11. sistematika dan teknik penulisan karya ilmiah

  • View
    1.337

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Text of 11. sistematika dan teknik penulisan karya ilmiah

  • 1. Sistematika dan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Pertemuan ke- 11) Dra. Siti Sahara Alat Musik Khas Indonesia

2. Teknik Penulisa Karya Ilmiah 1. Kebahasaan 2. Notasi Ilmiah 3. Pedoman Transliterasi Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 1. Bagian Awal 2. Bagian Tengah 3. Bagian Akhir 3. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 1. Bagian Awal 1) Halaman sampul 2) Kata pengantar 3) Daftar isi 4) Daftar tabel dan gambar (jika ada) 2. Bagian Tengah 1) Pendahuluan 2) Uraian masalah yang dibagi menjadi bab-bab 3) Kesimpulsn 3. Bagian Akhir 1) Daf tar Pustaka 2) Lampiran-Lampiran (jika diperlukan) 4. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 1. Bagian Awal 1) Halaman sampul > Judul > Nama Penulis > Nama Jurusan > Tahun Penyelesaian (Hijriah dan Masehi) 2) Kata pengantar > Ucapan Syukur > Ucapan Terima Kasih (kepada pihak yang telah membantu penyelesaian penulisan) 3) Daftar isi > Memuat keterangan tentang pokok-pokok masalah > Mencantumkan tiap-tiap subjudul > Subbagian dari nomor dan nomor halaman 4) Daftar tabel dan gambar (jika ada) 5. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 2. Bagian Tengah 1) Pendahuluan Isi pendahuluan merupakan penjelasan- penjelasan yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas dalam sub-sub: (1) Alasan pemilihan pokok masalah (2) Perumusan masalah dan latar belakang (3) Prosedur pemecahan masalah dijelaskan dengan metode-metode yang dipakai dan tata kerja yang akan ditempuh oleh penulis (4) Sumber-sumber yang relevan dan dapat di pertanggung jawapkan untuk memecahkan permasalahan (5) Rangkuman tulisan disusun secara singkat dan padat 6. 2) Uraian masalah yang dibagi menjadi bab-bab > Bab-bab pengurai memuat tafsiran-tafsiran, analisis terhadap data yang berhasil dikumpulkan merupakan jawaban terinci atas persoalan yang berhubungan dengan pokok- pokok pembahasan penulis seca proposoanal. > Uraian yang bersifat tioritis datanya sebagian besar diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan ditempatkan pada permulaan penguraian . 3) Kesimpulsn > Ditarik dari pembuktian atau dari uraian yang ditulis terdahulu dan bertalian erat dengan pokok masalah. > Dapat memuat uraian yang menunjukan proses pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan itu. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 7. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah 3. Bagian Akhir 1) Daf tar Pustaka > Semua sumber kepustakaan, baik berupa ensiklopedi, buku, majala , dan surat kabar (koran) disusun dalam daftar khusus yang diletakkan pada akhir karangan. > Jika di antara sumber-sumber kepustakaan bertulisan selain huruf latin, ditulis dengan transliterasi. 2) Lampiran-Lampiran (jika diperlukan) > Isi lampiran hal-hal yang merupakan kelengkapan pembahasan, > Sistematika lampiran disusun sesuai dengan urutan masalah yang dikemukakan dalam pembahasa. 8. Teknik Penulisan Karya Ilmiah 1. Jenis dan Ukuran Kertas 2. Margin Pengetikan 3. Penulisan dan Pemenggalan Kata 4. Sistem Penomoran 5. Kutipan Langsung dari Buku atau Artikel 6. Kutipan tidak Langsung dari Buku atau Artikel 9. 7. Kutipan Langsung Ayat al-Quran dan Hadis atau Kitab Suci Lain 8. Kutipan Tidak Langsung Ayat al-Quran dan Hadis atau Kitab Suci Lain 9. Penulisan Catatan Kaki 10. Penulisan Daptar Pustaka 11. Pedoman Transliterasi Teknik Penulisan Karya Ilmiah 10. NOTASI ILMIAH 11. Jenis Kutipan Catatan Kaki (Footnote) dan Catatan dalam (Innote) Daftar Pustaka (Bibliograf) 12. Pengertian Kutipan Pinjaman kalimat atau pendapat dari seseorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah atau referensi lainnya. 13. Tujuan Kutipan Menghemat waktu Mengadakan sorotan, analisis, atau kritik Memperkuat uraian 14. Prinsip-prinsip Kutipan Jangan mengadakan perubahan Gunakan tanda kurung segi empat [...] Bila ada kesalahan [sic!] Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya tulisan ini kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang mengandung makna [sic!] sentral/distribusi yang terbanyak bahan dari daftar Swadesh. 15. Prinsip-prinsip Kutipan Menghilangkan bagian kutipan Gunakan tanda elipsis.... Tidak banyak menggunakan kutipan Kurang dari satu halaman, bila lebih masukkan dalam apendiks atau lampiran 16. Jenis-jenis Kutipan Kutipan langsung Kutipan tak langsung (kutipan isi) Hanya isi atau ihtisar 17. Cara-cara Mengutip Kutipan Langsung yang Kurang 5 Baris Diintegrasikan dengan teks; Jarak antara baris dengan baris dua spasi Margin (pias) sama dengan teks Diapit dengan tanda kutip Sesudah kutipan diberi tanda-tanda footnote/innote EYD menyebutkan bahwa unsur pinjaman pengucapan dan penulisannya disesuaikan ejaan bahasa Indonesia. Hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.1 1 Dendy Sugono, Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan, (Jakarta : Pusat Bahasa, 2004) hlm. 23 18. Cara-cara Mengutip Kutipan Langsung 5 Baris ke Atas Dipisah dengan teks; Jarak antara baris dengan baris satu spasi Margin (pias) kiri masuk ke dalam teks 5 spasi Sesudah kutipan diberi tanda-tanda footnote/innote Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa : Ragam bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat. Kaidah pembentukan kata yang menerbitkan perasa dan perumus dengan taat asas harus menghasilkan bentuk perajin dan perusak dan bukan pengrajin dan pengrusak (Moeliono, 1988 : 13). Ketaatasasan ragam baku ini dalam penulisannya ilmiah perlu dilaksanakan secara konsiten sehingga menghasilkan ekspresi pemikian yang objektif. 19. Cara-cara Mengutip Kutipan tak langsung Diintegrasi- kan dalam teks Jarak antara baris dua spasi Tidak diapit tanda kutip Sesudah kutipan diberi tanda- tanda footnote/innote Direktur Strategi Bisnis melaporkan kinerja untuk mencari solusi atas permasalahan perusahaan, PT Exelco yang cenderung merugi. PT Exelco pembuat perlengkapan kamar mandi modern dihadapkan pada pilihan meminjam uang di bank untuk membenahi sistem produksi dan manajemen atau menjual perusahaan dengan harga rendah. Kajian analisis, pertama menjual perusahaan berarti merugi, mengingat produk perusahaan itu pada tahun 1990 2004 berkualifikasi ISO 9001 dengan pelanggang dibeberapa negara. Kedua, meminjam modal di bank sebesar 5 Milyar untuk pembenahan teknologi dan SDM. Cara ini lebih menguntungkan. Akhirnya diputuskan : menggunakan pilihan kedua. Setelah melakukan kajian yang mendalam laporan Direktur Strategi Bisnis PT Exelco, Dirketur Utama dan para pemegang saham memutuskan kebijakan yang lebih menguntungkan yaitu meminjam modal di Bank untuk pembenahan teknologi dan SDM. 2 2 Direktur Strategi Bisnis, Laporan Pertanggungjawaban Strategi Bisnis, (Jakarta : PT Exelco) hlm. 1 - 20 20. Cara-cara Mengutip Kutipan atas ucapan lisan Menyebut pembicara baru uraian Dalam menjawab Nota Keuangan dan RAPBD DKI Jakata, 2 Februari 1973, Gubernur DKI Ali Sadikin mengatakan a.l. : ...Tetapi apabila kita jujur berkenan melihat persoalan itu pada persepektif yang lebih luas dan proporsi yang wajar, maka akan terlihat bahwa kepentingan umum memang benar menuntut adanya pengorbanan-pengorban itu.... Uraian baru nama pembicara Dalam upaya meremajakan Ibukota, Pemda DKI selalu berusaha memperkecil pengorbanan. Kepentingan umum akhirnya menuntut yang demikian, sebagaimana ditegaskan dengan kata-kata berikut : . ...Tetapi apabila kita jujur berkenan melihat persoalan itu pada persepektif yang lebih luas dan proporsi yang wajar, maka akan terlihat bahwa kepentingan umum memang benar menuntut adanya pengorba nan-pengorban itu.... 2 2 Gubernur Ali Sadikin, dalam menjawab nota keuangan dan APBD 1973, 2 Februari 1973 21. Pengertian: CATATAN KAKI Keterangan-keterangan atau teks yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. 22. Tujuan Catatan Kaki Menyusun pembuktian Menyatakan utang budi Keterangan tambahan inti atau sari sebuah fragmen yang dipinjam Uraian teknis, materi yang memperjelas teks, atau topik lain Merujuk bagian lain dari teks 23. Prinsip-prinsip Catatan Kaki Nama pengarang tanpa dibalik urutannya atau sama dengan pengarang yang tertulis pada buku diikuti koma Jika nama dalam tertulis disertai gelar akademis, catatan kaki harus mencantumkan gelar tersebut Judul karangan dicetak miring, diikuti koma Nama penerbit dan angka diapit tanda kurung diikuti koma Nomor halaman dapat diikuti hlm. Atau h. Angka nomor halaman diakhiri titik. 1 William N.Dunn, Analisis Kebijakan Publik, terjemahan Muhajir Darwin (Yogyakarta : Hanindita, 2001), hlm. 20 32 2 Abraham H. Maslow, Motivasi dan Kepribadian 2, terj. Nurul Iman (Jakarta : Pustaka Binaman Presindo, 1994), hlm. 1-40 3 Dr, Albert Wijaya, Pembangungan Pemukiman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota, dalam Prof. Ir. Eko Budihardjo, M. Sc. (Ed), Sejumlah Masalah Pemukiman Kota, (Bandung : Alumni, 1992) hlm. 91-103. 24. Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit Ibid. Singkatan ibidum berarti tempat yang sama dengan di atas Ditulis di bawah catatan kaki yang mendahului Tidak dipakai apabila telah ada catatan kaki lain yang menyelinginya Diketik dengan huruf kapital pada awal kata, dicetak miring, diakhiri titik Apabila referensi berikutnya berasal dari jilid atau halaman lain, urutann penulisan : ibid, koma, jilid, halaman 1 Peg C. Neuhauser, Legenda Manfaatnya bagi Perusahaan, terj. Teguh Raharja, (Jakarta: Pustaka Binaman Presindo, 1994) hlm. 13 34 2 Ibid. 3 Ibid, hlm. 53 62 4 Jef Madura, Pengantar Bisnis terj. Saroyini W.R. Salib, Ph. D., (Jakarta : Salemba Empat) hlm. 2 11 5 . Ibid. 6 . Ibid, hlm. 16 - 17 25. Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit Op. Cit Singkatan Opere Citato berarti dalam karya yang telah disebut Merujuk buku sumber yang telah disebutkan dan diselingi sumber lain Ditulis huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, setiap suku kata diikuti titik, dan Ur