55
BUKU PANDUAN KEPERAWATAN GERONTIK Di Susun oleh : TIM KEPERAWATAN GERONTIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS NURUL JADID 1

fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

  • Upload
    others

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

BUKU PANDUAN KEPERAWATAN GERONTIK

Di Susun oleh :TIM KEPERAWATAN GERONTIK

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERSFAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS NURUL JADIDPAITON PROBOLINGGO

2019

1

Page 2: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

KATA PENGANTAR

Program profesi merupakan bagian terintegrasi dalam pendidikan Ners yang diselenggarakan setelah program akademik untuk menciptakan lulusan Ners profesional. Agar mampu mengikuti program profesi ini dengan baik mahasiswa perlu menguasai pengalaman belajar keperawatan gerontik secara komprehensif, sehingga memiliki kemampuan profesional dalam keperawatan. Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Departemen Keperawatan Gerontik adalah mahasiswa dapat berperan sebagai penyediah dan pemimpin, dimana lulusan Profesi Ners harus memenuhi kompetensi yang diharapkan. Praktik Profesi Ners keperawatan gerontik dilaksanan selama 4 minggu.

Buku pedoman kerja mahasiswa keperawatan gerontik ini disusun untuk membantu mahasiswa dalam mencapai kemampuan keterampilan keperawatan gerontik yang sesuai dengan kompetensi perawat profesional. Kemampuan klinik keperawatan gerontik ini perlu dimiliki mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan klien dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Seluruh keterampilan klinik keperawatan gerontik dalam buku ini diharapkan dapat dicapaisetiap mahasiswa secara mandiri sepanjang praktik Profesi Keperawatan Gerontik. Pencapaian ini ditandai dengan lengkapnya seluruh prosedur ditanda tangani (mendapat persetujuan) pembimbing Praktik Profesi Keperawatan Gerontik. Mahasiswa boleh melakukan prosedur secara mandiri bila sebelumnya telah melakukan observasi prosedur yang dilakukan oleh perawat lain (atau temannya) dan telah melakukan prosedur tersebut secara dibantu/disupervisi oleh pembimbing atau perawat panti yang ditunjuk. Mahasiswa diharapkan melakukan keseluruhan prosedur secara mandiri minimal tiga kali tiap prosedur sepanjang praktik Profesi Keperawatan Gerontik.

Buku ini sekligus merupakan bukti pencapaian kemampuan mahasiswa. Oleh karena itu pembimbing diharapkan sangat cermat dalam memberikan penilaian. Bila buku ini hilang,mahasiswa diharapkan memenuhi kembali pencapaian target prosedur yang telah dicapainya sehingga bukti pencapaian kemampuan mahasiswa menjadi lengkap.

Kami menyadari buku ini memiliki banyak kekurangan, oleh karenanya saran danmasukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan.

Penyusun.

Tim Profesi Ners

2

Page 3: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………1

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..3

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………..................4

BAB II ANALISIS INSTRUKSIONAL.......................................................................5

BAB III TATA TERTIB…… …………..………………...........................................9

BAB IV PEDOMAN PRAKTIK PROFESI DEPARTEMEN GERONTIK...............13

LAMPIRAN

3

Page 4: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSIMATAAJAR Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara betahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif, memberikan pendidikan kesehatan, menjalankan fungsi advokasi pada klien, membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik.Praktik Profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat aktual, resiko, potensial, serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien.

B. Profil Lulusan Pendidikan Profesi

Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang

melibatkan stakeholder (masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen

kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya.Profil lulusan Ners :

1. Pemberi asuhan keperawatan

2. Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosial

3. Pendidik kesehatan

4. Pengelola asuhan keperawatan

5. Peneliti pemula

C. Beban Studi dan Lamanya Program

Mata ajar ini memiliki beban studi sebesar 2 SKS, dengan lama pembelajaran

adalah 4 minggu termasuk proses evaluasi.

4

Page 5: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

BAB II

ANALISIS INSTRUKSIONAL

A. Capaian PembelajaranSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada ilmu dan tekhnologi keperawatan serta etika dan aspek legal keperawatan pada klien dewasa yang mengalami gangguan kebutuhan dasar manusia pada area keperawatan

B. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran pada tahap pendidikan profesi Ners berfokus pada

pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didiknya.

Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahapan ini lebih terfokus pada pembuktian

bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai

dengan kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan

kewenangan telah dimiliki. Beberapa metode pembelajaran yang digunakan dalam

pendidikan tahap profesi Ners ini antara lain adalah:

1. Pre dan post conference

Sebelum memulai konferensi kasus dalam rangka pembahasan kasus

tertentu yang ditetapkan Clinical Instructor di lahan praktik saat stase di

bidang keilmuan tertentu, mahasiswa tahap profesi diberikan pre-test dan

kemudian dilakukan post-test pasca konferensi selesai. Soal pre-test dan

post-test dibuat sebagi hasil kerjasama antara pembimbing institusi

(preseptor) dan pembimbing lahan praktik (CI) atau mentor. Soal pre-test

dan post-test ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa

peserta pendidikan tahap profesi yang berkaitan dengan kasus yang dibahas

dalam kegiatan konferensi kasus (case conference).

2. Tutorial Individual

Kegiatan tutorial individual merupakan proses bimbingan intensif dari

seorang mentor dan preseptor yang telah ditetapkan institusi pendidikan

maupun institusi. Tutorial dilaksanakan di lahan praktik yang dilakukan

5

Page 6: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

secara terjadwal atau pun elektif bergantung pada inisiatif mahasiswa dan

dosen.

3. Diskusi Kasus

Kegiatan pembelajaran lainnya adalah diskusi kasus. Kegiatan diskusi kasus

dilaksanakan selama kegiatan visite pagi dan visite malam bersama anggota

tim kesehatan lainnya, seperti dokter ahli, perawat spesialis, atau tenaga

kesehatan lainnya.

4. Case Report dan Overan Dinas

Laporan Kasus merupakan metode pembelajaran yang dipraktikkan secara

rutin dalam setiap pembelajaran klinik di lahan praktik. Dengan waktu studi

8 jam per hari, seorang mahasiswa yang stase di bangsal atau bagia tertentu

harus membuat dan menyampaikan laporan kasus atas semua klien yang

dalam tanggung jawab observasinya kepada perawat dalam shift yang

berbeda dalam kegiatan operant (pergantian antar waktu jaga), misalnya

shift pagi ke shift sore, shift sore ke shift malam, dan shift malam ke shift

pagi.

5. Pendelegasian Kewenangan Bertahap

Salah satu metode belajar untuk mengasah kemandirian mahasiswa peserta

program profesi adalah dengan memberikan delegasi kewenangan secara

bertahap berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi pencapaian kompetensi

mahasiswa secara berkelanjutan.Misalnya ketika seorang mahasiswa masuk

untuk melaksanakan stase di bagian Keperawatan Anak, maka pada 2 – 3

hari pertama mahasiswa yang bersangkutan baru sebatas observasi dan

adaptasi terhadap segala protap dan suasana klinis yang dia hadapi.Baru

kemudian pada pertengahan minggu, mahasiswa diberi kewenangan

menjadi asisten atas semua tindakan pemberian intervensi keperawatan

kepada klien secara langsung. Memasuki minggu ke-2, mahasiswa sesuai

dengan progresivitas penguasaan kompetensi sebelumnya, secara bertahap

terus diberikan kewenangan untuk mengelola klien secara mandiri dan

menjadi bagian dari tim kesehatan yang menangani klien dengan gangguan

tertentu.

6

Page 7: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

6. Mini Seminar Tentang Klien dan Teknologi Kesehatan/Keperawatan

Terkini.

Mini Seminar dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kesepakatan antara CI dan

peserta didik, Mini Seminar diikuti oleh semua mahasiswa yang stase di

bagian/departemen yang sama pada satu siklus. Kegiatan seminar

dilaksanakan dengan tujuan membahas penyakit yang diderita klien serta

membahas berbagai alternatif penatalaksanaannya, khususnya dalam

perspektif keperawatannya.

7. Problem Solving for Better Health

Metode pembelajaran lainnya adalah belajar memecahkan masalah dengan

tujuan memperoleh outcome perawatan yang lebih baik.Kegiatan ini tidak

saja melibatkan CI dan preseptor dari institusi, tetapi juga melibatkan ahli

lainnya (perawat spesialis). Kegiatan ini juga bisa diteruskan dengan

pemberian penugasan terstruktur kepada mahasiswa melalui penulisan

referat sehingga mahasiswa benar-benar dihadapkan pada bagaimana

caranya memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan teori dan konsep

terbaru atau pemberian asuhan keperawatan yang berbasis bukti (evidence-

based learning).

8. Pengelolaan Asuhan Inovatif

Pada tahapan tertentu, mahasiswa juga diberikan kesempatan selama

mengelola kliennya untuk mengembangkan berbagai inovasi dalam

pengelolaan asuhan kepada klien. Inovasi yang dimaksud merupakan

cara/metode/pendekatan baru dalam mengelola klien sehingga klien

memperoleh kepuasan dan/atau outcome yang baik dari pemberian asuhan

yang diberikannya.

D. KOMPETENSI

Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan gerontik mahasiswa mampu :

a. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan

pada klien usia lanjut

b. Menggunakan keterampilan interpersonal dalam kerja TIM

c. Menggunakan tehnologi dan informasi kesehatn secara efektif dan bertanggung

jawab

7

Page 8: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

d. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia

lanjut

1. Oksigenasi akibat COPD, Pneumoni hipostatik, dekompensasi cordis,

hipertensi

2. Eliminasi : BPH

3. Pemenuhan kebutuhan cairan dan eletrolit : Diare

4. Nutrisi : KEP

5. Keamanan fisik dan mobilitas fisik : fraktur, artritis.

e. Menggunakan langkah – langkah pengambilan keputusan etis dan legal

f. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama dan faktor

lain dari setiap klien lanjut usia yang unuk

g. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan

klien usia lanjut

h. Mendemonstrasikan keterampilan tehnis keperawatan yang sesuai dengan

standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang

diberkan efesien dan efektif

i. Mengembangkan pola fikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan

keperawatan usia lanjut

j. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontiyu , dan konsisten

k. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat

mengambil keputusan untuk dirinya

l. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan

strategi managemen kualitas dan managemen resiko

m. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku

dalam bidang pelayanan kesehatan

n. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan

akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan

o. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif

p. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional

q. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan

r. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan

keperawatan

8

Page 9: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

BAB III

TATA TERTIB

A. Ketentuan Akademik

Mahasiswa program pendidikan profesi Ners adalah mahasiswa yang telah

dinyatakan lulus pada program studi keperawatan dan menyandang gelar S.Kep

(Sarjana Keperawatan).

B. Ketentuan Administrasi

Telah melakukan registrasi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi

ners.

C. Ketentuan Pelaksanaan

1. Seragam

Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakain seragam yang telah di tentukan

institusi yaitu di atas bawah putih, bawah celana panjang atau rok putih

(mahasiswa perempuan), bawah celana putih (mahasiswa laki-laki), sepatu

hitam tidak bersuara, kerudung \ kap putih, lengkap dengan tanda pengenal.

2. Kehadiran (presentasi)

Setiap mahasiswa wajib memenuhi kehadiran 100% pada seluruh

departemen.

3. Ijin \ Ketidakhadiran

Izin dapat dilakukan jika mahasiswa ada kepentingan yang tidak bisa

ditinggal *) dengan diketahui langsung oleh kedua pembimbing, maksimal 3

hari. Izin harus disampaikan kepada pembimbing lahan, pembimbing

institusi dan koordinator profesi. Bagi mahasiswa yang izin > 3 hari wajib

diketahui oleh koordinator besar profesi Secara keseluruhan izin maksimal 6

hari dengan ketentuan penggantian. Ketidakhadiran lebih dari 6 hari

mahasiswa dinyatakan mengundurkan diri dari departemen yang sedang

dijalani.

4. Penggantian Praktik / Dinas Mengganti

Mahasiswa wajib mengganti izin yang telah dilakukan dengan jumlah hari

yang sama jika izin diketahui pembimbing, institusi dan lahan. Mengganti

2x jumlah hari izin jika tidak diketahui pembimbing institusi serta lahan dan

jika izin diluar izin dengan dipertimbangkan. Jika alpha/ tanpa ada

9

Page 10: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

keterangan, maka diwajibkan mengganti sebanyak 3 hari. Mahasiswa wajib

mengganti hari izin diluar jadwal praktik yang sedang berlangsung dan tidak

diperkenankan dalam sehari 2 shift.

5. Keterlambatan

Mahasiswa wajib datang dan pulang pada jam shift tepat waktu yaitu:

Pagi : jam 07.00 s.d 14.00

Sore : jam 14.00 s.d 21.00

Malam : jam 21.00 s.d 07.00

Nb. Ketentuan shift mengikuti aturan Panti Werda .

Keterlambatan datang 15 - 30 menit mahasiswa menambah jam praktik

sesuai keterlambatan, jika keterlambatan > 30 menit mahasiswa dianggap

tidak masuk pada hari tersebut.

Mahasiswa diwajibkan melakukan timbang terima antara sesama

mahasiswa.

6. Mahasiswa wajib datang 15 menit sebelum pergantin shift.

7. Mahasiswa diharuskan meneylesaikan LP (laporan pendahuluan) pada hari

Senin. Bagi Mahasiswa yang tidak membawa LP, maka mahaisiswa tersebut

harus meninggalkan ruangan dan dianggap tidak hadir pada hari tersebut.

8. Mahasiswa harus membawa nursing kit berisi :

a. Tensimeter

b. Stetoskop

c. Spatel lidah

d. Penlight

e. Termometer

f. Meteran

g. Palu reflex

h. Jam detik

i. Gunting plester

j. Handscoen beberapa pasang

k. Masker

10

Page 11: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Jika mahasiswa tidak mempunyai/membawa salah satu/beberapa dari

perlengkapan di atas, maka mahaisiswa tersebut harus meninggalkan

ruangan dan dianggap tidak hadir pada hari tersebut.

9. Jika mahasiswa tidak lulus di satu bagian, mahasiswa harus tetap melakukan

rotasi dan akan kembali ke bagian tersebut pada akhir putaran

D. Sanksi

Sanksi di perlakukan bagi mahasiswa yang tidak mengikuti dengan baik sengaja/

tidak sengaja ketentuan yang ada.

Bentuk sanksi:

1. Ringan, berupa teguran lisan dari pembimbing institusi/lahan dengan bukti

teguran tertulis pada buku panduan.

2. Sedang,berupa surat pernyataan dari mahasiswa yang diketahuai oleh

pembimbing,ketua program studi/sekretaris program studi

3. Berat, berupa pernyataan tidak lulus pada departemen yang sedang di jalani

4. Berat sekali, yaitu diberhentikan sementara berdasarkan SK Dekan sampai

dengan masalah menemukan pemecahan

Kategori sanksi:

1. Ringan, jika pelangaran terhadap tata tertib terjadi 1-2 kali

2. Sedang, jika pelangaran terhadap tata tertib terjadi 2-4 kali

3. Berat, jika pelangaran terhadap tata tertib terjadi 4-5 kali

4. Berat sekali, jika pelangaran terhadap tata tertib terjadi >5 kali

E. Ketentuan Lain

1. Mahasiswa wajib mengikuti seluruh ketentuan tata tertib

2. Mahasiswa wajib mengisi presensi, buku panduan dan seluruh ketentuan

program yang dijalankan.

3. Mahasiswa wajib mengumpulkan seluruh buku yang telah di isi setiap

pergantian siklus/bagian dengan di ketahuai oleh pembimbing

4. Ketentuan lain yang belum termasuk didalam peraturan akan di selesaikan

berdasarkan keputusan yang akan datang.

11

Page 12: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

*) Jenis izin yang di pertimbangkan:

1. Keluarga meninggal dunia (orang tua, suami/istri, anak)

2. Sakit (ditunjukan surat dokter instansi pemerintah)

F. Tata Tertib Pembimbing Klinik

Untuk membantu kelancaran proses pembimbingan klinik, diharapkan setiap

pembimbing untuk:

1. Mengisi absensi pembimbing sesuai dengan jam kehadiran, absensi

pembimbing disimpan oleh pembimbing klinik.

2. Menyerahkan jadwal bimbingan paling lambat pada minggu pertama

kegiatan pembelajaran berlangsung.

3. Menyelenggarakan semua kegiatan praktik klinik di klinik.

4. Memberikan penilaian klinik pada setiap mahasiswa bimbingannya sesuai

ketentuan (kecuali minggu 1).

5. Mengumpulkan hasil penilaian dan absensi mingguan pada Ketua Program

Studi.

6. Memberitahukan langsung kepada Ketua Program Studi jika tidak datang

atau terlambat datang saat membimbing.

7. Meminta persetujuan Ketua Program Studi jika melibatkan pembimbing lain

(selain yang tercantum pada daftar pembimbing).

8. Menjadi contoh peran perawat profesional bagi mahasiswa.

9. Saling menghargai dan bekerjasama secara baik dengan pembimbing lain.

10. Bersedia menerima masukan dari tim pembimbimbing lain jika terdapat

pelanggaran/ hal yang tidak sesuai dengan tata tertib.

12

Page 13: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

BAB IV

PEDOMAN PRAKTIK PROFESI DEPARTEMEN GERONTIK

A. KOMPETENSI

1. Log Book

Log book merupakan buku yang berisi catatan tentang seluruh aktivitas yang

dilakukan mahasiswa peserta program pendidikan profesi Ners selama bekerja

dalam 1 (satu) shift di lahan praktik. Format Log book terdiri dari beberapa kolom

di antaranya: nomor, tanggal dan jam, jenis aktifitas/kegiatan, hasil yang

diperoleh, kendala/hambatan, rencana kegiatan selanjutnya, serta paraf konsultan

dan pembimbing.

2. Direct Observasional of Preocedure Skill

Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung yang dilakukan CI/mentor

atau preseptor kepada mahasiswa saat melakukan tindakan keperawatan atau

memberikan asuhan keperawatan kepada klien di lahan praktik. Biasanya penguji

menggunakan daftar tilik atau check list yang berisi urutan prosedur kerja

pelaksanaan tindakan keperawatan, misalnya pemasangan infus, pemasangan

NGT, pemasangan sungkup oksigen, memasang kateter, dan lain-lain.

3. Case Test atau Student Oral Case Analysis

SOCA atau dikenal juga dengan OSOCA merupakan metode analisis kasus yang

dilakukan melalui tes lisan dan diukur secara objektif. Tujuan SOCA ini adalah

untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu kasus klinis

berdasarkan konsep yang komprehensif.Mahasiswa diharapkan untuk

menganalisis kasus dengan menjelaskan masalah dan bagaimana mekanisme dasar

terjadinya permasalahan tersebuut; membuat diagnosis keperawatan yang

rasional; dan menjelaskan pemberian terapi dengan menerapkan berbagai ilmu-

ilmu dasar.Biasanya diawali dengan menggambarkan peta pikiran dari suatu kasus

klinis (menggabarkan hubungan masalah dengan situasi terkait atau

mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dari munculnya suatu permasalahan).

Beberapa indikator yang dinilai dalam tes lisan ini antara lain adalah:

13

Page 14: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

a. Review kasus secara umum (skor 10)

Fokus penilaian kemampuan mahasiswa dalam menyusun peta konsep dan

menjelaskan hubungan antara diagnosis dengan kondisi lainnya seperti

etiologi, faktor risiko dan faktor predisposisi)

b. Keterlibatan ilmu-ilmu dasar (skor 20 – 35)

Menggambarkan keterkaitan ilmu-ilmu dasar dalam patofisiologi dan

pathogenesis terjadinya suatu penyakit/gangguan.

c. Patogenesis (10 – 25)

Menjelaskan mekanisme terjadinya suatu penyakit dan perubahan berbagai

struktur tubuh yang ditunjukkan dengan berbagai pemeriksaan penunjang.

d. Patofisiologi (20 – 40)

Menjelaskan setiap mekanisme terjadinya suatu penyakit yang ditandari

dengan timbulnya berbagai gejala dan tanda penyakit.

e. Manajemen atau penatalaksanaan (5 – 10)

Menjelaskan berbagai jenis intervensi keperawatan berdasarkan terapi yang

ditetapkan dokter baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif maupun

rehabilitatif.Khusus dalam pengobatan termasuk di dalamnya terapi

farmakologis dan non-farmakologis.

f. Komplikasi (maksimal 5)

g. Prognosis (maksimal 5)

h. Penampilan mahasiswa (10)

4. Clinical incident report

Metoda lainnya untuk menilai penguasaan kompetensi mahasiswa dalam tahap

pendidikan profesi adalah pembuatan Laporan Insiden Klinik (Clinical Incident

Report). Laporan ini digunakan sebagai media pembelajaran agar mahasiswa

dapat terhindar dari berbagai insiden di kemudian hari pada saat mereka menjalani

profesinya sebagai Ners melalui pendekatan sistemik. Pelaporan insiden klinik

dilakukan dengan mengikuti format yang telah disediakan oleh institusi

pendidikan. Terhadap insiden klinik yang ditemukan mahasiswa, maka mahasiswa

wajib mendiskusikannya dengahn CI dan preseptor pada saat melaksanakan

kegiatan supervisi.

14

Page 15: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

5. Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

OSCE merupakan akronim dari Objective Structured Clinical Exam.Merupakan

suatu pengujian/penilaian berbasis kinerja (performance-based testing) yang

digunakan untuk mengukur kompetensi klinik mahasiswa. Selama pelaksanaan

ujian, mahasiswa diamati dan dievaluasi melalui serangkaian station/stase yang

terdiri dari kegiatan anamnesis, pemeriksaan fisik, penetapan diagnosis,

pemberian tindakan keperawatan, dan penyusunan dokumentasi keperawatan.

OSCE bisa dilaksanakan terhadap pasien secara langsung, pasien simulasi,

maupun terhadap manikin. Setiap stasion harus dilalui oleh mahasiswa dengan

waktu yang telah ditetapkan penguji (biasanya 7 – 15 menit).

6. Problem Solving Skill

Bentuk evaluasi lainnya adalah bagaimana mahasiswa dilatih untuk terampil

memecahkan masalah-masalah klinis dan dilanjutkan dengan mengambil

keputusan yang tepat berdasarkan hasil analisis masalah yang akurat. Penilaian

kompetensi dalam pemecahan masalah klinis dapat dilakukan secara integrasi

dalam OSCE, SOCA, tutorial, maupun dalam kegiatan yang terstruktur seperti

pemberian penugasan dan lain sebagainya

7. Kasus Lengkap/Kasus Singkat

Kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi mahasiswa juga dilakukan melalui

pemberian deskripsi kasus singkat maupun kasus lengkap dari satu klien dengan

gangguan tertentu. Pemberian kasus singkat dan lengkap ini dapat dilakukan

dalam sesi ujian atau sesi bimbingan tutorial.

8. Portfolio

Menurut Bowers & Jinks (2004), portfolio didefinisikan sebagai “a collection of

evidence which demonstrates the continuingacquisition of skills, knowledge,

attitudes, understanding and achievement, as well as reflection on the current

stage of learning, development and activity of the individual”. Yaitu suatu koleksi

atau kumpulan atas bukti yang menunjukkan penguasaan keterampilan,

pengetahuan, sikap, pemahaman, dan prestasi secara berkelanjutan, sebagai

bagian dari proses refleksi terhadap pembelajaran, pengembangan, dan aktifitas

individu. Definisi yang hampir samadikemukakan Karlowicz (2000) yang

menyebutkan portfolio sebagai suatu koleksi/kumpulan yang bertujuan terhadap

15

Page 16: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

berbagai hasil kerja mahasiswa yang merepresentasikan kinerja/kompetensi,

kemajuan belajar, dan prestasi secara keseluruhan dalam suatu program studi.

Adapun tujuan dari portfolio ini adalah untuk :

a. Mendemonstrasikan dan menggambarkan pengalaman-pengalaman belajar

melalui penyediaan berbagai bukti berupa konsep-konsep dan prinsip-prinsip

dari pengalaman yang diaplikasikan dalam setting praktik klinik. Dalam hal ini

dapat berupa hasil pendokumentasian terhadap beberapa tindakan asuhan

keperawatan yang telah diberikan mahasiswa kepada kliennya;

b. Merekam kemajuan belajar mahasiswa selama mengikuti tahapan pendidikan

profesi Ners di lahan praktik;

c. Menjamin pengembangan kompetensi profesional sebagai calon Ners;

d. Mendorong pendidikan berkelanjutan dan dapat dijadikan sebagai alat dalam

pengembangan kompetensi praktikal secara berkelanjutan;

e. Menekankan pengalaman klinik yang mengesankan pada mahasiswa;

f. Menjadi media untuk mengatasi kesenjangan antara mahasiswa dengan praktisi

keperawatan profesional;

g. Menunjukkan pencapaian prestasi mahasiswa yang dapat digunakan untuk

penempatan praktik dan menguji potensi calon pegawai;

h. Mempromosikan kompetensi mahasiswa terhadap calon pengguna lulusan

(meningkatkan marketabilitas lulusan);

i. Mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat.

B. Metode Bimbingan

1. Preseptor

a. Preseptor akademik

Preseptor akademik adalah preseptor yang ditentukan berdasarkan SK

Dekan yang berasal dari Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid yang

sudah terlibat dalam pembelajaran teori/Dosen Luar Biasa pada semester

sebelumnya dengan level S2 Keperawatan, atau S1 Keperawatan dengan

keahlian khusus.

16

Page 17: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

b. Preseptor klinik

Preseptor klinik adalah preseptor yang ditentukan oleh institusi lahan

praktek yang ditempati mahasiswa dengan level pendidikan S1

Keperawatan atau D IV keperawatan/DIII keperawatan dengan keahlian

khusus >5 tahun

2. Teknik bimbingan

Pelaksanaan bimbingan dilakukan setiap hari praktek dengan alokasi waktu

pembimbingan 2–3 jam.

3. Tugas

Selama 2 minggu praktek profesi keperawatan gerontik, tugas mahasiswa

adalah sebagai berikut:

MGG Kegiatan Keterangan

1

Orientasi Hari 1 Mgg 1Pre confrent Hari 1 tiap MinggunyaKontrak belajar mingguan dengan preseptor Hari 1 tiap MinggunyaKontrak belajar harian dengan preseptor Setiap HariMelakukan pengkajian dan Home visite pada lansia binaan Setiap Hari

Membuat resume Setiap HariMengikuti kegiatan Panti sesuai Program (Senam lansia, Posyandu, dll.) 6 hari/minggu

Post Confrent Hari 6 tiap Minggunya

2

Kontrak belajar harian dengan preseptor Setiap HariMelakukan pengkajian dan Home visite pada lansia binaan Setiap Hari

Membuat resume Setiap HariMengikuti kegiatan Panti sesuia Program (Senam lansia, Posyandu, dls.) 6 hari/minggu

OSCE/SOCA Hari 6 Minggu ke-3Seminar Jurnal. Hari 6 Minggu ke-3

3

Pengkajian Mini Riset. Hari 1-3 Mgg 2Seminar Proposal Kegiatan Mini Riset. 1 Hari Mgg 3Intervensi, Implementasi, Evaluasi Mini Riset. Mgg 3 & 4Membuat resume Setiap HariMengikuti kegiatan Panti sesuia Program (Senam lansia, Posyandu, dls.) 6 hari/minggu

4

Laporan Mini Riset 1 Hari Mgg 4Membuat resume Setiap HariMengikuti kegiatan Panti sesuia Program (Senam lansia, Posyandu, dls.) 6 hari/minggu

Keterangan:

17

Page 18: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

- Kriteria lansia kelolaan untuk askep adalah klien yang memerlukan long term care yang didapat dari preseptor klinik. Home visit bisa dilakukan saat jam dinas maupun di luar jam dinas, menyesuaikan kondisi di lapangan.

- Jurnal penelitian terkait dengan evidence based practice, disesuaikan dengan kasus kelolaan dan diaplikasikan pada asuhan keperawatan lansia kelolaan. Jurnal bisa dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

4. Lain-lain

Tugas yang diserahkan ke preseptor harus merupakan karya asli presepti dan

diketik komputer. Semua penugasan harus dikumpulkan maksimal 1 (satu)

minggu setelah akhir departemen. Apabila terlambat mengumpulkan, nilai akan

dikurangi sebesar 5% tiap minggunya.

Daftar Kasus Yang Harus Dikuasai

No CasesPhysical Problems Psychosocial Problems

1. Activity intolerance Body Image2 Air Way clearance Communication3 Aspiration Coping4 Breathing pattern Death anxiety5 Cardiac output Grieving6 Constipation Hopelessness7 Elimination Loneliness8 Energy field Dementia9 Falls Anxiety10 Fatigue Self concept11 Feeding self care Self esteem12 Fluid balance Social isolation13 Gas exchange Spiritual distress14 Hyperthermia Role conflict15 Hypothermia Role performance16 Infection17 Incontinence18 Injury19 Knowledge deficit20 Mobility21 Nutrition22 Pain23 Post trauma24 Powerlessness25 Retention26 Self care deficit27 Sensory perception28 Sexual dysfunction29 Skin integrity30 Tissue perfusion

18

Page 19: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

31 Toileting self care

Daftar Keterampilan Klinik yang Harus Dikuasai

No.

Skills

1 Pengkajian fisik2 Pengkajian psikologis

Status fungsional : indeks KatzStatus Kognitif/efektif SPMSQ, MMSE, IDBStatus fungsi social : APGAR keluarga

3 Pengkajian SPICESSleep disordersProblem with eating or feedingIncontinenceConfusionEvidence of fallsSkin breakdown

4 Breden scale ( perkiraan terjadinya dekubitus)5 Pengkajian nyeri pada lansia6 Manajemen nyeri7 Perawatan luka8 Menghitung kebutuhan nutrisi9 Member makan10 Mobilisasi , ambulasi11 Renge of motion (ROM)12 Membantu perawatana diri (self care)13 Membantu eliminasi urine/bowel14 Pendidikan kesehatan15 Terapi okupasi16 Senam lansia17 Modifikasi lingkungan aman dan nyaman

Bentuk Laporan Format1. Laporan:log book, LP kegiatan dan laporan asuhan keperawatan gerontik

2. Evaluasi: responsi (SOCA), OSCE, Log Book, LP kegiatan dan laporan

asuhan keperawatan gerontik

3. Presentasi Telaah Jurnal Penelitian Keperawatan Gerontik

a. Latar Belakang Masalah

Jelaskan alasan dilakukannya penelitian serta hubungannya dengan data

hasil pengkajian gerontik

b. Pernyataan Masalah

19

Page 20: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Deskripsikan kesesuaian permasalahan penelitian dengan masalah

keperawatan gerontik yang sedang dihadapi

c. Tujuan Telaah Hasil Penelitian

Tuliskan tujuan umum dan khusus telaah hasil penelitian dalam konteks

sebagai solusi penyelesaian masalah keperawatan gerontik yang sedang

dihadapi

d. Telah Hasil Penelitian

Lakukan pembahasan (analisis dan sintesis) terhadap konsep-konsep,

metode penelitian, hasil penelitian dan implikasinya terhadap penyelesaian

masalah praktek keperawatan gerontik yang sedang dihadapi

e. Kesimpulan dan Saran

Tuliskan kesimpulan dan saran berdasarkan hasil pembahasan untuk tujuan

telaah hasil penelitian

f. Referensi

Tuliskan secara terperinci referensi yang digunakan dalam telaah hasil

penelitian.

A. INDEKS KATZMengukur kemampuan pasien dalam melakukan 6 kemampuan fungsi : bathing,

dressing, toileting, transfering, feeding, maintenance continence.Biasa digunakan

untuk lansia, pasien dengan penyakit kronik (stroke, fraktur hip).

Pengukuran pada kondisi ini meliputi Indeks Katz

Skor InterpretasiA Kemandirian dalam hal makan, kontinen (BAK/BAB), berpindah,

kekamar kecil, berpakaian dan mandi.B Kemandirian  dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali satu dari

fungsi tersebut.C Kemandirian dalam semua aktifitas kecuali mandi dan satu fungsi

tambahan.D Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,

berpakaian dan satu fungsi tambahan.E Kemandirian dalam semua aktifitas kecuali mandi, berpakaian, kekamar

kecil, dan satu fungsi tambahan.F Kemandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi,

berpakaian, kekamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan.G Ketergantungan pada enam fungsi tersebut.

Lain-

Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C,D dan E.

20

Page 21: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

LainKemandirian berarti tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan pribadi aktif,

kecuali seperti secara spesifik diperlihatkan dibawah ini.Ini didasarkan pada status

actual dan bukan  pada kemampuan. Seorangklien yang menolak untuk melakukan

suatu fungsi dianggap sebagaitidak melakukan fungsi meskipun ia dianggap

mampu.

1. Bathing (Spon, Pancuran, atau Bak)

Mandiri: bantuan hanya pada satu bagian mandi (seperti punggung atau

ekstremitas yang tidak mampu) atau mandi sendiri sepenuhnya.

Tergantung : bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan masuk dan

keluar dari bak mandi, tidak mandi sendiri.

2. Dressing

Mandiri: mengambil maju dari kloset dan laci; berpakaian, melepaskan pakaian,

mengikat; mengatur pengikat, melepas ikatan sepatu.

Tergantung : tidak memakai baju sendiri sebagian masih tidak menggunakan

pakaian.

3. Toiletting

Mandiri: ke kamar kecil; masuk keluar dari kamar kecil; merapihkan

baju; membersihkan organ-organ eksresi (dapat mengatur bedpansendiri yang

digunakan hanya malam hari dan dapat atau tidak dapatmenggunakan dukungan

mekanis).

Tergantung : menggunakan bedpan atau pispot atau menerima bantuandalam

masuk dan menggunakan toilet.

4. Transfering

Mandiri: berpindah ke dan dari tempat tidur secara mandiri berpindahduduk dan

bangkit dari kursi secara mandiri (dapat atau tidak dapat menggunakan

dukungan mekanis).

Tergantung: bantuan dalam berpindah naik atau turun dari tempat tidur dan/atau

kursi, tidak melakukan satu atau lebih perpindahan.

5. Continence

Mandiri: berkemih dan defekasi seluruhnya dikontrol sendiri.

21

Page 22: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Tergantung : inkontinensia parsial atau total pada perkemihan ataudefekasi; cont

rol total atau parsial dengan enema, kateter, atau penggunaan urinal dan/atau

bedpan teratur.

6. Feeding

Mandiri: mengambil makanan dari piring atau keseksamaan

memasukannya ke mulut, (memotong daging, menyiapkan makananseperti

mengolesi roti dengan mentega, tidak dimasukkan kedalamevaluasi).

Tergantung : bantuan dalam hal makan (lihat diatas); tidak makan samasekali

atau makan berparenteral.

Kriteria Evaluasi

Penugasan individu:

5% dari rata-rata nilai log book + 15% rata-rata nilai DOPS + 20% rata-rata nilai

SOCA + 20% rata-rata nilai OSCE + 20% rata-rata nilai kasus lengkap/ kasus

singkat + 20% dari rata-rata nilai kondite = 100%

Penugasan kelompok:

30% dari rata-rata nilai presentasi kasus + 30% dari rata-rata nilai presentasi

jurnal + 40% dari rata-rata nilai pendidikan kesehatan = 100%

Nilai akhir:

70% nilai penugasan individu + 30% nilai penugasan kelompok

22

Page 23: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

ABSENSI PRAKTIK PROFESIKEPERAWATAN GERONTIK

Nama Mahasiswa : _______________ Tgl Praktik: __________ NIM : _______________ Kelompok: ____________

Hari ke- Hari/Tanggal Jam

DatangJam

Pulang

Tanda Tangan

Mahasisawa Pembimbing Ruangan

Pembimbing Institusi

Ruang Ke 1:123456

Ruang Ke 2:123456

Ruang Ke 3:123456

Ruang Ke 4:123456

Ruang Ke 4:123456

Pasuruan, _______________

Koord. Profesi Ners

23

Page 24: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Format Pengkajian Departemen Keperawatan Gerontik

Nama :

NIM :

Tanggal Pengkajian :

A. Riwayat Klien / Data Biografis

Nama :.......................................

Alamat : .......................................

Telp. : .......................................

Tempat, tanggal, lahir/ umur : .......................................

Jenis kelamin : .......................................

Suku : .......................................

Agama : .......................................

Status perkawinan : .......................................

Pendidikan : .......................................

Alamat : .......................................

Orang yang paling dekat dihubungin : .......................................

B. Riwayat Keluarga

Genogram Keterangan :

C. Riwayat Pekerjaan

Status pekerjaan saat ini : .......................................

Pekerjaan sebelumnya : .......................................

Sumber – sumber : .......................................

Pendapatan dan kecukupan thd kebutuhan : .......................................

24

Page 25: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

D. Riwayat Lingkungan Hidup

Tipe tempat tinggal : .......................................

Jumlah kamar : .......................................

Jumlah orang yang tinggal dirumah : .......................................

Derajat privasi : .......................................

E. Riwayat Rekreasi

Hobi/ Minat : .......................................

Keanggotaan Organisasi : .......................................

Liburan/ Perjalanan : .......................................

F. Sumber / Sistem Pendukung Yang Digunakan

Dokter : .......................................

Rumah sakit : .......................................

Pelayanan kesehatan dirumah : .......................................

Makanan yang dihantarkan : .......................................

G. Deskripsi Harian Khusus

Kebiasaan waktu tidur : .......................................

H. Status Kesehatan Saat Ini

Keluhan kesehatan utama : .......................................

Status kesehatan umum : .......................................

Selama 1 tahun yang lalu : .......................................

Selama 5 tahun yang lalu : .......................................

Pengetahuan/ Pemahaman dan penatalaksaan : .......................................

Masalah kesehatan ( diet khusus, mengganti balutan: .......................................

25

Page 26: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

I. Obat – obatan

Obat – obatan : .......................................

Dosis : .......................................

Bagaimana / kapan ,menggunakannya : .......................................

J. Alergi ( Catat agen dan reaksi spesifik )

Obat – obat : .......................................

Makanan : .......................................

Kontak substansi : .......................................

Faktor lingkungan : .......................................

K. Nutrisi ( ingat kembali diet 24 jam, termasuk masukan cairan )

Diet khusus, pembatasan makanan : .......................................

Riwayat peningkatan/ penurunan BB : .......................................

Pola konsusmsi makanan ( Mis. Frekuensi sendiri/dgn orang lain : .......................................

Masalah yang mempengaruhi masukan makanan : .......................................

L. Status Kesehatan Masa Lalu

Penyakit masa anak – anak : .......................................

Penyakit serius/ kronik : .......................................

Perawatan dirumah sakit : .......................................

Operasi : .......................................

M. Tijauan Sistem

Keadaan Umum : .......................................

Tingkat kesadaran : .......................................

Skala Koma Glasglow : .......................................

Tanda – tanda Vital : TD :.................mmHg Nadi :................X/ Menit

RR :.................x/ Menit Suhu : ..............°C

26

Page 27: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

INTEGUMEN :

Lesi / luka : □ Ya □ Tidak

Pruritus : □ Ya □ Tidak

Perubahan Pigmentasi : □ Ya □ Tidak

Perubahan tekstur : □ Ya □ Tidak

Sering memar : □ Ya □ Tidak

Perubahan Rambut : □ Ya □ Tidak

Perubahan Kuku : □ Ya □ Tidak

HEMOPEATIK

Perdarahan/ memar : □ Ya □ Tidak

Abnormal

Pembengkakan kelenjar : □ Ya □ Tidak

Limfa

Anemia : □ Ya □ Tidak

KEPALA

Sakit Kepala : □ Ya □ Tidak

Trauma masa lalu : □ Ya □ Tidak

Pusing : □ Ya □ Tidak

Gatal pada kepala : □ Ya □ Tidak

MATA

Perubahan penglihatan : □ Ya □ Tidak

Kaca mata/ kontak lensa : □ Ya □ Tidak

Nyeri : □ Ya □ Tidak

Air mata berlebihan : □ Ya □ Tidak

Pruritus : □ Ya □ Tidak

27

Page 28: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Bengkak sekitar mata : □ Ya □ Tidak

Kabur : □ Ya □ Tidak

Fotofobia : □ Ya □ Tidak

Riwayat infeksi : □ Ya □ Tidak

Konjungtiva : □ Ya □ Tidak

Sklera : □ Ya □ Tidak

TELINGA

Perubahan pendengaran : □ Ya □ Tidak

Tinitus : □ Ya □ Tidak

Vertigo : □ Ya □ Tidak

Riwayat infeksi : □ Ya □ Tidak

HIDUNG Dan SINUS

Rinorea : □ Ya □ Tidak

Epistaksis : □ Ya □ Tidak

Obstruksi : □ Ya □ Tidak

Nyeri pada sinus : □ Ya □ Tidak

Riwayat infeksi : □ Ya □ Tidak

MULUT Dan TENGGOROKAN

Sakit tenggorokan : □ Ya □ Tidak

Lesi / ulkus : □ Ya □ Tidak

Kesulitan menelan : □ Ya □ Tidak

Perdarahan gusi : □ Ya □ Tidak

Karies : □ Ya □ Tidak

Riwayat infeksi : □ Ya □ Tidak

Pola menggosok gigi : □ Ya □ Tidak

28

Page 29: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

LEHER

Kekakuan : □ Ya □ Tidak

Nyeri / nyeri tekan : □ Ya □ Tidak

Benjolan / massa : □ Ya □ Tidak

Keterbatasan gerak : □ Ya □ Tidak

PERNAFASAN

Batuk : □ Ya □ Tidak

Sesak nafas : □ Ya □ Tidak

Hemoptisis : □ Ya □ Tidak

Sputum : □ Ya □ Tidak

Asma / alergi pernafasan : □ Ya □ Tidak

Suara nafas : □ vesikuler □ Bronkial □ Bronko Vesikuler

Suara nafas tambahan : □ ronkhi □ wheezing

KARDIOVASKULER

Nyeri dada : □ Ya □ Tidak

Palpitasi : □ Ya □ Tidak

Sesak nafas : □ Ya □ Tidak

GASTROINTESTINAL

Nyeri ulu hati : □ Ya □ Tidak

Mual / muntah : □ Ya □ Tidak

Hematemesis : □ Ya □ Tidak

Perubahan nafsu makan : □ Ya □ Tidak

Benjolan/ massa : □ Ya □ Tidak

Diare : □ Ya □ Tidak

Konstipasi : □ Ya □ Tidak

29

Page 30: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Melena : □ Ya □ Tidak

Hemoroid : □ Ya □ Tidak

Perdarahan rectum : □ Ya □ Tidak

Pola defecasi biasanya : □ Ya □ Tidak

PERKEMIHAN

Frekuensi : □ Ya □ Tidak

Menetes : □ Ya □ Tidak

Hematuria : □ Ya □ Tidak

Poliuria : □ Ya □ Tidak

Nokturia : □ Ya □ Tidak

Inkontinensia : □ Ya □ Tidak

Nyeri saat berkemih : □ Ya □ Tidak

Batu infeksi : □ Ya □ Tidak

MUSKUSKELETAL

Nyeri persendian : □ Ya □ Tidak

Kekakuan : □ Ya □ Tidak

Pembengkakan sendi : □ Ya □ Tidak

Kram : □ Ya □ Tidak

Kelemahan otot : □ Ya □ Tidak

Masalah cara berjalan : □ Ya □ Tidak

SISTEM SARAF PUSAT

Sakit kepala : □ Ya □ Tidak

Paralysis : □ Ya □ Tidak

Paresis : □ Ya □ Tidak

Masalah koordinasi : □ Ya □ Tidak

30

Page 31: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Tic/ temor/ spasme : □ Ya □ Tidak

Parastesia : □ Ya □ Tidak

Cedera kepala : □ Ya □ Tidak

Masalah memori : □ Ya □ Tidak

SISTEM ENDOKRIN

Goiter : □ Ya □ Tidak

Polifagia : □ Ya □ Tidak

Poliuria : □ Ya □ Tidak

STATUS FUNGSIONAL

Indeks Katz ( Aktivitas Kehidupan sehari – hari ) :.....................................................................

Indeks Katz Menurut Maryam, R. Siti, 2011

No Aktivitas

Mandiri Nilai( 1 )

Tergantung Nilai( 0 )

1. Mandi di kamar mandi ( Menggosok, membersihkan dan mengeringkan badan

2. Menyiapkan pakaian, membuka dan menggunakannya3. Memakan makanan yang disiapkan4. Memelihara kebersihan diri untuk penampilan diri ( Menyisir

rambut, mencuci rambaut, menggosok gigi, mencukur kumis )5. BAB di WC ( memberikan dan mengeringkan daerah bokong )6. Dapat mengontrol pengeluaran feses7. Membuang air kecil di kamar mandi ( Membersihakan dan

mengeringkan daerah kemaluan )8. Dapat mengontrol pengeluaran kemih9. Berjalan di lingkungan tempat tinggal atau keluar rauangan

tanpa alat bantu, seperti tongkat10. Menjalankan agama sesuai agama dan kepercayaan yang di

anut11. Melakukan pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur,

mencuci pakaian, memasak dan membersihakn ruangan12. Berbelanja untuk kebutuhan sendiri atau kebutuhan keluarga13. Mengelola keuangan ( menyimpan dan mengunakan uang

sendiri )14. Menggunakan sarana transportasi umum untuk berpergian

31

Page 32: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

15. Menyiapkan obat dan minum obat sesuai dengan aturan ( takaran obat dan waktu minum obat tepat )

16. Merencanakan dan mengambil keputusan untuk kepentingan keluarga dalam hal penggunaan uang, aktivitas sosialnyg dilakukan dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan

17. Melakukan aktivitas di waktu luang ( kegiatan keagamaan, sosial, rekreasi, olah raga dan menyalurkan hoi.

Jumlah

Analisis Hasil :

Point : 13 – 17 : Mandiri

Point : 0 – 12 : Ketergantungan

STATUS KOGNITIF/ AFEKTIF

Short Portable Mental Status Questionare ( SPMSQ ) :.................................................................

Benar Salah Nomer Pertanyaan1 Tanggal berapa hari ini ?2 Hari apa sekarang ?3 Apa nama tempat ini ?4 Dimana alamat anda ?5 Nemer berapa rumah anda ?6 Kapan anda lahir ?7 Siapa presiden indonesia sekarang ?8 Siapa nama presiden sebelumnya ?9 Siapa nama ibu anda ?

Jumlah 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara menurun

Analisi hasil :

Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh

Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan

Salah 6 – 8 : Fungsi intelektual kerusakan sedang

Salah 9 – 10 : Fungsi intelektual kerusakan berat

32

Page 33: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Mini – Mental State Exam ( MMSE ) :......................................................................

No Aspek Kognitif

Nilai Maksimal

Nilai Klien

Kriteria

1 Orientasi 5 Menyebutkan dengan benar Tahun Musim Tanggal Hari Bulan

2 Orietasi registrasi

53

Dimana sekarang kita berada Negara Provinsi KabupatenSebutkan 3 nama objek ( kursi , meja, kertas ) kemudian ditanyakan kepada klien, menjawab1. Kursi2. Meja3. Kertas

3 Perhatian dan kalkulasi

5 Meminta klien berhitung mulai dari 100, kemudian dikurangi 7 sampai 5 tingkat100, 93,......

4 Mengingat

3 Meminta klien untuk menyebutkan objek nomer 21. Kursi2. Meja3. Kertas

5 Bahasa 9 Menyakan kepada klien tentang benda ( sambil menunjuk bend tersebut )1. Jendela2. Jam dindingMeminta klien untuk mengulangi kata berikut “ tidak ada jika, dan, atau, tetapi “Klien menjawab dan, atau, tetapiMinta klien untuk mengikuti perintah berikut yang terdiri dari 3 langkahAmbil bolpoin ditangan anda, ambil kertas, menulis saya mau tidur1. Ambil bolpoin2. Ambil ketas3. ................4. Perintah klien untuk melakukan hal tersebut5. Perintahkan pada klien untuk menulis atau

kalimat dan menyalin.Total 30

33

Page 34: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

Analis hasil :Nilai 24 – 30 : Normal Nilai 17 – 23 : probbable gangguan kognitif Nilai 0 – 16 : Difinitif gangguanInventaris Depresi Beck ( IDB ) :......................................................................

Skor UraianA.  Kesedihan

3 Saya sangat sedih/tidak bahagia dimana saya tak dapat menghadapinya2 Saya galau/sedih sepanjang waktu dan saya tidak dapat keluar darinya1 Saya merasa sedih atau galau0 Saya tidak merasa sedih

B.  Pesimisme3 Saya merasa bahwa masa depan adalah sia – sia dan sesuatu tidak dapat membaik2 Saya merasa tidak mempunyai apa – apa untuk memandang ke depan1 Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan

C. Rasa kegagalan3 Saya benar – benar gagal sebagai orang tua (suami/istri)2 Bila melihat kehidupan ke belakang semua yang dapat saya lihat hanya kegagalan1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya0 Saya tidak merasa gagal

D. Ketidakpuasan3 Saya tidak puas dengan segalanya2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan0 Saya tidak merasa tidak puas

E. Rasa bersalah3 Saya merasa seolah – olah sangat buruk atau tidak berharga2 Saya merasa sangat bersalah1 Saya merasa buruk/tak berharga sebagai bagian dari waktu yang baik0 Saya tidak merasa benar – benar bersalah

F. TIdak menyukai diri sendiri3 Saya benci diri saya sendiri2 Saya muak dengan diri saya sendiri1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri

G. Membahayakan diri sendiri3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai kesempatan2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri1 Saya merasa lebih baik mati0 Saya tidak mempunyai pikiran – pikiran mengenai membahayakan diri sendiri

H. Menarik diri dari social3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak perduli pada

34

Page 35: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

mereka2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan mempunyai sedikit

perasaan  pada mereka1 Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain

I. Keragu – raguan3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan1 Saya berusaha mengambl keputusan0 Saya membuat keputusan yang baik

J. Perubahan gambaran diri3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikan2 Saya merasa bahwa ada perubahan permanent dalam penampilan saya dan in

membuat saya tidak tertarik1 Saya kuatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik0 Saya merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari pada sebelumnya

K. Kesulian kerja3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali2 Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk melakukan sesuatu1 Saya memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan sesuatu0 Saya dapat bekerja kira – kira sebaik sebelumnya

L. Keletihan3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu1 Saya merasa lelah dari yang biasanya0 Saya tida merasa lebih lelah dari biasanya.

M. Anoreksia3 Saya tidak mempunyai napsu makan sama sekali2 Napsu makan saya sangat memburuk sekarang1 Napsu makan saya tidak sebaik sebellumnya0 Napsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya.

Analis Hasil0-6 Depresi tidak ada atau minimal7-13 Depresi ringan14-21 Depresi sedang22-39 Depresi berat

35

Page 36: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

STATUS FUNGSIONAL SOSIALAPGAR Keluarga :......................................................................

No Uraian Fungsi Skor1 Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman-

teman) saya untuk membantu pada waktu sesuatu menyusahkan saya

Adaptation

2 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan masalah dengan saya

Partneship

3 Saya puas bahwa keluarga (teman-teman) saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan aktivitas atau arah baru

Growth

4 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi-emosi saya seperti marah, sedih atau mencintai

Affection

5 Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya menyediakan waktu bersama-sama

Resolve

Analisi hasil:Selalu = 2,Kadang-kadang = 1,Hampir tidak pernah = 0

DATA PENUNJANG

............................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................

...........................................................................................................................................................

36

Page 37: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

FORMAT ANALISA MASALAH

No Data Masalah

FORMAT PENENTUAN PRIORITAS MASALAH

Kriteria Bobot Nilai PembenaranSifat Masalah :Tidak / kurang sehat : 3Ancaman Kesehatan : 2Keadaan Sejahterah : 1

1 Pembenaran mengacu pada :- Masalah yang sedang terjadi- Baru menunjukkan tanda dan

gejala- Atau bahkan dalam kondisi

sehatKemingkinan masalah dapat diubah :Mudah : 2Sebagian : 1Tidak dapat : 0

2 Pembenaran mengacu pada :- Pengetahuan keluarga- Sumber daya perawat dan

keluarga- Sumber daya lingkungan

Potensial masalah untuk dicegah :Tinggi : 3Cukup : 2Rendah : 1

1 Pembenaran mengacu pada :- Berat ringannya masalah- Jangka waktu terjadinya

masalah- Tindakan yang akan dilakukan- Kelompok resiko tinggi yang

di cegahMenonjolnya masalah :Masalah berat segera ditangani : 2Masalah tetapi tidak perlu di tanganin : 1Masalah tidak dirasakan : 0

1 Pembenaran mengacu pada :- Persepsi keluarga terhadap

masalah

37

Page 38: fkes.unuja.ac.id PANDUAN... · Web viewSetelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik, mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan didasari pada

FORMAT PENYUSUNAN POA

No Diagnosa Keperawatan Tujuan IntervensiUmum Khusus

FORMAT EVALUASI

No Diagnosa Keperawatan

Implementasi Evaluasi

Evaluasi StrukturEvaluasi ProsesEvaluasi Hasil

38