5
Embriologi Jantung dan pembuluh darah VIDEO YOUTUBE EMBRIOLOGY JANTUNG VIDEO YOUTUBE EMBRIOLOGY PEMBULUH DARAH Perkembangan Anatomi Jantung pada trimester I hingga 3 tahun: Jantung bayi saat baru lahir amat berbeda dengan jantung saat berumur 3 tahun, saat berumur 3 tahun, jantung sang bayi sudah berada dalam keadaan normal seperti orang dewasa, yaitu sirkulasi darahnya berupa darah ke paru-paru melalui ruang jantung sebelah kanan dan darah ke bagian tubuh lainnya melalui ruang jantung sebelah kiri. Pada bayi yang baru lahir, darah yang berasal dari tubuh selain paru-paru seharusnya ke jantung bagian kanan, namun ada pula yang mengalir ke jantung bagian kiri, lalu darah masuk ke paru-paru yang seharusnya lewat jantung bagian kanan, juga mendapat tambahan darah dari jantung bagian kiri.

Embriologi Jantung Dan Pembuluh Darah

Embed Size (px)

DESCRIPTION

harxdyha

Citation preview

Page 1: Embriologi Jantung Dan Pembuluh Darah

Embriologi Jantung dan pembuluh darah

VIDEO YOUTUBE EMBRIOLOGY JANTUNGVIDEO YOUTUBE EMBRIOLOGY PEMBULUH DARAH

Perkembangan Anatomi Jantung pada trimester I hingga 3 tahun:

Jantung bayi saat baru lahir amat berbeda dengan jantung saat berumur 3 tahun,

saat berumur 3 tahun, jantung sang bayi sudah berada dalam keadaan normal seperti

orang dewasa, yaitu sirkulasi darahnya berupa darah ke paru-paru melalui ruang

jantung sebelah kanan dan darah ke bagian tubuh lainnya melalui ruang jantung

sebelah kiri. Pada bayi yang baru lahir, darah yang berasal dari tubuh selain paru-paru

seharusnya ke jantung bagian kanan, namun ada pula yang mengalir ke jantung bagian

kiri, lalu darah masuk ke paru-paru yang seharusnya lewat jantung bagian kanan, juga

mendapat tambahan darah dari jantung bagian kiri.

Embriologi pada trismester 1

      Pembentukan angioblas (pertengahan minggu ke-3)

      Pembentukan tabung jantung dan mulai meluas dengan menerima aliran darah vena

dari katup kaudalnya dan mulai memompakan darah keluar dari lengkung aorta

pertama menuju ke aorta dorsalis

Page 2: Embriologi Jantung Dan Pembuluh Darah

      Pembentukan 3 lapisan jantung, yaitu endokardium, miokardium, dan epikardium

atau pericardium visceral

      Pemanjangan dan pembengkokkan bentuk jantung (hari ke-23 sampai 28)

      Perkembangan sinus venosus (pertengahan minggu ke-4)

      Pembentukan sekat-sekat jantung (antara hari ke 27- 37)

      Pembentukan sekat di dalam atrium komunis dan kanalis atrioventrikularis (akhir

minggu ke4)

      Diferensiasi atrium selanjutnya

      Pembentukkan katup-katup atrioventrikuler yang dibantu dengan adanya muskuli

papillares dan korda tendinea

      Pembentukan sekat pada trunkus arteriosus dank onus kordis (minggu ke-5)

      Pembentukkan sekat di dalam ventrikel (menjelang akhir minggu ke-4)

      Pembentukkan katup semilunaris

      Pembentukkan system konduksi jantung

Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester

pertama (12 minggu pertama) kehamilan, yang merupakan masa-masa pembentukan

organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Karena itu

seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-

obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya.

Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus

dihindari.

      Kehidupan fetal

                  Setelah lahir

      Embriologi Pembuluh Darah

Lengkung AortaKetika lengkung faring terbentuk pada minggun keempat dan kelima, setiap lengkung

mempunyai saraf cranial dan arterinya sendiri-sendiri. Arteri-arteri ini disebut sebagai lengkung-lengkung aorta dan berasal dari sakus aortikus, bagian paling distal dari trunkus arteriosus. Lengkung aorta  terbenam di dalam mesenkim lengkung faring dan berakhir pada

Page 3: Embriologi Jantung Dan Pembuluh Darah

aorta dorsalis kiri dan kanan. Lengkung faring dan pembuluh darah terbentuk berurutan dari cranial sampai caudal, sehingga tidak semua lenkung dan pembukuh darah tersebut terdapay pada waktu yagn bersamaan. Sakus aortikus ikut membentuk satu cabang untuk setiap kali terbentuk lenkung baru, sehingga totalnya terdapat lima pasang arteri(lengkung kelima tidak pernah terbentuk/ terbentuk tidak sempurna lalu mengalami regresi) yang kelimanya diberi angka I, II, III,IV, dan VI.(gambar 12.33)

Pemisahan trunkus arteriosus oleh septum aortikopulmonalis membagi saluran keluar jantung menjadi aorta ventral dan arteri pulmonalis pada minggu kelima. Sakus aortikus kemudian membentuk kornu kanan dan kiri, yang selanjutnya masing-masing membentuk arteri brakiosefalika dan segmen proksimal lengkung aorta. (gambar 12.34, B dan C)

            Pada hari ke-27, lengkung aorta pertama sudah menghilang (gambar 12.33). teteapi sebagian kecil tetap menetap sebagai arteri maksillaris. Demikian pula,  lengkung aorta kedua  akan segera menghilang juga. Bagian yang tersisa daru lengkung ini adalah arteri hioidea dan arteri stapedia. Lenkung ketiga besar, lengkung keempat dan keenam sedang dalam proses terbentuk. Meskipun lengkun keenam belum terbentuk , arteri pulmonalis primitive sudah Nampak sebagai sebuah cabang besar (gambar 12.33, A)            Pada mudiagh usia 29 hari, lengkung aorta pertama dan kedua sudah menghilang (gambar 12.33B). Lengkung ketiga, keempat, dan keenam menjadi pembuluh darah besar. Sakus trukoaortikus telah terbagi sehingga lengkung keenam kinin berlanjut dengan trunkus pulmonalis.           

Selanjutnya terjadi perubahan-perubahan sebagai berikut:

1.      Lengkung aorta ketiga membentuk arteri karotis komunis dan bagian pertama dari arteri karotis interna. Bagian lain karotis interna dibentuk oleh bagian cranial aorta dorsalis. Arteri karotis eksterna merupakan sebuah cabang kecil dari lengkung aorta ketiga.

2.      Lengkung aorta keempat baik di sisi kiri maupun kanan tetap ada. Pada sisi kiri, lengkung keempat membentuk bagian dari lengkung aorta, di antara arteri karotis komunis kiri dan arteri subklavia kiri. Di sisi kanan, lengkung keempat membentuk segmen paling proksimal arteri subklavia kanan, yang bagian distalnya dibentuk oleh sebagian dari aorta dorsalis kanan dan arteri intersegmentalis ketujuh. (gambar12.34 B)

3.      Lengkung aorta kelima tidak pernah terbentuk atau terbentuk tidak sempurna dan kemudian mengalami regresi.

4.      Lengkung aorta keenam, yang juga disebut lengkung pulmonal, mempercabangkan sebuah cabang yang penting yang tumbuh kea rah tunas paru yang sedang berkembang (gambar 12.33B). pada sisi kanan, bagian proksimalnya menjadi segmen proksimal arteri pulmonalis kanan. Bagian distal lengkung ini terputus hubungannya dengan aorta dorsalis dan menghilang. Pada sisi kiri, bagian distalnya tetap ada selama kehidupan dalam kandungan sebagai duktus arteriosus.4

Page 4: Embriologi Jantung Dan Pembuluh Darah

             DAFTAR PUSTAKA   1.      Sadler, T.W. 2006. Embriologi Kedokteran Langman Edisi 7. Jakarta : EGC