Chairul Tanjung

  • Upload
    divaz

  • View
    403

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Chairul TanjungDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Chairul Tanjung

Lahir

16 Juni 1962 (umur 49) Jakarta, Indonesia Pemilik (CEO) utama Para Group Islam

Pekerjaan Agama

Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 49 tahun[1]) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group[2]. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia[2]. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya[3]. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega[3].

Daftar isi[sembunyikan]

1 Karier dan kehidupan 2 Latar belakang pendidikan 3 Pemikiran 4 Referensi 5 Pranala luar

[sunting] Karier dan kehidupanChairul dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil[1]. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu[1]. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit[1]. Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia[4] (lulus 1987[1]). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985[1]. Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut[3]. Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor[5]. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri[5]. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega[3]. Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti)[1].

Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo[6]. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio[6]. Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall[3]. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999[1]. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis[7]. Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010[8]. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar[8].

[sunting] Latar belakang pendidikanBerikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung[1].

SD Van Lith, Jakarta (1975) SMP Van Lith, Jakarta (1978) SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987) Executive IPPM (MBA; 1993)

[sunting] PemikiranChairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan[9]. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting[9]. Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional[7]. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini

bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri[7]. Menurut Chairul, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis[4]. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis[9]. Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu[6]. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan[6]. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar[6]. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,sesorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung[6].

[sunting] Referensi^ a b c d e f g h i www.pdat.co.id. Chairul Tanjung. (diakses 21 April 2010) ^ a b bisnis.vivanews.com. Chairul Tanjung Melejit Jadi Orang Kaya Dunia. (diakses 22 April 2010) ^ a b c d e www.tokohindonesia.com. Chairul Tanjung: "The Rising Star". (diakses 19 April 2010) ^ a b bisnis.vivanews.com. Melejit Berbekal Selembar Kain. (diakses 19 April 2010) ^ a b www.andriewongso.com. Chairul Tanjung.(diakses 19 April 2010) ^ a b c d e f www.beritajatim.com. Chairul Tanjung; Dari Bisnis Kaos ke Raja Media.(diakses 22 April 2010) 7. ^ a b c www.detikfinance.com. Alasan Chairul Tanjung Beli Carrefour. (diakses 20 April 2010) 8. ^ a b www.forbes.com. #937 Chairul Tanjung. (diakses 20 April 2010) 9. ^ a b c www.neraca.co.id. Chairul Tanjung, Entrepreneur ; Belajar Makna Hidup dan Bisnis Lewat Chairul Tanjung. (diakses 20 April 2010) 1. 2. 3. 4. 5. 6.

[sunting] Pranala luar

(Indonesia) Chairul di tokohindonesia.com (Indonesia) Inspirasi Entrepreneurship dari Chairul Tandjung

Kategori:

Orang hidup Kelahiran 1962 Orang hidup berusia 49 Pengusaha Indonesia Tokoh dari Jakarta Masuk log / buat akun

Halaman Pembicaraan Baca Sunting Versi terdahulu

Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang

Komunitas

Warung Kopi Portal komunitas Bantuan

Wikipedia Cetak/ekspor Peralatan Bahasa lain

English Halaman ini terakhir diubah pada 11.46, 3 Maret 2011. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Kebijakan privasi Tentang Wikipedia Penyangkalan Tampilan seluler

Profile Chairul TanjungProfil Chairul Tanjung Pemilik Trans TV Bank Mega

Nama : Chairul Tanjung Tanggal Lahir : 16 Juni 1962 Tempat Lahir : Jakarta Indonesia Pekerjaan : Pemilik (CEO) utama Para Group Agama : Islam Biodata Chairul Tanjung adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses bersama perusahaan yang dipimpin yaitu Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Mengalami jatuh bangun dan akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV, detik.com dan Bank Mega.

Home Site News o MPPO: Introduction o MPPO: Curriculum Inspiring

Musics Photos Videos Relaxing o Oneliner o Joke o Story o Poem o Quote o Picture o Music Connecting o Guest Book o RSS Info o Events o Lecturers o About Us o Contact Us Extras o Downloads o Search

o o o

Welcome to Magister Perubahan & Pengembangan Organisasi Wednesday, November 09 2011 @ 04:12 PM WIT

Profil: Chairul TanjungStrategic Change Champion (somebody who exemplifies excelence in strategic change)

Ada sebuah cerita menarik ketika krisis melanda dunia bisnis yang berdampak pada grup bisnisnya. Chairul Tanjung pantang menyerah. Ia berkeliling Indonesia bertemu dengan seluruh karyawanya. Apa pesanya kepada para karyawan? Ada tiga pesanya. Pertama, jika krisis yang kita hadapi sangat panjang dan semua orang harus mati, maka pastikan anda menjadi orang yang terakhir mati. Kedua, jika krisis yang kita hadapi ini sangat panjang dan hanya tersisa satu orang yang hidup, maka pastikan anda menjadi orang tersebut. Ketiga, jika tidak terjadi krisis maka pastikan anda menjadi orang yang paling bahagia karena anda sudah siap. Cerita itu melukiskan bagaimana sosok Chairul Tanjung dalam berbisnis. Berbinis seakan

perjuangan kemerdekaan. Urusan mati hidup. Semangat pantang menyerah. Selalu siaga dalam menghadapi kemungkinan terburuk. Spirit semacam ini yang membuatnya kembali dan kembali bangkit ketika jatuh bangkrut di awal-awal perjalanan bisnisnya. Bahkan, jejak lompatan besar bisnisnya terjadi ketika Indonesia mengalami krisis berkepanjangan. Ketika krisis terjadi, ia mengakuisisi sebuah kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Sebuah keputusan yang dinilai kontroversial oleh orang-orang dekatnya. Tetapi spirit perjuangan membuatnya berhasil mengubah bank itu menjadi Bank Mega. Mengubah bank kecil hampir bangkrut menjadi bank papan atas. Dalam berbisnis, Chairul Tanjung lihai mengkawinkan antara peluang dengan visi bisnisnya. Ia cermat melihat keadaan disekitar, melihat sisi positif dari keadaan itu dan menciptakan gambaran terang akan masa depan bisnisnya. Jejak awal kekuatanya itu sudah tampak ketika ia mengubah ruang bawah tangga di kampusnya menjadi tempat bisnis fotocopy, yang akhirnya menjadi trend yang muncul di seluruh kampus Universitas Indonesia. Pola semacam ini terlihat juga pada langkah-langkah bisnisnya di kemudian hari. Langkah bisnisnya masuk dalam media dengan mendirikan Trans TV, yang hadir ketika telah banyak stasiun televisi tetapi berhasil menempati posisi yang unik dan beda. Melalui programprogram inovatif dan kreatif, Trans TV berhasil melompat dalam jajaran atas dunia pertelevisian Indonesia. Pada akhirnya, perjalananya telah merambah berbagai bidang bisnis dalam payung Para Grup yang berpusat pada yaitu bidang financial services, bidang media-lifestyle-entertainment, dan bidang energy-mining-infrastructure. Sepak terjang dalam dunia bisnis telah menjadikannya sebagai The Rising Star.

Last Updated Friday, September 25 2009 @ 05:53 PM WIT|1.985 Hits

Random Image

Browse Album

Links

What's NewStories No new stories Files last 14 days No new files Media Gallery last 7 days No new media items

ArchivesTuesday 11-May

Survey Peminat MP... (0) Back to Top

2009 - 2010 Magister Perubahan & Pengembangan Organisasi Terms of Use Privacy Policy RSS Page created in 10.16 seconds by Maintained by : Yudi Sulistya glfusion

BiographyEverything About Biography

Home About Contact rss

Biografi Chairul TanjungDiposkan oleh Informasi di 5/02/2010 07:27:00 PM

Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta. Ia anak A.G. Tanjung, seorang wartawan di zaman orde lama yang pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil. Chairul dan keenam saudaranya hidup berkecukupan. Namun, pada zaman Orde Baru, sang ayah dipaksa menutup usaha persnya karena berseberangan secara politik dengan penguasa. Setamat SMA, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada tahun 1981. Chairul menghadapi masalah pada biaya kuliahnya. Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat tapi bangkrut. Setelah menutup tokonya, Chairul membuka usaha kontraktor. Kurang berhasil, Chairul bekerja di industri baja dan kemudian pindah ke industri rotan. Waktu itulah, ia bersama tiga rekannya ia membangun PT Pariarti Shindutama. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaannya langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Dari sini usahanya merambah ke industri genting, sandal dan properti. Sayang, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha dengan ketiga rekannya, Chairul memilih menjalankan usahanya sendiri. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang kini bernama Bank Mega yang kini telah naik peringkatnya dari bank urutan bawah ke bank kelas atas. Selain memiliki

perusahaan sekuritas, ia juga merambah ke bisnis asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Di sektor sekuritas, lelaki kelahiran Jakarta ini mempunyai perusahaan real estate dan pada tahun 1999 telah mendirikan Bandung Supermall. Di bisnis multimedia, Chairul mendirikan Trans TV, di samping menangani stasion radio dan media on line atau satelit. Ia juga bersiap untuk masuk ke media cetak. Di tengah persaingan yang ketat di sektor media televisi, Chairul merasa yakin Trans TV akan mampu bersaing. Ini karena ia melihat pada belanja iklan nasional yang sudah mencapai Rp 6 triliun setahun, 70% di antaranya akan diambil oleh televisi. Jumlah perusahaan Chairul, yaitu Para Group mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub holding seperti : Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti) dan jumlah karyawan yang dipekerjakan kurang lebih mencapai 5.000 orang. Dikutip dari detik.com bahwa Chairul Tanjung (CT) yang telah mengakusisi 40% saham PT Carrefour Indonesia direspon positif oleh sesama pengusaha di dalam negeri. Diharapkan Carrefour dibawah Chairul Tanjung bisa mengendepankan kepentingan nasional yaitu dapat menyumbangkan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. "Jadi harus betul-betul membela kepentingan kita, jangan justru sebaliknya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat dihubungi detikFinance, Minggu (18/4/2010). Sofjan mengakui langkah Para Group tersebut merupakan aksi yang positif bagi dunia usaha di Indonesia. Selain itu, kata dia, kehadiran pengusaha lokal disebuah perusahaan asing akan memberikan keyakinan bahwa kiprah Carrefour di Indonesia tidak semata-mata hanya untuk kepentingan pemodal asing. "Saya harapkan Chairul Tanjung bisa mebantu para pelaku UKM, dengan dia masuk tidak lagi menimbulkan konfrontasi, jadi kuncinya ada di Chairul Tanjung," katanya. Seperti diketahui, Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya yaitu Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans Corp. Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%. Setelah membeli 40% saham Carrefour, Chairul kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri) sebagai komisaris. Gurita bisnis Chairul Tanjung memang sudah meluas. Setelah menguasai bisnis stasiun televisi, bank hingga waralaba, Chairul Tanjung meluaskan bisnisnya ke ritel dengan membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%. Chairul Tanjung menempatkan dirinya pada urutan ke 937 dari 1.000 orang terkaya didunia versi majalah forbes dengan total kekayaan senilai US$ 1 Miliar. sedangkan daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2009 versi Forbes yang dirilis, Kamis (3/12/2009) lalu. Chairul Tanjung menempatkan dirinya pada posisi ke 13 , datanya bisa dilihat disitus detik.com disini Pendididkan SD SMP SMA Fakultas

Van Van Negeri I Kedokteran

Lith, Lith, Budi Utomo, Gigi Universitas

Jakarta Jakarta Jakarta Indonesia

(1975) (1978) (1981) (1987)

Kegiatan Lain Anggota Komite Penasihat Prakarsa Jakarta (Restrukturisasi Perusahaan) Delegasi Indonesia untuk Asia-Europe Business Forum Anggota Pacific Basin Economic Council Pengurus Yayasan Kesenian Jakarta Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia - Ketua Yayasan Indonesia Forum Related Posting : Inspiratif Story

Ibu Hj. Andi Rabiah/Suster Apung (Inspiratif Story) Nama Saya Selamet Bagio (Inspiratif Story) Biografi Jenderal Besar Soedirman Biografi Akio Morita (Pendiri Sony Corp.) Biografi Konosuke Matsushita (Pendiri Panasonic) Biografi Raden Ajeng Kartini Michael Dell (Pendiri Dell Computer) Biografi Ir. Ciputra Sejarah/Biografi Coca-Cola Biografi Dahlan Iskan Bibit Samat Rianto Pimpinan KPK Sergey Brin and Lawrence (Larry) Page (Founder Google) Matt Mullenweg (Pendiri Situs Wordpress) Muhammad Yunus (Inspiratif Story) HIRONOBU SAKAGUCHI (Final Fantasy) BILL GATES & PAUL ALLEN MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK) 7UP

OPRAH WINFREY STEVE JOBS (Apple) JOANNE KATHLEEN ROWLING (Pengarang Novel Harry Poter)

Entrepreneur

Biografi Akio Morita (Pendiri Sony Corp.) Biografi Konosuke Matsushita (Pendiri Panasonic) William Soeryadjaya (Pendiri PT Astra Internasional) Biografi Lee Byung-chull (Pendiri Samsung) Michael Dell (Pendiri Dell Computer) Biografi Yataro Iwasaki (Pendiri Mitsubishi) Biografi Torakusu Yamaha (Pendiri Yamaha) Biografi Ir. Ciputra Biografi Dahlan Iskan Bob Sadino

Label: Entrepreneur, Inspiratif Story 5 komentar: Anonim mengatakan...26 September 2010 22:46

salut deh buat CT sy harap apa yg anda lakukan bisa jd inspirasi bagi kaum muda indonesia,harapan sy bagsa indonesia terutama generasi muda tidak hanya berhayal atas ksukssan anda sajauniverse mengatakan...16 Juni 2011 14:46

darimana loe dapet biografi sebanyak ini...?maminx mengatakan...12 Juli 2011 11:30

keren pak chairul. salut.Anonim mengatakan...16 Juli 2011 18:51

SALAM HORMAT BUAT PAK CHAIRUL TANJUNG...SEMOGA TAMBAH SUKSES..

Anonim mengatakan...20 Oktober 2011 20:31

Dengan hormat, Bersama ini saya mengajukan lahan kosong untuk sawit, lokasi kalbar Indonesia, luas 45.000 Ha (inti 20.000 Ha sisanya untuk plasma) a/n PT. Natalisa, adapun sistem yang kami inginkan yaitu pengambil alihan saham oleh pihak Funder/Investor sebesar 90%. Lahan pernah bermasalah dengan pihak lain (izin mereka sudah dicabut dan sudah bangkrut), dalam hal ini kami menjamin 100% legalitas dari MA yang akan kami urus jika ada pihak yang bersedia menjadi Funder/Investor. Kami menjamin sepenuhnya bahwa akan mengurus s/d terbitnya Sertifikat HGU, barulah pihak funder/Investor melakukan pembayaran tahap pertama (pembayaran dibagi menjadi 3 tahap). Semua mekanisme telah kami susun dalam sebuah Surat perjanjian/MOU yang akan kami kirimkan beserta data penunjang lain (peta, koordinat, dan dukungan dari berbagai pihak, yaitu, Gubernur, DPR-RI, Komisi Ombudsman dan Ikatan Advokasi Masyarakat Adat Dayak, dan MOU). Dalam hal ini jika pihak Funder/Investor berminat, diminta untuk menandatangani MOU terlebih dahulu, setelah itu kami akan mengurus putusan MA, sebagai langkah awal untuk pengurusan legalitas lainnya (Sertifikat HGU). Besarnya nilai yang kami tawarkan telah kami paparkan di dalam point-point yang terdapat di Draft MOU. demikianlah Penawaran ini saya ajukan, atas perhatiannya saya a/n PT. Natalisa saya ucapkan, Terima kasih. Hormat saya Erwin Hp 0812 57 000 987Poskan Komentar Link ke posting ini

Buat sebuah LinkPosting Lebih Baru >>