DAKWAH Dan Sifat-sifatnya

  • View
    26

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dakwah

Text of DAKWAH Dan Sifat-sifatnya

DAKWAH

DAKWAH

Kewajiban dan sifat-sifatnyaIkhlas dalam mengemban dakwahIkhlas merupakan melakukan segala sesuatu dengan penyerahan diri karena Allah secara totalitas.Keikhlasan didasari dengan keimanan,keyakinan yang utuh kepada Allah SWT.

Lanjutan..Bagaimana orang yang ikhlas itu ??Selalu bersyukur atas nimat Allah SWT, karena Allah SWT adalah pencipta sekaligus pemberi kenimatan dan anugerah sebaliknya manusia yang diberi nimat dan anugerahNYA maka manusia wajib bersyukur dan berterimakasih pada Allah SWT semata. meyakini islam adalah agama yang lurus yang diciptakan Allah SWT. Yang merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. sikap mengesakan Allah dalam beribadah tanpa disertai unsur syirik. Karena perbuatan syirik merupakan perbuatan perbuatan yang telah keluar dari fitra manusia, orang ini disebut musyrik. Dan kesyirikan ini merupakan perbuatan yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.Sesuai surat ar-rum : 30 dan Muhammad : 19, An-Nissa : 48

Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan yang fitrah ini sesuai dengan hadis riwayat Abu hurairah ra dan firman Allah surat ar-rum : 30Allah menciptakan manusia dalam keadadaan fitrah cenderung pada agama yang lurus dan hnif atau beribdah secara tulus hanya kepada Allah semata. Namun ketika golongan nasrani,yahudi dan majusi datang, golongn2 ini membuat anak-cucu adam beribadah selain kepada Allah dan akibatnya kesyirikan ini terjadi sehingga nerakalah jaminan bagi mereka,oleh karena itu setiap muslim harus menjaga dan memelihara fitrahnya ini. Allah menurunkan agamanya berupa ketauhidan yang disertai kitab sebagai petunjuk manusia, baik nabi Ibrahim,musa, isa ataupun nabi Muhammad SAW. Namun al-quran lah kitab yang paling terjaga hingga akhir zaman, hal ini sesuai firman Allah surat Hijr : 15Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Tentang dosa apakah yang paling besar disisi Allah? Beliau menjawab, engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu. ( HR.Abu dawud,al-bukhari,muslim,an-NasaI, dan at-tirmizi )Allah Swt telah berfirman, aku mahakaya dari tindakan syirik, siapa saja yang melakukan suatu amal perbuatan yang mengandung unsur syirik terhadapku dengan yang lain,aku akan mengacuhkan dirinya dan tindakan syirik itu ( HR Muslim dan Ahmad ).Maka bagi seorang muslim agar terhindar dari perbuatan syirik baik yang tampak atau yang tersembunyi baik yang besar atau yang kecil,hendaklah bersikap ikhlas dalam segala sesuatu yang dikerjakan dan diucapkan. Karena dengan perbuatan syirik seluruh amal yang telah dilakukannya akan dinhanguskan oleh syirik tersebut. Maka dari itu seorang pengemban dakwah harus senantiasa ikhlas dalam segala perbuatan dan ucapannya Seseorang yang berjihad di jalan Allah namun dia mencari kehidupan dunia.. ( HR.Ahmad dan Abu dawud )Dengan keikhlasan inilah dia akan sukses dan selamat,begitupun sebaliknya. Sesuia surat al-Hijr : 39-42SABAR DALAM MENANGGUNG DERITASetiap umat,bangsa atau kaum pasti memiliki akidah/keyakinan masing-masing yang akan senantiasa dipertahankan sepanjang zaman. Bahkan akan disebarkan /didakwahkan kepada yang lain.Kesabaran berkaitan dengan keikhlasan dalam menerima qodo Allah baik berupa cobaan atau penderitaan.Kesabaran ini diperlukan orang-orang yang bermental baja,tidak putus asa dalam segala sesuatu terutama dalam mendakwahkan aqidah yang benar. Oleh karena itu seorang pengemban dakwah haruslah bersikap sabar karena secara sunatullah Allah telah menciptakan berbagai umat,bangsa dan kaum yang ada pasti selalu berupaya mempertahankan akidah,pemikiran dan aturan-aturan mereka sehingga secara sunatullah pun Allah menetapkan para pengemban dakwah untuk bersikap sabar ataas segala penganiyayaan dan penyiksaan terhadap mereka sampai Allah memberikan pertolongan atas mereka.

Sesuai firman Allah surat al-anam : 34maka perjalanan seorang pengemban dakwah akan senantiasa sama seperti para nabi dan pengikutnya sebelumnya, yang dimana para pengemban dakwah identic dengan upaya menghancurkan berbagai akidah,pemikiran dan hukum-hukum kufur yang membelenggu umat manusia serta menggantinya dengan akidah ,pemikiran dan hukum-hukum Allah, dan hal ini tentu saja akan terjadinya cobaan/bencana dan penganiyayaan yang pasti akan dihadapi oleh seorang pengemban dakwah. Semakin mereka bersabar maka akan semakin besar cobaan yang akan dihadapi, berdasarkan tingkatannya bahwa Rasul dan para nabi menduduki tingkatan pertama, pengemban dakwah yang ikhlas,benar,dan sungguh-sungguh menduduki tingkatan kedua, barulah setelah itu seluruh umat muslim yang sesuai dengan kadar kebenaran dan keikhlasan mereka dalam menerima cobaan. Tentu hal ini membuktikan posisi pengemban dakwah dalam segi kesabarannya harus lebih tinggi dibandingkan dengan umat muslim yang tidak melakukan kegiatan dakwah ini.Sesungguhnya orang2 shalih itu akan mengalami cobaan berat,sebab,tidak satu duri pun mengenai seorang mukmin/yg lebih besar dari itu keculi dengan itu dihapuskan satu dosa/kesalahan darinya dan ia diangkat satu derajat ( HR.Ahmad,Ibn hibban,al-bayhaqi, dan adz dzahabi )Siapa yang kedudukannya merosot di mata Allah, kedudukannya itu akan naik kembali satu tingkat karena sikap sabarnya dalam menanggung penderitaan dan cobaan.Allah akan senantiasa menimpakan cobaan/bencana kepda seorang mukmin/mukminat baik menyangkut dirinya,anak-anaknya,maupun hartanya sampai ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki satu dosa/kesalahan pun ( HR.at-tirmidzi,ahmad,ibn hibban,dan al hakim )Dan surat az zumar : 10Keteguhan dalam mengemban dakwahDakwah dapat dimaknai sebagai sekumpulan pemikiran dan hukum-hukum syariat yakni islam itu sendiri secara keseluruhan,sedangkan mengemban sama dengan menyampaikan. Mengemban dakwah merupakan aktivitas para nabi dan rasul serta aktivitas orang-orang yang selalu mengikuti jejak langkah mereka dan berjalan diatas manhaj mereka. Dalam menegakan syariat ini hukumnya adalah wajib.Seorang pengemban dakwah harus konsisiten pada seluruh pemikiran serta hukum-hukum syriat yang diembannya serta berpegang erat dan senantiasa menjaganya. Dimana mereka harus meyakini bahwa apa yang diembannya adalah benar,mereka tidak boleh mengabaikan syariat-syariat yang lain, sebab jika kekonsistenan ini tidak disikapinya maka nerakalah atas dirinya.Seorang pengemban dakwah haruslah berpegang teguh pada seluruh pemikiran dan hukum-hukumnya serta menentang pemikiran dan hukum-hukum lain selain islam.

Karena musuh-musuh islam dan musuh-musuh dakwah senantiasa mencurahkan tenaga pikiran mereka untuk menghancurkan dakwah islam serta pemikiran-pemikiran para pengembannya. Sehingga kaum muslim tidak dapat lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga jika para pengemban dakwah islam meninggalkan dakwahnya dan menuruti kemauan musuh-musuh dakwah dan musuh-musuh islam maka ia benar-benar telah gagal,terfitnah dan jatuh ke pangkuan musuh-musuh islam. Sesuai firman Allah al-isra : 73-75Pengemban dakwahpun harus mengetakan dan berbuat yang benar tidak mengada-ngada atas nama Alllah dan tidak mensyiarkan hukum-hukum selain hukum Allah,apabila berbuat demikian maka Allah akan menghinakannya dan mencabut nyawanya tanpa ada yang dapat menolongnya.Seorang pengemban dakwah akan mengalami ujian :1. peraguan dan penyesatan atas berbagai pemikiran hukum-hukum islam dengan berbagai bentuk kebatilan dan kedustaan2. pengagungan berbagai pemikiran dan hukum-hukum musuh islam meskipun telah jelas kekeliruan dan kerusakaannya yang dibungkus dengan baju islam ,kebenaran dan kebaikan.Semua ini dilakukan untuk menutupi agama dan para pengemban dakwah.Hal ini tentu terjadi pada Rasulullah SAW yang ditawarkan tahta,kekuasaan,harta,wanita oleh utbah agar Beliau mau meninggalkan dakwahnya.Pengemban dakwah mana pun yang bersikap lemah dan malah memenuhi tuntutan mereka sesungguhnya telah jatuh pada murka Allah dan siksaNYA.