of 27 /27
Oleh Ika srihaningsih susantI Pembimbing Dr. Christina K Nugrahani, Mkes, SpA

JURNAL PPT

Embed Size (px)

Citation preview

  • Oleh Ika srihaningsih susantI

    PembimbingDr. Christina K Nugrahani, Mkes, SpA

  • Di AS, gastroenteritis terjd pd > 15 juta pasien anak yg rawat jalan & 200.000 pasien rawat inap setiap tahunnya.Bagi pasien anak dg dehidrasi ringan-sedang direkomendasikan utk menggunakan terapi rehidrasi oral sayangnya msh banyak yg tdk menggunakannyaDi Departemen emergenci, ketika muntah menjd gejala utama klinisi lbh suka memilih terapi rehidrasi intravena dibanding rehidrasi oralShg utk meningkatkan penggunaan rehidrasi oral, perlu suatu cara yg aman & efektif utk mengontrol muntah

  • Utk mengetahui apakah pemberian scr oral tablet ondansetron dosis tunggal kpd anak dgn vomitus & dehidrasi akibat gastroenteritis dpt mengontrol vomitus dgn efek samping yg minimal

  • Penelitian sebelumnya dilaporkan bahwa pemberian ondansetron 3x sehari selama 2 hari pd pasien anak :Mengurangi gejala muntahMengurangi penggunaan cairan intravenaMengurangi kepentingan utk di rawat inap

  • Prospective, double-blindScr acak membandingkan ondansetron & placebo utk mengontrol muntah pd anak usia 6 bulan-10 tahunTanggal penelitian dilakukan : 1 Januari 2004 11 April 2005Tempat penelitian : Emergency Department of Childrens Memorial Hospital di Chicago

  • Anak dgn gejala yg sesuai dgn gastroenteritis dgn Minimal 1 episode diare selama perjalanan penyakitDehidrasi ringan-sedangMuntah tanpa adanya darah Penyakit tidak berhubungan dgn penyakit bilier

  • BB < 8 kgDehidrasi beratMemiliki penyakit dasar yg dpt mempengaruhi pemberian hidrasi (gagal ginjal, hipoalbuminemia)Riwayat operasi abdomenHipersensitivitas thd ondansetronPernah terlibat dlm penelitian yg sama sblmnya

  • Skor dehidrasi dinilai pd tiap anakRange score dari 6-21Anak < 24 bln dinilai utk tiap 7 item yg adaAnak > 24 bln dinilai utk 6 item yg ada (masih adanya air mata tdk dinilai)Yg disebut dehidrasi ringan-sedang & butuh rehidrasi :Utk anak usia < 24 bln : skor 10-17Utk anak usia > 24 bln : skor 8-15

  • Pemberian ondansetron & placebo diberikan scr acak pd tiap anak, dimana tablet ondansetron & placebo ada dlm bentuk & rasa yg samaDosis :BB 8-15 kg : 2 mgBB 15-30 kg : 4 mgBB > 30 kg : 8 mg

  • Dgn bantuan perawat, baik tablet ondansetron maupun placebo diletakkan di atas lidah masing2 anak, lalu anak diinstruksikan utk menelan tablet tsb dlm 5 detik.Anak yg muntah dlm 15 menit stlh pemberian terapi diberikan dosis kedua.Stlh 15 menit dr pemberian terapi dimulai, diberikan rehidrasi oral scr intensif utk periode 1 jam (dgn membatasi jmlh cairan yg diberikan sampai 30 ml tiap 5 menit).

  • Stlh periode pemberian rehidrasi oral tlh selesai dilakukan evaluasi lbh lanjutBila ternyata dokter memutuskan utk memberikan cairan intravena sesuai protokol diberikan 20 ml bolus dr 0,9% NaCl/KgBB, masing2 diberikan dlm periode 30 menit.

  • Pd hari ke 3 & ke 7 stlh dilakukan intervensi, asisten peneliti menelepon ke rumah masing2 anak & menanyakan pertanyaan yg sdh sesuai standar prosedur yaitu :Apakah anak tsb kembali ke Emergency DepartmentApakah anak tsb menerima terapi cairan intravenaApakah anak tsb mengalami gejala2 tambahan lainnyaApakah anak tsb akhirnya menjd dirawat inap

  • Hasil primer :Persentase anak di tiap grup yg muntah selama menerima terapi rehidrasi oral Yg dimaksud dgn muntah disini adalah ekspulsi kuat dari isi lambungEpisode muntah selanjutnya yg terjd < 2 menit dr muntah yg pertama dianggap 1 x muntahHasil Sekunder :Jumlah episode muntah selama pemberian terapi rehidrasi oralRata2 pemberian rehidrasi intravena & rawat inap

  • Chi square/Fishers exact testT-testLogistic modelsPoisson modelsRegresi linear

    P-value < 0,05 : mengindikasikan signifikansi scr statistik

  • Tdk terjd gangguan kardiovaskular maupun respirasi pd responden penelitian Urtikaria terjd pd 1 anak di grup placeboAnak yg menerima ondansetron memiliki episode diare lbh banyak selama pemberian rehidrasi oral dibandingkan anak yg menerima placebo

  • Ditemukan bahwa dosis tunggal ondansetron memperbaiki kesuksesan terapi rehidrasi oral pd anak dgn dehidrasi akibat gastroenteritisDosis oral ditoleransi dgn baik & menghslkanPenurunan > 50% dr persentase anak yg muntah selama pemberian rehidrasi oral Penurunan > 50% dr persentase penggunaan cairan intravena

  • Perbandingan dgn anak yg menerima placebo, anak yg mendptkan ondansetron memiliki :Episode muntah yg lebih sedikitIntake cairan rehidrasi oral yg lebih baikWaktu tinggal yg lebih pendek di UGDMenurunkan kebutuhan penggunaan cairan intravenaEfek samping merugikan yg minimal

  • Penggunaan ondansetron scr umum mengurangi biaya shg memberi manfaat bagi individual dikarenakan Mengurangi penggunaan kateter intravenaMengurangi kepentingan rawat inapDr penelitian yg dilakukan, pemberian ondansetron oral aman diberikan pd pasien anak dgn gastroenteritis dgn efek samping yg terjd hanya episode diare yg lbh banyak

  • Penggunaan agen antiemetik lainnya selain ondansetron utk mengobati pasien anak dgn gastroenteritis meskipun sering diresepkan tp ternyata memiliki efek samping yg lbh merugikan atau tdk pernah diteliti sblmnyaPrometazine : drowsiness, respiratory depression, dystonia, neuroleptic malignant syndromeTrimetobenzamide, metoklopramide, dimenhydrinate : kurang efektif & tdk pernah dilakukan penelitian sblmnya pd anak dgn gastroenteritis

  • Pemberian terapi oral tablet ondansetron bermanfaat pd anak dgn muntah & dehidrasi akibat gastroenteritis Tablet ondansetron mudah utk diberikan, memiliki sedikit efek samping, aman & efektifKrn itu, ini mungkin berguna bagi terapi di emergency department utk anak yg mengalami muntah & dehidrasi ringan sedang akibat dr gastroenteritis