22
ASUHAN KEPERAWATAN NY. N.A DENGAN KEHAMILAN TRIMESTER II PADA KELUARGA TN.S DI RT 03 DUSUN SENDARI TIRTOADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA Disusun untuk memenuhi tugas individu tahap profesi (Ners) pada Stase Keperawatan Keluarga FATIMAH ABBAS 02/160113/EIK/00245

Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

  • Upload
    ovy

  • View
    47

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

askep keluarga

Citation preview

Page 1: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

ASUHAN KEPERAWATAN NY. N.A DENGAN KEHAMILAN

TRIMESTER II PADA KELUARGA TN.S DI RT 03 DUSUN

SENDARI TIRTOADI MLATI SLEMAN

YOGYAKARTA

Disusun untuk memenuhi tugas individu tahap profesi (Ners)

pada Stase Keperawatan Keluarga

FATIMAH ABBAS

02/160113/EIK/00245

Page 2: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UGM

YOGYAKARTA

2004

A. PENGKAJIAN KELUARGA

I. DATA UMUM Tanggal pengkajian: 25 November 2004

1. Nama Kepala Keluarga : Tn S

2. Umur : 35 tahun

3. Alamat : RT 03 Dusun Sendari Tirtoadi

4. Pekerjaan Kepala Keluarga : Swasta

5. Pendidikan Kepala Keluarga: SLTA

6. Agama : Islam

7. Suku bangsa : Jawa

8. Komposisi keluarga

No Nama JK Hub dgKK

Umur Pendidikan Agama Pekerjaan

1.2.3.

Ny. Nur AstutiTn.Mulya KromoNy. Sajinem

PLP

IstriBapak

Ibu

198375

SMP--

IslamIslamIslam

IRTTaniTani

9. Genogram

2

Page 3: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

Keterangan: = Klien

= laki-laki

= Perempuan

= Serumah

10. Tipe keluarga : Extended Family

11. Status sosial ekonomi keluarga : Cukup

12. Aktifitas rekreasi keluarga : Rekreasi hanya dilakukan jalan-jalan keliling

dengan sepeda motor saja atau nonton film atau dengarin lagu di TV, untuk ke

tempat rekreasi jarang dilakukan.

II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini: Keluarga dengan Child Bearing

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi: Menurut keluarga mereka

sementara ini berusaha untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua dan berusaha

menjaga kehamilannya agar tetap sehat dan melahirkan anaknya dengan selamat,

keluarga mengatakan sudah memeriksakan kehamilannya ke bidan 2 kali, tapi

belum tahu perkembangan janinnya. Dalam hubungan seksual selama hamil

keluarga mengatakan melakukan tapi merasa takut terjadi keguguran sehingga

kadang tidak efektif karena khawatir terjadi apa-apa dengan kehamilannya apalagi

ini kehamilan anak pertama yang sangat diharapkan oleh keluarga setelah 1 tahun 7

bulan menikah dan belum punya pengalaman. Keluarga dapat berinteraksi baik3

Page 4: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

dengan anggota keluarga yang lain serta bisa melakukan kegiatan rumah tangga

dengan baik.

3. Riwayat keluarga inti :

Tn. S: pernah mengalami sakit infeksi saluran pernafasan dan berobat ke dokter,

sekarang sudah sembuh. Selama ini sakit yang dideritanya hanya penyakit ringan

saja seperti batuk pilek dan itupun tidak sampai mengganggu aktifitasnya dalam

bekerja. Selama istrinya hamil Tn.S mengatakan selalu merasakan mual dan nyeri

pada pinggang bersamaan dengan keluhan istrinya yang lagi ngidam. Tn. S tidak

punya kebiasaan merokok.

Ny N.A: Selama ini Ny N.A juga tidak pernah mengalami sakit berat dan tidak

memiliki penyakit kronis atau penyakit menular. Kehamilannya saat ini berusia 16

minggu 10 hari. Menurutnya kehamilannya sekarang tidak bermasalah, hanya

sempat mengalami mual-mual dan pusing pada 3 bulan pertama tapi masih bisa

makan, kadang-kadang juga merasa nyeri pada pinggang. Keluhan seperti inipun

sering dialami suaminya. Menurutnya selama tiga bulan pertama dirinya merasa

pusing, mual dan mau muntah kalau makan, maunya tidur terus. Ny. N.A sudah dua

kali periksa ke bidan tapi belum diimunisasi karena usia kehamilannya masih muda

dan hanya diberikan tablet vitamin. Ny N.A tidak mengetahui kapan taksiran

kelahiran anaknya dan bagaimana keadaan janinnya karena belum dijelaskan oleh

bidan yang memeriksanya. Rencananya dua minggu lagi baru kontrol ke bidan.

4. Riwayat keluarga sebelumnya :

Menurut keluarga, dalam keluarga mereka tidak ada yang memiliki riwayat penyakit

kronis ataupun penyakit keturunan.

III. LINGKUNGAN

1. Karakteristik rumah :

a. Denah rumah :

25 2 278

63 4

Page 5: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

11

Keterangan:

1. Ruang tamu

2. Kamar tidur

3. Ruang keluarga

4. Ruang makan

5. Dapur

6. Mushollah

7. Kamar mandi

8. WC

9. Gudang

10. Garasi

11. Sumur

b. Keadaan lingkungan dalam rumah:

Rumah keluarga Tn S merupakan rumah permanent dengan luas kurang

lebih 80 m2 dengan luas lantai kurang lebih 60 m2 dengan jenis lantai

keramik. Status kepemilikan rumah milik orang tua. Penerangan

menggunakan listrik, pencahayaan cukup. Rumah memiliki ventilasi yang

cukup dan kebiasaan untuk membuka jendela disiang hari, pintu rumah

utama selalu tertutup. Ruangan tamu cukup luas dan suasana rumah terasa

adem. Rumah tampak tertata rapi.

c. Keadaan lingkungan di luar rumah:

Rumah memiliki pekarangan yang cukup luas dan dimanfaatkan untuk

kebun buah-buahan seperti mangga dan pepaya.

Untuk keperluan air bersih dan air minum keluarga memiliki sumur gali

dengan menggunakan sanyo. Keluarga memiliki kamar mandi dengan

pembuangan limbah kamar mandi ke pekarangan belakang. Keluarga juga

memiliki jamban. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga keluarga

membuangnya di kebun. Secara umum kebersihan rumah baik.

2

4

1

109

5

Page 6: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

2. Karakteristik tetangga dan komunitas: Jarak antar rumah di sekitar rumah Tn S

ini termasuk dekat hanya dipisahkan dengan pagar rumah. Hubungan dengan

tetangga maupun dengan masyarakat baik, selama ini belum ada konflik. Dalam

kegiatan seperti ronda Tn S selalu aktif mengikuti kegiatan termasuk dalam

kegiatan arisan RT, tetapi Ny N.A belum mengikuti kegiatan dalam masyarakat,

karena masih merasa orang baru di lingkungannya, Ny. N.A hanya

bersosialisasi dengan tetangga-tetangganya dan Ny N.A lebih sering mengurus

rumah.

3. Mobilitas geografis keluarga: Keluarga sering bepergian ke rumah orang tua

istrinya atau ke saudara yang lain.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : Menurut pengakuan

Tn S dalam keluarganya maupun keluarga istrinya tidak ada perkumpulan atau

pertemuan-pertemuan khusus, biasanya keluarga berkumpul saat lebaran atau

jika ada anggota keluarga yang hajatan. Dalam masyarakat Tn.S selalu

mengikuti kegiatan seperti arisan atau kerja bakti. Menurut Ny. N.A dirinya

belum mengikuti kegiatan di masyarakat, tetapi sering membantu kalau

diperlukan.

5. Sistem pendukung keluarga: Saat ini anggota keluarga dalam keadaan sehat,

kalau ada yang sakit biasanya berobat ke dokter praktek, keluarga tidak

memiliki fasilitas penunjang kesehatan seperti kartu askes atau yang lainnya.

IV. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola komunikasi keluarga : Dalam kehidupannya sehari-hari Keluarga Tn. S

menggunakan bahasa jawa. Komunikasi dengan anggota keluarga yang lain juga

dengan menggunakan bahasa daerah, kalau ada yang tidak bisa berbahasa

daerah keluarga berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

2. Struktur kekuatan keluarga: Selama ini suami sebagai kepala keluarga lebih

berperan dalam mengendalikan rumah tangga dan istrinya, walaupun masih

6

Page 7: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

tinggal bersama orang tua, tapi Tn. S yang selalu bertanggung jawab atas

semuanya.

3. Struktur peran (formal dan informal): Sebagai kepala keluarga Tn S

berkewajiban mencari nafkah, kadang membantu orang tua mengolah sawah dan

hasilnya dipergunakan untuk menghidupi keluarganya. Menurut Ny.NA dirinya

tidak bekerja hanya di rumah saja sebagai ibu rumah tangga dan sering

membantu ngurus rumah.

V. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi biologis keluarga:

a. Kebersihan perorangan: Keluarga memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari,

gosok gigi 2 kali sehari, keramas setiap 2 hari sekali. Keadaan kuku Tn S

dan Ny. N.A pendek dan bersih.

b. Pola makan: Selama ini dalam keluarga memiliki pola makan yang teratur

biasanya 3 kali sehari dengan lauk dan sayur. Buah kadang ada kadang tidak.

Menurut Ny N.A porsi makannya sekarang mulai bertambah biasanya

masih merasa mual porsinya tidak pernah habis, sekarang makannya baik.

c. Pola istirahat: Keluarga biasa istirahat malam mulai pukul 10 atau 11 malam

sampai dengan pukul 5 pagi karena sering nonton sinetron atau film di TV

dan kadang Ny N.A istirahat siang jika sedang tidak ada pekerjaan.

2. Fungsi psikologis keluarga:

a. Keadaan emosi: Menurut keluarga keadaan emosi keluarganya saat ini baik-

baik saja bahkan merasa senang karena menunggu kelahiran ananknya nanti.

b. Pengambilan keputusan: Lebih banyak Tn. S yang berperan, istrinya hanya

ikut saja apa kata suaminya.

c. Mencari pelayanan kesehatan : Selama ini jika sakit biasanya berobat ke

dokter praktek atau ke bidan praktek swasta untuk pemeriksaan kehamilan.

3. Fungsi sosial keluarga:

7

Page 8: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

a. Hubungan antar keluarga: Hubungan antar anggota keluarga baik, dan

hubungan dengan keluarga besar juga baik.

b. Hubungan dengan orang lain: Hubungan anggota keluarga dengan orang lain

baik, hanya Ny N.A kadang dirumah saja tapi bergaul baik dengan

tetangganya.

c. Keadaan ekonomi: Cukup

4. Fungsi spiritual:

Menurut keluarga kegiatan beribadah baik saja, mempunyai kebiasaan sholat

lima waktu.

5. Fungsi kultural: Keluarga Tn S memiliki pemahaman tentang norma dan adat

budaya yang sama dengan masyarakat secara umum.

6. Fungsi reproduksi : Saat ini Ny N.A sedang hamil anaknya yang pertama

dengan usia kehamilan 16 minggu 10 hari. Ny N.A mengatakan dirinya

mengalami haid terakhir pada tanggal 4 Agustus 2004, dan pada bulan

berikutnya tidak mendapatkan haid lagi sampai 6 minggu baru ke bidan untuk

periksa dan dinyatakan positif hamil. Siklus haid 28 hari dan lamanya haid 3-5

hari, selama ini tidak ada keluhan.

7. Fungsi ekonomi:

Sebagai kepala keluarga, Tn S berkewajiban mencari nafkah untuk memenuhi

keperluan rumahtangganya dan istrinya biasanya hanya mengelola keuangan

untuk keperluan dapur sedangkan untuk keperluan yang lainnya dipegang oleh

suaminya dan ditabungkan sedikit demi sedikit untuk persiapan persalinan.

Kadang kebutuhan hari-hari ditanggung bersama orang tua. Menurut pengakuan

keluarga penghasilan mereka selama ini tidak tentu tapi bila dirata-ratakan

mencapai Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 800.000. Keluarga mengaku sudah

memikirkan dana untuk persiapan melahirkan nanti di pelayanan kesehatan.

8. Fungsi perawatan kesehatan:

a. Menurut keluarga, masalah kesehatan apa yang sedang dihadapi keluarga

(pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, persepsi keluarga terhadap

masalah): Keluarga mengatakan sebenarnya saat ini mereka benar-benar

8

Page 9: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

tidak mengetahui bagaimana sebenarnya menjaga kesehatan saat hamil,

selama ini semuanya berjalan begitu saja asal tidak ada keluhan yang

membahayakan sudah merasa aman.

b. Apa yang dilakukan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang

sedang dialami: Memeriksakan kehamilan ke Bidan

c. Kemana keluarga meminta pertolongan apabila ada anggota keluarga yang

mengalami masalah kesehatan: Ke dokter praktek atau bidan praktek.

d. Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya masalah

kesehatan: istirahat yang cukup dan makan teratur.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA

1. Stresor jangka pendek dan jangka panjang: Keluarga mengatakan tidak ada yang

sedang membebani pikiran mereka saat ini ataupun untuk jangka waktu

kedepan, semua dijalani saja apa adanya.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor : Keluarga merespon

stressor dengan baik karena memiliki prinsip dijalani saja dan berusah berdoa

tidak usah dijadikan beban pikiran.

3. Strategi koping yang digunakan: Bila ada masalah yang perlu dipecahkan

biasanya menurut keluarga mereka membicarakannya untuk penyelesaian

bersama.

VII. PEMERIKSAAN FISIK

1. Tinggi badan : 158 cm

2. Berat badan : 47.5 kg BB sebelum hamil 46 kg.

3. Tekanan darah : 100/60 mmHg

4. Nadi : 84 x/m

5. Respirasi : 18 x/m

6. HPHT = 4 Agustus 2004

9

Page 10: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

7. Tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat.

8. Taksiran persalinan: 11 Mei 2004.

9. Kelopak mata tidak tampak pucat,

10. Puting susu tampak datar. Ny. NA belum mngetahui resiko yang muncul bila

keadaan putting susu datar.

11. Djj (+)

12. Ny.N.A mengatakan gerakan janin terasa tapi masih pelan.

VIII. HARAPAN KELUARGA

Keluarga mengharapkan ada informasi tentang hubungan seksual yang sehat selama

hamil, dan bagaimana merawat payudara selama hamil, serta informasi kesehatan

lainnya yang berhubungan dengan kehamilan dan penyakit yang lain.

B. ANALISA DATA

Data TipologiMasalah

KemungkinanPenyebab

Masalah/Diagnosis

Data Subjektif:

Ny. N.A mengatakan sudah dua kali

periksa ke bidan tapi belum

diimunisasi dan hanya diberikan

tablet vitamin.

Ny N.A belum mengetahui kapan

taksiran kelahiran anaknya dan

bagaimana keadaan janinnya

Wellness Peningkatan

kesejahteraan ibu

hamil

10

Page 11: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

karena belum dijelaskan oleh bidan

yang memeriksanya.

Ny. N.A mengatakan dua minggu

lagi baru kontrol ke bidan.

Ny. N.A mengatakan saat ini

kondisinya sehat-sehat saja.

Ny.N.A mengatakan gerakan janin

terasa tapi masih pelan.

Data Objektif:

Tekanan darah 100/60 mmHg, N=

84 x/mnt, Respirasi 18 x/menit

Usia kehamilan 16 minggu

Sudah melakukan pemeriksaan

kehamilan 2 kali

Imunisasi TT belum diberikan

Tfu 2 jari dibawah pusat.

Djj Positif.Data Subjektif:

Keluarga mengatakan melakukan

hubungan seksual selama hamil tapi

merasa takut terjadi keguguran

sehingga kadang tidak efektif.

Keluarga khawatir terjadi apa-apa

dengan kehamilannya apalagi ini

kehamilan anak pertama yang

sangat diharapkan oleh keluarga.

Data Objektif:

-

Aktual Ketidakmampuan

keluarga mengenal

masalah seksual

dalam masa

kehamilan

Pola Seksual

Tidak efektif

Data Subjektif: Ancaman Ketidakmampuan Risiko menyusui

11

Page 12: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

Ny. NA belum mengetahui resiko

yang muncul pada keadaan putting

susu datar saat kehamilan

Data Objektif:

Usia kehamilan 16 minggu

Tampak puting susu datar

keluarga mengenal

masalah Risiko

menyusui tidak

efektif

tidak efektif.

C. SKORING

Diagnosis : Peningkatan kesejahteraan ibu hamil (Ny N.A) pada keluarga Tn S

NO KRITERIA BOBOT NILAI PEMBENARAN

1 Sifat Masalah :

Tidak/kurang sehat

Ancaman kesehatan

Keadaan Sejahtera

3

2

1

1 1/3x1=1/3

Keadaan ibu hamil sehat, usia

kehamilan 16 minggu.

Kontrol kehamilan ke bidan 2

kali. 2 Kemungkinan masalah

dapat diubah:

Mudah

Sebagian

Tidak Dapat

2

1

0

2 2/2x2=2

Sumber daya keluarga cukup,

dukungan keluarga baik,

imunisasi TT belum diberikan.

12

Page 13: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

3 Potensi masalah untuk

di cegah:

Tinggi

Cukup

Rendah

3

2

1

1 3/3x1=1

Ibu hamil anak pertama, kondisi

ibu sehat, keluarga senang dan

terbuka diberikan informasi baru.

4 Menonjolnya masalah:

Masalah Berat harus

segera di tangani

Ada masalah tetapi

tidak perlu

ditangani

Masalah tidak

dirasakan

2

1

0

1 1/2x1=1/2

ibu dengan kehamilan anak

pertama. Belum diimunisasi TT,

Ibu mengatakan nanti kontrol

kehamilan berikut baru di

imunisasi.

TOTAL NILAI 3 5/6

Diagnosis: Pola seksual tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

mengenal masalah seksual pada masa kehamilan.

NO KRITERIA BOBOT NILAI PEMBENARAN

1 Sifat Masalah :

Tidak/kurang sehat

Ancanaman kesehatan

Keadaan Sejahtera

3

2

1

1 3/3x1=1

Keluarga takut terjadi

keguguran, dilakukan tapi

tidak efektif.

2 Kemungkinan masalah

dapat diubah:

Mudah

Sebagian

Tidak Dapat

2

1

0

2 2/2x2=2

Sumber daya keluarga dan

perawat mendukung,

Tersedianya sumber-sumber

pengetahuan baru tentang

hubungan seksual selama

hamil.3 Potensi masalah untuk di

cegah:1 2/3x1=2/3

Pasangan baru menikah

dengan kehamilan anak

13

Page 14: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

Tinggi

Cukup

Rendah

3

2

1

pertama, sumber informasi

tersedia, usia kehamilan 16

minggu.4 Menonjolnya masalah:

Masalah Berat harus

segera di tangani

Ada masalah tetapi

tidak perlu

ditangani

Masalah tidak

dirasakan

2

1

0

1 1/2x1=1/2

Keluarga merasa tidak terlalu

bermasalah yang penting

saling pengertian.

TOTAL NILAI 4 1/2

Diagnosa: Risiko menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

mengenal masalah Risiko menyusui tidak efektif

NO KRITERIA BOBOT NILAI PEMBENARAN

1 Sifat Masalah :

Tidak/kurang sehat

Ancanaman kesehatan

Keadaan Sejahtera

3

2

1

1 2/3x1=2/3

Saat ini ibu hamil anak

pertama, usia kehamilan 16

minggu, puting susu datar.

2 Kemungkinan masalah dapat

diubah:

Mudah

Sebagian

Tidak Dapat

2

1

0 2

2/2x2=1

Sumberdaya keluarga dan

tenaga kesehatan cukup,

keluarga mau diberi

penjelasan dan diajarkan

cara perawatan payudara.

Usia kehamilan baru 16

minggu.3 Potensi masalah untuk di

cegah:

1 3/3x1=1 Masalah mudah ditangani

jika keluarga memiliki

14

Page 15: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

Tinggi

Cukup

Rendah

3

2

1

pengetahuan, dan kemauan

untuk melakukan

perawatan teratur. 4 Menonjolnya masalah:

Masalah Berat harus segera

di tangani

Ada masalah tetapi tidak

perlu ditangani

Masalah tidak dirasakan

2

1

0

1 0

Ibu tidak mengetahui

permasalahan yang dialami

tentang puting susu datar

saat kehamilan.

TOTAL NILAI 2 2/3

D. PRIORITAS MASALAH BERDASARKAN SCORING

1. Pola seksual tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal

masalah seksual pada masa kehamilan.

2. Peningkatan kesejahteraan ibu hamil (Ny N.A) pada keluarga Tn S

3. Risiko menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

mengenal masalah Risiko menyusui tidak efektif

15

Page 16: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

E. PERENCANAAN

No. Dx. Keperawatan Tujuan Perencanaan

1.Pola seksual tidak

efektif

berhubungan

dengan ketidak

mampuan

keluarga

mengenal masalah

seksual pada masa

kehamilan.

Tupan :

Setelah dilakukan asuhan

keperawatan selama 2

minggu Pola seksual

kelurga efektif.

Tupen:

Setelah dilakukan

kunjungan selama 2 kali

minggu keluarga dapat:

1. Mengenal masalah

hubungan seksual dalam

masa kehamilan dengan

kriteria:

a. Menjelaskan

pengaruh hubungan

seksual dalam masa

1. Jelaskan pada keluarga tentang

pengaruh hubungan seksual terhadap

perkembangan kehamilan

2. Jelaskan pada keluarga keuntungan

melakukan hubungan seksual pada

masa kehamilan

3. Jelaskan posisi yang memungkinkan

untuk hubungan seksual masa

kehamilan.

16

Page 17: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

kehamilan terhadap

perkembangan

kehamilan

b. Menjelaskan

keuntungan

melakukan

hubungan seksual

dalam masa

kehamilan

c. Menyebutkan posisi

yang

memungkinkan

untuk hubungan

seksual pada masa

kehamilan.

2.Peningkatan

kesejahteraan ibu

hamil (Ny N.A)

pada keluarga Tn

S

Tupan:

Setelah dilakukan Asuhan

keperawatan selama 2

minggu keadaan kesehatan

dan kesejahteraan ibu

hamil dapat dipertahankan

sampai dengan melahirkan.

Tupen:

1. Setelah dilakukan

kunjungan selama 3 kali

keluarga mengenal

keadaan kesehatan dan

kesejahteraan ibu hamil

dengan criteria:

a. Keluarga menjelaskan

1. Jelaskan pada keluarga tentang

pentingnya nutrisi dalam menunjang

kesehatan kehamilan dan janinnya

2. Jelaskan pada keluarga manfaat tablet

penambah darah pada kehamilan.

3. Diskusikan dengan keluarga jenis-

jenis makanan yang bergizi serta

bermanfaat dalam menunjang

kesehatan kehamilan ibu dan mudah

didapat.

17

Page 18: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

peranan nutrisi dalam

menunjang kesehatan

kehamilannya

b. Keluarga menjelaskan

manfaat vitamin

penambah darah untuk

kesehatan kehamilannya

2. Keluarga dapat

membuat keputusan

untuk menggunakan

tenaga dan fasilitas

kesehatan untuk

memonitor kesehatan

kehamilannya.

3. Ibu melakukan ANC

sesuai jadwal pada

petugas kesehatan.

1. Motivasi keluarga untuk membuat

keputusan tetap menggunakan

tenaga kesehatan dalam monitoring

kehamilannya.

2. Jelaskan pada keluarga keuntungan

menggunakan fasilitas kesehatan

dalam monitoring kesehatan

kehamilannya.

3. Motivasi ibu untuk tetap melakukan

ANC di tenaga kesehatan.

3.Risiko menyusui

tidak efektif

berhubungan

dengan ketidak

mampuan

keluarga

mengenal masalah

Risiko menyusui

tidak efektif

Tupan:

Setelah dilakukan Asuhan

Keperawatan selama 2

minggu risiko menyusui

efektif.

Tupen:

Setelah dilakukan

kunjungan selama 2 kali

keluarga mampu mengenal

18

Page 19: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

masalah risiko dengan

kriteria:

1. Keluarga menjelaskan

akibat yang ditimbulkan

bila puting susu datar

atau masuk.

2. Keluarga mampu

menyebutkan manfaat

perawatan payudara

semasa hamil.

3. Keluarga mampu

melakukan perawatan

payudara dengan benar.

1. Jelaskan pada keluarga akibat yang

ditimbulkan bila tidak dilakukan

perawatan payudara dengan benar.

2. Jelaskan manfaat perawatan

payudara

3. Demonstrasikan cara perawatan

payudara pada usia kehamilan 16

minggu dan seterusnya.

19

Page 20: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

F. PELAKSANAAN

Diagnosis Tanggal Implementasi Evaluasi1. Pola seksual tidak

efektif

berhubungan

dengan

ketidakmampuan

keluarga

mengenal

masalah seksual

pada masa

kehamilan.

2-12-2004

Jam:10.30

WIB

Mejelaskan pada keluarga

tentang pengaruh

hubungan seksual

terhadap perkembangan

kehamilan

Menjelaskan pada

keluarga keuntungan

melakukan hubungan

seksual pada masa

kehamilan

S: -Keluarga mengatakan

selama ini melakukan tapi

merasa takut terjadi

keguguran.

- Keluarga mengatakan

sekarang baru mengerti

kondisi hamil dengan

hubungan seksual.

O: Keluarga menanyakan posisi

yang sehat selama hamil

- Keluarga tampak malu-malu

mendiskusikan tentang

hubungan seksual

A: Masalah teratasi sebagian

P: -Evaluasi kembali pada

pertemuan berikut.

-Berikan leaflet tentang

seksual pada masa hamil. 10-12-2004

Jam: 15.30

WIB

Menjelaskan posisi yang

memungkinkan untuk

hubungan seksual pada

masa kehamilan.

Memberikan leaflet dan

panduan tentang

hubungan seksual pada

masa hamil.

S: Keluarga mengatakan akan

mencobanya

O: Keluarga aktif dalam diskusi

A: Masalah teratasi

Diagnosis Tanggal Implementasi Evaluasi

20

Page 21: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

2. Peningkatan

kesejahteraan ibu

hamil (Ny N.A)

pada keluarga Tn

S

2-12-2004

Jam: 09.30

WIB

Menjelaskan pada

keluarga tentang

pentingnya nutrisi dalam

menunjang kesehatan

kehamilan dan janinnya.

Jelaskan pada keluarga

manfaat tablet penambah

darah pada kehamilan.

Diskusikan dengan

keluarga jenis-jenis

makanan yang bergizi

serta bermanfaat dalam

menunjang kesehatan

kehamilan ibu dan mudah

didapat.

S: Ibu mengatakan sudah

mengkonsumsi tablet

penambah darah yang

didapat dari bidan

O: Ibu tampak tidak aktif

dalam diskusi, lebih

banyak diam, suami yang

lebih aktif berdiskusi.

A: Masalah teratasi sebagian

P: Evaluasi pada pertemuan

berikutnya, lanjutkan

rencana

10-12-2004

Jam: 15.30

WIB

Memotivasi ibu untuk

memeriksakan

kehamilan sesuai jadwal

minimal satu bulan

sekali pada trimester II.

S:- Keluarga mengatakan

sudah control ulang ke

bidan praktek dan sudah

diimunisasi TT tanggal 6-

12-2004.

-Ibu mengatakan

kehamilannya baik-baik

saja.

O: -

A: Masalah teratasi

Diagnosis Tanggal Implementasi Evaluasi3. Risiko menyusui

tidak efektif

berhubungan

2-12-2004

Jam: 09.30

WIB

Jelaskan pada keluarga

akibat yang ditimbulkan

S: Keluarga mengatakan

mengerti dan akan mencoba

melakukan sendiri di rumah21

Page 22: Askep Keluarga-3 (Ny. Tuti)

dengan ketidak

mampuan keluarga

mengenal masalah

Risiko menyusui

tidak efektif

bila tidak dilakukan

perawatan payudara

dengan benar.

Jelaskan manfaat

perawatan payudara

Demonstrasikan langsung

pada ibu cara perawatan

payudara pada usia

kehamilan 16 minggu dan

seterusnya.

O: Keluarga tampak senang

diberikan penjelasan

- Ibu mau untuk diajarkan

perawatan payudara

A: Masalah teratasi sebagian

P: - Anjurkan ibu melakukan

sendiri

- Evaluasi pada pertemuan

berikut.

10-12-2004

Jam: 15.30

WIB

Mengevaluasi kembali

cara perawatan payudara

yang benar

Memberikan leaflet

tentang perawatan

payudara masa hamil.

S: ibu mengatakan sudah bisa

melakukan sendiri.

O: keluarga tampak senang

dan aktif dalam melakukan

perawatan.

A: Masalah teratasi

22