karya tulis

  • View
    245

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of karya tulis

PPTA Uji Coba Pembelajaran Sains Di Kelas IV SDN EMPANG BAHAGIA I Kecamatan Batuceper

KARYA TULIS DISAMPAIKAN DALAM LOMBA GURU BERPRESTASI TINGKAT KOTA TANGERANG TAHUN 2007

Disusun Oleh :

NAMA : ANGGITYA PRATIWI NIP : 131 958 544 SMA NEGERI 2 KUNINGAN

MODEL PENGELOMPOKKAN TERPADU DAPAT MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KELAS

Uji coba pembelajaran sains dikelas IV SDN EMPANG BAHAGIA I

Kecamatan Batuceper Mengetahui /Menyetujui Kepala Sekolah

Djuhairi, S.Pd. 131 313 752

Kata pengantar

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Yang telah memberikan berkat, rahmat, serta karunianya sehingga kami bisa menyusun karya kecil ini. Karya kecil ini disusun agar dapat melengkapi syarat untuk menjadi penegak bantara pramuka yang ditugasi oleh Pembina Ambalan Singalodra dan Nyimas Gandasari. Semoga karya kecil yang kami susun bermanfaat bagi pembaca nya dan orang-orang yang membutuhkan nya. Semoga apa yang telah kami kerjakan dapat memenuhi syar dan bisa at bermanfaat bagi yang lainnya. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

Kuningan, November 2010

Penulis

Daftar IsiABSTRAKSI .. ii i

KATA PENGANTAR ..v DAFTAR ISI ...vii DAFTAR LAMPIRAN ....ix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah..1 1.2 Identifikasi Masalah 2 1.3 Pembatasan masalah dan perumusan masalah 2 BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Peraturan perkemahan 2.2 Perkemahan secara umum BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Dokumentasi BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 9 5.2 Saran 9 DAFTAR PUSTAKA 11 LAMPIRAN 12 DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS 18

ABSTRAKSI

Gerakan Pramuka merupakan pendidikan yang menarik dan sarat dengan kedisiplinan sehingga para remaja dapat mengikuti kegiatan dengan suka rela tanpa adanya paksaan. Sehingga penanaman kedisiplinan pada remaja dapat berjalan dengan baik tanpa adanya rasa bosan dan terpaksa yang dapat membuat para remaja berontak. Karena di dalam pendidikan kepramukaan menggunakan sistem pendidikan bermain sambil belajar dan tidak lepas dari faktor kedisiplinan yang tinggi karena pendidikan yang seperti ini membutuhkan kedisiplinan yang tinggi, apabila tidak berdisiplin, maka dia akan mendapat sanksi, sedangkan sanksi yang diberikan merupakan sanksi yang mendidik dan tidak dianggap berat oleh para anak didik. Dan ini terbukti berhasil dalam membentuk karakter remaja untuk menjadi seorang yang berdisiplin serta bermental baja. Permasalahan dalam penelitian ini tentang ada tidaknya pengaruh kegiatan pramuka terhadap kedisiplinan kegiatan intrakurikuler siswa di SMA Negeri 2 Kuningan Kec. Kuningan Kab. Kuningan . Tujuan penelitian ini ada untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kegiatan pramuka terhadap kedisiplinan kegiatan intrakurikuler siswa di SMA Negeri 2 Kuningan Kec. Kuningan Kab. Kuningan . Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Kuningan Kec. Kuningan Kab. Kuningan sebanyak 294 siswa, semetara sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, sedangkan instrumen penunjang adalah observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data berlangsung mulai dari tanggal 1 November 2010 sampai dengan 4 November 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kegiatan intrakurikuler siswa di SMA Negeri 2 Kuningan Kec. Kuningan Kab. Kuningan

Abstraction

Scout Movement is an exciting educational and loaded with discipline so that teens can take part voluntarily without any coercion. So the planting of discipline in teenagers can run smoothly without any sense of boredom and compelled that can make teens rebel. For in scouting education using the educational system "to play while learning" and not be separated from the high discipline factor because this kind of education that requires high discipline, if not disciplined, then he will get a penalty, while sanctions are given an educational sanction and not considered severe by the students. And this proved to be successful in shaping the character of young people to become a disciplined and mentally steel. The problem in this research about the presence or absence of the influence of Boy Scout activities on student discipline intrakurikuler activity in SMA Negeri 2 Kuningan district. Kuningan Kab. Brass. The purpose of this study is to determine whether there is any influence on the discipline of scout activities intrakurikuler student at SMA Negeri 2 Kuningan district. Kuningan Kab. Brass. The population of this study was student SMA Negeri 2 Kuningan district. Kuningan Kab. Brass as many as 294 students, of temporary sample in this study were as many as 50 students. The main instruments used in data collection is the questionnaire, the instrument is the observation and documentation support. Data collection takes place from November 1, 2010 to 4 November 2010. The results showed that scouting activities have positive and significant impact on student discipline intrakurikuler activity in SMA Negeri 2 Kuningan, district. Kuningan, Kuningan Brass.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDalam pertemuan kali ini, saya akan membahas mengenai perkemahan. Sebagai syarat untuk menjadi penegak, saya diharuskan membuat karya tulis dalam memenuhi tugas peralihan dari perkemahan yang diadakan pada bulan Oktober 2010 selama 3 hari. Seorang calon penegak yang berhalangan mengikuti perkemahan tersebut diharuskan menyelesaikan karya tulisnya seminggu setelah adanya kegiatan perkemahan tersebut. Poin-poin yang terkandung dalam perkemahan mengandung nilai-nilai yang sangat berarti bagi kelangsungan kehidupannya baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

1.2 TujuanUntuk memenuhi syarat sebagai seorang calon penegak, maka diharuskan untuk melengkapi tugas dan membuat karya tulis.

1.3 Pembatasan masalah dan perumusan masalahDari sekian permasalahan yang ada tidak mungkin penulis dapat membahasnya secara baik keseluruhan, karena mengingat kemampuan yang ada intelektual, biaya dan waktu yang dimiliki penulis sangat terbatas. Maka penulis perlu memberikan batasan-batasan masalah. Pembatasan masalah diperlukan untuk memperjelas permasalahan yang ingin dipecahkan.

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Peraturan perkemahana)Sedikitnya sudah 3 kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari 2 malam, b)Dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (ransel = rugzak) dengan baik dan rapih, c)Mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6 10 orang), dengan rapih dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya, d)Mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang dalam tenda, isi tenda dapur, barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain. e)Mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih. Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan: f)Telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai Berkemah.

2.1 Perkemahan secara umumBerkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan, dengan menggunakan tenda, di bangunan primitif, atau tanpa atap sama sekali.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemah (kata benda) adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh

tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya. perkemahan (kata benda) 1 hal berkemah; 2 himpunan kemah (pramuka, pasukan, dsb); tempat berkemah. Berkemah sebagai aktivitas rekreasi mulai populer pada awal abad ke-20. Kegiatan ini juga umumnya disertai dengan kegiatan rekreasi luar ruangan lainnya, seperti mendaki gunung, berenang, memancing, dan bersepeda gunung. Pemilihan tempat berkemah tergantung dari rencana yang sudah diprogramkan, apakah di daerah pantai yang indah, di lereng pegunungan yang sejuk atau di lembah yang mempesona, kadang-kadang juga dilakukan di tepi hutan dekat dengan sungai yang menakjubkan. Semua acara diperkemahan dilakukan dengan riang gembira, walaupun tidak menutup kemungkinan pekerjaan itu penuh dengan rintangan yang tidak kecil. Selain membawa perlengkapan berkemah, mereka juga memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitarnya dengan tidak merusak lingkungan

tersebut.Berkemah dalam Kepramukaan Pramuka Penggalang tengah berkemahBerkemah atau Perkemahan adalah salah satu macam kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara out bond. Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk Pramuka.

Macam Perkemahan 1. Menurut waktunya, perkemahan dibagi dalam : (1) Perkemahan satu hari (siang hari saja), terkadang disebut Perkemahan Sehari ( PERSARI ) (2) Perkemahan Sabtu Minggu, disebut juga PERSAMI (3) Perkemahan yang waktunya lebih dari 3 hari

2. Menurut tempat berkemah, dibagi dalam : (1) Perkemahan menetap (dari awal sampai akhir tetap ditempat itu) (2) Perkemahan safari (berpindah-pindah tempat)

3. Menurut tujuannya, dibagi dalam : (1) Perkemahan untuk lomba

(2) Perkemahan untuk persahabatan dengan acara santai (3) Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek) (4) Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungannya (5) Perkemahan untuk rekreasi

4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam : (1) Perkemahan 2 (dua) orang (perkemahan pengembaraan penegak) (2) Perkemahan satu regu Penggalang (3) Perkemahan satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, Ambalan Penegak atau Racana Pandega (4) Perkemahan tingkat Kwartir Ranting/Cabang/Daerah/