BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa adalah pendidikan

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa adalah pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa adalah pendidikan.

Sebagai negara yang berkembang, bangsa Indonesia tentu sangat membutuhkan

sumberdaya manusia yang berkualitas. Tanpa sumberdaya yang berkualitas,

bangsa Indonesia tidak akan mungkin bisa berkompetisi dengan negara lain.

Untuk menciptakan sumberdaya yang berkualitas dan bermutu

dibutuhkan perjuangan yang besar, penentu keberhasilan tidak bisa hanya

beberapa unsur saja melainkan harus melibatkan semua unsur yang berkaitan

dengan pendidikan secara bersama-sama untuk memajukan pendidikan yang

bermutu.

Perubahan merupakan sunnatullah. Allah SWT dalam Al-Quran surat

Ar-Radu ayat 11 berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga

mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Ayat di atas bisa menjadi driving force bagi pimpinan pesantren dalam

melakukan perubahan menuju perbaikan mutu pendidikan di pondok pesantren,

terutama perubahan terhadap sistem kelembagaannya dan juga perubahan

orientasi lulusannya. Artinya ke depan, dalam rangka perbaikan mutu pesantren,

pimpinan perlu melakukan perbaikan terhadap mutu kelembagaannya yakni

dengan cara menerima kehadiran pendidikan formal dan vocasional ke dalam

sistem pendidikan pesantren. Maksudnya, di dalam lingkungan pesantren tidak

hanya pembelajaran salafiyah, akan tetapi di dalamnya pesantren perlu

menyelenggarakan pendidikan formal dan vocasional untuk bersaing dengan

lembaga pendidikan lainnya. Hal ini perlu dilakukan demi menjaga eksistensi

2

pesantren ke depan. Sebab, pada masa mendatang akan terjadi perubahan orientasi

masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Pada masa mendatang

masyarakat lebih memilih lembaga pendidikan yang mampu mendidik siswanya

memiliki ijazah formal dan memiliki keterampilan. Pesantren tentu saja bisa dan

memiliki kelebihan, karena pesantren memiliki banyak keunggulan dalam

pendidikan dan pola pembentukan akhlaq yang baik. Kalau ini dilakukan, pada

gilirannya nanti lulusan pesantren tidak hanya ahli agama (mutafaqqih fiddn),

akan tetapi juga lulusan yang memiliki kecerdasan pengetahuan (mutakallimin)

dan sekaligus lulusan yang mampu berdiri sendiri (mutaqawwimin).

Jadi, salah satu terobosan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan

di pesantren adalah membuka penyelenggaraan pendidikan formal dan vocasional

di lingkungan pendidikan pesantren, agar lulusannya menjadi ahli agama,

memiliki kemampuan berfikir, dan sekaligus memiliki keterampilan untuk hidup

mandiri di tengah masyarakat.

Salah satu yang penting dalam memajukan lembaga pendidikan yaitu

dengan melakukan perbaikan pada manajemen pendidikannya. Manajemen

pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin,

mengendalikan tenaga pendidikan, sumberdaya pendidikan, untuk mencapai

tujuan pendidikan.1

Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola.

Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi

manajemen itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumberdaya

yang di miliki oleh lembaga yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,

material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu

proses.2

Kata mengelola mengandung makna yang sangat umum, sehingga

dapat digunakan dalam segala aspek aktivitas dan kehidupan manusia, manusia

1 Abudi Nata, Manajemen Pendidikan, ( Jakarta Timur, Prenada Setia, 2003), h. 1-2

2 Rohiyat, Manajemen Sekolah, (Bandung, Reifika Aditama, 2012), h. 14

3

diciptakan oleh Allah untuk menjadi kholifah dimuka bumi, sehingga manusia

harus mampu mengelola amanat tersebut dengan sebaik-baiknya3

Sebagaimana di jelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30 yaitu :

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:

sesungguhnya hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi.

mereka berkata :mengapa engkau hendak menjadikan (kholifah) di

bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan

menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan

memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:

sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.4

Adapun pengertian manajemen dari sudut fungsinya adalah proses,

kegiatan merencanakan, pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan, dan

pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan

efisien.5

Sejalan dengan pendapat diatas bahwa fungsi-fungsi manajemen yaitu

1. Planning (perencanaan).

2. Organizing (pengorganisasian).

3. Actuanting (kegiatan).

4. Controlling (pengawasan ).6

Dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, kegiatan, dan

pengawasan yang dilaksanakan dengan baik maka akan menunjang dalam

3 Deden Makbulloh, Manajemen Mutu Pendidikan Islam, (Jakarta, Raja Grafindo

Persada), h.38 4 Departemen agama RI, Al-Quran Terjemahannya, ( Bandung, Diponegoro, 2005), h.6

5Deden Makbuloh, Op Cit, h. 40

6 Mufham Al-amin, Manajemen Pengawasan, ( Jakarta, Kalam Indonesia, 2006), h. 37

4

meningkatkan kualitas atau mutu. Oleh karena itu meningkatkan manajemen mutu

sangatlah penting karena selain meningkatkan kualitas manajemen mutu juga

merupakan usaha meningkatkan daya saing dengan lembaga yang lain dengan

cara memberikan kepuasan terhadap pelanggan.

Mutu pendidikan yang tinggi tentu akan berbanding lurus dengan

manajemennya, artinya bahwa setiap lembaga pendidikan yang bermutu termasuk

pendidikan pondok pesantren memiliki aktivitas-aktivitas pekerjaan tertentu

dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang tertuang dalam visi dan misinya.

Berbicara mengenai manajemen mutu dimana manajemen mutu dapat

dinyatakan sebagai cara mengelola seluruh sumber daya dengan mengarahkan

semua orang yang yang terlibat didalamnya untuk melaksanakan tugas sesuai

standar, dengan penuh semangat dan berpartisipasi dalam perbaikan pelaksanaan

pekerjaan sehingga menghasilkan lulusan pendidikan yang sesuai tujuan,7

Jadi penjaminan mutu pendidikan selain tetang penataan manajemen

yang baik, proses pembelajaran juga sangat terkait dalam peningkatan mutu untuk

mencapai prestasi yang diinginkan.

Ada 3 perubahan yang perlu dilakukan dalam upaya menerapkan

manajemen mutu sebagai berikut:

1. Perubahan filosofi

Perubahan filosofi dibutuhkan agar stakeholder internal memahami

perlunya upaya lembaga sebagai lembaga produksi yang menghasilkan

jasa yang dibutuhkan konsumen. Untuk meningkatkan layanan mutu

pendidikan. Mutu layanan pendidikan ditentukan oleh kemampuan

lembaga dalam memenuhi kebutuhan baik internal maupun eksternal

secara terus menerus dan memerlukan umpan balik dari konsumen untuk

dijadikan dasar dalam menentukan standar mutu yang harus dicapai.

2. Perubahan tujuan

Semua pendidik dan tenaga pendidikan perlu diarahkan untuk

memiliki tujuan dalam memberikan layanan pendidikan yang memiliki

7 Ridwan Abdullah Sani, Penjamin Mutu Sekolah, ( Jakarta, Bumi Aksara, 2015), h.7

5

tingkatan mutu sesuai dengan standar atau lebih tinggi dari standar

nasional.

3. Perubahan proses

Proses pendidikan harus diorientasikan dengan pemenuhan kebutuhan-

kebutuhan peserta didik sehingga lembaga dapat memperoleh dan

menggunakan umpan balik dari peserta didik seabagai dasar dalam

menentukan derajat mutu hasil pendidikan, sehingga konsumen

memperoleh kepuasan yang tinggi.8

Lebih lanjut tentang mutu, mutu adalah kesesuian dengan syarat atau

standar yang di tetapkan dan pada umumnya terkait dengan tiga aspek, yakni:

produk, layanan, dan harapan konsumen. Pada bidang pendidikan, Mutu produk

sering mengacu pada ukuran luaran pendidikan, yakni kompetensi lulusan,

sedangkan mutu layanan pendidikan mengacu pada ukuran layanan dalam proses

pendidikan. Konsep mutu dalam pendidikan tersebut sering mengacu pada aspek

utama yang terkait dengan pendidikan., yakni : (a) hasil belajar (learning

outcomes). (b) Belajar (learning). (c) pembelajaran (teaching).9

Maka dari itu penjaminan mutu dapat dilihat juga pada proses dan

hasil pendidikan. Oleh karena itu apa bila konsep penjaminan mutu diterapkan

seharusnya dilakukan perumusan dengan tujuan yang terkait dengan sisitem.

Proses dan hasil pendidikan tersebut akan terjamin mutunya berdasarkan standar

nasional pendidikan yang telah di tetapkan, dengan memperhatikan hal-hal

berikut.

1. Melakukan penilaian kebutuhan. Untuk mengetahui kebutuhan konsumen

yang sebenarnya. Analisis kebutuhan perlu dilakukan dalam rangka

menyelaraskan semua aktivitas dan sumberdaya yang digunakan sesuai

dengan kebutuhan-kebutuhan konsumen.

2. Perumusan rencana strategi. Langkah-langkan menyusun rencana strategis

ini melipu