ada dua strategi yang umumnya digunakan perusahaan yaitu

    orientasi pasar (Narver and Slater, 1995, p. 134) dan inovasi (Han et at, 1998, p.

    35).

    Menurut Kohli dan Jaworski (1990, p. 1 18), orientasi pasar merupakan

    budaya perusahaan yang bisa membawa pada meningkatnya kinerja pemasaran.

    Narver dan Slater (1990, p. 34) mendefinisikan orientasi pasar sebagai budaya

    organisasi yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan perilaku perilaku

    yang dibutuhkan untuk menciptakan superior value bagi pembeli dan

    menghasilkan superior performance bagi perusahaan, apalagi dalam lingkungan

    yang bersaing ketat. Dalam lingkungan persaingan yang tinggi, hanya perusahaan

    yang memiliki nilai lebihlah yang akan bertahan. Apa maksudnya frasa itu?

    Lebih lanjut Narver and Slater (1995, p. 134) menjelaskan bahwa perusahaan

    yang telah menjadikan orientasi pasar sebagai budaya organisasi akan berfokus

    pada kebutuhan pasar eksternal, keinginan dan permintaan pasar sebagai basis

  • dalam penyusunan strategi bagi masing-masing unit bisnis dalam organisasi, dan

    menentukan keberhasilan perusahaan.

    Selain orientasi pasar, inovasi juga dapat dijadikan sebagai salah satu

    strategi dalam mencapai keunggulan bersaing. Tujuan utama dari inovasi produk

    adalah untuk memenuhi permintaan pasar sehingga produk inovasi merupakan

    salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan bersaing bagi perusahaan

    (Han et at., 1998, p. 35). Pelanggan umumnya menginginkan produk-produk yang

    inovatif sesuai dengan keinginan mereka. Bagi perusahaan, keberhasilannya

    dalam melakukan inovasi produk berarti perusahaan tersebut selangkah lebih

    maju dibanding dengan pesaingnya. Hal ini menuntut kepandaian perusahaan

    dalam mengenali selera pelanggannya sehingga inovasi yang dilakukannya pada

    akhirnya memang sesuai dengan keinginan pelanggannya. Dengan demikian

    inovasi produk harus betul-betul direncanakan dan dilakukan dengan cermat.

    Tingginya tingkat persaingan yang ada tidak hanya dirasakan oleh

    perusahaan-perusahaan besar tetapi juga dialami oleh perusahaan menengah di

    Indonesia seperti industri batik di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

    Perubahan-perubahan yang terjadi dalam industri batik diantaranya adalah

    kenaikan tingkat persaingan industri, kenaikan harga bahan baku, dan

    menurunnya eksport ke luar negeri. Tingkat persaingan yang terjadi semakin ketat

    di dalam industri batik terjadi akibat berkurangnya pangsa pasar dalam negeri

    sehingga menuntut perusahaan-perusahaan dalam industri ini untuk menerapkan

    strategi yang relevan dengan kondisi perusahaan dan lingkungan yang terus

    berubah. Perusahaan harus tetap berupaya untuk mempertahankan kelangsungan

  • hidupnya. Kemajuan perusahaan di industri batik sepenuhnya tergantung dari

    kemampuan perusahaan untuk menciptakan dan menumbuhkan daya saing yang

    dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi. Pada tabel

    berikut akan disajikan gambaran kondisi industri batik di kota Pekalongan.

    Tabel 1.1

    Volume dan Nilai Eksport Batik Di Pekalongan

    Tahun Volume (Kg) Nilai ($US)

    2005 517.899,50 2.023.782,14

    2004 467.645,92 2.904.513,17

    2003 942.379,60 4.059,625,81

    2002 847.232,82 4.361.782,29

    2001 1.950.771,77 4.921.302,79

    2000 410.604,08 5.071.019,75

    Berdasarkan Tabel 1.1 di atas tampak bahwa volume dan nilai eksport

    batik di Pekalongan mengalami kondisi yang tidak tetap. Pada tahun 2003,

    volume batik mencapai 942.379,60 kg dan mengalami penurunan pada tahun 2004

    menjadi 467.645,92 kg. Namun pada tahun 2005 volume batik mengalami

    kenaikan lagi. Menurut sumber dari Deperindag Kota Pekalongan, kondisi yang

    tidak stabil ini dipengaruhi oleh adanya krisis ekonomi, kenaikan harga bahan

    bakar, dan kenaikan tarif dasar listrik. Meskipun demikian, keberadaan industri

    batik Pekalongan tetap harus dipertahankan mengingat batik merupakan ciri khas

    produk Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri batik

    harus tetap didorong sehingga memiliki keunggulan bersaing yang kuat.

    Sumber : Deperindag Pekalongan, 2006