EVALUASI PARUH WAKTU RPJMN 2010 -2014

  • View
    240

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of EVALUASI PARUH WAKTU RPJMN 2010 -2014

  • EVALUASI PARUH WAKTU-RPJMN 2010-2014 i

    EVALUASI PARUH WAKTU RPJMN 2010 -2014

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

    2013

  • EVALUASI PARUH WAKTU-RPJMN 2010-2014ii

  • EVALUASI PARUH WAKTU-RPJMN 2010-2014 iii

    MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

    KATA PENGANTAR

    Evaluasi atas pelaksanaan suatu rencana merupakan salah satu langkah penting dalam manajemen pembangunan. Hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan akan memberikan informasi atas kinerja pembangunan, khususnya pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana, permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta opsi tindak lanjut yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan pada periode selanjutnya. Di samping itu, pelaksanaan evaluasi juga diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sisten Perencanaan Pembangunan Nasional dan dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.

    Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Presiden dan Wakil Presiden dan telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Saat ini, RPJMN 2010-2014 telah melewati separuh waktu pelaksanaannya. Evaluasi paruh waktu RPJMN 2010-2014 perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan hasil dan kesesuaian arah pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan nasional yang hendak dicapai.

    Pelaksanaan RPJMN 2010-2014 sampai saat ini telah memberikan hasil pembangunan yang cukup baik. Dibandingkan dengan kondisi awal pada 2009, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang lebih sejahtera dan lebih demokratis. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Pencapaian itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup memuaskan di tengah kondisi ekonomi dunia yang melemah. Pengakuan dunia internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga - setelah India dan Amerika Serikat - dalam hal demokrasi adalah bukti keberhasilan Indonesia dalam pembangunan bidang politik, yang merupakan pilar penting demokrasi.

    MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

    Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan akan memberikan informasi kinerja pembangunan, khususnya pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan, permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta alternatif tindak lanjut yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan pada periode berikutnya.

    RPJMN 2010-2014 merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Presiden dan Waki! Presiden dan telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Saat ini, RPJMN 2010-2014 telah melewati separuh waktu pelaksanaannya. Untuk itu, evaluasi paruh waktu RPJMN 2010-2014 dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil, dan kesesuaian arah pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan nasional.

    Pelaksanaan RPJMN 2010-2014 sampai saat ini telah memberikan hasil pembangunan yang cukup baik. Dibandingkan dengan kondisi awal pada 2009, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang lebih sejahtera dan lebih demokratis. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pembangunan manusia, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan akses dan kuaiitas pendidikan. Pencapaian itu didukung oleh perturnbuhan ekonomi yang cukop memuaskan di tengah kondisi ekonom; dunia yang melemah. Pengakuan dunia internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat dalam hal demokrasi adalah bukti keberhasilan Indonesia dalam pembangunan bidang politik.

    Secara umum, kesejahteraan masyarakat dan demokratisasi telah mengalami peningkatan, tetapi upaya sungguh-sungguh perlu terus dilakukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif disertai dengan kerja keras dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional. Dengan demikian, keberhasilan dalam peningkatan kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Jakarta, Maret2013

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala BadarfPerencanaan Pembangunan Nasional

    Armida S. Alisjahbana

    KATA PENGANTAR

    MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

    Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan akan memberikan informasi kinerja pembangunan, khususnya pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan, permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta alternatif tindak lanjut yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan pada periode berikutnya.

    RPJMN 2010-2014 merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Presiden dan Waki! Presiden dan telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Saat ini, RPJMN 2010-2014 telah melewati separuh waktu pelaksanaannya. Untuk itu, evaluasi paruh waktu RPJMN 2010-2014 dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil, dan kesesuaian arah pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan nasional.

    Pelaksanaan RPJMN 2010-2014 sampai saat ini telah memberikan hasil pembangunan yang cukup baik. Dibandingkan dengan kondisi awal pada 2009, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang lebih sejahtera dan lebih demokratis. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pembangunan manusia, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan akses dan kuaiitas pendidikan. Pencapaian itu didukung oleh perturnbuhan ekonomi yang cukop memuaskan di tengah kondisi ekonom; dunia yang melemah. Pengakuan dunia internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat dalam hal demokrasi adalah bukti keberhasilan Indonesia dalam pembangunan bidang politik.

    Secara umum, kesejahteraan masyarakat dan demokratisasi telah mengalami peningkatan, tetapi upaya sungguh-sungguh perlu terus dilakukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif disertai dengan kerja keras dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional. Dengan demikian, keberhasilan dalam peningkatan kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Jakarta, Maret2013

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala BadarfPerencanaan Pembangunan Nasional

    Armida S. Alisjahbana

    KATA PENGANTAR

    MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

    Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan akan memberikan informasi kinerja pembangunan, khususnya pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan, permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta alternatif tindak lanjut yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan pada periode berikutnya.

    RPJMN 2010-2014 merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Presiden dan Wakil Presiden dan telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Saat ini, RPJMN 2010-2014 telah melewati separuh waktu pelaksanaannya. Untuk itu, evaluasi paruh waktu RPJMN 2010-2014 dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil, dan kesesuaian arah pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan nasional.

    Pelaksanaan RPJMN 2010-2014 sampai saat ini telah memberikan hasil pembangunan yang cukup baik. Dibandingkan dengan kondisi awal pada 2009, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang lebih sejahtera dan lebih demokratis. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pembangunan manusia, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan akses dan kuaiitas pendidikan. Pencapaian itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup memuaskan di tengah kondisi ekonomi dunia yang melemah. Pengakuan dunia internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat dalam hal demokrasi adalah bukti keberhasilan Indonesia dalam pembangunan bidang politik.

    Secara umum, kesejahteraan masyarakat dan demokratisasi telah mengalami peningkatan, tetapi upaya sungguh-sungguh perlu terus dilakukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif disertai dengan kerja keras dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional. Dengan demikian, keberhasilan dalam peningkatan kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Jakarta, Maret 2013

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

    Armida S. Alisjahbana

    KATA PENGANTAR

  • EVALUASI PARUH WAKTU-RPJMN 2010-2014iv

  • EVALUASI PARUH WAKTU-RPJMN 2010-2014 v

    DAFTAR ISI

    HALAM