Click here to load reader

JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya ISSN 1412

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya ISSN 1412

ISSN 1412 - 6982
Alamat korespondensi :
Fahrudi Ahwan Ikhsan1, Fahmi Arif Kurnianto2, Bejo Apriyanto3,
Elan Artono Nurdin4
Jalan Kalimantan Nomor 37 Jember
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pembelajaran
riset terhadap sikap peduli lingkungan mahasiswa. Penelitian dilakukan
terhadap mahasiswa yang mengikuti program pendidikan lingkungan,
perubahan sikap lingkungan dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran
riset. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods
kuantitatif dan kualitatif. Mahasiswa diberikan informasi konsep dan degradasi
lingkungan serta pembelajaran riset, mahasiswa membuat kelompok dan
menyusun proposal sesuai tema kajian. Mahasiswa melakukan penelitian
untuk pengumpulan data serta informasi yang kemudian disajikan dalam
bentuk infomasi baik laporan dan artikel ilmiah. Pembelajaran riset disajikan
dengan tujuan mengembangkan berpikir ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian
menunjukkan tidak ada perbedaan gender terhadap sikap peduli lingkungan
karena pembelajaran riset memiliki dampak yang positif. Mahasiswa
memberikan peningkatan kreativitas, pengetahuan. manfaat, dan berpikir kritis
mahasiswa melalui kegiatan penelitian, diskusi, dan brainstorming. Praktik
pembelajaran riset lebih membantu dalam mendeskripsikan permasalahan
lingkungan dan pengambilan solusi terbaik bagi mahasiswa.
Kata kunci: Pembelajaran Riset, pendidikan lingkungan, sikap lingkungan,
permasalahan dan solusi lingkungan
(2005), menjelaskan semua aktivitas
dan menyelesaikan permasalahan
dalam pendidikan lingkungan hidup
(Daskolia, Dimos, & Kampylis, 2012).
perkuliahan. Kadji (2002) menjelaskan
pengajaran integratif didasarkan pada
filosofi dan kepraktisan. Aplikasi
pembelajaran untuk mahasiswa pada
umumnya mencakup ranah pengetahuan,
subjek dalam pengembangan pemahaman
memaparkan keuntungan penggunaan
pendekatan pengajaran integrasi menjadi
karena menghubungkan dengan situasi
kehidupan nyata. Pertumbuhan kesadaran
(Markaki, 2014).
Perkembangan kesadaran
ekonomi, sikap orang tua, dan tempat
tinggal (Rickinson, 2001). Aplikasi dari
pendidikan lingkungan harus memberikan
pemahaman pengetahuan, sikap, dan
perilaku lingkungan secara berkelanjutan.
guru nantinya untuk mengembangkan
May (2000), menjelaskan bahwa
Strauss, & Cotter (2011), keterlibatan
manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial dari
perubahan ruang hijau perkotaan yang
berpengaruh pada ekosistem daya dukung
lingkungan. Investigasi permasalahan
lingkungan dapat meingkatkan
dari mahasiswa. Aplikasi keterampilan
semua bidang ilmu pengetahuan. Perilaku
peduli dan berperan dalam menyelesaikan
masalah secara aktif menjadi program
penting bagi calon pendidik. Shepardson,
Wee, Priddy, & Harbor (2007),
meningkatkan pengetahuan, sikap,
yang dipecahkan tidak ada jawaban benar
39 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
atau salah, tetapi dalam bentuk solusi
yang masuk akal untuk mengatasai
masalah (Hmelo-Silver & Barrows,
dipecahkan oleh mahasiswa melalui
pendekatan pembelajaran riset untuk
jawab dengan keputusannya. Pendekatan
Dindar, 2016). Pendekatan pembelajaran
perkuliahan di universitas dalam
Peningkatan prestasi akademik
pendidikan di abad ke-21 (Brew, 2010).
Pembelajaran riset bersifat interaktif
dalam aplikasinya dengan kegiatan
menumbuhkan komunikasi calon guru
pembelajaran dan riset berperan bagi
mahasiswa dalam memahami metodologi
pendukung yang menjadi aspek
menunjukkan bahwa pembelajaran riset
dapat meningkatkan penelitian, penemuan
berpengaruh terhadap prestasi, pola
Pembelajaran riset bertujuan
informasi, pengetahuan,, keterampilan,
yang berkelanjutan. Metode aplikasi
pendidikan berkelanjutan menjadi penting
dalam pendidikan lingkungan. Oleh
menentukan bagaimana penggunaan
B. METODE
cara campuran. Penelitian campuran
yang menjadi dasar analisis studi atau
menganalisis dan menafsirkan data
& Onwuegbuzie, 2009; Teddlie & Yu,
2007). Desain eksplanasi digunakan
dalam penelitian ini untuk
melakukan kegiatan pertama kali
pengambilan data kuantitatif kemudian
diperbaiki dengan metode kualitatif
untuk pengumpulan data sikap
jawaban ya atau tidak tentang pendidikan
lingkungan. Hasil wawancara digunakan
skala sikap lingkungan (EAS).
Sikap lingkungan mencakup 21
indikator yang dikembangkan Berberoglu
sikap lingkungan mahasiswa dalam
adalah skala likert dengan ketentuan yaitu
skala (5) sangat setuju; (4) setuju; (3)
ragu-ragu; (2) tidak setuju; (1) sangat
tidak setuju. Konsistensi internal sikap
lingkungan (EAS) yang dikembangkan
sebesar 0,77. Nilai alfa cronbach yang
ditemukan dalam penelitian ini adalah
0,82.
mahasiswa yang memprogram matakuliah
pendidikan lingkungan di Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember. Jumlah kelompok
mahasiswa.
dengan durasi waktu 2 jam setiap minggu.
Pertemuan ke 3 mahasiswa diberitahu
tentang pembelajaran riset untuk
investigasi isu permasalahan lingkungan.
lingkungan. Implementasi tahapan
waktu yang ditetapkan dalam silabus dan
rencana perkuliahan pendidikan
lingkungan. Tahapan implementasi
peembelajaran riset pendidikan
Pembagian topik pembelajaran
kelompok mahasiswa meliputi kajian:
41 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
(1) Kelompok kajian: pencemaran
dan tanah.
dan cuaca.
pertanian untuk pemukiman.
(8) Kelompok kajian: kerusakan
keanekaragaman hayati dan pesisir
lingkungan sesuai ketentuan. Mahasiswa
Mahasiswa menyusun proposal dan
intrument untuk penelitian kondisi
Pengumpulan data penelitian, mahasiswa
melakukan investigasi dan wawancara
lingkungannya. Data hasil investigasi
permasalahan lingkungan dengan diskusi
kelas.
tentang lingkungan
2 jam
pembelajaran riset
dengan
2 jam tatap
Instrument skala sikap lingkungan
pertanyaan pendidikan lingkungan
pertanyaan terbuka. Semua pertanyaan
tentang sikap pendidikan lingkungan
sebelum dan sesudah implementasi
adalah perempuan. Semua mahasiswa
yang berpartisipasi adalah kelas
mahasiswa diantara laki-laki dan
perempuan (p: 0,125). Sebelum
tentang pembelajaran lingkungan dan
distribusi presentase tentang pemahaman
tentang lingkungan ditampilkan dalam
Terhadap Lingkungan Hidup
Pertanyaan Jawaban N %
pendiidkan lingkungan mahasiswa di
membahas topik permasalahan
43 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
lingkungan. Selain itu, mahasiswa
lingkungan (EAS) berdasarkan hasil pre
test dan post test implementasi research
based learning mahasiswa untuk
permasalahan lingkungan dapat dilihat
pada tabel 3 berikut:
Lingkungan (EAS) dengan Implementasi
Pre-
test
0
Post
-test
penelitian menunjukkan implementasi
peduli lingkungan kepada mahasiswa.
perkuliahan pendidikan lingkungan. Hasil
evaluasi yang diberikan mahasiswa
pandangan saudara tentang
implementasi pembelajaran riset
dalam pendidikan lingkungan.
Mahasiswa memaparkan bahwa
lapangan. S1 menyatakan bahwa
tepat untuk pembelajaran permasalahan
lingkungan. Pengetahuan dan pendapat
penelitian yang diteliti. Namun, saya tidak
mendapatkan banyak informasi untuk
kelompok lain. ”S10 menambahkan
mandiri secara kontekstual. Kerugian
yang diterima kelompok hanya
lain menjadi kurang mehamai
investigasi, diskusi, dan brainstorming
dengan anggota kelompok melalui
pembelajaran riset. Tindakan lingkungan
membantu meningkatkan proses berpikir
argument,”Pembelajaran Riset
meningkatkan informasi serta berpikirs
kritis mahasiswa dalam memperoleh
bahwa pembelajaran riset mendorong
kegiatan penelitian. S15 menambahkan,”
kegiatan pembelajaran penelitian dengan
dan memperoleh informasi. S20
menjelaskan dampak positif penelitian: ”
lebih inovatif dengan mengangkat
permasalahan yang kontekstual, serta
secara bertahun-tahun tidak memberikan
pengetahuan abstrak. Pembelajaran riset
memberikan solusi. S21 berkomentar
bahwa” praktik pembelajaran riset
memberikan suasana pembelajaran baik
untuk diskusi dan brainstorming,
sehingga meningkatkan motivasi belajar
kami. S26 menambahkan: ”Praktik
yang diteliti memberikan pengetahuan
menyeluruh.
penelitian. Informasi yang baru menjadi
penting untuk dipertanggung jawabkan
dalam penyelesaian penelitian. Kegiatan
efisien untuk meningkatkan keaktifan
pembelajarannya menggunakan metode
manfaat sehingga menjadi tidak
45 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
membosankan dalam mengembangkan
pengetahuan tentang pendidikan
lingkungan. ”S10 menyatakan
pandanganya, bahwa pembelajaran
pandang.
lingkungan meningkatkan motivasi dan
mudah dipahami informasi
pengetahuannya. S28 mengomentari
dan brainstorming. Kegiatan
Mahasiswa juga memberikan
pendapat negatif pendekatan
pembelajaran riset: Kegiatan
bagi mahasiswa. Implementasi
konvensional. Aplikasi penelitian lebih
bermanfaat dan menyenangkan dalam
saudara rasakan pada saat
penulisan saran dan laporan yang sulit,
kerjasama kelompok yang kurang,
dipecahkan agar mendapatkan solusi
dari kegiatan pembelajaran penelitian
pada awalnya yaitu mengembangkan
inovatif. S22 menambahkan, ”bahwa
permasalahan terbesarnya adalah kegiatan
implementasi pembelajaran peneletian ini
baru pertama dilakukan. ”S32
memaparkan aspek negatif implementasi
dari kegiatan pembelajaran penelitian
untuk menyelesaikan laporan penelitian,
penelitian hasilnya menjadi pengalaman
yang berharga dalam memperoleh
kelompok. S9 memaparkan kesulitan
dari hasil penelitian yang sudah disusun.
Ides-ide yang diberikan dari diskusi
kelompok tidak dapat diaplikasikan untuk
pendidikan lingkungan secara
sama, menambahkan bahwa,”kami
mengalami kesulitan besar dalam
implementasi pembelajaran riset sesuai
ide-ide dalam penyelesain laporan.
menyatakan tentang sifat pendekatan ini:
”Kami tidak dapat memperoleh informasi
dengan mudah sesuai keinginan. Hal ini
banyak membutuhkan waktu dalam
analisis informasi. S23 juga
menambahkan gambaran bahwa,”Kami
kesulitan dalam mengoptimalkan waktu
penelitian”.
bahwa kegiatan kerja kelompok
memberikan kesulitan dalam pembagian
akhir”. S29 menambahkan, ”Kelompok
mengalami kesulitan dalam berkumpul
untuk menyelesaikan laporan penelitian.
Namun demikian, kegiatan kerja
kelompok sangat memudahkan dalam
pengumpulan informasi yang kompleks
penelitian adalah menemukan informasi
kelompoknya. Kebijakan dari pihak
berwenang memberikan dampak bagi
permasalan lingkungan S28 melaporkan
penelitian adalah kurangnya wawasan
pengetahuan lingkungan. Namun, hasil
wawancara kepada responden dapat
Pertanyaan 3: Apakah implementasi
pembelajaran riset dapat digunakan
Mahasiswa memberikan tanggapan
tersebut. Pandangan negatif mahasiswa
untuk semua disiplin ilmu, selain itu
47 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
laporan hanya terbatas pada informasi
penelitian sehingga dampaknya tidak
semua individu menyukai kerja
kelompok. Pembuatan laporan menjadi
dari hasil penelitian.
mahasiswa bahwa pembelajaran riset
sangat menyenangkan, menarik, dan
brainstorming. S1 menyatakan pendapat
tidak cocok untuk semua disiplin ilmu”.
S8 menambahkan, ”Saya tidak yakin
pembelajaran dan riset ini dapat
digunakan untuk semua disiplin ilmu
karena merupakan latihan yang
sesuai dengan pembelajaran kontekstual
bagi mahasiswa. Banyak komentar-
komentar yang diungkapkan bahwa
”Implementasi pembelajaran riset
menyiapkan proposal, kegiatan penelitian,
ilmu lainnya.
agar pembelajaran riset lebih
dikembangkan untuk penelitian yang
lebih kreatif. S7 menyatakan
persetujuannya:” Ya, Saya menyukai
berpikir ilmiah. S13
menambahkan,”Pembelajaran riset
meningkatkan kreativitas mahasiswa,
pada kajian permasalahan penelitiannya
pembelajaran riset:”Implementasi
brainstorming untuk menghasilkan ide-
Ikhsan, Pendekatan pembelajaran riset ….. 48
kerja yang jelas memberikan keleluasaan
dalam memberikan gagasan.
Mahasiswa percaya bahawa
pembelajaran riset memberikan
mengungkankan keingginannya agar
ilmu lain yang kajian materinya bersifat
kontekstual karena cara belajarnya yang
efektif. S17 menambahkan,
”Pembelajaran riset sangat
menguntungkan karena bersifat
dapat digunakan untuk menjawab
pertanyaan penelitian yang sedang
analisis secara kelompok.
Mahasiswa menyatakan puas
implementasi pembelajaran riset
sesuai dengan bahan kajian dan subjek
perkuliahan. Metode ini menyenangkan
karena memberikan kemudahan dalam
peningkatan diskusi dan brainstorming
persaingan antarkelompok. Saya
kemauan diri saya untuk belajar”.S26
mengiyakan pujian itu,”Ya, karena semua
mahasiswa berupaya secara mandiri
terbaik dan efisien. S31
menambahkan,”Saya merasakan metode
dalam berkomunikasi dalam proses
itu, mahasiswa harus selalu siap dalam
implementasi metode ini khususnya untuk
setiap individu.
peduli lingkungan mahasiswa dalam
konteks gender. Temuan Ozay-Kose
peduli lingkungan diantara laki-laki dan
perempuan. Temuan berbeda dari (Erol &
Gezer, 2006; McCright, 2010; Larson,
Castleberry, & Green, 2010; Gurbuzoglu-
Yalmanci & Gozum, 2011; Sundstrom &
McCright, 2013), bahwa perempuan
study Carrier (2009), menememukan
bahwa pendidikan lingkungan lebih
banyak dilakukan oleh laki-laki
49 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
dibandingkan perempuan di halaman
banyak mengadopsi dari kepedulian
pada pendidikan lingkungan
pendidikan berkelanjutan bagi mahasiswa
lingkungan. Kesiapan guru memiliki
peran dalam pendidikan lingkungan
lingkungan mahasiswa terkait alam
& Zamorski (2008), pembelajaran riset
ilmu yang lebih inoatif (Healey, 2005;
Healey, Jenkins, & Lea, 2014)
mengembangkan antusiasme penelitian,
mahasiswa (Guinness, 2012). Perkuliahan
kemampuan metakognitif mahasiswa
menguraikan faktor-faktor penyebab, dan
menyajikan argumentasi yang konstruktif
berkelanjutan untuk bidang lainnya.
dengan tujuan untuk menerapkan
penelitian dalam pendidikan serta
dalam pendidikan lingkungan dipengaruhi
terjadi kegiatan pendidikan lingkungan
perlu adanya keberlanjutan bagi
mahasiswa. Keles, Uzun, & Varnaci-
Uzun (2010), menentapkan bahwa
secara berkelanjutan.
dalam pendidikan lingkungan.
sains (Al-Balushi & Al-Aamri, 2014).
Pembelajaran riset mempengaruhi sikap
mahasiswa dalam berintekasi dengan
lingkungan dan masyarakat. Kepedulian
dari setiap individu terhadap
ekologis dalam pembangunan
berkelanjutan dipengaruhi oleh
(Esa, 2010). Peran guru yang penting
dalam pendidikan lingkungan dipengaruhi
yang kontekstual dari kehidupan.
otomatis akan memberikan sikap peduli
lingkungan kepada mahasiswa.
Pendidikan lingkungan yang
D. KESIMPULAN
dalam mengintegrasikan sikap peduli
menegaskan bahwa pemahaman
memiliki pengetahuan tentang
lingkungan. Tujuannya untuk
menghindari resiko mengarahkan
terhadap lingkungan diperoleh setelah
melakukan kegiatan penelitian, sehingga
dapat mengkaji permasalahan lingkungan
analisis, diskusi, dan brainstorming.
Pembelajaran riset dapat membantu
mendeskripsikan permasalahan dan solusi
diselesaikan. Permasalahan yang
51 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XVII , NOMOR 1, JUNI 2019: 37-54
kontekstual memberikan perubahan pola
lingkungan mahasiswa. Mahasiswa dapat
membangun koneksi intelektual secara
kuat dari belajar mandiri (Baldwin, 2005).
Peran guru menjadi penting dalam inovasi
pembelajaran untuk pendidikan
lingkungan mahasiswa secara aktif
dinamika perkembangan ilmu
pengetahuan dan sains.
E. DAFTAR PUSTAKA
Environmental Science Projects on
a case Study of Hydropedology in an
Arid Zone Environment, Journal of
Geography in Higher Education,
Melbourne: The University of
Mapping Applications on Upper
Environment Education.
and Cotter, L. (2011). Urban
Environmental Education:
Environment, International Research
Case Study Methodology. Study
Researchers. The Qualitative Report,
University Students, Journal of
44.
Researching and Teaching. UK:
Journal of Environmental Education,
Mathematics, Science & Technology
P.(2012). Secondary Teacher’s
Context of Environmental Education,
Development of Higher
Psychological Processes. Cambridge:
Havard University Press.
Student Teachers, International
Companies.
Education, Vol 36, No. 3, 329-339.
Gurbuzoglu-Yalmanci, S., & Gozum,
Education, 29, 183-201.
Developing Research Based Curricula
Academy.
Problem Based Learning Facilitator.
Interdisciplinary Journal of Problem
Based Learning 1(1), 21-39.
Kadji C.2002.Evaluation of Whole
Candidates’ Environmental
Performance, Elektronic Journal of
Social Science, 9(32), 384-401.
Learning Close the Gap ? Turkish
Student Teachers and
B. & Green Gary T.(2010). Effects of
an Environmental Education Program
on the Environmental Orientations of
Children from Different Gender, Age,
and Ethnic Groups, Journal of Park
and Recreation Administration, 28
275. DOI 10.1007/s11135-007-9105-
China’s College English Context: A
Pilot Study, International Research in
Geographical and Environmental
Education, 22(2), 139-154.
Combination of the Research Based
Learning Method with the Modern
Physics Experiment Cource
Teaching, International Education
Markaki, V.(2014). Environmental
Environmental Education through
11.
American Public, Populatiion and
Affecting Environmental Knowledge
Affect Attitudes Towards
Education, 7(3), 198-211.
Learning Environmental Education:
Environmental Education Research, 7
of Convenience, Higher Education
Research & Development, 29, 641-
Priddy, Michelle, and Harbor,
Jon.(2007). Student’ Mental Models
Spiropoulou, D., Antonakaki, T.,
Kontaxakaki, S. & Bouras, S.(2007).
Primary Teachers’ Literacy and
Attitudes on Education for
Sustainable Development, Journal of
Science Education and Technology,
(2014), 913-917.
Can Inquiry Based Learning
Strengthen the Links Between
teaching and Discipinary Research?,
740.
Concern Across Four Levels of the
Swedidh Polity, Working Paper
Gothenburg.
Studies on Environmental Attitude
and Knowledge, Education and
Science, 30 (138), 78-85.
Mixed Methods Sampling: A
Mixed Methods Research, Vol. 1. (1),
77-100, Sage Publications.
Environmental Education and
Tikka, Paivi M., Kuitunen, Markku T. &
Tynnys, Salla M. (2000). Effects of
Educational Background on Students’
Attitudes, Activity Levels, and
Cakiroglu, J., Ertepinar, H., &
Kaplowitz, M.(2009). Assessing pre-
Deelop Teacher Education Programs,
International Journal of Educational
Environmental attitudes of pre-
methodological dilemma in cross-
Development of an Undergraduate
Scientific Research Skills Cource,