Anatomi Kulit

  • Published on
    20-Jan-2016

  • View
    149

  • Download
    2

DESCRIPTION

kulit

Transcript

Anatomi Kulit ANATOMI KULIT SECARA HISTOPATOLOGI Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu 1. Lapisan epidermis 2. Lapisan dermis ( korium, kutis vera, true skin ) 3. Lapisan subkutis ( hipodermis ) LAPISAN EPIDERMIS TERDIRI ATAS a.    Stratum korneum (lapisan tanduk) Adalah lapisan kulit yang paling luar terdiri atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti & protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk). Pada daerah muka lebih tipis, daerah tangan lebih tebal (jika tipis disebut atrofi, misal pada lepra). Normal sel elip tidak berinti, jika dijumpai berinti disebut parakeratosis (pada Psoriasis) berinti karena terjadi pertumbuhan terlalu cepat pada stratum basale sehingga terjadi penumpukan sel basale rnengakibatkan sel stratum korneum berinti (parakeratosis). b.   Stratum lusidum Di bawah lapisan korneum, berupa lapisan sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma berubah menjadi protein yang disebut eleidin (tampak jelas pada telapak tangan dan kaki). c.    Stratum granulosum ( lapisan kerato hialin ) Merupakan 2-3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar (karena terdiri atas keratohialin) dan berinti di antaranya. Tampak jelas di telapak tangan & kaki. Tidak dimililki oleh mukosa. d.    Stratum spinosum ( stratum Malphigi, pickle cell layer ) Terdiri beberapa lapis sel bentuk poligonal, makin ke tepi makin gepeng, ukuran variasi karena ada proses mitosis. Protoplasma jernih (karena banyak mengandung glikogen), inti di tengah. Di antara sel-sel stratum spinosum terdapat Langerhans dan jembatan antar sel (Intercellular bridges) yang terdiri atas protoplasma dan tonofibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan membentuk penebalan bulat kecil (nodulus Bizzozero). Spongiosis ( keadaan desmosom / hubungan antar sel lisis sehingga antar sel terbentuk rongga), contoh pada penyakit bula e.    Stratum basale Terdiri sel-sel bentuk kubus (kolumnar) tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar ( palisade ). Terdiri 2 jenis sel : 1.  Bentuk kolumnar, protoplasma basofilik, inti besar lonjong. 2. Sel pembentuk melanin (melanosit, clear cell) dengan sitoplasma basofilik, inti gelap, butir pigmen (melanosomes) LAPISAN DERMIS: Adalah lapisan di bawah epidermis, lebih lebat, terdiri atas lapisan elastik dan fibrosa padat dengan elemen selular dan folikel rambut. a.    Pars papilare, yaitu bagian menonjol kedermis, berisi ujung serabut syaraf & pembuluh darah b.   Pars retikulare Bagian menonjol ke arah subkutan, terdiri serabut penunjang (misal kolagen, elastin, retikulin) Lapisan Kutis: Kelanjutan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak (berupa sel bulat, besar, inti terdesak ke pinggir sitoplasma). Sel-sel berkelompok yang dipisahkan satu dengan lain oleh trabekula fibrosa. Lapisan lemak disebut panikulus adiposa (cadangan makanan), terdapat ujung syaraf tepi, pembuluh darah dan getah bening. Vaskularisasi diatur oleh pleksus superfisialis (di bagian atas dermis) dan pleksus profunda (terletak di subkutis). ADNEKSA KULIT 1. Kelenjar kulit terdapat di lapisan dermis, terdiri atas: a.    Kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar peluh,         Ekrin / sweat gland (kecil-kecil, di dermis, dipengaruhi syaraf kolinergik, factor panas dan stress, terdapat/bermuara di seluruh permukaan kulit terutama telapak tangan-kaki, dahi, aksila). Contoh penyakit : -       Milaria (Prickly head, keringat buntet): rubra, kristalina, profunda. -       Hiperhidrosis (keringat berlebihan sampai telapak tangan selalu basah) -       Multiple sweat glands abscess ( peri poritis / keongan )         Apokrin (lebih besar, terletak lebih dalam, bermuara di folikel rambut yg mengalami rudimeter, secret kental, dipengaruh syaraf adrenergic, ada di aksila, areola mamae, pubis, labia minora, saluran telinga luar). Contoh penyakit : hidradenitis supuratifa (apokrinitis), silindroma. b.   Kelenjar palit (glandula sebacea) pengaruh produksi lemak, bermuara pada folikel rambut :          akne vulgaris          nevus sebaseus (Jadasshon disease)          adenoma sebasea (Tubero sklerosis, EPILOIA) 2. Kuku 3. Rambut A.    Epidermis : 1. Stratum corneum 2. Stratum lucidum 3. Stratum granulosum 4. Stratum spinosum 5. Stratum basalis B.    Dermis : 6. Pars papilare 7. Pars reticulare 8. Melanosit 9. Badan Meissner 10. Sel Langerhans 11. Glandula sebasea 12. Rambut 13. Muskulus Arektor pili 14. Badan Pacini C.    Subkutis D.   UnitKelenjar Apokrin E.    UnitKelenjar Ekrin F.    Vaskularisasidermal : -. Pleksus superfisialis -. Pleksus profunda     UKK PRIMER 1.       MAKULA Yaitu perubahan warna kulit tanpa perubahan struktur. Terbagi menjadi 2 : a.       Hiperpigmentasi (nigra) 1. Melasma/cloasma 2. Melanoderma 3. Freckels (efelide) b.      Hpopigmentasi (alba/leuko) 1. Vitiligo (akrofasial = diujung & segmental) 2. Leukoderma 3. Tinea vesikolor ( folikular dan macular ) Ciri bersisik, dengan finger nail sign (kulit yang bersisik dicungkil dengan kuku) ( (+) lepas - Bentuk makular (tampak makula hipopigrnentasi ditutup skuama halus) - Bentuk folikular (makula kecil hipopigmentasi folikular pada sebagian folikel rambut) 4. Pitriasis alba/ buras 5. Albino : okuler (mata), kutaneus (kulit), okulo kutaneus (mata & kulit) 6. Morbus Hansen (MH tipe T) 2.      PAPULA Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit, padat, batas tegas dengan penampang ( < 1 cm a. : (runcing seperti duri). Contoh : 1. Cornu cutaneum 2. Liken nitidus b. : (1/2 bola), Contoh : 1. Acne cornedonal 2. Milla 3. Miliaria ( rubra (merah), kristalina (putih), profunda (dalam) 4. Keratosis folikularis ( Darrier diseases ) c. : (papula berbentuk jari-jari/papilomatosls). Contoh : Condiloma akuminata d. : (papul berbentuk verokus). Contoh : 1. Veruka vulgaris 2. Seboroik wart 3. Nevus verokosus e. : (papul bertangkai/ berbentuk pedunkulotid) Contoh : 1. Neurofibromatosis VRH 2. Skintag (akrokordon, papilomakutis) f. : (papul berbentuk flactop datar/plana) Contoh : 1. Veruka plara 2. Liken plana 3. Kondllomalata. g. : (papul yang ada cekungannya/umbilreted) Contoh : Moluskum contagiosum (khas ada top dele/moluskum bodies) 3.       NODUL Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit, padat, penampang ( > 1 cm, letak lebih datar 1. Acne nodulokistika (karena orang tersebut sensitif) 2. Prurigo nodularis (bekas gigitan serangga) 3. Eritrema nodularis (bisa karena obat) 4. Scabies nodularis 5. Lepra/ multiple lepra 4. PUSTULA Yaitu : penonjolan di atas kulit (vesikel) berisi cairan nanah, dengan penampang ( < 1 cm. Spt papula isi nanah Contoh 1. Folikolitis 2. Furunkel 3. Karbunkel 4. Abses 5. Psoriasis pustulosa (Zumbusti disease) Psoriasis vulgaris yang biasa (ada pustulosa), yang disertai 2nd infeksi (ada pustulosa) 6. Akne papula pustulosa 7. Dermatosis pustula subkorneal 8. Sekunder infeksi = impetigenisata (misal scabies impetigenisata = scabies dengan 2nd infeksi, dermatitis numularis impetigenisata =d ermatitis numularis dengan 2nd infeksi) 5. VESIKEL Yaitu : penonjolan atau gelembung di atas permukaan kulit berisi cairan, dengan ( < 1 cm. Contoh : 1. Varisela 2. Herpes zoster 3. Herpes simplek (labialis, genitalis) 4. Dematitis herpetiformis (Duhrog disease) 5. Scabies Bedanya : Dermatitis Herpetiformis Herpes Zoster Keluhan utama Gatal-gatal Sakit/nyeri Predileksi Simetris/bilateral Unilateral Vesikel Tanpa top dele Dengan top dele Sifat vesikel Menyebar bergerombol 6. BULA Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit, berisi cairan dengan penampang ( > cm Contoh : 1. Combusio (luka baker) 2. Pempigus grup : a. P Vegetans b. P Vulgaris c. P. Toliasius d. P Eritematosus = senear usher sindrom. 3. Bulus phemphigoid (bula yang serupa pemphigoid) Beda bula pempigoid dengan pemphigus vulgaris yaitu pada bula pempigoid : bula tegang, KU baik, kulit sekitar eritomatosis. 4. Epidermolisis bulosa 5. CBDC (Chronic Bulosa Desease of Childhood) 6. CBFP = Chronic Benign Familial Pemphigus (Halley and Halley sindrom/disease) 7. TEN = Toksik Epidermal Nekrolisis (Lyell’s syndrome) 8. Eritrema multiform bulosum = Steven Jhonson Sindrom 9. Dermatitis Herpertiformis (Morbus Duhkng) yaitu Dermatitis yang menyerupai herpes Impetigo bulosa (penyakit dengan gangguan bula reaktif) tapi tidak termasuk kategori di atas. 7. URTIKA Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit akibat udem setempat, timbulnya cepat, hilangnya lambat. Contoh : 1. Hot urtikaria (iklim dingin) 2. Cold urtikaria (iklim panas) 3. Pressure urtikaria (artificial urtikaria, dermografisme) 4. Kolinergik urtikaria (ada hubungan dermografisme) 5. Angioneurotik udem 8. TUMOR Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit akibat proses pertumbuhan sel atau jaringan tubuli yang abnormal. Dibedakan: 1. Jinak (benigna) 2. Precancer 3. Ganas (mallgna) Contoh Tumor Jinak: KISTA 1. Epidermoid kiste 2. Dermoid kiste 3. Sebasea kiste (Jadasson disease) 4. Athroma kiste. 5. Steatokistoma multiplek Tipe intradermal Tipe Jungtional Tipe Compound (campuran) NEVUS 6. Nevus pigmentosus 7. Nevus verokosus 8. Halonevi (sutton desease, leukoderma acquisitum centrifugum) putih 9. Blue nevl nevus liltarn 10.Becker nevi (hairy pigmented): nevus berambut, seperti piala, lokasi di dada/ sacrum) 11. Keratosis seboroik (seboroik ward) Agak Keras 12. Keloid (Iripertrofi skar) 13. Fibroma 14. Xantelasma Besar, lunak: 15. Lipoma Tumor kecil 16. Milia 17. Siringoma 18. Trikoepitelioma Tumor dengan sebasea 19. Adenoma sebasea (sklerosis tuberosum, EPILOLA = Epilepsi Low intelegensia Adenoma Sebasea) Nevus Sebaseus (Jadasson desease) Tumor pedunculated/ bertangkai: 20. Neurofibromatosis multipel (Von Reckling Hausen disease) 21. Skin teq (papiloma kutis, akro kordon) Lain-lain: 22. Hemangioma 23. Xantoma (tendineum) 24. Xeroderma pigmentosum PRECANCER 1. Bowen desease 2. Leukoplakia (leuko = putih, jadi plak yang putih) 3. Keratosis Solaris 4. Keratosis Aktinik (keratosis senills) 5. Keratosis Arsenikal TUMOR GANAS 1. Basalioma(Basal sel carsinoma, Basal sel epitetioma, uikus rodens, uikus Jaocb Basalloma) 2. Skuamos sel (Ca Piano selulare, Ca sel Prickle) 3. Melanoma Maligna (Melanoma karsinoma) UKK SEKUNDER 1. SKUAMA Yaitu pelepasan lapisan tanduk dari stratum korneum. * Halus. Contoh: Tinea vesikolor ditandai finger nail sign (+) * Sedang - Dermatitis seboroik - Phytiriasis rosea * Kasar - Iktiosis - Psoriasis vulgaris - Dermatitis ekfollativa (folla= daun) - Pempigus foliaseus - Tinea capitis hiperkeratois - Cradell crap (Dermatitis seboroik pada bayi) 2. KRUSTA Yaitu onggokan cairan, darah, nanah, kotoran & obat yang telah mengering di permukaan kulit • Impetigo krustosa • Krusta hitam Steven Johnson • Scabies Impetigenisata 3. EROSI Yaitu kerusakan kulit s/d stratum spinosum • Dermatitis kontak alergi 4. EKSKORIASI Yaitu kerusakan kulit sd ujung pars papilare (pengelupasan) • Ektima • Dermatitis kontak alergi 5. ULKUS Yaitu kerusakan yang mengenai epidermis & dermis Dinding: tandai (bagian atas tertutup krusta sehingga sisi lebih tinggi) Tegak turus Menggaung Bentuk: (bulat), (lonjong), (tidak beraturan) Isi : jernih, serum, nanah, kotor, hitam Contoh : • Ulkus Mole • Ulkus Durum • Ulkus Gangrenosa • Ulkus Dekubitus dll Beda ULKUS DURUM ULKUS MOLE Terdapat pada Sifilis I PMS Spesifik Bentuk (, single Multiple Dasar Jernih, NT (-) / indulen Kotor, NT (+) 6. RHAGADE Yaitu belahan kulit dengan dasar sangat kecil/dalam.      Keratoderma palmaris, plantaris      Keratoderma vulgaris      Keratoderma sulkatum      Rhagade pada stigmata pada sifilis      Candidiosis perleche 7. SIKATRIK / PARUT Yaitu jaringan ikat menggantikan epidermis dan dermis yang sudah hilang.      Atropi sikatrik (cekung dari kulit sekitarnya)      Hipertropi sikatrik (lebih menonjol)      Eutropi sikatrik (dapat normal/sama)      Tampak licin (karena garis kulit dan adneksa hilang. 8. KELOID (Hipertrofi skar) Yaitu hipertropi yang pertumbuhannya melampau batas normal. 9. ABSES Yaitu kantong berisi nanah dan darah dalam jaringan.      Abses Bartholini      Abses Banal Beda abses dengan kiste: lebih kea rah purulen (abses) dan tertutup (kiste) 10.LIKENIFIKASI Yaitu penebalan kulit sehingga garis lipatan tampak lebih jelas • Prurigo • Neurodermatitis (Liken simplek kronik khas ada Wich ham strie) 11. GUMA Kerusakan kulit destruktif, kronis, dengan penyebaran serpiginosa (dari tengah ke tepi) • Gurna sifilis stadium III 12. HIPERPGMENTASI Yaitu penimbunan pigmen yang berlebihan sehingga tampak Iebih hitarn dari sekitarnya • Melasma/ cloasma • Melanoderma • Freckles (Ephelides) 13. HIPOPIGMENTASI Kekurangan pigmen sehingga kulit tampak lebih putih dari sekitarnya • Vitiligo (akrofasia & segmental) • Leukoderma • Morbus Hansen Tipe T • Phytiriasis alba • Skleroderma • Tinea vesikolor • Albino 14. PURPURA Yaitu bintik-bintik perdarahan di bawah kulit, tampak kemerahan, tidak hilang dengan penekanan • Dermatitis medikamentosa/ drug eruction • ITP (Idiopatik Trombosit Purpura) • STP (Sistemik Trombosit Purpura) 15. KANALIKULI Yaitu terbentuknya terowongan. Contoh : Scabies 16. MILIA Yaitu penonjolan kulit, warna kulit. Co: Acne komedonal (dart kelenjar sebasea) 17. EKSANTEM Yaitu ruam kulit, timbul mendadak, kemerahan. • Drug eruction BENTUK DRUG ERUCTION: 1. Exantem 2. Eritoderma (dermatitis ekfoliativa) 3. Eritrema Nodusum 4. Eritrema multiform bulosum (Steven Johnson) 5. Purpura 5. Foto kontak alergi dermatitis (kena bagian terpapar sinar matahari) 7. Askulitis alergika 8. Fiks drug eruction 9. TEN (Toksis Epidermal Nekrosis) TANDA PADA PSORIASIS (lesi yang khas berupa bercak-bercak eritema berbatas tegas, ditutupi skuama tebal berlapis-lapis, warna putih mengkilat seperti perak (silver cscales) 1. Kupner phenomen (jika ada lesi digores maka - lesi isomorfik/ sesuai bekas trauma) 2. Acuspitz phenomen (bintik2 perdarahan akibat lesi dikerok) 3. Kaipets phenomen (bentuk seperti tetesan lilin) 4. Nail bitting (kuku cekung) Kubner phenomen terdapat pada : 1. Psoriasis Vulgaris 2. Liken planum 3. Veruka plana 4. Dermatitis numularis 5. Moluskurn kontagiosum ETIOLOGI PENYAKIT KULKEL Infeksi, karena a. Bakteri Contoh : Lepra Tuberculosis  Pyoderma         1. Primer (invasi langsung) a. Folikulitis                             f.  Erisipelas b. Furunkel                            g. Eritrasma c. Karbunkel (mata banyak)       h. Selulitis d. Abses                                 l. Ulkus e. Hidradenitis supuratifa 2. Sekunder (impetigenisata/ sekunder infeksi/ ada penyakit sebelumnya yg tdk disertai infeksi)  b. Jamur, dibagi 3: 1.    Superfisialis       Dermatom superfisial Contoh : Tinea Vesicolor, Tinea Nigra  Dermatomikosis  Tinea sesuai dengan lokasi organ 1) Tinea capitis (di kepala) a. Black dot Ring Worm (etiologi: tripiton tonsuran/hiolasuran) b. Greep patch = seperti anggur (etiologi: microsporum oudouini) c. Kerion Cerci 2) Tinea fasialis/ vasli (di wajah) 3) Tinea corporis/ cercinata = cerciner (byk lingkaran) 4) Tinea manus (tangan) a. T. Skuamus/hiperkeratotik = bsisik (DD: Keratoderma palmoplantaris, Keratosis, Psoriasis vulgaris b. T. Vesikuler (DD : Scabies, Pomfoliks/ Id reaction/dishidrosis eksim) c. T. Interdigital d. T. Onikomikosis/ ungulamikosis o Sublingual proximal onikomikosis o Sublingual distal onikomikosis o Leuko nilia tripopital (leuko=putih, nikia kuku, oleh tricopitan) e. T. Pedis (sama dgn manus) f. T. Criris (di ctaerah lipatan-lipatan) Squamous/Hiperkeratotik 5). Tinea Pedis/manus Vesikuler 6). Candidiasis Interdigital 1. Stomatitis aptosa/oraltras=sariawan di bibir 2. Stomatitis perleche = di sudut bibir 3. S. Intertrigenus = di lipatan bibir 4. Genital       pria     : balanitis (preputium+ gland), balanopostitis (gland) Wanita : vaginitis, vulvaginitis, postitis 5. Paronekia (infeksi di sekitar kuku) Mendeteksi dengan wood lamp: • T. Capitis : hijau • T. Vesikolor: hijau kekuningan •  Eritrasrna(etiologi cornibacterium minutisimum) : coral red Non Ermatomikosis 2. Profunda/ Deep -  Blasto mikosis                   - Spirotrikosis                    - Aktinomikosis -  Maduro mikosis        - Coksidto mikosis Penyebab Jamur secara Global a. Tricopiton (rambut, kuku, kulit) Coritoh : rubrum (merah), violasorum (violet), shoenleinil, concontricum (bulat) b. Microsporum     Contoh audoini, kanis c. Epiclermopiton     Contoh : clocosum c. Virus -       V Herpes Zooster (oleb Varisela Zooster Virus! VZV) -       V Herpes Simpleks (oleh Herves Simpleks Virus/ HSV)4  tipe 1 pacla H. Labialis       tipe 2 pada H. genitalis -       V Varisella Zooster -       V Moluskum Kontaglosum (kutil, bentuk papul yang  ada top dele) -       V Veruka Vulgaris (cuplak) -       V Veruka Piana (datar) -       V Condiloma Acuminata d. Infestasi parasit 1. Scabies 2. Insect bite 3. Pedlkulosis (Jenis Pedikulosis Capitis, Corporis, Pubis) 4. Plantarides dermatltls(misal penyakit iritan/kontak) 5. Creeping eruption (cutaneus plantarmigran), Etiologi cacing tambang Macam-macam cacing a. C. Tambang (ankilostoma) • Mkllostoma Braziliensi • Ankflostoma Duodenum • Ankiostoma Caninum b.    C.Pita: • Taenla saginata (pada sapi) • Taenia solium (pada babi) c.   C. Kremi (Oxyuris Lumbricoldes) d.   C. Gelang (ascaris lumbricoldes) 2. Alergi -  Dermatitis Kontak (D.K. Alergi & D.K.Iritan) -  Dermatitis Solaris (Foto kontak alergi) -  Dermatitis Atopik                                     -  Dermatitis Herpetiformis -  Dermatitis Seboroik                                  -  Dermatitis Okupational(House Wife D) -  Dermatitis Statis                                       -  Dermatitis Medikamentosa -  Dermatitis Numularis -  Dermatitis Ekfoliativa -  Neurodermatitis Sirkumkripta (Uken Simplek Kronik) 3. Kekurangan gizi 4. Gangguan pigmentasi 5. Tumor 6. Gangguan metabolisme DHERMATO TERAPY Prinsip pada pengobatan kulit kelamin adalah :      Kulit kering : pemberian bersifat : -    Kering (powder): talk, bedak -    Minyak (basis minyak w/o) : salep liniment      Kulit basah : -    Kompres bertujuan untuk melunakkan krusta-krusta nya -    Kompres menggunakan bahan tidak iritatif, sebaiknya tidak pakai kapas tapi kain lembut -    Jika kompres tidak benar dapat terjadi maserasi/ medigdan -    Kompres selama 1-2 menit kemudian diulangi dengan ditetesi lagi pada kain yg dalam posisi tetap menempel dalam tempat lesi selama 10-15 mt dim 30 mnt tiap kali kompres 3 x perhari. -    Dapat juga dilakukan kompres dengan :   PK (Kalium Permanganat)1/16.000. Efek Pk jika terlalu pekat merusak kuku (jd hitam)   Rivanol   Boorwater 30%   disekitar rnata atau mata   Perhidrol (H202)   membersihkan luka yang  dalam & dapat terjadl oksigenasi -    Cream untuk Scabies, berbahan O/W Bahan-bahan                                     Padat Solutio (Homogen)                       Salep Lotio (heterogen)                        Cream Tinctur (cair)                               Fasta Cair                                      minyak/lemak Padat Minyak Talcum venerum Acidum salicicum Acidum benzoicum Acidum boricum Sulfur prespitatum Mentol Phenol Champer   Oleum coccus (kelapa) O. olivarum (zaitun) O. Rosarum (mawar) O. Sesam (wijen) O. Rencini (jarak) O. Rapae (lobak) O. Arachidis (kacang        tanah)   Vaselin -    Album (putih -    Flavum (kuning)   Lilin   Parafin Cair :  Aqua, alcohol           Alcohol [(70%) (spirdil) dan 90% (spirfont)] Padat dan Cair          Solusio : Campuran benda padat dengan/tanpa alkohol di basis aquades yang  homogen  -      S. Selenium sulfide 2,5% (untuk sampo, dermatitis seboroik, tinea vesikolor) - S. Bergamot 12,5% (untukk vitiligo) -       S. Tiosulfat Natricus 25% -       S. Tiniver (untuk Tinea vesikolor) -       S. Whilfield forte          Lotio Campuran benda pada dengan/tanpa alcohol di basis aquades yang heterogen -       L. Kumferdi (untuk acne vulgaris) -       L. Faberi (untuk Milla rubra, antipruritis) -       L. Pakel hairing (untuk hairtonic/ kerontokan rambut)          Tinctur Campuran benda padat dalam basis alkohol -       Podopilin Tinctur 25% (untuk Condiloma acuminate) -       Iodium Tinctur 1% (untuk luka) Padat dan Lemak          Salep Campuran benda padat dalam basis vaselin -       2-4 zalf (untuk scabies, pomfoliks) -       Boor zalf (untuk antiseptic) -       Aapol Zalf (untuk psoriasis) -       While field zalp/while fild forte zalf (antijamur)          Cream : campuran benda padat dalam W/O  =   water in oil (banyak kandungan minyak, untuk kulit kondisi lesih/kering) O/W  =   oil in water (banyak kandungan air, untuk kulit/lesi basah)          Fasta Campuran homogen dari partikel bedak dengan salep. Fasta (asat) biasanya terasa ada butir-butirnya.          Talc Campuran benda padat dalam talke venerum. Contoh talk salicil acid. Cair dan Lemak          Lininment : Campuran benda padat dalam basis minyak -  Rago (Resorsin, Acid salicid, Gilserin, O. Coccus).          Emulsi : Campuran benda padat dalam basis minyak dengan banyak air. Diperlukan emulgator : Twen 88 -       EBB (Emulsi Benzoil Benzoat) 25% (anti Scabies) Dijadikan resep 2-4 ZaIf 40 gr: R/ Acidum Salicicum 0,8 (40 gr x 2% = 0,80) Sulfur Presipitatum 1,6 (40 gr x4% = 1,60) Vaseline album ad 40 M.f.l.a cum Zall dtd pot I 2 dd Ue Dijadikan resep:Boor ZaIf dim basis vaselin 40 gr R/ Acidum Boricum 1,2 (3% x 40 gr = 1,2 gr) Vaselin album ad 40 M.f,l.a cum zalf dtd pot I 2 dd Ue Dijadikan resep Whilfild ZaIf 60 gr  R/ Acidum Salicicum 1,8 (3% x 60 gr = 1,8) Acidum Benzoicum 3,6 (6% x 60 gr = 3,6) Vaseline album ad 60 M.f.l.a cum zalt dtd pot I 2 dd Ue