of 62 /62
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TEORI OTOMOTIF DAN PRAKTEK OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI SISWA KELAS XI SMK VETERAN I SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh: ARI YULIANTO NIM. K 2506015 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

hubungan antara teori otomotif dan praktek otomotif terhadap

  • Author
    dongoc

  • View
    255

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of hubungan antara teori otomotif dan praktek otomotif terhadap

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    SKRIPSI

    HUBUNGAN ANTARA TEORI OTOMOTIF DAN PRAKTEK

    OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

    SISWA KELAS XI SMK VETERAN I SUKOHARJO TAHUN

    PELAJARAN 2009/2010

    Oleh:

    ARI YULIANTO

    NIM. K 2506015

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2010

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    i

    SKRIPSI

    HUBUNGAN ANTARA TEORI OTOMOTIF DAN PRAKTEK

    OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

    SISWA KELAS XI SMK VETERAN I SUKOHARJO TAHUN

    PELAJARAN 2009/2010

    Oleh :

    ARI YULIANTO

    NIM. K 2506015

    Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan

    gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Teknik Mesin

    Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2010

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iii

    SURAT PERNYATAAN

    Dengan ini penulis menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak

    terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu

    perguruan tinggi dan menurut sepengetahuan penulis juga tidak terdapat karya

    atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali

    mengacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

    Surakarta, Agustus 2010Penulis,

    Ari YuliantoK2506015

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    v

    ABSTRACT

    Ari Yulianto, THE RELATIONSHIP BETWEEN AUTOMOTIVE THEORY

    AND AUTOMOTIVE PRACTISE IN PREPARATION OF WORK

    PRACTISING INDUSTRY AT XI GRADE STUDENTS OF SMK

    VETERAN I SUKOHARJO 2009/2010 ACADEMIC YEAR. Skripsi,

    Surakarta : Teacher Taining and Education Faculty of Sebelas Maret University.

    August: 2010

    The purposes of the research are : (1) to get a visible image of relationship

    between automotive theory in preparation of work practising industry of XI grade

    students SMK Veteran 1 Sukoharjo, (2) to get visible image about the relationship

    of automotive practice in preparation of work practising industry of XI grade

    students SMK Veteran 1 Sukoharjo, (3) to get visible image about the relationship

    between automotive theory and automotive practice in preparation of work

    practising industry of XI grade students SMK Veteran 1 Sukoharjo.

    This reseach is conducted in SMK Veteran 1 Sukoharjo. The reseachs

    population is the studens of XI grade of SMK Veteran 1 Sukoharjo soft vehicle

    technique which has 83 students of all. The sample reservation used Proportional

    Random Sampling Technique. Determining samples size used Nomogram Harry

    King. Samples size is got from 62 students. This research used instruments in the

    from of questionnaire and documentation. The first step is done by questionnaire

    test drive to 21 respondents. This research instrument validity test used factor

    analysis through SPSS programme. Best on result of instrument validity test in

    preparation of work practising industry questionnare there are 5 items < 0,433, so

    the items were called failed. Reliability test in instrument test drive using

    cronbachs alpha method. Based on result analysis, the questionnaire is called

    reliable. This is shown by alphas cost = 0,9548 for preparation of work practising

    industry reliable. The technique analising the data using regression analysis

    methode through SPSS programme. The regulation analysis test belongs to : (1)

    normality tes, (2) linearity and purposeful tes, (3) independent tes. The normality

    test result showed that the three reliables is shown in normal distribution with

    costs ratio of tight and sharp which are got by each reliable such as : automotive

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    theory whith tight ratio of tight ratio 0,424 and sharply ratio 0,1713 : automotive

    practice with tight ratio 1,003 and the sharp ratio 0,0067: preparation of work

    practising industry with tight ratio 0, 141 and the sharp ratio 0,0217. On linearity

    and purposeful test is used ANAVA pattern through SPSS programme. The

    relationship between automotive theory and preparation of work practising

    industry is called linear which is shown at cost of P= 0,631 > 0,05, and called

    meaningful which is shown by cost of P= 0,002 < 0,05, and in relationship

    between automotive practice and preparation of work practising industry is also

    called linear which got cost of P= 0,657 > 0,05, and called meaningful which is

    shown by cost of P= 0,000 < 0,05, independent tes using pearson correlation each

    other which is shown by of rX1X2 = 0,565 < 0,8.

    Hypothesis tes used correlation analysis technique and twe predictors

    regression. The result show : (1) there is a positive relationship between

    automotive theory and preparation of work practising industry of XI grade

    students SMK Veteran 1 Sukoharjo, with cost of P= 0,000 < 0,05, and R= 0,448 ,

    so the influence of automotive theory in preparation of work practising industry

    has 21,9 % contribution : (2) there is a positive relationship between automotive

    practise and preparation of work practising industry of XI grade students SMK

    Veteran 1 Sukoharjo, has cost of P= 0,000 < 0,05, and R= 0,499, so the influence

    of automotive practise in preparation of work practising industry has 24,9 %

    contribution : (3) there is a positive relationship between automotive theory and

    automotive practise in preparation of work practising industry of XI grade

    students SMK Veteran 1 Sukoharjo. This is shown in cost of P= 0,000 < 0,05, and

    R= 0,499, so the influence of automotive theory and automotive practise in

    preparation of work practising industry has 24,9 % contribution.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    ABSTRAK

    Ari Yulianto, HUBUNGAN ANTARA TEORI OTOMOTIF DAN PRAKTEK

    OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

    SISWA KELAS XI SMK VETERAN I SUKOHARJO TAHUN

    PELAJARAN 2009/2010. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus: 2010

    Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendapatkan gambaran hubungan

    antara Teori Otomotif terhadap Kesiapan Praktek Kerja Industri siswa kelas XI

    SMK Veteran 1 Sukoharjo, (2) untuk mendapatkan gambaran hubungan Praktek

    Otomotif terhadap Kesiapan Praktek Kerja Industri siswa kelas XI SMK Veteran

    1 Sukoharjo. (3) untuk mendapatkan gambaran hubungan antara Teori Otomotif

    dan Praktek Otomotif terhadap Kesiapan Praktek Kerja Industri siswa kelas XI

    SMK Veteran 1 Sukoharjo.

    Penelitian ini dilaksanakan di SMK Veteran I Sukoharjo. Populasi

    penelitiannya adalah siswa kelas XI SMK Veteran I Sukoharjo program Teknik

    Kendaraan Ringan yang keseluruhan berjumlah 83 siswa. Pengambilan sampelnya

    menggunakan teknik Proportional Random Sampling ( sampel imbangan) .

    Penentuan ukuran sampel menggunakan grafik Nomogram Harry King. Ukuran

    sampel yang diperoleh sebesar 62 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen

    dalam bentuk angket dan dokumentasi. Tahap pertama melakukan uji coba angket

    pada 21 responden. Uji validitas instrumen penelitian ini menggunakan analisis

    faktor melalui program SPSS. Berdasarkan hasil uji validitas instrumen pada

    angket Kesiapan PRAKERIN terdapat 5 item yang < 0,433, sehingga item

    tersebut dinyatakan gugur. Uji reliabilitas dalam uji coba instrumen menggunakan

    metode alpha cronbachs. Berdasarkan hasil analisis, soal angket dinyatakan

    reliabel. Hal itu ditunjukkan dengan harga alpha = 0,9548 untuk variabel

    Kesiapan PRAKERIN. Teknik analisis data menggunakan metode analisis regresi

    melalui program SPSS. Uji persyaratan analisis meliputi: (1) uji normalitas; (2) uji

    linieritas dan keberartian; (3) uji independen. Hasil uji normalitas menunjukkan

    bahwa ketiga variabel dinyatakan berdistribusi normal dengan harga rasio

    kemencengan dan keruncingan yang diperoleh masing-masing variabel antara

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    viii

    lain; Teori Otomotif dengan rasio kemencengan 0,424 dan rasio keruncingannya

    -0,713; Praktek Otomotif dengan rasio kemencengan 1,003 dan rasio

    keruncingannya -0,0067; Kesiapan PRAKERIN dengan rasio kemencengan 0,141

    dan rasio keruncingannya 0,0217. Pada uji linieritas dan keberatian digunakan

    rumus anava melalui program SPSS . Hubungan Teori Otomotif dengan Kesiapan

    PRAKERIN dinyatakan linier yang ditunjukkan pada harga p = 0,631 > 0,05,dan

    dinyatakan berarti yang ditunjukkan pada harga p = 0,002 < 0,05, dan untuk

    hubungan Praktek Otomotif dengan Kesiapan PRAKERIN juga dinyatakan linier

    yang memperoleh harga p = 0, 657 > 0,05 dan dinyatakan berarti yang

    ditunjukkan pada harga p = 0,000 < 0,05. Uji independen menggunakan rumus

    pearson correlation. Hubungan Teori Otomotif dengan Praktek Otomotif

    dinyatakan saling tidak ada korelasi yang ditunjukkan pada harga r X1X2 = 0,565 r tabel). Sebaliknya jika harga r hitung lebih kecil atau sama dengan

    dari r tabel maka item tidak dipakai.

    Sebelum angket diberikan kepada responden maka terlebih dahulu

    dilakukan uji coba validitas instrumen dengan sampel responden yang diambil di

    SMK Veteran 1 Sukoharjo diluar anggota sampel penelitian dengan jumlah 21

    siswa. Jadi nilai r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,433.

    Berdasarkan hasil analisis uji validitas dapat diketahui bahwa item angket

    pada variabel kesiapan praktek kerja industri yang terdiri dari 30 butir, terdapat 5

    item yang dinyatakan gugur. Hal ini ditunjukkan pada nilai r hitung dari 5 butir

    tersebut lebih kecil atau kurang dari 0,433

    Tabel 4. Hasil Uji Validitas Angket

    NO HASIL KETERANGAN NO HASIL KETERANGAN1 0.795 Valid 16 0.599 Valid2 0.739 Valid 17 0.842 Valid3 0.816 Valid 18 0.455 Valid4 0.187 Tidak Valid 19 0.795 Valid5 0.592 Valid 20 0.350 Tidak Valid6 0.637 Valid 21 0.635 Valid7 0.792 Valid 22 0.771 Valid8 0.773 Valid 23 0.280 Tidak Valid9 0.583 Valid 24 0.251 Tidak Valid

    10 0.398 Tidak Valid 25 0.761 Valid11 0.841 Valid 26 0.676 Valid12 0.793 Valid 27 0.530 Valid13 0.682 Valid 28 0.752 Valid14 0.591 Valid 29 0.491 Valid15 0.547 Valid 30 0.847 Valid

    b. Uji Reliabilitas Angket

    Uji realibilitas dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tingkat

    kepercayaan instrumen. Instrumen dikatakan mempunyai tingkat kepercayaan

    yang tinggi apabila hasil instrumen memberikan hasil yang tetap. Untuk

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    mengetahui reliabilitas instrumen yang berupa angket digunakan metode analisis

    dengan program SPSS.

    Berdasarkan hasil analisis uji reliabilitas dengan menggunakan program

    SPSS didapat nilai alpha sebesar 0,955, nilai ini kemudian dibandingkan dengan

    nilai r tabel sebesar 0,433. Oleh karena nilai r hitung lebih besar dibanding r tabel ,

    maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut reliabel.

    2. Uji Persyaratan Analisis

    Untuk membuktikan kebenaran hipotesis penelitian dilakukan analisis

    data. Namun perlu dilakukan uji persyaratan sebagai berikut :

    a. Uji Normalitas

    Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berasal

    dari populasi yang berdistribusi normal. Uji normalitas dalam penelitian ini

    menggunakan grafik distribusi yang ditunjukkan dengan kemencengan (skewness)

    dan keruncingan (kurtosis) kurva. Aturan dalam kurtosis ini adalah bahwa jika

    nilai rasio skewness dan kurtosis berada antara nilai minus dua (-2) dan plus dua

    (+2) maka bisa diartikan bahwa data terdistribusi normal. Untuk memperoleh

    rasio Skewness dan rasio Kurtosis dengan membagi nilai Skewness dan Kurtosis

    dengan standard errornya.

    b. Uji Linearitas dan Keberartian

    Untuk menguji Keberartian (F1) dan Linieritas (F2) menggunakan rumus

    ANAVA dengan SPSS. Selanjutnya harga p hasil perhitungan SPSS

    dikonsultasikan dengan taraf signifikansi 5% (0,05).

    Dasar pengambilan keputusan pada uji linieritas adalah :

    1) Jika nilai probabilitas (p) > 0,05 = hubungan antara variabel X dengan Y

    adalah linier.

    2) Jika nilai probabilitas (p) < 0,05 = hubungan antara variabel X dengan Y

    adalah tidak linier.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    Sedangkan bila pada uji keberartian dasar pengambilan keputusan adalah:

    1) Jika nilai probabilitas (p) > 0,05 = hubungan antara variabel X dengan Y

    adalah tidak berarti.

    2) Jika nilai probabilitas (p) < 0,05 = hubungan antara variabel X dengan Y

    adalah berarti.

    c. Uji Independen

    Uji independen digunakan untuk mengetahui apakah antar variabel bebas

    saling independen. Untuk pengujiannya digunakan hasil korelasi antara X1 dan

    X2. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus Pearson Correlation dengan

    metode SPSS.

    Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga spesifikasi independensi SPSS

    yaitu sebesar 0,8 ( Darlington ).

    Bila harga r X1X2 < 0,8 = tidak ada korelasi, selanjutnya

    Bila harga rX1X2 > 0,8 = ada korelasi

    3. Uji Hipotesis Penelitian

    a. Hipotesis Pertama

    Untuk menguji hipotesis pertama yaitu ada hubungan yang positif antara

    teori otomotif dengan kesiapan Praktek Kerja Industri siswa kelas XI SMK

    Veteran 1 Sukoharjo yang menggunakan rumus Pearson Correlation melalui

    program SPSS.

    Harga p dari hasil perhitungan SPSS dikonsultasikan dengan taraf

    signifikasi 5% (0,05). Apabila harga p > 0,05 maka Ho diterima dan apabila harga

    p < 0,05 maka Ho ditolak.

    b. Hipotesis Kedua

    Untuk menguji hipotesis kedua yaitu ada hubungan yang positif antara

    praktek otomotif dengan kesiapan Praktek Kerja Industri siswa kelas XI SMK

    Veteran 1 Sukoharjo yang menggunakan rumus Pearson Correlation melalui

    program SPSS.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    Harga p dari hasil perhitungan SPSS dikonsultasikan dengan taraf

    signifikasi 5% (0,05). Apabila harga p > 0,05 maka Ho diterima dan apabila harga

    p < 0,05 maka Ho ditolak

    c. Hipotesis Ketiga

    Untuk menguji hipotesis ketiga yaitu ada hubungan yang positif antara

    teori otomotif dan praktek otomotif dengan kesiapan Praktek Kerja Industri siswa

    kelas XI SMK Veteran 1 Sukoharjo yang menggunakan rumus regresi dua

    prediktor melalui program SPSS.

    Harga p dari hasil perhitungan SPSS dikonsultasikan dengan taraf

    signifikasi 5% (0,05). Apabila harga p < 0,05 maka Ho ditolak, selanjutnya

    apabila harga p > 0,05 Ho diterima.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    A. Deskripsi Hasil Analisis Data

    Berdasarkan data penelitian yang telah terkumpul dari masing-masing

    variabel, yaitu variabel Teori Otomotif, Praktek Otomotif dan Kesiapan Praktek

    Kerja Industri dapat dideskripsikan sebagai berikut :

    Tabel 5. Hasil Penyebaran Skor

    TeoriOtomotif

    PraktekOtomotif

    KesiapanPRAKERIN

    N Valid 62 62 62Missing 0 0 0

    Mean 7.4502 7.4358 97.73Std. Error of Mean .02558 .01780 1.099Median 7.4500 7.4350 97.50Mode 7.57 7.30(a) 94(a)Std. Deviation .20143 .14015 8.652Variance .04057 .01964 74.858Skewness .129 .305 .043Std. Error of Skewness .304 .304 .304Kurtosis -.427 -.004 .013Std. Error of Kurtosis .599 .599 .599Range .87 .66 40Minimum 7.08 7.16 77Maximum 7.95 7.82 117Sum 461.91 461.02 6059Percentiles 10 7.1730 7.2430 86.30

    25 7.2975 7.3375 92.0050 7.4500 7.4350 97.5075 7.5850 7.5225 103.00

    a Multiple modes exist. The smallest value is shown

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    30

    1. Variabel Teori Otomotif ( X1 )

    Dari data nilai teori otomotif diperoleh nilai tertinggi 7.95 dan nilai

    terendah 7.08. Hasil analisis juga menunjukkan harga rerata (mean) Nilai Teori

    Otomotif 7,45, modus sebesar 7,57, median 7,450 dan simpangan baku sebesar

    0.20143. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5. Banyaknya kelas

    ditentukan dengan menggunakan rumus Sturges, yakni 1+3,3 log n = 1+3,3 log 62

    = 1+3,3 x 1,79 = 6.9. Dalam hal ini banyaknya kelas adalah 7 kelas. Adapun

    pengelompokan interval kelas adalah sebagai berikut :

    Skor Tertinggi Skor Terendah 7.95 7.08 0.87Interval Kelas = --------------------------------------- = ---------- = ---- = 0.13

    Banyaknya Kelas 7 7

    Tabel 6. Distribusi Frekuensi Data Nilai Teori Otomotif

    Interval Kelas Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif Frekuensi Kumulatif

    7.08 7.20

    7.21 7.33

    7.34 7.46

    7.47 7.59

    7.60 7.72

    7.73 7.85

    7.86 7.98

    8

    9

    17

    13

    9

    4

    2

    12,9 %

    14,5 %

    27,4 %

    21 %

    14,5 %

    6,5 %

    3,2 %

    12,9 %

    27,4 %

    54,8 %

    75,8 %

    90,3 %

    96,8 %

    100 %

    Total 62 100,00%

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    31

    30 %

    25%

    20%

    15%

    10%

    5%

    0%

    Gambar 2. Histogram Frekuensi Nilai Teori Otomotif

    2. Variabel Praktek Otomotif ( X2 )

    Dari data nilai praktek otomotif diperoleh nilai tertinggi 7.82 dan nilai

    terendah 7,16. Hasil analisis juga menunjukkan harga rerata (mean) Praktek

    Otomotif 7,4358, modus sebesar 7,30, median 7,435 dan simpangan baku sebesar

    0,14015. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5. Banyaknya kelas

    ditentukan dengan menggunakan rumus Sturges, yakni 1+3,3 log n = 1+3,3 log 62

    = 1+3,3 x 1,79 = 6.9. Dalam hal ini banyaknya kelas adalah 7 kelas. Adapun

    pengelompokan interval kelas adalah sebagai berikut :

    Skor Tertinggi Skor Terendah 7.82 7.16 0.66Interval Kelas = --------------------------------------- = ---------- = ---- = 0.10

    Banyaknya Kelas 7 7

    7,47

    7,

    59

    7,21

    7,

    33

    7,08

    7,

    20

    7,60

    7,

    72

    7,34

    7,

    46

    7,73

    7,

    85

    7,86

    7,

    98

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    32

    Tabel 7. Distribusi Frekuensi Data Nilai Praktek Otomotif

    Interval Kelas Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif Frekuensi Kumulatif

    7.16 7.25

    7.26 7.35

    7.36 7 45

    7.46 7.55

    7.56 7.65

    7.66 7.75

    7.76 7.85

    7

    10

    18

    16

    7

    3

    1

    11,3 %

    16,2 %

    29 %

    25,8 %

    11,3 %

    4,8%

    1,6 %

    11,3 %

    27,5%

    56,5 %

    82,3 %

    93,6 %

    98,4%

    100 %

    Total 62 100,00%

    30 %

    25%

    20%

    15%

    10%

    5%

    0%

    Gambar 3. Histogram frekuensi Nilai Praktek Otomotif

    7,46

    7,

    55

    7,26

    7,

    35

    7,16

    7,

    25

    7,56

    7,

    65

    7,36

    7,

    45

    7,66

    7,

    75

    7,76

    7,

    85

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    33

    3. Variabel Kesiapan Praktek Kerja Industri

    Dari data nilai angket kesiapan praktek kerja industri diperoleh nilai

    tertinggi 117 dan nilai terendah 77. Hasil analisis juga menunjukkan harga rerata

    (mean) Kesiapan Praktek Kerja Industri 97.73, modus sebesar 94, median 97,50

    dan simpangan baku sebesar 8,652. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel

    5. Banyaknya kelas ditentukan dengan menggunakan rumus Sturges, yakni 1+3,3

    log n = 1+3,3 log 62 = 1+3,3 x 1,79 = 6.9. Dalam hal ini banyaknya kelas adalah 7

    kelas. Adapun pengelompokan interval kelas adalah sebagai berikut :

    Skor Tertinggi Skor Terendah 117 77 40Interval Kelas = --------------------------------------- = ---------- = ---- = 5.7

    Banyaknya Kelas 7 7

    Dibulatkan menjadi 6.

    Tabel 8. Distribusi Frekuensi Data Kesiapan Praktek Kerja Industri

    Interval Kelas Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif Frekuensi Kumulatif

    77 82

    83 88

    89 94

    95 100

    1001 106

    107 112

    113 - 118

    3

    6

    14

    17

    12

    7

    3

    4,8 %

    9.7 %

    22,6 %

    27,4 %

    19,4 %

    11,3 %

    4,8 %

    4,8 %

    14,5 %

    37,1 %

    64,5 %

    83,9 %

    95,2 %

    100 %

    Total 62 100,00%

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    34

    30 %

    25%

    20%

    15%

    10%

    5%

    0%

    Gambar 4. Histogram Frekuensi Skor Kesiapan Praktek Kerja Industri

    B. Pengujian Persyaratan Analisis

    Sebelum data yang telah terkumpul dalam penelitian ini dianalisis untuk

    menguji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan persyaratan dari setiap

    variabel. Selanjutnya sesuai dengan analisis data yang akan dipergunakan dalam

    penelitian ini yaitu analisis regresi.

    Sebelum diadakan pengujian analisis data lebih lanjut data harus memenuhi

    beberapa persyaratan uji analisis regresi yaitu :

    1. Uji Normalitas

    2. Uji Linieritas dan Keberartian.

    3. Uji Independen

    1. Uji Normalitas Data

    Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel

    yang digunakan mengikuti kurva normal atau tidak.

    a. Data Nilai Teori Otomotif

    Untuk pengujian normalitas data dari data nilai teori otomotif

    menggunakan grafik distribusi yang ditunjukkan dengan kemencengan (Skewness)

    dan keruncingan (kurtosis) kurva dengan melalui program SPSS.

    95-1

    00

    83-8

    8

    77-8

    2

    101

    -106

    89-9

    4

    107

    -112

    113

    -118

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    35

    Berdasarkan hasil keluaran (output) data nilai teori otomotif dengan

    metode analisis melalui aplikasi SPSS menyatakan bahwa distribusi frekuensi

    variabel teori otomotif berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan dengan rasio

    kemencengan sebesar 0,129 : 0,304 = 0,424 dan rasio keruncingan sebesar

    -0,427: 0,599 = -0,713. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5. Dari hasil

    tersebut terlihat bahwa rasio kemencengan dan keruncingan berada pada kisaran -

    2 sampai +2.

    b. Data Nilai Praktek Otomotif

    Untuk pengujian normalitas data dari data nilai praktek otomotif

    menggunakan grafik distribusi yang ditunjukkan dengan kemencengan (Skewness)

    dan keruncingan (kurtosis) kurva dengan melalui program SPSS.

    Berdasarkan hasil keluaran (output) data nilai praktek otomotif dengan

    metode analisis melalui aplikasi SPSS menyatakan bahwa distribusi frekuensi

    variabel praktek otomotif berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan dengan rasio

    kemencengan sebesar 0,305 : 0,304 = 1,003 dan rasio keruncingan sebesar

    -0,004: 0,599 = -0,0067. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5. Dari hasil

    tersebut terlihat bahwa rasio kemencengan dan keruncingan berada pada kisaran

    -2 sampai +2.

    c. Data Kesiapan Praktek Kerja Industri

    Untuk pengujian normalitas data dari data kesiapan praktek kerja industri

    menggunakan grafik distribusi yang ditunjukkan dengan kemencengan (Skewness)

    dan keruncingan (kurtosis) kurva dengan melalui program SPSS.

    Berdasarkan hasil keluaran (output) data kesiapan praktek kerja industri

    dengan metode analisis melalui aplikasi SPSS menyatakan bahwa distribusi

    frekuensi variabel kesiapan praktek kerja industri berdistribusi normal. Hal ini

    ditunjukkan dengan rasio kemencengan sebesar 0,043 : 0,304 = 0,141 dan rasio

    keruncingan sebesar 0,013: 0,599 = 0,0217. Dari hasil tersebut terlihat bahwa

    rasio kemencengan dan keruncingan berada pada kisaran -2 sampai +2.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    36

    2. Uji Linieritas dan Keberartian

    a. Uji Linieritas dan Keberartian Teori Otomotif (X1) Terhadap Kesiapan

    Praktek Kerja Industri (Y).

    Uji linieritas dan keberartian ini dilakukan dengan menggunakan rumus

    ANAVA dengan program SPSS, adapun rumus yang digunakan yaitu Based on

    Mean dengan Test for Linearity.

    Tabel 9. Hasil Uji Linearitas X1 terhadap Y

    ANOVA Table

    Berdasarkan tabel hasil analisis melalui program SPSS dapat diketahui

    bahwa harga p > 0,05 yaitu 0,631 > 0,05. Dengan demikian regresi variabel teori

    otomotif (X1) terhadap variabel kesiapan praktek kerja industri (Y) linear dapat

    diterima. Pembacaan juga dapat dilihat dari harga F-nya. Berdasarkan tabel bahwa

    harga Fhitung = 0,895. Jadi harga Fhitung lebih kecil dari Ftabel yaitu 0,895 < 4,00.

    Dengan demikian regresi variabel teori otomotif (X1) terhadap variabel kesiapan

    praktek kerja industri (Y) linear dapat diterima.

    Dari hasil analisis melalui program SPSS juga diketahui bahwa harga

    p < 0,05 yaitu 0,002 < 0,05. Dengan demikian regresi variabel teori otomotif (X1)

    terhadap variabel kesiapan praktek kerja industri (Y) berarti dapat diterima.

    Pembacaan juga dapat dilihat dari harga F-nya. Berdasarkan tabel bahwa harga

    Fhitung= 13,864 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk pembilang 1 dan

    dk penyebut 62 diperoleh Ftabel= 4,00. Jadi harga Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu

    13,864 > 4,00. Dengan demikian regresi variabel teori otomotf (X1) terhadap

    variabel kesiapan praktek kerja industri (Y) berarti dapat diterima.

    Sum ofSquares df

    MeanSquare F Sig.

    kesiapanPRAKERIN * teoriotomotif

    Between Groups (Combined)3640.172 47 77.450 1.171 .390

    Linearity 917.141 1 917.141 13.864 .002

    Deviation fromLinearity 2723.031 46 59.196 .895 .631

    Within Groups 926.167 14 66.155Total 4566.339 61

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    37

    b. Uji Linieritas dan Keberartian Praktek Otomotif (X2) Terhadap Kesiapan

    Praktek Kerja Industri (Y).

    Uji linieritas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS, adapun

    rumus yang digunakan yaitu Based on Mean dengan Test for Linearity.

    Tabel 10. Hasil Uji Linearitas X2 terhadap Y

    ANOVA Table

    Sum ofSquares df

    MeanSquare F Sig.

    kesiapanPRAKERIN *praktek otomotif

    Between Groups (Combined)3195.172 39 81.927 1.315 .250

    Linearity 1137.002 1 1137.002 18.243 .000Deviation fromLinearity 2058.170 38 54.162 .869 .657

    Within Groups 1371.167 22 62.326Total 4566.339 61

    Berdasarkan tabel hasil analisis melalui program SPSS dapat diketahui

    bahwa harga p > 0,05 yaitu 0,657 > 0,05. Dengan demikian regresi variabel

    praktek otomotif (X2) terhadap variabel kesiapan praktek kerja industri (Y) linear

    dapat diterima. Pembacaan dapat juga dapat dilihat dari harga F-nya. Berdasarkan

    tabel bahwa harga Fhitung = 0,869. Jadi harga Fhitunglebih kecil dari Ftabel yaitu 0,869

    < 4,00. Dengan demikian regresi variabel praktek otomotif (X2) terhadap variabel

    kesiapan praktek kerja industri (Y) linear dapat diterima.

    Dari hasil analisis melalui program SPSS juga diketahui bahwa harga p 4,00. Dengan demikian regresi variabel praktek otomotif (X2)

    terhadap variabel kesiapan praktek kerja industri (Y) berarti dapat diterima.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    38

    3. Uji Independen

    Uji independen digunakan untuk mengetahui apakah kedua variabel bebas

    saling bebas atau tidak mempengaruhi satu sama lainnya (independen). Pengujian

    dilakukan dengan rumus korelasi Pearson Correlation dengan metode analisis

    melalui program SPSS.

    Tabel 11. Hasil Uji IndependenCorrelations

    Teori Otomotif PraktekOtomotifteori otomotif Pearson Correlation 1 .565(**)

    Significance(2-tailed) . .000

    N 62 62praktek otomotif Pearson Correlation .565(**) 1

    Significance(2-tailed) .000 .

    N 62 62** Correlation at 0.01(2-tailed):...

    Dari hasil perhitungan SPSS diperoleh harga rx1x2 sebesar 0,565 yang

    kemudian dikonsultasikan dengan harga spesifikasi independensi SPSS yaitu

    seharga 0,8 (Darlintong: 1990) sehingga didapat rx1x2 < 0,8 atau 0,565 < 0,8. Jadi

    antara variabel teori otomotif (X1) dan praktek otomotif (X2) dinilai independen.

    C. Pengujian Hipotesis

    1. Uji Hipotesis Pertama

    Pengujian hipotesis pertama menggunakan rumus Pearson Correlation

    pada program SPSS.

    Tabel 12. Hasil Uji Hipotesis PertamaCorrelations

    KesiapanPRAKERIN Teori Otomotif

    kesiapan PRAKERIN Pearson Correlation 1 .448(**)Significance(2-tailed) . .000N 62 62

    teori otomotif Pearson Correlation .448(**) 1Significance(2-tailed) .000 .N 62 62

    ** Correlation at 0.01(2-tailed):...

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    39

    Berdasarkan hasil perhitungan analisis diperoleh harga p = 0,000,

    kemudian dikonsultasikan pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil tersebut dapat

    disimpulkan bahwa p lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000 < 0,05 bahkan p lebih kecil

    dari 0,025 yaitu 0,000 < 0,025. Pada tabel hasil analisis R memiliki harga 0,448

    jadi R2 = 0,218624 dibulatkan menjadi 0,219= 21.9%. Dengan demikian

    sumbangan variabel teori otomotif terhadap kesiapan praktek kerja industri

    sebesar 21.9%.

    Berdasarkan analisis, hipotesis dalam penelitian ini Ada Hubungan

    Positif Antara Teori Otomotif Dengan Kesiapan Praktek Kerja Industri Siswa

    Kelas XI SMK Veteran I Sukoharjo dinyatakan terbukti.

    2. Uji Hipotesis Kedua

    Pengujian hipotesis kedua ini menggunakan rumus Pearson Correlation

    pada program SPSS.

    Tabel 13. Hasil Uji Hipotesis KeduaCorrelations

    KesiapanPRAKERIN

    PraktekOtomotif

    kesiapan PRAKERIN Pearson Correlation 1 .499(**)Significance(2-tailed) . .000N 62 62

    praktek otomotif Pearson Correlation .499(**) 1Significance(2-tailed) .000 .N 62 62

    ** Correlation at 0.01(2-tailed):...

    Berdasarkan perhitungan hasil analisis diperoleh harga p = 0,000,

    kemudian dikonsultasikan pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil output dapat

    disimpulkan bahwa p lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05, bahkan p < 0,025

    yaitu 0,000 < 0,025. Pada tabel hasi analisis R memiliki harga 0,499, jadi R2 =

    0,249 = 24.9%. Dengan demikian sumbangan variabel praktek otomotif terhadap

    kesiapan praktek kerja industri sebesar 24,9%.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    40

    Berdasarkan analisis, hipotesis dalam penelitian ini Ada Hubungan

    Positif Antara Praktek Otomotif Dengan Kesiapan Praktek Kerja Industri Siswa

    Kelas XI SMK Veteran I Sukoharjo dinyatakan terbukti.

    3. Uji Hipotesis Ketiga

    Pengujian hipotesis ketiga menggunakan rumus analisis regresi dua

    prediktor yaitu prediktor X1 dan X2 terhadap Y. Berdasarkan hasil perhitungan

    analisis regresi dua prediktor dengan metode analisis melalui program SPSS

    diperoleh data sebagai berikut harga p = 0,000, kemudian dikonsultasikan dengan

    taraf signifikansi 5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa p lebih kecil

    dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 bahkan p < 0,025 yaitu 0,000 < 0,025.

    Tabel 14. Hasil Uji Hipotesis KetigaANOVA(b)

    Model Sum ofSquares df Mean Square F Significance

    1 Regressin 1137.002 1 1137.002 19.893 .000(a)Residual 3429.337 60 57.156Total 4566.339 61

    a Predictors: (constant) praktek otomotif...b Dependent Variable: kesiapan PRAKERIN

    Hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,499 = 24.9 %, harga R2

    (R square) bisa dilihat pada tabel hasil analisis berikut ini.

    Tabel 15. R2 (R Square).Model Summary

    Model R R Square Adjusted RSquareStd. Error of the

    Estimate

    1 .499(a) .249 .236 7.560

    a Predictors: (constant) praktek otomotif...

    Berdasarkan hipotesis ketiga Ada Hubungan Positif Antara Teori

    Otomotif dan Praktek Otomotif Dengan Kesiapan Praktek Kerja Industri Siswa

    Kelas XI SMK Veteran I Sukoharjo. Maka hipotesis dinyatakan terbukti.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    41

    D. Pembahasan Hasil Analisis Data

    Sub bab ini membahas tentang hasil pengujian hipotesis. Adapun

    pembahasannya adalah sebagai berikut:

    a. Pengujian hipotesis pertama

    Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi dengan metode analisis

    melalui program SPSS 11.5 dapat diketahui bahwa hubungan variabel teori

    otomotif (X1) dengan kesiapan praktek kerja industri (Y) mempunyai nilai

    p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 bahkan p < 0,025 yaitu 0,000 < 0,025. Dengan

    demikian hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan yang positif antara

    variabel teori otomotif (X1) dengan kesiapan Praktek Kerja Industri. Hubungan X1dan Y mempunyai sumbangan sebesar 21.9 %. Sedangkan persentase sisanya

    dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini..

    b. Pengujian hipotesis kedua

    Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi dengan metode analisis

    program SPSS 11.5 dapat diketahui bahwa hubungan variabel praktek otomotif

    (X2) dengan Kesiapan melaksanakan praktek kerja industri (Y) mempunyai nilai

    p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 bahkan p < 0,025 yaitu 0,000 < 0,025. Dengan

    demikian hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan yang positif antara

    variabel praktek otomotif (X2) dengan kesiapan Praktek Kerja Industri (Y).

    Hubungan X2 dan Y mempunyai sumbangan sebesar 24.9 %. Sedangkan

    persentase sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam

    penelitian ini

    c. Pengujian hipotesis ketiga

    Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi dua predaktor dengan metode

    analisis melalui program SPSS 11.5 dapat diketahui bahwa hubungan variabel

    teori otomotif (X1) dan praktek otomotif (X2 ) dengan kesiapan melaksanakan

    praktek kerja industri (Y) mempunyai nilai p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 bahkan p