of 37 /37
Akuntansi Syariah MUDHARABAH Wahyuningsih 7211412127 Yasin Fadil 72114121 Noor Yudawan Putra 72114121 Firman Prabowo 7211412176 Ratna Indah 7211413067 Dianing Irma Pradita 7211413111 Ulfa Zulianti 7211413128

Akuntansi Syariah - Mudharabah

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Akuntansi syariah - mudharabah

Text of Akuntansi Syariah - Mudharabah

Akuntansi Syariah MUDHARABAH

Akuntansi SyariahMUDHARABAHWahyuningsih7211412127Yasin Fadil72114121Noor Yudawan Putra72114121Firman Prabowo7211412176Ratna Indah7211413067Dianing Irma Pradita7211413111Ulfa Zulianti7211413128

PENGERTIAN AKAD MUDHARABAHberasal dari kata adhdharby fl ardhi yaitu berpergian untuk urusan dagangdisebut pula qiradh dari kata alqardhu yang berarti potongan, karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan

Berdasarkan PSAK 105mudharabah sebagai akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (mudharib) sebagai pengelola, dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana

Skema Mudharabah

JENIS AKAD MUDHARABAHMudharabah Muthlaqahpemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya. Disebut juga investasi tidak terikatMudharabah Muqayyadahdimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana antara lain mengenai dana, lokasi, cara, objek investasi atau sektor usahaMudharabah Musytarakahpengeola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerja sama investasi

DASAR SYARIAHSumber Hukum Akad Mudharabah

Menurut Ijmak Ulama, Mudharabah hukumnya jaiz (boleh). Mudharabah telah dipraktikkan secara luas oleh orang-orang sebelum masa Islam dan beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Jenis bisnis ini sangat bermanfaat dan sangat selaras dengan prinsip dasar ajaran syariah, oleh karena itu akad ini diperbolehkan secara syariah

Rukun dan Ketetapan Syariah Akad MudharabahPelaku terdiri atas : pemilik dana dan pengelola danaObjek mudharabah, berupa: modal dan kerjaIjab kabul/serah terimaNisbah keuntungan

Berakhirnya Akad MudharabahDalam hal mudharabah tersebut dibatasi waktunya, maka mudharabah akan berakhir pada waktu yang telah ditentukanSalah satu pihak memutuskan mengundurkan diriSalah satu pihak meninggal dunia atau hilang akalPengelola dana tidak menjalankan amanahnya sebagai pengelola usaha untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akadModal sudah tidak ada

PRINSIP PEMBAGIAN HASIL USAHA(PSAK 105 PAR 11)digunakan istilah bagi laba (profit sharing) sesuai UU no. 10 tahun 1998, apabila suatu usaha mengalami kegagalan maka kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pemilik danaPada bagi hasil usaha mudharabah tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil usahaDalam hal biaya yang dikeluarkan oleh pengelola dana, akad harus disepakati biaya yang dapat dikurangkan dari pendapatanBerdasarkan prinsip bagi laba, basar pembagian hasil usaha adalah laba neto/laba bersih Berdasarkan prinsip bagi hasil dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto/laba kotor bukan pendapatan usaha

Contoh perhitungan pembagian hasil usahaData :PenjualanRp2.800.000HPP(Rp 950.000)Laba KotorRp1.850.000Biaya-biaya(Rp1.500.000)Laba (rugi) bersihRp 350.000

1. Berdasarkan prinsip bagi laba, nisbah pemilik dana :pengelola dana = 30% : 70%Pemilik dana: 30% x Rp350.000 = Rp105.000Pengelola dana: 70% x Rp350.000 = Rp245.000

2. Berdasarkan prinsip bagi hasil, nisbah pemilik dana : pengelola dana = 10% : 90%Bank Syariah: 10% x Rp1.850.000 = Rp185.000Pengelola: 90% x Rp1.850.000 = Rp1.665.000

ContohPak Akbar menginvestasikan uang Rp 1.000.000 untuk usaha sup buah yang dimiliki oleh Pak Ali dengan akad mudharabah.Nisbah yang disepakati yaitu Akbar : Ali = 2 : 5.Atas persetujuan Pak Akbar maka Pak Ali menginvestasikan Rp 300.000 sebagai dana tambahan.Laba yang diperoleh bulan Februari 2015 adalah Rp 500.000

Berdasarkan PSAK 105 par 34 jika terdapat keuntungan, maka bagi hasil dapat dilakukan dengan cara :

Cara 2

Misalnya terjadi kerugian sebesar Rp 500.000 maka Akbar akan menanggung rugi sebesarRp 1.000.000/Rp 1.300.000 x Rp 500.000= Rp384.600sedangkan Ali akan menanggung rugi sebesar:Rp 300.000/Rp 1.300.000 x Rp 500.000= Rp115.400

PERLAKUAN AKUNTANSIAkuntansi untuk Pemilik DanaDana Mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan asset nonkas kepada pengelola danaPengukuran investasi mudharabah :Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkanInvestasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar nonkas pada saat penyerahan

Ada 2 alasan tidak digunakannya dasar historical cost untuk mengukur asset nonkas, (Siswantoro, 2003) :Penggunaan nilai yang disetujui oleh pihak yang melakukan kontrak untuk mencapai satu tujuan akuntansi keuanganPenggunaan nilai yang disetujui (agreed value) oleh pihak yang melakukan kontrak untuk nilai asset nonkas menuju aplikasi konsep representational faithfulness dalam pelaporan

Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar junlah yang dibayarkan. Jurnal pada saat penyerahan kasDr. Investasi Mudharabahxxx Cr. Kasxxx

Investasi mudharabah dalam bentuk asset nonkas diukur sebesar nilai wajar asset nonkas pada saat penyerahanJika nilai wajar lebih tinggi dari pada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah

Jurnal pada saat penyerahaan aset nonkasDr. Investasi Mudharabah xxxCr. Keuntungan Tangguhan xxxCr. Aset Nonkas xxx

Jurnal amortisasi keuntungan tangguhan :Dr. Keuntungan Tangguhan xxxCr. Keuntungan xxx

jika nilai wajar lebih rendah dari pada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui kerugian dan akui pada saat penyerahan aset nonkas

Jurnal : Dr. Investasi Mudharabah xxx Dr. Kerugian Penurunan Nilaixxx Cr. Aset Nonkas Mudharabah xxx

Penurunan nilai jika investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas :Penurunan nilai sebelum usaha dimulai Jika nilai investasi mudharabah turun sebelum usaha dimulai disebakan rusak, hilang atau faktor lain yang bukan karena kelalaian atau kesalahan pihak pengelola dana, maka penurunan nilai tersebut diakui sebagai kerugian dan mengurangi saldo investasi mudharabah

Jurnal : Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx Cr. Investasi Mudharabah xxx

Penurunan nilai setelah usaha dimulai Jika sebagian investasi mudharabah hilang setelah dimulainya usaha tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pengelola dana, maka kerugian tersebut tidak langsung mengurangi jumlah investasi mudharabah namun diperhitungkan pada saat pembagian bagi hasilJurnal : Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx Cr. Penyisihan Investasi Mudharabah xxx Dr. Kasxxx Dr. Penyisihan Investasi Mudharabah xxx Cr. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah xxx

KerugianKerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelum akad mudharabah berakhir pencatatan kerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelun akad mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasiJurnal : Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx Cr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx

Catatan : Tujuan dicatat sebagai penyisihan agar jenis nilai investasi awal mudharabah

Hasil usaha

Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutangJurnal : Dr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx Cr. Pendapatan bagi Hasil Mudharabah xxx

Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil Jurnal Dr. Kasxxx Cr. Piutang Pendapatan Bagi Hasilxxx

Akad mudharabah berakhirPada saat akad mudharabah berakhir, selisih antara investasi mudharabah setelah dikurangi penyisihan kerugian investasi dan pengembalian investasi mudharabah diakui sebagai keuntungan atau kerugian

Jurnal : Dr. Kas/Piutang/Aset Nonkas xxx Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabahxxx Cr. Investasi Mudharabah xxx Cr. Keuntungan Investasi Mudharabahxxx

atau Dr. Kas/Piutang/Aset Nonkas xxx Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx Dr. Kerugian Investasi Mudharabahxxx Cr. Investasi Mudharabahxxx

PenyajianPemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatatyaitu nilai investasi mudharabah dikurangi penyisihan kerugian (jika ada)

Pengungkapan Pemilik dana mengungkapkan hal yang terkait dengan transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas pada :

Isi kesepakatan utama usaha mudharabah, (porsi dana, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha mudharabah, dll.)Rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnyaPenyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalanPengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah

Akuntansi untuk Pengelola DanaDana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterimaPengukuran Dana Syirkah TemporerDana Syirkah Temporer diukur sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset non kas yang diterima.Jurnal:Dr. Kas/Aset NonkasxxxCr. Dana Syirkah Temporerxxx

Penyaluran kembali dana syirkah temporerJika pengelola dana menyalurkan kembali dana syirkah temporer yang diterima maka pengelola dana mengakui sebagai aset. Sama seperti akuntansi untuk pemilik dana. Ia akan mengakui pendapatan secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik danaJurnal pencatatan ketika menerima pendapatan bagi hasil dari penyaluran kembali dana syirkah temporer:Dr. Kas/PiutangxxxCr. Pendapatan yang Belum Dibagikanxxx

Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi porsi hak pemilik dana.Jurnal:Dr. Beban Bagi Hasil MudharabahxxxCr. Utang Bagi Hasil Mudharabahxxx

Jurnal pada saat pengelola dana membayar bagi hasil :Dr. Utang Bagi Hasil MudharabahxxxCr. Kasxxx

Sedangkan apabila pengelola dana mengelola sendiri dana mudharabah berarti ada pendapatan dan beban yang diakui dan pencatatannya sama dengan akuntansi pada umumnya yaitu :

Saat mencatat pendapatan :Dr. Kas/PiutangxxxCr. Pendapatanxxx

Saat mencatat beban:Dr. BebanxxxCr. Kas/Utangxxx

Jurnal penutup yang dibuat di akhir periode (apabila diperoleh keuntungan) :Dr. PendapatanxxxCr. BebanxxxCr. Pendapatan yang Belum Dibagikan (kewajiban)xxxJurnal ketika dibagihasilkan :Dr. Pendapatan yang Belum DibagikanxxxCr. KasxxxJurnal Penutup yang dibuat apabila terjadi kerugian :Dr. PendapatanxxxDr. PenyisihanxxxCr. Bebanxxx

Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana diakui sebagai beban pengelola dana.Di akhir akadJurnal :Dr. Dana Syirkah TemporerxxxCr. Kas/Aset Nonkasxxx

Jika ada penyisihan kerugian sebelumnyaJurnal :Dr. Dana Syirkah TemporerxxxCr. Kas/ Aset NonkasxxxCr. Penyisihan Kerugianxxx

PenyajianPengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan :Dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah;yaitu sebesar dana syirkah temporer dikurangi dengan penyisihan kerugian (jika ada)Bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan sebagai pos bagi hasil yang belum dibagikan sebagai kewajiban

PengungkapanPengelola dana mengungkapkan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan :Kesepakatan utama mudharabah, seperti porsi dana, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha mudharabah, dan lain-lainRincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnyaPenyaluran dana yang berasal dari mudharabah muqayadah. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No.101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah

Asumsi pencatatan pengelola dana menggunakan akad mudharabah muthlaqah,Apabila akadnya Mudharabah Muqayyadah, dimana dana dari pemilik dana langsung disalurkan kepada pengelola dana lain dan pengelola dana pertama hanya bertindak sebagai perantara yang mempertemukan antara pemilik dana dengan pengelola dana lain; maka dana untuk jenis seperti ini akan dilaporkan Off Balance SheetAtas kegiatan tersebut pengelola dana pertama akan menerima komisi atas jasa mempertemukan kedua belah pihak. Sedangkan antara pemilik dana dan pengelola dana lain (kedua) berlaku nisbah bagi hasil