of 26/26
cara (Mudah) Mempercepat Windows 7 18 May Berikut beberapa tips optimalisasi yang bersumber dari sini , semoga bermanfaat: 1. Hapus program atau software yang tidak pernah Anda gunakan Komputer atau laptop baru seringkali sudah dilengkapi dengan berbagai program yang belum tentu bisa dipakai, seperti program- program versi trial atau versi terbatas yang sengaja diinstal kedalam komputer untuk Anda coba dan jika Anda suka, Anda bisa membelinya. Jika Anda tidak menyukainya, hapus saja software semacam ini. Karena software itu akan memakan resource Anda, baik di harddisk maupun memory. Perhatikan juga aplikasi-aplikasi yang tidak pernah Anda pakai. Kita mungkin terbiasa membiarkan beberapa program yang pernah kita install di waktu yang lalu, tapi mungkin sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Cari aplikasi semacam ini dan uninstall saja.

Cara Mempercepat Windows 7

  • View
    29

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Cara Mempercepat Windows 7

cara (Mudah) MempercepatWindows718 May Berikut beberapa tips optimalisasi yang bersumber dari sini , semoga bermanfaat:1. Hapus program atau software yang tidak pernah Anda gunakanKomputer atau laptop baru seringkali sudah dilengkapi dengan berbagai program yang belum tentu bisa dipakai, seperti program-program versi trial atau versi terbatas yang sengaja diinstal kedalam komputer untuk Anda coba dan jika Anda suka, Anda bisa membelinya. Jika Anda tidak menyukainya, hapus saja software semacam ini. Karena software itu akan memakan resource Anda, baik di harddisk maupun memory.Perhatikan juga aplikasi-aplikasi yang tidak pernah Anda pakai. Kita mungkin terbiasa membiarkan beberapa program yang pernah kita install di waktu yang lalu, tapi mungkin sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Cari aplikasi semacam ini dan uninstall saja.Periksa juga aplikasi antivirus, backup, pembaca CD, dan lain-lain. Aplikasi semacam ini biasanya dipanggil saat startup, tinggal di memory dan membuat komputer Anda terasa lambat. Jika Anda tidak membutuhkannya sebaiknya dihapus saja.Masuk ke Control Panel -> Add or Remove Programs, uninstall program yang tidak Anda pakai.2. Batasi program yang dipanggil saat booting / startupBeberapa developer membuat program mereka dipanggil saat startup, supaya kita ingat untuk menggunakannya. Tapi seringkali program-program itu belum tentu berguna buat Anda. Lihat icon-icon di sebelah kanan bawah di samping jam, program aplikasi apa saja yang ada disana? Apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, cari settingnya supaya program tersebut tidak dipanggil saat startup.Program yang umum dipanggil saat startup, antara lain:- Messenger (YM, MSN, Skype)- Antivirus- Aplikasi touchpad (untuk laptop / notebook)- Aplikasi terjadwal otomatis (update, backup, defrag, dll)Cari setting di program-program itu supaya tidak dipanggil saat startup windows. Atau tekan ke: start -> ketik msconfig di kolom search, klik tab Startup, hilangkan centang di program yang Anda ingin singkirkan dari Startup.3. Defragment HarddiskJika kita sering meng-install atau menghapus program, atau memindahkan file / folder berukuran besar, maka harddisk akan meninggalkan sebagian kecil dari program dan ini bisa tersebar dimana-mana di dalam harddisk. Akibatnya ketika kita memanggil file atau program tertentu, harddisk bekerja extra untuk mencari file atau program yang diperlukan. Keadaan ini disebut dengan fragmented atau fragmentasi.Fragmentasi pada harddisk membuat komputer bekerja lebih keras, karena harddisk mencari data / file / program di lokasi yang terpencar-pencar. Solusinya, lakukan defragm secara berkala supaya harddisk Anda bekerja lebih efisien. Tekan Start -> ketik Disk Defragmenter di kolom search.4. Bersihkan harddiskFile-file yang tidak terpakai memenuhkan harddisk dan bisa membuat komputer / laptop Anda menjadi lambat. Buang file-file di recycle bin, temporary folder dan cache internet browser.5. Hindari menjalankan banyak program dalam waktu yang bersamaanJika Anda tidak benar-benar perlu, jalankan sesedikit mungkin aplikasi secara bersamaan. Aplikasi yang berjalan bersama-sama (multitasking) tentu akan memakan resource lebih banyak.6. Matikan efek-efek visualJika Windows 7 terasa lambat, Anda bisa mematikan beberapa efek visual. Anda mesti memilih tampilan yang bagus atau kecepatan. Jika komputer / notebook Anda dilengkapi dengan prosesor yang cepat dan memory yang besar, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini. Tapi jika Anda tidak puas dengan performa komputer Anda, berikut ini cara mematikan efek visual:- Buka Performance Information and Tools dengan cara, tekan Start Control Panel, di search box (kotak pencarian) masukan Performance Information and Tools, dan pilih Performance Information and Tools dari hasil pencarian- Pilih Adjust visual effects, klik tab Visual Effects, dan klik Adjust for best performance dan kemudian klik OK. Atau Anda bisa memilih Let Windows choose whats best for my computer, supaya tampilannya tidak terlalu turun drastis.7. Lakukan restartJika Anda jarang mematikan komputer / notebook Anda, lakukan Restart secara periodik. Beberapa orang lebih suka mematikan laptop melalui hibernate atau standby, supaya jika ingin menggunakannya lagi, laptop bisa dinyalakan lebih cepat. Tapi cara itu akan menumpuk data di memory, sehingga laptop makin lama, makin terasa lambat. Jika Anda termasuk golongan ini, lakukan Restart lebih sering.8. Cek virus dan spywareVirus dan spyware seringkali juga menyebabkan komputer terasa lambat, karena virus dan spyware biasanya dipanggil pada saat booting dan tinggal di memory. Bahkan beberapa virus sengaja memenuhi memory Anda dan memperlambat kerjanya.Gunakan antivirus dan antispyware untuk men-scan komputer Anda.9. Tambahkan memory & kecepatan prosesor AndaJika Anda merasa telah melakukan langkah-langkah 1 sampai 7 dan tetap merasa lambat. Anda perlu memeriksa spesifikasi laptop / komputer Anda. Apakah spesifikasinya sudah memenuhi spesikasi yang direkomendasikan oleh Microsoft? Jika ternyata spesifikasi Anda masih belum memenuhi, upgrade memory Anda atau upgrade komputer Anda dengan Prosesor yang lebih cepat.10. Matikan Service yang tidak diperlukanBanyak Service di Windows 7 yang tidak setiap hari kita perlukan. Services semacam ini sebaiknya di nonaktifkan. Me-nonaktifkan service yang tidak diperlukan dapat meningkatkan kecepatan booting system. Ada dua macam pilihan untuk menonaktifkan service, yang pertama adalah menonaktifkan total (disable), yang kedua adalah men-set-nya menjadi manual. Cara yang kedua ini lebih aman, karena Anda dapat mengaktifkannya sewaktu-waktu Anda perlu.Services dibawah ini dapat di non-aktifkan (set menjadi manual):- Application Experience- Computer Browser (Jika Anda tidak bekerja dalam jaringan)- Desktop Window Manager Session Manager (Jika Anda tidak menginginkan Efek Aero)- Diagnostic Policy Service- Distributed Link Tracking Client- IP Helper- Offline Files- Portable Device Enumerator Service- Print Spooler (Jika Anda tidak punya printer)- Protected Storage- Remote Registry (Non-aktifkan untuk meningkatkan keamanan)- Secondary Logon- Security Center- Server (Jika Anda tidak menjalankan jaringan komputer)- Tablet PC Input Service- TCP/IP NetBIOS Helper- Themes ( Jika Anda menggunakan Classic Theme)- Windows Error Reporting Service- Windows Media Center Service Launcher- Windows Search (Jika Anda jarang menggunakan fasilitan Search)- Windows Time (Jika Anda tidak ingin penunjuk waktu di komputer di update secara otomatis melalui internet)Ikuti petunjuk dibawah ini untuk menon-aktifkan Service (set Service ke manual):- Buka Control Panel -> klik Administrative Tools -> Services. Atau tekan Start, ketikkan service.msc di kolom search, tekan Enter.- Jika ada pemberitahuan dari UAC, tekan Continue, dan jika diperlukan masukan password administrator- Klik kanan pada Service yang ingin Anda ubah statusnya, klik Properties.- Sekarang Anda bisa mengeset Service yang Anda inginkan menjadi Manual.- Tekan OK, kemudian lakukan Reboot.11. Sesuaikan jumlah Core ProsesorWindows 7 hanya menggunakan satu macam Core untuk proses booting. Dengan mengubah jumlah Core yang digunakan, Anda dapat mengurangi waktu booting.- Tekan Start dan masukan msconfig di kolom Run- Klik tab Boot dan klik Advanced options- Cek jumlah Core prosesor Anda, dan masukan jumlahnya ( biasanya 2, 4 atau 8 )- Klik OK dan Apply, kemudian Reboot12. Mempercepat waktu Kill ProcessesShutdown Windows 7 lebih cepat dibandingkan Vista maupun XP, namun ini dapat ditingkatkan lagi dengan cara melakukan perubahan di Registry untuk mengurangi waktu tunggu yang diperlukan untuk melakukan Kill Processes- Klik Start, ketik regedit dan tekan Enter- Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control- Di jendela kanan, klik kanan di WaitToKillServiceTimeOut dan klik Modify- Defaultnya adalah 12000 (12 detik), tapi Anda dapat mengubahnya menjadi lebih cepat, masukan angka 2000-20000 (2-20 Detik)- Klik OK dan RebootNOTE: DIKUMPULKAN DARI BERBAGAI SUMBER SERTA PENGALAMAN PRIBADI

Waktu booting (boot-time) yang cepat tentu menjadi idaman setiap pengguna laptop/komputer. Memang, sudah menjadi hal yang alamiah bahwa seiring berjalannya waktu boot-time menjadi semakin lambat. Bila Anda pengguna Windows 7 dan merasa boot-time Windows Anda mulai lambat, jangan khawatir. Saya akan berbagi mengenai tips & trik supaya boot-time Windows Anda menjadi lebih cepat.Sebelumnya, kita perlu mencari cara untuk menghitung boot-time secara akurat. Tentu saja kita bisa menggunakan jam tangan untuk keperluan ini, namun ada cara yang lebih akurat lagi. Pertama adalah menggunakan aplikasi yang bernama Boot Racer. Aplikasi ini memang dibuat khusus untuk menghitung boot-time Windows. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi yang saya capture dari laptop HP saya sendiri berikut ini: Pertama download dulu installer-nya (dalam bentuk zip) di sini.

Setelah selesai, dobel klik file zip tersebut, kemudian dobel klik file installer didalamnya.

Klik Next ketika muncul window Installation Wizzard.

Pilih I accept the license agreement, lalu klik Next.

Bila muncul window User Account Control (UAC), klik saja Yes.

Setelah proses instalasi selesai, tampilan awal Boot Racer akan muncul. Klik saja di gambar stop watch tersebut.

Klik Yes untuk restart.

Pada saat memasuki Desktop, di sebelah kanan bawah akan muncul window kecil yang menunjukkan boot-time. Klik See why untuk melihat detailnya.

Time To Logon adalah waktu sejak laptop menyala (Start) sampai ke menu Logon (karena saya menggunakan password untuk masuk ke Windows 7, sehingga pada saat booting mampir dulu ke menu Logon). Time to Desktop merupakan total waktu dari mulai Start sampai Desktop siap digunakan. User Logon Waiting Time merujuk pada jumlah waktu selama berada di menu Logon (untuk mengisi password). Klik Show History untuk melihat ringkasannya.

Di sini terlihat bahwa ada dua parameter utama yang digunakan Boot Racer, yaitu Time to Logon dan Time from Logon to Desktop.

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa boot-time Windows 7 di laptop HP saya adalah 76 detik, dan mendapatkan rating Good. Waktu 6 detik untuk memasukkan password selama di menu Logon (User Logon Waiting Time), tidak dimasukkan dalam perhitungan untuk menentukan kecepatan boot-time secara keseluruhan (Time to Desktop).Cara kedua untuk menghitung boot-time adalah dengan memeriksa Boot Time Logs melalui Windows Tools. Berikut saya tunjukkan ilustrasinya dengan menggunakan laptop HP saya sebagai contoh: Masuk ke Control Panel, lalu klik System and Security.

Klik View event logs pada bagian Administrative Tools.

Pada panel sebelah kiri, pilih ke Event Viewer -> Applications and Services Logs -> Microsoft -> Windows -> Diagnostics-Performance -> Operational. Pada panel tengah bagian atas, pilih baris dengan Event ID 100 dan Date and Time paling akhir. Lalu perhatikan nilai Boot Duration pada panel tengah bagian bawah. Inilah waktu booting (dalam mili-detik) yang terjadi pada saat booting terakhir.

Dari contoh di atas terlihat bahwa berdasarkan Boot Time Logs, boot-time laptop HP saya adalah sekitar 121 detik atau sekitar dua menit. Hal ini juga menunjukkan bahwa hasil perhitungan antara cara pertama (dengan Boot Racer) dengan cara kedua ini sangat berbeda, padahal keduanya mengacu pada booting yang sama. Hal ini wajar saja karena metode pengukuran yang digunakan memang berbeda, sebagaimana ditunjukkan oleh diagram berikut ini.

Yang perlu dipahami selanjutnya adalah bahwa sejak laptop/komputer menyala sampai ke menu Logon (Time To Logon), proses-proses yang terjadi adalah proses yang banyak berkaitan dengan hardware, seperti misalnya: memory check, boot device check, loading driver (ini terjadi pada saat animasi logo Windows 7 ditampilkan), dll. Sehingga kunci untuk menghemat waktu di sini adalah adalah dengan mengubah setting-an BIOS untuk menghilangkan pengecekan dan delay-delay yang tidak perlu. Selain itu, menghilangkan animasi logo Windows 7 juga bisa sedikit mempercepat Time To Logon ini.Sebaliknya, sejak dari menu Logon sampai Desktop siap digunakan (Time From Logon To Desktop), proses-proses yang terjadi adalah proses yang banyak berkaitan dengan software yang ada di laptop/komputer. Banyak program-program yang kita gunakan, tanpa kita sadari, men-setting dirinya supaya dipanggil (di-load) pada saat awal masuk Windows (Startup). Semakin banyak program yang di-load saat Startup, semakin lama waktu yang dibutuhkan sebelum Desktop siap digunakan. Dengan demikian, kunci untuk menghemat waktu di sini adalah dengan mengurangi jumlah program yang di-load pada saat Startup.Nah, sampai disini Anda tentu sudah paham mengenai seluk-beluk per-booting-an Windows, dan proses apa saja yang terjadi baik sebelum maupun sesudah Logon. Jika Anda tidak men-set password Windows 7 Anda, maka tentu saja menu Logon ini tidak akan muncul. Namun demikian proses yang terjadi tetaplah sama.Kini tibalah saatnya saya memberikan tips & trik untuk mempercepat boot-time Windows 7. Langkah-langkah di bawah ini disertai dengan ilustrasi yang saya capture dari laptop HP milik saya sendiri pada saat menerapkannya. Di laptop/komputer Anda bisa jadi tampilannya agak sedikit berbeda, namun konsep dasarnya tetaplah sama. Berikut langkah-langkahnya: Tekan Windows+R untuk memunculkan Run, ketik msconfig, lalu tekan Enter untuk memunculkan window System Configuration.

Pilih tab Boot, dan centang/contreng di bagian No GUI boot. Ini bertujuan untuk menghilangkan munculnya animasi logo Windows pada saat booting yang akan memberikan penghematan waktu. Kalau sudah, klik Advanced Options.

Centang/contreng pada bagian Number of processors dan lalu pilih angka paling besar di bagian bawahnya. Jumlah angka disini bisa berbeda, tergantung jenis processor yang digunakan. Laptop saya masih menggunakan dual core karenanya angka maksimalnya cuma 2. Bila Anda menggunakan quad core, i3 core, i5 core, i7 core, tentu jumlah angkanya akan berbeda. Pastikan Anda memilih angka yang terbesar! Jika sudah klik OK untuk kembali ke window System Configuration.

Pilih tab Startup. Di sini terlihat program-program apa saja yang di-load Windows pada saat Startup. Pastikan hanya program yang penting saja yang dipanggil. Program yang jarang digunakan atau tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu dicentang/dicontreng agar boot-time bisa dihemat. Jika ragu, Anda bisa memeriksa bagian Manufacturer dan Command untuk bisa lebih memastikan. Klik Apply lalu OK jika sudah selesai memilih-milih.

Klik Restart untuk melanjutkan.

Pada saat restart, bersiap-siaplah untuk masuk ke BIOS dengan menekan tombol untuk masuk BIOS. Tiap merek laptop/komputer biasanya mempunyai tombol BIOS yang berbeda. Di laptop HP saya, untuk masuk BIOS saya harus menekan F10.

Setelah masuk BIOS, carilah option-option yang berkaitan dengan booting dan bisa menghemat boot-time. Tampilan tiap BIOS pasti berbeda. Di sini saya berikan contoh tampilan BIOS laptop HP saya pada bagian System Configurations -> Boot Options. Lihat bagaimana saya menaruh harddisk (Notebook Hard Drive) di urutan teratas pada Boot Order, sekaligus men-disabled option boot lainnya yang tidak penting. Segala sesuatu yang berkaitan dengan delay juga saya set menjadi nol.

Pada beberapa BIOS, biasanya terdapat option Quick Boot Mode. Set option ini menjadi Enabled bila terdapat di BIOS Anda. Berikut ini adalah contoh ilustrasi yang saya ambil dari internet (karena di BIOS laptop HP saya tidak ada option ini).

Setelah selesai pastikan untuk men-Save perubahan yang sudah dilakukan kemudian keluar dari BIOS. Selesai sudah langkah-langkah untuk mempercepat booting Windows, dan sekarang tinggal melihat hasilnya.

HASILIlustrasi di atas pada dasarnya menggambarkan penerapan tips & trik untuk mempercepat booting Windows 7 yang sudah saya uji cobakan sendiri di laptop HP saya. Begitu keluar dari BIOS dan masuk ke Windows lagi, berikut hasil yang saya dapatkan:Boot Racer

Dari gambar di atas terlihat bahwa boot-time saya sekarang menjadi 49 detik, yang artinya terjadi penghematan 27 detik dari sebelumnya. Rating boot speed saya pun menjadi Excellent. Sungguh luar biasa!Boot Time Logs

Terlihat bahwa boot-time saya kini menjadi sekitar 63 detik, dari yang sebelumnya 121 detik. Jadi ada penghematan yang signifikan pula apabila dilihat dari catatan Boot Time Logs Windows 7.Nah, Anda tentu penasaran untuk mencobanya sendiri bukan?! Silahkan dicoba tips & trik ini, dan akan lebih baik lagi jika setelah mencoba Anda memposting hasilnya di bagian komentar artikel ini. Selamat mencoba!

Read more: http://blog.fastncheap.com/mempercepat-booting-windows-7/#ixzz1kzW8V1sb