Click here to load reader

BAB I.docx

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I.docx

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Tujuan PercobaanMempelajari pengaruh waktu proses terhadap konversi reaksi esterifikasi asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak goreng kemasan.

1.2 Dasar Teori1.2.1 BiodieselBiodiesel adalah bahan bakar yang terdiri atas mono-alkil ester dari fatty acid rantai panjang, yang diperoleh dari minyak tumbuhan atau lemak binatang (Soerawidjaja, 2005).Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang diformulasikan khusus untuk mesin diesel dengan berbagai kelebihan antara lain tidak perlu modifikasi mesin, mudah digunakan, ramah lingkungan, tercampurkan dengan minyak diesel (solar), memiliki cetane number tinggi, memiliki daya pelumas yang tinggi, biodegradable, non toksik, serta bebas dari sulfur dan bahan aromatik (Soerawidjaja, 2005).

1.2.1.1 Kualifikasi BiodieselStandar mutu Biodiesel telah dikeluarkan dalam bentuk SNI No. 04-7182- 2006, melalui keputusan Kepala Badan stndardisasi Nasional (BSN) Nomor 73/KEP/BSN/2/2006 tanggal 15 Maret 2006. Standar mutu biodiesel tersebut adalah sebagai berikut:Tabel 1.1.Syarat Mutu Biodiesel SNI 04-7182-2006NoParameterSatuanNilaiMetoda Uji

1.Massa jenis pada 40oCKg/m3850-890ASTM D 1298

2.Viskositas kinematik pada 40oCMm2/s (cSt)2,36,0ASTM D 445

3.Angka setanaMin. 51ASTM D 613

4.Titik nyala (mangkok tertutup)oCMin. 100ASTM D 93

5.Titik kabutoCMaks. 18ASTM D 2500

6.Korosi lempeng tembaga (3 jam pada suhu 50oC)Maks no. 3ASTM D 130

7.Residu karbon1. dalam contoh asli1. dalam 10% ampas distilasi%-massa6Maks. 0,05(Maks. 0,3)ASTM D 4530

8.Air dan sedimen%-volMaks 0,05ASTM D 2709atau ASTM D 1796

9.Temperatur distilasi 90%oCMaks. 360ASTM D 1160

10.Abu tersulfatkan%-massaMaks. 0,02ASTM D 874

11.BelerangPpm-m (mg/Kg)Maks. 100ASTM D 5453atau ASTM D 1266

12.FosforPpm-m (mg/Kg)Maks. 10AOCS Ca 12-55

13.Angka asamMg-KOH/KgMaks. 0,8AOCS Cd 3d-63 atau ASTMD 664

14.Gliserol bebas%-massaMaks. 0,02AOCS Ca 14-56 atau ASTMD 6584

15.Gliserol total%-massaMaks. 0,24AOCS Ca 14-56 atau ASTMD 6584

16.Kadar ester alkil%-massaMin. 96,5Dihitung *

17.Angka Iodium%-massaMaks. 115AOCS Cd 1-25

18.Uji halphenNegatifAOCS Cb 1-25

*kadar ester (%-massa) =

Keterangan:AS= Angka penyabunan yang ditentukan dengan metoda AOCS Cd 3-25, mg KOH/g biodieselAa= Angka asam yang ditentukan dengan metode AOCS Cd 3d-63 atau ASTM D 664, mg KOH/g biodieselGttl= Kadar gliserol total dalam biodiesel yang ditentukan dengan metoda AOCS Ca 14-56, %-massa1.2.1.1Kelebihan dan Kekurangan BiodieselBiodiesel ini mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan bakar jenis lainnya. Biodiesel tidak beracun dan tidak menyebabkan efek rumah kaca sehingga biodiesel ini ramah lingkungan dan juga bisa mengurangi resiko terkena kanker. Biodiesel dapat terurai (biodegradable) dan dapat diperbarui (renewable). Biodiesel juga dapat memperpanjang umur mesin kendaraan.Mengenai perbandingan tingkat emisi CO2 dari biodiesel dan diesel standar, biodiesel muncul sebagai pemenang dengan menghasilkan sampai 75% lebih sedikit emisi CO2 dibandingkan dengan diesel standar. Artinya dengan menggunakan lebih banyak biodiesel daripada diesel standar, kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim.Menggunakan biodiesel sebagai pengganti diesel standar tidak hanya akan membantu lingkungan, tetapi juga akan membantu meningkatkan kemandirian energi dan keamanan energi negara. Kelemahan dari penggunaan biodiesel lebih karena biodiesel sebagian besar masih diproduksi dari tanaman pangan yang dalam skenario terburuk menyebabkan peningkatan harga pangan dan bahkan meningkatkan kelaparan di dunia. Inilah alasan utama mengapa para ilmuwan melihat berbagai bahan baku biodiesel potensial lainnya, contohnya adalah rumput dan alga.

1.2.2Bahan Baku Pembuatan Biodiesel1.2.2.1Minyak GorengMinyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak goreng dari tumbuhan biasanya dihasilkan dari tanaman seperti kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung kedelai dan kanola. Minyak goreng berfungsi sebagai penghantar panas, penambah rasa gurih dan penambah nilai kalori bahan pangan. Minyak goreng umumnya berasal dari minyak kelapa sawit. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggireng karena struktur minyaknya yang memiliki ikatan rangkap sehingga minyaknya termasuk lemak tak jenuh yang sifatnya stabil.Minyak goreng umumnya berasal dariminyak kelapa sawit. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggoreng karena struktur minyaknya yang memilikiikatan rangkap sehingga minyaknya termasuklemaktak jenuh yang sifatnya stabil. Selain itu pada minyak kelapa terdapatasam lemakesensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Asam lemak tersebut adalah asam palmitat, stearat, oleat, dan linoleat. Beberapa minyak yang dipakai untuk menggoreng selain minyak kelapa sawit adalah minyakpalm kernel,palm olein,palm stearin, dan tallow. Selain itu terdapat juga minyak lain seperti minyak biji anggur,bunga matahari,kedelai, danzaitun.Minyak-minyak ini kurang cocok apabila digunakan untuk menggoreng namun minyak-minyak ini memiliki kandunganasam lemakyang tinggi dan biasa digunakan sebagai bahan tambahan padasaladdan makanan lainnya.

1.2.2.2Metanol Metanol adalah salah satu senyawa hidrokarbon darigolongan alkohol (CnH2n+2O) dengangugus alkil hidroksil(-OH). Alkohol memilikikeisomeran fungsi denganeter. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada keadaan atmosfer ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Metanol merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Metanol digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan aditif bagi etanol industri. Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air (Nurul et al, 2010). Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut:

Gambar 1.1 Reaksi Kimia Metanol yang Terbakar di Udara (Nurul et al,. 2010)Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat. Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri. Penambahan racun ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida, kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik. Berikut sifat-sifat fisik dan kimia metanol pada Tabel 1.2 :Tabel 1.2 Sifat-sifat Fisika dan Kimia MetanolMassa molar32,04 g/mol

WujudCairan tidak berwarna

Spesific gravity0,7918

Titik leleh-97 oC, -142,9 oF (176 K)

Titik didih64,7 oC, 148,4 oF (337,8 K)

Kelarutan dalam airSangat larut

Keasaman (pKa)~ 15,5

(Sumber : Pery, 1984)1.2.3Bahan Pendukung untuk Pembuatan Biodiesel1.2.3.1Asam Sulfat (H2SO4)Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan yang bersifat korosif, tidak berwarna, tidak berbau, sangat reaktif dan mampu melarutkan berbagai logam. Bahan kimia ini dapat larut dengan air dengan segala perbandingan,mempunyai titik leleh 10,49oC dan titik didih pada 340oC tergantung kepekatan serta pada temperatur 300oC atau lebih terdekomposisi menghasilkan sulfur trioksida (Nurul et al, 2010). Berikut sifat-sifat fisik dan kimia asam sulfat ditunjukkan pada Tabel 1.3 berikut :Tabel 1.3 Sifat-sifat Fisika dan Kimia Asam SulfatBerat molekul98,08 g/gmol

Titik leleh10,49 oC

Titik didih340 oC

Spesific gravity1,834

WarnaTidak berwarna

WujudCair

(Sumber : Pery, 1984)1.2.3.2NaOHNatrium hidroksida (NaOH) juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida terbentuk dari oksida basa natrium oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Natrium hidroksida digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Natrium hidroksida bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Natrium hidroksida sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Natrium hidroksida juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Natrium hidroksida tidak larut dalam dietil eter dan pelarut nonpolar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. (Nurul et al,. 2010). Berikut sifat-sifat fisik dan kimia Natrium hidroksida (NaOH) ditunjukkan pada Tabel 1.4 berikut :Tabe

Search related