BAB I.docx

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I.docx

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahKeterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus diajarkan pada siswa. Menurut Tarigan (1984;21) pengertian menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang lambang atau grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambang-lambang tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran tersebut.Peran guru dalam pembelajaran bahasa khususnya dalam keterampilan menulis sangat penting. Dalam proses pembelajaran, pengajaran mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi pembelajar untuk mencapai tujuan, pengajar mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dalam rangka membantu proses perkembangan pembelajar ( Iskandarwassid dan Sundendar, 2008: 158). Lemahnya tingkat kemampuan siswa dalam menulis cerpen,kurangnya motivasi dalam pembelajaran menulis cerpen, kurangnya praktek menulis, kurangnya pemanfaatan media yang dapat menarik minat siswa dalam menulis cerpen mendorong guru bahasa Indonesia untuk mencari metode atau media yang tepat agar pembelajaran lebih efektif.Dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis, maka fungsi media pembelajaran sangat penting untuk dimanfaatkan. Pemakaian media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk membangkitkan minat dan mempertinggi daya cerna siswa terhadap informasi atau materi pembelajaran yang diberikan.Dick & Carey (dalam Lamudji, 2005) menyatakan bahwa salah satu keputusan yang paling penting dalam merancang pembelajaran ialah dengan menggunakan media yang sesuai dalam rangka penyampaian pesan-pesan pembelajaran.Ibrahim (1982:12) mengemukakan fungsi atau peranan media dalam proses belajar mengajar antara lain :1) Dapat menghindari terjadinya verbalisme2) Membangkitkan minat atau motivasi3) Menarik perhatian4) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran5) Mengaktifkan siswa dalam belajar dan6) Mengefektikan pemberian rangsangan untuk belajar.Pendidikan di zaman sekarang seharusnya mampu memanfaatkan media belajar yang sangat kompleks seperti video, televisi dan film.Dengan media yang sesuai, siswa dapat menangkap penjelasan dari guru dengan mudah.Begitu juga dengan pembelajaran menulis cerpen, yaitu dengan menggunakan film pendek sebagai medianya.Dengan penggunaan media film pendek di harapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen dan siswa dapat mudah menungkan ide ide atau imajinasinya ke dalam sebuah karya sastra yaitu cerpen dan dapat menghasilkan tulisan cerpen yang baik. Dengan melihat film, siswa akan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, karena film pendek tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga waktu pembelajaran dapat disesuaikan dengan alokasi waktu pembelajaran.Menggunakan film dalam pendidikan dan pengajaran di kelas sangat berguna atau bermanfaat terutama untuk :1. Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.2. Menambah daya ingat pada pelajaran.3. Menumbuhkan minat dan motivasi belajar Dalam kurikulum 2013 semua materi yang ada yaitu berbasis teks diantaranya teks cerpen. Komptensi dasar (KD) dalam teks cerpen yaitu memahami teks cerita pendek baik secara lisan maupun tulisan.Tujuan pembelajaran menulis cerpen dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah peserta didik diharapkan mampu menulis dan mengembangkan cerita pendek sesuai dengan tema yang ada.Bertolak dari latar belakang yang ada keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan media film pendek diasumsikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen siswa kelas VII SMP N 2 Tondano. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul penelitian Kemampuan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Media Film Pendek Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tondano.1.2 Fokus MasalahPenelitian ini di fokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan media film pendek bertema Persahabatan.1.3 Perumusan Masalah Apakah penggunaan media film pendek dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen?1.4 Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas penelitian ini memiliki tujuan, yaitu : Untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VII SMP N 2 Tondano dalam menulis cerpen dengan menggunakan media film pendek.1.5 Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis maupun praktis.1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangannya dalam keterampilan menulis cerpen, khususnya bagi guru Bahasa Indonesia. Menemukan teori atau pengetahuan baru mengenai penulisan cerpen melalui media film pendek.2. Manfaat Praktisa. Bagi Guru Dapat digunakan oleh guru sebagai pertimbangan dasar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. Dapat memberikan inovasi baru dalam pembelajaran khususnya sastrab. Bagi Siswa Memberikan kemudahan dalam mempelajari pembelajaran sastra. Diharapakan siswa dapat menuangkan ide-ide dan dapat menghasilkan cerpen yang baik.

BAB IILANDASAN TEORETIS2.1 Hakikat Menulis2.1.1 Pengertian MenulisMenulis Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno(2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.Menulis memiliki pengertian sebagai berikut : (1) proses mengabadikan bahasa dengan tanda tanda grafis; (2) reprensentasi dari kegiatan kegiatan ekspresi bahasa; (3) kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan dengan tulisan (Iskandarwassid dan Sunendar,2008:292).Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses melahirkan gagasan atau pemikiran dalam bentuk tulisan.2.1.2 Proses Kreatif MenulisSumardjo (2007:75-78) mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat lima tahap proses kreatif menulis. Pertama, adalah tahap persiapan. Dalam tahap ini seorang penulis telah menyadariapa yang akan dia tulis dan bagaimana ia akan menuliskannya. Apa yang akan ditulis adalah munculnya gagasan, isi tulisan. Sedang bagaimana ia akan menuangkan gagasan itu adalah soal bentuk tulisannya.Kedua, tahap inkubasi.Pada tahap ini gagasan yang telah muncul tadi disimpannya dan dipikirkannya matang matang, dan ditunggunya waktu yang tepat untuk menuliskannya.Ketiga, tahap inspirasi.Ini merupakan tahap Eureka yaitu saat tiba tiba seluruh gagasan menemukan bentuknya yang amat ideal.Gagasan dan bentuk ungkapannya telah jelas dan padu.Ada desakan yang kuat untuk segera menulis dan tak bias ditunggu tunggu lagi. Kalau saat inspirasi ini dibiarkan lewat, biasanya gagasan ini akan hilang. Gairah menuliskannya lama lama akan mati.Keempat, tahap penulisan.Kalau tahap inspirasi telah muncul maka segeralah lari ke mesin tulis atau computer atau ambil bolpoin dan segera menulis.Keluarkanlah segala hasil inkubasi selama ini.Tuangkan semua gagasan yang baik atau kurang baik, tuangkan semuanya tanpa sisa dalam bentuk tulisan yang direncanakannya.Kelima, tahap revisi.Setelah melahirkan gagasan di dunia nyata ini berupa tulisan, maka istirahatkanlah jiwa dan badan.Biarkan tulisan masuk laci. Kalau saat otot otot sudah tidak kaku lagi, maka bukalah laci dan baca kembali dulu hasil tulisan kasar itu. Periksalah dan nilailah berdasarkan pengetahuan dan apresiasi yang anda miliki.Buang bagian yang dinalar tidak perlu, tambahkan yang mungkin perlu ditambahkan.Potong, tambal dan jahit kembali berdasarkan rasio, nalar, pola bentuk yang telah diapresiasi dengan baik.Disinilah disiplin diri sebagai penulis diuji.Inilah bentuk tulisan terakhir yang dirasa telah mendekati bentuk ideal dari penulisan. Apabila dirasa sudah mantap, boleh diminta orang lain untuk membacanya. Kritik dari orang lain dapat dijadikan sebagai bahan penilaian.Proses kreatif menulis akan terwujud dengan baik apabila adanya: (1) Konsentrasi untuk menulis; (2) Menghimpun materi yang akan ditulis; (3) Menghimpun materi yang akan ditulis; (4) Pengembangan materi yang akan ditulis ( menulis dalam kepala); (5) Dukungan referensi dan sarana menulis Membuat draft materi yang akan ditulis; (6) Dukungan referensi dan sarana menulis Membuat draft materi yang akan ditulis; (7) Diskusi dengan teman untuk membicarakan tulisan akan ditulis bila diperlukan; (8) Menyusun jadwal untuk menulis disesuaikan dengan jam; (9) Siap sendirian (menyendiri pada waktu menulis); (10) Ciptakan ciptakan/kondisikan dalam mood yang ada saat akan menulis.

1.1.3 Manfaat MenulisMenurut Akhadiah dkk. (1988:1-2), menulis mempunyai manfaat sebagai berikut:1. Dengan menulis kita dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi diri kita.Kita mengetahui sampai di mana pengetahuan kita tentang suatu topik.Untuk mengembangkan topik itu kita terpaksa berpikir, menggali pengetahuan dan pengalaman yang kadabg tersimpan di alam bawah sadar.2. Melalui kegiatan menulis kita dapat mengembangkan berbagai gagasan. Kita terpaksa bernalar: menghubung hubungkan serta membandingkan fakta fakta yang mungkin tidak pernah kita lakukan jika kita tidak menulis.3. kegiatan menulis memaksa kita lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan topik yang kita tulis.Dengan demikian kegiatan menulis memperluas wawasan baik secara teoretis maupun mengenai fakta fakta yang berhubungan.4. Menulis bearti mengorganisasikan gagasan sistematik serta mengungkapkannya secara tersurat. Dengan demikian, kita dapat menjelaskan permasalahan yang semula masih samar bagi diri kita sendiri.5. melalui tulisan kita dapat meninjau serta menilai gagasan kita sendiri secara lebih objektif.6. Kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan kita berpikir serta berbahasa secara tertib.1.1.4 Ciri Ciri Tulisan yang BaikTulisan yang baik adalah tulisan yang selalu mengikuti kaidah gramatikal. Yang dimaksud dengan tulisan yang mematuhi kaidah gramatikal adalah tulisan yang menggunakan bahasa yang baku, yaitu bahasa yang dipakai oleh kebanyakan anggota masyarakat yang berpendidikan dan mengharapkan orang lain juga menggunakannya dalam komunikasi formal ata

Search related