GIZI BURUK

  • Published on
    21-Nov-2014

  • View
    825

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<p>GIZI BURUKPENCEGAHAN, DETEKSI &amp; PEMULIHAN</p> <p>dr.BENNY SOEGIANTO, MPH</p> <p>1</p> <p>PELAYANAN KESEHATAN PARIPURNA DI RSASUHAN MEDIS</p> <p>ASUHAN KEPERAWATAN</p> <p>ASUHAN GIZI</p> <p>2</p> <p>1</p> <p>LANGKAH- LANGKAH UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN GIZI BURUK 1. MENCEGAH KEJADIAN KASUS GIZI BURUK 2. MENEMUKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK 3. MEMULIHKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK</p> <p>3</p> <p>MENCEGAH KEJADIAN KASUS GIZI BURUK1. 2. 3. 4. MENINGKATKAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN MELALUI REVITALISASI POSYANDU MENYAMAKAN &amp; MEMANTAPKAN PEMAHAMAN POLA TUMBUH BALITA DENGAN MEMAKAI KARTU MENUJU SEHAT (KMS) MENINGKATKAN PENGENALAN DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN DNG KMS DI POSYANDU MELAKUKAN TINDAK LANJUT TERHADAP PENYIMPANGAN DINI PERTUMBUHAN DENGAN MEMBERIKAN PENGOBATAN &amp; NASEHAT PEMBERIAN MAKANAN &amp; MINUMAN SEHAT PADAT GIZI</p> <p>4</p> <p>2</p> <p>PERTUMBUHAN BALITA DI JAWA TIMUR TAHUN 2004UMUR GIZI BAIK MALNUTRISI (BULAN) (%) (%) 0-5 99,3 0,7 6 11 12 - 23 24 - 35 36 - 47 48 - 59 0 -59 93,8 84,6 80,4 80,7 80,2 85,4 6,2 15,4 19,6 19,3 19,8 14,6 JUMLAH (%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,05</p> <p>MENEMUKAN SEMUA KASUS GIZI BURUKMELALUI USAHA BERSAMA ANTARA PEMDA &amp; MASYARAKAT MEMAKAI KRITERIA YANG SAMA MELALUI BERBAGAI SARANA : a. PELAYANAN KESEHATAN : RS, PUSKESMAS, POLINDES b. MELALUI POSYANDU c. KUNJUNGAN RUMAH TERARAH KE KELUARGA BALITA YANG JARANG / TIDAK BERKUNJUNG KE POSYANDU </p> <p>6</p> <p>3</p> <p>MEMULIHKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK1. MENGGUNAKAN 10 LANGKAH TATALAKSANA GIZI BURUK 2. DIANGGAP BERHASIL, BILA ANGKA KEMATIAN KASUS &lt; 5 % 3. DISIAPKAN SISTEM RUJUKAN YANG BAKU 4. DISIAPKAN ANGGARAN, TERMASUK BIAYA MAKAN IBU MENUNGGUI7</p> <p>BENTUK GANGGUAN GIZIGANGGUAN GIZI</p> <p>PROSES</p> <p>DERAJAT GANGGUAN</p> <p>KRONIS</p> <p>AKUT</p> <p>BERAT</p> <p>SEDANG</p> <p>RINGAN</p> <p>GIZI BURUK</p> <p>8</p> <p>4</p> <p>INDEKS ANTROPOMETRI BB/U MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI UMUM TB/U MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI KRONIS BB/TB MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI AKUT9</p> <p>PENGERTIAN GIZI BURUK SECARA KLINIS DAN ANTROPOMETRIS ADALAH : GANGGUAN GIZI AKUT &amp; BERAT BERAT SECARA KLINIS : * SANGAT KURUS , LEMAK &amp; OTOT TIPIS / HABIS atau * KURUS &amp; BENGKAK PADA KEDUA KAKI SECARA ANTROPOMETRIS : * BB / PB &lt; - 3 SD atau * BB / PB &lt; 70% Median atau * LILA &lt; 11,0 cm</p> <p>10</p> <p>5</p> <p>PENGAMATAN KLINIS CADANGAN LEMAK DAN OTOT BALITA GIZI BURUK LEMAK DADA, PINGGUL &amp; PUNGGUNG TIPIS : * TAMPAK IGA DEPAN, SELANGKA &amp; TL PINGGUL * TAMPAK IGA BELAKANG, BELIKAT, SPINA TL PUNGGUNG &amp; TL DUDUK LEMAK / OTOT ANGGOTA GERAK TIPIS : * BAGIAN ATAS - LENGAN TAMPAK KECIL * BAGIAN BAWAH - TUNGKAI TAMPAK KECIL LEMAK DAERAH KEPALA TIPIS : * LEMAK PIPI HABIS - PIPI TAMPAK CEKUNG * LEMAK MATA HABIS - MATA TAMPAK CEKUNG</p> <p>11</p> <p>Masalah Gizi Dlm Siklus KehidupanUSIA LANJUT KURANG GIZI</p> <p>IMR, perkemb mental, risiko penyakit kronis pada usia dewasa</p> <p>Kurang makan, sering infeksi, yankes kurang, pola asuh tidak memadai</p> <p>BBLRYanKes kurang memadai; Kons tidak seimbang Gizi janin tidak baik</p> <p>Proses Pertumbhn lambat, ASI ekslsf kurang, MP-ASI tidak benar</p> <p>Tumbuh kembang terhambat</p> <p>BALITA KEPKonsumsi gizi kurang, pola asuh kurang</p> <p>Pelayanan kesehatan tidak memadaiSumber : Nutrition Throught The Life Cycle Prepared.2000</p> <p>REMAJA &amp; USIA SEKOLAH: GANGGUAN PERTUMBHN</p> <p>MMR</p> <p>Konsumsi Kurang</p> <p>Produktivitas fisik berkurang/rendah</p> <p>12</p> <p>6</p> <p>DAMPAK GIZI DAN KESEHATAN TERHADAP KUALITAS MANUSIA</p> <p>GIZI KURANG DAN INFEKSI</p> <p>GIZI CUKUP DAN SEHAT</p> <p>Tumbuh Kembang Otak Tidak optimal Daya pikir rendah Mutu SDM rendah BEBAN</p> <p>Tumbuh Kembang Otak Optimal Anak cerdas &amp; produktif Mutu SDM tinggi ASSET13</p> <p>Sumber : FKM UI &amp; Unicef, 2002</p> <p>PENYEBAB MASALAH GIZISTATUS GIZIASUPAN GIZI INFEKSI PENYAKITPenyebab Langsung</p> <p>Ketersediaan Pangan tingkat Rumah Tangga</p> <p>Perilaku/asuhan Ibu dan Anak</p> <p>Pelayanan Kesehatan, Lingkungan</p> <p>Penyebab Tak Langsung</p> <p>KEMISKINAN, PENDIDIKAN RENDAH, KETERSEDIANAN PANGAN, KESEMPATAN KERJA</p> <p>Masalah Utama</p> <p>KRISIS POLITIK DAN EKONOMISumber : Unicef, 1998 The State of The Worlds Children 1998</p> <p>Masalah Dasar14</p> <p>7</p> <p>KONSEP PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN GIZI BURUKMeninggal 10-20% Sembuh (60-70% Gizi kurang 10-20%30-40 %</p> <p>Anak SEHAT18 juta(SUSENAS 2003)</p> <p>30-40 % BBGIZI KURANG Turun</p> <p>5 juta</p> <p>GIZI BURUK BB Turun</p> <p>1.5 juta</p> <p>836.126, 6-23 bln gakin</p> <p>116.000 marasmus/kwashiorkor</p> <p>Preventif, promotifPemantauan pertumbuhan di Posyandu Suplementasi (PMT, Vit A, Tab Fe) Pendidikan dan konseling Gizi (ASI, garam beryodium, makan seimbang)</p> <p>Kuratif, rehabilitatifPemeriksaan/anamnesa Tatalaksana kasus</p> <p>15</p> <p>Surveilens sosial, kesehatan, pangan dan gizi KELUARGA MASYARAKAT dan LINTAS SEKTOR PELAYANAN KESEHATAN</p> <p>SELURUH KELUARGAIntervensi jangka menengah/ panjang</p> <p>Sehat, BB Naik (N)</p> <p>1. Penyuluhan/Konseling Gizi; a. ASI Eksklusif dan MP-ASI b. Gizi seimbang c. Pola asuh ibu dan anak 2. Pemantauan pertumbuhan anak 3. Penggunaan garam beryodium 4. Pemanfaatan pekarangan 5. Peningkatan daya beli KELUARGA MISKIN 6. Bantuan pangan darurat; a. PMT balita, ibu hamil b. Raskin</p> <p>POSYANDU Penimbanganemua balita Balita Konseling Punya</p> <p>(D)</p> <p>BGM, Gizi buruk, Sakit</p> <p>Intervensi jangka pendek, darurat</p> <p>KMS</p> <p> Suplementasi gizi Pelayanan kesehatan dasar</p> <p>BB Tidak naik Gizi kurang</p> <p>(T),Puskesmas Rumah Sakit</p> <p>Sehat, BB Naik (N)</p> <p> PMT Pemulihan KonselingSembuh perlu PMT</p> <p>Surveilens sosial, kesehatan, pangan dan gizi</p> <p>Sembuh, tidak perlu PMT</p> <p>16</p> <p>8</p> <p>Gizi buruk : Kwashiorkor</p> <p>17</p> <p>Gizi buruk : KwashiorkorRambut Wajah Puffy</p> <p>Edema18</p> <p>9</p> <p>Kwashiorkor</p> <p>Hepatomegali Crazy pavement dermatosis Edema</p> <p>19</p> <p>MarasmusWajah</p> <p>Rambut masih hitam</p> <p>Iga gambang</p> <p>Atrofi otot Lemak SK 1/3</p> <p>Keratomalacea26</p> <p>13</p> <p>XSCorneal scar</p> <p>27</p> <p>Anaemia</p> <p>28</p> <p>14</p> <p>Kelainan kulit (def.Zn)</p> <p>29</p> <p>Dehydration</p> <p>Turgor :30</p> <p>15</p> <p>Dehydration</p> <p>Sunken eyes31</p> <p>PENGELOLAAN BALITA MALNUTRISI AKUT1. BILA BB / PB &gt;= - 2 SD - PENIMBANGAN 2. BILA BB / PB &lt; - 2 SD - PMT BIASA 3. BILA BB / PB &lt; - 3 SD : a. DENGAN KOMPLIKASI : - RAWAT INAP - STABILISASI - PMT TERAPI - F75 b. TANPA KOMPLIKASI : - RAWAT JALAN - REHABILITASI - PMT TERAPI - F100/F135/MODISSCO 332</p> <p>16</p> <p>BALITA GIZI BURUKBUKAN SEKEDAR KEKURANGAN ENERGI DAN PROTEIN SEMATA, NAMUN JUGA KEKURANGAN ZAT GIZI LAINNYA, OLEH KARENA ITU LEBIH TEPAT DISEBUT SEBAGAI SINDROMA MULTI NUTRIEN DEFISIENSI BERAT33</p> <p>KEADAAN FAAL SEL BALITA TIDAK GIZI BURUK TRANSPORTASI ELEKTROLIT LINTAS MEMBRAN DILAKUKAN DENGAN MEMAKAI ENERGI ATP ( POMPA ATP) DENGAN KEKUATAN POMPA ATP, MAKA TERCIPTA KADAR K &amp; Mg DI DALAM SEL 10 X KADAR K &amp; Mg DI LUAR SEL DENGAN KEKUATAN POMPA ATP, MAKA TERCIPTA KADAR Na &amp; Ca DI LUAR SEL 10 X KADAR Na &amp; Ca DI DALAM SEL34</p> <p>17</p> <p>KEADAAN FAAL SEL BALITA GIZI BURUK PRODUKSI ENERGI DALAM BENTUK ATP SANGAT RENDAH AKIBATNYA SEMUA PROSES FAAL SEL YANG MEMERLUKAN ENERGI ATP HARUS DIKURANGI, OLEH KARENA HARUS MENYESUAIKAN THD KETERBATASAN ATP TERSEBUT SALAH SATU PROSES YANG MENGALAMI GANGGUAN SERIUS AKIBAT HAL TSB DI ATAS ADALAH TRANSPORTASI ELEKTROLIT LINTAS MEMBRAN35</p> <p>KEADAAN FAAL SEL BALITA GIZI BURUK TRANSPORTASI ELEKTROLIT LINTAS MEMBRAN SANGAT TERGANGGU AKIBATNYA, K &amp; Mg YANG HARUS SELALU DIPERTAHANKAN TINGGI KADARNYA DI DALAM SEL, DENGAN MEMAKAI ENERGI ATP, MENGALIR KELUAR SEL DAN TERBUANG DARI TUBUH, KELUAR LEWAT URINE AKHIRNYA TUBUH MENGALAMI HIPOKALEMIA DAN HIPOMAGNESIA36</p> <p>18</p> <p>KEADAAN FAAL SEL BALITA GIZI BURUK TRANSPORTASI ELEKTROLIT LINTAS MEMBRAN SANGAT TERGANGGU AKIBATNYA, Na &amp; Ca YANG HARUS SELALU DIPERTAHANKAN TINGGI KADARNYA DI LUAR SEL, DENGAN MEMAKAI ENERGI ATP, MENGALIR MASUK KE DALAM SEL &amp; TERTIMBUN DI DALAM SEL, TETAPI RENDAH DI LUAR SEL AKHIRNYA TUBUH MENGALAMI HIPERNATREMIA INTRA SELULER37</p> <p>KOMPLIKASI YANG SERING TERJADI PADA PENDERITA GIZI BURUK</p> <p>HIPOGLIKEMIA HIPOTERMIA DEHIDRASI INFEKSI -</p> <p>MENGANTUK BADAN DINGIN DIARE / MUNTAH ISPA38</p> <p>19</p> <p>SIKAP ORANG TUA TERHADAP KOMPLIKASI PADA BALITA GIZI BURUK BILA ANAK DIAREA ATAU SESAK NAFAS, ORANG TUA CEMAS OLEH KARENA CEMAS, MAKA ANAK SEGERA DIBAWA BEROBAT SEGERA DI KETAHUI BAHWA ANAK MENDERITA GIZI BURUK DAN SEGERA DIOBATI, SEHINGGA KEMUNGKINAN ANAK HIDUP MENJADI LEBIH BESAR39</p> <p>SIKAP ORANG TUA TERHADAP KOMPLIKASI PADA BALITA GIZI BURUK BILA ANAK HANYA MENGANTUK SAJA DAN SUHU BADANNYA DINGIN, MAKA ORANG TUA TIDAK CEMAS OLEH KARENA TIDAK CEMAS, MAKA ANAK TIDAK DIBAWA BEROBAT KE PELAYANAN KESEHATAN KARENA TIDAK DIBAWA BEROBAT, MAKA TIDAK SEGERA DIKETAHUI BAHWA ANAK MENDERITA GIZI BURUK DENGAN KOMPLIKASI HIPOGLIKEMI &amp; HIPOTERMI, SEHINGGA BIASANYA ANAK MENINGGAL DENGAN TENANG DI RUMAH</p> <p>40</p> <p>20</p> <p>PENDERITA GIZI BURUK DENGAN KOMPLIKASI KONDISI TUBUHNYA TIDAK STABIL, OLEH KARENA ITU HARUS DI STABILISASI KAN41</p> <p>PENDERITA GIZI BURUK DENGAN KOMPLIKASI, PADA TAHAP STABILISASI SANGAT RENTAN TERHADAP MINUMAN BER NATRIUM TINGGI MAKANAN BER ENERGI TINGGI MAKANAN BER PROTEIN TINGGI42</p> <p>21</p> <p>SYARAT MAKANAN / MINUMAN TAHAP STABILISASI CUKUP ENERGI CUKUP KALIUM - 75 Kal / 100 ml - 0,2 g / 100 ml</p> <p> RENDAH PROTEIN - 0,9 g / 100 ml RENDAH NATRIUM - 0,45 g / 100 ml</p> <p>43</p> <p>MAKANAN YANG SESUAI UNTUK TAHAP STABILISASI ADALAH F-75 KANDUNGAN ENERGI 75 Kal / 100 ml KANDUNGAN PROTEIN 0,9 g / 100 ml KANDUNGAN KCl 0,2 g / 100 ml</p> <p>44</p> <p>22</p> <p>MODIFIKASI RESOMALNAMA BAHANORALIT GULA PASIR KCl AIR</p> <p>JUMLAH BAHAN1 bungkus a 200 ml 10 g 0,8 g Ditambahkan air sampai volume menjadi 400 ml</p> <p>CATATAN : Kadar NaCl = 0,45 %45</p> <p>CONTOHFORMAT PEMBUATAN F-75JENIS BAHAN SUSU GULA MINYAK KCl AIR JUMLAH46</p> <p>JUMLAH BAHAN</p> <p>KANDUNGAN KANDUNGAN ENERGI PROTEIN</p> <p>23</p> <p>CONTOH FORMAT PEMBUATAN F-75JENIS BAHAN SUSU GULA MINYAK KCl AIR JUMLAH IJUMLAH BAHAN KANDUNGAN KANDUNGAN ENERGI PROTEIN</p> <p>2 5 8 10 13 II</p> <p>3 4 7 11 14 III</p> <p>1 6 9 12 1547</p> <p>KOMPOSISI BAHAN BAKU F 75PAN ENTERAL (PER SAJI = 40 gram) ENERGI : 200 Kal/40 g PROTEIN : 6,12 g/40 g</p> <p>GULA PASIR ( 100 gram) ENERGI : 364 Kal/100 g PROTEIN : 0 g/100 g MINYAK SAWIT (100 gram) ENERGI : 902 Kal/100 g PROTEIN : 0 g/100 g</p> <p>48</p> <p>24</p> <p>400 ml F-75 Dengan Bahan Baku Pan-EnteralJENIS BAHAN SUSU GULA(30-60%) (30-60%)E</p> <p>JUMLAH BAHAN(3,6/6,12)x 40 = 23,5 2 (90/364)x100 = 24,7 5 (92,5/902)x100 = 10,3 8 (400/100) x 0,2 = 0,8 10 Ditambah air sampai menjadi 400 ml 13 400 ml I</p> <p>KANDUNGAN KANDUNGAN ENERGI PROTEIN(23,5/40)x200 =117,5 (30/100)x300 = 90 3 3,6 (24.7/100)x0 =0 1</p> <p>4</p> <p>6</p> <p>MINYAK KCl AIR JUMLAH</p> <p>(300 -117,5 90) = 92,5 7 0 11</p> <p>(10,3/100) x 0 9 =0 0 12</p> <p>0 14 (400/100)x75 = 300 II</p> <p>0 15 (400/100)x0,9 III = 3,649</p> <p>MAKANAN YANG SESUAI UNTUK REHABILITASI &amp; TUMBUH KEJAR ADALAH F-100</p> <p> BERISI ENERGI 100 Kal / 100 ml BERISI PROTEIN 2,2 - 2,9 g / 100 ml BERISI KCl 0,2 g / 100 ml50</p> <p>25</p> <p>GAMBARAN UMUM KABUPATEN LAMONGAN1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. DIBENTUK DENGAN UU No.16 TAHUN 1950 TERDIRI DARI 474 DESA / KELURAHAN, 25 KECAMATAN BERPENDUDUK SEKITAR 1,1 JUTA JIWA IBU HAMIL SEKITAR 20.000 / TAHUN KELAHIRAN BAYI SEKITAR 19.000 / TAHUN BALITA SEKITAR 90.000 KEJADIAN KURANG ENERGI &amp; PROTEIN PD BALITA TAHUN 2004 SEKITAR 14,6 %</p> <p>51</p> <p>NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12</p> <p>SEX P L P L P P L P P L P L</p> <p>PB 82 74 73.8 67 55.5 67.1 90 70.5 87 79.3 69.5 99</p> <p>BB 7.8 7.9 6.2 6.1 3.9 4.9 10.8 6.1 9.8 9.4 6.8 11.2</p> <p>SD</p> <p>ODEMA</p> <p>MRS / ALASAN</p> <p>52</p> <p>26</p> <p>NO1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12</p> <p>SEXP L P L P P L P P L P L</p> <p>PB82 74 73,8 67 55,5 67,1 90 70,5 87 79,3 69,5 99</p> <p>BB7,8 7,9 6,2 6,1 3,9 4,9 10,8 6,1 9,8 9,4 6,8 11,2</p> <p>SD SKOR</p> <p>ODEMA---++ ++ -+2 KAKI</p> <p>MRS / ALASAN</p> <p>-+ 1 KAKI -+2 KAKI</p> <p>--</p> <p>53</p> <p>KEADAAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2004STATUS GIZI (BB / U)UMUR(BULAN)</p> <p>GIZI NORMAL 99,5 93,7 85,3 81,8 81,2 81,1 85,4</p> <p>GANGGUAN GIZI 0,5 6,3 14,7 18,2 18,8 18,9 14,6</p> <p>0-5 6 - 11 12 -23 24 -35 36 - 47 48 - 59</p> <p>0 - 59</p> <p>54</p> <p>27</p> <p>KEADAAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2004NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 KECAMATAN BLULUK SUKORAME NGIMBANG SAMBENG MANTUP KAMBANGBAHU SUGIO KEDUNGPRING MODO BABAT SUKODADI PUCUK LAMONGAN TIKUNG DEKET GLAGAH KARANGBINANGUN KALITENGAH TURI KARANGGENENG SEKARAN LAREN BRONDONG PACIRAN SOLOKURO GANGGUAN GIZI (%) 19.0 16.5 12.5 17.8 14.3 15.2 14.7 7.8 15.4 21.7 23.0 17.2 7.4 20.5 19.1 18.8 23.4 8.9 6.3 16.5 21.1 10.3 11.2 7.8 8.9 14.6 GIZI NORMAL (%) 81.0 83.5 87.5 82.2 85.7 84.8 85.3 92.2 84.6 78.3 77.0 82.8 92.6 79.5 80.9 81.2 76.6 91.1 93.7 83.5 78.9 89.7 88.8 92.2 91.1 85.4</p> <p>KAB. LAMONGAN</p> <p>55</p> <p>TUJUAN UTAMA DARI OTONOMI- DESENTRALISASI1. MENDEKATKAN PEMERINTAHAN DENGAN MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN KETEPATAN / KECEPATAN DALAM PERENCANAAN &amp; PENGAMBILAN KEPUTUSAN PUBLIK. 2. MENINGKATNYA MUTU PELAYANAN PUBLIK MELALUI KETEPATAN / KECEPATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 3. MENINGKATNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DAERAH</p> <p>56</p> <p>28</p> <p>INDIKATOR KEBERHASILAN PEMERINTAHAN 1. 2. 3. 4. ANGKA PENDAPATAN PER KAPITA ANGKA MELEK HURUF ANGA BALITA KURANG GIZI ANGKA KEMATIAN BAYI &amp; IBU BERSALIN57</p> <p>STATUS GIZI (BALITA) INDIKATOR KEBERHASILAN PEMERINTAHAN DI SEGALA BIDANG INDIKATOR KEBERHASILAN KERJASAMA &amp; KOORDINASI LINTAS SEKTOR INDIKATOR KEBERHASILAN PEMERATAAN HASIL PEMBANGUNAN</p> <p>58</p> <p>29</p> <p>KASUS GIZI BURUK ADALAH CERMINAN ADANYA KENDALA DALAM KERJASAMA &amp; KOORDINASI LINTAS SEKTORAL PEMERINTAHAN (DI DAERAH) ADALAH BUKTI LEMAHNYA KETAHANAN PANGAN PADA TINGKAT KELUARGA &amp; INDIVIDU ADALAH CERMINAN MENYUSUTNYA DAYA KESETIAKAWANAN SOSIAL MASYARAKAT SETEMPAT59</p> <p>MENANGGULANGI KASUS GIZI BURUK IBARAT SEMUA USAHA TERKOORDINASI UNTUK MENCEGAH BERGULIR &amp; MASUKNYA BOLA (GOAL) KEGAWANG (SENDIRI) DALAM SEBUAH ) PERMAINAN SEPAKBOLA KEJADIAN KASUS GIZI BURUK IBARAT SUATU TENDANGAN BOLA KEARAH GAWANG (SENDIRI) KEMATIAN KASUS GIZI BURUK IBARAT SUATU PERISTIWA MASUKNYA BOLA ( (GOAL) KE DALAM ) GAWANG (SENDIRI) TUGAS PEMAIN DEPAN, TENGAH &amp; BELAKANG ADALAH MENCEGAH BERGULIRNYA BOLA KE GAWANG SENDIRI TUGAS PENJAGA GAWANG ADALAH MENANGKAP BOLA &amp; MENCEGAH MASUKNYA BOLA ( (GOAL) KE ) 60 DALAM GAWANG (SENDIRI)</p> <p>30</p> <p>MENANGGULANGI KASUS GIZI BURUK1. 2. 3. ADALAH USAHA TERKOORDINASI LINTAS SEKTOR DIBAWAH PIMPINAN KEPALA PEMERINTAHAN SETEMPAT KEPALA PEMERINTAHAN SETEMPAT ADALAH KAPTEN DARI KESEBELASAN SEPAK BOLA INSTANSI: PENDIDIKAN, PENERANGAN, PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN, PERDAGANGAN, INDUSTRI, TENAGA KERJA, KEHUTANAN, SOSIAL, BULOG, KOPERASI, PERKREDITAN, KEAMANAN, PENEGAK HUKUM DLL, ADALAH PEMAIN LINI DEPAN, TENGAH &amp; BELAKANG DARI KESEBELASAN SEPAK BOLA INSTANSI: KESEHATAN, ADALAH PENJAGA GAWANG DARI KESEBELASAN SEPAK BOLA</p> <p>4.</p> <p>61</p> <p>KEGIATAN POKOK PROGRAM GIZI1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. PENYULUHAN GIZI MASYARAKAT PENANGGULANGAN KEP &amp; GIZI BURUK PENANGGULANGAN GAKY PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI PENANGGULANGAN KURANG VITAMIN A PENANGGULANGAN KURANG GIZI MIKRO PENANGGULANGAN GIZI LEBIH PROGRAM GIZI INSTITUSI SISTEM KEWASPADAAN PANGAN &amp; GIZI PENGEMBANGAN TENAGA GIZI PENELITIAN &amp; PENEMBANGAN GIZI</p> <p>62</p> <p>31</p>