BAB I.docx

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I.docx

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangAsuhan antenatal (Antenatal Care) meliputi pengawasan terhadap kehamilan untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan umum ibu, menegakan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi atau resiko rendah). Asuhan antenatal juga untuk menyiapkan persalinan menuju kelahiran bayi yang baik (well born baby) dan kesehatan ibu yang baik (well health mother) mempersiapkan pemeliharaan bayi dan laktasi, memfasilitasi pulihnya kesehatan ibu yang optimal pada saat akhir kala nifas. (saifuddin, adbul Bari : 2006 :89)Kehamilan adalah suatu proses fisiologis yang terjadi pada wanita. Untuk itu perlu dilakukan suatu pemeriksaan untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan. Kehamilan dikatakan fisiologis apabila selama kehamilan tidak menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan pada ibu dan janin yang dikandungnya. Perkembangan dunia internasional sangat ditujukan dalam pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM serta angka kesakitan dan angka kematian pada wanita hamil dan bersalin harus dimulai sejak dini. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi potensi dari penerus keturunan dikemudian hari. Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan harapan kita untuk dapat melakukan perhatian tentang pendidikan kesehatan terhadap klien yang merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian hasil. . (saifuddin, adbul Bari : 2006 :89)Kehamilan trimester ketiga merupakan periode pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-42 minggu. Janin ibu sedang berada di dalam tahap penyempurnaan Dan akan semakin bertambah semakin besar dan besar sampai memenuhi seluruh rongga rahim. Oleh karena itu penting bagi kita sebagai seorang bidan harus melakukan asuhan yang tepat karena pada trimester ini banyak masalah bahkan komplikasi yang dapat dialami ibu. Pelayanan / Asuhan Antenatal merupakan cara penting untuk memonitor serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar nantinya dapat dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. (Sarwono Prawirohardjo)

B. Tujuan1. Tujuan UmumPenulisan dan penyusunan asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa mampu menuliskan asuhan kebidanan pada klien dengan kehamilan fisiologis terutama pada kehamilan trimester III.2. Tujuan Khususa) Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajian data pada klien dengan kehamilan fisiologis trimester IIIb) Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah pada klien dengan kehamilan fisiologis trimester IIIc) Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi masalah potensial pada klien dengan kehamilan fisiologis trimester IIId) Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan tindakan segera pada klien dengan kehamilan fisiologis trimester IIIe) Mahasiswa diharapkan mampu membuat rencana asuhan pada klien dengan kehamilan fisisologis trimester IIIf) Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan rencana Asuhan atau tindakan pada klien dengan kehamilan fisiologis trimester IIIg) Mahasiswa diharapkan mampu membuat evaluasi asuhan yang telah dilakukanh) Mahasiswa diharapkan mampu mendokumentasikan asuhan kebidanan dengan menggunakan SOAP.

C. Manfaat1. Bagi Institusi pendidikanDapat memberikan pengetahuan yang didapat ditempat praktik secara nyata, yang mungkin berbeda dari pengetahuan dan proses belajar pada pendidikan yang dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa di masa mendatang dan sebagai referensi tentang pelaksanaan asuhan kebidanan pada kehamilan trimester III.2. Bagi Rumah Sakit Dapat mempertahankan pelayanan yang telah diterapkan pada masyarakat dimana pelayanan tersebut dapat memberikan kenyamanan dan keamanan pada masyarakat sehingga dapat terciptanya tujuan yang sama yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.3. Bagi MasyarakatDapat menjalankan instruksi yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan yaitu kesehatan masyarakat.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Kehamilan 1. Kehamilan adalah suatu proses matarantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi, migrasi, spermatozoa dan ovum, konsepsi, pertumbuhan zigot, nidasi, pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm. (manuaba : 2008: 75)2. Masa kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (saifuddin, adbul Bari : 2006 :89)3. Kehamilan adalah masa yang dimulai dari pertemuan antara sel telur dan sel sperma dan kemudian berkembang menjadi zigot dan terus menjadi janin (kusmiyati yuni : 2009)

B. Periode Kehamilan1. Trimester I (0-12 minggu)Merupakan periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia hamil. Penerimaan kehamilan ini merupakan tugas psikologis yang paling penting dalam trimester I. Sebagian besar wanita bersikap ambivalent tentang kehamilannya apalagi bagi yang belum siap untuk hamil. Ketidaknyamanan yang terjadi pada trimester I akan membuat seseorang menolak kehamilannya.2. Trimester II (12-28 minggu)Disebut juga periode kesehatan karena pada trimester ini wanita merasa sehat dan terbebas dari ketidaknyamanan dari kehamilan normal, selain itu juga disebut fase batiniah yaitu dorongan psikologis wanita untuk menunjukkan identitas keibuannya untuk janin yang dikandungnya.3. Trimester III (28-40 minggu)Berkaitan dengan resiko yang akan dihadapi dalam kehamilan maupun persalinan dan upaya mempersiapkan serta waspada terhadap segala sesuatu yang terjadiC. Definisi Kehamilan Trimester III1. Trimester tiga adalah triwulan terakhir dari masa kehamilan yakni usia 7 bulan sampai 9 bulan atau 28 minggu40 minggu (syaifuddin, Abdul Bari : 2008 : 89)2. Trimester tiga adalah trimester trimester terakhir kehamilan, pada periode ini pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-40 minggu. Janin ibu sedang berada di dalam tahap penyempurnaan. (manuaba : 2008)3. Trimester ketiga sering disebut sebagai periode penentuan. Pada periode ini wanita menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, dia menjadi tidak sabar untuk melihat bayinya (kusmiyati yuni : 2009)D. Adaptasi Anatomi dan Fisiologi pada Trimester III1. Sistem ReproduksiIsmus menjadi lebih nyata menjadi bagian korpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah Rahim.Pada 28 minggu fundus uteri terletak kira-kira tiga jari di atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosesus kifoideus (25 cm). 32 minggu fundus uteri terletak kira-kira antara jarak pusat an prosesus kifoideus (27 cm). 36 minggu fundus uteri kira-kira 1 jari di bawah prosesus kifaideus (30 cm). 40 minggu fundus uteri terletak kira-kira 3 jari di bawah prosesus kifoideus (33 minggu).Setelah minggu ke 28, terjadi kontraksi brakton Hiks semakin jelas.2. Sistem traktus uraniusPada akhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandungan kencing akan mulai tertekan kembali. Selain itu juga terjadi hemodilusi menyebabkan metabolisme air menjadi lancar.Pada kehamilan tahap lanjut, pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi dari pada pelvis kiri akibat penggeseran uterus yang berat ke kanan akibat terdapat kolon rektosigmoid di sebelah kiri.Perubahan-perubahan ini membuat pelvis dan ureter mampu menampung urine dalam volume yang lebih besar dan juga memperlambat laju aliran urine.3. Sistem respirasiPada 32 minggu ke atas karena usus-usus tertekan uterus yang membesar ke arah diafragma kurang leluasa bergerak mengakibatkan kebanyakan wanita hamil mengalami derajat kesulitan bernafas.4. Kenaikan berat badanTerjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan BB hari mulai awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11,12 kg.5. Sirkulasi darahHemodilusi penambahan volume darah sekitar 25% dengan puncak pada usia kehamilan 32 minggu, sedangkan pada hematokrit mencapai level terendah pada minggu 30 sampai 32 minggu karena setelah 34 minggu masa RBC terus meningkat tetapi volume plasma tidak. Peningkatan RBC terus menyebabkan penyaluran oksigen pada wanita pada hamil lanjut mengeluh sesak nafas dan pendek nafas.Hal ini ditemukan pada kehamilan meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayi.Aliran darah meningkat dengan cepat seiring pembesaran uterus.Walaupun aliran darah uterus meningkat 20 kali lipat, ukuran konseptus meningkat lebih cepat.Akibatnya oksigen di ambil dari darah uterus selama masa kehamilan lanjut.6. Sistem muskuloskletalSendi pelvik pada kehamilan sedikit dapat bergerak. Perubahan tubuh secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur dan caraberjalan wanita berubah secara mencolok. Peningkatan distensi abdomen yang membuat panggul miring ke depan, penurunan tonus otot perut dan peningkatan berat badan pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang kurvatura spinalis. Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan. Payudara yang besar dan posisi bahu yang bungkuk saat berdiri akan semakin membuat kurva punggung dan lumbal menonjol. Pererakan menjadi lebih sulit.Struktur ligament dan tulang otot belakang bagian tengah dan bawah mendapat tekanan berat. Wanita muda yang cukup berotot dapat mentoleransi perubahan ini tanpa keluhan. Akan tetapi wanita yang tua dapat mengalami gangguan pungung atau nyeri punggung yang cukup berat selama dan segera setelah kehamilan.

E. Perubahan Psikologis dalam kehamilan TM IIITrimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi.Pada bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi ketika bayi semakin besar dan ketidaknyamanan bertambah.Sekitar 2 minggu sebelum melahirkan sebagian besar wanita mulai mengalami perasaan senang.1. Keluhan-keluhan umum pada wanita hamila. Keluhan tentang perasaan dan emosi1) Kehamilan kadang membuat seorang wanita sangat emosional, mereka dapat tertawa atau menangis tanpa alasan tertentu, bahkan beberapa wanita akan menangis meskipun mereka gembira, atau dapat pula timbul perasaan depresi, marah dan kesal.2) Beberapa wanita cemas dan takut sewaktu mereka hamil, khususnya mengenai kesehatan bayi atau mengenai proses persalinan juga masalah lain dalam kehidupan.3) Banyak wanita hamil yang mengalami mimpi yang aneh, mimpi ini dapat sangatlah indah, berarti, menakutkan atau hanya aneh saja.4) Beberapa wanita tidak mau melakukan kegiatan sex terlalu banyak pada saat meraka hamil, tetapi dalam pihak beberapa wanita lebih menginginkannya dari pada biasanya.b. Keluhan mengenai perubahan tubuh itibiffi1) Cloasma gravidarumMerupakan daerah berwarna kehitaman yang muncul pada muka, payudara, dan perut.Tidak berbahaya dan menghilang setelah persalinan.2) Bercak keunguan di kulitBercak timbul dari sekelompok kecil vena di bawah kulit, terjadi bila ada pembengkakan pembuluh darah biasanya menghilang setelah persalinan.3) Payudara yang membesar dan keluar cairanPayudara seorang wanita akan membesar selama masa kehamilan sebagai persiapan untuk membuat air susu untuk bayinya dan mungkin dapat timbul rasa nyeri.4) PelupaBeberapa wanita pelupa saat mereka hamil.c. Keluhan mengenai makan dan minum1) Mual dan tidak suka pada beberapa makananBanyak yang mengeluh mual pada bulan pertama kehamilan. Hal ini biasa disebut morning sickness/mual setiap pagi2) Keinginan untuk makan makanan tertentu (ngidam)3) Rasa terbakar (panas) dan nyeri diperut serta daerah sekitar payudara disebut indisgestion atau heart burn. Hal ini timbul karena bayi yang tumbuh memenuhi perut ibu dan mendorongnya keatas lebih tinggi dari biasanya.4) Rasa kantukHal ini merupakan hal yang biasanya ditemukan pada 3 bulan pertama, penting baginya untuk istirahat yang cukup.5) Sulit tidurd. Keluhan mengenai nyeri pada tubuh1) Tendangan bayi yang menyakitkan atau berhentinya bayi menendangBiasanya ibu merasakan tendangan secara teratur pada bulan ke-6 atau bulan ke-7.Jika bayi berhenti menendang untuk beberapa jam, hal ini biasa.Tetapi bila ibu tidak merasakan tendangan lebih dari satu hari, mungkin ada masalah.2) Nyeri tibatiba pada tepi perut bagian bawahRahim ditunjang oleh ligamentum yang sangat kuat. Gerakan yang tiba-tiba dapat menyebabkan nyeri pada ligamentum ini3) Kram di awal kehamilanKram ringan dapat terjadi di awal masa kehamilan, hal ini normal, tetapi bila sering hai ini perlu di waspadai.4) Nyeri di daerah persendianTubuh dari wanita hamil lunak dan agak regang, sehingga bayi dapat bertambah besar dan juga untuk memudahkan proses persalinan, kadang sendinya juga menjadi longgar dan terasa tidak nyaman, khususnya daerah panggul.5) Nyeri di daerah punggungBanyak wanita nyeri di daerah punggung, berat bayi, rahim dan kandungan air, memberikan beban bagi tulang dan otot ibu, juga bekerja keras.6) Kram pada kakiPada umumnya wanita hamil sering mengalami kram pada kaki atau tungkai khususnya pada malam hari atau sewaktu mereka meregangkan kakinya.7) Kaki bengkakPembengkakan kaki sering ditemui, khususnya pada siang hari atau udara panas hal ini normal, tetapi bila pembengkakan terjadi pada saat ibu bangun tidur pagi atau jika pembengkaan bertambah parah atau bila ada pitting odema, demikian juga pembengkaan di daerah tangan dan muka berarti ada masalah.8) Kesulitan untuk bangun dan berdiriPosisi yang paling baik adalah tidak berbaring dengan posisi lurus pada pungung.Berat rahim menekan jumlah darah yang membawa makanan dan udara di bayi.9) Kesulitan BABBeberapa ibu hamil mengalami kesulitan untuk BAB, hal ini disebut konstipasi. Hal yang dapat dilakukan ibu :a) Makan sayuran dan buah lebih banyakb) Makan makanan yang lebih berseratc) Minum air lebih banyakd) Berolah raga teratur10) Pembengakakan pembuluh darahBewarna kebiruan dapat muncul di daerah kaki atau di daerah genetalia yang disebut varicese veins juga dapat menimbulkan keluhan nyeri.11) WasirHemoroid merupakan pembesaran pernbuluh vena di sekitar anus.Penyakit ini dapat memberikan keluhan berupa rasa panas, sakit atau gatal.Kadang dapat timbul perdarahan sewaktu ibu hamil BAB, apalagi ada keluhan konstipasi.12) Sering BAKKeluhan ini hal yang normal, khususnya pada bulan pertama dan terakhir pada kehamilan.Diakibatkan oleh kandungan yang bertambah besar dan menekan kandung kemih, sehingga hanya tersisa sedikit tempat untuk urine.13) KeputihanCairan vagina merupakan salah satu cara membilas dari dalam. Wanita hamil kadang mengeluh bahwa cairan yang keluar banyak sekali khususnya pada akhir masa kehamilan.Bila bewarna kekuningan dan jernih hal yang normal.Bila disertai gatal, rasa kebakar atau bau busuk kemungkinan terkena infeksi.

14) Sakit kepalaMerupakan keluhan yang biasa didapat pada kehamilan tetapi biasanya tidak membahayakan.Jika wanita hamil datang dengan keluhan sakit kepala, dengan pembengkakan, tekanan darah naik merupakan tandatanda yang menghawatirkan.15) Sesak napasKeluhan ini muncul pada akhir masa kehamilan.Hal ini disebabkan oleh bayi yang terus tumbuh mendesak paruparu ibu, yakinkan bahwa keluhan ini normal.16) Keringat banyakHal ini biasa dijumpai dan selama tidak ada halhal lain yang menghawatirkan, wanita hamil tidak perlu cemas.

F. Pemeriksaan yang dilakukan pada Ibu hamil Trimester III1. Pemeriksaan Tanda-tanda VitalTanda-tanda vital sebagai indikator status kesehatan (sistem sirkulasi, respirasi, persarafan dan endokrin).Perubahan tanda vital meliputi perubahan fungsi fisiologis, intervensi kebidanan dan intervensi medis.a. Tekanan darah Tekanan darah (blood pressure) adalah kekuatan yang dikeluarkan oleh darah pada dinding pembuluh darah. Tekanan darah berbeda pada tiap pembuluh darah arteri, tertinggi pada arteri besar yang berdekatan dengan jantung dan menurun secara bertahap pada arteri yang lebih kecil.Macam macam istilah pada pemeriksaan tekanan darah :1) Tekanan sistol yaitu tekanan darah tertinggi pada arteri sebagai akibat kontraksi ventrikel / serambi kiri jantung yang memompakan darah kedalam aorta. Tekanan sistol normal adalah 120 mmHg (hydragenium)2) Tekanan diastole yaitu tekanan darah dalam pembuluh darah arteri pada saat jantung beristirahat dalam 2 kontraksi tekanan nadi. Klasifikasi tekanan darahSistoleDiastoleNormal: 100( Sumber : Mansjoer, Arif.2001 )b. Suhu tubuhSuhu adalah keseimbangan antara panas yang diperoleh dengan panas yang hilang.Perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh panas tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar.Pusat pengaturan suhu adalah hipotalamus. Bila suhu tubuh lebih tinggi dari yang ditetapkan hipotalamus maka akan terjadi pangeluaran panas, vasodilatasi, keringat dan hiperventilasi. Bila suhu lebih rendah dari yang ditetapkan hipotalamus maka akan terjadi pembentukan panas, metabolisme, dan otot kontraksi. Kelainan suhu karena penyimpangan pembentukan panas, penyimpangan pengeluaran dan perubahan pusat pengaturan suhu.Batas normal suhu adalah 36 sampai 380 C:1) Oral: 370 C.2) Rectal: 37,50 C3) Aksila: 36,50 C.c. Denyut nadi Nadi adalah pelebaran dan recoil arteri elastik berirama pada saat ventrikel kiri memompakan darah kedalam sirkulasi.Nadi teraba diseluruh bagian tubuh dimana arteri dapat dipalpasi diatas bagian yang keras, biasanya tulang.Frekuensi nadi1) Bayi : 120 160 x / menit2) Pra sekolah: 80 110 x / menit3) Usia sekolah: 70 100 x / menit4) Remaja : 60 90 x / menit5) Dewasa : 60 100 x / menit(Sumber : Herdin, Sibuea dkk.2007).

Interpretasi Nadi :1) Bradicardia adalah kecepatan denyut nadi lambat < 60x / menit.2) Takikardia adalah kecepatan denyut nadi cepat > 100x / menit.d. PernapasanPernapasan adalah cara tubuh memperoleh O2 dan mengeluarkan CO2.Pengkajian meliputi frekuensi, kedalaman, keteraturan, tanda tanda yang menyertai, misal : warna, bunyi dan napas. Frekuensi normal pernapasan :a. Bayi baru lahir: 35 40x / menitb. Bayi (6bulan): 30 50x / menitc. Anak : 20 30x / menitd. Remaja: 16 19x / menite. Dewasa : 12 20x / menit(Sumber : Herdin, Sibuea dkk.2007).

2. Pemeriksaan Fisika. PengertianPemeriksaan fisik adalah tindakan dimana kita menganalisa dan mensintesa informasi yang terkumpul dalam rangka mengambil keputusan tentang status kesehatan klien sebagai bagian dari proses keperawatan.(Sumber : Herdin, Sibuea dkk.2007). b. Tujuan pemeriksaan fisik :1) Mengumpulkan data dasar mengenai kemampuan fungsional klien.2) Menambah konfirmasi data mengenai riwayat kesehatan.3) Mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa kebidanan.4) Membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien.c. Teknik pemeriksaan fisik :1) InspeksiInspeksi adalah observasi visual dan sistemik untuk menentukan status kesehatan klien yang didapat dari pengamatan penampilan klien. 2) PalpasiPalpasi adalah pemeriksaan dengan meraba mempergunakan telapak tangan dan memanfaatkan alat peraba yang terdapat pada telapak dan jari tangan .3) PerkusiPerkusi adalah cara pemeriksaan dengan melakukan pengetukan pada bagian tubuh dengan ujung-ujung jari. Dengan perkusi dapat dibedakan apakah dibawah jaringan berupa udara, cairan atau zat padat.4) AuskultasiAuskultasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop. Auskultasi bertujuan untuk mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, bunyi usus serta untuk mengukur tekanan darah dan denyut nadi.d. Prosedur Kerja Pemeriksaan Fisik1. Jelaskan alasan akan dilakukan beberapa pemeriksaan dan diskusikan area mana saja yang akan diperiksa.2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir , keringkan dengan handuk bersih.3. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya.4. Pastikan bahwa privasi ibu terjaga ( tanyakan juga , apakah ada orang yang inginkan mendampingi ibu pada saat pemeriksaan fisik )5. Periksa keadaan umum dan tanda-tanda vitala) Perhatikan :1) Tingkat energi ibu , dan keadaan umum emosi ibu2) Postur dan sikap tubuhnya3) Ukur dan catat tinggi dan berat badan ibu4) Ukur tanda-tanda vitalb) Jelaskan selurah prosedur sambil melakukan pemeriksannc) Ajukan pertanyaan lebih lanjut untuk klarifikasi sambil melakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhand) Meminta pasien untuk melepaskan pakaian dan menawarkan kain linen untuk penutup tubuhnya / meminta pasien untuk melonggarkan pakaian dan menggunakannya sebagai penutup tubuh.6. Periksa Kepala dan Lehera) Periksa rambut ibu untuk melihat kebersihan , ketombe , alopesia dan infeksi kulitb) Periksa wajah untuk melihat apakah terjadi edema dan cloasmac) Periksa mata untuk melihat apakah :1) Pucat pada kelopak bagian bawah2) Berwarna kuning pada sclerad) Periksa mulut untuk melihat :1) Kering , pecah-pecah , dan inflamasi pada bibir2) Apakah rahang dan lidah pucat , sakit dan terdapat lesi3) Adakah gigi yang rusake) Periksa dan raba leher untuk mengetahui :1) Pembesaran kelenjar tiroid2) Pembesaran kelenjar limfe3) Peningkatan vena jugularis7. Payudara a) Dengan posisi tangan pasien di samping , periksa : 1) Bentuk2) Ukuran3) Tanda-tanda kehamilan 4) Kondisi putting5) Kondisi kulitb) Pada saat ibu mengangkat tangan keatas kepala , periksa payudara untuk mengetahui adanya retraksi atai dimplingc) Lakukan palpasi secara sistematis pada payudara sebelah kiri sesudah itu sebelah kanan dari arah payudara , axilla dan moduler , jika terdapat : massa dan pembesaran pembuluh limfed) Tanyakan tentang rencana menyusuie) Ajarkan ibu cara merawat payudara dan melakukan pemeriksaan sendiri8. Tangan dan Kakia) Tanyakan pada ibu apakah ada rasa nyeri dan perih pada saat menggenggam b) Periksa tangan dan jari tangan untuk melihat adanya oedema , pucat pada telapak tangan dan ujung jaric) Periksa kaki :1) Oedema2) Varices3) Refleks patella9. Punggunga) Periksa punggung untuk melihat : 1) Oedema pada daerah sacral2) Defomitas pada tulang belakang ( skoliosis ) b) Bantu ibu untuk relaks saat berada di tempat tidur , berikan bantal dibawah kepalanya dan berikan selimut yang hangat. 10. Abdomena) Periksa , apakah ada : 1) Bekas luka operasi2) Ukuran dan bentuk 3) Tanda-tanda kehamilan4) Gerakan janinb) Tanyakan apakah ibu merasakan adanya nyeri pada abdomenc) Palpasi abdomen untuk pemeriksaan : 1) Kelembutan ( konsistensi )2) Massa3) Pembesaran hati dan lien4) Suprapubis tendernessd) Cek presentasi , posisi dan letak fetus dari atau setelah 36 minggu kehamilan ( lihat penuntun belajar pemeriksaan abdomen )e) Ukur tinggi fundus uteri :1) Gunakan jari tangan ( kalau < 20 minggu ) atau pita ukuran ( > 22 minggu ) 2) Bandingkan tinggi fundus hasil pengukuran dengan perkiraan tinggi fundus berdasarkanusia kehamilanf) Dengarkan denyut jantung janin (dengan fetoskope kalau < 20 minggu) atau pita ukuran (kalau > 20 minggu) selama satu menit dan hitungg) Beritahu jika merasakna gerakan janin dan tanyakan apakah ibu juga merasakannnya11. Pemeriksaan lipatan pahaa) Cuci tangan anda dan keringkan. Pakai sarung tangan bersih sebelum melakukan pemeriksaan lipat paha.b) Periksa lipat paha1) Palpasi apakah ada pembengkakan kelenjar limfe2) Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin 0,5 %3) Cuci tangan dan keringkan 12. Vulva dan perineum1) Persiapkan alat-alat untuk mengambil specimen jika diperlukan2) Siapkan lampu sorot untuk meneraangi daerah genetalia3) Bantu ibu mengambil posisi yang nyaman untuk pemeriksaan4) Pakai sepasang sarung tangan DTT5) Duduklah dengan nyaman agar dapat melihat bagian genetalia dengan mudah 6) Beritahu ibu tindakan yang akan dilakukan. Pastikan bahwa bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh ibu7) Sentuhlah bagian paha dalam ibu sebelum memulai menyentuh daerah genetalia agar tidak mengagetkan ibu13. Panggul : Genitalia luara) Inspeksi daerah labia, klitoris dan perineum1) Kulit harusnya lembut, bersih dan terdapat rambut pubis2) Labia mayora biasanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama3) Konsistensi labia biasanya terasa lembut pada seluruh bagian. Jika terdapat kemerahan, bengkak terutama jika terdapat pada salah satu bagian samping posterior mungkin berhubungan dengan abses pada kelenjar bartholini.4) Lihat bekas garukan, luka atau benjolan yang berhubungan dengan infeksi5) Lihat daerah kulit apakah ada perbedaan warna yang mencolok, pembesaran pembuluh darah, jaringan parut dan tanda-tanda trauma.6) Lihat apakah ada bekas luka episiotomy atau laserasi jika ibu sudah pernah melahirkan.7) Lihat apakah ada dischange, luka, kutil, bisul dan tanda-tanda inflamasi8) Lihat apakah ada tanda-tanda fistulae9) Lihat apakah ada dischange yang abnormal (cacat warna, konsistensi dan baunya) ataupun perdarahanb) Lakukan pemeriksaan vagina dilakukan untuk :1) Melihat tanda-tanda kehamilan2) Konfirmasi usia kehamilan3) Dilatasi cervix untuk tujuan diagnosis4) Mendeteksi posisi uterus5) Mendeteksi kelainan pada vulva dan vagina14. Cuci tangan dengan sabun dan air serta mengangin-anginkan atau melapnya dengan kain bersih.15. Dokumentasi

3. Pemeriksaan Penunjanga. Pemeriksaan Hemoglobin Metode Sahli1) Alat dan Bahana) Standar Hemoglobin 1 setb) HCl 0,1%c) Sarung tangan bersihd) Aquadese) Lanset sterilf) Kapas/tissue keringg) Pipet 2 buahh) Klorin 0,5% dalam wadahnya2) Prosedur Kerjaa) Isilah tabung sahli dengan ditetesi HCl 0,1% sampai batas angka 2 pada tabung sculab) Pakai sarung tangan bersih untuk menghindari kontak dengan darahc) Tusukkan ujung jari dengan lanset sterild) Bersihkan darah yang pertama kali keluar dengan kapas/tissue keringe) Tekan dengan jari supaya darah yang keluar tidak sampai jatuh/terbuangf) Gunakan pipet untuk menghisap darah sampai darah mencapai garis warna biru pada tabung atau angka 20 mmg) Usaplah ujung pipet dengan tissue kering untuk menghindari sisa darah diluar pipeth) Masukkan pipet kedalam tabung sahli kemudian keluarkan darah sambil menarik pipet keluari) Aduk HCl dengan darah sampai benar-benar tercampur dan diamkan selama 3-5 menit supaya hematin dalam darah berubah menjadi asam hematinj) Masukkan Aquades tetes demi tetes kedalam tabung sahli, aduk kembali setelah ditetesi sampai warnanya sama dengan warna standar.k) Lihat terdapat pada angka berapa permukaan darah, angka itulah yang menunjukkan kadar Hb.

b. Pemeriksaan Protein Urine (Metode Asam Asetat)1) Alat dan Bahana) Urine 5 ccb) Asam asetat 6% (1cc)c) Lampu spiritus 1 buahd) Tabung reaksi 2 buahe) Sarung tangan 1 pasangf) Spuit 2-3 ccg) Pipet 2 buahh) Korek apii) Tissue dan kertas saringj) Bengkok atau ember dengan larutan klorin 0,5%2) Prosedur kerjaa) Isilah tabung reaksi masing-masing dengan urine yang sudah disaring 2-3cc (1 tabung reaksi sebagai kontrol)b) Panaskan urine diatas lampu spiritus berjarak 2-3cm dari ujung lampu sambil digoyang-goyangkan hingga mendidihc) Tambahkan 4 tetes asam asetat 6%d) Panaskan sekali lagie) Bandingkan dengan urine controlCatatan :Jernih: -Keruh/butiran halus: +Endapan: ++Mengkristal: +++

c. Pemeriksaan Glukosa Urine (Benedict Semi Kuantitatif)1) Alat dan Bahana) Pereaksi benedict, reagen benedictb) Urine wanita hamil (diberi label nama)c) Tabung reaksid) Rak tabung reaksi, penjepit tabung, sarung tangane) Lampu spiritusf) Korek apig) Spuit 5cch) Pipeti) Bengkokj) Waskom berisi larutan klorin 0,5%2) Prosedur Kerjaa) Isilah 2 tabung reaksi dengan pereaksi benedict masing-masing 2,5ccb) Masukkan urine pada salah satu tabung tersebut sebanyak 4 tetesc) Panaskan diatas lampu spiritus sampai mendidih, biarkan dingind) Bandingkan dengan tabung yang lain, dan lihat perbedaan warnanyaCatatan :Biru/hijau keruh: -Hijau/hijau kekuningan: +Kuning/kuning kehijauan: ++Jingga: +++Endapan merah bata: ++++

BAB IIITINJAUAN KASUSASUHAN KEBIDANAN PADA Ny R DENGAN KEHAMILAN TRIMESTER IIIDI POLI HAMIL & KB RSUD-KLU

Hari: SeninTanggal pengkajian: 15 Desember 2014Jam: 09.45Wita

I. PENGKAJIAN /PENGUMPULAN DATAA. DATA SUBJEKTIF1. Nama pasien: Ny RUmur: 20 tahunAlamat: Lading-ladingAgama: IslamSuku/Bangsa: Sasak/IndonesiaPendidikan: SMAPekerjaan: IRTNama suami: Tn SUmur: 24 tahunAlamat: Lading-ladingAgama: IslamSuku/Bangsa: Sasak/IndonesiaPendidikan: SarjanaPekerjaan: SwastaIdentitas

2. Keluhan UtamaIbu hamil 8 bulan ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin memeriksa kadar Hemoglobin dengan keluhan sering kencing, sakit pinggang dan perut bawah sejak kemarin.

3. Riwayat Sosial EkonomiStatus perkawinan dan lama menikah: sah selama 1 tahunBahasa yang digunakan: sasakKebiasaan sosial / life style: pola hidup sehatDukungan selama hamil: semua keluarga bahagia terhadap kehamilannyaStatus kesehatan suami: sehatImunisasi TT: tidak adaKebutuhan psikologis :Ibu tidak mengalami masalah perkawinan, tidak mengalami kekerasan fisik atau kekerasan dalam rumah tangga, tidak pernah mengalami trauma dalam kehidupan, tidak memiliki gangguan tidur dan ibu tidak pernah mengalami gangguan psikologis lainnya yang membutuhkan perawatan psikiater. Pola Hidup SehatIbu mengatakan tidak pernah merokok, minum minuman keras dan mengkonsumsi obat-obatan terlarangBeban Kerja Ibu sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tetap mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak dan menyapu tetapi kadang dibantu oleh mertua.Pengambilan keputusan dalam keluarga: suamiHubungan seks selama kehamilan: 2 minggu 1xRencana tempat bersalin: polindes

4. Riwayat Kesehatan KeluargaPenyakit Hipertensi: Tidak adaPenyakit Diabetes: Tidak adaKeturunan Kembar: Tidak adaSickle Cell Disease: Tidak adaAlergi: Tidak adaPenyakit Epilepsi: Tidak adaPenyakit Jantung: Tidak adaKelainan Mental: Tidak adaKelainan Kongenital: Tidak ada

5. Riwayat Kesehatan IbuPenyakit Jantung: Tidak adaPenyakit Hipertensi: Tidak adaPenyakit Diabetes: Tidak adaPenyakit Asma: Tidak adaPenyakit Ginjal: Tidak adaSickle Cell Disease: Tidak adaAlergi: Tidak adaObat-obatan: Tidak adaPshycosa Postpartum: Tidak ada

6. Riwayat Penyakit Menular SexualRiwayat diagnosis dan pengobatan STI termasuk AIDS: Tidak adaPengeluaran vagina abnormal: Tidak adaLuka dan pembengkakan pada vagina: Tidak adaRasa nyeri pada saat berkemih: Tidak adaDiare yang berkepanjangan > 1 bulan: Tidak ada

7. Riwayat OperasiOperasi atau luka pada pelvic yang mempengaruhi diameter pelvic : Tidak adaTransfusi darah : Tidak ada

8. Riwayat GinekologiSalpingetomy: Tidak adaPengobatan infertilitas: Tidak adaKelahmilan ektopik: Tidak adaOperasi pada vagina, pelvic dan uterus: Tidak ada

9. Riwayat MenstruasiMenarche umur: 15 tahunSiklus: 30 hariLama: 7 hariDisminore: Tidak ada

10. Riwayat KontrasepsiMetode yang pernah digunakan: Tidak adaKapan berhenti dan alasannya: Tidak adaLama penggunaan kontrasepsi sebelum hamil: Tidak ada

11. Riwayat Obstetria. Riwayat Kehamilan SekarangHPHT : 14-04-2014HPL: 21-01-2015UK: 8 bulan (32-33 minggu)Pertama kali merasakan gerakan janin: Usia kehamilan 6 bulanPergerakan janin dalam 24 jam: Tidak dihitungObat-obatan yang dikonsumsi: Tidak adaKekhawatiran khusus: Tidak ada

b. Riwayat kehamilan, persalinan dan Nifas yang laluHamil keUsia kehamilanJenis persalinanPenolongPenyulitBBLHidup/matiL/PUsiaAnakKet

Ini

c. Masalah Lain : Tidak ada

d. NutrisiNutrisiSebelum HamilSelama Hamil

Porsi1 piring1 1/2 piring

KomposisiNasi, lauk pauk, sayur, kadang teh / kopiNasi, lauk pauk, sayur, kadang teh / susu

Frekuensi3x sehari3-4x sehari

Makanan pantangan--

Minuman pantangan--

e. EliminasiBABSebelum HamilSelama Hamil

Frekuensi2x sehari2x sehari

KonsistensiPadat LunakPadat Lunak

WarnaKuning kecoklatanKuning kecoklatan

PenyulitTidak adaTidak ada

BAKSebelum HamilSelama Hamil

Frekuensi5x sehari9-10x sehari

KonsistensiCairCair

WarnaKuning jernihKuning jernih

PenyulitTidak adaTidak ada

f. Personal HygienePersonal HygieneSebelum HamilSelama Hamil

Mandi3x sehari3x sehari

Gosok gigi3x sehari3x sehari

Cuci rambut2-3x seminggu2-3x seminggu

Ganti pakaian1x sehari1x sehari

g. Istirahat dan TidurIstirahat dan TidurSebelum HamilSelama Hamil

Siang1-2 jam sehari1-2 jam sehari

Malam6-7 jam sehari6-7 jam sehari

B. DATA OBJEKTIF1. Pemeriksaan Umuma. Keadaan umum: Baikb. Kesadaran: Compos Mentisc. Emosi: Stabild. Berat Badan: 64 kgBB sebelum hamil : 52 kge. Tinggi Badan: 153 cmf. LILA: 25 cmg. TTV1) Tekanan Darah: 120/70 mmHg2) Nadi: 84 x/menit3) Suhu: 36,6 C4) Respirasi: 24 x/menit

2. Pemeriksaan Fisika. Rambut dan Kepala1) Inspeksi Kebersihan rambut: bersih tidak ada ketombeWarna rambut: hitamDistribusi: merataInfeksi kulit: tidak ada2) Palpasi Benjolan: Tidak ada

b. Wajah 1) InspeksiKesimetrisan : simetrisPucat: tidak pucatCloasma gravidarum : ada2) PalpasiOedema: frontal (-), zygomaticum (-), mandibularis (-)c. Mata 1) InspeksiPucat pada konjungtiva: tidak pucatIkterus pada sklera: tidak ikterusd. Mulut dan Gigi1) InspeksiKering, pecah-pecah dan inflamasi pada bibir: tidak adaPucat, sakit dan terdapat lesi pada rahang dan lidah: tidak adaGigi yang rusak: adaTonsilitis: tidak adae. Leher1) Inspeksi dan PalpasiPembesaran kelenjar tiroid: tidak adaPembesaran kelenjar limfe: tidak adaBendungan vena jugularis: tidak adaf. Payudara1) InspeksiBentuk: normalUkuran: normalTanda-tanda kehamilan: hiperpigmentasiKondisi putting: menonjolKondisi kulit: bersihRetraksi atau dimpling: tidak ada2) PalpasiMassa: tidak adaKolostrum: tidak adaPembesaran kelenjar limfe : tidak adag. Abdomen1) InspeksiPembesaran perut: adaTanda-tanda kehamilan: linea nigraLuka bekas operasi: tidak adaGerakan janin: ada2) PalpasiLeopold I: teraba antara pusat dan proxexus xipoideus, teraba bagian bokong, TFU : 34 cm (2 jari bawah proxexos xipoideus)Leopold II: teraba punggung kananLeopold III: teraba bagian kepala sudah masuk PAPLeopold IV: divergen, sudah masuk PAP 3/5 bagianTBBJ: 3410 gram3) AuskultasiBising usus: adaDJJ: irama teratur (11 12 11) frekuensi 140 x/menith. Punggung 1) PalpasiOedema pada daerah sakral : tidak adaDeformitas tulang belakang : tidak adai. Tangan dan Kaki1) InspeksiKesimetrisan: simetrisVarises: tidak ada2) PalpasiOedema: pada tangan : meta karpal (-) pada kaki : tibia (-), dorsal pedis (-), maleolus medial (-)Pucat pada kuku : tidak pucat3) Perkusi Refleks patella: +

3. Pemeriksaan Penunjanga. Hasil Hb : 9 gr%b. protein urine : -c. glikosa urine : -d. HbsAg : -

C. ANALISADiagnosaG1P0A0H0, Umur kehamilan 32-33 minggu, primi gravidarum, Tunggal, Hidup, Intra uteri, letak membujur, presentasi kepala, keadaan umum ibu dan janin baik.

D. PLANNINGPelaksanaan tanggal 15 desember 2014, Pukul 09.45 Wita1. Memberitahu ibu hasil tindakan yang akan dilakukan.Ibu mengetahui hasil tindakan yang dilakukan2. Memberitahu ibu bahwa keadaan ibu dan kehamilannya baik dengan TD : 120/70 mmHg, N : 84x/menit, S : 36,6 C, R : 24x/menit, TFU 30 cm (2 jari dibawah px), DJJ dengan irama teratur : 140 x/menit.Ibu mengetahui keadaannnya beserta keadaan janin yang dikandungnya3. Memberitahu ibu usia kehamilan dan hari perkiraan lahirIbu mengetahui usia kehamilan dan hari perkiraan lahirnya4. Memberikan ibu pendidikan kesehatan tentang :3) Istirahat yang cukupMenganjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup yaitu siang hari minimal 1-2 jam dan malam hari 7-8 jam sehingga kondisi janin dan ibu baik. Ibu bersedia untuk beristirahat yang cukup.4) Personal HygieneMenganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan dirinya, terutama kemaluannya dengan setelah kencing mencuci kemaluannya dengan sabun dan membilasnya dari atas ke bawah, dan sering mengganti celana dalamnya apabila basah atau merasa kotor untuk mencegah berkembangnya kuman Ibu mengerti tentang penjelasan bidan. Ibu bersedia untuk menjaga kebersihan dirinya.5) Tanda-tanda bahaya Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya trimester 3 seperti perdarahan pervaginam, sakit kepala yang berlebihan, pengelihatan kabur, bengkak diwajah dan ditangan, keluar cairan pervaginam, gerakan janin tidak terasa, dan nyeri perut yang hebat . Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya trimester 3.Ibu mengerti tentang tanda-tanda melahirkan.6) Menganjurkan ibu ketika tidur atau berbaring untuk miring kiri.Ibu mengerti dan bersedia melakukan.7) Perawatan payudaraIbu mengerti tentang pendidikan kesehatan yang diberikan1. Menganjurkan pada ibu agar tetap mengkonsumsi tablet Fe yang telah diberikan oleh bidan, karena Hb ibu 9gr%. Anjurkan pada ibu untuk menkonsumsi tablet Fe tidak dengan kopi atau teh karena kopi dan teh menghambat penyerapan tablet Fe, sebaiknya diminum bersamaan dengan vitamin C karena dapat mempercepat penyerapan tablet Fe dan juga diminum pada malam hari agar tidak menggangu tidur ibu, karena tablet Fe dapat menimbulkan mual dan muntah.2. Menganjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi seperti sayur hijau, telur, ikan, daging, susu, buah-buahan, kacang-kacangan agar Hb ini dapat bertambah sebagai persiapan melahirkan.3. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu lagi pada tanggal 29 desember 2014 atau bila sewaktu ada keluhan.Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi pada tanggal 29 desember 2014 atau bila sewaktu ada keluhan.

BAB IVPEMBAHASAN

Asuhan Kebidanan dilakukan pada Ny R, Umur 20 tahun, Alamat di Lading-lading, Agama islam, Pendidikan terakhir Sekolah Menengah Umum, Ibu Rumah Tangga. Asuhan kebidanan dilakukan di Ruang Poli Kandungan & KB pada tanggal 15 Desmeber 2014 pukul 09.45 Wita. Tujuan dari asuhan kebidanan ini yaitu untuk memonitor serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar nantinya dapat dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Pada Asuhan kebidanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan praktek :1. Dalam melakukan pengkajian data terhadap pasien, antara teori yang diberikan oleh institusi pendidikan memiliki kesamaan dengan apa yang telah dilakukan di lahan praktik.2. Dalam melakukan pemeriksaan fisik terdapat beberapa perbedaan. Menurut teori, pada pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan pada vulva, perineum, Panggul dan vagina. Tetapi tindakan tersebut tidak dilakukan di lahan praktik karena pemeriksaan tersebut hanya dilakukan bila terdapat indikasi yang mengharuskan melakukan pemeriksaan pada bagian-bagian tersebut.

BAB VPENUTUP

A. KesimpulanIbu hamil sudah memasuki kehamilan trimester III, dimana pada trimester ini biasanya ibu merasa sehat, nafsu makan sudah pulih kembali, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yng lebih tinggi dan masa tidak nyaman waktu hamil sudah berkurang, hanya dengan adanya tendangan janin yang aktif, ibu merasa terganggu kenyamanannya serta sering berkemih akibat tertekannya kandung kemih oleh rahim ibu. Tetapi hal tersebut umumnya adalah suatu kewajaran pada ibu hamil trimester III dan termasuk hal yang normal.Dalam melakukan asuhan kebidanan pada kasus ini mulai dari pengkajian sampai evaluasi, tidak didapatkan masalah yang spesifik, karena ibu hamil masih dalam batas normal, yang didukung dengan data penunjang, sehingga dapat menganalisa / menegakkan diagnosa serta melaksanakan asuhan kebidanan.

B. Saran1. Bagi mahasiwaa. Diharapakan untuk mahasiswa mampu melakukan aspek-aspek dalam observasi pada ibu hamil dan dapat mendeteksi komplikasi atau masalah yang dialamib. Diharapkan kepada mahasiswa untuk terus belajar dan belajar sehingga kedepannya menjadi bidan yang professional, dipercayai masyarakat dan bisa mengurangi Angka Kematian Ibu dan Anak.2. Bagi lahan praktika. Diharapkan bagi Puskesmas untuk terus mempertahankan mutu pelayanan, khususnya pada ibu hamil.b. Diharapakan kepada Pembimbing Lahan untuk terus meningkatkan bimbingan kepada mahasiswa yang melaksanakan praktek lahan sehingga para mahasiswa mampu menerapkan teori yang didapat dari institusi masing-masing langsung kepada pasien3. Bagi Institusi PendidikanDiharapkan untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswanya agar mahasiswa mampu melakukan tindakan yang ada di lahan praktik sesuai dengan teori dan kode etik.

DAFTAR PUSTAKA

Kusmiati, Yuni dkk. (2009). Perawatan Ibu Hamil, Yogyakarta : Fitramaya.Yeyeh, Ai dkk. (2009). Asuhan Kebidanan 1(kehamilan), Jakarta : Trans Info mediaPearce, E. (2009), Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, jakarta : Gramedia.Prawihardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan.Jakarta : Yayasan Bina PustakaBagian Obstetri & Ginekologi Fak. Kedokteran Universitas Padjajaran. 1983. Obstetri Fisiologi Edisi-1983. Bandung : ElemenAbdul, Bahri. 2006. Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina PustakaUlya, Musrifatul, A. Azis Alimul Hidayat. 2008. Keteranpilan Dasar Praktik Klinik KebidananJakarta : Salemba MedikaMansjoer, Arif dkk.2001.Kapita selekta kedokteran Edisi ketiga jilid 1.Jakarta : Media Aesculapius

32