44
i DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN Oleh I Ketut Wijaya (Dipergunakan di lingkungan sendiri sebagai pegangan mata kuliah Pengantar Skripsi) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA DESEMBER 2017

DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

  • Upload
    others

  • View
    15

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

i

DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS UDAYANA

BUKIT JIMBARAN

Oleh

I Ketut Wijaya

(Dipergunakan di lingkungan sendiri sebagai

pegangan mata kuliah Pengantar Skripsi)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

DESEMBER 2017

Page 2: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

ii

KATA PENGANTAR

Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah diberikan

kesempatan untuk menyelesaikan Diktat Pengantar Skripsi ini yang

sangat sederhana ini dalam waktu singkat.

Diktat Pengantar Skripsi ini diambil dari beberapa Diktat Pengantar

Skripsi dengan beberapa pengarang. Diktat ini disajikan untuk

mahasiswa DI Jurusan Teknik Elektro Universitas Udayana Bukit

Jimbaran, terbatas pada cara praktis dan sangat sederhana dalam

mempelajari Diktat Pengantar Skripsi. Materi dalam diktat pedoman

Diktat Pengantar Skripsi ini juga tidak terlalu mendalam dan sangatlah

dangkal serta sangat perlu perubahan disetiap saat diperlukan.

Pedoman pada diktat ini disusun sebagai pegangan dan dipakai

dikalangan sendiri. Penyusun pedoman Diktat Pengantar Skripsi sangat

berterimakasih kepada teman-teman dan pegawai di jurusan yang telah

banyak membantu dalam terselesainya diktat pedoman ini.

Diktat pedoman ini diharapkan banyak membantu mahasiswa di Jurusan

Teknik Elektro dalam kaitan menyelesaikan tugas di bidang Diktat

Pengantar Skripsi.

Bukit Jimmbaran, Desember 2017 Penyusun

I Ketut Wijaya

Page 3: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

iii

Kontrak Perkuliahan

1 Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah

Kode Mata Kuliah

Jumlah SKS

Semester

: Pengantar Skripsi

: TE

: 2 SKS

: 1

2 Manfaat Mata Kuliah : Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar

dari : Pengantar Skripsi

3 Diskripsi Mata Kuliah : Kegiatan kuliah Pengantar Skripsi dilakukan

secara berkesinambungan antara teori dan

tugas yang diberikan

4 Standar Kopetensi : Pengantar Skripsi diberikan secara

terstruktur yang diselesaikan dalam satu

semester dengan 2 SKS

5 Kopetensi Dasar : Mampu memahami teori-teori dasar dalam

penerapan dan mempraktikan dalam tugas

yang diberikan

6 Strategi Perkuliahan : Menggunakan strategi Student Centred

Learning (STL) dengan memberikan

beberapa topik yang dibahas mahasiswa

secara berkelompok ataupun perorangan

7 Materi Pokok : Materi bahan-bahan yang dipergunakan

pada pemberian kuliah dan tugas

8 Buku Bacaan : Buku-buku yang berkaitan dengan materi

bahan-bahan yang dipergunakan pada

penyelesaian tugas dengan Pengantar

Skripsi

9 Tugas-tugas : Yang berkaitan dengan hubungan Statistik

dan aplikasi pada penerapan Pengantar

Skripsi

10 Kreteria Penilaian : Penilaian berdasarkan kontrak perkuliahan

dengan mahasiswa dengan bobot 60% nilai

perkuliahan dan 40% nilai tugas-tugas

11 Rancangan Acara

Perkuliahan

: Perkuliahan dilakukan secara menyeluruh

sebanyak 16 kali pertemuan dengan 2 SKS

teori dan tugas-tugas yang diserahkan pada

minggu berikutnya

Wakil Mahasiswa Bukit Jimbaran, Desember 2017

Pengampu

Page 4: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

iv

SAP (Satuan Acara Perkuliahan)

No Kompetensi Dasar Indikator Capaian Materi Pokok

1 2 3 4

1 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Sistematika

Penulisan Skripsi

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimplementasikan

perspektif tentang

Sistematika Penulisan

Skripsi

2. Menganalisis Teori

Sistematika Penulisan

Skripsi

1. Pengertian

tentang Teori

Sistematika

Penulisan

Skripsi

2. Mampu

memahami

tentang teori

Sistematika

Penulisan

Skripsi yang

diberikan.

2 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Tinjauan Melalui

Struktur Skripsi

.

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang

Tinjauan Melalui

Struktur Skripsi

2. Menganalisis Tinjauan

Melalui Struktur

Skripsi

1. Pengertian

tentang

Tinjauan

Melalui

Struktur

Skripsi

2. Mampu

memahami

tentang

Tinjauan

Melalui

Struktur

Skripsi 3 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Bahasa, Format,

Dan Tatatulis

Skripsi

Setelah mengikuti

perkuliahan ini, mahasiswa

diharapkan dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang Bahasa, Format, Dan

Tatatulis Skripsi

2. Menganalisis Tentang

Bahasa, Format, Dan

Tatatulis Skrips

1. Pengertian

tentang Bahasa,

Format, Dan

Tatatulis

Skripsi

2. Mampu

memahami

tentang Bahasa,

Format, Dan

Tatatulis

Skripsi

Page 5: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

v

4 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Pengertian Skripsi

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang

Pengertian Skripsi

2. Menganalisis

Pengertian Skripsi

1. Pengertian tentang

Pengertian

Skripsi.

2. Mampu

memahami

Pengertian

Skripsi

5 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Persyaratan

Akademik,

Administratif, Dan

Pembimbing

.

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang

Persyaratan

Akademik,

Administratif, Dan

Pembimbing.

2. Menganalisis tentang

Persyaratan

Akademik,

Administratif, Dan

Pembimbing.

1. Pengertian tentang

Persyaratan

Akademik,

Administratif,

Dan

Pembimbing.

2. Mampu

memahami

Persyaratan

Akademik,

Administratif,

Dan

Pembimbing.

6 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Prosedur

Penyusunan Skripsi

.

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan perspektif tentang

Prosedur Penyusunan

Skripsi

2. Menganalisis Prosedur

Penyusunan Skripsi

1. Pengertian

Prosedur

Penyusunan

Skripsi 2. Mampu

memahami

Prosedur

Penyusunan

Skripsi

7 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Kode Etik Dan

Penulisan Rujukan

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang

1. Pengertian

tentang Kode

Etik Dan

Penulisan Rujukan

2. Mampu

Page 6: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

vi

Kode Etik Dan

Penulisan Rujukan

2. Menganalisis Kode

Etik Dan Penulisan

Rujukan

memahami

Kode Etik Dan

Penulisan

Rujukan

8 Mendeskripsikan

perspektif tentang

Studi Literatur,

Analisis

Dan Sintesis

Setelah mengikuti

perkuliahan ini,

mahasiswa diharapkan

dapat :

1. Mengimlementasikan

perspektif tentang

Studi Literatur,

Analisis Dan Sintesis

2. Menganalisis Studi

Literatur, Analisis

Dan Sintesis

1. Pengertian

tentang Studi

Literatur,

Analisis

Dan Sintesis

2. Mampu

memahami

Studi

Literatur,

Analisis

Dan Sintesis

Page 7: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

vii

DAFTAR ISI

Lembar Judul ................................................................................. i

HalamanPengesahan ...................................................................... ii

Kata Pengantar ............................................................................... iii

Kontrak Perkuliahan ...................................................................... iv

SAP ................................................................................................ v

BAB I. Sistematika Penulisan Laporan Skripsi ........................... 1

BAB II. Tinjauan Melalui Struktur Skripsi ................................. 6

BAB III. Bahasa, Format, Dan Tatatulis Skripsi ......................... 10

BAB IV. Pengertian Skripsi ......................................................... 22

BAB V. Persyaratan Akademik, Administratif, Dan

Pembimbing .................................................................. 24

BAB VI. Prosedur Penyusunan Skripsi ....................................... 26

BAB VII. Kode Etik Dan Penulisan Rujukan ............................. 30

BAB VIII. Studi Literatur, Analisis Dan Sintesi ......................... 32

DAFTAR PUSTAKA ................................................................ 37

Page 8: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

1

BAB I

SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN SKRIPSI

1.1 Sistematika Penulisan Skripsi

Bagi seorang mahasiswa, penulisan skripsi merupakan tugas yang

mungkin sangat memberatkan. Mulai dari menyusun proposal,

melakukan observasi, melaporkan dan meminta arahan dosen

pembimbing, dan sampai pada ujian skrips itu sendiri.

Dalam menulis skripsi, seorang mahasiswa harus memperhatikan tata

tulis skripsi itu sendiri dengan sebaik dan seteliti mungkin. Berikut ini,

adalah sistematikan/tata tulis laporan penelitian/skripsi;

1 Judul

2 Abstrak (berisi ringkasan dari laporan, hasil penelitian,

kesimpulan, dan saran)

3 Kata Pengantar

4 Daftar Isi, tabel, gambar, tabel lampiran

5 Bab I

a) Latar Belakang

b) Rumusan Masalah

c) Tujuan Penelitian

d) Manfaat Penelitian

e) Definisi Operasional/Variabel

f) Asumsi dan Keterbatasan (kekurangan saat melakukan

penlitian)

6. Bab II a) Landasan Teori/Kajian Pustaka

b) Teori-teori yang relevan dengan variable/masalah yang

diteliti

c) Teori-teori yang relevan dengan aspek-aspek yang diteliti

d) Hasil Penelitian yang Relevan dengan yang dilakukan oleh

Peneliti Lain

7. Bab III a) Populasi dan Sampel/Subyek Penelitian

b) Metode Pengumpulan Data (wawancar, tes, observasi, dll.)

c) Tekhnik Pengelolaan Data/Analisis Data

Page 9: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

2

d) Pengembangan Instrumen

8. Bab IV a) Penyajian Data (tabel, grafik, dll.)

b) Analisis Data

c) Interpretasi Hasil Analisis Data

9. Bab V Kesimpulan dan Saran (jawaban berdasarkan rumusan masalah)

Keterangan Tata Penulisan (cetakan print out)

a) Daftar Pustaka, abstrak, kutipan, tabel, ringkasan ditulis 1

spasi

b) Lampiran isinya : instrument-instrumen, data-data, kuesioner

c) Kertas yang digunakan kwarto 80 gram

d) Sampul menggunakan kertas buffalo/linen/hardcover dengan

disertakan tahun waktu laporan

e) Pengetikan menggunakn huruf Times New Roman ukuran 12

dan menggunakan 2 spasi

f) Paragraf first line dengan menjorok jauhnya 5 karakter

g) Top margin (atas) : 4 cm

h) Bottom margin (bawah) : 3 cm

i) Right margin (kanan) : 3 cm

j) Left margin : 4 cm

k) Pengetikan bab menggunakan huruf capital (contoh : BAB I)

tanpa titik

1.2 Tujuan Penyusunan Skripsi

Penyusunan skripsi bertujuan memantapkan wawasan pengetahuan

dan pengalaman mahasiswa dalam melakukan kegiatan ilmiah, dengan

cara memberi kesempatan memformulasikan ide, konsep, pola berpikir,

dan kreativitas yang dikemas secara komprehensif, dan

mengkomunikasikan dalam format yang lazim digunakan di kalangan

masyarakat ilmiah.

1.3 Persyaratan

Mahasiswa yang mengajukan usulan penyusunan skripsi harus

memenuhi persyaratan sebagai berikut.

1) Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 110 sks.

2) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,00.

Page 10: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

3

3) Mendapat rekomendasi dari ketua program studi.

1.4 Etika Penyusunan Skripsi

Skripsi yang disusun mahasiswa diharapkan berkualitas tinggi dari

sudut keilmuan dan memenuhi persyaratan administratif yang ditentukan

serta standar etika akademik, baik proses maupun produknya.

Pertimbangan-pertimbangan etis yang perlu dipenuhi oleh

mahasiswa, antara lain, sebagai berikut ;

1. Kejujuran akademik, yang tercerminkan dalam;

a. Karya yang disusun benar-benar merupakan karyanya sendiri,

bukan hasil jiplakan (plagiasi) seluruh ataupun sebagian.

b. Dicantumkannya secara jelas semua referensi yang digunakan

sebagai bahan kajian, dan menunjukkan izin pencantuman atau

penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku

mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

c. Disusunnya tugas akhir sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Keterbukaan, yaitu kesediaan untuk menerima kritik atau masukan

demi peningkatan kualitas hasil kajian.

3. Tidak memaksa dan merugikan subjek penelitian.

4. Menjaga kerahasiaan dan keamanan subjek penelitian, yaitu

dengan tidak mempublikasikan nama dan identitas subjek yang

sebenarnya, kecuali seizin yang bersangkutan.

1.5 Penelitian Historis

Paling tidak ada tujuh permasalahan yang berkaitan dengan tata tulis

tugas akhir skripsi penelitian historis. Ketujuh permasalahan tersebut

adalah ukuran dan macam kertas, cara pengetikan, margin, nomor

halaman, halaman judul, footnote dan daftar pustaka. Untuk lebih

jelasnya disampaikan satu persatu.

1. Ukuran dan Macam Kertas

Kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS ukuran kuarto

80 gram.

2. Cara Pengetikan

Uraian diketik dengan jarak 2 spasi dengan font Times New

Roman 12. Setiap alinea baru dimulai setelah tujuh ketikan

kosong. Cara pengetikan kutipan langsung, bila kurang dari lima

baris, maka penulisannya langsung dalam barisan kalimat

dengan menggunakan tanda kutip ganda untuk membedakan

antara kalimat penulis dengan kalimat hasil kutipan.

Untuk kutipan langsung yang lebih dari lima baris maka :

Page 11: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

4

a. Kutipan ditulis terpisah dari barisan kalimat, ditulis pada

garis baru dengan jarak empat ketikan kosong dari sisi

margin.

b. Kutipan ditulis dengan jarak 1 spasi.

c. Kutipan tidak perlu menggunakan tanda kutip di awal dan

akhir kutipan.

Kutipan langsung yang terlalu panjang dapat dipersingkat (dibuang

sebagian), dengan catatan :

a. Tidak boleh mengganti kata-kata atau kalimat-kalimat dengan

kata atau kalimat kita sendiri.

b. Arti dan maksud yang dipersingkat tidak boleh berubah.

c. Kata-kata atau kalimat yang dihilangkan, diganti dengan tanda

titik sebanyak tiga buah (. . .).

3. Margin

Margin sebelah atas dan kiri masing-masing 4 cm, sebelah

kanan dan bawah masing-masing 3 cm.

4. Nomor Halaman

Halaman pada bagian awal diberi nomor angka Romawi kecil (i,

ii, iii, dan seterusnya). Nomor halaman bagian isi, untuk

halaman yang berisi judul bab ditulis ditengah-tengah halaman

bagian bawah dengan jarak kira-kira 1,5 cm dari tepi bawah

dengan menggunakan angka arab (1, 2, 3, dst). Untuk halaman

yang tidak berisi judul bab ditulis di bagian atas sebelah kanan

dengan jarak kira-kira 1,5 cm dari tepi atas dan 3,5 cm dari tepi

kanan.

5. Halaman Judul

Judul ditulis kira-kira 5 cm dari tepi atas dengan huruf kapital.

Di bawah judul kira-kira 2,5 cm ditulis skripsi dengan huruf

kapital. Sekitar 3 cm di bawahnya diberi keterangan “Diajukan

untuk dipertahankan dalam ujian mencapai gelar Sarjana

Pendidikan Jurusan Pendidikan Sejarah/Sarjana Sastra”. Di

bawahnya sekitar 4 cm ditulis kata “oleh” dengan menggunakan

huruf kecil. Pada jarak 2,5 cm di bawahnya ditulis nama

penyusun dengan menggunakan huruf kapital, di bawahnya

disertakan nomor induk mahasiswa. Di bawahnya sekitar 5-7 cm

dituliskan FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK

ELEKTRO BUKIT JIMBARAN, dan tahun skripsi tersebut

diselesaikan. Contoh terlampir.

Page 12: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

5

6. Footnote

Penulisan footnote sebagai berikut : nama pengarang tanpa

dibalik. judul buku. Kota terbit : Penerbit, tahun terbit, hlm.

Nama pengarang tanpa dibalik, “judul artikel”, dalam nama

pengarang, judul buku. kota terbit : penerbit, tahun terbit, hlm.

Ibid (ibidem), menunjukkan bahwa sumber kutipan dalam tulisan

sama dengan kutipan yang telah mendahuluinya secara langsung.

Op.cit. menunjukkan sumber kutipan dalam tulisan sama dengan

sumber kutipan yang mendahuluinya tetapi telah diselingi dengan

sumber lain yang halamannya berbeda.

Loc.cit. menunjukkan sumber kutipan sama dengan sumber

kutipan yang telah mendahuluinya, halamannya juga sama, tetapi

telah diselingi oleh sumber-sumber yang lain.

Page 13: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

6

BAB II

TINJAUAN MELALUI STRUKTUR SKRIPSI

Struktur tugas akhir skripsi terdiri atas bagian awal, isi, dan akhir.

Uraian secara rinci, sebagai berikut ;

2.1 Bagian awal

Bagian awal skripsi terdiri atas:

1. Halaman sampul memuat hal-hal sebagai berikut: judul, maksud

penulisan, lambang UNUD, nama dan nomor mahasiswa, nama

program studi dan jurusan, nama fakultas, nama universitas, dan

tahun penyelesaian.

Halaman sampul berupa kertas tebal berwarna sesuai warna

bendera fakultas dan dibuat setelah skripsi diujikan dan

dinyatakan diterima (Contoh pada Lampiran 1).

2. Halaman antara berupa halaman putih kosong yang diletakkan di

antara sampul skripsi dan halaman judul. Halaman ini dibuat

setelah skripsi dinyatakan diterima.

3. Halaman judul memuat unsur yang sama dengan isi halaman

sampul (Contoh pada Lampiran 2).

4. Halaman persetujuan memuat pernyataan persetujuan

pembimbing bahwa skripsi yang disusun mahasiswa sudah layak

diujikan. Halaman ini diberi judul PERSETUJUAN (Contoh dapat

dilihat pada Lampiran ).

5. Halaman pernyataan berisi pernyataan mahasiswa bahwa skripsi

yang disusun benar-benar merupakan karyanya sendiri dan tanda

tangan penguji adalah asli, dengan disertai tanda tangan. Halaman

ini diberi judul PERNYATAAN (Contoh pada Lampiran ).

6. Halaman pengesahan memuat bukti pengesahan akademik oleh

tim penguji dan administratif oleh dekan fakultas. Unsur-unsur

yang ada dalam halaman ini adalah judul skripsi, nama penulis, dan

pernyataan pengesahan tim penguji serta dekan fakultas. Halaman

ini diberi judul PENGESAHAN.

Nama-nama tim penguji yang dicantumkan hanya yang benar-

benar hadir menguji. Pembimbing (pertama atau utama) bertindak

sebagai ketua tim penguji. Contoh dapat dilihat pada Lampiran 4.

7. Halaman motto. Halaman ini tidak diberi judul, cukup

mencantumkan kata “Motto:”, disertai satu atau lebih kata-kata

mutiara, ayat-ayat dari Kitab Suci dan sebagainya yang selaras

dengan topik atau tema skripsi.

Page 14: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

7

8. Halaman persembahan. Istilah persembahan lebih bersifat

penghalus dari hadiah atau pemberian. Dengan demikian, skripsi

dapat “dipersembahkan”kepada siapa saja yang dianggap memiliki

makna bagi penulisnya. Contoh: “Skripsi ini dipersembahkan

kepada atau untuk:” Ayahanda, Ibunda.

9. Halaman abstrak berisi abstrak skripsi. Abstrak skripsi ditulis

dalam tiga paragraf, dengan jarak antar baris satu spasi. Isi abstrak

secara keseluruhan maksimal berjumlah 200 kata. Paragraf pertama

berisi uraian singkat permasalahan dan tujuan penelitian. Paragraf

kedua memuat metode atau prosedur penelitian. Paragraf ketiga

berisi hasil penelitian.

Pada bagian bawah dicetak miring kata-kata kunci dari isi (topik,

tema) skripsi (Contoh dapat dilihat pada Lampiran 5).

10. Halaman kata pengantar berisi informasi secara garis besar

mengenai maksud penulisan skripsi serta ucapan terima kasih

kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi,

pejabat ataupun perorangan. Pejabat boleh disebutkan namanya

atau “kata antaran kesantunan” terhadapnya(Bapak/Ibu). Halaman

ini diberi judul KATA PENGANTAR.

11. Halaman daftar isi memuat seluruh isi skripsi, yaitu; halaman

sampul, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pernyataan,

halaman pengesahan, dan halaman motto, halaman abastrak

abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel/daftar

gambar/daftar lampiran, judul bab dan subbab, serta daftar

pustaka. Contoh dapat dilihat pada Lampiran 6.

12. Halaman daftar tabel dibuat jika di dalam skripsi terdapat

beberapa tabel (tiga lebih) memuat nomor urut dan judul tabel

serta halaman tempat tabel itu tercetak. Halaman ini diberi judul

DAFTAR TABEL.

13. Halaman daftar gambar dibuat jika di dalam skripsi terdapat

gambar, grafik, diagram, peta dan sebagainya, yang memuat

nomor urut dan judul gambar, grafik, diagram, peta dan

sebagainya serta halaman tempat gambar, grafik, diagram, peta

dan sebagainya itu tercetak. Halaman ini diberi judul DAFTAR

GAMBAR.

14. Halaman daftar lampiran dibuat jika di dalam skripsi terdapat

beberapa lampiran (tiga lebih), memuat nomor urut dan judul

lampiran serta halaman tempat lampiran itu tercetak. Halaman ini

diberi judul DAFTAR LAMPIRAN.

Page 15: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

8

2.1 Bagian inti (isi)

Bagian ini merupakan isi skripsi yang terdiri atas bab-bab beserta

subbab dan anak subbabnya. Setiap bab diberi nomor urut dengan angka

romawi, dicetak dengan huruf besar seluruhnya, dan dituliskan di tengah

halaman atas simetris kiri-kanan.

Struktur bab dan isinya sangat tergantung pada jenis penelitian yang

dilakukan mahasiswa. Pada umumnya, struktur bagian isi, sebagai

berikut ;

1. Bab pendahuluan (BAB I); memuat:

a. Latar belakang yang menjelaskan rasional atau justifikasi arti

penting pemilihan permasalahan (topik) yang akan diteliti. Pada

latar belakang yang isinya memuat tentang tiga hal yaitu : umum,

isi masalah yang akan dibahas, dan terakhir adalah bagaimana

menganalisis masalah yang ada. Latar belakang tidak terlepas dari

judul yang akan dibahas dan pada latar belakang semua pengertian

dalam judul harus dijelaskan.

b. Identifikasi masalah yang berisi kajian berbagai masalah yang

relevan dengan ruang lingkup dan kedalaman topik penelitian

c. Pembatasan masalah, yaitu penetapan masalah (dari berbagai

masalah yang telah diidentifikasi) yang akan diteliti dengan

mempertimbangkan aspek metodologis, kelayakan lapangan

(kemungkinan untuk diteliti), dan keterbatasan yang ada pada

penulis untuk melakukannya, tanpa mengorbankan kebermaknaan

arti, konsep, atau topik yang diteliti.

d. Perumusan masalah, yaitu penegasan permasalahan yang akan

diteliti yang dinyatakan dalam kalimat tanya yang lugas dan jelas.

e. Tujuan penelitian yang menyatakan target yang akan dicapai

melalui penelitian yang akan dilakukan.

f. Kegunaan (manfaat) penelitian yang menjelaskan manfaat

temuan penelitian, baik bagi kepentingan teoretis maupun praktis.

2. Bab kerangka atau kajian teori (Bab II)

Bab ini berisi kajian (telaah) teori (dari literatur dan hasil penelitian)

yang relevan dengan permasalahan penelitian. Kajian teori dilakukan

dalam rangka menelaah aspek (konsep-konsep) atau variabel yang

akan diteliti, untuk menemukan jawaban teoritik terhadap

permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.

Page 16: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

9

Pada umumnya, kerangka atau kajain teori, mencakup:

a. Deskripsi teori dan hasil penelitian yang relevan yang menguraikan

teoriteori dan hasil penelitian yang berupa konsep-konsep dan

variabel serta definisinya, asumsi-asumsi, dan hubungan antar

variabel sesuai dengan judul penelitian yang dapat memperjelas

(menegaskan) apa yang akan diteliti.

b. Kerangka pikir yang berisikan gambaran logis bagaimana

variabelvariabel saling berhubungan (berkorelasi).

c. Hipotesis penelitian yang merupakan hasil sintesis (simpulan)

kajian teori. Hipotesis ini dirumuskan secara singkat, lugas, dan

jelas dan dinyatakan dalam kalimat pernyataan mengenai hubungan

antar variabel.

Catatan:

Tidak semua penelitian memerlukan rumusan hipotesis, sehingga bagian

ini harus disesuaikan.

3. Bab metode penelitian (Bab III)

Bab ini menguraikan langkah-langkah penelitian, yang memuat hal-

hal sebagai berikut ;

a. Model atau metode penelitian dan desain (rancangan) penelitian

yang digunakan.

b. Sumber informasi (informan) atau subjek penelitian dan sampel

penelitian yang digunakan. Jika penelitian menggunakan sampel,

maka teknik pengambilan sampel dan alasannya perlu dijelaskan.

Dalam penelitian tindakan perlu dijelaskan pula siapa yang

menjadi “partisipan” penelitian (yang dikenai “tindakan”) dan

kolaborator penelitian (jika ada).

c. Lokasi penelitian, yang menunjuk pada tempat diselenggarakannya

penelitian dan alasan-alasan pemilihannya. Dalam penelitian yang

bersifat kualitatif, perlu dikemukakan prosedur memasuki lapangan

penelitian.

d. Teknik pengumpulan data yang digunakan disertai alasan

pemilihannya. Pada bagian ini dipaparkan pula instrumen

pengumpulan data yang digunakan dan proses penyusunannya. Jika

menggunakan alat ukur tes dan sejenisnya, maka perlu pula

disertakan uji instrumen tersebut (validitas, reliabilitas, indeks

kesulitan, daya beda, dan lain-lain).

e. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisi data disertai

alasan pemilihannya.

Page 17: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

10

4.Bab hasil penelitian dan pembahasan (Bab IV)

Pada bab ini dipaparkan temuan-temuan yang diperoleh. Untuk

penelitian hipotetik (yang berhipotesis) dan kuantitatif, pemaparan

temuan dilakukan atas dasar rumusan hipotesis yang diajukan. Hasil

uji hipotesis kemudian dibahas (ditafsirkan maknanya seara

konseptual) disertai bahasan mengapa dan bagaimana hasil-hasil

penelitian itu terjadi. Untuk penelitian yang bersifat kualitatif, temuan

penelitian dipaparkan Pembahasan dilakukan manakala ada alasan

logis untuk membahas temuan.

5. Bab simpulan dan saran atau rangkuman (Bab V)

Pada bab ini dibuat simpulan hasil penelitian secara singkat, lugas,

tetapi mencakup. Pada penelitian tertentu yang tidak memerlukan ada

penyimpulan (penelitian “deskriptif”) yang dibuat bisa hanya berupa

rangkuman hasil penelitian yang meringkas butir-butir penting hasil

penelitian. Saran (jika secara logis memang harus ada penelitian

deskriptif mungkin tidak mengundang harus ada saran) diajukan

sesuai dengan simpulan atau temuan hasil penelitian, yang berupa

implikasi dari temuan dimaksud. Saran harus bersifat operasional atau

konkret, yakni menyebutkan apa-apa kegiatan atau tindakan yang

harus (seyogyanya) dilakukan oleh pihak yang diberi saran.

2.3 Bagian Akhir

Bagian akhir skripsi memuat daftar pustaka dan lampiran.

1. Daftar pustaka

Daftar pustaka memuat daftar nama buku, jurnal, laporan

penelitian, dan sumber lain yang digunakan. Penulisan daftar

pustaka dibahas pada bab tersendiri.

2. Lampiran

Lampiran memuat bahan-bahan penunjang yang digunakan dalam

penulisan skripsi. Lampiran dapat berupa antara lain surat ijin

penelitian, instrumen, data-data, rumus-rumus dan perhitungan

statistik yang dipakai, prosedur perhitungan dan hasil uji coba

instrumen, dan catatan lapangan.

Page 18: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

11

BAB III

BAHASA, FORMAT, DAN TATATULIS SKRIPSI

3.1 Bahasa dan Format

1. Bahasa

TA ditulis dengan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar. TA

ditulis dengan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar dengan

mengikuti Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Khusus pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan

program studi Sastra Inggris tugas akhir ditulis menggunakan

bahasa Inggris baku.

2. Format Kertas dan Huruf

a. Ukuran kertas

Naskah TA (selain sampul) diketik pada kertas HVS ukuran

kuarto (12,5 cm x 28 cm) dengan berat 70 atau 80 gram,

berwarna putih dan diketik tidak bolak-balik. Apabila

menggunakan kertas khusus, seperti kertas milimeter untuk

grafik, kertas kalkir untuk bagan, dan sejenisnya, boleh di luar

batas ukuran, akan tetapi harus dilipat sesuai dengan ukuran

kertas naskah.

b. Sampul

Sampul luar menggunakan karton tebal dan dilapis plastik

bening dengan warna hijau.

c. Jenis huruf

Naskah secara umum diketik dengan menggunakan jenis huruf

Times New Roman 12 atau Arial 11. Perkecualian ditetapkan

tersendiri.

d. Huruf miring

Huruf miring digunakan untuk :

1) judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publikasi lain

pada daftar pustaka;

2) istilah, kosakata atau kalimat dalam bahasa daerah dan

bahasa asing yang masuk ke dalam teks;

3) huruf, kosakata, frasa, atau kalimat sebagai aspek linguistik;

4) nama spesies atau varietas dalam ilmu biologi;

5) huruf yang digunakan untuk simbol-simbol dalam statistika

atau aljabar.

Page 19: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

12

3.2 Format Pengetikan

a. Spasi

Jarak pengetikan antara baris dua spasi. Bagian yang harus

diketik dengan jarak satu spasi adalah: judul bab, judul tabel

dan gambar yang lebih dari satu baris, abstrak, kutipan

langsung yang lebih dari empat baris, dan daftar pustaka.

b. Petak pengetikan

Tulisan naskah harus berada dalam (tidak boleh melebih atau

di luar) “petak pengetikan” dengan batas-batas tepi (margin)

dari tepi kertas sebagai berikut.

Tepi kiri : 4 cm

Tepi atas : 3 cm

Tepi kanan : 3 cm

Tepi bawah : 4 cm (nomor halaman pada batas 3 cm).

c. Indensi

Pengetikan naskah skripsi maupun TABS menggunakan pola

berindensi (menjorok), yaitu setiap alinea baru yang berada

dalam “petak pengetikan” seperti disebutkan di atas diektik

menjorok ke dalam, yaitu dimulai pada ketikan (huruf)

keenam. Alinea baru yang tidak dimulai pada ketukan

keenam dari batas kiri pengetikan “petak pengetikan”

tersebut di atas, menggunakan pola rata kiri.

d. Penomoran halaman

Nomor halaman diletakkan di bawah halaman dua spasi (1

cm di bawah baris terakhir teks atau 3 cm dari tepi bawah

kertas). Halaman teks (bagian tengah atau isi dan akhir) mulai

dari bab pendahuluan sampai dengan lampiran-lampiran

menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst), sementara halaman

sebelumnya (bagian awal) seperti halaman judul, kata

pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar

menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv dst).

e. Penomoran hirarki uraian

Uraian yang berhirarki (berjenjang) menggunakan nomor

jenjang dengan pola sebagai berikut ;

I., A., 1., a., 1), a), (1), (a), (i)

Nomor angka rumawi besar (I, II, III dst) digunakan untuk

penomoran bab. Judul uraian yang “bernomor huruf besar”

Page 20: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

13

(A, B dst) untuk judul subbab dan angka Arab (1, 2 dst) untuk

sub-subbab).

Hirarki uraian artinya yang besar (luas) dibagi-bagi menjadi

sub-sub atau bagian-bagian yang lebih kecil, dan ini pun dibagi-

bagi lagi menjadi sub atau bagian yang lebih kecil lagi. Jadi

berbeda dengan nomor-nomor (angka) membilang.

3.3 Tata Tulis

1. Penulisan Judul Bab, Sub-bab, dan Seterusnya

a. Nomor dan judul bab diketik dengan huruf kapital (huruf besar)

cetak tebal seluruhnya. Nomor bab (BAB I, BAB II dst) diketik

pada jarak 3 cm dari tepi atas di tengah-tengah (simetris kiri-

kanan). Di bawahnya diketik judul bab.

Jika judul bab lebih dari satu baris, diketik dengan pola piramida

terbalik.

b. Nomor dan judul sub-bab (cetak tebal seluruhnya) diketik mulai

pada batas tepi (margin) kiri “petak pengetikan.” Huruf awal

setiap kata judul sub-bab ditulis dengan huruf kapital, kecuali

kata sambung, kata depan, dan kata sandang. Nomor sub-bab

ditulis dengan hurup kapital diikuti tanda titik (A., B., C., dan

lain seterusnya).

c. Nomor dan judul sub-subbab (cetak tebal seluruhnya) dimulai

juga pada batas tepi kiri “petak pengetikan.” Huruf awal setiap

kata juga ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata sambung,

kata depan, dan kata sandang. Nomor sub-subbab ditulis

dengan angka Arab diikuti tanda titik (1., 2., 3., dst) cetak tebal

seluruhnya.

d. Nomor dan judul sub-sub-subbab (cetak tebal seluruhnya)

dimulai pada ketukan keempat dari tepi kiri “petak

pengetikan,” sehingga judulnya akan berada pada ketukan

keenam. Judul ditulis dengan huruf kecil seluruhnya kecuali

huruf pertama. Alinea pertama dari bagian ini akan diketik

mulai pada ketukan keenam, sementara baris berikutnya akan

mulai pada tepi (margin) kiri “petak pengetikan.” Nomor sub-

sub-subbab ditulis dengan huruf kecil diikuti tanda titik (a., b.,

c., dan lain seterusnya).

e. Nomor dan judul sub-subsub-subbab diketik mulai pada

ketukan keenam dari tepi kiri “petak pengetikan.” Nomor sub-

subsub-subbab ditulis dengan angka Arab diikuti tanda kurung

tutup, tidak diikuti tanda titik [1), 2), 3) dst]. Nomor dan judul

Page 21: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

14

dtiulis dengan huruf kecil cetak tebal seluruhnyadiakhiri tanda

titik. Uraian selanjutnya meneruskan baris judul (tidak pada

baris berikut).

3.4 Penyajian Tabel dan Gambar

a. Tabel

1) Setiap tabel yang disajikan diberi nomor tabel (Tabel 1,

Tabel 2, dst) urut dari tabel yang berada pada pertama kali

muncul dalam seluruh naskah TA sampai dengan halaman

terakhir teks atau bab simpulan dan saran). Nomor tabel

mendahului judul tabel.

2) Nomor dan judul tabel diletakkan di atas tabel.

3) Penulisan nomor tabel (kata Tabel 1, Tabel 2 dan seterusnya

yang diikuti tanda titik) dimulai dari tepi kiri diikuti judul

tabel.

4) Tulisan tabel dan nama tabel menggunakan huruf kecil

kapitalisasi (setiap awal kata dimulai dengan huruf besar

kecuali kata sandang, kata sambung, dan kata depan)

5) Nomor tabel menggunakan angka Arab baik dalam teks

maupun dalam lampiran. Nomor tabel dalam teks ditulis

secara urut tanpamemperhatikan dalam bab mana tabel

disajikan. Tabel dalam lampiran dimulai dengan nomor

baru.

6) Setiap tabel sedapat mungkin disajikan pada halaman yang

sama, meskipun harus memodifikasi ukuran huruf.

3.5 Gambar

Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan

sejenisnya. Penyajian gambar mengikuti ketentuan sebagai

berikut.

1) Tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar

diletakkan di bawah gambar.

2) Penulisan kata gambar, nomor gambar, dan nama gambar

diletakkan di tengah.

3) Tulisan gambar dan nama gambar menggunakan huruf kecil

kapitalisasi (setiap awal kata dimulai dengan huruf besar

kecuali kata sandang, kata sambung, dan kata depan).

4) Nomor gambar menggunakan angka Arab baik dalam teks

maupun dalam lampiran. Nomor gambar dalam teks ditulis

secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana gambar

Page 22: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

15

disajikan. Gambar dalam lampiran dimulai dengan nomor

baru.

3.6 Kutipan

a. Cara Menulis Kutipan Langsung

1) Kutipan langsung ditulis sama persis dengan sumber

aslinya, baik mengenai bahasanya maupun ejaannya.

2) Kutipan yang terdiri dari lima baris atau lebih, diketik

diluar bodi teks dimulai pada ketukan ke enam.

3) Kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris

dimasukkan dalam teks, diawali dan diakhiri oleh tanda

petik (“...“).

4) Kutipan yang dihilangkan beberapa bagian kalimatnya,

bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik. Bila

yang dihilangkan satu kalimat atau lebih, bagian yang

dihilangkan tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang

satu baris.

5) Kutipan yang diberi penjelasan atau digaris bawahi, diberi

keterangan dalam tanda kurung.

6) Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebut nama

pengarang, tahun terbitan, dan nomor halaman yang

dikutip.

b. Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung

1) Kutipan tidak langsung diketik sebagai bodi teks

2) Sumber kutipan tidak langsung ditulis dengan menyebut

nama pengarang dan tahun terbitan.

Contoh :

(1)Menurut Safrit (2007: 11-14), .….......

(2)………(Safrit, 2007: 11-14).

3.7 Penulisan Daftar Pustaka

a. Penulisan daftar pustaka diurutkan secara alfabetis menurut

nama pengarang dan tidak perlu menggunakan nomor urut.

b. Penulisan buku yang dijadikan rujukan mengikuti urutan: nama

pengarang, tahun penerbitan, judul buku, tempat penerbitan,

dan nama penerbit.

Contoh:

a) Buku dengan pengarang satu orang

Oliva, Peter F. (2007). Developing the Curriculum. 5rd. ed.

New York: Harper Collins.

Page 23: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

16

Lexy J Moleong. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

b) Buku dengan pengarang dua orang

Strunk, W., Jr., & White, E.B. (1979). The Elements of

Style. 3rd. ed.

– bedakan contoh antara editor dan edisi ke ....- New York :

Macmillan.

Paul, Richard & Elder, Linda. (2001). Critical Thinking. New

York: Prentice Hall.

c) Buku dengan pengarang tiga orang

Nadler, D., Gerstein, M.S. & Shaw R.B. (1992).

Organizational Architecture: Design for Changing

Organizations. San Francisco:

Jossey-Bass.

Beer, M., Einstant, R.A., & Spector, B. (1990). The Critical

Path to

Corporate Renewal. Boston: Harvard Bussiness School Press.

d) Buku dengan pengarang lebih dari tiga orang

Mohrman, A.M. et al. (1989). Large-scale Organizational

Change. San Francisco: Josse-Bassy.

Senge, Peter. et. al. (2000). School that Learn. New York:

Dubleday.

e) Buku yang disunting

Popkewitz, Thomas S. & Fendler, Lynn (eds). 1999). Critical

Theories in Education. New York: Routledge.

Elmore, R.F. (ed). Restructuring School: The Next

Generation of Educational Reform. San Francisco: Jossey-

Bass.

f) Buku yang direvisi

Cohen, J. (2000). Statistical Power Analysis for the

Behavioral Science. rev.ed. New York: Academic Press.

g) Buku yang diterjemahkan

Gardner, Howard. (2003). Kecerdasan majemuk: Teori dalam

praktik.

(Alih bahasa: Drs. Alexander Sindoro). Batam Center:

Penerbit Interaksara.

Hoerr, Thomas R. (2007). Becoming a multiple intelligences

school (Buku kerja multiple intelligences). Penerjemah: Ary

Nilandari. Bandung: Penerbit Kaifa.

Page 24: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

17

c. Penulisan artikel jurnal yang dijadikan rujukan mengikuti

urutan: nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel,

nama jurnal, nomor jurnal dan halaman.

Contoh :

1. Artikel dengan satu pengarang

Abdur Rahman As’ari. (2001). "Penggunaan Strategi

Pemampatan dalam Pembelajaran Matematika." Jurnal

MIPA (Nomor 1 tahun 30). Hlm. 1-14.

2. Artikel dengan dua pengarang

Sarmino dan Husain Haikal. (2001). "Segi Kultural

Religius Perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta."

Jurnal Penelitian dan Evaluasi. 4(III). Hlm. 103-121.

d. Penulisan artikel majalah yang dijadikan rujukan mengikuti

urutan: nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel,

nama majalah, dan halaman.

Contoh:

Tatang Iskarna. (2002). "Diaspora dan Postkolonialsime".

Ekspresi. Hlm. 20-21.

e. Penulisan Artikel surat kabar yang dijadikan rujukan

mengikuti urutan: nama pengarang, tahun penerbitan, judul

artikel, nama surat kabar, tanggal terbit, dan halaman.

Contoh:

Abdurahrahman Wahid. (2002). “Islam, Agama Populer atau

Elitis”. Kompas (6 September 2002). Hlm.4.

f. Penelitian, Tesis, Disertasi yang diterbitkan

Contoh:

Foster-Havercamp. M.E. (1982). "An Analysis of the

Relationship between Preservice Teacher Training and

Directed Teaching Performance." Doctoral dissertation.

University of Chicago. 1981. Dissertation Abstract

International. 42.4409A.

Djemari Mardapi, dkk. (1994). "Daya Prediksi Tes Masuk

IKIP Jakarta terhadap Prestasi dan Lama Studi Mahasiswa

Pascasarjana IKIP Yogyakarta." Abstrak Hasil Penelitian

IKIP Yogyakarta. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP.

g. Penelitian, Tesis, Disertasi yang tidak diterbitkan

Contoh :

Ryeson. J.F. (1983). "Effective Management Training: Two

Models."Unpublished master’s thesis. Clarkson College of

Technology. Postdam.

Page 25: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

18

N.Y. Suparno, dkk. (1988). "Studi Experimental Metode

Membaca PQRST dan Metode Membaca STUDY terhadap

Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS

IKIP Yogyakarta." Laporan Penelitian. IKIP Yogyakarta.

Nandang Supriyatna. (2001). "Daya Prediksi Nilai Rapor

dan STTB terhadap Prestasi Belajar jalur PMDK FPTK

UPI." Tesis. PPs-UNY.

h. Artikel dari internet

Contoh:

NASPE. (2006). “Moving into the Future: National

Standards for Physical Education, 2ndEdition”. Diambil

darihttp://www.aahperd.org/naspe/template.cfm?template=

publicationsnationalstandards_ 3.html , pada tanggal 06

Mei 2006.

3.8 PENUTUP

Pada bab penutup ini akan ditegaskan kembali bahwa buku

panduan penyusunan skripsi ini hanya memuat kerangka kerja

penyusunan skripsi dan belum menjangkau aspek-aspek substansi

kajian. Oleh karena itu, peran pembimbing sangat diharapkan

demi kesuksesan penulisan skripsi ini. Pada akhirnya, mohon

saran dan masukan demi perbaikan mutu buku panduan ini di

masa mendatang.

Page 26: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

19

3.9 LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul PENERAPAN METODE ALGORITMA GENETIKA OPTIMAL

UNTUK MENURUNKAN RUGI PADA SISTEM TRANSMISI

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Uiversitas

Udayana untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh

Gelar Sarjana Teknik Elektro

SIMBOL

Oleh

I Wayan Jendra

NIM. 06202411008

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS UDAYANA

APRIL 2011

Page 27: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

20

Lampiran 2: Format Halaman Persetujuan

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul “--------------------------------” ini telah disetujui

oleh pembimbing untuk diujikan.

Bukit Jimbaran, ………..………

Pembimbing I, Pembimbing II,

…………………………… …………………………..

NIP. ……………………. NIP. …………………..

Lampiran 3: Format Halaman Pengesahan

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul “-----------------------------------------------------

--” ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal

…………… dan dinyatakan lulus.

DEWAN PENGUJI

NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL

............... Ketua Penguji ............... ...............

............... Sekretaris Penguji ............... ...............

............... Penguji I (Utama) ............... ...............

............... Penguji II ............... ...............

............... (Pendamping) ............... ...............

Bukit Jimabara,,………

Fakultas …………….

Dekan,

…………………………

NIP …………………..

Page 28: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

21

Lampiran 4. Contoh Surat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya

sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat

yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecualsebagai acuan atau kutipan

dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

Tanda tangan dosen penguji yang tertera dalam halaman pengesahan

adalah asli. Jika tidak asli, saya siap menerima sanksi ditunda yudisium

pada periode berikutnya.

Yogyakarta, 20 Maret 2010

Yang menyatakan,

(I Wayan Jandra)

NIM. 06202411008

Page 29: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

22

BAB IV

PENGERTIAN SKRIPSI

Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah, berupa paparan tulisan hasil

penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu

dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku dalam suatu

bidang ilmu tertentu. Penelitian adalah kegiatan yang terencana, terarah,

sistematis dan terkendali dalam upaya memperoleh data dan informasi

dengan menggunakan metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan atau

menguji hipotesis dalam bidang ilmu tertentu.

Sumber data untuk penyusunan skripsi dapat diperoleh melalui

data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer adalah data

yang diperoleh peneliti di lapangan, baik melalui wawancara maupun

hasil pengukuran langsung lainnya. Data sekunder adalah data yang

diperoleh dengan memanfaatkan hasil pengumpulan data pihak lain,

misalnya profil kelurahan, data Badan Pusat Statistik, dan rekam medik.

Data tersier dapat diperoleh dari tesis, disertasi, jurnal, dan majalah

ilmiah.

4.1 Kedudukan Skripsi dan Bobot SKS Skripsi mempunyai kedudukan yang sama dengan mata kuliah lain,

tetapi berbeda bentuk pada proses pembelajarannya, serta cara

penilaiannya. Skripsi ini merupakan tugas akhir (final assignment).

Bobot skripsi ditetapkan sebesar 4-6 SKS, yang setara dengan kegiatan

akademik setiap minggu 16-20 jam (bagi yang 4 SKS) atau 24-30 (bagi

yang 6 SKS), atau setara dengan kegiatan akademik 400-500 jam (bagi

yang 4 SKS) atau 600-750 jam (bagi yang 6 SKS) selama satu semester.

4.2 Tujuan Penulisan Skripsi Penyusunan skripsi dilaksanakan dengan tujuan agar:

1. Mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah,

sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh.

2. Mahasiswa mampu melakukan penelitian mulai dari merumuskan

masalah, mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data,

dan menarik suatu kesimpulan.

3. Membantu mahasiswa dalam menyampaikan, menggunakan,

mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh menjadi

suatu sistem yang terpadu untuk pengembangan ilmu.

Page 30: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

23

4.3 Materi Skripsi Permasalahan yang akan diangkat menjadi topik skripsi

dikembangkan dari bidang ilmu masing-masing dan bidang ilmu yang

terkait. Materi karya tulis ilmiah didasarkan atas data dan/atau informasi

yang berasal dari studi kepustakaan, penelitian laboratorik/klinik,

dan/atau penelitian lapangan. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa

memperoleh pengalaman penelitian, baik kepustakaan,

laboratorik/klinik, dan/atau lapangan, serta menuangkannya dalam

bentuk paparan karya tulis ilmiah.

Page 31: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

24

BAB V

PERSYARATAN AKADEMIK, ADMINISTRATIF, DAN

PEMBIMBING

5.1 Persyaratan Akademik Persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang

akan menyusun skripsi adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa sekurang-kurangnya telah memiliki tabungan kredit

(huruf D ke atas, kecuali bagi yang mempersyaratkan serendah-

rendahnya C atau B) sebesar 75% dari beban studi kumulatif yang

harus ditempuh.

2. Mahasiswa telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat

sebagaimana ditentukan oleh program studi masing-masing.

5.2 Persyaratan Administratif Persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh mahasiswa

yang akan menyusun skripsi adalah sebagai berikut:

1. Telah memenuhi persyaratan akademik sebagaimana pada butir

5.1

2. Memiliki kartu mahasiswa yang berlaku pada semester

bersangkutan

3. Mencantumkan/memprogramkan skripsi pada KRS semester

bersangkutan yang telah ditandatangani oleh dosen wali.

5.3 Persyaratan Pembimbing Selama proses penelitian, penyusunan, dan penulisan skripsi,

mahasiswa harus dibimbing oleh tim pembimbing dengan ketentuan

sebagai berikut:

1. Sekurang-kurangnya dua orang pembimbing, yaitu

a. satu orang pembimbing utama, selaku penanggung jawab, dan satu

orang pembimbing pendamping/anggota atau lebih, dan/atau

apabila diperlukan, dapat diangkat satu orang pembimbing

lapangan atau yang memiliki keahlian khusus di bidangnya yang

ditunjuk dengan surat keputusan (SK) dekan atas usul mahasiswa

dan jurusan/bagian/ laboratorium.

2. Jumlah dan komposisi pembimbing dapat disesuaikan dengan

memperhatikan rasio antara mahasiswa yang harus dibimbing dan

jumlah dosen yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing (lihat butir

2.3.1 dan 2.3.2).

Page 32: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

25

3. Pembimbing utama dan pembimbing pendamping/anggota ditunjuk

oleh jurusan/bagian/laboratorium dan disahkan dengan SK dekan.

5.4 Persyaratan Pembimbing Utama

1 Pembimbing utama pada dasarnya adalah tenaga pengajar tetap

fakultas, yang ada di jurusan/bagian/laboratorium, serendah-

rendahnya memiliki jabatan lektor dan memiliki ijazah S-2/Sp-1

2 Apabila tenaga pengajar tetap yang memenuhi persyaratan butir (1)

di atas tidak ada atau jumlahnya tidak mencukupi, fakultas/jurusan

/bagian/laboratorium dapat menunjuk tenaga pengajar tetap yang

memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki jabatan

asisten ahli dan memiliki gelar tambahan doktor (S-3).

5.5 Persyaratan Pembimbing Pendamping/Anggota Pembimbing Pendamping/anggota pada dasarnya adalah tenaga

pengajar tetap fakultas, yang ada di jurusan/bagian/laboratorium, yang

serendah-rendahnya berjabatan asisten ahli dan memiliki ijazah S-2/Sp-1

5.6 Persyaratan Pembimbing Lapangan/Keahlian Khusus 1. Apabila untuk skripsi tersebut dilakukan melalui penelitian

lapangan, fakultas/jurusan/laboratorium dapat menetapkan

seorang pembimbing lapangan yang diangkat dengan SK dekan,

yaitu tenaga dari instansi/lembaga tempat mahasiswa melakukan

kegiatan penelitian.

2. Pembimbing lapangan/keahlian khusus sekurang-kurangnya

adalah lulusan program sarjana atau diakui memiliki kepakaran

di bidangnya.

Page 33: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

26

BAB VI

PROSEDUR PENYUSUNAN SKRIPSI

Mengingat pelaksanaan pendidikan atas dasar sistem kredit

semester, sehingga mengharuskan dilakukannya evaluasi pada akhir

semester, maka evaluasi terhadap proses penyusunan skripsi harus

melalui prosedur di bawah ini.

6.1 Proses Awal Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan dengan

mencantumkan/memprogramkan skripsi. Pada saat pengisian KRS

diharapkan mahasiswa sudah memiliki topik penelitian tentatif.

6.2 Prosedur Penunjukan Pembimbing 1. Penunjukan pembimbing (utama dan pendamping/anggota)

dilakukan oleh jurusan/bagian/laboratorium setelah mahasiswa

menyerahkan topik tentatif kepada jurusan/bagian/laboratorium.

2. Atas dasar topik tentatif tersebut, jurusan/bagian/laboratorium

menunjuk pembimbing utama dan satu orang pembimbing

pendamping/anggota atau lebih.

3. Ketua Jurusan/Kepala Bagian/Kepala Laboratorium secara tertulis

menyampaikan penunjukan pembimbing utama dan pembimbing

pendamping/anggota kepada dekan. Dekan segera mengeluarkan

SK pengangkatannya yang berlaku untuk dua semester dan dapat

diperpanjang sampai dengan tiga semester.

4. Apabila dipandang perlu, ketua jurusan/kepala bagian/kepala

laboratorium dapat pula menyarankan penunjukan berikut:

a. Pembimbing lapangan, yaitu tenaga ahli dari instansi/lembaga

tempat mahasiswa melakukan penelitian.

b. Narasumber, yaitu tenaga ahli dari luar fakultas/jurusan

/bagian/laboratorium yang diminta informasinya berkaitan

dengan materi skripsi.

c. Konsultan, yaitu tenaga pengajar tetap atau tidak tetap

fakultas/jurusan/bagian/laboratorium atau tenaga dari luar

fakultas/jurusan/bagian/laboratorium yang diminta

konsultasinya untuk penyusunan skripsi dalam bidang

metodologi penelitian dan/atau statistika (tidak menyangkut

skripsi dan bahasa).

5. Penunjukan pembimbing lapangan, narasumber, dan/atau

konsultan dari luar fakultas/jurusan/bagian/laboratorium

didasarkan pada kesediaan yang bersangkutan serta pada

keahlian di bidang ilmu yang berkaitan dengan materi skripsi

Page 34: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

27

(untuk pembimbing lapangan dan nara sumber) atau berkaitan

dengan metodologi penelitian dan/atau statistika (bagi

konsultan).

6.3 Penggantian Pembimbing Apabila karena suatu alasan atau adanya halangan sehingga

pembimbing utama dan/atau salah satu pembimbing pendamping

/anggota tidak dapat menjalankan tugasnya lebih dari tiga bulan baik

berturut-turut maupun tidak berturut-turut, mahasiswa yang

bersangkutan melapor kepada pimpinan fakultas/jurusan/bagian

/laboratorium dan pimpinan fakultas/ketua jurusan/kepala bagian/kepala

laboratorium dapat menunjuk penggantinya dengan memperhatikan

persyaratan pembimbing tersebut.

6.4 Prosedur Pembimbingan Tim pembimbing diharapkan untuk terus-menerus memantau

bimbingannya dengan menggunakan kartu bimbingan skripsi. Dengan

demikian, tim pembimbing dapat mengetahui perkembangan mahasiswa

secara mendalam dengan mengikuti proses kegiatannya dalam menyusun

dan menulis skripsi. Adapun proses yang dilaksanakan sebagai berikut:

1. Mahasiswa bersama pembimbing utama dan pembimbing pendamping

/anggota mendiskusikan judul, outline (garis besar), desain/rancangan

penelitian, bahan dan metode, parameter yang diamati, dan alat ukur

yang digunakan.

2. Usulan penelitian yang telah disetujui tim pembimbing wajib

diseminarkan di tingkat fakultas/jurusan/bagian/ laboratorium

(pelaksanaan seminar disesuaikan dengan kondisi

fakultas/jurusan/bagian/laboratorium yang bersangkutan).

3. Usulan penelitian yang telah diseminarkan harus terdaftar di

jurusan/bagian/laboratorium.

4. Mahasiswa melakukan penelitian dengan supervisi tim pembimbing

serta menyusun skripsi sesuai dengan proses seperti yang diuraikan

dalam Bab IV.

5. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan pada semester bersangkutan,

diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

a. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester berikutnya

dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik dan

pembimbingnya tetap sama)

b. Pada semester bersangkutan pembimbing utama memberikan tanda

sehingga tidak digunakan untuk perhitungan IP/IPK

Page 35: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

28

c. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu maksimal

studi.

6. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-,

tetap diberlakukan penilaian seperti di atas, yaitu:

a. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester

berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik

dan pembimbingnya tetap sama);

b. Pada semester bersangkutan pembimbing utama memberikan

tanda sehingga tidak digunakan untuk perhitungan IP/IPK;

c. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu

maksimal studi ;

d. Pembimbing utama, melalui Pembantu Dekan Bidang

Akademik, memberikan peringatan tertulis kepada mahasiswa

yang berisi pernyataan, bahwa jika pada semester

perpanjangan kedua skripsi tidak dapat diselesaikan,

mahasiswa yang bersangkutan akan dikenai sanksi

sebagaimana disebut di bawah ini.

7. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam tiga semester

berturut-turut, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

a. Pembimbing utama memberikan huruf mutu E.

b. Mahasiswa diharuskan menempuh kembali skripsi tersebut

dengan topik yang berbeda (tim pembimbing bisa tetap sama

atau berbeda).

c. Selanjutnya berlaku ketentuan pengambilan skripsi mulai dari

awal lagi.

d. Penunjukan tim pembimbing dimulai dari awal lagi.

e. Apabila skripsi tidak diselesaikan pada semester yang

bersangkutan, berlaku peraturan seperti di atas.

8. Setelah skripsi selesai dalam bentuk first draft (konsep pertama)

dan telah disetujui tim pembimbing, sebelum diajukan dalam

sidang ujian sarjana, draf tersebut harus diseminarkan dahulu di

tingkat jurusan/bagian/laboratorium (pelaksanaan seminar

disesuaikan dengan kondisi jurusan/bagian/laboratorium yang

bersangkutan).

a. Apabila dalam seminar tersebut tidak ada masukan/saran

perbaikan, tim pembimbing dapat melakukan evaluasi final.

b. Apabila dalam seminar tersebut terdapat masukan/saran

perbaikan, mahasiswa perlu mempertimbangkan penulisan

akhir.

Page 36: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

29

9. Penulisan akhir dilakukan mahasiswa setelah seminar dengan

mempertimbangkan masukan/saran perbaikan (kalau ada) dari

hasil diskusi dalam seminar tersebut. Setelah penulisan akhir

selesai, tim pembimbing melakukan evaluasi final.

10. Final draft (konsep akhir) skripsi, yang belum dijilid, dibuat

sekurang-kurangnya dalam rangkap lima, dengan rincian:

a. Satu buah untuk pembimbing utama;

b. Satu buah (atau lebih) untuk pembimbing pendamping /

anggota;

c. Dua buah (atau lebih) untuk penguji;

d. Satu buah untuk mahasiswa.

11. Setelah ujian sidang sarjana (komprehensif), apabila dinyatakan

lulus, dan setelah dilakukan perbaikan seperlunya, skripsi yang

telah disetujui tim pembimbing harus dibuat sekurang-kurangnya

dalam rangkap enam (kecuali jika fakultas menetapkan lain),

dengan rincian:

a. Dua buah untuk fakultas dan jurusan/bagian/laboratoium

b. Satu buah untuk pembimbing utama

c. Satu buah (atau lebih) untuk pembimbing pendamping/anggota

d. Satu buah untuk UPT Perpustakaan Universitas Padjadjaran

e. Satu buah untuk mahasiswa.

Page 37: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

30

BAB VII

KODE ETIK DAN PENULISAN RUJUKAN

4.1 Standar Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan ini peserta pelatihan diharapkan memiliki

kemampuan memahami karakteristik karya ilmiah, sistematika dan

kerangka penulisannya, memahami metode penulisan karya ilmiah;

memahami kode etik dan cara-cara menulis rujukan; serta format

penulisan ilmiah.

4.2 Kompetensi dasar Setelah menempuh mata kuliah ini , diharapkan peserta pelatihan

mampu:

1. Peserta latih dapat mengenali kode etik penulisan karya ilmiah.

2. Peserta latih dapat menulis daftar pustaka untuk jurnal dan makalah

bahan seminar serta laporan penelitian.

3. Peserta latih dapat menulis karya ilmiah dengan menggunakan format

penulisan ilmiah.

4.3 Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam

penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan

perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan dan penyebutan

sumber data atau informasi.

Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus secara jujur

menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari

sumber lain. Pemakaian bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang

lain yang tidak disertai dengan rujukan dapat diidentikan dengan

pencurian.

Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak

kecurangan yang lazim disebut plagiat. Plagiat merupakan tindak

kecurangan yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain

yang diakui sebagai hasil tulisan atau pemikiran orang lain yang diakui

sebagai hasil tulisan atau hasil pemikirannya sendiri. Oleh karena itu,

penulis skripsi dan tesis wajib membuat dan mencantumkan pernyataan

dalam skripsi, tesis atau disertasinya bahwa karyanya itu bukan

merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.

Dalam menulis karya ilmiah, rujuk-merujuk dan kutip-mengutip

merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini amat

Page 38: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

31

dianjurkan, karena perujukan dan pengutipan akan membantu

pengembangan ilmu.

Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen,

bagan, gambar, dan tabel), penulis wajib meminta izin kepada pemilik

bahan tersebut. Permintaan izin dilakukan secara tertulis. Jika pemilik

bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya

dengan menjelaskan apakah bahan tersebut diambil secara utuh, diambil

sebagian, domodifikasi atau dikembangkan.

Namun sumber data dan informasi, terutama dalam penelitian

kualitatif, tidak boleh dicantumkan apabila pencantuman nama tersebut

dapat merugikan sumber data atau informan. Sebagai gantinya, nama

sumber data atau informan dinyatakan dalam bentuk kode atau nama

samaran. Setelah bagian pendahuluan ini akan diuaraikan secara

berturut-turut tentang skripsi dan tesis hasil penelitian kuantitatif, dan

penelitian kualitatif, kajian pustaka dan hasil kerja pengembangan

(proyek)

Page 39: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

32

BAB V

STUDI LITERATUR, ANALISIS DAN SINTESIS

5.1 Studi Literatur

Studi literatur adalah salah satu teknik yang dapat dilakukan oleh

mahasiswa dalam melaksanakan sebuah penelitian. Mahasiswa dalam

pengertian sebuah studi literatur tidak asing lagi pada saat mengerjakan

tugas atau proyek dari dosen ataupun tugas praktikum dan penelitian

seperti skripsi teknik. Studi literatur adalah cara untuk mnyelesaikan

persoalan denga menelusuri persoalan sumber-sumber tulisan yang

pernah dibuat sebelumnya. Istilah studi literatur ini juga sangat familier

dengan sebutan studi pustaka. Dalam sebuah penelitian yang hendak di

jalankan seorang peneliti harus memiliki wawasan yang luas terkait

objek yang diteliti. Jika tidak, maka dapat dipastikan dalam persentasi

yang besar bahwa penelitian tersebut akan gagal.

Sumber-sumber yang dapat dijadikan sebagai bahan studi pustaka

tidak boleh sembarang. Tidak semua tulisan hasil penelitian dapat

dijadikan acuan. Beberapa yang umum dan layak digunakan adalah

buku-buku adalah buku-buku karya pengarang terpercaya ( lebih

disarankan karya akademis), jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi, hasil-hasil

penelitian mahasiswa dalam berbagai bentuk misalnya skripsi, tesis,

dasertasi, laporan praktikum dan sebagainya. Metode yang dapat

dilakukan untuk melakukan studi literatur seperti mengupas (criticize,

membandingkan (compare), meringkas (summarize) dan mengumpulkan

(synthesize) suatu literatur.

Teknik studi literatur ini dapat digunakan sebagai salah satu senjata

yang ampuh. Penelitian tidak hanya akan mengetahui hal-hal seputar

objek penelitian secara luas, namun dengan melakukan studi literatur

juga dapat membuat kesimpulan dari hasil tulisan peneliti-peneliti

sebelumnya sehingga peneliti dapat membuat pembaharuan dalam

penelitiannya supaya memiliki hasil akhir yang berbeda dari penelitian

yang pernah dilakukan.

Studi literatur penting dilakukan untuk menghindari timbulnya

masalah terkait hak cipta. Jika Mahasiswa melakukan studi literatur

dengan cara yang benar, maka mahasiswa tidak akan melanggar hak

cipta orang lain. Studi literatur malah menjadi ajang copy paste terhadap

hasil karya orang lain.

Studi literatur adalah teknik mempelajari kembali tulisan-tulisan

yang telah ada untuk menunjukkan sikap profesional seorang peneliti

dan seorang penulis.

Page 40: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

33

Penggunaan literatur baik pada penelitian kuantitatif maupun pada

penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Literatur digunakan untuk

memberikan suatu gambaran hal-hal yang telah diketahui dan yang

belum diketahui dari suatu fenomena khusus. Penelusuran dan

peninjauan ulang berbagai literatur yang relevan dengan suatu topik

penelitian dapat dilakukan sebelum, selama dan setelah dilakukannya

proses pengambilan dan analisis data penelitian tersebut. Khususnya

pada penelitian kualitatif, penggunaan literatur memiliki berbagai tujuan

berdasarkan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan. Secara umum,

untuk mempertahankan kealamiahan data, penggunaan literatur secara

ekstensif dilakukan setelah penelitian dilakukan.

Dalam melakukan penelitian ilmiah harus dilakukan teknik

penyusunan yang sistematis untuk memudahkan langkah-langkah yang

akan diambil. Begitu pula yang dilakukan penulis dalam penelitian ini,

langkah pertama yaitu dengan melakukan studi literatur pada buku-buku

yang membahas tentang Theory of Constraints, jurnal, dan penelitian

yang telah dilakukan yang berkaitan dengan TOC. Data yang didapat

dari studi literatur ini akan digunakan sebagai acuan untuk membuat

kuesioner penelitian.

5.2 Double Relationship Analisis Vs Sintesis

1. Pendahuluan

Tradisi keilmuan dan teknologi yang berkembang sekarang adalah

tradisi yang berkembang dari sistem logika yang berkembang dari

Yunani, dilanjutkan dengan logika renaissans Arab, diteruskan dengan

renaissans Eropa, dan menjadi ilmu dan teknologi muktahir. Unsur

utama dalam tradisi sistem logika adalah rasionalitas dan empiri.

Rasionalitas menjadi unsur pertaama untuk berilmu pengetahuan, dan

empiris menjadi unsur keduanya. Rasio dan empiri merupakan dua

perangkat atau unsur dasar untuk mengembangkan ilmu. Untuk

mendayagunakan dua perangkat atau unsur tersebut seorang

menggunakan analisis dan sintesis.

2. Hakikat Metode Analisis dan Sintesis a) Hakikat Metode Analisis

Analisis pada akhirnya dimaknai sebagai kegiatan berpikir

yang melakukan perincian terhadap istilah-istilah atau

pernyataanpernyataan ke dalam bagian-bagiannya agar dapat

menangkap makna yang dikandungnya atau memahami

komponen terlebih dahulu kemudian menguraikan komponen.

Berkaitan dengan itu, penalaran merupakan suatu kegiatan

Page 41: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

34

berpikir yang menyandarkan diri kepada suatu analisis dan

kerangka berpikir yang dipergunakan untuk analisis tersebut

adalah logika penalaran yang bersangkutan. Jadi tidak salah

kalau ada yang menyatakan bahwa analisis adalah gerbang

logika.

b) Hakikat Metode Sintesis

Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-

bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan.

Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep

yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran

induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk

memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan

berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan

yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan

hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat

Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang

utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat

diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Dalam

perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang

dalam mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur

pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih

menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan

adalah mengategorikan, mengkombinasikan, menyusun,

mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah,

mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali,

menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan,

menuliskan, mengatur.

5.3 Double Relationship (Relasi Ganda) Metode Analisis vs Sintesis Istilah “analisis” dan “sintesis”, sebagai label pembedaan metode

argumentasi antara yang deduktif dan induktif setidak-tidaknya

seusia dengan Euklides. Dalarn Elements-nya, Euklides

menerangkan sejelas-jelasnya bahwa dua metode ini sebaiknya tidak

dipahami sebagai saling terpisah, tetapi saling melengkapi.

Metodenya memperlihatkan ketepatan teorema-teorema

geometrisnya dengan mula-mula menggunakan metode argumentasi

analitik (deduktif), dan kemudian mendukung simpulannya dengan

penalaran sintetik (induktif). Proses praktis penyusunan deduksi

(berlawanan dengan bentuk tertulisnya) berawal dengan perumusan

Page 42: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

35

suatu simpulan, lain pembuktiannya dengan pencarian dua atau lebih

asumsi yang benar yang bisa berhingsi sebagai landasannya. Proses

induksi berawal dengan pengumpulan potongan-potongan bukti

empiris, lalu ini digunakan sebagai landasan untuk menarik

kesimpulan.

Logika analitik dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan

kapan saja bilamana yang terpikir dipaparkan di dalam tapal batas

transendental (umpamanya, sesuatu yang dapat kita lihat).

Sedangkan bila berhadapan dengan persoalan yang tidak begitu kita

ketahui dengan pasti, kita bisa menemukan hal-hal yang kita yakini

dengan memanfaatkan logika sintetik untuk memperoleh wawasan

yang dibutuhkan untuk mendukung keyakinan-keyakinan itu.

5.4 Metode Analisis dan Sintesis dalam Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah merupakan gabungan antara penalaran induktif

dan deduktif. Kerlinger (1969) memberi definisi pendekatan ilmiah

sebagai “penyelidikan yang sistematik, terkontrol dan bersifat empiris

atas suatu relasi fenornena alam.” Sedangkan menurut Susilo (2009)

pendekatan ilmiah adalah proses berpikir di mana kita bergerak secara

induktif dari pengamatan menuju pembentukan hipotesis dan kemudian

berbalik secara deduktif membuat verifikasi atas hipotesis kita tadi

kepada penerapan logisnya.

Proses kerja dalam pendekatan ilmiah menimbulkan tiga sifat yang

membedakannya dengan sumber pengetahuan dari pengalaman.

Pertama, pendekatan ilmiah bersifat sistematis dan terkontrol karena

menggunakan dua penalaran, yaitu induksi dan deduksi.

Kedua, ia bersifat empiris yang menghendaki validasi atas semua

keyakinan subjektif seseorang. Sedangkan yang

Ketiga, bersifat self-correcting yang berarti bahwa prosedur yang

sistematis dan terkontrol tersebut memungkinkan seseorang terhindar

dari kesalahan yang signifikan tatkala menggunakan proses pendekatan

ilmiah ini untuk memecahkan masalah dalam kehidupan.

Penelitian adalah suatu kegiatan yang menggunakan pendekatan

ilmiah sebagai prinsip kerjanya. Penelitian merupakan suatu proses

pencarian kebenaran melalui prosedur ilmiah dan biasa dikatakan

sebagai kebenaran ilmiah yang objektif karena kesimpulan itu ditarik

berdasarkan data empirik dengan prosedur yang sistematis serta

menggunakan pendekatan ilmiah. Dalam mencapai kebenaran ilmiah

tersebut, kita hams melalui proses kegiatan penelitian yang secara umum

bisa meliputi langkah berikut :

Page 43: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

36

(1) perumusan masalah,

(2) pengumpulan data,

(3) analisis data, dan

(4) penarikan kesimpulan.

5.5 Implikasinya Bagi Teori Ilmiah Teori ilmiah didefinisikan sebagai “seperangkat konsep (konstruk),

definisi, atau proposisi yang menggambarkan sebuah pandangan yang

sistematis atas fenomena dengan cara memberi spesifikasi hubungan

antarvariabel yang tujuan akhirnya adalah memprediksi atau

menerangkan sebuah fenomena tersebut. Ada dua fungsi utama dari teori

ilmiah, yaitu: mengorganisasikan temuan dari berbagai pengamatan dan

penyelidikan yang tercecer sehingga sebuah kerangka teori yang bisa

menjelaskan suatu fenomena, dan menjelaskan keterkaitan antarvariabel,

serta menjelaskan bagaimana sifat keterkaitannya. Melalui sebuah

kerangka teori yang bisa dijelaskan seorang ilmuwan bisa memberi

prediksi dan kontrol terhadap suatu fenomena.

5.6 Penutup Sebagai penutup ada beberapa hal yang dapat disimpulkan:

1. Secara umum, analisis didefinisikan sebagai suatu metode yang

prosedurnya memecah suatu substansi menjadi bagian-bagian atau

komponen-komponen. Sedangkan sintesis diartikan sebaliknya yaitu

menggabungkan elemen-elemen atau komponen-komponen yang

terpisah menjadi suatu kesatuan yang koherem

2. Metode analisis dan metode sintesis sangat berguna dalam

membangun pengetahuan keilmuan. Pengetahuan keilmuan meliputi

semua apa yan dapat diteliti dengan jelas atau dengan eksperimen

sehingga bisa terjangkau oleh rasio atau otak dan pancaindra manusia.

3. Ilmu pengetahuan diperoleh secara sahib dan andal dengan suatu

penyelidikan ilmiah, yaitu penelitian, maka ia merupakan sebuah

proposisi yang timbul sebagai hasil dari kesimpulan suatu proses

pencarian pengetahuan yang sistematis dan terkontrol. Proposisi inilah

yang apabila terakumulasi akan menjadi teori ilmiah

Page 44: DIKTAT PENGANTAR SKRIPSI

37

DAFTAR PUSTAKA

1 Pedoman Tata Tulis Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Kristen

Petra Edisi 4 Universitas Universitas Kristen Petra Surabaya

2008

2 Pedoman Penyusunan Skripsi Fakultas Pendidikan Universitas

Negeri Yogyakarta Juli 2011

3 Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi Ke-3institut Pertanian

Bogor Bogor 2012.

4 Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Yudanto/FIK UNY, 2013

5 Pedoman Penuliisan Tugas Akhiir Atau Skriipsii Dan Artiikel

Iilmiiah Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang 2014

6 Pedoman Penyusunan dan Penulisan Skripsi Program Sarjana

Universitas Padjadjaran

7 Wibisono Sastrodiwiryo, 2010. Studi Literatur. Diakses 17

Januari 2016.

8 Jurnal Internasional Scopus, 2016. Application Method

Algorithm Genetic Optimal To Reduce Losses In Transmission

System. Sedang di ajukan