Diktat Osteology

  • View
    40

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Diktat tentang tulang

Text of Diktat Osteology

ANATOMI UMUM

DIKTAT

O S T E O L O G Y

DR. H. ABD. RAZAK DATU, PH.D., P.A.K.BAGIAN ANATOMI FAK. KEDOTERAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR.

ANATOMI UMUM

Istilah ANATOMI berasal sari kata Yunani purba ANATOME yang berarti melihat, mengangkat ke permukaan dengan cara mengiris dan menguraikan, yaitu melakukan dissection dengan menggunakan alat scalpel, pincet dan gunting.

Jadi ilmu Anatomi mempelajari struktur tubuh manusia lapis demi lapis dengan cara menguraikan dan memotong bagian-bagiannya.

Ilmu Anatomi dibagi menjadi :

1. Anatomi descriptiva = Anatomi systematica, yang mempelajari morfologi dan lokalisasi setiap organ, baik menurut fungsi maupun menurut regio.

2. Anatomi topografica, mempelajari suatu letak organ terhadap organ lainnya.

3. Embryologi, mempelajari perubahan-perubahan perkembangan dan pertumbuhan sel-sel mulai dari saat pembuahan sampai menjadi manusia.

4. Anatomi comparativa, membandingkan struktur tubuh manuisa dengan hewan.

5. Anthropologi ragawi, membandingkan struktur tubuh antar manusia (etnis)

Nomenciatur yang digunakan berbahasa latin, yang untuk pertama kali disepakati pada tahun 1895 di Basel, disebut Nomina Anatomica Baseli. Pada tahun 1935 disepakati Nomina Anatomica Jenai dan pada tahun 1980 diterbitkan Nomina Anatomica baru, yang merupakan A Revision by the International Anatomical Nomenclatur Committee apporoved by the Elevent International Congress of Anatomists in Mexico, 1980.

Sebagai dasar untuk menentukan tempat dan arah dipakai SIKAP ANATOMI, yaitu suatu Sikap yang berdiri tegak, kepala tegak, mata memandang lurus ke depan, kedua lengan tergantung bebas ke bawah dan berada disamping tubuh dengan telapak tangan membuka ke arah depan, dan kedua tungkai berdiri lurus serta sejajar dengan keduaa kaki sejajar ke depan.

TERMINOLOGI

Ada beberapa kata Latin yang penting daan sering dipakai :

A. Kata sifat yang menyatakan bidang :1. Medianus, bidang yang membagi tubuh menjadi 2 bagian kiri kanan yang simetris

2. Paramedianus, bidang yang berada disamping dan sejajar dengan bid.medianus.

3. Sagitalis, setiap bidang yang sejajar dengan bidang medianus

4. Frontalis, bidang yang tegak lurus pada bidang sagitalis, sejajar dengan permukaan perut.

5. Transversalis, bidang yang melintang tegak lurus pada arah memanjang tubuh.

B. Kata sifat yang menyatakan arah :1. Medialis = lebih dekat pada garis tengah badan.

2. Lateralis = lebih jauh dari garis tengah badan

3. Ventralis = searah dengan vebter. Istilah ini sama dengan Anterior = searah dengan anticus.

4. Dorsalis = serarah dengan dorsum. Istilah ini sama dengan Posterior = searah dengan posticus.

5. Cranialis = searah dengan cranium.

6. Caudalis = searah dengan cauda

7. Longitudinalis = kearah ukuran panjang

8. Proximalis = lebih dekat ke pangkal

9. Distalis = lebih dekat ke ujung

10. Volaris = searah telapak tangan

11. Plantaris = searah telapak kaki

12. Ulnaris = kearah ulna

13. Radialis = kearah radius

14. Rostralis = kearah moncong

C. Kata benda yang menyatakan bangunan menonjol :

1. Processus = nama umum untuk tonjolan

2. Spina = tonjolan yang tajam

3. Tuber = benjolan bulat

4. Tuberculum = benjolan bulat yang kecil

5. Crista = tepi yang bergerigi

6. Pecten = bagian pinggir yang menonjol

7. Condylus = tonjolan bulat di ujung tulang

8. Epicondylus = benjolan pada condylus

9. Cornu = tanduk

10. Linea = garis

D. Kata benda yang menyatakan bangunan melengkung :

1. Fossa = nama umum

2. Fossula

= fossa yang kecil

3. Fovea

= lekuk yang agak rata

4. Foveola= fovea yang kecil

5. Sulcus

= alur

6. Incisura

= takik

E. Kata benda yang menyatakan lubang, saluran, ruangan :

1. Foramen= lubang

2. Fissura

= celah

3. Apertura= pintu

4. Canalis

= saluran

5. Ductus

= pembuluh

6. Meatus

= liang

7. Cavum

= rongga

8. Cellula

= ruang kecil berisi udara

Pembagian regio adalah sebagai berikut :

1. Regiones capitis

2. Regiones facialis

3. Regiones cervicales

4. Regiones pectoralis

5. Regiones abdominales

6. Regiones dorsales

7. Regiones perinaelis

8. Regiones membri superioris

9. Regiones membri inferioris

OSTEOLOGI UMUM

Tubuh manusia tersusun oleh seperangkat tulang yang saling berhubungan membentuk persendian, dan dinamakan Skeletaon

Adapun fungsi tulang :

1. Menegakkan dan memberi bentuk pada tubuh

2. Melindungi organ, seperti enchepalon, cor

3. Sebagai lat gerak pasif

4. Memproduksi sel darah

5. Tempat penyimpanan mineral, mis Ca, P.

KLASIFIKASI TULANG

A. Morfologi :

1. Os longum, yaitu tulang yang pada kedua ujungnya membentuk persendian mis. humerus

2. Os breve, yaitu tulang yang mengadakan persendiaan pada lebih dari dua permukaannya, mis. Ossa carpalis, ossa tarsalis

3. Os planum, berbentuk pipih, mis. scapula

4. Os pneumaticum, yaitu tulang berongga yang berisi udara, mis. os ethmoidale

5. Os sesamoidea, yaitu tulang yang terdapat di dalam tendo, mis. patella

6. Os irregulare, yaitu tulang-tulang yang tidak bisa dikelompokkan pada no. 1 sd 5

B. Histologi :

1. Osseum

2. Cartilago

C. Ontologi :

1. Osteogenesis desmalis

2. Osteogenesis chondralis

D. Lokalisasi :

1. Skeleton appendiculare

2. Skeleton axiale

STRUKTUR TULANG

Secara makroskop terdiri dari (1) substantia compacta dan (2) substantia spongiosa.

Pada os Longum substantia compacta berada di bagian tengah dan makin ke ujung tulang menjadi semakin tipis. Pada ujung tulang terdapat substantia spongiosa, yang pada pertumbuhan memanjang tulang membentuk cavitis medullaris. Lapisan superficialis tulang disebut periosteum dan lapisan profunda disebut endosteum. Bagain tengah os longum disebut corpus, ujung tulang berbentuk konveks atau konkaf, membesar, membentuk persendiaan dengan tulang lainnya.

Dari aspek pertumbuhan, bagian tengah tulang disebut diaphysis, ujung tulang disebut epiphysis dibentuk oleh cartilago, dan bagian diantara keduanya disebut metaphysis, tempat peartumbuhan memanjang dari tulang (peralihan antara cartilago menjadi osseum).

OSTEOLOGI KHUSUS

Menurut lokalisasi Skeleton dibagi menjadi :

A. Skeleton appendiculare, membentuk Extremitas superior et inferior

B. Skeleton axiale, terdiri dari :

1. Columna vertebralis

2. Costa

3. Sternum

4. Cranium

A.SKELETON APPENDICULARE

EXTREMITAS SUPERIOR = OSSA MEMBRI SUPERIORIS

1. CINGULUM MEMBRI SUPERIORIS (CINGULUM PECTORALE)

SCAPULA

Berbentuk segitiga, tepi sebelah medial disebut margo vertebralis, sejajar dengan columna vertebralis, tepi yang menghadap cranial disebut margo superior dan tepi lateral disebut margo axillaris. Ketiga tepi tersebut membentuk angulus medialis (=angulus superior), antara margo superior dan margo vertebralis, angulus inferior dibentuk oleh margo medialis dan margo lateralis, dan angulus lateralis (=angulus axillaris) dibentuk oleh margo lateralis dan margo superior.

Pada angulus lateralis terdapat cavitas glenoidalis, suatu lekuk tempat persendiaan dengan caput humeri. Antara cavitas glenoidalis dengan bagiam lain dari scapula terdapat bagian yang agak mengecil, disebut collum scapulae.

Pada facies dorsalis terdapat penonjolan yang besar dan memanjang arah miring dari caudomedial ke craniolateral, disebut spina scapulae. Di bagian medial dari spina scapulae terdapat trigonum spinae scapulae. Ujung lateral spina scapulae membentuk acromion, suatu tonjolan besar ke arah lateral. Fossa di sebelah cranial spina scapulae disebut fossa supraspinata, dan yang berada di sebelah caudalnya disebut fossa infraspinata.

Disebelah medial dari cavitas glenoidalis terdapat sebuah taju mengarah ke ventral, berbentuk seperti paruh gagak, disebut processus coracoideus. Di sebelah medial dari processus coracoideus terdapat incisura scapulae, berupa suatu takik.

Facies ventralis scapulae, berhadapan dengan costae, merupakan suatu lekukan yang besar, disebut fossa subscapularis.

Di bagian cranial dan cavitas glenoidalis tedapat tonjolan-tonjolan kecil, disebut tuberossitas supra glenoidalis, di bagian caudalnya cavitas terdapat tuberositas infra glenoidalis.

Pada acromion terdapat facies articularis acromii.

CLAVICULA

Berbentuk seperti huruf S, bagian medial melengkung lebih besar dan menuju ke anterior. Lengkungan bagian lateral lebih kecil dan menghadap ke posterior.

Ujung medial disebut extremitas sternalis, membentuk persendian dengan sternum, dan ujung lateral disebut extremitas acromialis, membentuk persendian dengan acromion.

Facies superior clavicula agak halus, dan pada facies inferior di bagian medial terdapat tuberositas costalis. Disebelah lateral tuberositas tersebut terdapat sulcus subclavius, tempat melekat m.subclavius, dan di sebelah lateralnya lagi terdapat tuberositas coracoidea, tempat melekat lig.coracoclavicularis.

Pada facies medial clavicula terdapt foramen nutriculum, yang dilalui oleh pembuluh darah.

2.PARS LIBERA MEMBRI SUPERIORIS

HUMERUS

Morfolog