ANALISIS PENGARUH SUPPLY DAN DEMAND VALAS .pergerakan nilai kurs rupiah di pasar keuangan. ... menjelaskan

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS PENGARUH SUPPLY DAN DEMAND VALAS .pergerakan nilai kurs rupiah di pasar keuangan. ......

  • 1

    Kesimpulan, pendapat , dan pandangan yang disampaikan o leh penulis dalam paper

    ini merupakan kes impulan, pendapat dan pandangan penul is dan bukan merupakan

    kes impulan, pendapat dan pandangan resmi Bank Indones ia .

    WORKING PAPER

    ANALISIS PENGARUH SUPPLY DAN DEMAND VALAS

    TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH

    Piter Abdullah

    Bayront Yudit Rumondor

    Anggita Cinditya Mutiara Kusuma

    WP/2/2016

    2016

    Kesimpulan, pendapat , dan pandangan yang d isampaikan o leh penulis da lam paper in i

    merupakan kes impulan, pendapat dan pandangan penul is dan bukan merupakan

    kes impulan, pendapat dan pandangan resmi Bank Indones ia .

  • 2

    ANALISIS PENGARUH SUPPLY DAN DEMAND VALAS

    TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH

    Piter Abdullah, Bayront Yudit Rumondor,

    Anggita Cinditya Mutiara 1

    Abstrak

    Data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) merupakan salah satu indikator penting yang

    digunakan untuk menganalisis kinerja perekonomian suatu negara. Data NPI dapat digunakan

    untuk menganalisis transaksi ekonomi yang terjadi antara penduduk dan bukan penduduk,

    termasuk di dalamnya menganalisis supply dan demand valas dalam kaitannya dengan

    pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam perkembangannya, selain memelihara NPI yang

    menggunakan pencatatan secara accrual basis, Bank Indonesia juga mengembangkan

    pendekatan statistik supply demand NPI secara cash basis.

    Sebagaimana data NPI, data NPI cash basis juga memiliki karakteristik yang kompleks

    dan spesifik sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menginterpretasikan data tersebut. Aliran

    dana valas yang tercatat pada NPI cash basis merupakan supply dan demand valas potensial

    dan diperkirakan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Namun, tidak semua supply

    demand valas potensial ini akan menjadi supply demand valas efektif, yaitu aliran dana yang

    dikonversikan pada pasar valas domestik.

    Penelitian ini menjelaskan komponen NPI cash basis yang merupakan supply demand

    valas potensial, serta menganalisis kriteria supply demand valas yang mempengaruhi nilai tukar

    rupiah. Selain itu, penelitian ini juga mencoba menjelaskan selisih antara supply dan demand

    valas potensial dan efektif sebagai indikator ekspektasi terhadap nilai tukar rupiah.

    Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel supply dan demand valas efektif secara signifikan

    mempengaruhi nilai tukar rupiah, sedangkan supply dan demand valas potensial tidak terbukti

    signifikan berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah. Selain itu, selisih antara supply dan

    demand valas potensial dan efektif, atau supplydemand gap, juga terbukti signifikan dalam

    mempengaruhi nilai tukar rupiah.

    Key word : error correction model, foreign exchange, supply demand, rupiah, balance of

    payment

    JEL Classification:C20, F31

    1Peneliti Ekonomi Senior dan Peneliti Ekonomi di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM), Bank

    Indonesia. Pandangan dalam paper ini merupakan pandangan penulis dan tidak semata-mata merefleksikan

    pandangan DKEM atau Bank Indonesia.E-mail:piter@bi.go.id, bayront@bi.go.id, anggita_cmk@bi.go.id, dan

    rahmat_es@bi.go.id.

    mailto:piter@bi.go.idmailto:bayront@bi.go.idmailto:anggita_cmk@bi.go.idmailto:rahmat_es@bi.go.id

  • 3

    I. PENDAHULUAN

    I.1. Latar Belakang

    Dalam kapasitas sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal,

    yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung

    dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap

    mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sedangkan

    aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.

    Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain tercermin dari

    pergerakan nilai kurs rupiah di pasar keuangan. Simorangkir dan Suseno (2004) menjelaskan

    bahwa nilai tukar mata uang adalah harga satu unit mata uang asing dalam mata uang

    domestik atau dapat juga dikatakan harga mata uang domestik, terhadap mata uang asing.

    Dalam sistem nilai tukar tetap, mata uang lokal ditetapkan secara tetap terhadap mata uang

    asing. Sementara itu, dalam sistem nilai tukar mengambang, nilai tukar atau kurs dapat

    berubah setiap saat, tergantung pada jumlah penawaran dan permintaan valuta asing relatif

    terhadap mata uang domestik.

    Sugeng et al. (2010) memaparkan bahwa secara teoritis interaksi antara permintaan dan

    penawaran valas (supply dan demand valas) akan membentuk harga yang dalam hal ini adalah

    nilai tukar rupiah. Supply dan demand valas tercermin pada sebagian transaksi yang tercatat di

    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Permintaan valas terutama berasal dari kebutuhan impor

    BBM. Di sisi lain, penawaran valas mengandalkan penerimaan ekspor dan capital inflows.

    Meskipun begitu, data NPI yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak sepenuhnya

    mewakilialiran supply dan demand valas ke dalam pasar valas domestik. Bank Indonesia

    kemudian mengembangkan NPI cash basis untuk dapat lebih menjelaskan aliran dana valas,

    tetapi data yang tercatat di dalamnya juga belum menggambarkan supply dan demand valas

    secara riil. Hal itu disebabkan tidak semua transaksi yang tercatat di NPI dan NPI cash basis

    dilanjutkan dengan transaksi penjualan atau pembelian valas di pasar atau dengan kata lain

    menjadi supply dan demand valas secara efektif. Oleh karena itu, sebagian transaksi yang

    terjadi dalam NPI merupakan sumber dari supply dan demand valas potensial. Selanjutnya,

    supply dand emand valas potensial itu tercatat pada data NPI cash basis yang digunakan secara

    terbatas di internal Bank Indonesia.

    Tingginya volatilitas nilai tukar rupiah selama ini diperkirakan berasal dari banyaknya

    supplydan demand valas potensial yang belum ditransaksikan pada pasar valas domestik, atau

    tidak menjadi supply dan demand valas efektif. Dengan demikian, dibutuhkan analisis secara

    komprehensif terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah yang

  • 4

    berasal dari supply dan demand valas, baik yang tercermin secara potensial di NPI cash basis

    maupun secara efektif pada pasar valas domestik. Gambar 1 menunjukkan bahwa tingginya

    aliran dana valas masuk yang tercatat pada financial account NPI tidak selalu mencerminkan

    penguatan rupiah, seperti yang terjadi pada tahun 2013-2014.

    Gambar 1.Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Transaksi Keuangan NPI

    I.2. Pertanyaan Penelitian

    Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dijabarkan sebelumnya, terdapat

    beberapa pertanyaan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

    1. Bagaimanakah kriteria supply dan demand valas yang mempengaruhi nilai tukar

    rupiah?

    2. Apa sajakah komponen NPI dan NPI cash basis yang merupakan potensial supply dan

    demand valas di pasar valas domestik?

    3. Bagaimanakah selisih antara supply dan demand valas potensial dan efektif (supply

    demand gap) dapat menjelaskan pergerakan atau ekspektasi terhadap nilai tukar

    rupiah?

    4. Bagaimanakah implikasi kebijakan yang dapat diambil Bank Indonesia atau pemerintah

    dalam menyikapi karakteristik data NPI dan NPI cash basis serta hubungannya dengan

    nilai tukar rupiah?

  • 5

    I.3. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan uraian latar belakang dan rumusan pertanyaan penelitian di atas, tujuan

    penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Menjelaskan kriteria supply dan demand valas yang mempengaruhi nilai tukar rupiah

    di pasar valas domestik.

    2. Mendefinisikan komponen NPI dan NPI cash basis yang merupakan supply dan

    demand valas potensial di Indonesia.

    3. Menganalisis selisih antara supply dan demand valas potensial dan efektif (supply

    demand gap) dalam menjelaskan pergerakan atauekspektasi terhadap nilai tukar

    rupiah.

    4. Mengidentifikasi policy options bagi pihak otoritas dalam merespons kondisi

    perekonomian terkini terkait nilai tukar rupiah.

    I.4. Sistematika Pembahasan

    Dalam mengidentifikasi supply dan demand valas potensial dan efektif di dalam

    perekonomian, alur pikir yang digunakan dapat dijelaskan melalui Gambar 2 berikut.

    Gambar 2. Alur Pikir Penelitian

    NPI

    Export Capital Inflows

    Capital Outflows

    Import Income(deviden,

    remittance)

    Portfolio OthersFDI Bayar Bunga

    Bayar Pokok

    Potensial Supply Potensial Demand

    Pasar Valas Domestik

    Efektif Supply Efektif Demand

    Nilai Tukar

    Transaksi

    Data NPI

    > * < *

    * diperkirakan

    Supply Demand Valas Potensial:- Nostro - Cadangan Devisa - OCA

    Data NPI Cash Basis

    > * < *

  • 6

    Sementara untuk menganalisis pengaruh dari selisih antara supply dan demand valas

    potensial dan efektif terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia, alur pikir model yang digunakan

    adalah sebagai berikut.

    Gambar 3.Alur Pikir Model

    Penelitian ini dibagi ke dalam lima bagian. Bagian pertama merupakan pendahuluan

    penelitian yang berisikan latar belakang serta pertanyaan dan tujuan penelitian. Bagian kedua

    membahas studi literatur dan penelitian terdahulu yang telah dilakukan terkait supply dan

    demand valas. Bagian ketiga menjabarkan metodologi penelitian dan d