Click here to load reader

Hak Cipta - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI ... ... satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan hankam. Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia. Nusantara (archipelagic) dipahami

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Hak Cipta - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI ... ... satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan hankam....

  • Hak Cipta © Pada : Lembaga Administrasi Negara Edisi Tahun 2015

    Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 Telp. (62 21) 3868201, Fax. (62 21) 3800188

    “NASIONALISME” Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III

    TIM PENGARAH SUBSTANSI: 1. Prof. Dr. Agus Dwiyanto 2. Ir. Sarwono Kusumaatmaja 3. Prof. Dr. JB Kristiadi 4. Prof. Dr. Sofyan Effendi 5. Dr. Muhammad Idris, M.Si

    TIM PENULIS MODUL: 1. Yudi Latief, MA, Ph.D 2. Dr. Adi Suryanto, M.Si 3. Abdul Aziz Muslim, M.Si

    Reka Cetak : Rudy Masthofani, S.Kom COVER : Musthopa, S.Kom

    Jakarta - LAN - 2015 iii + 152 hlm: 15 x 21 cm

    ISBN: 978-602-7594-15-9

  • KATA PENGANTAR

    Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari Diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan demikian UU ASN mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS.

    Selain itu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang profesional seperti tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat serta berdaya saing.

    Dengan demikian untuk menjaga kualitas keluaran Diklat dan kesinambungan Diklat di masa depan serta dalam rangka penetapan

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

  • standar kualitas Diklat, khususnya untuk memfasilitasi dan mengatasi kesulitan para CPNS dalam mengikuti Diklat Prajabatan, maka Lembaga Administrasi Negara berinisiatif menyusun Modul Diklat Prajabatan ini.

    Atas nama Lembaga Administrasi Negara, kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun yang telah bekerja keras menyusun Modul ini. Begitu pula halnya dengan instansi dan narasumber yang telah memberikan review dan masukan, kami ucapkan terima kasih atas masukan dan informasi yang diberikan.

    Kami sangat menyadari bahwa Modul ini jauh dari sempurna. Dengan segala kekurangan yang ada pada Modul ini, kami mohon kesediaan pembaca untuk dapat memberikan masukan yang konstruktif guna penyempurnaan selanjutnya. Semoga Modul ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

    Jakarta, Desember 2014 Kepala

    Lembaga Administrasi Negara,

    Prof. Dr. Agus Dwiyanto

  • D A F T A R I S I

    KATA PENGANTAR ............................................................................i DAFTAR ISI........................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1

    A. Latar Belakang .............................................................................1 B. Deskripsi Singkat ..........................................................................4 C. Tujuan Pembelajaran ....................................................................7 D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ...........................................7

    BAB II NILAI-NILAI NASIONALISME PANCASILA BAGI ASN (Sila 1 Dan Sila 2) ............................................................9

    A. Indikator Keberhasilan .................................................................9 B. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya ...............................................................9 C. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya ...25 D. Latihan .......................................................................................40 E. Rangkuman ................................................................................41 F. Evaluasi ......................................................................................42 G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...............................................43

    BAB III NILAI-NILAI NASIONALISME PANCASILA BAGI ASN (Sila 3 s/d Sila 5) ..........................................................45

    A. Indikator Keberhasilan ..............................................................45 B. Pemahaman dan Implementasi Sila Persatuan Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya ...45 C. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Kerakyatan Dalam Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyaratan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya ..................63 D. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Keadilan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya ...76

  • E. Latihan .......................................................................................88 F. Rangkuman ................................................................................88 G. Evaluasi .....................................................................................89 H. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...............................................89

    BAB IV ASN SEBAGAI PELAKSANA KEBIJAKAN PUBLIK .91 A. Indikator Keberhasilan ..............................................................91 B. ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik ................................91 C. ASN yang Berorientasi Pada Kepentingan Publik ....................95 D. ASN Berintegritas Tinggi ..........................................................99 E. Implementasi ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik ........101 F. Latihan .....................................................................................111 G. Rangkuman ..............................................................................112 H. Evaluasi ...................................................................................113 I. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...............................................113

    BAB V ASN SEBAGAI PELAYAN PUBLIK ...............................115 A. Indikator Keberhasilan ............................................................115 B. ASN Profesional ......................................................................115 C. ASN yang Melayani Publik ......................................................119 D. ASN Berintegritas Tinggi ........................................................125 E. Implementasi ASN Profesional dan Melayani yang Berintegritas Tinggi ..................................................................127 F. Latihan .....................................................................................130 G. Rangkuman ..............................................................................130 H. Evaluasi ...................................................................................132 I. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...............................................132

    BAB VI ASN SEBAGAI PEREKAT DAN PEMERSATU BANGSA .............................................................................133

    A. Indikator Keberhasilan ............................................................133 B. ASN Sebagai Pemersatu Bangsa .............................................133 C. ASN Menjaga Kondisi Damai .................................................139

  • D. Peran PNS/ASN dalam Menciptakan Kondisi Damai .............142 E. Latihan .....................................................................................144 F. Rangkuman ..............................................................................144 G. Evaluasi ...................................................................................145 H. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .............................................145

    BAB VII PENUTUP ........................................................................147 A. Simpulan ..................................................................................147 B. Tindak Lanjut ..........................................................................151 Daftar Pustaka ...............................................................................152

  • Bab I ~ Pendahuluan | 1

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain. Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seper